Farmakol Terapi Lokal Jason

download

of 96

  • date post

    17-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    5
  • download

    0

Embed Size (px)

description

spesial sense

Transcript of Farmakol Terapi Lokal Jason

  • TERAPI LOKAL PADA MATA

  • Pemberian topikal pada mata efek lokal pada mata absorbsi melalui kornea.

    Absorbsi lebih cepat bila kornea infeksi / trauma.

  • Absorbsi sistemik melalui saluran nasolakrimalis efek sistemik.

  • Lamanya obat dalam cul-de-sac.Eliminasi melalui saluran nasokrimal.

    Kecepatan dan luas absorbsi ditentukan oleh :

  • Ikatan obat terhadap protein air mata.Metabolisme obat oleh air mata & protein jaringan.Difusi melalui kornea & konjungtiva.

  • Lag time : periode antara masuknya obat & munculnya dalam humor aqueous .

  • Faktor yang mempengaruhi kapasitas difusi obat

    Ukuran molekul. Struktur kimia.

  • Gambar : jalur absorbsi dari obat-obat mata setelah pemberian topikal.

  • Absorbsi mukosa nasal.Absorbsi transcorneal / transconjunctival.

    DistribusiPemberian obat secara topikal distribusi sistemik melalui :

  • Setelah absorbsi transcorneal aqueous humor mengakumulasi obat struktur intraokuler yg potensial untuk sirkulasi sistemik melalui jalur trabecular meshwork.

  • Ikatan melanin dgn obat-obat tertentu faktor penting dlm beberapa bagian mata.

  • MetabolismePemberian secara topikal dieliminasi oleh hepar & ginjal setelah absorbsi sistemik.

  • ToksikologiEfek toksik local reaksi hipersensitivitas atau efek toksik langsung pada kornea, konjungtiva, kulit periokular & mukosa nasal.

  • ANTIBIOTIK TOPIKAL

    No.Nama obatFormulasiToksisitasIndikasi1Bacitrasin zink500 U/g oinmentHipersensitivitasKonjungtivitis blepharitis2Kloramfenikol0,5% solution1% ointmentHipersensitivitas, diskrasia darahKonjungtivitis keratitis

  • No.Nama obatFormulasiToksisitasIndikasi3Ciprofloksasin0,3% solutionHipersensitivitas, diskrasia darahKonjungtivitis keratitis4Eritromisin0,5% ointmentHipersensitivitasKonjungtivitis blepharitis5Gentamycin0,3% solution0,3% ointmentHipersensitivitasKonjungtivitis blepharitis, keratitis

  • No.Nama obatFormulasiToksisitasIndikasi6Ofloxacin0,3% solutionHipersensitivitasKonjungtivitis keratitis7Sulfacetamide10%, 15%, 30% solution10% ointmentHipersensitivitas, diskrasia darahKonjungtivitis blepharitis, keratitis

  • No.Nama obatFormulasiToksisitasIndikasi8Polimiksin B (kombinasi basitrasin + neomycin + oksitetrasiklin)Berbagai solution & ointment-Konjungtivitis blepharitis, keratitis9Tetrasiklin1% solutionHipersensitivitasKonjungtivitis blepharitis

  • No.Nama obatFormulasiToksisitasIndikasi10Tobramycin0,3% solution0,3% ointmentHipersensitivitasKonjungtivitis blepharitis, keratitis11Neomisin1%, 5% solution & ointmentHipersensitivitasKonjungtivitis blepharitis

  • Obat yg bekerja serupa perangsangan saraf parasimpatis.OBAT AUTONOMIKI. Kolinergik = parasimpatomimetik

  • Terdiri dari 3 golongan :Ester kolin : asetilkolin, karbakol.Antikolinesterase : fisostigmin (eserin), prostigmin, di isopropyl-fluorofosfat (DFP).Alkaloid tumbuhan : pilokarpin.

  • a. Ester kolinMerangsang kelenjar air mata efek muskarinik.Digunakan sebagai tetes mata untuk miotikum.

  • b. antikolinesteraseBila fisostigmin atau DFP diteteskan pada konjungtiva bulbi miosis, hilangnya daya akomodasi dan hyperemia konjungtiva.

  • Miosis canalis schlemm terbuka pengaliran cairan mata tekanan intraokuler menurun (t.u. bila ada glaucoma).Ukuran pupil kembali N fisostigmin (beberapa jam), DFP (beberapa hari minggu).Dpt terjadi efek sistemik.

  • c. Alkaloid tumbuhanPilokarpinRangsangan terhadap kelenjar air mata.Digunakan sebagai tetes mata untuk menimbulkan miosis.

  • Menghambat M.constrictor pupillae & M.ciliaris lensa mata midriasis & sikloplegia.

    II. Anti Muskarinika. Alkaloid Belladona : atropin & skopolamin.

  • Midriasis menyebabkan fotofobia & sikloplegia menyebabkan hilangnya daya melihat jarak dekat.Pada penderita glaucoma, penyaluran cairan intra okuler terhambat tekanan intraokuler meningkat.

  • b. Obat sintetik mirip atropinHomatropin (2%)Kekuatannya 1/10 dari atropin.Hanya digunakan sebagai midriatik karena awal kerjanya cepat & efeknya hilang dalam 24 jam.

  • Tropikamid (1%)Dalam 5 menit timbul sikloplegia, midriasis dlm 20 35 menit.Faktor akomodasi kembali dlm 2 6 jam.

  • c. Adrenergik(simpatomimetik)Berdasarkan efek midriatiknya, obat adrenergik seperti efedrin (0,1%), hidroksiamfetamin (1%) & fenilefrin (1 2,5%) digunakan lokal pada konjungtiva u/ membantu funduskopi.

  • Epinefrin merangsang sekresi air mata.Menurunkan tekanan intraokuler yg N maupun penderita glaucoma sudut lebar OK berkurangnya pembentukan cairan bola mata akibat vasokonstriksi & bertambahnya aliran ke luar.Vasokonstriksi local nafazolin, tetrahidrozolin.

  • Nama ObatFormulasiIndikasiES1Kolinergik :Asetilkolin

    Karbakol1% solution

    0,01 - 3% solutionPenggunaan intraokuler untuk miosis pada pembedahan.

    Penggunaan intraokuler untuk miosis pada pembedahan.Edema kornea.

    Edema kornea, miosis, myopia, penurunan visus lepasnya retina.

  • Nama ObatFormulasiIndikasiES2Anti kolinesteraseFisostigmin0,25% ointmentGlaucoma, esotropia akomodatifLepasnya retina, miosis, katarak, kista iris, stenosis puncta dari sistim nasolakrimal.3Alkaloid tumbuhan :Pilokarpin

    0,25 10% solution4% gel

    Glaucoma

    Edema kornea, miosis, myopia, penurunan visus lepasnya retina.

  • Nama ObatFormulasiIndikasiES4Anti muskarinik :Atropin

    Skopolamin

    Homatropin

    Tropikamid0,5 2% solution1% ointment

    0,25% solution

    2 & 5% solution

    0,5 & 1% solutionRetinoskopi, funduskopi

    Retinoskopi, funduskopi

    Retinoskopi, funduskopi

    Retinoskopi, funduskopiFotosensitivitas, pandangan kabur

    Fotosensitivitas, pandangan kaburFotosensitivitas, pandangan kaburFotosensitivitas, pandangan kabur

  • Nama ObatFormulasiIndikasiES5Simpatomimetik:Epinefrin

    Naphazolin

    Tetrahidrozolin 0,1, 0,5, 1, 2% solution

    0,1% solution

    0,05% solutionGlaucoma

    Dekongestan

    DekongestanFotosensitivitas, hyperemia, konjungtiva, hypersensitivity

    Fotosensitivitas, hyperemia, konjungtiva, hypersensitivity

    Fotosensitivitas, hyperemia, konjungtiva, hypersensitivity

  • OBAT ANTIVIRUS

    Nama ObatCara PemberianToksisitasIndikasi1IdoxuridineTopikal (0,1% solution)Punctata keratopathy hipersensitivitiH.simplex keratitis2VidarabineTopikal (3% ointment)Punctata keratopathy hipersensitivitiH.simplex keratitis

  • a. Antijamur untuk mataPreparat antijamur yang tersedia saat ini Natamisin.Digunakan untuk keratitis oleh Fusarium solani.

  • Daya penetrasi ke kornea kurang.Tersedia dlm bentuk solution 5% dan ointment 1%.

  • Digunakan untuk penyakit inflamasi pada mata :Anterior uveitis.Inflamasi mata ext. yg dihubungkan dgn infeksi.

    b. Obat imunomodulator u/ mata

  • Ocular cicatrial pemphigoid.Inflamasi post operatif.Diberikan pada kantung konjungtiva mencapai kadar terapi dlm cairan mata.

  • Dapat meningkatkan tekanan intraokuler.Pada konjungtivitis oleh bakteri, virus atau tumor masking effect kebutaan.

  • Pada laserasi & ablasio mata krn trauma mekanik memperlambat penyembuhan & menyebarkan infeksi.Kontraindikasi : herpes simpleks mata (dendrites keratitis).

  • Efek toksik : katarak subcapsular, infeksi sekunder, glaucoma sudut terbuka sekunder.Sediaan :Hidrokortison 0,2% solution & ointment.Deksametason 0,1% solution & ointment. .

  • c. Anestetik topikal u/ mataAnestetik topikal yg digunakan secara klinik dlm oftalmologi propakain, tetrakain.

  • Propakain & tetrakain digunakan untuk :Tonometrik.Mengangkat benda asing dari kornea dan konjungtiva.Manipulasi sistim kanali nasolakrimal.Bedah refraksi dgn laser.

  • TERAPI LOKAL PADA KELAINAN KULIT

  • Efek terapeutik obat topiKal berhubungan dgn sifat potensi & kemampuan obat menembus kulit.

  • Absorbsi perkutaneous melewati stratum korneum, epidermis, papillari dermis & masuk ke dlm pembuluh darah.

  • Lag fase.Fase naik.Fase menurun.

    Kecepatan absorbsi obat-obat topical kulit terdiri dari 3 fase

  • Stratum korneum.Oklusi.Frekuensi pemberian.Jumlah obat yg diberikan.Faktor-faktor lain : eksfoliasi, gosokan / pijatan.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi absorbsi

  • ToksisitasEfek local : Desikasi dari stratum korneum.Iritasi, alergi, atrofi, komedogenik, telangiekstasi, pruritus.

  • Efek sistemik :Toksisitas perkutaneus berhubungan langsung dgn absorbsi perkutaneus tdk melewati metabolisme lintas pertama hepatic.

  • Toksik pada SSP, ginjal, teratogenik, karsinogenik.Faktor-faktor yg mempengaruhi toksisitas sistemik : konsentrasi obat, vehikulum, penggunaan oklusi, lokasi tubuh, frekuensi dosis, lama terapi.

  • I. TAR

  • Merupakan hasil penyulingan batubara, kayu atau fosil.Bekerja dgn menekan sintesis DNA & memiliki efek antimitotik.Memiliki aktivitas fototoksik / fotodinamik.

  • Indikasi :Likenifikasi kronis.Psoriasis vulgaris.Kontraindikasi : eksudat atau dermatitis terinfeksi.

  • Efek samping : dermatitis fototoksik, folikulitis, akne, karsinogen.Sediaan :Ichtyol (fosil).LCD 2%, 5%.

  • II. BAHAN KERATOLITK

  • Asam salisilatPada konsentrasi rendah :0,5 2% : antiseptik, keratoplasti, anti inflamasi.3 10% : keratolitik.40% : digunakan untuk kelainan yg dlm, misalnya veruka.

  • III. ANTIBIOTIK TOPIKAL

  • a. ErythromycinMerupakan kelompok antibiotik makrolid.Aktif terhadap coccus