Filsafat Paris Van Java

of 26/26
FILOSOFI PARIS VAN JAVA DENGAN HOME INDUSTRI SEPATU DI CIBADUYUT BANDUNG JAWA BARAT Disusun Oleh : HARIS RISDIANA 101414253012 PROGRAM STUDI 1
  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    8
  • download

    1

Embed Size (px)

description

paris van java

Transcript of Filsafat Paris Van Java

FILOSOFI PARIS VAN JAVA DENGAN HOME INDUSTRI SEPATU DI CIBADUYUT BANDUNG JAWA BARAT

Disusun Oleh : HARIS RISDIANA 101414253012

PROGRAM STUDI MAGISTER KESEHATAN DAN KESELAMANATAN KERJAFAKULTAS KESEHATAN MASYARAKATUNIVERSITAS AIRLANGGASURABAYA

BAB IPENDAHULUAN

1. Definisi Filsafat

A. Filsafat secara Etimologi Kata Filsafat dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah Falsafah, dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Philosophy adalah berasal dari bahasa Yunani yaitu Philosophia. Terdiri atas kata Philein yang berarti cinta (love) dan Sophia yang berarti kebijaksanaan (wisdom), sehingga secara etimologi istilah filsafat berarti cinta kebijaksanaan (love of wisdom). Kata filsafat pertama kali digunakan oleh Pythagoras (582-496 SM). Pengertian filsafat itu diperjelas seperti yang banyak dipakai saat ini dan juga digunakan oleh Socrates (470-399 SM) dan para filsuf lainnya.

B. Filsafat secara Terminologi Plato mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai pengetahuan tentang kebenaran yang asli. Aristoteles mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang didalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, politik dan estetika (filsafat keindahan). Immanuel Kant mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang menjadi pangkal dari semua pengetahuan yang didalamnya tercakup masalah epistemology yang menjawab persoalan apa yang dapat kita ketahui. N. Driyarkara mengatakan bahwa filsafat adalah perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebab ada dan berbuat, perenungan tentang kenyataan (reality) yang sedalam-dalamnya sampai ke mengapa yang penghabisan. Elvandari mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu yang ada secara mendalam dengan menggunakan akal sampai pada hakikatnya.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berasal dari buah pikiran yang mendalami sebuah fakta yang ada sampai pada akhirnya diperoleh jawaban yang benar.

C. Definisi Ilmu1) M. Izuddin Taufiq menyatakan bahwa Ilmu adalah penelusuran data atau informasi melalui pengamatan, pengkajian dan eksperimen, dengan tujuan menetapkan hakikat, landasan dasar ataupun asal usulnya.2) Thomas Kuhn menyatakan bahwa ilmu adalah himpunan aktivitas yang menghasilkan banyak penemuan, baik dalam bentuk penolakan maupun pengembangannya.3) Ralp Ross dan Ernest Van Den Haag menyatakan bahwa ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan keempatnya serentak.4) NS. Asmadi.Ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang padat dan proses mengetahui melalui penyelidikan yang sistematis dan terkendali (metode ilmiah).5) DR. H. M. Gade menyatakan bahwa ilmu adalah falsafah, yaitu hasil pemikiran tentang batas-batas kemungkinan pengetahuan manusia.

Dari definisi diatas dapat didimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang merupakan hasil dari proses ilmiah yang sistematik dan bersifat empiris.

D. Definisi Filsafat Ilmu 1) Robert Ackermann mengatakan bahwa filsafat ilmu dalam suatu segi adalah sebuah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap pendapat-pendapat lampau yang telah dibuktikan atau dalam kerangka ukuran-ukuran yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi filsafat ilmu demikian bukan suatu cabang yang bebas dari praktek ilmiah senyatanya.2) Peter Caws mengatakan bahwa filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat yang mencoba berbuat bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia.

3) Lewis White Beck mengatakan bahwa filsafat ilmu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan.4) John Macmurray mengatakan bahwa filsafat ilmu terutama bersangkutan dengan pemeriksaan kritis terhadap pandangan-pandangan umum, prasangka-prasangka alamiah yang terkandung dalam asumsi-asumsi ilmu atau yang berasal dari keasyikan dengan ilmu.5) Stephen R.Toulmin mengatakan bahwa filsafat ilmu partama-tama mencoba menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola perbincangan, metode-metode penggantian dan perhitungan, praanggapan-praanggaan metafisis, dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi kesalahannya dari sudut-sudut tinjauan logika formal, metodologis praktis, dan metafisika.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa filsafat ilmu adalah sebuah penilaian terhadap segala pandangan yang berdasarkan pada proses pemikiran ilmiah.

2. Paris van javaParijs van Java, telah menjadi satu predikat yang tidak dapat dilepaskan dari Bandung. Sejarah menyatakan bahwa predikat tersebut diberikan oleh warga Eropa yang bermukim di Indonesia semenjak jaman kolonial Belanda, dan menjadikan Parijs van Java sebagai pusat kegiatan mereka, mulai dari kegiatan politik, intelektual, kesenian, budaya, hingga hiburan dan rekreasi. Hingga kini, Bandung tetap menjalankan fungsi fungsi tersebut. Sebagai ibukota Propinsi Jawa Barat, Bandung menjalankan fungsinya sebagai pusat kegiatan politik di Jawa Barat. Keberadaan beberapa institusi pendidikan terkemuka, menjadikan Bandung sebagai pusat kegiatan intelektual. Banyaknya musisi dan tokoh seni terkemuka yang berasal dan bermukim di Bandung, merupakan bukti nyata keberadaan Bandung sebagai pusat kesenian dan budaya. Tingginya tingkat kunjungan masyarakat dari luar kota Bandung serta maraknya bisnis hiburan, rekreasi hingga perbelanjaan di Bandung, merupakan fakta yang menunjukan bahwa Bandung masih menjadi salah satu primadona hiburan dan rekreasi.

Kenyataan bahwa Bandung telah menjadi salah satu pusat kunjungan yang tidak pernah mati, sangat tidak dapat dipungkiri. Fakta menunjukan bahwa puluhan bahkan ratusan bus, selalu memenuhi tempat parkir pusat pusat perhatian di kota Bandung, pada akhir minggu. Di hari libur, kemacetan merupakan satu tradisi, baik di dalam kota Bandung, maupun pada setiap akses jalan yang menuju Bandung. Hal tersebut menimbulkan dampak persaingan yang semakin kompetitif antar pusat pusat perhatian di Bandung.

Kota Bandung dikenal sebagai Parijs van Java pertama kali pada sekitar tahun 1920 1925. Pada saat itu, kota Bandung sedang giat-giatnya dibangun menjadi sebuah pemukiman yang indah dan lengkap dengan sarana-sarana untuk memenuhi kebutuhan warganya. Warga Eropa yang tinggal di Bandung tetap mempertahankan suasana lingkungan kehidupannya di tengah-tengah masyarakat pribumi, baik rumah tinggalnya, gaya hidup, menu makanan maupun cara berpakaiannya sehari-hari.

Kota Bandung tempo doeloe menjadi dikenal sebagai Parijs van Java ketika mulai diadakan Bursa Tahunan (Jaarbeurs) di sebuah komplek di jalan Aceh. Jaarbeurs ini merupakan pasar malam dengan berbagai macam acara dan tontonan, seperti teater sandiwara dan musik yang diselenggarakan setiap tahun pada bulan Juni Juli. Tidak hanya itu saja. Jalan Braga yang terletak di kota Bandung pun terkenal sebagai pusat belanja dan tempat memajang pakaian model terbaru dari Paris saat itu. Di jalan tersebut juga sering diadakan pertunjukan kesenian setiap malam tertentu. Oleh karena suasana kota Bandung saat itu yang begitu gemerlap dengan suasana ke-eropaan-nya, baik di siang maupun malam hari, mungkin orang jadi menyebutnya sebagai kota Paris dari Jawa (Paris of Java atau Parijs van Java).

3. Cibaduyut

Data dari BPS menunjukkan, jumlah penduduk miskin di Jawa Barat pada Maret 2013 mencapai 4.297.038 (9,52 persen) orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan September 2012 yang berjumlah 4.421.484 orang (9,89 persen). Kemiskinan berdampak kepada masalah-masalah sosial yang lain, bahkan dapat saling berkaitan. Dampak-dampak yang disebabkan oleh kemiskinan ini yaitu, pengangguran, kenakalan remaja, kriminalitas, munculnya perkampungan kumuh, kesenjangan sosial ekonomi, dan salah satunya pekerja anak.

Kehadiran pekerja anak di berbagai daerah dan kegiatan usaha sesungguhnya bukanlah hal yang baru. Di Indonesia, kehadiran pekerja anak ini telah terjadi menjelang abad 20, yakni ketika sektor perkebunan dan industri gula modern mulai dikembangkan oleh kolonialisme belanda ke pelosok desa (Amiruddin dan Achdian, 1995) dalam (Suyanto, 2010:112). Kebutuhan tenaga kerja yang meningkat dan ditambah lagi dengan pertimbangan bahwa anak-anak bersedia dibayar murah, maka sejak itu pula keterlibatan anak-anak dalam sektor perkebunan mulai merebak.Di tahun 1990-an dan awal abad milenium, jumlah pekerja anak disinyalir terus bertambah bersamaan dengan makin merebaknya proses industrialisasi yang melahirkan proses pemiskinan di sebagian besar masyarakat desa. Bahkan, setelah Indonesia memasuki situasi krisis ekonomi yang berkepanjangan disinyalir jumlah pekerja anak kembali melonjak bersamaan dengan makin meningkatnya jumlah siswa yang putus sekolah (Sri Sanituti dkk, 2000) dalam (Suyanto, 2010:111).Data Understanding Children's Work (UCW) 2012 menyebutkan, sebanyak 2,3 juta anak Indonesia berusia 7-14 adalah pekerja anak di bawah umur. Sementara itu, hasil Survei Pekerja Anak Indonesia tahun 2009, kerja sama Internasional Labour Organisation (ILO) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, sedikitnya ada 4 juta dari 58,8 juta anak berusia 5-17 tahun terpaksa bekerja. Sebanyak 1,7 juta orang di antaranya bekerja 12 jam hingga 21 jam per minggu. Di Provinsi Jawa Barat, terdapat 6 (enam) kabupaten/ kota yang disinyalir menjadi pusat pekerja anak, di antaranya Kota Bandung, kabupaten Bandung, Kabupaten Indramayu, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bogor. Berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) tahun 2012, jumlah pekerja anak di provinsi Jawa Barat sebanyak 2.070 anak yang berada di 14 kabupaten/kota. Jumlah tersebut merupakan sebagian dari jumlah pekerja anak di 21 provinsi yang mencapai 10.750 jiwa.

Di Kota Bandung konsentrasi pekerja anak ada di daerah Cibaduyut. Daerah tersebut menjadi sentra industri rumahan (home industry) khususnya produk-produk dari kulit (sepatu, sandal, jaket, tas, ikat pinggang, souvenir, dan lain-lain). Sebelum ILO/IPEC ikut terjun mengeluarkan anak-anak dari eksploitasi kerja. Banyak sekali ditemukan anak-anak yang bekerja di daerah Cibaduyut. Setelah program yang dilaksanakan dirasa berhasil mengeluarkan pekerja anak dari bentuk-bentuk perlakuan terburuk terhadap anak, program dari ILO/IPEC tersebut dihentikan sejak tahun 2009. Untuk sekarang, pekerja anak memang sudah tidak terlalu banyak seperti dulu, akan tetapi kalau kita telusuri gang-gang di kawasan cibaduyut, masih ada ditemukan anak-anak yang bekerja.

Pengusaha sepatu di Kawasan perdagangan Sepatu Cibaduyut hingga saat ini masih mempekerjakan pekerja anak dalam kegiatan usahanya. Walaupun telah ada larangan dari pemerintah karena melanggar undang-undang tentang perlindungan anak akan tetapi hal tersebut tidak membuat pekerja anak keluar. Di Kelurahan Cibaduyut sendiri khususnya di RW 03 masih banyak ditemukan pekerja anak tetapi dalam kasus yang berbeda. Pekerja anak di sini ikut bekerja di bengkel sepatu orang tuanya sendiri untuk membiayai keperluannya sendiri. Anak-anak tersebut ada yang masih bersekolah dan ada yang telah lama putus sekolah karena berbagai faktor. Di setiap rumah, peneliti melihat tiap-tiap rumah di RW 03 memiliki bengkel sepatu sendiri dan selalu ada anak yang ikut bekerja dengan lingkungan kerja yang sesak, sempit, dan kumuh tanpa ada ventilasi yang cukup.

Konsekuensi yang mesti dibayar oleh pekerja anak adalah hilangnya waktu untuk melakukan kegiatan edukatif dan rekreatif yang sehat dan sangat diperlukan oleh seorang anak dalam masa perkembangannya (Suyanto, 2010:123). Dari laporan penghapusan pekerja anak Indonesia yang diterbitkan International Labour Organization 2007-2011 disebutkan bahwa dampak-dampak negatif pekerjaan terhadap tumbuh kembang anak yaitu permasalahan fisik, emosi, dan sosial. Masalah fisik menjadikan anak rentan terhadap kecelakaan maupun penyakit, masalah emosi menjadikan anak berperilaku buruk, dan masalah sosial menyebabkan anak tidak mempunyai kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain yang berakibat anak berperilaku pasif, rendah diri, egois, dan tertutup.

Masa-masa kecil merupakan periode yang sangat krusial dalam menanamkan nilai-nilai positif bagi anak. Anak sangat terbuka kepada orang-orang di dekatnya tentang segala sesuatu. Pengungkapan diri ini dasar dalam menjalin hubungan yang sehat baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Anak yang rela membuka diri kepada orang lain terbukti cenderung memiliki sifat-sifat sebagai berikut : kompeten, terbuka, ekstrover, adaptif, dan inteligen, yakni sebagian dari ciri-ciri orang yang masak dan bahagia (Johnson,1981) dalam (Supratiknya, 2014:15-16). Anak pada usianya membutuhkan interaksi dengan orang lain baik itu dengan orangtua sendiri, teman sepermainan, teman-teman di sekolah, guru, dan masyarakat di lingkungan sekitar. Interaksi dibutuhkan untuk membentuk keterampilan sosial, pola pikir anak dan melembagakan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Hubungan interpersonal yang terganggu di usia dini dapat menyebabkan gangguan pada aspek psikososial anak tersebut seperti dewasa sebelum waktunya, penyesuaian diri anak yang rendah, ketidakmampuan anak menjalin hubungan dengan orang lain, dan bahkan bisa menjurus ke perilaku yang menyimpang.Hubungan Interpersonal yang baik pada anak menciptakan keterampilan sosial. Robert dan Gilbert (2009:13-14) menyatakan bahwa anak mempelajari sosialisasi seksual, mengendalikan perasaan marah atau tindakan kasar, mengungkapkan emosi, dan mempertahankan persahabatan, melalui interaksi mereka dengan orang lain. Apabila anak dalam perkembangannya tidak atau gagal memperoleh keterampilan sosial semacam itu, mereka ditimpa masalah seperti pengungkapan kemarahan yang tidak sesuai, kesulitan dalam berteman, dan ketidakmampuan untuk menghadapi tekanan teman sebaya.

BAB IIPEMBAHASAN1. Kajian Axiology proses kerja di Home industry sepatu Aksiologi merupakan ilmu yang mempelajari hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan, dan sebenarnya ilmu pengetahuan itu tidak ada yang sia-sia kalau kita bisa memanfaatkannya dan tentunya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan di jalan yang baik pula. Karena akhir-akhir ini banyak sekali yang mempunyai ilmu pengetahuan yang lebih itu dimanfaatkan di jalan yang tidak benar Aspek bagaimana manusia mempergunakan pegawainya. Di home industry cibaduyut banyak karyawan dengan usia anak anak dan remaja, namun kegunaan dari para pekerja tersebut harus disesuaikan dengan hak nya anak anak untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai, demi terciptanya image bandung sebagai kota pusat fashion termasuk budaya seperti dahulu ketika bandung disebut paris van java banyak pengusaha home industry mengkesampingkan para pekerja di bawah umur.Kegunaan aspek axiology khususnya dalam home industry sepatu ini yaitu :1. Untuk menyatukan ide, pemikiran masing-masing karyawan dalam mencapai visi, misi home industry dan kota bandung2. Digunakan untuk bermusyawarah, dialog, pengungkapan masalah dan pengambilan kesimpulan dari setiap masalah yang terjadi.Setiap pengusaha home industry pabrik sepatu di cibaduyut sangat mempunyai banyak permasalahan contohnya para pengusaha masih mempekerjakan anak kecil sebagai karyawannya. Alasan dari pengusaha biasanya dikarenakan tarif untuk menggaji para karyawan anak di bawah umur lebih murah dibandingkan dewasaSebaiknya pemerintah member sangsi tegas para pengusaha yang mempekerjakan anak dibawah umur untuk bekerja. Dan seharusnya bagi para pengusaha harus mengetahui pentingnya pendidikan bagi usaia dini, supaya kedepannya tidak ada pengusaha yang mempekerjakan anak di bawah umur. kita lakukan usaha dan pencegahan dengan sebaik mungkin, dan

2. Kajian Epistemology home industry cibaduyutEpistemologi dapat didefinisikan sebagai cabang filsafat yang mempelajari asal mula atau sumber, struktur, metode dan sahnya (validitasnya) pengetahuan.Kota Bandung sejak dahulu dikenal sebagai kota yang memiliki beragam kekhasan yang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Di era 80-an, Bandung dikenal dengan kelom geulis nya. Di era 90-an, sentra sepatu Cibaduyut dan sentra Jeans Cihampelas mulai menjadi primadona pusat kunjungan dan belanja bagi masyarakat Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan keberadaan Cibadak Mall, yang menyediakan sandang import dengan harga yang relatif murah. Dan kini, Bandung dikenal sebagai surga belanja bagi masyarakat Indonesia dengan menjamurnya factory-factory outlet yang menjual sandang sisa eksport dengan harga yang sangat kompetitif. Di luar itu, Peuyeum, Oncom, Keripik, Batagor, hingga molen dan brownies, menjadi buah tangan favorit yang selalu dicari oleh pengunjung kota Bandung. Berbagai komponen yang ada di kota Bandung, mulai dari jajanan hingga caf, rumah kost hingga property, selalu menjadi objek perhatian masyarakat. Pengusaha sepatu di Kawasan perdagangan Sepatu Cibaduyut hingga saat ini masih mempekerjakan pekerja anak dalam kegiatan usahanya. Walaupun telah ada larangan dari pemerintah karena melanggar undang-undang tentang perlindungan anak akan tetapi hal tersebut tidak membuat pekerja anak keluar. Di Kelurahan Cibaduyut sendiri khususnya di RW 03 masih banyak ditemukan pekerja anak tetapi dalam kasus yang berbeda. Pekerja anak di sini ikut bekerja di bengkel sepatu orang tuanya sendiri untuk membiayai keperluannya sendiri. Anak-anak tersebut ada yang masih bersekolah dan ada yang telah lama putus sekolah karena berbagai faktor. Di setiap rumah, peneliti melihat tiap-tiap rumah di RW 03 memiliki bengkel sepatu sendiri dan selalu ada anak yang ikut bekerja dengan lingkungan kerja yang sesak, sempit, dan kumuh tanpa ada ventilasi yang cukup.

C. Kajian Ontology home industry dengan paris van javaPengertian paling umum pada ontologi adalah bagian dari bidang filsafat yang mencoba mencari hakikat dari sesuatu. Pengertian ini menjadi melebar dan dikaji secara tersendiri menurut lingkup cabang-cabang keilmuan tersendiri. Pengertian ontologi ini menjadi sangat beragam dan berubah sesuai dengan berjalannya waktu.Sebuah ontologi memberikan pengertian untuk penjelasan secara eksplisit dari konsep terhadap representasi pengetahuan pada sebuah knowledge base. Sebuah ontologi juga dapat diartikan sebuah struktur hirarki dari istilah untuk menjelaskan sebuah domain yang dapat digunakan sebagai landasan untuk sebuah knowledge base. Dengan demikian, ontologi merupakan suatu teori tentang makna dari suatu objek, property dari suatu objek, serta relasi objek tersebut yang mungkin terjadi pada suatu domain pengetahuan. Ringkasnya, pada tinjauan filsafat, ontologi adalah studi tentang sesuatu yang ada.Home industry cibaduyut merupakan bisnis yang sangat menjanjikan karena di sana terdapat banyak pengrajin yang handal dan sudah berpengalaman untuk membuat sebuah sepatu. Akan tetapi di tahun tahun ini banyak usaha pengrajin sepatu yang gulung tikar dikarenakan kalah bersaing dengan industry sepatu yang mulai bermunculan di bandung. Karena cibaduyut sebagai icon kota bandung diharapkan menjadi tempat yang menjadi popular lagi seperti dahulu ketika jaman colonial belanda, bahkan kota bandung disebut sebagai paris van java karena sebagai pusat fashion. Diharapkan cibaduyut dapat berkembang kembali seperti dahulu dan menjadikan kota bandung sebagai paris van java.

BAB IVSALUTOGENESISA Pengertian SalutogenesisKonsep Salutogenesis diciptakan oleh Aaron Antonovsky (1979) ahli sosiologi medis.Salutogenesis berasal dari kata salus (latin) :kesehatan dan genesis (Yunani) :asalKonsep Salutogenesis adalah : Mengeksplorasi asal mula kesehatan daripada menjelaskan penyebab penyakit. Seseorang mempunyai akses ke sejumlah variasi sumber daya yang dapat membantu memahami dunia sebagai suatu realitas yang teratur dan terstruktur Sumber daya ini disebut Generalized Resistence Resources (GRR) Kemampuan untuk menggunakan GRR berbeda tiap orang Orientasi salutogenetic adalah faktor penyebab keselamatan seperti diuraikan oleh gambar berikut:

1. Usaha pencegahan (usaha preventif)Upaya preventif adalah sebuah usaha yang dilakukan individu dalam mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Prevensi secara etimologi berasal dari bahasa latin,pravenireyang artinya datang sebelum atau antisipasi atau mencegah untuk tidak terjadi sesuatu. Dalam pengertian yang sangat luas, prevensi diartikan sebagai upaya secara sengaja dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan, kerusakan, atau kerugian bagi seseorang atau masyarakat.Usaha yang di lakukan untuk mencegah permasalahan yang berada di home industry cibaduyut di antara lain :a) Mendaur ulang sisa hasil produksi pembuatan sepatu, contohnya seperti kulit sisa yang sudah tidak dipakai lagi untuk pembuatan sepatu tersebutb) Tidak mempekerjakan anak anak di bawah umur dalam pembuatan produksi sepatu di cibaduyutc) Menggunakan masker pada saat sedang bekerja d) Memberikan ventilasi di ruang pembuatan sepatu tersebute) Tidak menggunakan bahan lem yang berbahaya dalam proses pengelemannya

2. Protective suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pengobatan yang ditujukan untuk penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit, pengendalian penyakit, atau pengendalian kecacatan agar kualitas penderita dapat terjaga seoptimal mungkin.Di kegiatan home industry usaha kuratif yang harus dilakukan apabila lingkungan sudah terpapar:a) Merubah kondisi ruangan pembuatan sepatu yang berukuran 3x3 yang tanpa ventilasi menjadi berventilasi b) Menganjurkan para pekerja untuk melakukan x-ray dikarenakan para pekerja di home industry cibaduyut menggunakan lem yang mengandung bahan yang berhabaya bagi paru paru dan dapat mengakibatkan cancer apabila terpapar dalam jangka waktuyang lamac) Memberikan istirahat bagi para pekerja yang sakitd) Mengganti para pekerja anak anak dengan pekerja yang sudah dewasa

3. RehabilitativeRehabilitative adalah kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan untuk mengembalikan bekas penyakit dan penderita ke dalam masyarakat sehingga dapat berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat yang berguna untuk dirinya dan masyarakat semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya.Upaya yang harus dilakukan untuk merehabilitative home industry di cibaduyut dalam upaya mengembalikan kesejahteraan para pekerja dan kepopuleran cibaduyut yaitu :a) Merubah cara penjualan sepatu tersebut yang sebelumnya masih menggunakan cara lama seperti berjualan di toko dan menggunakan catalog menjadi penjualan yang modern salah satu contohnya yaitu penjualan secara onlineb) Mengembalikan anak anak yang semula bekerja agar kembali ke bangku sekolah

18