Filsafat Pend

download Filsafat Pend

of 49

  • date post

    16-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    15
  • download

    2

Embed Size (px)

description

fD

Transcript of Filsafat Pend

  • FILSAFAT PENDIDIKANDr. Nandang Hidayat

  • SILABIHakikat dan kedudukan filsafat dalam sainsTiga azas keilmuan dalam filsafat pendidikanPengertian pendidikan dan filasafat pendidikanAliran filsafat yang menopang perkembangan ilmu pendidikanProblema pokok filsafat dan pendidikanFilsafat Pancasila dan pendidikanProses hidup dan kehidupan sebagai dasar filsafat pendidikan

  • 8. Ujian Tengah Semester9. Tujuan hidup dan tujuan pendidikan10. Filsafat pendidikan dalam kehidupan manusia11. Fungsi pendidikan dalam kehidupan manusia12. Pendidikan dan peradaban manusia13. Pendidikan dan perubahan14. Pembangunan pendidikan ditinjau dari perspektif filsafat15. Demokrasi pendidikan16. Ujian Akhir Semester

  • TugasTugas Individu: Pilih salah satu topik dari silabi, dan buat makalah. Selesai 2 minggu sebelum UTS dan dipaparkan (dipilih secara acak)Tugas Kelompok (lihat tabel berikut)CATATAN:Naskah tugas bisa dikirim melalui Email dengan alamat: mr.nandang@yahoo.com

  • NoPILIHAN TOPIKNo. Sumber Rujukan UtamaBobot Pekerjaan1Beberapa Pokok Ajaran Filsafat Bidang Filsafat Ilmu Pendidikan (materialism, idealisme/spiritualisme, realisme, ajaran Imanuel Kant).512Analisis Komponen dan Problematika Filsafat Ilmu Pendidikan (Pandangan Socrates, Auguste Comte, Alan F. Chalmers).513The Knower (aspek ontologi), Knowing (aspek epistimologi), dan Knowledge (aspek aksiologi) bidang Filsafat Pendidikan.3,414Filsafat Pendidikan (Esensialisme, Perrenialisme, Progresivisme, Eksistensialisme, Rekonstruksi, Pedagogi Kritis).115Postmodernisme dan Pendidikan (Konstruksionisme Sosial, Hermeneutika, Dekonstruksi, Strukturalisme).116Pendidikan Berpikir Kritis (relativitas daya nalar, penguasaan literasi dasar, penguasaan literasi kritis).117Sistem Filsafat Pancasila dalam Perspektif Budaya Pascamodern (Pancasila sebagai sistem filsafat, pokok-pokok ajaran filsafat Pancasila, tantangan budaya pascamodern, potensi dan wawasan manusia berdasarkan filsafat Pancasila).518Konsepsi Filsafat Ilmu Pendidikan Berdasarkan Sistem Filsafat Pancasila (pokok-pokok ajaran, kategori dan hiererki kebenaran, dinamika budaya pascamodern, sistem filsafat Pancasila sebagai filsafat theism religious).51

  • Sumber Rujukan Utama:1. Alwasilah, A.C. 2008. Filsafat Bahasa dan Pendidikan, Bandung: UPI dan Rosda Karya.2. Soewardi, Herman. 2004. Roda Berputar Dunia Bergulir: Kognisi Baru tentang Timbul dan Tenggelamnya Sivilisasi, Bandung: Bakti Mandiri.3. ---------- 2005. Nalar: Kontemplasi dan Realita, Bandung: Bakti Mandiri.4. Suriasumantri, Jujun S. 1990. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Sinar Harapan.5. Syam, M.N. 2006. Filsafat Ilmu, Malang: FIP UM.

    Sumber rujukan lain: pilih sendiri oleh masing-masinmg sesuai kebutuhan.

  • Pengertian Menurut EtimologisFilsafat berakar dari bahasa Yunani phillein yang berarti cinta, dan sophia yang berarti kebijaksanaan atau hikmah.Cinta: mengambarkan adanya aksi yang didukung oleh dua pihak, yaitu subjek dan objek. Aksi didorong oleh kecenderungan subjek untuk menyatu dengan objek. Untuk bisa menyatu, subjek harus mengetahui sifat dan karekteristik objek.

  • Kebijaksanaan menggambarkan pengetahuan hakiki tentang bijaksana, hakikat perbuatan bijaksana.Perbuatan bijaksana, dikenal sebagai perbuatan yang bersifat benar, baik, dan adil.Perbuatan benar, baik, dan adil lahir karena adanya dorongan kemauan yang kuat menurut perenungan akal pikiran, dan atas pertimbangan perasaan yang mendalam.Perenungan akal pikiran tersebut melahirkan seperangkat pengetahuan manusia tentang kebenaran, kebaikan, dan keadilan.

  • Pengertian Filsafat Menurut TerminologisFilsafat adalah pengetahuan tentang pengetahuan.Filsafat adalah akar dari pengetahuan atau pengetahuan terdalam.Berfilsafat berarti berpikir radikal (sampai ke akarnya)

  • Pengertian FilsafatPengertian filsafat bisa juga dilihat dari dua sisi, yaitu:Filsafat dalam arti proses dan filsafat dalam arti produk.Filsafat sebagai ilmu atau metode dan filsafat sebagai pandangan hidupFilsafat dalam arti teoritis dan filsafat dalam arti praktis.

  • Definisi Filsafat berdasar Watak & Fungsi (Titus, dkk)1. Informal: Sikap dan kepercayaan yg diterima scr tdk kritis.2. Formal: Sikap kritis atas kepercayaan yg dijunjung tinggi. 3. Spekulatif: Hasil berbagai sains dan teknologi yg ditinjau dari pengalaman kemanusiaan.4. Logosentris: analisis kata dan konsep.5. Aktual: problem yg berkembang di masyarakat dan dicarikan jawabannya oleh para ahli filsafat.

  • Phytagoras(572 -497 SM) ditahbiskan sebagai orang pertama yang memakai kata philosopia yang berarti pecinta kebijaksanaan (lover of wisdom) bukan kebijaksanaan itu sendiri.

    Plato(427-347 SM) mengartikannya sebagai ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang hakiki lewat dialektika

    Aristoteles(382 322 SM) mendefinisikan filsafat sebagai pengetahuan tentang kebenaran.

    Al-Farabi(870 950 ) mengartikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan hakikat alam yang sebenarnya.

  • Descartes(1590 1650) mendefinisikan filsafat sebagai kumpulan ilmu pengetahuan tentang tuhan, alam dan manusia.

    Immanuel Kant(1724 1804) mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan. Menurut Kant ada empat hal yang dikaji dalam filsafat yaitu: apa yang dapat manusia ketahui? (metafisika), apa yang seharusnya diketahui manusia? (etika), sampai dimana harapan manusia? ( agama) dan apakah manusia itu? (antropologi)

    Merriam-Webster dalam kamusnya filsafat adalah literally the love of wisdom, in the actual usage, the science that investigates the most general facts and prinsciples of reality and human nature and conduct: logic, ethics, aesthetics and the theory of knowledge.

  • Kesimpulan

    Kenyataannya semua definisi filsafat di atas tidak pernah dapat menampilkan pengertian yang sempurna karena setiap orang selalu berbeda cara dan gaya dalam mendefinisikan suatu masalah. Definisi dan pengertian tidak akan menyesatkan selama kita memandangnya sebagai cara pengenalan awal atau sementara untuk mencapai kesempurnaan lebih lanjut. Dengan demikian filsafat merupakan ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakikat kebenaran segala sesuatu. Dengan bantuan filsafat, manusia berusaha menangkap makna, hakikat, hikmah dari setiap pemikran, realitas dan kejadian. Filsafat mengantarkan manusia untuk lebih jernih, mendasar danbijaksana dalam berfikir, bersikap, berkata, berbuat dan mengambil kesimpulan.

  • Anakmu bukan milikmuMereka adalah putra-putri sang hidup, yang rindu akan dirinya sendiriMereka lahir lewat engkau tetapi bukan dari engkauMereka ada padamu, tetapi bukan milikmuBerilah mereka kasih sayang, namun jangan berikan pemikiranmuKarena pada mereka ada alam pikiran sendiriPatut kau berikan rumah bagi raganya, namun tidak bagi jiwanyaSebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam mimpimuEngkau boleh berusaha menyerupai mereka, namun tidak boleh membuat mereka menyerupai engkauSebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur ataupun tenggelam ke masa lampauEngkaulah busur tempat anakmu , anak panah hidup , melesat pergi

    ANAK (Kahlil Gibran)

  • MetafisikaEpistemologiLogikaAksiologiFils. IlmuEtikaFils. BahasaFils. PikiranEstetikaFils. SosFils. PolFils.AgamaHonderich, 1995, Oxford Companion to Philosophy, p. 927.

  • Pendekatan Filsafat dalam Memperoleh Ilmu

    Pada zaman Plato sampai pada masa Al-Kindi, batas antara filsafat dan ilmu pengetahuan boleh dikatakan tidak ada. Seorang filosof (ahli filsafat) pasti menguasai semua ilmu pengetahuan. Perkembangan daya berfikir manusia yang mengembangkan filsafat pada tingkat praktis dikalahkan oleh perkembangan ilmu yang didukung oleh teknologi. Wilayah kajian filsafat menjadi lebih sempit dibandingkan dengan wilayah kajian ilmu, sehingga ada anggapan filsafat tidak dibutuhkan lagi. Filsafat kurang membumi sedangkan ilmu lebih bermanfaat dan lebih praktis. Padahal filsafat menghendaki pengetahuan yang komprehensif yang luas, umum, dan universal dan hal ini tidak dapat diperoleh dalam ilmu, sehingga filsafat dapat ditempatkan pada posisi dimana pemikiran manusia tidak mungkin dapat dijangkau oleh ilmu.

  • Ilmu bersifat pasteriori (kesimpulan ditariks etelah melakukan pengujian secara berulang), sedangkan filsafat bersifat priori (kesimpulan ditarik tanpa pengujian tetapi pemikiran dan perenungan). Keduanya sama-sama menggunakan aktivitas berfikir, walaupun cara berfikirnya berbeda. Keduanya juga sama-sama mencari kebenaran. Kebenaran filsafat tidak dapat dibuktikan oleh filsafat sendiri tetapi hanya dapat dibuktikan oleh teori keilmuan melalui observasi ataupun eksperimen untuk mendapatkan justifikasi. Filsafat dapat merangsang lahirnya keinginan dari temuan filosofis melalui berbagai observasi dan eksperimen yang melahirkan ilmu-ilmu. Hasil kerja filosofis dapat menjadi pembuka bagi lahirnya suatu ilmu, oleh karenaitu filsafat disebut juga sebagai induk ilmu(mother of science). Untuk kepentingan perkembangan ilmu, lahir disiplin filsafat yang mengkaji ilmu pengetahuan yang dikenal sebagai filsafat ilmu pengetahuan.

  • Ciri Berfikir Filsafat

    Berfilsafat dapat diartikan sebagai berfikir. Ciri berfikir filsafat adalah: Radikal: berfikir radikal artinya berfikir sampai keakar permasalahannya.Sistematik: berfikir logis, sesuai aturan, langkah demi langkah, berurutan, penuh kesadaran, dan penuh tanggung jawab.Universal dan komprehensif: berfikir secara menyeluruh tidak terbatas pada bagian tertentu tetapi mencakup seluruh aspek.Spekulatif: berfikir spekulatif terhadap kebenaran yang perlu pengujian untuk memberikan bukti kebenaran yang difikirkannya.