ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA...

of 27 /27
ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIAN PROGRAM STUDI FARMASI UNIVERSITAS GUNADARMA

Transcript of ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA...

Page 1: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

ETIKA

DAN

PROFESIONALISME

TENAGA KEFARMASIANPROGRAM STUDI FARMASI UNIVERSITAS GUNADARMA

Page 2: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

• Etika adalah pandangan manusia dalamberperilaku menurut ukuran dan nilaiyang baik.

• Etika adalah teori tentang tingkah lakuperbuatan manusia dipandang dari segibaik dan buruk, sejauh yang dapatditentukan oleh akal.

• Etika adalah cabang filsafat yangberbicara mengenai nilai dan normamoral yang menentukan perilakumanusia dalam hidupnya.

ETIKA

KarakterWatak kesusilaan

Adat Istiadatkebiasaan

ETHOS

Etika adalah refleksi dari apa yangdisebut dengan self control, karenasegala sesuatunya dibuat danditerapkan dari dan untukkepentingan kelompok profesi itusendiri

Page 3: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

ETIKA

Nilai-nilai

Tata Cara HidupYang Baik

Aturan HidupYang Baik

Segala Kebiasaan Yang Dianut Dan Diwariskan Dari

Generasi Ke Generasi

Page 4: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

ETIKA MORAL

1. Menyangkut PERBUATAN manusia2. Menunjukkan cara yang tepat artinya

cara yang diharapkan serta ditentukandalam sebuah kalangan tertentu.

3. Hanya berlaku untuk PERGAULAN4. Bersifat RELATIF

Yang dianggap tidak sopan dalamsebuah kebudayaan, dapat sajadianggap sopan dalam kebudayaan lain

1. Tidak terbatas pada cara melakukansebuah perbuatan, moral memberiNORMA TENTANG PERBUATAN itusendiri

2. Menyangkut masalah apakah sebuahperbuatan boleh dilakukan atau tidakboleh dilakukan

3. Selalu BERLAKU WALAUPUN TIDAK ADA ORANG LAIN

4. Bersifat ABSOLUT Perintah seperti “jangan berbohong”, “jangan mencuri” merupakan prinsipmoral yang tidak dapat ditawar-tawar

Page 5: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

ETIKA HUKUM

1. Berlaku untuk lingkungan kelompok/profesi

2. Disusun berdasarkan kesepakatan anggotakelompok/profesi

3. Tidak seluruhnya tertulis dengan pasal-pasal

4. Sanksi terhadap pelanggaran berupatuntunan dan sanksi organisasi

5. Pelanggaran diselesaikan oleh Majelis Etika(MPEAD dan MPEA)

6. Penyelesaian pelanggaran seringkali tidakdiperlukan/disertai bukti fisik

1. Berlaku untuk umum2. Disusun oleh badan pemerintah3. Tercantum secara rinci di dalam kitab UU

dengan pasal-pasal, termasuk sanksiterhadap pelanggaran

4. Sanksi terhadap pelanggaran berupatuntutan, baik perdata maupun pidana

5. Pelanggaran diselesaikan melaluipengadilan atau sanksi administrasi

6. Penyelesaian pelanggaran memerlukanbukti fisik

Menghendaki agar manusia melakukan perbuatan yang baik dan benar

Ditujukan kepada sikap batin manusia, dansanksinya dari kelompok masyarakat profesi itu

sendiri

Ditujukan pada sikap lahir manusia, membebani manusiadengan hak dan kewajiban, bersifat memaksa, sanksinya tegas

dan konkret yang dilaksanakan melalui wewenangpenguasa/pemerintah

Page 6: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

ETIKA NORMA

1. Mengarahkan perkembangan masyarakat menujusuasana yang harmonis, tertib, teratur, damai dansejahtera

2. Mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalammengambil keputusan secara otonom Etika Norma

Nilai dan norma moral yangmenentukan perilaku manusiadalam hidupnya

Pedoman, ukuran, kriteria,atau ketentuan yang mengaturtingkah laku manusia dalammasyarakat berdasarkannilai-nilai tertentu

TUJUAN

Page 7: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

Macam-macam Norma1. NORMA KHUSUS adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan

tertentu atau khususC/ aturan olahraga, aturan kuliah, dll

2. NORMA UMUM adalah aturan yang bersifat umum dan universalC/ Norma sopan santun, Norma hukum , Norma moral

a. NORMA SOPAN SANTUN : Mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah manusiaC/ mengatur perilaku pergaulan, bertamu, minum,makan, berpakaian, dll.

b. NORMA HUKUM : merupakan norma yang biasanya dimodifikasikan dalambentuk aturan tertulis sebagai pegangan bagi masyarakat untuk berperilaku yangbaik maupun sebagai pedoman untuk menjatuhkan hukuman bagi pelanggarnyaC/ UUD 1945, PP, Tap MPR, Keppres, KUHP, dll.

c. NORMA MORAL: Norma yang bersumber dari hati nurani (conscience), menjaditolak ukur yang dipakai oleh masyarakat dalam menentukan baik buruknyatindakan manusia sebagai anggota masyarakat atau sebagai orang dengan jabatanatau profesi tertentu

Page 8: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

PEKERJAAN PROFESI

Kodrat manusia untuk bertahan hidup dengan melakukan suatu AKTIVITAS gunaMEMENUHI KEBUTUHAN HIDUPNYA

PROFESI

PEKERJAAN

PEKERJAAN yang dilakukansebagai nafkah hidupdengan mengandalkanKEAHLIAN DAN KETERAMPILAN yang tinggidan dengan melibatkankomitmen pribadi (MORAL) yang mendalam

PROFESIONALOrang yang memerlukankeahlian khusus untukmelakukan suatu pekerjaan

PROFESIONALISMESuatu komitmen dari para anggotasuatu profesi untuk dapatmeningkatkan kemampuannyadengan secara terus menerus atauberkelanjutan

Page 9: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

Profesi dituntut ketekunan, keuletan, disiplin, komitmen dan irama kerja yang pasti, karenapekerjaan ini melibatkan secara langsung pihak-pihak lain. Professional mempunyai:1. Disiplin kerja yang tinggi yang muncul dari

dalam dirinya sendiri2. Tidak karena orang lain3. Integritas pribadi yang tinggi dan mendalam4. Tahu menjaga nama baiknya5. Komitmen moralnya6. Tuntutan profesi serta nilai dan cita-cita yang

diperjuangkan oleh profesinya

Ciri – ciri Profesi:a. Adanya keahlian dan keterampilan

khusus yang diatur dalam aturan yang disebut Dengan kode etik

b. Adanya komitmen moral yang tinggic. Orang yang profesional, hidup dari

profesinya membentuk identitas dariorang tersebut

d. Pengabdian kepada masyarakate. Ada izin khusus untuk menjalankan

profesi tersebutf. Para profesional biasanya menjadi

anggota dari suatu Organisasi Profesi

Page 10: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

ETIKA PROFESI

Menurut keiser merupakan suatu sikap

hidup berupa keadilan untuk dapat

memberikan pelayanan yang

professional terhadap masyarakat

dengan penuh ketertiban serta keahlian

ialah sebagai pelayanan didalam rangka

melaksanakan suatu tugas yang

berupakan kewajiban terhadap

masyarakat

(suhrawardi lubis, 1994:6-7)

Page 11: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

KODE ETIK

FUNGSI KODE ETIK1. Memberikan arahan bagi suatu pekerjaan

profesi2. Menjamin mutu moralitas profesi di mata

masyarakat

TUNTUTAN BAGI ANGGOTA PROFESI: 1. Keharusan menjalankan profesinya secara

bertanggung jawab2. Keharusan untuk tidak melanggar hak-hak

orang lain

KODE ETIK HARUS DISOSIALISASIKANkarena:1. Sarana kontrol social2. Mencegah campur tangan yang

dilakukan oleh pihak luar yangbukan kalangan profesi

3. Mengembangkan petunjuk bakudari kehendak manusia yang lebihtinggi berdasarkan

4. Moral

TUJUAN KODE ETIKSupaya dapat professional memberikanjasa sebaik-baiknya kepada pemakai ataujuga customernya. Dengan adanya kodeetik tersebut akan dapat melindungiperbuatan yang tidak professional

Perbuatan Apa Yang Benar / Salah, Perbuatan Apa Yang Harus Dilakukan Serta Juga Apa Yang Harus Dihindari

Page 12: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

TUJUAN KODE ETIKa. Melindungi anggota organisasi untuk menghadapi persaingan pekerjaan

profesi yang tidak jujur dan untuk mengembangkan tugas profesi sesuaidengan kepentingan masyarakat

b. Menjalin hubungan bagi anggota profesi satu sama lain dan menjaganama baik profesi kualifikasi

c. Merangsang pengembangan profesi pendidikan yang memadaid. Mencerminkan hubungan antara pekerjaan profesi dengan pelayanan

masyarakat dan kesejahteraan sociale. Mengurangi kesalahpahaman dan konflik baik dari antar anggota

maupun dengan masyarakat umumf. Membentuk ikatan yang kuat bagi sesama anggota dan melindungi

profesi terhadap pemberlakuan norma hukum yang bersifat imperatifsebelum disesuaikan dengan saluran norma moral profesi.

Page 13: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

KODE ETIKPROFESI

Suatu sistem norma, nilaiserta aturan professsionaltertulis yang dengan secarategas menyatakan apa yangbenar serta baik, dan jugaapa yang tidak benar sertatidak baik bagi professional

Page 14: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

PEKERJAAN KEFARMASIAN

PROFESI

Pekerjaan Kefarmasian membutuhkan tingkat keahlian dan

kewenenangan yang didasari oleh suatu standar kompetensi, dan

etika profesional farmasi tidak hanya mendorong/meningkatkan

kinerja bagi tenaga farmasi, tetapi juga akan memberikan

peningkatkan kontribusi fungsional /peranan farmasi bagi

masyarakat.

Page 15: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

a. Kewajiban Terhadap Profesi

b. Kewajiban Ahli Farmasi Terhadap Teman Sejawat

c. Kewajiban Terhadap Pasien/Pemakai Jasa

d. Kewajiban Terhadap Masyarakat

e. Kewajiban Ahli Farmasi Indonesia Thd Profesi Kesehatan Lainnya

KODE ETIKTENAGA TEKNIS KEFARMASIAN

Page 16: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

Kewajiban Terhadap Profesi

1. Seorang Asisten Apoteker harus menjunjung tinggi serta memelihara martabat,

kehormatan profesi, menjaga integritas dan kejujuran serta dapat dipercaya

2. Seorang Asisten Apoteker berkewajiban untuk meningkatkan keahlian dan

pengetahuan sesuai dengan perkembangan teknologi

3. Seorang tenaga teknis kefarmasian senantiasa harus melakukan pekerjaan

profesinya sesuai dengan standar operasional prosedur, standar profesi yang

berlaku dan kode etik profesi

4. Serorang tenaga teknis kefarmasian senantiasa harus menjaga profesionalisme

dalam memenuhi panggilan tugas dan kewajiban profesi

Page 17: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

Kewajiban Ahli Farmasi Terhadap Teman Sejawat

1. Seorang Ahli Farmasi Indonesia memandang teman sejawat sebagaimana

dirinya dalam memberikan penghargaan

2. Seorang Ahli Farmasi Indonesia senantiasa menghindari perbuatan yang

merugikan teman sejawat secara material maupun moral

3. Seorang Ahli Farmasi Indonesia senantiasa meningkatkan kerjasama dan

memupuk keutuhan martabat jabatan kefarmasiaqn,mempertebal rasa

saling percaya didalam menunaikan tugas

Page 18: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

Kewajiban Terhadap Pasien/Pemakai Jasa

1. Seorang tenaga teknis kefarmasian harus bertanggung jawab dan menjaga

kemampuannya dalam memberikan pelayanan kepada pasien/pemakai jasa

secara professional

2. Seorang tenaga teknis kefarmasian harus menjaga rahasia kedokteran dan

rahasia kefarmasian, serta hanya memberikan kepada pihak yang berhak

3. Seorang tenaga teknis kefarmasian harus berkonsultasi/merujuk kepada

teman sejawat atau teman sejawat profesi lain untuk mendapatkan hasil

yang akurat atau baik.

Page 19: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

1. Seorang ahli Farmasi harus mampu sebagi suri teladan ditengah-tengah masyarakat

2. Seorang ahli Farmasi Indonesia dalam pengabdian profesinya memberikan semaksimal mungkin

pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki

3. Seorang ahli Farmasi Indonesia harus selalu aktif mengikuti perkembangan peraturan perundang-

undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang Farmasi

4. Seorang ahli Farmasi Indonesia harus selalu melibatkan diri dalam usaha – usaha pembangunan nasional

khususnya dibidang kesehatan

5. Seorang ahli Farmasi harus mampu sebagai pusat informasi sesuai bidang profesinya kepada masyarakat

dalam pelayanan kesehatan

6. Seorang ahli Farmasi Indonesia harus menghindarkan diri dari usaha- usaha yang mementingkan diri

sendiri serta bertentangan dengan jabatan Farmasian.

Kewajiban Terhadap Masyarakat

Page 20: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

1. Seorang Ahli Farmasi Indonesia senantiasa harus menjalin kerjasama yang

baik, saling percaya, menghargai dan menghormati terhadap profesi

kesehatan lainnya

2. Seorang Ahli Farmasi Indonesia harus mampu menghindarkan diri terhadap

perbuatan perbuatan yang dapat merugikan,menghilangkan kepercayaan,

penghargaan masyarakat terhadap profesi kesehatan lainnya

Kewajiban Ahli Farmasi Indonesia Thd Profesi Kesehatan Lainnya

Page 21: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

1. Bahwa saya, sebagai tenaga teknis kefarmasian, akan melaksanakan tugassaya sebaik-baiknya, menurut undang – undang yang berlaku, dengan penuhtanggung jawab dan kesungguhan.

2. Bahwa saya, sebagai sebagai tenaga teknis kefarmasian, dalam melaksanakantugas atas dasar kemanusiaan, tidak akan membeda-bedakan pangkat,kedudukan, keturunan, golongan, bangsa dan agama.

3. Bahwa saya, sebagai tenaga teknis kefarmasian, dalam melaksanakan tugas,akan membina kerja sama, keutuhan dan kesetiakawanan, dengan temansejawat.

4. Bahwa saya, sebagai tenaga teknis kefarmasian, tidak akan menceritakankepada siapapun, segala rahasia yang berhubungan dengan tugas saya,kecuali jika diminta oleh pengadilan, untuk keperluan kesaksian.

SUMPAHTENAGA TEKNIS KEFARMASIAN

Page 22: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

KODE ETIK APOTEKERBAB I - Kewajiban Umum

1. Seorang Apoteker harus menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan Sumpah /

Janji Apoteker

2. Seorang Apoteker harus berusaha dengan sungguh-sungguh menghayati dan

mengamalkan Kode Etik Apoteker Indonesia

3. Seorang Apoteker harus senantiasa menjalankan profesinya sesuai kompetensi Apoteker

Indonesia serta selalu mengutamakan dan berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan

dalam melaksanakan kewajibannya.

4. Seorang Apoteker harus selalu aktif mengikuti perkembangan di bidang kesehatan pada

umumnya dan di bidang farmasi pada khususnya

5. Di dalam menjalankan tugasnya Seorang Apoteker harus menjauhkan diri dari usaha

mencari keuntungan diri semata yang bertentangan dengan martabat dan tradisi luhur

jabatan kefarmasian

6. Seorang Apoteker harus berbudi luhur dan menjadi contoh yang baik bagi orang lain

7. Seorang Apoteker harus menjadi sumber informasi sesuai dengan profesinya

8. Seorang Apoteker harus aktif mengikuti perkembangan peraturan perundang-undangan di

bidang kesehatan pada umumnya dan di bidang farmasi pada khususnya

Page 23: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

BAB II - Kewajiban Apoteker Terhadap Pasien

9. Seorang Apoteker dalam melakukan praktik kefarmasian harus mengutamakan

kepentingan masyarakat. menghormati hak azasi pasien dan melindungi makhlukhidup insani

BAB III - Kewajiban Apoteker Terhadap Pasien

10.Seorang Apoteker harus memperlakukan teman Sejawatnya sebagaimana ia

sendiri ingin diperlakukan

11.Sesama Apoteker harus selalu saling mengingatkan dan saling menasehati

untuk mematuhi ketentuan-ketentuan kode Etik

12.Seorang Apoteker harus mempergunakan setiap

kesempatan untuk meningkatkan kerjasama yang baik sesama Apoteker di

dalam memelihara keluhuran martabat jabatan

kefarmasian, serta mempertebal rasa saling mempercayai di dalammenunaikan tugasnya

Page 24: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

BAB IV - Kewajiban Apoteker Terhadap Sejawat Petugas Kesehatan Lain

13.Seorang Apoteker harus mempergunakan setiap kesempatan untuk

membangun dan meningkatkan hubungan profesi, saling mempercayai,

menghargai dan menghormati sejawat petugas kesehatan lain

14.Seorang Apoteker hendaknya menjauhkan diri dari tindakan atau perbuatan

yang dapat mengakibatkan berkurangnya atau hilangnya kepercayaanmasyarakat kepada sejawat petugas kesehatan lain

BAB V - PENUTUP

15.Seorang Apoteker bersungguh-

sungguh menghayati dan mengamalkan kode etik Apoteker Indonesia dalammenjalankan tugas kefarmasiannya sehari-hari

Page 25: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

SUMPAH APOTEKER

SAYA BERSUMPAH / BERJANJI AKAN MEMBAKTIKAN HIDUP SAYA GUNA KEPENTINGAN

PERIKEMANUASIAAN TERUTAMA DALAM BIDANG KESEHATAN

SAYA AKAN MERAHASIAKAN SEGALA SESUATU YANG SAYA KETAHUI KARENA

PEKERJAAN SAYA DAN KEILMUAN SAYA SEBAGAI APOTEKER

SEKALIPUN DIANCAM, SAYA TIDAK AKAN MEMPERGUNAKAN PENGETAHUAN

KEFARMASIAN SAYA UNTUK SESUATU YANG BERTENTANGAN DENGAN HUKUM

PERIKEMANUSIAAN

SEKALIPUN DIANCAM, SAYA TIDAK AKAN MEMPERGUNAKAN PENGETAHUAN

KEFARMASIAN SAYA UNTUK SESUATU YANG BERTENTANGAN DENGAN HUKUM

PERIKEMANUSIAAN

SAYA AKAN MENJALANKAN TUGAS SAYA DENGAN SEBAIK - BAIKNYA SESUAI

DENGAN MARTABAT DAN TRADISI LUHUR JABATAN KEFARMASIAN

DALAM MENUNAIKAN KEWAJIBAN SAYA, SAYA AKAN BERIKHTIAR DENGAN

SUNGGUH - SUNGGUH SUPAYA TIDAK TERPENGARUH OLEH PERTIMBANGAN

KEAGAMAAN, KEBANGSAAN, KESUKUAN, KEPARTAIAN, ATAU KEDUDUKAN SOSIAL

Page 26: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang

Kekuatan : a. Kecenderungan Mayoritas Wanitab. Basic Knowledge Yang Dapat

Diandalkanc. Regulasi Yang Menyangkut Profesi

Farmasid. Trend Masyarakat Membuka Apoteke. Tawaran Pendidikan Lanjut Kelemahan

1. Kepercayaan Diri Yang Rendah. 2. Basic Knowledge Yang Berkaki Dua3. Desakan Kebutuhan Hidup4. Kesadaran Profesional Yang Rendah5. Egoisme Dalam Kebersamaan Berprofesi6. Regulasi Yang Kontradiktif Dengan Profesi

PROFESI FARMASI DI MASYARAKAT SWOT ANALYSIS

Peluang1. Pelayanan Asuhan Kefarmasian Yang Terus

Berkembang2. Lingkup Bidang Pelayanan Obat Yang Masih

Luas3. Harapan Masyarakat Yang Tetap Tinggi

Hambatan1. Arus Globalisasi2. Sistem Birokrasi Yang Ada 3. Pandangan Sebelah Mata Profesi Lain 4. Semangat Negatif Anggota Profesi

Page 27: ETIKA DAN PROFESIONALISME TENAGA KEFARMASIANekapebi.staff.gunadarma.ac.id/.../PIF+ETIKA+FARMASI.pdf · undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang