Encapsulation Chitosan Nano Particle with Metformin Ardi

download Encapsulation Chitosan Nano Particle with Metformin Ardi

of 33

  • date post

    27-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    202
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Encapsulation Metformin with chitosan nano particle for diabetes mellitus type II

Transcript of Encapsulation Chitosan Nano Particle with Metformin Ardi

  • ENKAPSULASI METFORMIN DENGAN CHITOSAN NANO PARTIKEL

    SEBAGAI OBAT ANTIDIABETES TIPE II

    Usulan Penelitian

    MOCHAMMAD IQBAL ARDI WIBOWO

    MUHAMMAD GUFRON

    DEPARTEMEN TEKNOLOGI HASIL PERAIRAN

    FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

    INSTITUT PERTANIAN BOGOR

    BOGOR

    2012

  • ENKAPSULASI METFORMIN DENGAN CHITOSAN NANO PARTIKEL

    SEBAGAI OBAT ANTIDIABETES TIPE II

    MOCHAMMAD IQBAL ARDI WIBOWO

    MUHAMMAD GUFRON

    Usulan Penelitian

    Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

    Sarjana Perikanan pada

    Departemen Teknologi Hasil Perairan

    DEPARTEMEN TEKNOLOGI HASIL PERAIRAN

    FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

    INSTITUT PERTANIAN BOGOR

    BOGOR

    2012

  • PRAKATA

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Puja puji serta syukur penulis ucapkan pada Allah SWT yang telah

    menjadi motivasi terbesar penulis untuk menyelesaikan usulan penelitian ini

    dengan menciptakan dunia dan semesta alam yang melimpah akan ilmu

    pengetahuan ini. Tak lupa pula shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad

    SAW yang telah menjadi panutan serta pemimpin di dunia ini sehingga penulis

    dapat termotivasi dan lancar dalam penyelesaian usulan penelitian ini.

    Terima kasih juga penulis ucapkan pada Bapak Dr. Ir. Bustami Ibrahim,

    MS dan Ibu Dr. Pipih Suptijah, MBA atas bantuan dan bimbingannya sehingga

    penulis dapat menyelesaikan usulan penelitian ini sebaik mungkin. Penulis juga

    mengucapkan terima kasih yang sangat besar pada kedua orang tua penulis atas

    doa dan motivasinya untuk kelancaran serta kesuksesan penulis. Penulis juga

    mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Iqbal, Rama, teman-teman

    Teknologi Hail Perairan (angkatan 43, 44, 45 dan 46) serta karyawan Departemen

    Teknologi Hail Perairan yang setia membantu dan memberikan semangat kepada

    penulis.

    Penulis sadar bahwa penulisan usulan penelitian ini masih jauh dari

    kesempurnaan yang diharapkan, oleh karena itu saran dan kritik yang dapat

    membuat usulan penelitian ini menjadi lebih baik sangat diharapkan oleh penulis.

    Penulis berharap penelitian ini akan berjalan dengan baik dan lancar.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Bogor, Januari 2012

  • DAFTAR ISI PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1

    Latar Belakang ................................................................................................................ 1

    Rumusan Masalah ........................................................................................................... 3

    Tujuan Penelitian ............................................................................................................ 3

    Manfaat Penelitian .......................................................................................................... 3

    Hipotesis Penelitian ........................................................................................................ 4

    TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................................................... 4

    Diabetes Melitus ............................................................................................................. 4

    Pengobatan Diabetes Melitus .......................................................................................... 7

    Metformin ....................................................................................................................... 7

    Hewan Coba .................................................................................................................. 10

    Nano Partikel Chitosan ................................................................................................. 11

    Enkapsulasi ................................................................................................................... 14

    BAHAN DAN METODE ................................................................................................. 14

    Waktu dan Tempat Penelitian ....................................................................................... 14

    Bahan dan Alat .............................................................................................................. 14

    Metode Pembuatan Nano Partikel Chitosan .....................Error! Bookmark not defined.

    Tahapan pengujian dan menganalisis karakteristik nano chitosan................................ 15

    Proses Enkapsulasi (Hsio dkk, 2003; Chang dan Chiu, 2003) ...................................... 15

    DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 17

    LAMPIRAN ...................................................................................................................... 20

  • 6

  • 1

    PENDAHULUAN

    Latar Belakang

    Perkembangan peradaban manusia terus berkembang dan menjadi

    peradaban yang berteknologi tinggi. peradaban yang tinggi tersebut memiliki

    banyak keunggulan sifat dan beberapa keuntungan dalam memudahkan

    kepentingan manusia. Hal tersebut dapat dilihat dari cara atau mekanisme dalam

    kehidupan sehari-hari yang serba praktis dan tersedia. Perkembangan ini juga

    memiliki banyak efek negatif dalam kehidupan manusia, salah satu efek diantara

    banyak efek negatif dalam kehidupan manusia dalam perkembangan peradaban

    ialah masalah penurunan kesehatan.

    Banyak penyakit yang muncul dikarenakan dari perkembangan

    kehidupan manusia yang berkembang cepat dan serba praktis. Diantaranya ialah

    penyakit kanker dan Diabetes mellitus. Penyakit kanker dan infeksi merupakan

    salah satu ancaman utama terhadap kesehatan masyarakat. Meskipun usaha

    pengobatan kanker secara intensif telah dilakukan namun hingga saat ini belum

    ditemukan obat yang dapat mengatasi kanker secara memuaskan. Hal ini

    disebabkan karena rendahnya selektifitas obat-obat anti kanker yang digunakan

    atau karena patogenesitas penyakit itu sendiri belum jelas benar. Di lain pihak

    masyarakat Indonesia telah mengenal berbagai ramuan tradisional yang

    dinyatakan sebagai obat kanker (Meiyanto dan Sugiyanto, 1997).

    Diabetes melitus merupakan penyakit akibat gangguan metabolisme tubuh

    yang dicirikan tingginya kadar glukosa darah (hiperglikemia) disertai gangguan

    pada metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai dampak dari menurunnya

    fungsi insulin (Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan 2005). Penderita

    diabetes mellitus mengalami peningkatan pada produksi radikal bebas sehingga

    sistem pertahanan antioksidan terganggu yang berujung pada terjadinya kerusakan

    seluler pada sel pankreas (Winarto 2007). Tekanan darah yang baik bagi

    penderita diabetes mellitus adalah kurang dari 130/80 mmHg, sedangkan indeks

    massa tubuhnya harus dijaga normal yang berkisar 18,5-22,9 kg/m2. Menurut

    survei yang di lakukan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), jumlah penderita

    Diabetes mellitus di Indonesia pada tahun 2000 terdapat 8,4 juta orang, jumlah

    tersebut menempati urutan ke-4 terbesar di dunia, sedangkan urutan di atasnya

  • 2

    adalah India (31,7 juta), Cina (20,8 juta), dan Amerika Serikat (17,7 juta).

    Diperkirakan jumlah penderita Diabetes mellitus akan meningkat pada tahun 2030

    yaitu India (79,4 juta), Cina (42,3 juta), Amerika Serikat (30,3 juta) dan Indonesia

    (21,3 juta). Jumlah penderita Diabetes Mellitus tahun 2000 di dunia termasuk

    Indonesia tercatat 175,4 juta orang, dan diperkirakan tahun 2010 menjadi 279,3

    juta orang, tahun 2020 menjadi 300 juta orang dan tahun 2030 menjadi 366 juta

    orang (Darmono 2007).

    Metformin adalah obat yang membantu menurunkan kadar gula darah dalam

    tubuh dengan mengurangi jumlah gula yang diproduksi oleh hati, serta secara

    bersamaan meningkatkan kemampuan penyerapan gula dari otot-otot. Metformin

    juga telah ditunjukkan untuk mengurangi LDL (low-density lipoprotein, atau

    "buruk") kadar kolesterol.Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, metformin

    merupakan salah satu dari dua obat yang ada antidiabetik oral dan satu-satunya

    yang telah terbukti dapat mencegah komplikasi kardiovaskular diabetes.

    Metformin biasanya dijual di bawah nama merek Glucophage, Glucophage XR,

    Glumetza, Fortamet dan Riomet. Sebelum mengkonsumsi metformin, dianjurkan

    mulai dengan dosis rendah untuk memungkinkan tubuh untuk mendapatkan

    digunakan untuk obat. Saat ini tidak ada pedoman dosis yang ditetapkan. Dokter

    hanya meresepkan dosis berdasarkan toleransi dan kebutuhan individu.

    Penggunaan metformin yang direkomendasikan tidak melebihi 2.550 mg per hari

    untuk orang dewasa dan 2.000 mg per hari untuk anak-anak.

    Metformin diperkirakan 50%-60% bioavalabilitasnya oral, kelarutannya

    dalam lipid rendah, dan volume distribusinya pada cairan tubuh. Metformin

    mempunyai t 1,5-3 jam, tak terikat protein plasma, tidak dimetabolisme, dan

    dieksresi oleh ginjal sebagai senyawa aktif. Kerja metformin pada

    glukoneogenesis di hati di duga mengganggu pengambilan asam laktat oleh hati.

    Pada pasien insufisiensi ginjal (terjadi akumulasi Metformin) dapat meningkatkan

    risiko asidosis laktat sehingga dapat berakibat fatal. Absorpsi metformin relatif

    lambat dan dapat diperpanjang jadi sekitar 6 jam. Obat ini diekskresikan dalam

    urin dengan kecepatan klirens g