Epaper Edisi 70

download Epaper Edisi 70

of 16

  • date post

    15-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    275
  • download

    14

Embed Size (px)

description

PAB Indonesia edisi Cetak 70

Transcript of Epaper Edisi 70

  • CMYK

    CMYK

    Edisi: 70/Minggu II Desember 2012, Harga: Rp 5000d/h Pemberitaan Angkatan Bersenjata

    Baca Hal ...3 Baca Hal ...1a

    Pengusaha Siap PTUN-kan Pemerintah

    Belum Disahkan, PengusahaRamai-ramai Tolak UMK

    Baca Hal ...8

    Devisa Sumut2013 MasihRawan

    Sebanyak 147Prajurit Pulangke Tanah Air

    Kapolri Hormati Upaya KPK

    Irjen Djoko Ditahandi Domain Militer

    JAKARTA - Komisi Pember-antasan Korupsi (KPK) resmimenahan mantan KakorlantasPolri Irjen Djoko Susilo di Ru-tan Guntur Manggarai, JakartaSelatan sejak Senin, (3/12/2012)malam. Penahanan Djoko diRutan Guntur menimbulkanprokontra, mengingat kawasantersebut dikenal sebagai do-main (basis, red) militer.

    Saat digiring ke mobil taha-nan, Djoko yang tidak men-genakan baju tahanan itu sem-pat mengucapkan beberapapatah kata. Dengan wajah te-gang, polisi bintang dua itumengaku siap menjalani pros-es hukum.

    Nuansa militer mulai terasaketika sejumlah wartawan tidakdiizinkan masuk ke Rutan GUn-tur, Selasa (4/12/2012). Parawartawan dari berbagai mediaitu hanya bertahan di pintugerbang Rutan sebab dijagaketat aparat militer.

    Sejumlah anggota DewanPerwakilan Rakyat (DPR) mem-pertanyakan mengapa Djoko

    ditahan di Rutan Guntur. Ang-gota Komisi III Dewan Perwak-ilan Rakyat, Ahmad Yani me-nilai bahwa menaruh Djoko diGuntur itu sangat berlebihan.Sebab Rutan itu tidak dibawahpengawasan otoritas sipil."-Kami di komisi III menyorotimengapa dia ditahan di Guntur.Karena Guntur itu tidak dibawah pengawasan Kemente-rian Hukum dan HAM, melain-kan di bawah Kementerian Per-tahanan," kata Ahmad Yani.

    Menurutnya, reformasi su-dah memisahkan sipil denganmiliter. Polisi dan TNI. "Men-gapa KPK malah mengembali-kannya," katanya kepada war-tawan.

    Sebaiknya kata Yani, Djo-ko ditahan di Rutan Salembadan Cipinang saja. Komisi III,lanjutnya, sama sekali tidakmempermasalahkan penahan-an Djoko. Yang jadi masalahadalah mengapa dia dijeblosk-an ke domain militer.

    Selain mempertanyakantempat penahanan, sejumlah

    Bersambung

    ke Hal 7

    TANJUNGPINANG - Lajupengusutan kasus penimbunansolar yang diduga dilakukan PTGanda Sari Tetra Mandiri kianmelemah di Mapolda Kepri, Ke-camatan Nongsa Kota Batam.Pihak legislatif Provinsi Kepri,yang sedari awal terlihat mengaw-al proses hukum kasus tersebut,mengingatkan Polda Kepri agarlebih serius mengusut.

    Suara dari DPRD Kepri lang-sung dilontarkan Ketuanya, Ir MNur Syafriadi. Ia meminta kepoli-sian mengembangkan penyidikankasus tersebut karena tidak ter-tutup kemungkinan berkaitan dengan kasus-kasus penyelewen-gan solar bersubsidi di Bintan, Tanjungpinang dan Batam.

    Pernyataan tersebut diungkapkan Nur usai meminta pen-jelasan Kepolisian Daerah (Polda) Kepri terkait perkembanganpenyidikan kasus dugaan penyelewengan ribuan ton solar ber-subsidi tersebut. Dikatakan, sejak Polda Kepri mengambil alihproses penyidikan dari Polres Tanjungpinang, sejauh ini barumenetapkan Direktur PT Gandasari Tetra Mandiri berinisial SDsebagai tersangka. Padahal kata wakil rakyat dari Fraksi Golkaritu, dari hasil pengamatan pihaknya, sejatinya penyidikan sudahlebih berkembang. "Saya yakin kasus itu dapat dikembangkanberdasarkan barang bukti berupa kwitansi transaksi dan pern-yataan saksi dan terdakwa di pengadilan dalam kasus penggela-pan uang yang dilakukan Mar, mantan karyawan PT Gandasari,yang dituding menggelapkan uang perusahaan itu sebesar Rp167juta," ujarnya.

    Kendati demikian, Nur mengaku tidak bermaksud mencam-puri proses hukum yang dilakukan penegak hukum. Namun,pihaknya berharap agar kepolisian menjerat seluruh pelaku dandihukum sesuai dengan ketentuan.

    Nur juga menolak memberi penilaian bahwa proses penyid-ikan yang dilakukan Polda Kepri itu berjalan normal. Dikatakan,sebagai lembaga legislatif DPRD Kepri tidak sebagai hakim (me-

    Serius Usut Kasus Bunker Solar

    Ketua DPRD KepriIngatkan Kapolda

    Bersambung ke Hal 7

    Ir M Nur Syafriadi

    Panglima TNI: BrigadeGabungan Makin Urgent

    Panglima TNI

    SURABAYA - Penguatan kemampuan militertingkat brigade gabungan kini menjadi sangat ur-gent, karena memiliki dimensi politis dalam kon-teks kerjasama internasional. Kecenderungan be-berapa negara mengembangkan kemampuan mi-liter tingkat brigade gabungan, karena dinilai me-miliki kemampuan taktis dan strategis, serta mo-bilitas dan daya tempur yang efektif dan efisien,guna menghadapi karakteristik ancaman moderndi ruang globalisasi, yang cenderung mengelimi-nasi batas negara dalam konteks global village.

    Untuk itu, menurut Panglima TNI, LaksamanaTNI Agus Suhartono, melalui Kepala Staf Umum(Kasum) TNI, Marsekal Madya TNI Daryatmo,Pelaksanaan Latihan Gabungan TNI tahun 2012,merupakan salah satu upaya awal untuk menjawab

    Bersambung ke Hal 7

    Rokok Tanpa CukaiKuasai Pasar di Kepri

    KARIMUN - Rokok tanpa cu-kai telah menguasai pasar diProvinsi Kepri. Selain di KotaBatam, rokok bermasalah itujuga menyebar hingga Karimundan Natuna.

    Di Karimun sendiri, rokokyang jelas-selas merugikan nega-ra itu juga sudah merebak hing-ga ke pelosok. Dari penelusuranPAB Indonesia, dari sederetanrokok tanpa cukai yang beredar,merek Luffman dan Rave cukupmendominasi pasar. Maklum,harga per bungkusnya relatifrendah yakni berkisar antaraRp4.000-Rp5.000. Diperkirakan,banyaknya rokok bermasalah itudi pasarn karena masuk lewatpelabuhan tikus yang tersebardi sekitar Karimun. Lemahnyapengawasan aparat terkait san-gat mendukung membanjirnyarokok putih itu di pasaran.

    Abdul Aziz (38), warga Pua-kang, Tanjungbalai Karimunmeminta aparat terkait menert-ibkan peredaran rokok tersebut.Diungkapkan, dirinya pernah

    membeli rokok Luffman karenatergiur harga murah. Namun,belum habis rokok dikonsumsi,ia mengalami batuk dan peningkepala. "Mungkin, proses pro-duksi rokok itu tidak berjalanselayaknya sehingga kita batuk-batuk dan pening," katanya.

    Lambatnya aparat terkaitmenertibkan peredaran rokokitu sudah banyak mendapatsorotan. Sebelumnya, KetuaLSM Kipra Jhon Syahputramengatakan, pesatnya bisnisrokok ilegal itu karena lemah-nya pengawasan instansi ter-kait. Dikatakan, pengusaharokok itu tidak terjangkau hu-kum karena adanya bekingandari oknum aparat.

    Amrizon, tokoh pemuda Ka-rimun meminta pemerintah da-erah segera meninjau kembalikeberadaan pelabuhan rakyatyang ternyata dijadikan sebagaipelabuhan tikus. Menurutnya,tidak tertutup kemungkinan

    Harapan Rakyat di Pilpres 2014

    JK Presiden Dahlan Wakil

    Berikut peringkatelektabilitas capres:

    1. Jusuf Kalla 14,32 %2. Prabowo 12,58 %3. Hatta Rajasa 8,65 %4. Aburizal Bakrie 7,31 %5. Wiranto 5 %

    Peringkat elektabilitascawapres:

    1. Dahlan Iskan 20,97 %2. Hatta Rajasa 15,21 %3. Akbar Tandjung 7,27 %4. Mahfud MD 7,10 %5. Hidayat Nurwahid 6,72 %

    JAKARTA - Meski pernah gagal men-jadi presiden pada pencalonannya padaPemilu 2009 lalu, namun nama JusufKalla (JK) tak lantas memudar. MantanWapres era pemerintahan Soesilo Bam-bang Yudhoyono (SBY) itu, kini nama-nya kembali mencuat dan banyak di-jagokan untuk menggantikan SBY. PadaPemilu 2009 lalu, Jusuf Kalla nyapresberpasangan dengan Wiranto dari Par-tai Hanura.

    Tetapi JK-Wiranto kalah dari pasan-gan presiden-wapres Susilo BambangYudhoyono dan Boediono. Kalah kare-na pasangan SBY-Boediono banyakdidukung partai, sedangangkan JK-Whanya dua partai.

    Popularitas JK tinggi dipengaruhikarena beberapa faktor yaitu: JK mer-akyat, merupakan mantan wakil pres-iden, ketua organisasi kemanusiaanPMI (Palang Merah Indonesia), dia jugaberasal dari Indonesia Timur, serta man-tan Ketua Umum Partai Golkar. Jadi diamasih dicintai oleh kader Golkar.

    Sekarang SBY tidak bisa mencalon-kan lagi, partai-partai yang berkoalisidengan Demokrat banyak yang keluar.Ini peluang besar bagi JK untuk menja-di Presiden 2014. Mencuatnya kembalinama JK dikarenakan JK memiliki in-

    tegritas yang tidak diragukan lagi olehmasyarakat.

    Kiprahnya saat menjadi wakil pres-iden, menjadi bukti kongkrit bahwa JK

    merupakan salah satu negarawan yangpotensial dimiliki Indonesia. JK memili-ki karakter yang tidak dimiliki oleh Ical,dia merakyat, tegas, relegius, dan cer-das. Pemimpin seperti ini yang sekarangdiidamkan masyarakat.

    Partai Keadilan Sejahtera (PKS) takmenampik potensi mantan Ketua

    Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kal-la (JK) sebagai calon presiden (ca-

    Bersambung ke Hal 7

    Bersambung ke Hal 7

    anggota DPR memberi apresia-si terhadap KPK dan DjokoSusilo sendiri. Aboe Bakar Al-habsi, Anggota Komisi III yanglain, menegaskan upaya yangdilakukan KPK dan sikap Djo-ko Susilo patut diapresiasi. "Ir-jen DS jelas sangat menghor-mati dan patuh pada proseshukum. Meskipun masihjenderal aktif, beliautidak menghambat pro-ses pemeriksaan, pa-tuh terhadap penah-anan dan tidak me-larikan diri," kataAboe.

    Plus Minus Perang Indonesia-MalaysiaJAKARTA - Hubungan Indo-nesia dengan Malaysia kianmemanas. Rupanya tak sedikitmasyarakat di Tanah Air yangmenginginkan Indonesia ber-perang saja dengan Malaysia.Belum ini, gara-gara video

    suporter Malaysia, yang diun-duh di You tube membuatdarah seluruh rakyat Indone-sia mendidih. Tak terkecualipara pejabat di Indonesia punmengutuk sikap rakyat Malay-sia yang dinilai tak terpuji itu.

    Rakyat Indonesia pun taklagi ingin disebut sebagai nega-ra serumpun dengan Malaysia,meski sejarah tak menampiktentang itu. Desakan rakyatIndonesia perang melawanMalaysia kini terus menjadi-jadi. Apalagi makin banyak pe-jabat dan politisi yang juga ikutberang dengan sikap Malaysiayang dinilai sering melecehkandan menghina Indonesia.

    Wakil Kepala Polri Komisa-ris Jenderal Nanan Sukarna jugamengaku kesal dengan perilakusuporter Indonesia yang men-caci maki dengan menyebut In-donesia anjing. Nanan menum-pahkan kekesalannya denganmengatakan bahwa Malaysialebih rendah dari Indonesia."Saya bilang kalau kita anjing-nya mereka (Malaysia) ko-torannya,"