Fibroadenoma Mammae

download Fibroadenoma Mammae

of 26

  • date post

    25-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    339
  • download

    61

Embed Size (px)

description

Tumor Payudara

Transcript of Fibroadenoma Mammae

Laporan Kasus

FIBROADENOMA MAMMAE (FAM)

Disusun Oleh :dr. Agustina Fajarini

Pembimbing :dr. Ibnu C Saleh, Sp.B

KOMITE INTERNSHIP DOKTER INDONESIARUMAH SAKIT DAERAH LAHATSUMATERA SELATAN2012HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Kasus dengan judul :

Fibroadenoma Mammae (FAM)

Disusun oleh:dr. Agustina Fajarini

Telah diterima dan disetujui sebagai salah satu syarat selama mengikuti Program Dokter Internship di Rumah Sakit Umum Daerah Lahat periode 6 Februari 2012 5 Februari 2013

Lahat, November 2012Mengetahui,

dr. Ibnu C Saleh, Sp.BDAFTAR ISI

HALAMAN JUDULiHALAMAN PENGESAHANiiDAFTAR ISIiiiBAB I. PENDAHULUAN1BAB II. LAPORAN KASUS3BAB III. TINJAUAN PUSTAKA 8A. Definisi8B. Etiologi9C. Epidemiologi9D. Patologi9E. Manifestasi Klinik10F. Penegakan Diagnosis11G. Penatalaksanaan17H. Prognosis17I. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)17Bab IV. ANALISIS KASUS.........19Daftar Pustaka

BAB IPENDAHULUAN

Pada beberapa tahun terakhir ini, karsinoma atau kanker telah menjadi salah satu penyebab tersering kematian, tidak hanya di negara-negara berkembang tetapi juga di negara-negara yang telah maju. Beberapa di antaranya berawal dari sebuah benjolan yang kecil dan tampak tak berbahaya, atau disebut sebagai tumor. Bagi para penderita tumor, tak ada sesuatu yang lebih baik selain diagnosis bahwa tumor yang diderita merupakan tumor jinak. Namun, dalam kasus tumor ganas (kanker), diagnosis sedini mungkin merupakan langkah yang dapat meningkatkan harapan untuk sembuh pada pasien.Bagi para wanita, kanker payudara (selain kanker serviks) merupakan kanker yang sangat ditakuti. Data dari American Cancer Society menyebutkan bahwa meskipun telah ada perbaikan dalam hal diagnosis dini dan penatalaksanaan, hampir seperempat perempuan yang mengidap kanker ini dapat meninggal akibat penyakit tersebut. Oleh karena itu, banyak penelitian intensif dilakukan untuk mengetahui penyebab kanker ini serta berbagai penanganannya.Fibroadenoma mammae (FAM), umumnya menyerang para remaja dan wanita dengan usia di bawah 30 tahun. Adanya fibroadenoma atau yang biasa dikenal dengan tumor payudara membuat kaum wanita selalu cemas tentang keadaan pada dirinya. Terkadang mereka beranggapan bahwa tumor ini adalah sama dengan kanker. Yang perlu ditekankan adalah kecil kemungkinan dari fibroadenoma ini untuk menjadi kanker yang ganas. Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi dipayudara. Benjolan tersebut berasal dari jaringan fibrosa (mesenkim) dan jaringan glanduler (epitel) yang berada di payudara, sehingga tumor ini disebut sebagai tumor campur (mix tumor), tumor tersebut dapat berbentuk bulat atau oval, bertekstur kenyal atau padat, dan biasanya nyeri. Fibroadenoma ini dapat kita gerakkan dengan mudah karena pada tumor ini terbentuk kapsul sehingga dapat mobile, oleh sebab itu sering disebut sebagai breast mouse.

BAB IILAPORAN KASUS

A. IdentifikasiNama : Ny. SUmur: 30 tahunJenis Kelamin: PerempuanStatus: MenikahAgama:IslamBangsa: IndonesiaAlamat: LahatPasien rawat inap bangsal bedah pada tanggal 1 November 2012

B. AnamnesisKeluhan utama : Benjolan di payudara kiriKeluhan tambahan: Benjolan semakin membesar

Riwayat Perjalanan Penyakit Sejak sekitar 2 bulan sebelum masuk rumah sakit (SMRS), pasien merasa muncul benjolan pada payudaranya di sebelah kiri. Benjolan tersebut kira-kira berdiameter sebesar 1cm. Benjolan tidak terasa nyeri dan bisa digerakkan. Pasien tidak merasa nyeri pada payudaranya walaupun saat menjelang atau sedang haid. Pasien tidak merasa ada keluhan lain. Pasien tidak pernah merasa terbentur ataupun terpukul payudaranya. Sekitar 1 bulan SMRS benjolan diarasa semakin membesar kira-kira sebesar kelereng. Benjolan tersebut tidak nyeri dan tidak ada keluhan lain.Satu hari SMRS, benjolan dirasakan pasien semakin membesar dan sebesar telur puyuh. Pasien tidak merasa nyeri ataupun keluhan lain, namun karena khawatir akan membesarnya benjolan tersebut, pasien memutuskan untuk memeriksakan payudaranya.Riwayat keluar cairan dari puting payudara kiri disangkal. Riwayat datang bulan pertama kali sekitar umur 13 tahun. Riwatat datang bulan dirasakan teratur setiap bulannya. Pasien telah menikah dengan dua orang anak, anak terkecil usia 3 tahun. Riwayat Penyakit DahuluRiwayat penyakit pada payudara disangkalRiwayat Penyakit dalam KeluargaRiwayat keluarga dengan keluhan yang sama disangkalRiwayat keluarga dengan penyakit pada payudara disangkal

C. Pemeriksaan FisikKeadaan umum : baikKesadaran: compus mentisTD: 120/70 mmHgNadi: 80 kali/menit, isi dan tegangan cukupPernapasan: 20 kali/menitSuhu: 37,8 C

Kulit Turgor baik, anemia (-), ikterus tidak ada, sianosis tidak ada.Kepala Bentuk : bulat, simetris. Rambut: hitam, tidak mudah dicabutMata: konjungtiva anemis (-/-), sklera tidak ikterik, refleks cahaya (+/+) normal, pupil bulat, isokor 2 mmHidung: sekret tidak adaTelinga: sekret tidak adaMulut: bibir kering tidak ada, stomatitis angularis tidak ada, atrofi papil lidah tidak adaTenggorokan: tonsil T1-T1, faring hiperemis (-)Leher: tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening, tekanan vena jugularis tidak meningkatThoraks Paru-paru Inspeksi : statis dinamis simetris, retraksi (-)Palpasi: stemfremitus kiri sama dengan kananPerkusi: sonor pada kedua lapangan paruAuskultasi: vesikuler (+) normal, ronki (-/-), wheezing tidak adaJantungInspeksi: pulsasi, iktus kordis tidak terlihatPalpasi: thrill tidak teraba Perkusi : batas kanan linea midsternalis, batas kiri linea midclavicularis sinistraAuskultasi: HR 80 x/menit, irama reguler, murmur dan gallop tidak ada

AbdomenInspeksi: datarPalpasi: lemas, hepar dan lien tidak teraba Perkusi: timpaniAuskultasi: bising usus (+) normal

Lipat paha dan genitaliaPembesaran kelenjar getah bening tidak ada

EkstremitasAkral dingin (-/-), edema tidak ada, sianosis (-/-)

Status LokalisPemeriksaan/regio Mammae dekstraMammae sinistra

Inspeksi Warna kulit mammae sama seperti warna kulit sekitar, penebalan kulit mamae tidak ada, kedua payudara tampak simetris, tak tampak adanya massa, cekungan atau dimpling mamae tidak ada, retraksi atau cekungan papilla mammae tidak ada, pengeluaran discharge secara spontan tidak ada.

Palpasi Tidak teraba massa.Papilla mamae elastis, pengeluaran discharge tidak ada. Pembesaran KGB aksila (-)Teraba sebuah massa pada kuadran superolateral, bentuk bulat, diameter 3 cm, permukaannya licin, konsistensi lunak kenyal, mobile, berbatas jelas, nyeri tekan (-)Papilla mamae elastis, pengeluaran discharge tidak ada. Pembesaran KGB aksila (-)

D. Diagnosis KerjaFibroadenoma Mammae (FAM) Sinistra

E. Pemeriksaan Penunjang Darah rutin Hb: 11,8 g/dlHct: 41 %PLT: 320.000 /mmWBC: 8.000 /mmCT: 12BT: 3Golongan darah: O

F. Penatalaksanaan Pro- eksisi

G. Prognosis

Quo ad vitam : dubia ad bonamQuo ad functionam : dubia ad bonam

BAB IIITINJAUAN PUSTAKA

A. DefinisiFibroadenoma adalah tumor jinak dan berbatas tegas dengan konsistensi padat kenyal. Neoplasma payudara jinak ini umum yang terjadi pada semua usia, dengan insidensi tertinggi pada wanita muda. Fibroadenoma muncul sebagai nodul padat pada payudara yang berbatas tegas dan dapat digerakkan dengan bebas. Tumor ini terdiri dari gabungan antara kelenjar glandula dan fibrosa.Secara histologi: Intracanalicular fibroadenoma; fibroadenoma pada payudara yang secara tidak teratur dibentuk dari pemecahan antara stroma fibrosa yang mengandung serat jaringan epitel. Pericanalicular fibroadenoma; fibroadenoma pada payudara yang menyerupai kelenjar atau kista yang dilingkari oleh jaringan epitel pada satu atau banyak lapisan. Tumor ini dibatasi letaknya dengan jaringan mammae oleh suatu jaringan penghubung. Fibroadenoma yang sering ditemukan berbentuk bundar atau oval, tunggal, relative mobile, dan tidak nyeri. Massa berukuran diameter 1-5cm. Biasanya ditemukan secara tidak sengajaFibroadenoma multiple terjadi pada 10% kasus. Umumnya, fibroadenoma terbungkus di dalam kapsul, teraba padat, dan seluruhnya rata berwarna putih keabuan. Fibroadenoma biasanya berdiameter 1-5 cm, tetapi dapat juga lebih besar (fibroadenoma raksasa).

B. EtiologiPenelitian saat ini belum dapat mengungkap secara pasti apa penyebab sesungguhnya dari fibroadenoma mammae, namun diketahui bahwa pengaruh hormonal sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dari fibroadenomamammae, hal ini diketahui karena ukuran fibroadenoma dapat berubah pada siklus menstruasi atau pada saat kehamilan. Perlu diingat bahwa tumor ini adalah tumor jinak, dan fibroadenoma ini sangat jarang atau bahkan sama sekali tidak dapat menjadi kanker atau tumor ganas.

C. EpidemiologiFibroadenoma adalah tumor jinak tersering pada payudara perempuan yang biasanya terjadi pada wanita usia muda, yaitu pada usia sekitar remaja atau sekitar 20 tahun. Berdasarkan laporan dari NSW Breats Cancer Institute, fibroadenoma umumnya terjadi pada wanita dengan usia 21-25 tahun, kurang dari 5% terjadi pada usia di atas 50, sedangkan prevalensinya lebih dari 9% populasi wanita terkena fibroadenoma. Sedangkan laporan dari Western Breast Services Alliance, fibroadenoma terjadi pada wanita dengan umur antara 15 dan 25 tahun, dan lebih dari satu dari enam (15%) wanita mengalami fibroadenoma dalam hidupnya. Namun, kejadian fibroadenoma dapat terjadi pula wanita dengan usia yang lebih tua atau bahkan setelah menopause, tentunya dengan jumlah kejadian yang lebih kecil dibanding pada usia muda.

D. PatologiPemeriksaan histologik menunjukkan proliferasi unsure glandula maupun unsure stroma. Jumlah relative masing-masing komponen bervariasi dari kasus ke kasus. Bila komponen glandula mendominasi, digunakan istilah adenoma tubular atau fibroadenomaperikanalikular; bila stroma mendominasi, digunakan istilah fibroadenoma intrakanalikular. Makroskopi: tampak bulat