Evaluasi Kebutuhan Alat Rangga Revisi

download Evaluasi Kebutuhan Alat Rangga Revisi

of 66

  • date post

    20-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    186
  • download

    10

Embed Size (px)

Transcript of Evaluasi Kebutuhan Alat Rangga Revisi

EVALUASI KEBUTUHAN ALATTERHADAP PENGUPASAN OVER BURDENPADA TAMBANG NIKELDI PT. BINTANG DELAPAN MINERAL BLOK 5GMOROWALI, SULAWESI TENGAHTUGAS AKHIRDisusun sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana S-1 pada program studi teknik pertambangan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas TrisaktiOleh :TEUKU EKO RANGGA VIRDAUS07305032

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGANFAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN dan ENERGIUNIVERSITAS TRISAKTIJAKARTA2012BAB IPENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANGIndustri pertambangan merupakan salah satu faktor penting dalam perekonomian negara yang mempunyai resiko sangat tinggi. Oleh karena itu sangat diperlukan sistem pengoperasian peralatan yang efektif dan efisien terutama pada kegiatan produksi yang dilakukan secara konvensional pada sistem penambangan terbuka.Penambangan nikel di PT Bintang Delapan Mineral terletak dikabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. PT Bintang Delapan Mineral menerapkan sistem Tambang Terbuka (Surface Mining) dengan metode Open Pit. Kegiatan utamanya terdiri dari kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup (Top Soil), Pengupasan Over Burden serta kegiatan pemuatan dan pengangkutan ore dari lokasi penambangan ke lokasi stockpile area.Peningkatan produktivitas pengupasan Over Burden akan sangat berpengaruh besar terhadap peningkatan produksi nikel pada PT. Bintang Delapan Mineral. Makin cepat kegiatan pengupasan Over Burden, maka kegiatan selanjutnya akan semakin cepat terlaksana.Produktivitas nyata dari peralatan mekanis yang digunakan sering tidak tercapai dengan target produksi secara teoritis. Hal ini dipengaruhi oleh efesiensi kerja dan juga keserasian kerja dari peralatan mekanis yang digunakan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu diadakan evaluasi kebutuhan alat pada kegiatan pengupasan Over Burden di front penambangan blok 5G PT. Bintang Delapan Mineral.Peralatan mekanis yang digunakan untuk melakukan kegiatan pengupasan Over Burden di Blok 5G PT. Bintang Delapan adalah Excavator KOMATSU PC 400, Excavator KOMATSU PC 300, Excavator KOMATSU PC 200, ADT A40E, ADT A35E, Bulldozer D65P, Bulldozer D85E-SS.

1.2 Maksud dan Tujuan Tugas Akhir Maksud dari dilaksanakannya penelitian tugas akhir ini adalah sebagai salah satu syarat kelulusan pada program studi S-1 jurusan Teknik Pertambangan, Universitas Trisakti.Adapun tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah :1.Mengevaluasi Produksivitas alat muat dan alat angkut serta alat pendukung lainnya yang digunakan untuk pengupasan dan pemindahan over burden.2.Mengevaluasi keserasian alat muat, alat angkut serta alat pendukung lainnya.3.Merekomendasikan penggunaan alat muat, alat angkut serta alat pendukung lainnya yang efektif dan efisien.1.3 BATASAN MASALAH1. Penelitian ini dilakukan di site PT. Bintang Delapan Mineral Blok 5G Morowali, Sulawesi Tengah.2.Alat yang dievaluasi hanya EXCAVATOR, ADT, BULLDOZER yang berhubungan dengan pengupasan Over Burden3.Penelitian ini tidak mengkaji nilai ekonomi.1.4 Waktu dan LokasiWaktu pelaksanaan Tugas Akhir (TA) selama dua bulan. Mulai tanggal 19 Maret 2012 sampai 17 Mei 2012. Tugas Akhir (TA) dilaksanakan di PT. Bintang Delapan Mineral site 5G Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

NOJenis KegiatanMinggu

12345678

1Study Pustaka

2Orientas Lapangan

3Pengambilan Data

4Pengolahan Data

5Analisa Data

6Pembuatan Laporan

1.5 Metode PenelitianUntuk mencari pemecahan masalah maka perlu dilakukan metode penelitian terhadap kerja alat mekanis tersebut. Adapun metode penelitan yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan dalam tugas akhir ini adalah :1. Studi LiteraturDilakukan dengan cara mencari dan mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan penelitian, antara lain berasal dari materi kuliah dan buku referensi. Data ini antara lain berupa metode operasi, jenis material, target produksi, jumlah dan spesifikasi alat.2. Pengamatan langsung di LapanganPengamatan dilapangan dimaksudkan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah, yaitu : Waktu edar dari suatu alat muat dan alat angkut. Kapasitas alat muat. Kapasitas alat angkut. Kapasitas Bulldozer3. Metode Wawancara (Interview)Metode ini dilakukan dengan cara tanya jawab dengan karyawan yang ada di lokasi kerja PT. Bintang Delapan Mineral.4. Pengolahan DataPengolahan data di lakukan dengan cara perhitungan match factor antara alat muat dan alat angkut.5. Evaluasi Hasil Pengolahan DataMengevaluasi data hasil pengolahan untuk mengambil kesimpulan.

BAB IITINJAUAN UMUM

PT. Bintang Delapan Mineral adalah perusahaan yang bergerak dibidang Energi dan Pertambangan. Saat ini PT. Bintang Delapan Mineral memiliki beberapa site pertambangan. Dimana dalam site tersebut terbagi oleh blok-blok, namun hanya 2 blok yang sudah memulai aktivitas penambangan. PT. Bintang Delapan Mineral berlokasi di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan-kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh PT. Bintang Delapan Mineral dimulai dari Land Clearing, Pengupasan Tanah Pucuk (Top Soil), Pengupasan Tanah Penutup (Over Burden), Pemuatan dan Pengangkutan Tanah Penutup (Over Burden), Pengupasan Ore, pemuatan dan pengangkutan ore. PT. Bintang Delapan Mineral juga bekerja sama dengan sebuah kontraktor, namun segala hal mengenai kegiatan penambangan yang dilaksanakan oleh kontraktor SMI (Sulawesi Mining Investmen) harus sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh PT. Bintang Delapan Mineral selaku pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP). Kegiatan aktivitas penambangan di PT. Bintang Delapan Mineral Site Morowali ini sudah mulai dilaksanakan sekitar tahun 2007 dan mulai berproduksi sektar tahun 2010.2.1Lokasi dan Kesampaian DaerahPT. Bintang Delapan Mineral merupakan perusahaan pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang bergerak dibidang Energi dan Mineral. Lokasi pertambangan PT. Bintang Delapan Mineral terletak di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan luas IUP yang dimiliki oleh PT. Bintang Delapan Mineral sebesar 40000ha.Lokasi pertambangan PT. Bintang Delapan Mineral berada sekitar 300 km dari kota kendari dan dapat ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang dari Jakarta menuju Kendari. Setelah itu,perjalanan menuju site yang terletak di desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat maupun speedboat. Jalan transportasi darat yang rusak dan mengkhawatrkan membuat jarak dan waktu tempuh semakin bertambah jika melewati jalan darat. Waktu tempuh jika menggunakan speedboat hanya sekitar 3jam perjalanan, namun jika melewati jalan darat dengan menggunakan kendaraan roda empat waktu tempuh sampai ketempat tujuan sekitar 8jam.

2.2Iklim dan CuacaDaerah penambangan di Indonesia memiliki iklim tropis dengan temperature udara berkisara antara 23C-33C dan memiliki 2 musim yaitu hujan dan juga panas. Yaitu musim hujan terjadi antara bulan Oktober hingga april dan musim kemarau antara April hingga oktober. Pembagaian musim diatas tidak bersifat tetap, dikarenakan pemanasan global membuat musim cenderung bergeser.2.3Keadaan geologi2.4Kegiatan PenambanganKegiatan penambangan di PT. Bintang Delapan Mineral site Morowali dilakukan dengan metode tambang terbuka (surface mining). Kegiatan-kegiatan penambangannya meliputi pembersihan lahan atau yang biasa disebut Land Clearing, pengupasan tanah pucuk, penggalian lapisan tanah (OB), pemuatan dan pengangkutan ore menuju stockpile yang selanjutnya diangkut dan dimuat keatas kapal tongkang untuk dipasarkan.

Land Clearing (pembukaan dan pembersihan lahan)

Pengupasan tanah pucuk (top soil)

Pemuatan dan pengangkutan (Over Burden)

Pengupasan Over Burden

Penggalian, pemuatan dan pengangkutan Ore

Disposal Area

Stockpile

2.4.1Pembersihan Lahan (Land Clearing)Pembersihan lahan adalah kegiatan pembersihan tempat kerja dari tumbuhan baik itu semak belukar, pepohonan dan tumbuhan lain yang mengganggu proses penambangan pada lokasi yang lahannya akan di pergunakan untuk aktivitas penambangan. Pembersihan lahan dilakukan secara bertahap sesuai yang telah direncanakan. Pembersihan lahan akan dilakukan pertama kali ditempat yang akan di tambang. Kegiatan pembersihan lahan pada PT. Bintang Delapan Mineral dilakukan dengan menggunakan Bulldozer D85SS-E.

2.4.2Pengupasan Tanah Pucuk (Top Soil)Pengupasan Tanah pucuk adalah proses pengupasan lapisan tanah yang masih bisa dipergunakan kembali, proses ini dilakukan setelah proses pembersihan lahan (Land Clearing). Berbeda dengan tanah penutup, Top Soil dapat digunakan untuk proses reklamasi pada lahan yang telah selesai di tambang. Oleh karena itu, tanah pucuk yang telah di kupas harus di simpan terpisah dengan tanah penutup. Pembongkaran dan pemuatan tanah pucuk dilakukan oleh alat Excavator KOMATSU PC 200 dan dibantu oleh Bulldozer D85SS-E.2.4.3Pengupasan Tanah Penutup (Over Burden)Proses pengupasan tanah penutup (Over Burden) adalah proses pelepasan lapisan tanah penutup atau pun batuan induk yang menutupi Ore. Hasil dari pengupasan tanah penutup selanjutnya dimuat dan diangkut menuju disposal. Setalah sampai di disposal, tanah penutup kemudian ditimbun hingga biasanya menyerupai bukit. Tanah penutup tidak boleh disatukan dengan tanah pucuk karena itu akan sangat merugikan, karena tanah pucuk masih bisa dipergunakan lagi. Jarak dari loading point menuju tempat pembuangan tanah penutup (Over Burden) sekitar 400 meter. Pengupasan dilakukan oleh Excavator Komatsu PC 200, Komatsu PC 300 dan Komatsu PC 400 serta dibantu oleh Bulldozer D65P dan juga D85E-SS

2.5.4Pemuatan dan pengangkutan Over BurdenProses pemuatan dan pengangkutan Over Burden dilakukan setelah dilakukan proses pengupasan Over Burden. Proses pemuatan dan pengangkutan Over Burden dilakukan dengan menggunakan Excavator Komatsu PC