Evaaluasi Kep

of 17 /17
EVALUASI DALAM EVALUASI DALAM ASUHAN KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN By By Agung Riyadi S.Kep. Ns. Agung Riyadi S.Kep. Ns. M.Kes M.Kes

Embed Size (px)

description

evaluasi

Transcript of Evaaluasi Kep

  • EVALUASI DALAM ASUHAN KEPERAWATAN By Agung Riyadi S.Kep. Ns. M.Kes

  • EVALUASIMenurut Craven dan Hirnle (2000) Evaluasi : Keputusan dari efektifitas asuhan keperawatan antara tujuan keperawatan klien yang telah ditetapkan dengan respon prilaku klien yang tampil.Evaluasi : Kegiatan dalam menilai tindakan keperawatan yang telah ditentukan, untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan klien secara optimal dan mengukur hasil dari proses keperawatan

  • EvaluasiTahap evaluasi merupakan perbandingan yang sistematik dan terencana tentang kesehatan klien dengan tujuan yang telah ditetapkan, dilakukan berkesinambungan dengan melibatkan klien dan tenaga kesehatan lainnyaMeskipun proses keperawatan mempunyai tahap-tahap, namun evaluasi berlangsung terus menerus sepanjang pelaksanaan proses keperawatan (Alfaro-LeFevre, 1998).

  • Tujuan evaluasi Keperawatan1) Menentukan perkembangan kesehatan klien.2) Menilai efektifitas, efisiensi, dan produktifitas dari tindakan keperawatan yang telah diberikan.3)Menilai pelaksanaan asuhan keperawatan.4) Mendapatkan umpan balik.5) Sebagai tanggungjawab dan tanggunggugat dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan.

  • Perawat menggunakan berbagai kemampuan dalam memutuskan efektif atau tidaknya pelayanan keperawatan yang diberikan. Perawat harus mempunyai : 1. Pengetahuan tentang standar pelayanan.2. Respon klien yang normal3. Konsep model teori keperawatan.

  • Kegiatan Perawat dalam evaluasi1) Mengkaji ulang tujuan klien dan kriteria hasil yang telah ditetapkan. 2) Mengumpulkan data yang berhubungan dengan hasil yang diharapkan. 3) Mengukur pencapaian tujuan. 4) Mencatat keputusan atau hasil pengukuran pencapaian tujuan. 5) Melakukan revisi atau modifikasi terhadap rencana keperawatan bila perlu

  • MENGUKUR PENCAPAIAN TUJUAN1) Kognitif : meliputi pengetahuan klien terhadap penyakitnya, mengontrol gejala, pengobatan, diet, aktifitas, persediaan alat, resiko komplikasi, gejala yang harus dilaporkan, pencegahan, pengukuran dan lainnya. Interview : recall knowledge (mengingat), komprehensif (menyatakan informasi dengan kata-kata klien sendiri), dan aplikasi fakta (menanyakan tindakan apa yang akan klien ambil terait dengan status kesehatannya)Kertas dan pensil2) Affektif : meliputi tukar-menukar perasaan, cemas yang berurang, kemauan berkomunikasi, dsb. Observasi secara langsungFeedback dari staf esehatan yang lainnya3) Psikomotor : observasi secara langsung apa yang telah dilakukan oleh klien, 4) Perubahan fungsi tubuh dan gejala

  • Ziegler, Voughan Wrobel, & Erlen (1986, dalam Craven & Hirnle, 2000), Evaluasi terbagi menjadi tiga jenis : 1) Evaluasi struktur. Difokuskan pada kelengkapan tata cara atau keadaan sekeliling tempat pelayanan keperawatan diberikan. Aspek lingkungan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi dalam pemberian pelayanan. Persediaan perlengkapan, fasilitas fisik, ratio perawat-klien, dukungan administrasi, pemeliharaan dan pengembangan kompetensi staf keperawatan dalam area yang diinginkan.

  • 2) Evaluasi proses Berfokus pada penampilan kerja perawat dan apakah perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan merasa cocok, tanpa tekanan, dan sesuai wewenang. Area yang menjadi perhatian pada evaluasi proses mencakup jenis informasi yang didapat pada saat wawancara dan pemeriksaan fisik, validasi dari perumusan diagnosa keperawatan, dan kemampuan tehnikal perawat.

  • 3) Evaluasi hasil. Evaluasi hasil berfokus pada respons dan fungsi klien. Respons prilaku klien merupakan pengaruh dari intervensi keperawatan dan akan terlihat pada pencapaian tujuan dan kriteria hasil.

  • Ukuran pencapaian tujuan pada tahap evaluasi meliputi:1) Masalah teratasi; jika klien menunjukkan perubahan sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditetapkan.2) Masalah sebagian teratasi;jika klien menunjukkan perubahan sebahagian dari kriteria hasil yang telah ditetapkan.3) Masalah tidak teratasi; jika klien tidak menunjukkan perubahan dan kemajuan sama sekali yang sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditetapkan dan atau bahkan timbul masalah/ diagnosa keperawatan baru.

  • Evaluasi Formatif dan sumatifevaluasi formatif yang menjelaskan respon cepat klien terhadap intervensi keperawatan atau prosedur. Contohnya mengantuk setelah minum obatevaluasi sumatif ketika klien dipindahkan ke vasilitas lain atau dipulangkan contoh :Klien dapat berjalan 200 kaki tanpa alat bantu dan dapat naik turun tangga tanpa bantuan.

  • Evaluasi Formatif

    Tgl Dx / Implementasi Evaluasi TT

    24 april 2015R ;R :

    R :

  • Evaluasi SumatifEvaluasi Model : SOAP S adalah data Subjektif, O adalah data objektif, A adalah analysis / assessment P adalah planning Evaluasi ini dilaksanakan pada akhir tindakan keperawatan secara paripurna.

  • Implementasi dan Evaluasi

    Tgl Dx / Implementasi Evaluasi TTSOAP

  • Contoh SOAP S = Napas saya sesak, Mengatakan terasa sakit saat bernapas. O = RR = 26 x/mnt, dangkal, bunyi crakle di lobus kanan bawahA = Masalah teratasi sebagianP = Ajarkan klien batuk efektif, sediakan humidiifer, tingkatkan cairan s.d. 3 lt, kolaborasi terapy dada.

  • Thanks