faal olahraga

download

of 38

  • date post

    21-Jan-2016
  • Category

    Documents
  • view

    68
  • download

    0

Embed Size (px)

description

bjgjgj

transcript

  • LAMPUNG DESEMBER 2009

    Oleh :

    Khairun Nisa., MKes., AIFO

  • ILMU FAAL OLAHRAGA ILMU YG MEMPELAJARI FUNGSI TUBUH PD WAKTU BEROLAHRAGA

    I. PENDAHULUAN

  • FAAL OLAHRAGA :

    - MEMPELAJARI EFEK LATIHAN- EFISIENSI TUBUH SETELAH BEROLAHRAGA- BERBAGAI TES YG MENGUKUR RESPONS TUBUH PADA WAKTU ATAU SETELAH BEROLAHRAGA

  • PERUBAHAN/ADAPTASI TUBUH DAPAT NAMPAK:- PADA WAKTU ISTIRAHAT- PADA WAKTU BEROLAHRAGA- PADA WAKTU AKTIVITAS LAIN

  • PERUBAHAN/ADAPTASI TUBUH DAPAT NAMPAK PADA :

    - FUNGSI SISTEM JANTUNG PARU- MUSKOSKELETAL- SISTEM ENDOKRIN

  • DENGAN PEMAHAMAN TTG ADAPTASI TUBUH THDP LATIHAN, : - DPT DISUSUN PROGRAM LATIHAN.- TAKARAN LATIHAN- BENTUK LATIHAN- DPT TERCAPAI PRESTASI YG OPTIMAL BAGI NON ATLET- PRESTASI MAKSIMAL BAGI ATLET- DAPAT TERHINDAR DARI RESIKO CEDERA

  • II. ADAPTASI FISIOLOGIS TUBUH SEWAKTU BEROLAHRAGA :A. PERUBAHAN METABOLISMEB. PERUBAHAN KONSUMSI OKSIGENC. PERUBAHAN VENTILASI PARUD. PERUBAHAN SISTEM KARDIVASCULERE. PENYESUAIAN FUNGSI OTOT PADA WAKTU ORF. PENINGKATAN SUHU DAN KELEMBABAN

  • II. ADAPTASI FISIOLOGIS TUBUH SEWAKTU BEROLAHRAGA :

    A. PERUBAHAN METABOLISME ENERGI DIPERLUKAN UNTUK KELANGSUNGAN AKTIVITAS OLAHRAGA. ENERGI BERASAL DARI :- KARBOHIDRAT- LEMAK- PROTEIN

  • TINGKAT PENGGUNAAN ENERGI, TEMPERATUR TUBUH, KONSENTRASI BAHAN BAKU ENERGI DLL.JUMLAH ENERGI YG DIHASILKAN TERGANTUNG

  • 1. SISTEM ANAEROBIK A. SISTEM ALAKTASID (SISTEM FOSFAGEN = ATPase - ATP ADP + Pi + ENERGI UNTUK GERAKAN 1-2 DETIK - KP + ADP KREATIN ATP UNTUK AKTIVITAS 6-8 DETIKSISTEM ENERGI PREDOMINAN INTENSITAS OLAHRAGA:

  • B. SISTEM ASAM LAKTAT (GLIKOLISIS ANAEROBIK) GLIKOGEN/GLUKOSA + ADP + Pi ATP + ASAM LAKTAT UNTUK AKTIVITAS 45 120 DETIK

    SISTEM ENERGI PREDOMINAN INTENSITAS OLAHRAGA:

  • 2. SISTEM AEROBIK (SISTEM OKSIGEN) GLIKOGEN/ AS LEMAK + Pi + ADP + O2 CO2 + H2O + ATPUNTUK AKTIVITAS YG BERLANG-SUNG LAMA.SISTEM ENERGI PREDOMINAN INTENSITAS OLAHRAGA:

  • CAB. OLAHRAGA BERDASARKAN ENERGI PREDOMINAN:

    OLAHRAGA ANAEROBIK : 20-45 DETIK OLAHRAGA ANAEROBIK AEROBIK: 45 DETIK 5 MENIT 400 M LARI GAWANG.3. AEROBIK : > 6 800 M

  • PADA OLAHRAGA DGN PREDOMINAN SISTEM ASAM LAKTAT, AKAN TERJADI : TIMBUNAN ASAM LAKTAT DIDALAM OTOT. PH DALAM OTOT MENURUN MENIMBULKAN RASA SAKIT PD OTOT BERASAL DARI REDUKSI PRIRUVAT ASAM LAKTAT TIMBUL PADA 50 70% VO2MAKS

  • B. PERUBAHAN KOMSUMSI OKSIGEN KOMSUMSI OKSIGEN MENCAPAI MAKSIMAL PD KERJA SUBMAKSIMAL ATAU DALAM KEADAAN STEADY STATE = KEADAAN MANTAPPD KEADAAN SEIMBANG ANTARA KEBUTUHAN DAN PENGGUNAAN O2.KAPASITAS AEROBIK : KONSUMSI O2 OLEH JARINGAN MAKSIMAL (VO2MAKS)

  • DUA KRITERIA KONSUMSI O2 SUDAH MAKSIMAL (=VO2MAKS):

    1. KONSUMSI OKSIGEN TIDAK NAIK WALAUPUN BEBAN DITAMBAH 2. RQ (RESPIRATORY QUOTIENT) : PERBANDINGAN PRODUKSI CO2 & KOMSUMSI O2 MENCAPAI NILAI DIATAS SATU (HIPERVENTILASI TELAH TERJADI)(KRITERIA LAIN PENINGKATAN KADAR ASAM LAKTAT)

  • C. PERUBAHAN VENTILASI PARUPENINGKATAN VENTILASI PARU SEJALAN DGN KENAIKAN KOMSUMSI OKSIGEN DAPAT MENINGKAT 20-25X ISTIRAHAT.

  • FUNGSI :- MEMPERTAHANKAN KEBUTUHAN OKSIGEN- MENGELUARKAN CO2- MEMPERTAHANKAN KESEIMBANGAN ASAM BASA

  • D. PERUBAHAN PD SISTEM KARDIOVASKULARPADA WAKTU BEROLAHRAGA :- CARDIAC OUT (CURAH JANTUNG) MENINGKAT PENINGKATAN INI DISEBABKAN PENINGKATAN ISI SEKUNCUP (STROKE VOLUM DAN FREKUENSI JANTUNG) PROSES INI TERJADI PADA AWAL OLAHRAGA; SELANJUTNYA PENINGKATAN CO OLEH KARENA PENINGKATAN FREKUEANSI JANTUNG. TDPT HUBUNGAN LINIER ANTARA FREKUENSI JANTUNG DENGAN INTENSITAS KERJA FISIK PADA INTENSITAS 50-90% VO2MAKS.

    => HUBUNGAN INI TIDAK DITEMUKAN PADA NADI LEBIH DARI 160-170x/MENIT

  • CATATAN : PADA ORANG TERLATIH FREKUENSI JANTUNG RELATIF LEBIH RENDAH DIBANDINGKAN ORANG YG TIDAK TERLATIH PD BEBAN KERJA SAMA.

    ARTINYA : CADANGAN JANTUNG (CARDIAC RESERVE) ORANG TERLATIH > ORANG TIDAK TERLATIH

  • PADA ORANG TERLATIH DITEMUKAN : - CO DPT MENCAPAI 9X KEADAAN ISTIRAHAT EKSTRAKSI OKSIGEN DARI DARAH KE JARINGAN PD ORANG TERLATIH LEBIH TINGGI / CEPAT.HAL INI DAPAT DICAPAI KARENA REDISTRIBUSI DARAH KE JARINGAN AKTIF DPT MENCAPAI 80-85% KEADAAN ISTIRAHAT/ LEBIH BAIK LEBIH MUDAH PELEPASAN O2 DARI Hb JARINGAN.

  • - VASODILATASI PEMBULUH DARAH OTOT - TEKANAN DARAH SISTOLIK MENAIK, SEDANGKAN TEKANAN DARAH DIASTOLIK MENAIK SEDIKIT ATAU TURUN SEDIKIT. (RELATIF > RENDAH DIBANDINGKAN TIDAK TERLATIH - TONUS SIMPATIS MENURUN - PENGARUH PARASIMPATIS

  • E. PENYESUAIAN FUNGSI OTOT PADA WAKTU BEROLAHRAGA

    OTOT MERUPAKAN MESIN BIOLOGIS YG BERUBAH ENERGI KIMIA MENJADI ENERGI MEKANIK (BERUPA MAKANAN)

  • KONTRAKSI OTOT - KARENA PENGGABUNGAN AKTIN DAN MIOSIN. ION Ca MEMPERCEPAT PENGGABUNGAN TSBT. Ca DARI SARCOPLASMA - TROPONIN MENGHAMBAT PENGGABUNGAN AKTIN-MIOSIN - PADA AWAL KONTRAKSI Ca BERIKATAN DENGAN TROPONIN - PADA SAAT YG SAMA ATP ADP + Pi + ENERGI - PADA KEADAAN ISTIRAHAT Ca MASUK KEDALAM SARCOPLASMA

  • MELALUI LATIHAN :

    - PROSES PENGGABUNGAN AKTIN DAN MIOSIN LEBIH LANCAR SHG KONTRAKSI OTOT LEBIH KUAT DAN TAHAN. - DAYA TANGKAP OTOT THDP O2 LEBIH BAIK MEMUNGKINKAN PEMBENTUKAN ENERGI LANCAR TIDAK CEPAT LELAH.

  • LATIHAN DAYA TAHAN MENYEBABKAN : - AKUMULASI ASAM LAKTAT DIDALAM OTOT DIKURANGI - PERUBAHAN LEMAK MENINGKAT - PENGGUNAAN GLIKOGEN LEBIH EFISIEN

  • HASIL PENELITIAN DGN HISTOKIMIA, BIOKIMIA, BIOPSI PADA OTOT WAKTU ISTIRAHAT DAN AKTIF MENEMUKAN :

    - PROSES ADAPTASI PADAMETABOLISME BERDASARKAN INI DISUSUN PROGRAM LATIHAN YG LEBIH AKURAT (=PARAMETER LAKTAT)

  • - SERABUT OTOT RANGKA YAITU SERABUT LAMBAT (MERAH), SERABUT CEPAT (PUTIH) SERABUT MERAH UNTUK OR ENDURANCE, SERABUT OTOT PUTIH UNTUK OR SPRINT. PROSES METABOLISME BERBEDA RESPON FISIOLOGIS THDP LAT. BERBEDAGERAKAN YG BAIK, BELUM TERBIASA OLEH SISTEM PIRAMIDALSUDAH BIASA : EXTRA PIRAMIDAL

  • UNTUK GERAKAN-GERAKAN YG KOMPLEKS MEMERLUKAN : - GERAKAN DASAR DITAMBAH REFLEKS TERKONDISI (CONDITIONING REFLEKS) OLEH CEREBELUM

  • PROSES TEREJADINYA KELELAHAN PD WAKTU BEROLAHRAGA PADA ATLET. KELELAHAN :MENURUNNYA KUALITAS, KUANTITAS FISIK SHG MENYEBABKAN MENURUNNYA KETEPATAN DAN KECERMATAN DLM MELAKSNAKAN AKTIVITAS FISIK.

  • FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA KELEHAN : - FAKTOR FISIOLOGIS - FAKTOR PSIKOLOGIS

    (MOTiWASI SEMANGAT JUANG TINGGI) ( PENENTU PRESTASI ATLET) (=MENTAL JUARA)

  • BERBAGAI HAL PENYEBAB KELELAHAN PD WAKTU BEROLAHRAGA :

    - MENIPISNYA CADANGAN ENERGI (ATP, KP, GLIKOGEN, GLUOKOSA - PENINGKATAN ASMAM LAKTAT OTOT - GGN HOMEOSTASIS (OSMOLARITAS), VOLUME PLASMA, pH, ELEKTROLIT) - GGN NEUROMUSCULAR - SUHU DAN LEMBAB

  • DEPLESI GLIKOGEN OTOT DPT MENIMBULKAN KELELAHAN DAN BERBANDING LURUS DGN PENURUNAN KADAR GLIKOGEN OTOT (MAGLISCHO, 1989).

    PENINGKATAN KADAR ASAM LAKTAT OTOT MENYEBABKAN PROSES SBB.:ASAM LAKTAT ION LAKTAT + H+ AKIBATNYA TERJADI PENURUNAN pH OTOT DAN DARAH.

  • PENURUNAN pH MENYEBABKAN : - MENGHAMBAT PENGIKATAN OKSIGEN DENGAN Hb DI PARU - MENGHAMBAT ENZIM BEKERJA ENZIM FOSFOFRUKTOKINASE, ENZIM MYOFIBRIL ATP-ase SINTESIS ATP TERHAMBAT (PEMBENTUKAN ENERGI TERGANGGU)

  • F. PENINGKATAN SUHU DAN KELEMBABAN:

    TERJADI PENINGKATAN SUHU INTI TUBUH SEHINGGA TERJADI GANGGUAN FOSFORILASI PADA WAKTU PEMBENTUKAN/ METABOLISME PEMBENTUKAN ENERGI.GANGGUAN/ KELELAHAN SENTRAL :HIPOGLIKEMIA GLUKOSA