Executive Summary FS Kawasan Industri - .Kawasan Kaki Jembatan Sisi Surabaya (KKJS Surabaya) dan...

download Executive Summary FS Kawasan Industri - .Kawasan Kaki Jembatan Sisi Surabaya (KKJS Surabaya) dan Kawasan Kaki ... Izin Usaha Kawasan Industri dan batas minimal luas Kawasan Industri,

of 27

  • date post

    30-Jan-2018
  • Category

    Documents

  • view

    242
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Executive Summary FS Kawasan Industri - .Kawasan Kaki Jembatan Sisi Surabaya (KKJS Surabaya) dan...

  • PT.CIPTATETRAGON

    1

    PENDAHULUANPENDAHULUAN

    LATAR BELAKANGLATAR BELAKANG Jembatan Nasional Surabaya-Madura (Suramadu) atau dikenal sebagai Jembatan Tol Suramadu membentang sepanjang 5,438 kilometer yang menghubungkan Pulau Madura dengan Kota Surabaya dan wilayah sekitarnya di Provinsi Jawa Timur. Berbeda dengan jalan tol yang pada umumnya hanya diperuntukkan untuk kendaraan roda empat atau lebih, maka Jembatan Tol Suramadu juga dapat diakses oleh kendaraan roda dua atau sepeda motor. Saat ini Jembatan Tol Suramadu telah menjadi alternatif pilihan akses transportasi utama dari dan ke Pulau Madura karena hanya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 10 menit dari semula 2,5 jam dengan moda transportasi laut menggunakan kapal ferry. Pembangunan Jembatan Tol Suramadu diharapkan akan mendorong percepatan pengembangan sosial ekonomi dan tata ruang wilayah-wilayah tertinggal yang ada di Pulau Madura. Sebagai tindak lanjut dari upaya tersebut diatas, maka Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2008 tentang Pembentukan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS), yang secara struktural terdiri atas Dewan Pengarah dan Badan Pelaksana. Peraturan perundang-undangan ini kemudian disempurnakan dengan Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2009 tentang Penyempurnaan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2008 tentang Pembentukan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) untuk lebih mendukung peningkatan kinerja BPWS didalam pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagaimana termaksud dalam peraturan perundangan tersebut diatas. Badan Pelaksana BPWS (BP-BPWS), sesuai dengan amanah Perpres 27 Tahun 2008 di atas, memiliki tugas dan fungsi untuk melaksanakan pengelolaan, pembangunan dan fasilitasi percepatan kegiatan pembangunan wilayah Suramadu. Kegiatan pengelolaan dan pembangunan infrastruktur wilayah yang dilaksanakan BP-BPWS dilaksanakan di 3 (tiga) kawasan, yaitu Kawasan Kaki Jembatan Sisi (KKJS) Surabaya (600 Ha), Kawasan Kaki Jembatan Sisi (KKJS) Madura (600 Ha) dan kawasan khusus di Utara Pulau Madura (600 Ha). Kawasan Kaki Jembatan Sisi Surabaya (KKJS Surabaya) dan Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura (KKJS Madura) dikembangkan untuk mendorong perkembangan ekonomi, sedangkan kawasan khusus di Utara Pulau Madura untuk pengembangan kawasan Pelabuhan Peti Kemas. KKJS Madura dikembangkan sebagai kawasan untuk mendorong pengembangan industri dan wisata Kabupaten Bangkalan. KKJS Madura diharapkan sebagai kawasan penggerak ekonomi Madura yang dimotori oleh kawasan industri. Dalam RDTR KKJS Madura, kawasan industri direncanakan pada bagian utara dan selatan kawasan yang terintegrasi dengan kegiatan penunjang lainnya (permukiman, CBD dan kawasan wisata). Pengembangan kawasan industri membutuhkan investasi pemerintah dan investasi swasta. Investasi pemerintah adalah penyediaan infrastruktur utama sehingga menjadi kawasan siap bangun untuk kawasan industri. Dengan menjadikan kawasan industri siap bangun di KKJS Madura, diharapkan swasta diharapkan tertarik untuk berinvestasi di kawasan industri KKJS Madura. Untuk mendukung pengembangan kawasan industri sebagai kawasan siap bangun, perlu disusun suatu kajian untuk melihat kelayakan kawasan industri di KKJS Madura. Tahun anggaran 2011, BP BPWS membutuhkan jasa

  • PT.CIPTATETRAGON

    2

    konsultansi untuk Penyusunan Studi Kelayakan Kawasan Industri di KKJS Madura.

    PENDEKATAN STUDIPENDEKATAN STUDI Pendekatan dan Metode yang digunakan dalam kajian ini didasarkan pada tahapan kegiatan, mulai dari tinjauan atas kebijakan yang relevan hingga rencana pentahapan pelaksanaan pembangunan kawasan industri. Tahapan kegiatan/analisis yang dimaksud terdiri atas 4 tahap, seperti tampak pada tabel berikut.

    Tahapan Analisis

    TINJAUAN KEBIJAKAN SERTA ANALISIS POTENSI DAN PELUANG DALAM PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI KKJS MADURA

    PERKIRAAN JENIS, KEGIATAN dan SKALA INDUSTRI YANG AKAN DIKEMBANGKAN DI KAWASAN INDUSTRI KKJS MADURA

    ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI DI KKJS MADURA

    RENCANA TAHAPAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DAN RUMUSAN SISTEM MANAJEMEN PENGELOLAAN KAWASAN INDUSTRI

    Gambar 1 Tahapan Analisis

    TAHAP MEMPERKIRAKAN JENIS, KEGIATAN dan SKALA INDUSTRI YANG AKAN DIKEMBANGKAN DI KAWASAN INDUSTRI KKJS MADURA

    Tahap ini menempati posisi yang sangat strategis dalam kajian ini. Pendekatan untuk menentukan jenis dan kegiatan industri dapat dilihat pada bagan berikut.

    1

    3

    4

    2

  • PT.CIPTATETRAGON

    3

    Klaster Industri Nasional

    Klaster Industri Jawa Timur

    Klaster Industri Surabaya

    Klaster Industri Bangkalan

    Potensi Klaster Industri diKawasan Industri KKJS Madura

    Alternatif Calon Klaster Industri

    di Kawasan Industri KKJS Madura

    Kesesuaian Lokasi - Industri Tata Guna Lahan

    Calon Jenis Industridi Kawasan Industri

    KKJS MaduraKetersediaan Air Ketersediaan Energi

    Jenis Industridi Kawasan Industri

    KKJS Madura

    Rantai Nilai IndustriSkala Industri

    di Kawasan Industri KKJS Madura

    Kegiatan Industridi Kawasan Industri

    KKJS Madura Gambar 2

    Mekanisme Penentuan Kegiatan Industri

    Setelah jenis industri dan kegiatan industri teridentifikasi, maka diteruskan dengan penentuan skala industri yang relevan dengan kegiatan industri tersebut. Langkah Penentuan Jenis Industri tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : i. Identifikasi Klaster Industri Nasional yang telah dicananangkan oleh Kemenperin,

    Identifikasi Klaster Industri Provinsi Jawa Timur yang telah dicananangkan oleh Dinas Perindustrian Jawa Timur dan Identifikasi Klaster Industri Kabupaten Bangkalan yang telah dicananangkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangkala.

    ii. Overlay dari keempat dokumen perencanaan pengembangan industri. iii. Hasil overlay tersebut dicross check kan juga dengan kesesuaian antara lokasi

    dengan industrinya. iv. Hasil cross check tersebut digabungkan dengan tata guna lahan kawasan industri

    seluas 305 Ha (berbatasan dengan kawasan permukiman, kawasan TNI, kawasan industri)

    v. Terakhir, hasil screening tersebut digabungkan dengan adanya issue strategis tentang kelangkaan air bersih dan energi yang terjadi di Bangkalan (dan Madura)

  • PT.CIPTATETRAGON

    4

    TAHAP ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI DI KKJS MADURA Hampir sama dengan judul dari kajian ini sendiri, tahap ketiga adalah menghitung kelayakan pembangunan kawasan industri di KKJS-Madura. Ada 3 jenis kelayakan yang diperhitungkan yaitu : i. Kelayakan Teknis

    ii. Kelayakan Administratif-Sosial iii. Kelayakan Ekonomi

    Gambar 3

    Jenis Kelayakan dalam Studi

    Kelayakan Teknis, adalah kelayakan yang mempertimbangkan dari sisi teknis internal kawasan industri. Kelayakan Administratif-Sosial, adalah kelayakan dari sisi kemungkinan administrasi dan perijinan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan pemerintah daerah. Selain itu kelayakan ini juga mempertimbangkan pasokan tenaga kerja yang ada di sekitar kawasan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas indsutri yang diperkirakan tumbuh (aspek sosial). Kelayakan Ekonomi, adalah kelayakan yang membandingkan antara pengeluaran yang dilakukan untuk membangun kawasan industri, dengan manfaat langsung dan tak langsung (benefit) dari keberadaaan kawasan industri beserta aktivitasnya.

  • PT.CIPTATETRAGON

    5

    Dalam pelaksanaan kajian, metodologi yang digunakan diperlihatkan pada Gambar 4.

    Gambar 4

    Metodologi Pelaksanaan Kajian

    TINJAUAN PEDOMAN DAN STANDAR PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI

    Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2009 tentang Kawasan Industri Pembangunan Industri merupakan salah satu pilar pembangunan perekonomian nasional, yang diarahkan dengan menerapkan prinsip-prinsip pembangunan Industri yang berkelanjutan yang didasarkan pada aspek pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. Saat ini pembangunan Industri sedang dihadapkan pada persaingan global yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan Industri nasional. Peningkatan daya saing Industri merupakan salah satu pilihan yang harus dilakukan agar produk Industri nasional mampu bersaing di dalam negeri maupun luar negeri. Langkah-langkah dalam rangka peningkatan daya saing dan daya tarik investasi yakni terciptanya iklim usaha yang kondusif, efisiensi, kepastian hukum, dan pemberian fasilitas fiskal serta kemudahan-kemudahan lain dalam kegiatan usaha Industri, yang antara lain dengan tersedianya lokasi Industri yang memadai yang berupa Kawasan Industri. Dalam rangka pelaksanaan Pasal 20 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian, maka sebagai upaya untuk mendorong pembangunan Industri perlu dilakukan pembangunan lokasi Industri yang berupa Kawasan Industri. Pembangunan Kawasan Industri merupakan sarana untuk mengembangkan Industri yang berwawasan

    E1

    PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN

    WILAYAH

    KEBUTUHAN LOKASI INDUSTRI

    KEBIJAKAN KEWILAYAHAN

    KEBIJAKAN INDUSTRI

    KI KKJS MADURA

    KELAYAKAN

    TEKNIS

    KELAYAKAN

    SOSIAL

    KELAYAKAN EKONOMI

    Permenperin

    Kondisi Fisik dan

    Lingkungan Industri

    ANALISIS

    Bangkitan Tenaga Kerja

    Prediksi Supply

    Tenaga Kerja

    ANALISIS

    Komponen COST Komponen BENEFIT

    Rencana Investasi

    ANALISIS

    PENGELOLAAN DAN

    IMPLEMENTASI

    Dokumen Studi

    Kelayakan

    B D

    E2

    F

    G

    H

    I

    Survey Instansional Survey Kawasan

    Survey Instansional Survey Kawasan

    Survey Instansional Survey Kawasan

    Layak?

    ANALISIS KEUNGGULAN RENCANA KI

    KKJS MADURA

    C

  • PT.CIPTATETRAGON

    6

    lingkungan serta memberikan kemudahan dan daya