Engineering Ethics (Etika Rekayasa/Profesi)

download Engineering Ethics (Etika Rekayasa/Profesi)

of 39

  • date post

    07-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    51
  • download

    3

Embed Size (px)

description

Engineering Ethics (Etika Rekayasa/Profesi). Ir. As’at Pujianto, MT Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Senin, 8 Mei 2006. Kholifah, Ibadah, Amanah, Pemimpin, Kebebasan, Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab. Kholifah - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of Engineering Ethics (Etika Rekayasa/Profesi)

  • Engineering Ethics(Etika Rekayasa/Profesi)Ir. Asat Pujianto, MT

    Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah YogyakartaSenin, 8 Mei 2006

  • Kholifah, Ibadah, Amanah, Pemimpin, Kebebasan, Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab.Kholifah

    Didalam Alquran kata kholifah antara lain tercantum di dalam surat Al-Baqoroh ayat 30 dan Al-anam ayat 165. Menurut Ibnu Katsir (Tafsir jilid I), Kholifah adalah kaum yang silih berganti menghuni dan menguasai.Kholifah bumi berarti kaum (manusia) yang secara turun temurun akan bertempat tinggal di Bumi, dan menguasaianya.Alquran Surat Adz-Dzariat ayat 51 dikatakan bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia hanyalah untuk beribadah kepada Allah.Manusia sebagai satu-satunya kholifah dimuka bumi harus menghuni dan menguasai bumi secara demikian rupa agar semua tindakannya bernilai ibadah.

  • Kholifah, Ibadah, Amanah, Pemimpin, Kebebasan, Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab.Ibadah

    Ibadah adalah semua perbuatan yang menghasilkan pahala maupun kerelaan dari Allah Swt. Suatu amalan atau perbuatan akan dipahalai bila sesuai dengan perintah Allah. Perintah Allah disampaikan melalui Alquran dan perkataan nabi saw.Secara garis besar ibadah terdiri dari 2 macam, yaitu : yang langsung (mahdhoh) dan tak langsung (ghoiru mahdhoh). Contoh ibadah langsung : sholat, puasa, haji. Contoh ibadah yang tak langsung : perkara-perkara yang berkaitan dengan hubungan (muamallah) antar manusia (mencari rezeki, perkawinan, menuntut ilmu, waris, perdagangan).

  • Kholifah, Ibadah, Amanah, Pemimpin, Kebebasan, Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab.Amanah

    Amanah (amanat) adalah kepercayaan (bukan faham/isme). Orang yang bisa memegang amanat berarti bisa menunaikan apa saja yang dipercayakan kepadanya, misalnya semua nabi/rasul. Jadi semua nabi mempunyai sifat amanah yakni bisa dipercaya (tidak pernah bohong, tidak khianat).Albaqoroh (283) : maka hendaklah orang yang dipercayai (diamanati) itu menunaikan amanatnya .An-Nisa (4) ayat 58 : Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.Al-Qoshosh (28) ayat 28 : Wahai bapakku, ambilah dia sebagai pekerja kita, sebab sebaik-baik pekerja adalah orang yang kuat dan bisa dipercaya (Qowiyyul Amin).

    Amanah adalah sesuatu yang dipercayakan (dititipkan) pada seseorang untuk disampaikan kepada pihak yang berhak, atau menunaikannya seperti yang dikehendaki oleh pemberi amanat. Jadi amanat itu bisa berupa barang, pesan, kekuasaan.

  • Kholifah, Ibadah, Amanah, Pemimpin, Kebebasan, Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab.Pemimpin (Pemegang Kekuasaan)

    Pemimpin adalah siapa saja yang mengendalikan urusan yang berhubungan dengan orang lain atau masyarakat. Definisi pemimpin telah dijelaskan oleh nabi saw. dalam hadist riwayat Bukhori dan Muslim, semua kamu adalah pemimpin dan ditanyai (bertanggung-jawab) tentang kepemimpinannya. Seorang suami adalah pemimpin keluarganya dan bertanggung jawab atas hal itu. Seorang karyawan (pelayan) adalah pemimpin dan bertanggung-jawab atas harta majikannya. Seorang anak adalah pemimpin dan bertanggung-jawab dalam penggunaan harta bapaknya.Pemimpin itu tidak harus mempunyai anak buah. Pemimpin adalah siapa saja yang diserahi amanat (tugas) dan bisa memikul tanggung jawab.

  • Kholifah, Ibadah, Amanah, Pemimpin, Kebebasan, Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab.Pengertian hak Wewenang atau kekuasaan secara etis untuk mengerjakan, meninggalkan, memiliki, dan menggunakan atau menuntut sesuatu.Panggilan kepada kemauan orang lain dengan perantaraan akalnya, perlawanan dengan kekuasaan atau kekuatan fisik untuk mengakui wewenang pihak.

    Hak selalu berhubungan dengan sesuatu :Hak Obyektif : Sesuatu yang jadi sasaran hak.Hak Subyektif : Wewenang atau kekuasaan itu sendiri, ditujukan kepada hak obyektif.Hak adalah semacam kepemilikan meliputi benda, tindakan, fikiran, dan hasil pemikiran.

  • Kholifah, Ibadah, Amanah, Pemimpin, Kebebasan, Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab.Pengertian kewajiban Kewajiban adalah sisi lain dari hak, merupakan tindakan untuk memenuhi orang lain, mempunyai 2 pengertian :Hak Subyektif : Keharusan secara etis dan moral untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu. Contoh : dalam perkara-perkara agama (perbuatan baik atau buruk).Hak Obyektif : Sesuatu yang harus dilakukan ataupun ditinggalkan. Contoh : membayar rekening listrik, tidak merusak fasilitas umum.

    Tanggung-jawab adalah sikap atau pendirian yang menyebabkan ditunaikannya sesuatu kewajiban.

  • Pengertian Etika, Moral, Norma, Akhlak, & SusilaSecara Etimologi

    Etika berasal dari kata Yunani ethos yang berarti watak, kesusilaan atau adat.Moral berasal dari kata Latin mores, bentuk jamak dari mos yang berarti adat atau cara hidup.Norma berasal dari bahasa Inggris Norm artinya adalah standard, norma moral berarti standar (ukuran) moral.Akhlak berasal dari kata Arab Khuluq yang berarti kelakuan atau perangai.Susila berasal dari kata Sansekerta yang lebih menunjukan kepada dasar, prinsip, aturan hidup yang lebih baik. su artinya baik.

  • Pengertian Etika, Moral, Norma, Akhlak, & SusilaDefinisi Etika adalah ilmu yang mempelajari segala soal kebaikan (dan keburukan) di dalam kehidupan manusia, terutama yang berkaitan dengan gerak gerik fikiran dan rasa yang dapat merupakan pertimbangan dan perasaan, sampai mengenai tujuannya yang dapat merupakan perbuatan (Hadjar Dewantara, 1962).Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorong lahirnya perbuatan dengan mudah dan ringan, tanpa pertimbangan dan pemikiran mendalam (Al-Ghazali).Etiket berasal dari kata Perancis yang berarti tata cara melaksanakan suatu perhelatan, misalnya pada acara-acara resmi menyangkut pakaian, tempat duduk, cara duduk, dll. Etiket tidak sekedar formalitas tetapi memberi norma, apakah suatu perbuatan pantas atau tidak, ada orang lain ataukah dalam kesendirian. Etiket bersifat lahiriah serta relatif, sedangkan etika bersifat batiniah, dan mutlak.

  • Membina Hubungan Vertikal & HorisontalSandaran Pemikran

    Ali-Imron ayat 112 : Mereka selalu diliputi kehinaan dimanapun mereka berada, kecuali berpegeng kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan Allah, dan diliputi kerendahan. Hal itu disebabkan karena mereka itu kafir kepada ayat-ayat Allah, dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Hal demikian itu disebabkan karena mereka durhaka dan melampaui batas.Al-Hujurot ayat 13 : Wahai sekalian manusia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling kenal mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa.

  • Membina Hubungan Vertikal & HorisontalSikap terhadap pemimpin

    An-Nisa ayat 59 :Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan Ulil-Amri (pemegang kekuasaan) diantara kamu .Hadist Riwayat Attirmizdi (6) halaman 163 : Siapa yang menghina penguasa Allah dimuka bumi maka Allah juga akan menghinanya.Hadist Riwayat Muslim (6) halaman 168 : Siapa yang telah membaiat (mengangkat) seorang pemimpin serta telah hati dan jabat tangannya maka hendaklah dia taat kepadanya dengan sekuat-kuatnya.

  • Membina Hubungan Vertikal & HorisontalSikap terhadap relasi

    Hadist Riwayat Al-Baihaqi (6) halaman 270 : Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Bila seseorang keluar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan dirinya.Hadist Riwayat Ad-Dailami (6) halama 266 : Sesungguhnya Allah membenci orang yang selalu berwajah muram dihadapan kawan-kawannya.Hadist riwayat Al-Bukhori (6) halaman 271 : Yang muda mendahului memberi salam kepada yang tua, yang lewat kepada yang duduk, yang sedikit kepada yang banyak.Hadist Riwayat Ath-Thobroni (6) halaman 262 : Siapa saja yang rendah hati kepada saudaranya yang muslim maka Allah akan mengangkat derajatnya, dan siapa saja yang mengangkat diri terhadapnya maka Allah akan merendahkannya.

  • Membina Hubungan Vertikal & HorisontalSikap terhadap bawahan

    Hadist riwayat Ahmad (6) halaman 166 : Barang siapa diserahi kekuasaan tentang urusan manusia lalu menghindar dari melayani kaum lemah dan orang yang membutuhkannya maka Allah akan mengabaikannya pada hari kiamat.Hadist riwayat Muslim (6) halaman 262 : Dekatkan dirimu kepadaku (Allah), dekatkan dirimu kepada orang lemah dan berbuatlah ikhsan kepada mereka, karena sesungguhnya kamu memperoleh rezeki dari pertolongan karena dukungan kaum lemah diantara kamu sekalian.Hadist riwayat Ibnu Majah (6) halaman 253 : Ada tiga golongan yang menjadi musuhku di hari Kiamat. Siapa yang menjadi musuhku maka aku memusuhuhinya. Pertama : Seseorang yang berjanji setia kepadaku lalu dia ingkar (khianat). Kedau : Orang yang menjaul orang merdeka lalu dia memakan hasilnya. Ketiga orang yang memperkejakan seseorang, tetapi setelah menyelesaiakan pekerjaannya orang tersebut tidak memberikan upahnya.

  • Membina Hubungan Vertikal & HorisontalSikap terhadap bawahan

    Hadist riwayat Abu Yala (Ibid) halaman 253 : Bayarlah upah buruh sebelum kering keringatnya.Hadist riwayat Muslim (Ibid) halaman 254 : Berdosalah orang yang menahan pemberian pangan kepada yang menjadi tanggungannya.Hadist riwayat An-Nasai : Nabi Muhammad Saw. melarang memperkerjakan seseorang buruh sebelum jelas upah yang diterimanya.Hadist riwayat Ahmad : Menzalimi upah buruh termasuk dosa besar.Hadist riwayat Al-Baihaqi : Siapa yang merusak hubungan pelayannya dengan keluarganya, bukanlah dari golongan kami.

  • Profesional Dalam IslamPengertian Profesi

    Profesi berasal dari kata Latin profssus yang berarti pengakuan iman, pernyataan kesungguhan, janji di muka umum. Profesi berarti kegiatan pokok yang mengandalkan suatu keahlian untuk menghasilkan nafka