FESTIVAL MIGRASI RAPTOR SEMARANG (MIGFEST) 2009 .PROPOSAL KEGIATAN FESTIVAL MIGRASI RAPTOR SEMARANG

download FESTIVAL MIGRASI RAPTOR SEMARANG (MIGFEST) 2009 .PROPOSAL KEGIATAN FESTIVAL MIGRASI RAPTOR SEMARANG

of 31

  • date post

    03-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    220
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of FESTIVAL MIGRASI RAPTOR SEMARANG (MIGFEST) 2009 .PROPOSAL KEGIATAN FESTIVAL MIGRASI RAPTOR SEMARANG

FESTIVAL MIGRASI RAPTOR SEMARANG(MIGFEST) 2009

Wanawisata Penggaron, 7-15 Maret 2009

SEMARANG BIRD COMMUNITYE-mail : burung.semarang@yahoo.com

Blog : sbc.web.id

2

PROPOSAL KEGIATAN

FESTIVAL MIGRASI RAPTOR SEMARANG (MIGFEST) 2009

I. NAMA KEGIATAN

Kegiatan ini bernama FESTIVAL MIGRASI RAPTOR SEMARANG

(MIGFEST) 2009.

II. TEMA KEGIATAN

Tema dari kegiatan ini adalah MEMBANGUN CITRA SEMARANG MELALUI

KONSERVASI RAPTOR MIGRAN DAN JALUR MIGRASINYA.

III. DASAR PEMIKIRAN

3.1. LATAR BELAKANG

Raptor atau Burung Pemangsa merupakan salah satu makhluk hidup

yang memiliki peran sebagai top predator (Pemangsa Puncak) dalam piramida

makanan. Sebagai top predator tentunya raptor memiliki peran yang sangat

penting dalam menjaga keseimbangan populasi serta menjaga keberlangsungan

proses makan-dimakan yang ada di bawahnya. Secara alami, populasi pemangsa

akan akan lebih rendah dibandingkan dengan populasi mangsanya. Sehingga

sebagai top predator tentunya akan memiliki jumlah populasi yang terendah.

Rendahnya populasi mereka di alam mengakibatkan kelompok burung

ini memiliki tingkat keterancaman yang sangat tinggi. Ancaman tersebut tidak

hanya datang dari alam namun juga ancaman yang ditimbulkan dari aktivitas

manusia. Oleh karena itu, untuk menjaga eksistensi mereka di alam sebagian

besar kelompok burung ini dilindungi oleh undang-undang pemerintah setempat.

Rendahnya populasi serta tingginya tingkat ancaman kepunahan

terhadap kelompok burung ini menjadikan mereka sebagai kekayaan yang dimiliki

dan patut dilindungi bukan hanya oleh masyarakat lokal, maupun masyarakat

regional namun konservasi terhadap kelompok burung ini telah menjadi tanggung

jawab masyarakat global.

Pada saat menjelang musim dingin di belahan bumi bagian utara,

raptor di kawasan tersebut melakukan migrasi ke belahan bumi bagian selatan

FESTIVAL MIGRASI RAPTOR SEMARANG(MIGFEST) 2009

Wanawisata Penggaron, 7-15 Maret 2009

SEMARANG BIRD COMMUNITYE-mail : burung.semarang@yahoo.com

Blog : sbc.web.id

3

yang lebih hangat. Musim dingin memberikan ancaman bagi kehidupan mereka

baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu mereka

harus mempertahankan suhu tubuhnya agar proses-proses fisiologis dalam

tubuhnya berjalan normal. Untuk hal tersebut mereka membutuhkan energi dari

makanan yang lebih banyak untuk menghasilkan panas tubuh yang lebih besar.

Secara tidak langsung yaitu menurunnya jumlah mangsa yang tersedia secara

bebas. Oleh karena itu, kelompok burung tersebut lebih memilih menghindari

musim dingin demi menjaga keberlangsungan hidup jenisnya.

Di Indonesia ada beberapa tempat yang dapat menjadi tempat untuk

menyaksikan fenomena alam ini. Beberapa tempat yang dilalui dalam jumlah

besar adalah Pulau Rupat, Pelabuhan Merak, Puncak (Bogor), Pegunungan

Dieng, Gardu Pandang (Yogyakarta), Wanawisata Penggaron (Semarang),

Bromo Tengger, Taman Nasional Bali Barat, dan Sangir Talaud. Kelompok

burung tersebut bermigrasi pada sekitar bulan September November dan akan

kembali ke belahan bumi utara dengan jalur yang sama pada bulan Maret Mei.

Di Semarang sendiri, dalam 3 tahun terakhir tercatat bahwa migrasi

raptor dalam jumlah besar melintas di atas Wanawisata Penggaron. Data yang

diperoleh dari Semarang Bird Community mencatat pada bulan Maret April

(selama 35 hari) setidaknya 5.949 individu raptor migran melintas di wilayah

udara Wanawisata Penggaron. Pada tahun 2007, tepatnya pada bulan Maret

(selama 20 hari) setidaknya tercatat 11.058 individu melintas di wilayah yang

sama. Di bulan Maret 2008 Semarang Bird Community mencatat setidaknya

9.875 individu dalam kurun waktu pengamatan 20 hari.

Wanawisata Penggaron di duga merupakan Bottle Neck Flyway

(Penggabungan beberapa jalur migrasi) Pegunungan Kapur Utara dan

Pegunungan Kendeng. Dari Wanawisata Penggaron migrasi raptor tersebut akan

menuju Sekaran, Gunung Pati dan kemudian melintasi perbukitan Gunung

Ungaran. Selain itu di wilayah ini juga merupakan Rest Area (Tempat

Peristirahatan Sementara) serta sebagai Feeding Ground (Tempat Pensuplai

Makanan) yang dapat menghindarkan mereka dari gangguan cuaca dan

mensuplai energi dalam melakukan migrasi.

FESTIVAL MIGRASI RAPTOR SEMARANG(MIGFEST) 2009

Wanawisata Penggaron, 7-15 Maret 2009

SEMARANG BIRD COMMUNITYE-mail : burung.semarang@yahoo.com

Blog : sbc.web.id

4

Wilayah Semarang pada umumnya atau wilayah Penggaron pada

khususnya, memiliki potensi sebagai jalur migrasi raptor. Hal ini disebabkan

karena kondisi termal udara dan juga kondisi geografis serta kontur yang

berbukit-bukit, sehingga sangat optimal dalam mendukung penerbangan dan

meminimalisasi energi yang digunakan untuk terbang bagi raptor migran.

Dari data-data yang dimiliki oleh Semarang Bird Community,

Wanawisata Penggaron layak untuk diajukan sebagai Important Bird Area

(Daerah Penting bagi Burung) yang kemudian dapat digunakan sebagai sumber

perumusan kebijakan konservasi. Dengan menjadikan kawasan Penggaron

sebagai Important Bird Area maka akan meningkatkan daya tarik Wanawisata

Penggaron sebagai Ekoeduwisata (Wisata yang berbasis Ekologi dan Edukasi).

Kegiatan Festival Migrasi Raptor Semarang 2009 ini nantinya

diharapkan akan menjadi promosi pertama dan utama bagi perwujudan citra

tersebut. Dan di tahun-tahun yang akan datang Wanawisata Penggaron memiliki

Fenomena Migrasi Raptor sebagai objek wisata yang ditawarkan.

3.2. PERUMUSAN MASALAH

Informasi mengenai fenomena migrasi raptor di wilayah Semarang

serta langkah-langkah dan partisipasi masyarakat dalam konservasi raptor migran

dan konservasi jalur migrasi di wilayah Semarang masih sangat kurang, sehingga

untuk membangun citra Semarang sebagai kota yang peduli terhadap lingkungan

regional dan global maka perlu diadakan kegiatan Festival Migrasi Raptor

Semarang (MIGFEST) 2009.

3.3. TUJUAN DAN MANFAAT

1. Tujuan

a. Memberikan informasi mengenai fenomena migrasi raptor di wilayah

Semarang.

b. Memberi informasi dan meningkatkan peran serta masyarakat Semarang

terhadap pelestarian raptor migran dan jalur migrasinya.

FESTIVAL MIGRASI RAPTOR SEMARANG(MIGFEST) 2009

Wanawisata Penggaron, 7-15 Maret 2009

SEMARANG BIRD COMMUNITYE-mail : burung.semarang@yahoo.com

Blog : sbc.web.id

5

2. Manfaat

a. Membangun masyarakat Semarang yang lebih peduli terhadap pelestarian

lingkungan global.

b. Memberikan alternatif wisata bagi masyarakat Semarang yang lebih

edukatif dan lebih ekologis.

IV. DASAR DAN BENTUK KEGIATAN

4.1. DASAR KEGIATAN

Dasar kegiatan ini adalah Program Kerja Semarang Bird Community

(SBC) tahun 2009.

4.2. BENTUK KEGIATAN

1. Pelatihan Identifikasi dan Pembuatan Data Migrasi Raptor.

2. Pengamatan dan Pengumpulan Data Migrasi Raptor.

3. Pendidikan Lingkungan Hidup.

4. Publikasi dan Kampanye Konservasi Lingkungan Hidup.

5. Lomba Menggambar.

V. LUARAN KEGIATAN

1. Peningkatan kemampuan identifikasi dan pembuatan data Migrasi Raptor bagi

komunitas pelestari burung dan lingkungan hidup.

2. Data migrasi Raptor 2009 dengan titik pengamatan Wanawisata Penggaron.

3. Masyarakat yang lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan global.

VI. PELAKSANAAN KEGIATAN

6.1. PESERTA

1. Peserta Pelatihan Identifikasi dan Pembuatan Data Migrasi Raptor adalah

khalayak umum dari Semarang dan kota-kota disekitarnya, namun

dititikberatkan pada Komunitas Pengamat dan Pelestari Burung serta Pelestari

Lingkungan Hidup baik atas nama organisasi, lembaga atau perseorangan.

FESTIVAL MIGRASI RAPTOR SEMARANG(MIGFEST) 2009

Wanawisata Penggaron, 7-15 Maret 2009

SEMARANG BIRD COMMUNITYE-mail : burung.semarang@yahoo.com

Blog : sbc.web.id

6

2. Peserta Pengamatan dan Pengumpulan Data Migrasi Raptor adalah

Khalayak umum dan Komunitas Pengamat Burung yang sudah pernah

mengikuti Pelatihan Identifikasi dan Pembuatan Data Migrasi Raptor dan telah

tersertifikasi sebelumnya.

3. Peserta Pendidikan Lingkungan Hidup adalah Siswa-Siswi dari Sekolah

Dasar yang berada di sekitar Wanawisata Penggaron.

4. Peserta Publikasi dan Kampanye Konservasi Lingkungan Hidup adalah

masyarakat Semarang secara umum.

5. Peserta Lomba Menggambar adalah Siswa-Siswi Sekolah Dasar di wilayah

kota Semarang.

6.2. AGENDA KEGIATAN

1. Pelatihan Identifikasi dan Pembuatan Data Migrasi Raptor.

Hari/Tanggal : Sabtu, 7 Maret 2009.

Tempat : Kampus UNDIP Tembalang Semarang.

Target Peserta : 50 orang.

2. Pengamatan dan Pengumpulan Data Migrasi Raptor.

Hari/Tanggal : Minggu Minggu, 8 15 Maret 2009

Tempat : Gardu Pandang Wanawisata Penggaron

Target Peserta : 50 orang + 10 orang pendamping

3. Pendidikan Lingkungan Hidup.

Hari/Tanggal : Minggu, 15 Maret 2009

Tempat : Lapangan Golf Wanawisata Penggaron

Target Peserta : 100 orang

FESTIVAL MIGRASI RAPTOR SEMARANG(MIGFEST) 2009

Wanawisata Penggaron, 7-15 Maret 2009

SEMARANG BIRD COMMUNITYE-mail : bur