endokrinologi pengaruh lingkungan terhadap hormon

Click here to load reader

  • date post

    15-Apr-2017
  • Category

    Science

  • view

    107
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of endokrinologi pengaruh lingkungan terhadap hormon

Lingkungan Vs Hormon

Wiwin Kusuma Atmaja Putra, s.pi., m.siPengaruh Lingkungan terhadap reproduksi dan pertumbuhan ikan

Faktor lingkungan yang mempengaruhi reproduksi dan pertumbuhanFotoperiode, temperatur, salinitas dan curah musim hujan adalah beberapa faktor lingkungan yang sangat penting dalam mengatur siklus reproduksi IkanPertumbuhan ikan dipengaruhi faktor alami seperti reproduksi tetapi ditambah dengan faktor nutrisi pakan.

cahaya

Teori Ikan tengadak mempunyai respon terhadap rangsangan yang disebabkan cahaya (fototaksis) melalui penglihatan oleh mata. Boeuf and Le Bail (1999) respon ikan muda terhadap rangsangan cahaya lebih besar daripada respon ikan dewasa dan setiap jenis ikan mempunyai intensitas cahaya optimum dalam melakukan aktifitasnya. Cahaya dapat mempengaruhi tingkah laku, sintasan, dan metabolisme ikan. Pada umumnya ikan membutuhkan intensitas cahaya yang cukup untuk perkembangan secara normal dan pertumbuhannya, namun beberapa spesies dapat berkembang dan tumbuh pada intensitas cahaya yang rendah bahkan tanpa adanya cahaya (Boeuf and Le Bail 1999). Pada benih ikan Mirror carp Cyprinus carpio setelah dipelihara selama 90 hari dengan lama penyinaran 24 jam meningkatkan pertumbuhan dan efesiensi pakan (Yagci and Yigit 2009). Pertumbuhan Rainbow trout lebih baik bila dipelihara dengan lama penyinaran 16 jam (Ergun et al. 2003; Sonmez et al. 2009; Barimani et al. 2013).

Hal ini diduga pada intensitas cahaya 550 lux, benih ikan tengadak lebih mudah melihat dan memakan pakan yang diberikan selama pemeliharaan sehingga menyebabkan pertumbuhan ikan lebih cepat. Selain itu, nutrisi yang terserap oleh tubuh ikan akan meningkatkan daya tahan tubuh ikan yang berdampak pada sintasan ikan. Pada saat kondisi cahaya gelap, benih ikan tengadak cenderung bergerak menyebar sehingga membutuhkan energi yang lebih tinggi. Aktifitas metabolisme yang tinggi memerlukan energi yang besar. Sedangkan pada saat kondisi cahaya terang, benih ikan tengadak cenderung berkumpul dan diam di satu tempat sehingga aktifitas metabolismenya tidak memerlukan energi yang tinggi. Menurut Boeuf and Le Bail (1999) pada umumnya intensitas cahaya yang lebih tinggi akan meningkatkan pertumbuhan yang optimal, intensitas cahaya 600-1300 lux menyebabkan pertumbuhan optimal ikan Seabream. Karakatsouli et al. (2010), pertumbuhan Mirror common carp Cyprinus carpio pada intensitas cahaya 150 dan 300 lux (p>0.05).Menurut Boeuf and Le Bail (1999), intensitas cahaya yang intensif dapat menyebabkan stress bahkan kematian. Hasil penelitian Setiadi et al. (2002), kematian larva Red spotted grouper Epinephelus akaara diduga semakin tinggi seiring dengan peningkatan intensitas cahaya dan intensitas cahaya terbaik pada 500 lux.

Reproduksi

Fotothermal berkaitan dengan periode pencahayaan dan temperatur.Cahaya dengan segala aspek yang dikandungnya (intensitas dan panjanggelombang) akan mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung terhadaptingkahlaku/pergerakan ikan. Tubuh mengetahui perubahan lingkungan karena dilengkapi alat penerima rangsang/indra, baik fisik maupun kimia. Seperti halnya mata bertugas merekam perubahan cahaya, linea lateral merekam perubahan arus dan gelombang. Perubahan lingkungan yang direkam alat indra tersebut dilaporkan ke otak untuk selanjutnya dilakukan penyesuaian dengan cara perubahan tingkah laku atau metabolisme untuk mengatasi gangguankeseimbangan (Fujaya, 2004).

Teoritisnya, mekanisme pengaruh fotothermal terhadap kinerja reproduksi ikan sebagai berikut;

fotoperiode (periode pencahayaan) akan diterima oleh fotoreseptor yang terdapat pada retina ikan, kemudian disampaikan melalui saraf menuju hipotalamus dan kelenjar pineal kompleks (pineal gland), khususnya bagian suprachiasmatic nucleus (SCN). Selanjutnya, kelenjar pineal ini akan mensekresikan hormon indoleamin dan melatonin ke dalam cairan cerebrospinal dan plasma darah. Melatonin merupakan antigonadotropin, sehingga jika kadar melatonin dalam darah tinggi, maka perkembangan gonad akan berhenti (Mustonen, 2003). Lebih lanjut, menurut Gern et al. (1978) dalam Davie (2005) melaporkan bahwa hormon melatonin akan menurun pada suatu fase pencahayaan yang tinggi, dan sebaliknya akan meningkat pada fase gelap. Temperatur perairan dapat langsung mempengaruhi kondisi gonad, khususnya pada reaksi enzimatisnya. Wilbraham dan Matta (1992) dalam Warsito (2007) menyatakan bahwa laju reaksi enzim meningkat seiring dengan kenaikan suhu dan akhirnya enzim kehilangan semua aktifitas jika protein menjadi rusak akibat panas setelah temperatur optimum. Banyak enzim berfungsi optimal dalam batas-batas temperatur antara 25-37oC. Temperatur optimum yang mampu untuk mendukung aktivitas reproduksi ikan yaitu berkisar antara 25-30oC. Kisaran temperatur ini umumnya bisa lebih dijamin pada negara tropis (Sutisna dan Sutarmanto, 1995).

Hujan, salinitas, suhuIndeks kematangan gonad (IKG) dan pemijahan (Mijah) ikan terbang meningkat seiring dengan meningkatnya radiasi matahari (RM), suhu permukaan laut (SPL), dan salinitas (S), walaupun suhu permukaan laut dan salinitas tidak menunjukkan peningkatan secara mencolok (Gambar 2). Kemudian indeks kematangan gonad dan pemijahan ikan terbang meningkat ketika curah hujan (CH) dan per-awanan (Awan) menurun (Gambar 3). Curah hujan yang tinggi dan tingkat perawanan diduga mempengaruhi rendahnya radiasi matahari, suhu permukaan laut, dan salinitas dimana ketiga parameter tersebut berpengaruh terhadap respon kematangan dan pemijahan ikan.

Walaupun peningkatan suhu permukaan laut dan salinitas tidak terlalu mencolok dibanding dengan radiasi matahari, namun kematangan dan pemijahan ikan terbang tetap meningkat. Kejadian ini menunjukkan bahwa peningkatan suhu dan salinitas pada lapisan permukaan sebagai habitat pemijahan ikan terbang sangat berpengaruh terhadap respon kematangan dan pemijahan.

Faktor lingkungan fisik perairan (suhu permukaan laut, radiasi matahari, dan salinitas) sangat berpengaruh terhadap kematangan gonad dan pemijahan ikan terbang. Peningkatan suhu permukaan laut, radiasi matahari, dan salinitas cenderung beriringan dengan perkembangan indeks kematangan gonad maupun presentase jumlah ikan mijah.

Vitamin EUnsur nutrien yang harus ada dalam pakan induk ikan antara lain vitamin E dan asam lemak (Suria et al., 2006). Vitamin E memiliki peranan yang sangat penting dan menentukan dalam reproduksi ikan, karena vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mencegah terjadinya oksidasi asam lemak tidak jenuh pada sel (Syahrizal, 1998). Sebagai antioksidan, vitamin E dapat melindungi lemak supaya tidak teroksidasi, misalnya lemak atau asam lemak yang terdapat pada membran sel, sehingga proses embriogenesis berjalan dengan normal dan hasil reproduksi dapat ditingkatkan (Syahrizal, 1998).Yulfiperius et al. (2003), suplementasi vitamin E sebesar 189,65 mg/kg pakan dapat meningkatkan kualitas telur ikan patin. Menurut Sunarno dan Muhammad (2004), suplementasi vitamin E sampai kadar 300 mg/kg pakan memberikan efek cenderung meningkatkan kualitas reproduksi ikan nila.

Berikut beberapa tumbuhan yang dapat dipergunakan sebagai sumber vitamin E :Biji wijen, biji labu atau biji bunga matahari merupakan sumber vitamin E yang yang sangat baik.Bayam, Selain terkenal akan zat besinya, bayam juga sarat dengan Vitamin E, Antioksidan, dan banyak nutrisi penting lain seperti kalsium dan folat.Minyak Nabati, Vitamin E juga banyak terdapat dalam minyak biji-bijian. Wheat germ oil adalah minyak nabati yang memiliki Vitamin E tertinggi. Minyak bunga matahari adalah alternatif lain yang banyak menyediakan Vitamin ini. Hemp Seed, minyak Kelapa, minyak zaitun juga kaya vitamin E.Alpukat,ini adalah sumber tinggi Vitamin E yang paling banyak disuka, serta lezat, harganya juga terjangkau.Brokoli, menduduki peringkat atas sebagai sayuran yang paling bergizi didunia. Selain itu, sayuran ini juga dikenal sebagai makanan pendetoks tubuh yang baik dan sumber tinggi Vitamin E.Pepaya, yang sangat lezat ini juga merupakan salah satu buah sumber Vitamin E dan juga kaya vitamin C.Margarin, mengandung minyak jagung menawarkan 8 mg vitamin E persendok makan.Tomat adalah salah satu buah sayuran yang bisa digunakan dalam bentuk apapun kedalam makanan kita. Umumnya mengandung Vitamin E, C, zat Besi dan serat. Satu buah tomat berukuran sedang diketahui mengandung 0,7 mg vitamin E.