fe- · Web viewJudul Skripsi: ANALISIS METODE PERLAKUAN AKUNTANSI PRODUK SAMPINGAN TERHADAP...

Click here to load reader

  • date post

    10-Jun-2019
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of fe- · Web viewJudul Skripsi: ANALISIS METODE PERLAKUAN AKUNTANSI PRODUK SAMPINGAN TERHADAP...

ANALISIS METODE PERLAKUAN AKUNTANSI

PRODUK SAMPINGAN TERHADAP PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PRODUK UTAMA MENURUT PSAK NO.14 PADA

PT PHILLIPS SEAFOODS INDONESIA LAMPUNG PLANT

(Skripsi)

Oleh

YOYOK

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

2012

ANALISIS METODE PERLAKUAN AKUNTANSI

PRODUK SAMPINGAN TERHADAP PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PRODUK UTAMA MENURUT PSAK NO.14 PADA

PT PHILLIPS SEAFOODS INDONESIA LAMPUNG PLANT

Oleh

YOYOK

Skripsi

Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar

Sarjana Ekonomi

Pada

Jurusan Akuntansi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Lampung

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

2012

Judul Skripsi: ANALISIS METODE PERLAKUAN AKUNTANSI PRODUK SAMPINGAN TERHADAP PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PRODUK UTAMA MENURUT PSAK NO.14 PADA PT PHILLIPS SEAFOODS INDONESIA LAMPUNG PLANT

Nama Mahasiswa: Yoyok

Nomor Pokok Mahasiswa: 0641031102

Jurusan: Akuntansi

Fakultas: Ekonomi

MENYETUJUI

1. Komisi Pembimbing

A. Zubaidi Indra, S.E., M.M.,CPA Reni Oktavia, S.E.,M.Si.

NIP 195706081987031003 NIP 197510262002122002

2. Ketua Jurusan Akuntansi

Dr. Einde Evana, S.E., M.Si., Akt.

NIP 195606201986031003

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji

Ketua: A. Zubaidi Indra, S.E., M.M.,CPA

Sekretaris: Reni Oktavia, S.E., M.Si....

Penguji Utama: Agrianti Komalasari, S.E, M.Si., Akt.

2. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S.

NIP 195809231982111001

Tanggal Lulus Ujian Skripsi: 13 Juli 2012

ABSTRACT

ANALYSES OF SIDE PRODUCT ACCOUNTANCY TREATMENT METHOD TOWARDS MAIN PRICE DETERMINATION OF

MAIN PRODUCT PRODUCTION IN FOLLOWS PSAK

NO. 14 AT PT PHILLIPS SEAFOODS INDOESIA

LAMPUNG PLANT

By

YOYOK

The aimed of this research was to know the correct method in side product accountancy treatment and accounting the main price determination of main product production and side product according to accountancy PSAK.

Result discussion showed that when treat income of sale cap and tentacle as others income by using market value method so cost of goods manufactured breaded squid rings be lower as big as Rp. 78.515 compared if using dirty revenue recognition method as big as Rp.78.770 or if comparison with use bet earning method as big as Rp. 78.651. This matter was caused by all production cost of cap and tentacle at first burdened in cost of goods manufactured breaded squid rings had separated to be cost of goods manufactured cap and tentacle.

Research result showed that necessary production cost separation existence cap and tentacle after separated from breaded squid rings so got lower cost of goods manufactured (market value method) compared with calculation result companies (dirty revenue recognition method). So management can demote price sell, so product that produced to company can compete with other same product with keeping the quality of value product.

ABSTRAK

ANALISIS METODE PERLAKUAN AKUNTANSI

PRODUK SAMPINGAN TERHADAP PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PRODUK UTAMA MENURUT PSAK NO. 14 PADA

PT PHILLIPS SEAFOODS INDONESIA LAMPUNG PLANT

Oleh

YOYOK

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang tepat dalam perlakuan akuntansi produk sampingan dan perhitungan harga pokok produksi produk utama dan produk sampingan yang sesuai dengan PSAK akuntansi.

Hasil pembahasan memperlihatkan bahwa bila memperlakukan pendapatan penjualan cap dan tentacle sebagai pendapatan lain-lain dengan menggunakan metode nilai pasar maka harga pokok produksi breaded squid rings menjadi lebih rendah yaitu sebesar Rp 78.515 dibandingkan jika menggunakan metode pengakuan pendapatan kotor yaitu sebesar Rp 78.770 maupun jika dibandingkan menggunakan metode pendapatan bersih yaitu sebesar Rp 78.651 hal ini disebabkan seluruh biaya produksi cap dan tentacle yang semula dibebankan pada harga pokok produksi breaded squid rings telah dipisahkan menjadi harga pokok produksi cap dan tentacle.

Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa perlu adanya pemisahan biaya produksi cap dan tentacle setelah terpisah dari breaded squid rings sebesar Rp 20.866.000 sehingga diperoleh harga pokok produksi yang lebih rendah (metode nilai pasar) dibandingkan dengan hasil perhitungan perusahaan (metode pengakuan pendapatan kotor). Maka manajemen dapat menurunkan harga jual, sehingga produk yang dihasilkan perusahaan dapat bersaing dengan produk lain yang sejenis dengan tetap menjaga kualitas mutu nilai produk.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perekonomian saat ini telah berkembang dengan pesat, seiring dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang semakin canggih. Untuk merealisasikan laba yang diharapkan, pihak manajemen dapat melakukan berbagai cara antara lain:

a. Menekan biaya produksi maupun biaya operasi serendah mungkin dengan mempertahankan tingkat harga jual dan volume yang ada.

b. Menentukan harga jual sedemikian rupa sehingga sesuai dengan laba yang dikehendaki.

c. Meningkatkan volume penjualan sebesar mungkin.

(Munawir : 1990)

Suatu proses produksi mungkin menghasilkan lebih dari satu jenis produk secara simultan. Hal tersebut terjadi, misalnya, ketika dihasilkan produk bersama atau bila terdapat produk utama dan produk sampingan. Ketika biaya konversi tidak dapat diidentifikasi secara terpisah, maka biaya tersebut dialokasikan antar produk secara rasional dan konsisten. Pengalokasian dapat didasarkan pada perbandingan harga jual untuk masing masing produk, baik pada tahap proses produksi pada waktu produk telah dapat diidentifikasikan secara terpisah atau pada saat produksi telah selesai. Sebagian besar produk sampingan, pada hakekatnya tidak material. Ketika kasusnya demikian, produk sampingan sering kali diukur pada nilai realisasi neto dan nilai tersebut dapat mengurangi biaya produk utama (PSAK No.14 ayat ke-13 Revisi 2008).

Produk-produk yang dihasilkan PT Phillips Seafoods Indonesia Lampung Plant antara lain :

Sumber : PT Phillips Seafoods Indonesia Lampung Plant 2009

.

Adapun perkembangan volume produksi breaded squid rings dan cap maupun tentacle PT Phillips Seafoods Indonesia Lampung Plant pada tahun 2007 s/d 2009 dapat dilihat pada tabel 1 berikut :

Tabel 1. Perkembangan Volume Produksi Breaded Squid Rings dan Cap maupun Tentacle Tahun 2007-2009

Sumber : PT Phillips Seafoods Indonesia Lampung Plant 2009

Adapun perkembangan volume penjualan dan nilai penjualan breaded squid rings dan cap maupun tentacle PT Phillips Seafoods Indonesia Lampung Plant 2007-2009 dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini :

Tabel 2. Perkembangan Volume Penjualan dan Nilai Penjualan Breaded Squid Rings dan Cap maupun Tentacle Tahun 2007-2009

Sumber : PT Phillips Seafoods Indonesia Lampung Plant 2009

Sedangkan untuk perkembangan volume penjualan dan nilai penjualan Breaded Squid Rings dan Cap maupun Tentacle Tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 3 berikut:

Tabel 3. Perkembangan Volume Penjualan dan Nilai Penjualan Breaded Squid Rings dan Cap maupun Tentacle Tahun 2009

Sumber : PT Phillips Seafoods Indonesia Lampung Plant 2009

Hal tersebut disebabkan karena :

a. Volume produksi Breaded Squid Rings yang dihasilkan perusahaan jauh lebih besar dibandingkan dengan Cap dan Tentacle. Dari pemakaian bahan baku cumi-cumi dapat dihasilkan 90 % Breaded Squid Rings sedangkan Cap dan Tentacle hanya sebesar 10 %.

b. Cap dan Tentacle merupakan produk sampingan karena merupakan sisa (scrap) dari pemotongan cumi-cumi, dan nilai penjualannya relatif lebih kecil yaitu kurang dari 10 % dari total nilai penjualan.

Tabel 4. Biaya Produksi Taksiran dan Biaya Produksi Sesungguhnya Cap dan Tentacle Setelah Titik Pemisah (Split off-point) Tahun 2009

Sumber : PT Phillips Seafoods Indonesia Lampung Plant 2009

Berdasarkan uraian keadaan PT Phillips Seafoods Indonesia Lampung Plant diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ANALISIS METODE PERLAKUAN AKUNTANSI PRODUK SAMPINGAN TERHADAP PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PRODUK UTAMA MENURUT PSAK NO.14 PADA PT PHILLIPS SEAFOODS INDONESIA LAMPUNG PLANT.

1.2 Permasalahan dan Pembatasan Masalah

1.2.1 Permasalahan

Berdasarkan uraian d iatas maka penulis mengemukakan permasalahan :

1. Bagaimanakah penghitungan alokasi harga pokok produksi produk utama dan harga pokok produksi produk sampingan secara tepat dan akurat sesuai dengan PSAK Akuntansi?

2. Metode apakah yang paling sesuai untuk menelaah harga pokok produksi produk utama dan harga pokok produksi produk sampingan menurut PSAK Akuntansi?

1.2.2 Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini dapat memberikan manfaat maka peneliti memusatkan permasalahan pada penelitian ini dengan batasan dan ruang lingkup penelitian. Permasalahan dalam penelitian ini dipusatkan pada produk Beaded Squid Rings (36140) pada PT Phillips Seafoods Indonesia Lampung Plant di Bandar Lampung periode produksi 2009 .

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penulisan skripsi ini adalah :

1. Mengetahui metode yang tepat dan akurat dalm perlakuan akuntansi produk sampingan terhadap perhitungan harga pokok produk utama dan produk sampingan.

2. Sebagai sumbangan pemikiran bagi perusahaan dalam hal penilaian terhadap produk