Filsafat Paris Van Java

download Filsafat Paris Van Java

of 19

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    5
  • download

    1

Embed Size (px)

description

paris van java

Transcript of Filsafat Paris Van Java

FILOSOFI PARIS VAN JAVA DENGAN HOME INDUSTRI SEPATU DI CIBADUYUT BANDUNG JAWA BARAT

Disusun Oleh : HARIS RISDIANA 101414253012

PROGRAM STUDI MAGISTER KESEHATAN DAN KESELAMANATAN KERJAFAKULTAS KESEHATAN MASYARAKATUNIVERSITAS AIRLANGGASURABAYA

BAB IPENDAHULUAN

1. Definisi Filsafat

A. Filsafat secara Etimologi Kata Filsafat dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah Falsafah, dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Philosophy adalah berasal dari bahasa Yunani yaitu Philosophia. Terdiri atas kata Philein yang berarti cinta (love) dan Sophia yang berarti kebijaksanaan (wisdom), sehingga secara etimologi istilah filsafat berarti cinta kebijaksanaan (love of wisdom). Kata filsafat pertama kali digunakan oleh Pythagoras (582-496 SM). Pengertian filsafat itu diperjelas seperti yang banyak dipakai saat ini dan juga digunakan oleh Socrates (470-399 SM) dan para filsuf lainnya.

B. Filsafat secara Terminologi Plato mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai pengetahuan tentang kebenaran yang asli. Aristoteles mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang didalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, politik dan estetika (filsafat keindahan). Immanuel Kant mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang menjadi pangkal dari semua pengetahuan yang didalamnya tercakup masalah epistemology yang menjawab persoalan apa yang dapat kita ketahui. N. Driyarkara mengatakan bahwa filsafat adalah perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebab ada dan berbuat, perenungan tentang kenyataan (reality) yang sedalam-dalamnya sampai ke mengapa yang penghabisan. Elvandari mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu yang ada secara mendalam dengan menggunakan akal sampai pada hakikatnya.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berasal dari buah pikiran yang mendalami sebuah fakta yang ada sampai pada akhirnya diperoleh jawaban yang benar.

C. Definisi Ilmu1) M. Izuddin Taufiq menyatakan bahwa Ilmu adalah penelusuran data atau informasi melalui pengamatan, pengkajian dan eksperimen, dengan tujuan menetapkan hakikat, landasan dasar ataupun asal usulnya.2) Thomas Kuhn menyatakan bahwa ilmu adalah himpunan aktivitas yang menghasilkan banyak penemuan, baik dalam bentuk penolakan maupun pengembangannya.3) Ralp Ross dan Ernest Van Den Haag menyatakan bahwa ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan keempatnya serentak.4) NS. Asmadi.Ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang padat dan proses mengetahui melalui penyelidikan yang sistematis dan terkendali (metode ilmiah).5) DR. H. M. Gade menyatakan bahwa ilmu adalah falsafah, yaitu hasil pemikiran tentang batas-batas kemungkinan pengetahuan manusia.

Dari definisi diatas dapat didimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang merupakan hasil dari proses ilmiah yang sistematik dan bersifat empiris.

D. Definisi Filsafat Ilmu 1) Robert Ackermann mengatakan bahwa filsafat ilmu dalam suatu segi adalah sebuah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap pendapat-pendapat lampau yang telah dibuktikan atau dalam kerangka ukuran-ukuran yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi filsafat ilmu demikian bukan suatu cabang yang bebas dari praktek ilmiah senyatanya.2) Peter Caws mengatakan bahwa filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat yang mencoba berbuat bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia.

3) Lewis White Beck mengatakan bahwa filsafat ilmu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan.4) John Macmurray mengatakan bahwa filsafat ilmu terutama bersangkutan dengan pemeriksaan kritis terhadap pandangan-pandangan umum, prasangka-prasangka alamiah yang terkandung dalam asumsi-asumsi ilmu atau yang berasal dari keasyikan dengan ilmu.5) Stephen R.Toulmin mengatakan bahwa filsafat ilmu partama-tama mencoba menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola perbincangan, metode-metode penggantian dan perhitungan, praanggapan-praanggaan metafisis, dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi kesalahannya dari sudut-sudut tinjauan logika formal, metodologis praktis, dan metafisika.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa filsafat ilmu adalah sebuah penilaian terhadap segala pandangan yang berdasarkan pada proses pemikiran ilmiah.

2. Paris van javaParijs van Java, telah menjadi satu predikat yang tidak dapat dilepaskan dari Bandung. Sejarah menyatakan bahwa predikat tersebut diberikan oleh warga Eropa yang bermukim di Indonesia semenjak jaman kolonial Belanda, dan menjadikan Parijs van Java sebagai pusat kegiatan mereka, mulai dari kegiatan politik, intelektual, kesenian, budaya, hingga hiburan dan rekreasi. Hingga kini, Bandung tetap menjalankan fungsi fungsi tersebut. Sebagai ibukota Propinsi Jawa Barat, Bandung menjalankan fungsinya sebagai pusat kegiatan politik di Jawa Barat. Keberadaan beberapa institusi pendidikan terkemuka, menjadikan Bandung sebagai pusat kegiatan intelektual. Banyaknya musisi dan tokoh seni terkemuka yang berasal dan bermukim di Bandung, merupakan bukti nyata keberadaan Bandung sebagai pusat kesenian dan budaya. Tingginya tingkat kunjungan masyarakat dari luar kota Bandung serta maraknya bisnis hiburan, rekreasi hingga perbelanjaan di Bandung, merupakan fakta yang menunjukan bahwa Bandung masih menjadi salah satu primadona hiburan dan rekreasi.

Kenyataan bahwa Bandung telah menjadi salah satu pusat kunjungan yang tidak pernah mati, sangat tidak dapat dipungkiri. Fakta menunjukan bahwa puluhan bahkan ratusan bus, selalu memenuhi tempat parkir pusat pusat perhatian di kota Bandung, pada akhir minggu. Di hari libur, kemacetan merupakan satu tradisi, baik di dalam kota Bandung, maupun pada setiap akses jalan yang menuju Bandung. Hal tersebut menimbulkan dampak persaingan yang semakin kompetitif antar pusat pusat perhatian di Bandung.

Kota Bandung dikenal sebagai Parijs van Java pertama kali pada sekitar tahun 1920 1925. Pada saat itu, kota Bandung sedang giat-giatnya dibangun menjadi sebuah pemukiman yang indah dan lengkap dengan sarana-sarana untuk memenuhi kebutuhan warganya. Warga Eropa yang tinggal di Bandung tetap mempertahankan suasana lingkungan kehidupannya di tengah-tengah masyarakat pribumi, baik rumah tinggalnya, gaya hidup, menu makanan maupun cara berpakaiannya sehari-hari.

Kota Bandung tempo doeloe menjadi dikenal sebagai Parijs van Java ketika mulai diadakan Bursa Tahunan (Jaarbeurs) di sebuah komplek di jalan Aceh. Jaarbeurs ini merupakan pasar malam dengan berbagai macam acara dan tontonan, seperti teater sandiwara dan musik yang diselenggarakan setiap tahun pada bulan Juni Juli. Tidak hanya itu saja. Jalan Braga yang terletak di kota Bandung pun terkenal sebagai pusat belanja dan tempat memajang pakaian model terbaru dari Paris saat itu. Di jalan tersebut juga sering diadakan pertunjukan kesenian setiap malam tertentu. Oleh karena suasana kota Bandung saat itu yang begitu gemerlap dengan suasana ke-eropaan-nya, baik di siang maupun malam hari, mungkin orang jadi menyebutnya sebagai kota Paris dari Jawa (Paris of Java atau Parijs van Java).

3. Cibaduyut

Data dari BPS menunjukkan, jumlah penduduk miskin di Jawa Barat pada Maret 2013 mencapai 4.297.038 (9,52 persen) orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan September 2012 yang berjumlah 4.421.484 orang (9,89 persen). Kemiskinan berdampak kepada masalah-masalah sosial yang lain, bahkan dapat saling berkaitan. Dampak-dampak yang disebabkan oleh kemiskinan ini yaitu, pengangguran, kenakalan remaja, kriminalitas, munculnya perkampungan kumuh, kesenjangan sosial ekonomi, dan salah satunya pekerja anak.

Kehadiran pekerja anak di berbagai daerah dan kegiatan usaha sesungguhnya bukanlah hal yang baru. Di Indonesia, kehadiran pekerja anak ini telah terjadi menjelang abad 20, yakni ketika sektor perkebunan dan industri gula modern mulai dikembangkan oleh kolonialisme belanda ke pelosok desa (Amiruddin dan Achdian, 1995) dalam (Suyanto, 2010:112). Kebutuhan tenaga kerja yang meningkat dan ditambah lagi dengan pertimbangan bahwa anak-anak bersedia dibayar murah, maka sejak itu pula keterlibatan anak-anak dalam sektor perkebunan mulai merebak.Di tahun 1990-an dan awal abad milenium, jumlah pekerja anak disinyalir terus bertambah bersamaan dengan makin merebaknya proses industrialisasi yang melahirkan proses pemiskinan di sebagian besar masyarakat desa. Bahkan, setelah Indonesia memasuki situasi krisis ekonomi yang berkepanjangan disinyalir jumlah pekerja anak kembali melonjak bersamaan dengan makin meningkatnya jumlah siswa yang putus sekolah (Sri Sanituti dkk, 2000) dalam (Suyanto, 2010:111).Data Understanding Children's Work (UCW) 2012 menyebutkan, sebanyak 2,3 juta anak Indonesia berusia 7-14 adalah pekerja anak di bawah umur. Sementara itu, hasil Survei Pekerja Anak Indonesia tahun 2009, kerja sama Internasional Labour Organisation (ILO) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, sedikitnya ada 4 juta dari 58,8 juta anak berusia 5-17 tahun terpaksa bekerja. Sebanyak 1,7 juta orang di antaranya bekerja 12 jam hingga 21 jam per minggu. Di Provinsi Jawa Barat, terdapat 6 (enam) kabupaten/ kota yang disinyalir menjadi pusat pekerja anak, di antaranya Kota Bandung, kabupaten Bandung, Kabupaten Indramayu, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bogor. Berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) tahun 2012, jumlah pekerja anak di provinsi