Evaluasi KEP

download Evaluasi KEP

of 17

Embed Size (px)

Transcript of Evaluasi KEP

LAPORAN PRAKTIKUM DIETETIKGizi BurukDiajukan untuk memenuhi nilai praktikum pada mata kuliahDietetik Dasar oleh Bapak Rofiqi SST

Jalum VIII-AKelompok 12 :1. Marizqa Serra L. (11.029)2. Nurul Saniazizah (11.037)

AKADEMI GIZI SURABAYA2013KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan laporan mata kuliah DIATETIK DASAR.Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni al-quran dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.

Laporan ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Dietetik Dasar di Akademi Gizi Surabaya. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada1. Bapak Rofiqi selaku dosen pembimbing mata kuliah Dietetik2. Ibu Putri selaku asisten dosen mata kuliah Dietetik3. Bapak Riyadi selaku instruktur alat4. Kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan laporan ini.

Akhirnya penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan laporan ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

KASUS

Seorang anak laki laki penderita KEP buruk sedang dirawat sudah hari ke14 (minggu ke-2), usia 4 tahun 2 bulan dengan berat badan sekarang 6,9 kg, tinggi badan 82 cm, nafsu makan sudah baik, dan sudah menghabiskan total volume F100 yang diberikan pada fase ini, catatn intens zat gizi hari kemarin sebagai berikut : Energi = 1047 kal Protein = 20,7 gr Lemak = 37,2 gr Karbohidrat= 157,35 grVital sign : R/R = 24 x/menit N= 76 x/menit T= 110/80 mmHg t= 370C

Hasil laboratorium : Hb= 10,8 g/dl GDA= 149 mg/dl

DAFTAR ISI

Kata pengantar 2Kasus 3Daftar isi 4Bab I PENDAHULUAN5A. Identitas Kasus51. Nama 52. Umur 53. Alamat 54. Status Pendidikan55. Status Pekerjaan56. Status Perkawinan57. Diagnosa 5B. Keadaan Umum Pasien5C. Data Laboratorium5D. Data Fisik Dan Klinis5Bab II INTERVENSI6A. Rencana Terapi Diet61. Jenis Diet 62. Tujuan Diet 53. Syarat Diet5B. Perhitungan Kebutuhan Zat Gizi6C. Pemberian Makanan Sehari7Bab III TINJAUAN PUSTAKA8Bab IV RENCANA KERJA11A. Menu11B. Resep11C. Perencanaan alat 12D. Daftar belanja13E. Rencana kerja13Bab V HASIL EVALUASI PRAKTEK14Bab VI PEMBAHASAN15DAFTAR PUSTAKA16LAMPIRAN17A. Menu Awal 17B. Menu Perbaikan17

BAB IPendahuluan

A. Identitas Kasus1. Nama: An.x2. Umur: 4 tahun 2 bulan3. Alamat: -4. Status Pendidikan: -5. Status Pekerjaan: -6. Status Perkawinan: Belum Kawin 7. TB: 82 cm8. BB: 6,9 kg9. Diagnosa: Gizi Buruk Fase Rehabilitasi

B. Keadaan umum pasienSeorang anak laki laki penderita KEP buruk sedang dirawat sudah hari ke14 (minggu ke-2), usia 4 tahun 2 bulan dengan berat badan sekarang 6,9 kg, tinggi badan 82 cm, nafsu makan sudah baik, dan sudah menghabiskan total volume F100 yang diberikan pada fase iniC. Data LaboratoriumHb= 10,8 g/dlGDA= 149 mg/dl

D. Data Fisik/KlinisR/R = 24 x/menitN= 76 x/menitT= 110/80 mmHgt= 370C

BAB IIIntervensi

A. Rencana Terapi Diet1. Jenis DietPasien berada pada fase akhir tahap transisi dan sudah menuju pada fase rehabilitasi sehingga diberikan F100 seperti pada fase transisi tetapi ditambah dengan pemberian makanan bayi atau makanan lumat ditambah dengan sari buah karena berat badan pasien dibawah 7 gram.2. Tujuan dietMemberikan makanan tinggi energi dan tinggi protein untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan sehingga bisa mencapai status gizi normal.Memberikan suplemen untuk membantu melengkapi kekurangan zat gizi mikro yang kurang dari makanan maupun F100

3. Syarat dietTinggi EnergiTinggi ProteinCukup LemakCukup KarbohidratCukup vitamin dan mineral

B. Perhitungan Kebutuhan Zat GiziKebutuhan Cairan= 150-220 ml/kg BB/hari= 200 x 6.9 kg= 1380 ml

Kebutuhan Energi= 150-220 kal/kg BB/hari= 200 x 6.9 kg= 1380 kalori

Kebutuhan Protein= 4 - 6 gr/kg BB/hari= 6 x 6.9= 41.1 gr

% Protein= x 100%= 11,9 %

Kebutuhan F100Jenis Susu : Bebelac 3Energi per 45 gr : 190 kalEnergi per 100 gr : 422.2 kalProtein per 45 gr : 7 grProtein per 100 gr : 15.5 gr

Nama BahanJumlah Bahan MakananEnergi (kalori)Protein (gr)

Tepung Susu Bebelac 3 x 100 =180 gr

Gula Pasir5 30 % x 1035 = 51.75 kal

Minyak Kelapa Sawit1035 (761.1 + 51.75) = 222.15 kal

Mineral Mix

AirCairan + 1035 cc

C. Pemberian Makan Sehari

75% dari energi sehari digunakan untuk F100= = 1035 kal

25% dari energi sehari digunakan untuk F100= = 345 kal

BAB IIITinjauan Pustaka

Gizi adalah suatuprosesorganismemenggunakanmakananyang dikonsumsi secara normal melalui prosesdigesti,absorpsi, transportasi,penyimpanan, metabolisme, danpengeluaranzat zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ organserta menghasilkan energi. Akibatkekurangangizi,makasimpananzatgizipadatubuh digunakan untuk memenuhi kebutuhan apabila keadaan iniberlangsunglamamakasimpananzat gizi akan habis dan akhirnya terjadi kemerosotanjaringan.Pada saatiniorang bisadikatakanmalnutrisi. KEP seseorang yang gizi buruk disebakan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalammakanan sehari hari. Pada umumnya penderita KEP berasal dari keluargayangberpenghasilan rendah, tanda tandaklinisgizi burukdapatmenjadi i ndicatoryangsangatpentinguntukmengetahuiseseorang menderita gizi buruk. Kebutuhan tubuh akan zat gizi ditentukan oleh banyak factor.Data komposisi zat gizibahanmakananyangberhubungandengan berbagai proses pengolahan belum cukup tersedia, pemeriksaanzat gizi spesifik bertujuan untukmenilaistatusgizi. Zatgizi yangterdapat pada Angka KecukupanGizi( AKG )hanyalah giziyangpentingyaituenergi,protein,vit A,C,B 12, Tiamin, Riboflavin, Niasin,AsamFolat,Kalsium,Fosfor, Zat Besi, Zink, dan Yodium ( Fajar, Ibnu, dkk. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC ).Adabeberapapenyakityangberhubungan dengan gizi yaitu penyakit gizi lebih ( obesitas ), gizi buruk ( malnutrisi ), metabolic bawaan, keracunanmakanan, dan lain lain. Gangguangiziburuk menggambarkan suatu keadaan pathologis yang terjadi akibat ketidaksesuaian/tidak terpenuhinya antara zat gizi yang masukkedalam tubuhdengankebutuhantubuhakanzat gizi dalam jangka waktu yang relatif lama. Ilmu gizi adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang khusus mempelajari hubungan antara makanan yang kita makandankesehatan tubuh. Hubungan antara makanan dan kesehatan tubuh sudah diketahui sejak berabad abad yang lampau.. Penyakit penyakityangtimbul akibatmakanan kurang baik seperti makananyang tidakcukupgizinyaatau kadar zatgizinyatak seimbang disebut penyakit gangguan gizi yang pertama kali dikenaladalahpenyakitskorbut /sariawan.Penemuandiniterhadap penderitamarasmusdankwashiorkor sangat penting, baik dalam usaha pencegahan terjadinyagizi buruk maupun dalam usaha menurunkan angkakematianbayi dan anak. Untuk itu, para ahli kesehatan anak di berbagai Negara telahbersepakatuntuk menemukancara yang paling mudah dan sederhana untuk mendeteksi penderita KKP sedinimungkindenganmelakukanmonitoring berat badananak melalui penimbangan secara teratursetiapbulan telah dijadikan sebagai kegiatan pokok. Usaha untuk menangani masalah gizi buruk di Indonesia telah dimulai jauh sebelum Perang Dunia Ke II, strategi yang digunakan untuk memperbaiki gizi di masyarakat berbeda beda, ada caranya masing masing. Dewasa ini gizi bukan saja dikenal akan tetapi telah menjadi bahan pembicaraan dan pembahasan di berbagailingkunganmasyarakat. Dewasa ini program perbaikangizimerupakan salahsatudari5 program pokok Dep Kes ( Panca Karsa/Karya Husada ) ( Moehji, Sjahmien. 1999. Ilmu Gizi. Jakarta : Bhratara ).Kesehatan yang baik tidak terjadi karena ada perubahan yang berupa kekurangan zat makanan tertentu ( defisiensi ) atau berlebih. Kekurangan umumnya mencakup protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Sedangkan kelebihan umumnya mencakup konsumsi lemak, protein, dan gula. Untuk mencapai kondisi anak perlu/cukup gizi harus memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan serta melakukan kegiatan yang baik seperti olah raga, dan lain lain. Konsumsi yang kurang baik kualitas dan kuantitasnya akan memberikan kondisi kesehatan gizi kurang/defisiensi. Keadaan kesehatan gizi masyarakat tergantung pada tingkat konsumsi ditentukan oleh kualitas dan kuantitas hidangan. Penyakit gizi di Indonesia terutama tergolong ke dalam kelompok penyakit defisiensi yang sering dihubungkan dengan infeksi yang bisa berhubungan dengan gangguan gizi.Defisiensi gizi merupakan awal dari gangguan system imun yang menghambat reaksi imunologis. Gangguan gizi dan infeksi sering saling bekerja sama akan memberikan prognosis yang lebih buruk. Ada berbagai zat gizi yang sangat mempengaruhi kondisi kesehatan manusia. Masalah kesehatan gizi dapa timbul dalam bentuk penyakit dengan tingkat yang tinggi (Santoso, Soegeng, Ranti, Anne Lies. 2004. Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta).Menurut Pudjiadi (2003) gizi buruk disebabkan oleh lima faktor utama yaitu :a. Faktor dietMenurut konsep klasik, yang mengandung cukup energi tetapi kurang protein akan menyebabkan anak menjadi kwashiorkor. Sedangkan diet yang kurang energi walaupun zat-zat esensialnya seimbang akam menyebabkan anak menderita marasmus.b. Faktor sosialPantangan untuk menggunakan makanan tertentu yang sudah turun-temurun dapat mempengaruhi terjadinya gizi buruk. Ada kalanya pentangan tersebut didasarkan pada keagamaan tetapi ada pula yang merupakan tradisi yang turun-temurun.c. Faktor kepadatan pendudukDalam Word Food Conference di Roma pada tahun 1974 (Pudjiadi 2003) telah dikemukakan bahwa meningkatnya penduduk secara cepat tanpa dibarengi dengan bertambahnya bahan makanan setempat yang memadai merupakan sebab utama krisis pangan. MC Laren 1982 (Pudjiadi 2003) memperkirakan bahwa marasmus terdapat dalam jumlah yang banyak jika suatu daerah terlalu padat penduduknya dengan kadar hygieneyang buruk, misalnya di kota-kota dengan kemungkinan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat, sedangkan kwasiorkor akan terdapat dalam jumlah yang sangat banyak di desa-desa dengan penduduk yang mempunyai kebiasaan untuk memberikan makanan tambahan berupa tepung, terutama pada anak-anak yang tidak dapat atau tidak cukup mendapat asi.d. Faktor infeksiTelah lama diketahui adanya interaksi sinergistis antara malnutrisi gizi. Malnutrisi walaupun masih ringan, mempunyai pengaruh negatif pada daya tahan tubuh terhadap infeksi.e. Faktor kemiskinanGizi buruk merupakan masalah-masalah negara miskin dan merupakan problema bagi golongan termiskin dalam masyarakat negara tersebut. Dalam penelitian WHO tentang malnutrition menunjukkan bahwa kemiskinan memiliki peranan yang cukup besar. Hal ini lebih banyak terjadi pada negara-negara berkembang dan terbelakang. Tidak jarang terjadi bahwa petani miskin harus menjual tanah miliknya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

BAB IVRencana Kerja

A. Menu

06.00 F10008.00 F10010.00 Mak. Lumat (Bubur Ayam kacang Tolo)12.00 F10014.00 F10016.00 Sari Buah (Sari Buah Pepaya)18.00 F10020.00 F100

B. ResepFormula 100Bahan:1. Susu Bebelac 3 180 gr2. Gula 13.13 gr3. Minyak kelapa sawit 25.4 gr4. Mineral mix 20.7 grCara Membuat:1. Campurkan susu dengan dengan gula hingga homogen dan gula menjadi halus2. Campurkan dengan minyak sedikit demi sedkit dan di aduk hingga menjadi homogen dan tercampur sempurna3. Cairkan dengan 1035 cc air4. Bagi menjadi 6 gelas, sisihkan5. Cairkan 1 sachet mineral mix dengan 20 ml air, lalu bagi 3 ml untuk satu gelas F100

Bubur Ayam Kacang ToloBahan:1. Beras 20 gr2. Daging ayam 5 gr3. Kembang kol 10 gr4. Kacang tolo 10 gr5. Minyak kelapa sawit 5 gr6. Gula 5 grCara membuat:1. Rebus beras dengan sedikit air masukan daging ayam, kembang kol, dan kacang tolo aduk hingga homogen2. Tumis sementar dengan menggunkan minyak3. Blender setelah hangat

Sari Buah PepayaBahan:1. Pepaya 100 gr2. Gula 10 gr

Cara membuat:1. Blender pepaya dan gula, sajikan

C. Perencanaan AlatNama AlatJumlah

Baskom plastik3

Piring plastik3

Panci susu1

Saringan1

Panci tim1

Sendok2

Mangkok cuping1

Gelas plastik6

Garpu2

D. Rencana KerjaJamMarizqa Serra L.Nurul Saniazizah

07.00 07.15Memeriksa alat untuk memasak dan menghidangkanMemeriksa bahan yang akan digunakan untuk memasak

07.15 07.45Mencuci beras memasaknya dan memotong k.kol juga mencuci dan memotong ayamMencampurkan susu dengan gula dan mengaduknya gingga homogen

07.45 08.15Memasukan k.kol dan daging ayam pada rebusan beras hingga halusMencampurkan minyak ke campuran susu dan gula mengaduk hingga homogen

08.15 08.30Memblender bubur dan menumis sebentar dengan minyakMelarutkan mineral mix dengan air dan mengaduknya hingga semua tercampur rata

08.30 08.45Memblender papaya dan menyajikannyaMenyeduh F100 dan encampurnya dengan mineral mix

08.45 09.00Mencuci alat masakMenyajikan masakan

09.00 - SelesaiEVALUASIEVALUASI

E. Daftar BelanjaNoNama BahanBerat BersihBerat KotorHarga SatuanHarga Total

GrURTGrURT

1Susu Bebelac180-180-Rp 219.390/1,8kgRp 21.400

2Gula50-50-Rp 12.000/kgRp 1.000

3Minyak50-50-Rp 12.000/LRp 1.000

4Beras20-20-Rp 9.500/kgRp 500

5Kembang kol10-20-Rp 3.000/bhRp 500

6Kacang Tolo10-20-Rp 2.000/onsRp 500

7Pepaya100-100-Rp 1000/ptgRp 1000

TOTALRp 29.900

BAB VEvaluasi Hasil Praktek

MENUEVALUASIPERBAIKANFOTO

KELEBIHANKEKURANGAN

F 100Rasanya enakMinyak kurang homogen-

Bubur Ayam kembang Kol-Densitas energinya hanya 0,9 padahal yang dibutuhkan untuk makanan tumbuh kembang adalah 1,5 lebih dan berat jadinya terlalu besar seharusnya hanya seitar 100 hingga 200 gr

Sari Buah Papaya---

Vitamin C dan vitamin b sudah sesuai kebutuhan juga asam folat sudah sesuaiTidak menambahkan tablet tambah darah padahal pasien mempunyai Hb dibawah normal

BAB VIPembahasan

Pada praktik materi gizi buruk, kami mendapatkan pasien dengan fase awal rehabilitas. Pasien diberikan makanan berupa formula 100 dengan 6 kali pemberian ditambah dengan makanan lembik bila berat badan dibawah 7 kg dan ditambah pula dengan sari buah diberikan 1 kali sehari.Pada pemberian formula 100 kami membuat 2 jenis formula 100 yaitu 3 dengan diseduh air dan 3 lagi dengan kering. Pada formula 100 yang diseduh dengan air formula 100 yang kami buat minyaknya tidak menyatu tetapi rasanya sudah enak. Hal yang membuat minyak tidak menyatu dengan sempurna adalah kurang lamanya mengaduk saat mencampurkan minyak dengan campuran susu dan gula.Pada formula 100 kering kami telah lama mengaduk tapi tidak bisa menjadi bentuk gel, karena perbandingan susu bubuk dengan minyak terlalu banyak susu bubuknya sehingga lebih sulit untuk menjadi bentuk gel.Pada pembuatan makanan lembik kami membuat bubur ayam kembang kol, densitas energi yang diperoleh hanya 0,9 padahal makanan lembik yang dianjurkan untuk penderita gizi buruk densitas energinya sebesar 1,5 lebih lebih baik lagi. Berat matang untuk makanan lembik pun terlalu besar seharusnya yang antara 100 sampai 200 gr, tetapi makanan lembik kami beratnya 300 gr.Pemberian tablet vitamin c dan vitamin b sudah sesuai yaitu vitamin b sebanyak 1 tablet sedangkan pada vitamin c sebanyak 2 tablet karena berat badan diatas 5 kg. Pada pemberian asam folat sudah benar yaitu sebanyak yaitu sebanyak 1 tablet. Hanya pada pemberian suplemen kami kurang memberikan tablet tambah darah padahal pasien tersebut mempunyai Hb rendah dari normal. Pemberian suplemen ini harus terus dilakukan dari waktu pasien pada masa stabilisasi hingga masuk pada fase tumbuh kejar.

DAFTAR PUSTAKA

1. Sekretariat Jenderal Depkes RI. 2002. Kemitraan Menuju Indonesia Sehat 2010, Jakarta

2. Notoatmodjo, Soekidjo 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. PT Rineka Cipta, Jakarta

3. Sampoerno. Does 1998. Paradigma Sehat dan Promosi Kesehatan di Saat Krisis. Jakarta

LAMPIRAN

Menu yang di praktikkanNama MenuBahanEnergi(kal)Protein(gr)Lemak (gr)Karbohidrat (gr)

F100 (untuk 6x pemberian)Bebelac 3 (180gr)Gula (13.3gr)Minyak (25.4 gr)103527.953.4124.70

Bubur ayam kacang toloBeras (20 gr)Kmbang.kol (10 gr)Kc.tolo (10 gr)Myk.kelapa sawit (5gr)Gula (5gr)221.694.736.2635.1

Sari pepayaPepaya (100)Gula (10gr)85.40.5021.6

Total1342.0933.1359.66181.4

Menu PerbaikanNama MenuBahanEnergi(kal)Protein(gr)Lemak (gr)Karbohidrat (gr)

F100 (untuk 6x pemberian)Bebelac 3 (180gr)Gula (13.3gr)Minyak (25.4 gr)103527.953.4124.70

Tim ayam jamur kupingBeras (10 gr)Gula aren (10gr)Ayam (5 gr)Jamur kuping (10gr)Tempe (10gr)Minyak (5 gr)228.54.812.125.12

Sari pepayaPepaya (100)Gula (10gr)85.40.5021.6

Total1348.933.265.5171.42

15