Emagazine Bekasiurbancity

of 36/36
Edisi ke-4 | Juli - Agustus 2013 | www.bekasiurbancity.com bekasi go green • Save MuGo (Muara Gembong) • Bekasi sahkan 5 pakem mof bak • Pameran ikan hias Bekasi • Mie kocok Bandung Edisi ke-4 Jul - Agt 2013
  • date post

    28-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    229
  • download

    3

Embed Size (px)

description

Emagazine Bekasiurbancity edisi ke-4

Transcript of Emagazine Bekasiurbancity

  • Edisi ke-4 | Juli - Agustus 2013 | www.bekasiurbancity.com

    bekasigo green

    Save MuGo (Muara Gembong) Bekasi sahkan 5 pakem motif batik

    Pameran ikan hias Bekasi Mie kocok Bandung

    Edisi ke-4Jul - Agt

    2013

  • daftar isiJul-Agt 2013

    edisi4

    bekasiurbancity.com

    >> Berita utama : save mugo 03

    >> Tokoh Bekasi : Membangkitkan kembali sejarah dan budaya Bekasi 25

    >> Berita Utama : Pesisir Muara Gembong kebanggaan Bekasi 07

    >> Bekasi Info : Bekasi resmikan 5 pakem motif batik 27

    >> Bekasi Komunitas : 1st Anniversary Akademi Berbagi Bekasi 09

    >> Celoteh Pembaca : Hati hati modus kejahatan baru ! 28

    >> Bekasi Kuiner : Mie Kocok Bandung 13

    >> Bekasi Kuiner : Nasi uduk poncol Bekasi 14

    >> Bekasi Event : Serunya edukasi wisata mangrove di Muara Gembong 15

    >> Bekasi Event : Gerakan 21 Hari Sarapan Bernutrisi Blue Band 17

    >> Bekasi Event : Pameran ikan hias digelar pertama kali di Bekasi 20

    >> Bekasi Event : Kokom Bekasi : Sebagai ajang silahturahmi antar Komunitas Komunitas di Bekasi

    21

    >> Tokoh Bekasi : Wakil rakyat yang dekat dengan anak muda Bekasi 23

    >> Bekasi Komunitas : Komunitas Musang Lover Bekasi : hobi yang sekaligus melestarikan

    11

    >> Serba-Serbi Bekasi : Kesenian lenong Bekasi 29

    >> Bekasi Tekno : Aplikasi Smartphone di bulan Ramadhan 31>> Tips & Trik : 7 cara menghemat baterai saat perjalanan mudik 33

    >> Tips & Trik : Tips sehat berpuasa Ramadhan 34

  • save mugouaragembong Daerah bagian Utara bekasi ini bisa dibilang adalah daerah yang jarang tersentuh perhatian orang orang dari kota bekasi, Mungkin hanya sebagian

    orang yang mengetahui pasti daerah muaragembong ini. Anggapan anggapan miring tentang daerah muaragembong pun bermunculan di masyarakat perkotaan, dari hal Mistis sampai Hutan belantara yang menyeramkan banyak tindak kriminalitas, karena dari namanya saja sudah mengandung kata Gembong yang berarti perampok atau penjahat yang menyeramkan. Tapi terlepas dari hal itu semua

    Bahwa muaragembong kabupaten bekasi butuh perhatian kita semua, karena kenapa? Karena Dari 400 hektare hutan

    Mmangrove di Muaragembong, saat ini yang tersisa hanyalah tinggal 100 hektare. Artinya penyusutannya sudah sangat memprihatinkan jangan sampai daerah ujung utara bekasi ini menghilang, karena kenapa ternyata di muaragembong bukan hanya sebuah tempat yang dikelilingi muara atau lautan saja tempet nelayan nelayan singgah tetapi juga disitu banyak menyimpan kekayaan alam dari ora dan faunanya maupun kekayaan sejarah dan budaya bekasi.

    Tim ekspedisi bekasi urban city melakukan penelusuran dengan cara ekspedisi ke tempat terse-but selama 3 kali, pada ekspeidisi pertama yang dilakukan 2012 kami mengalami kegagalan untuk mengungkap dan menguak tentang keberadaan ora dan fauna khas Muaragembong Bekasi serta

    keberadaan pantai dengan pasir putih di daerah tersebut, tetapi walaupun waktu itu Kami gagal men-emukan apa yang kami cari justru kami semua meli-hat sesuatu yang sangat menyedihkan di daerah tersebut yaitu abrasi yang sudah sangat parah di daerah tersebut banyak rumah rumah dan fasilitas lainnya milik warga ikut tersapu ganasnya abrasi, dan yang membuat kami sedih juga katika melakukan ekspedisi pertama hilangnya beberapa ekosistem di hutan Mangrove.

    Banyak Pohon Mangrove yang hilang begitu juga hewan hewan penghuninya diantaranya lutung jawa, makaka, dan beberapa jenis jenis burung langka. ketika itu juga kami mencari tahu apa penye-bab ini semua, kami mencoba menanyakan ke beber-

    Jenis jenis Satwa yang berada MuaragembongKeanekaragaman satwa satwa di muaragem-

    bong membuat daya tarik sendiri bagi kami Tim ekspedisi bekasi urban city. Pada ekspedisi kami yang kedua Tahun 2013 dengan tujuan yang berbeda yaitu mencari keberadaan satwa asli di muaragembong, karena kami mendapatkan banyak refrensi dari penduduk sekitar maupun research melalui data data yang sudah ada sebelumnya tentang adanya satwa asli yang mendiami hutan mangrove di muar-agembong, kami sempat mendengarkan beberapa kabar yang tidak baik bahwa satwa satwa tersebut sudah punah dan sudah tidak akan bisa di temukan kembali. Tetapi tim tidak patah semangat begitu saja kami tetap beroptimis

    apa warga sekitar, dan akhirnya kami mendapat sebuah jawaban yang membuat kita para tim terheran heran. Penyebab rusaknya hutan mangrove sendiri berasal dari warga masyarakatnya sendiri dan oleh beberapa oknum masyarakat yang menggunakannya untuk kepentin-gan lahan bisnis. karena minimnya pengetahuan mereka juga tentang pohon Mangrove maka mereka melakukan hal tersebut seperti kayunya yang di ambil dan digunakan untuk memasak, lalu untuk lahan bisnis pohon pohon tersebut ditebangi untuk membuka lahan tambak ikan ataupun udang, dan batang batang kayunya di perjualkan sebagai bahan bangunan.

    Penebangan pohon mangrove dilakukan secara liar dan diangkut menggunakan truk dan ada juga yang menggunakan kapal. Perlu sekali ada penanganan yang tegas dari pihak pemerintah dalam hal ini. Man-grove merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat.

    Diantaranya fungsi menanam mangrove adalah: Hutan mangrove menjaga kestabilan garis pantai Melindungi pantai dan tebing sungai dari abrasi Oksigen yang dihasilkan begitu besar dan bermanfaat besar

    untuk manusia Menjadi objek wisata ecogreen dan masih banyak lainnya.

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    3

    buc/e-magz/Berita Utama

    bahwa kami bisa menemukan satwa asli tersebut. Ada beberapa jenis satwa unik yang sudah kami data dan teliti sebelumnya diantaranya ada yang dari jenis primata seperti lutung, dan jenis burung.

  • foto: @hanggaraeko

    uaragembong Daerah bagian Utara bekasi ini bisa dibilang adalah daerah yang jarang tersentuh perhatian orang orang dari kota bekasi, Mungkin hanya sebagian

    orang yang mengetahui pasti daerah muaragembong ini. Anggapan anggapan miring tentang daerah muaragembong pun bermunculan di masyarakat perkotaan, dari hal Mistis sampai Hutan belantara yang menyeramkan banyak tindak kriminalitas, karena dari namanya saja sudah mengandung kata Gembong yang berarti perampok atau penjahat yang menyeramkan. Tapi terlepas dari hal itu semua

    Bahwa muaragembong kabupaten bekasi butuh perhatian kita semua, karena kenapa? Karena Dari 400 hektare hutan

    mangrove di Muaragembong, saat ini yang tersisa hanyalah tinggal 100 hektare. Artinya penyusutannya sudah sangat memprihatinkan jangan sampai daerah ujung utara bekasi ini menghilang, karena kenapa ternyata di muaragembong bukan hanya sebuah tempat yang dikelilingi muara atau lautan saja tempet nelayan nelayan singgah tetapi juga disitu banyak menyimpan kekayaan alam dari ora dan faunanya maupun kekayaan sejarah dan budaya bekasi.

    Tim ekspedisi bekasi urban city melakukan penelusuran dengan cara ekspedisi ke tempat terse-but selama 3 kali, pada ekspeidisi pertama yang dilakukan 2012 kami mengalami kegagalan untuk mengungkap dan menguak tentang keberadaan ora dan fauna khas Muaragembong Bekasi serta

    keberadaan pantai dengan pasir putih di daerah tersebut, tetapi walaupun waktu itu Kami gagal men-emukan apa yang kami cari justru kami semua meli-hat sesuatu yang sangat menyedihkan di daerah tersebut yaitu abrasi yang sudah sangat parah di daerah tersebut banyak rumah rumah dan fasilitas lainnya milik warga ikut tersapu ganasnya abrasi, dan yang membuat kami sedih juga katika melakukan ekspedisi pertama hilangnya beberapa ekosistem di hutan Mangrove.

    Banyak Pohon Mangrove yang hilang begitu juga hewan hewan penghuninya diantaranya lutung jawa, makaka, dan beberapa jenis jenis burung langka. ketika itu juga kami mencari tahu apa penye-bab ini semua, kami mencoba menanyakan ke beber-

    Jenis jenis Satwa yang berada MuaragembongKeanekaragaman satwa satwa di muaragem-

    bong membuat daya tarik sendiri bagi kami Tim ekspedisi bekasi urban city. Pada ekspedisi kami yang kedua Tahun 2013 dengan tujuan yang berbeda yaitu mencari keberadaan satwa asli di muaragembong, karena kami mendapatkan banyak refrensi dari penduduk sekitar maupun research melalui data data yang sudah ada sebelumnya tentang adanya satwa asli yang mendiami hutan mangrove di muar-agembong, kami sempat mendengarkan beberapa kabar yang tidak baik bahwa satwa satwa tersebut sudah punah dan sudah tidak akan bisa di temukan kembali. Tetapi tim tidak patah semangat begitu saja kami tetap beroptimis

    apa warga sekitar, dan akhirnya kami mendapat sebuah jawaban yang membuat kita para tim terheran heran. Penyebab rusaknya hutan mangrove sendiri berasal dari warga masyarakatnya sendiri dan oleh beberapa oknum masyarakat yang menggunakannya untuk kepentin-gan lahan bisnis. karena minimnya pengetahuan mereka juga tentang pohon Mangrove maka mereka melakukan hal tersebut seperti kayunya yang di ambil dan digunakan untuk memasak, lalu untuk lahan bisnis pohon pohon tersebut ditebangi untuk membuka lahan tambak ikan ataupun udang, dan batang batang kayunya di perjualkan sebagai bahan bangunan.

    Penebangan pohon mangrove dilakukan secara liar dan diangkut menggunakan truk dan ada juga yang menggunakan kapal. Perlu sekali ada penanganan yang tegas dari pihak pemerintah dalam hal ini. Man-grove merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat.

    Diantaranya fungsi menanam mangrove adalah: Hutan mangrove menjaga kestabilan garis pantai Melindungi pantai dan tebing sungai dari abrasi Oksigen yang dihasilkan begitu besar dan bermanfaat besar

    untuk manusia Menjadi objek wisata ecogreen dan masih banyak lainnya.

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    4

    bahwa kami bisa menemukan satwa asli tersebut. Ada beberapa jenis satwa unik yang sudah kami data dan teliti sebelumnya diantaranya ada yang dari jenis primata seperti lutung, dan jenis burung.

    Sangat disayangkan apabila habitat mereka

    rusak bukan hanya burung tetapi beberapa primata

    juga akan hilang, dan Muaragembong sendiri-

    pun akan hilang tenggalam karena abrasi yang sudah semakin hari kian parah

    dampaknya

  • Di Temukannya Lutung JawaDi ekspedisi ke dua kali ini Tim tidak sendirian

    tetapi bersama komunitas Hijau di bekasi ( Bekasi Green Attack ), sambil melakukan pencarian kami juga membantu mereka melakukan aksi penanaman mangrove yang tujuannya adalah untuk mencegah abrasi. Rupanya isu ini sudah menyebar kemana mana dan kami pun ikut senang ada sejumlah warga kota peduli terhadap daerah utara bekasi, kami sudah bisa memperkirakan pada saat ekspedisi pertama kami tentang abrasi besar di muaragembong, dalam kurun waktu 30 tahun ke depan diperkirakan muarag-embong akan hilang tenggelam. maka dari situlah kami berangkat kembali melakukan ekspedisi ke dua bersama Tim bekasi Green Attack yang sedang melakukan aksi sosial di daerah tersebut. Misi kami yang paling utama adalah menjaga kelangsungan hidup hewan hewan liar yang ada di daerah terse-but, karena memang itulah tujuan kami, mencari bukti keberadaan hewan atau satwa unik asli Muarag-embong bekasi.

    Tim ekspedisi Bekasi urban city dan Bekasi Green Attack berangkat dari kota pukul 08.00 WIB perjalanan cukup jauh pada ekspedisi kedua ini kami melewa-ti jalur yang berbeda, jalur yang kami lewati saat ini memiliki medan yang cukup ekstrim perlu tenaga dan kondisi kendaraan yang ekstra untuk mencapai kesana, karena jalur yang akan kami lalui adalah jalur berbatu dan bertanah tidak seperti jalur yang ada di daerah kota. Akhirnya tibalah kami pukul 12.00 WIB

    di desa Muaragembong sebuah desa kecil yang mayoritas penduduknya adalah bertani dan melaut mencari ikan ( Nelayan ), disana kami disambut dengan baik dan

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    5

    hangat, kebetulan salah satu Tim ekspedisi Bekasi urban city dan bekasi Green Attack sudah ada yang kenal dengan salah seorang warga disana yaitu bang ucie dan samba beliau adalah relawan setempat dari lembaga kajian advokasi lingkungan Hidup di Muarag-embong. Dengan dipandu oleh mereka berdua kami pun melanjutkan perjalanan ke Muara Bendera ke lokasi penanaman mangrove dan juga salah satu lokasi tempat satwa unik tersebut berada yaitu lutung hitam atau Lutung jawa dalam nama ilmiahnya Trachypithecus auratus. Lutung jawa sendiri keberadaan populasi dan penyebarannya semakin terancam punah akibat kerusakan habitat hutan dan kelangkaan pakan, apalagi satwa ini masih menjadi ajang perburuan, baik untuk keperluan komersial maupun untuk dikonsumsi dagingnya.

    Hari semakin sore, matahari sudah condong kearah barat belum satupun ada jejak tanda tanda hewan liar tersebut muncul, kami pun melanjutkan kegiatan kami yaitu menanam mangrove sambil tetap waspada mungkin saja mereka sedang mengawasi kegiatan kami dari kejahuan atau mungkin dengan jarak yang sangat dekat dengan kami mereka sedang mengumpat di rerimbunan pohon pohon bakau. Kami masih mempunyai harapan yang tinggi untuk bisa menjumpai satwa unik tersebut, menurut warga

    sekitar dahulu ditahun 1985 mereka sering sekali keluar dan b e r k e l i a r a n dengan berkelom-pok setiap kelom-pok terdiri dari 20 30 lutung, namun saat ini sudah tidak bisa ditemukan lagi p e m a n d a n g a n seperti itu. Pada saat itu, hutan bakau di sana masih tebal dan

    rimbun. Lutung bergerombol. Setiap gerombolan terdiri sekitar 30 ekor. Dan mereka menetap di wilayah pesisir Muaragembong yang terletak di perbatasan dengan Kabupaten Karawang, ujar salah satu warga yang ikut dalam rombongan kami.

    Kami tetap semangat untuk mencari jejak jejak keberadaan mereka, dan tiba tiba salah seorang warga yang ikut dalam rombongan kami berteriak

    memberitahu kepada kami tak jauh dari lokasi kami menanam pohon bakau ada beberapa ekor lutung hitam berlompatan keluar dari Hutan, kami pun bergegas untuk segera melihatnya,dan ternyata ekspedisi kami yang kedua ini membuahkan hasil kami berhasil melihat langsung dan bisa mengabadi-kannya dalam bentuk foto, senang sekali rasanya keberadaannya masih ada di, beberapa orang Tim kami mencoba mendekatinya dengan rasa penasa-ran. Jumlah mereka lumayan banyak ada sekitar 30 ekor lutung keluar mereka berlompatan dan berinter-aksi dengan lutung lainnya, dan yang membuat kami makin senang ada beberapa jenis lutung lainnya yang kami lihat, ada lutung yang berwarna putih dan coke-lat, sungguh pemandangan yang sangat langka dan kami bisa melihatnya dengan jarak sekitar 50 30 meter secara langsung, dengan sangat hati hati kami mendekatinya karena biar bagaimanapun mereka adalah hewan liar jadi kami harus tetap hati hati dan waspada bisa saja mereka semua menyerang kami, atau mereka justru kabur ke dalam rimbunnya hutan bakau. Ekspedisi kami yang ke dua ini tidak sia sia karena hewan yang sebelumnya di sebut sebut sudah tidak ada atau akan punah ternyata kami masih bisa menjumpainya dalam jumlah yang lumayan banyak.

    Di Temukannya jenis jenis Burung langkaAda kurang lebih 35 jenis burung yang ada di

    Hutan bakau Muaragembong, 35 jenis burung terse-but berhasil di data oleh tim tim peneliti dari para relawan dan mahasiswa yang datang berkunjung ke tempat tersebut. Termasuk kami bersama warga seki-tar menelusuri jejak jejak keberadaan burung burung khas ini. Data ini kami data dari salah seorang tim kami ucie (28) yang berhasil masuk lebih dalam ke Hutan - hutan bakau dan berhasil menelusuri bebera-pa pesisir. Di beberapa titik hutan bakau ada selebihnya 35 jenis yang diantaranya adalah jenis burung yang sudah langka atau jarang di temui, dan mungkin saja jumlah tersebut bisa terus bertambah atau Mungkin berkurang bersamaan dengan rusakn-ya ekosistem hutan bakau di muaragembong. Dahulu di tahun 90 an setiap bulan tertentu banyak burung burung yang bermigrasi ke daerah sini, mereka datang dari berbagai daerah untuk singgah, tetapi saat ini sudah tak terlihat bahkan jarang sekali pemandangan seperti itu terlihat lagi, Ujar salah seorang warga yang ikut dalam rombongan kami.

    beberapa jenis satwa jenis burung yang masih bisa terlihat di sepanjang pesisir Muaragembong: burung

    Kacamata (Zosterops sp.), Cinenen pisang (Orthoto-mus sutorius), Dederuk (Streptopelia bitorquata), Kipasan belang (Rhipidura javanica), Kuntul besar (Egretta alba), Cerek (Pluvialis sp.), dan Trinil kaki merah (Tringa totanus).padi hitam (Phalacrocorax sulcirostris), Dara laut (Sterna sp.), Cangak abu (Ardea cinerea), Trinil pantai (Tringa hypoleucos), Dara laut biasa (Sterna hirundo), Kokokan laut (Butorides stria-tus), Walet (Collocalia esculenta-linchii), Kuntul kecil (Egretta garzetta), Cekakak sungai (Todirhamphus chloris), Cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster), Bentet kelabu (Lanius schach), Remetuk laut (Gery-gone sulphurea), Dara laut tengkuk hitam (Sterna sumatrana), dan Raja udang biru (Alcedo coerules-cens).

    Masih banyak lagi sebenarnya Jumlahnya keseluruhan ada 35 Jenis Burung di pesisir Muarag-embong. Sangat disayangkan apabila habitat mereka rusak bukan hanya burung tetapi beberapa primata juga akan hilang, dan Muaragembong sendiripun akan hilang tenggalam karena abrasi yang sudah semakin hari kian parah dampaknya. (eko/ucie/buc).

    Jenis jenis Satwa yang berada MuaragembongKeanekaragaman satwa satwa di muaragem-

    bong membuat daya tarik sendiri bagi kami Tim ekspedisi bekasi urban city. Pada ekspedisi kami yang kedua Tahun 2013 dengan tujuan yang berbeda yaitu mencari keberadaan satwa asli di muaragembong, karena kami mendapatkan banyak refrensi dari penduduk sekitar maupun research melalui data data yang sudah ada sebelumnya tentang adanya satwa asli yang mendiami hutan mangrove di muar-agembong, kami sempat mendengarkan beberapa kabar yang tidak baik bahwa satwa satwa tersebut sudah punah dan sudah tidak akan bisa di temukan kembali. Tetapi tim tidak patah semangat begitu saja kami tetap beroptimis

    bahwa kami bisa menemukan satwa asli tersebut. Ada beberapa jenis satwa unik yang sudah kami data dan teliti sebelumnya diantaranya ada yang dari jenis primata seperti lutung, dan jenis burung.

  • Di Temukannya Lutung JawaDi ekspedisi ke dua kali ini Tim tidak sendirian

    tetapi bersama komunitas Hijau di bekasi ( Bekasi Green Attack ), sambil melakukan pencarian kami juga membantu mereka melakukan aksi penanaman mangrove yang tujuannya adalah untuk mencegah abrasi. Rupanya isu ini sudah menyebar kemana mana dan kami pun ikut senang ada sejumlah warga kota peduli terhadap daerah utara bekasi, kami sudah bisa memperkirakan pada saat ekspedisi pertama kami tentang abrasi besar di muaragembong, dalam kurun waktu 30 tahun ke depan diperkirakan muarag-embong akan hilang tenggelam. maka dari situlah kami berangkat kembali melakukan ekspedisi ke dua bersama Tim bekasi Green Attack yang sedang melakukan aksi sosial di daerah tersebut. Misi kami yang paling utama adalah menjaga kelangsungan hidup hewan hewan liar yang ada di daerah terse-but, karena memang itulah tujuan kami, mencari bukti keberadaan hewan atau satwa unik asli Muarag-embong bekasi.

    Tim ekspedisi Bekasi urban city dan Bekasi Green Attack berangkat dari kota pukul 08.00 WIB perjalanan cukup jauh pada ekspedisi kedua ini kami melewa-ti jalur yang berbeda, jalur yang kami lewati saat ini memiliki medan yang cukup ekstrim perlu tenaga dan kondisi kendaraan yang ekstra untuk mencapai kesana, karena jalur yang akan kami lalui adalah jalur berbatu dan bertanah tidak seperti jalur yang ada di daerah kota. Akhirnya tibalah kami pukul 12.00 WIB

    di desa Muaragembong sebuah desa kecil yang mayoritas penduduknya adalah bertani dan melaut mencari ikan ( Nelayan ), disana kami disambut dengan baik dan

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    6

    hangat, kebetulan salah satu Tim ekspedisi Bekasi urban city dan bekasi Green Attack sudah ada yang kenal dengan salah seorang warga disana yaitu bang ucie dan samba beliau adalah relawan setempat dari lembaga kajian advokasi lingkungan Hidup di Muarag-embong. Dengan dipandu oleh mereka berdua kami pun melanjutkan perjalanan ke Muara Bendera ke lokasi penanaman mangrove dan juga salah satu lokasi tempat satwa unik tersebut berada yaitu lutung hitam atau Lutung jawa dalam nama ilmiahnya Trachypithecus auratus. Lutung jawa sendiri keberadaan populasi dan penyebarannya semakin terancam punah akibat kerusakan habitat hutan dan kelangkaan pakan, apalagi satwa ini masih menjadi ajang perburuan, baik untuk keperluan komersial maupun untuk dikonsumsi dagingnya.

    Hari semakin sore, matahari sudah condong kearah barat belum satupun ada jejak tanda tanda hewan liar tersebut muncul, kami pun melanjutkan kegiatan kami yaitu menanam mangrove sambil tetap waspada mungkin saja mereka sedang mengawasi kegiatan kami dari kejahuan atau mungkin dengan jarak yang sangat dekat dengan kami mereka sedang mengumpat di rerimbunan pohon pohon bakau. Kami masih mempunyai harapan yang tinggi untuk bisa menjumpai satwa unik tersebut, menurut warga

    sekitar dahulu ditahun 1985 mereka sering sekali keluar dan b e r k e l i a r a n dengan berkelom-pok setiap kelom-pok terdiri dari 20 30 lutung, namun saat ini sudah tidak bisa ditemukan lagi p e m a n d a n g a n seperti itu. Pada saat itu, hutan bakau di sana masih tebal dan

    rimbun. Lutung bergerombol. Setiap gerombolan terdiri sekitar 30 ekor. Dan mereka menetap di wilayah pesisir Muaragembong yang terletak di perbatasan dengan Kabupaten Karawang, ujar salah satu warga yang ikut dalam rombongan kami.

    Kami tetap semangat untuk mencari jejak jejak keberadaan mereka, dan tiba tiba salah seorang warga yang ikut dalam rombongan kami berteriak

    memberitahu kepada kami tak jauh dari lokasi kami menanam pohon bakau ada beberapa ekor lutung hitam berlompatan keluar dari Hutan, kami pun bergegas untuk segera melihatnya,dan ternyata ekspedisi kami yang kedua ini membuahkan hasil kami berhasil melihat langsung dan bisa mengabadi-kannya dalam bentuk foto, senang sekali rasanya keberadaannya masih ada di, beberapa orang Tim kami mencoba mendekatinya dengan rasa penasa-ran. Jumlah mereka lumayan banyak ada sekitar 30 ekor lutung keluar mereka berlompatan dan berinter-aksi dengan lutung lainnya, dan yang membuat kami makin senang ada beberapa jenis lutung lainnya yang kami lihat, ada lutung yang berwarna putih dan coke-lat, sungguh pemandangan yang sangat langka dan kami bisa melihatnya dengan jarak sekitar 50 30 meter secara langsung, dengan sangat hati hati kami mendekatinya karena biar bagaimanapun mereka adalah hewan liar jadi kami harus tetap hati hati dan waspada bisa saja mereka semua menyerang kami, atau mereka justru kabur ke dalam rimbunnya hutan bakau. Ekspedisi kami yang ke dua ini tidak sia sia karena hewan yang sebelumnya di sebut sebut sudah tidak ada atau akan punah ternyata kami masih bisa menjumpainya dalam jumlah yang lumayan banyak.

    Di Temukannya jenis jenis Burung langkaAda kurang lebih 35 jenis burung yang ada di

    Hutan bakau Muaragembong, 35 jenis burung terse-but berhasil di data oleh tim tim peneliti dari para relawan dan mahasiswa yang datang berkunjung ke tempat tersebut. Termasuk kami bersama warga seki-tar menelusuri jejak jejak keberadaan burung burung khas ini. Data ini kami data dari salah seorang tim kami ucie (28) yang berhasil masuk lebih dalam ke Hutan - hutan bakau dan berhasil menelusuri bebera-pa pesisir. Di beberapa titik hutan bakau ada selebihnya 35 jenis yang diantaranya adalah jenis burung yang sudah langka atau jarang di temui, dan mungkin saja jumlah tersebut bisa terus bertambah atau Mungkin berkurang bersamaan dengan rusakn-ya ekosistem hutan bakau di muaragembong. Dahulu di tahun 90 an setiap bulan tertentu banyak burung burung yang bermigrasi ke daerah sini, mereka datang dari berbagai daerah untuk singgah, tetapi saat ini sudah tak terlihat bahkan jarang sekali pemandangan seperti itu terlihat lagi, Ujar salah seorang warga yang ikut dalam rombongan kami.

    beberapa jenis satwa jenis burung yang masih bisa terlihat di sepanjang pesisir Muaragembong: burung

    Kacamata (Zosterops sp.), Cinenen pisang (Orthoto-mus sutorius), Dederuk (Streptopelia bitorquata), Kipasan belang (Rhipidura javanica), Kuntul besar (Egretta alba), Cerek (Pluvialis sp.), dan Trinil kaki merah (Tringa totanus).padi hitam (Phalacrocorax sulcirostris), Dara laut (Sterna sp.), Cangak abu (Ardea cinerea), Trinil pantai (Tringa hypoleucos), Dara laut biasa (Sterna hirundo), Kokokan laut (Butorides stria-tus), Walet (Collocalia esculenta-linchii), Kuntul kecil (Egretta garzetta), Cekakak sungai (Todirhamphus chloris), Cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster), Bentet kelabu (Lanius schach), Remetuk laut (Gery-gone sulphurea), Dara laut tengkuk hitam (Sterna sumatrana), dan Raja udang biru (Alcedo coerules-cens).

    Masih banyak lagi sebenarnya Jumlahnya keseluruhan ada 35 Jenis Burung di pesisir Muarag-embong. Sangat disayangkan apabila habitat mereka rusak bukan hanya burung tetapi beberapa primata juga akan hilang, dan Muaragembong sendiripun akan hilang tenggalam karena abrasi yang sudah semakin hari kian parah dampaknya. (eko/ucie/buc).

    Jenis jenis Satwa yang berada MuaragembongKeanekaragaman satwa satwa di muaragem-

    bong membuat daya tarik sendiri bagi kami Tim ekspedisi bekasi urban city. Pada ekspedisi kami yang kedua Tahun 2013 dengan tujuan yang berbeda yaitu mencari keberadaan satwa asli di muaragembong, karena kami mendapatkan banyak refrensi dari penduduk sekitar maupun research melalui data data yang sudah ada sebelumnya tentang adanya satwa asli yang mendiami hutan mangrove di muar-agembong, kami sempat mendengarkan beberapa kabar yang tidak baik bahwa satwa satwa tersebut sudah punah dan sudah tidak akan bisa di temukan kembali. Tetapi tim tidak patah semangat begitu saja kami tetap beroptimis

    bahwa kami bisa menemukan satwa asli tersebut. Ada beberapa jenis satwa unik yang sudah kami data dan teliti sebelumnya diantaranya ada yang dari jenis primata seperti lutung, dan jenis burung.

  • Keanekaragaman Hayati dan satwa endemik merupakan salah satu asset yang perlu dijaga dan dirawat untuk keberadaban manusia dalam beradaptasi dengan alam, kekuatan alam yang terjaga dengan baik tentunya akan memberikan dampak yang positif bagi lingkungan sekitar, salah satu contoh wilayah yang terkena dampak kerusakan alam adalah wilayah pesisir muaragembong, sejak meluasnya daerah abrasi akibat penebangan pohon mangrove yang dilakukan warga sekitar secara bebas dan tidak ada system tebang tanam mangrove, mengakibatkan wilayah pesisir hilang beberapa ratus meter ditelan abrasi, kegiatan ini apabila tidak ada pemahaman dan pengtahuan kepada seluruh pihak tentang pentingnya garis hijau atau GREEN BELT untuk menyeimbangkan ekosistem dan lingkungan pesisir muara gembong, sebagai penyelamatan pantai dan penyerap polutan untuk keberlangsungan kehidupan makhluk hidup hari ini, hingga masa nanti.

    icara Bekasi saat ini dan tempo dulu sangat beragam, mau bicara budaya bisa, mau bicara seni bisa, mau bicara kepahlawanan ada, mau bicara sejarah Banyak, dan mau

    bicara tentang potensi wilayah tentunya sangat dinantikan. Perubahan zaman yang cepat membuat generasi Muda Bekasi tentunya harus cepat mengam-

    bil langkah yang terbaru dan paling baru untuk tidak ketinggalan era globalisasi yang terus menyerang. Budaya barat sudah

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    7

    B

    masuk bercampur dengan gaya hidup anak muda saat ini di Bekasi, namun demikian dalam menyelamatkan karakter yang sesungguhnya tentang pemuda Bekasi adalah minimal tau sedikit tentang sejarah yang ada, dan lokasi-lokasi penting tentang kedaerahannya. kita akan terus teringat tentang bekasi melalui sebutan umum yang saat ini kental dimasyarakat Indonesia, diantaranya adalah kota Bekasi terkenal dengan penampungan sampah, dilain itu Kabupaten Bekasi dikenal sebagai wilayah industry nasional. Identitas tersebut tentunya lebih dikenal dari pada Kota yang Sehat, Cerdas dan Ihsan, dilain tempat kabupaten mempunyai ciri Masyarakat Agamis yang unggul dalam bidang industri, perdagangan, pertanian dan pariwisata, semua akan focus pada satu keadaan yang menjadi aktivitas terbesar diwilayah tersebut, namun jika terdapat pembangunan yang terus menerus dilakukan tanpa ada batasan dari keta-makan Kelompok atau Individu tentunya akan timbul kerusakan wilayah yang akan perlahan menghilang-kan karakter kedaerahannya. Luas wilayah kota Bekasi 210,49 km2 dan Wilayah kabupaten seluas 1.484,37 km2, terdapat wilayah potensial yang perlu menjadi pusat perhatian para warga Bekasi khsusnya.

    Pengelolaan wilayah-wilayah berpotensi sampai saat ini masih luput dari perhatian pemerintah setempat, kekayaan ora dan fauna di Bekasi masih

    bisa kita jumpai walau dalam jarak yang jauh dan akses yang sulit, namun wilayah tersebut masih dalam area wilayah Bekasi. Keanekaragaman Hayati dan satwa endemik merupakan salah satu asset yang perlu dijaga dan dirawat untuk keberadaban manusia dalam beradaptasi dengan alam, kekuatan alam yang terjaga dengan baik tentunya akan memberikan dampak yang positif bagi lingkungan sekitar, salah satu contoh wilayah yang terkena dampak kerusakan alam adalah wilayah pesisir muaragembong, sejak meluasnya daerah abrasi akibat penebangan pohon mangrove yang dilakukan warga sekitar secara bebas dan tidak ada system tebang tanam mangrove, men-gakibatkan wilayah pesisir hilang beberapa ratus meter ditelan abrasi, kegiatan ini apabila tidak ada pemahaman dan pengtahuan kepada seluruh pihak tentang pentingnya garis hijau atau GREEN BELT untuk menyeimbangkan ekosistem dan lingkungan pesisir muara gembong, sebagai penyelamatan pantai dan penyerap polutan untuk keberlangsungan kehidupan makhluk hidup hari ini, hingga masa nanti.

    Keberadaan hutan mangrove di daerah pesisir muaragembong tentunya memberikan tempat bagi satwa-satwa liar untuk hidup dan bahkan mencari sumber makanan dari pohon bakau mangrove

    maupun sekitaran hutan mangrove, keberadaan lutung jawa didaerah Muara citarum menandakan adanya kehidupan satwa endemik yang perlu diper-hatikan keberlangsungannya, dari berbagai sumber yang ada keberadaan lutung jawa di Indonesia sangat dikatakan memprihatinkan populasinya, di banyak pesisir Indonesia sangat sedikit wilayah yang memiliki hewan kategori Primata berjenis Lutung Jawa ini, salah satunya dapat dijumpai di Pesisir Muaragem-bong tepatnya keberadaannya sering di Jumpai pada area Muara Citarum.

    Kondisi hutan yang sangat memprihatinkan tentu saja dapat memberikan dampak yang kurang baik terhadap kehidupan Satwa Endemik , mereka akan habis dengan sendirinya dikarenakan tempatnya rusak bahkan tidak ada lagi tempat baginya hidup dan mendapatkan sumber makanan, sudah saatnya pemerintah dan masyarakat mengetahui betul tentang potensi yang dimiliki serta pentingnya menja-ga Garis Hijau pantai sebagai penyelamat wilayah dari kerusakan serta bencana Alam yang akan mengan-cam masyarakat sekitar. ~Red BGAF (ferlan/BekasiG-reenAttack)

    Pesisir Muara Gembong kebanggaan Bekasi

  • icara Bekasi saat ini dan tempo dulu sangat beragam, mau bicara budaya bisa, mau bicara seni bisa, mau bicara kepahlawanan ada, mau bicara sejarah Banyak, dan mau

    bicara tentang potensi wilayah tentunya sangat dinantikan. Perubahan zaman yang cepat membuat generasi Muda Bekasi tentunya harus cepat mengam-

    bil langkah yang terbaru dan paling baru untuk tidak ketinggalan era globalisasi yang terus menyerang. Budaya barat sudah

    masuk bercampur dengan gaya hidup anak muda saat ini di Bekasi, namun demikian dalam menyelamatkan karakter yang sesungguhnya tentang pemuda Bekasi adalah minimal tau sedikit tentang sejarah yang ada, dan lokasi-lokasi penting tentang kedaerahannya. kita akan terus teringat tentang bekasi melalui sebutan umum yang saat ini kental dimasyarakat Indonesia, diantaranya adalah kota Bekasi terkenal dengan penampungan sampah, dilain itu Kabupaten Bekasi dikenal sebagai wilayah industry nasional. Identitas tersebut tentunya lebih dikenal dari pada Kota yang Sehat, Cerdas dan Ihsan, dilain tempat kabupaten mempunyai ciri Masyarakat Agamis yang unggul dalam bidang industri, perdagangan, pertanian dan pariwisata, semua akan focus pada satu keadaan yang menjadi aktivitas terbesar diwilayah tersebut, namun jika terdapat pembangunan yang terus menerus dilakukan tanpa ada batasan dari keta-makan Kelompok atau Individu tentunya akan timbul kerusakan wilayah yang akan perlahan menghilang-kan karakter kedaerahannya. Luas wilayah kota Bekasi 210,49 km2 dan Wilayah kabupaten seluas 1.484,37 km2, terdapat wilayah potensial yang perlu menjadi pusat perhatian para warga Bekasi khsusnya.

    Pengelolaan wilayah-wilayah berpotensi sampai saat ini masih luput dari perhatian pemerintah setempat, kekayaan ora dan fauna di Bekasi masih

    bisa kita jumpai walau dalam jarak yang jauh dan akses yang sulit, namun wilayah tersebut masih dalam area wilayah Bekasi. Keanekaragaman Hayati dan satwa endemik merupakan salah satu asset yang perlu dijaga dan dirawat untuk keberadaban manusia dalam beradaptasi dengan alam, kekuatan alam yang terjaga dengan baik tentunya akan memberikan dampak yang positif bagi lingkungan sekitar, salah satu contoh wilayah yang terkena dampak kerusakan alam adalah wilayah pesisir muaragembong, sejak meluasnya daerah abrasi akibat penebangan pohon mangrove yang dilakukan warga sekitar secara bebas dan tidak ada system tebang tanam mangrove, men-gakibatkan wilayah pesisir hilang beberapa ratus meter ditelan abrasi, kegiatan ini apabila tidak ada pemahaman dan pengtahuan kepada seluruh pihak tentang pentingnya garis hijau atau GREEN BELT untuk menyeimbangkan ekosistem dan lingkungan pesisir muara gembong, sebagai penyelamatan pantai dan penyerap polutan untuk keberlangsungan kehidupan makhluk hidup hari ini, hingga masa nanti.

    Keberadaan hutan mangrove di daerah pesisir muaragembong tentunya memberikan tempat bagi satwa-satwa liar untuk hidup dan bahkan mencari sumber makanan dari pohon bakau mangrove

    maupun sekitaran hutan mangrove, keberadaan lutung jawa didaerah Muara citarum menandakan adanya kehidupan satwa endemik yang perlu diper-hatikan keberlangsungannya, dari berbagai sumber yang ada keberadaan lutung jawa di Indonesia sangat dikatakan memprihatinkan populasinya, di banyak pesisir Indonesia sangat sedikit wilayah yang memiliki hewan kategori Primata berjenis Lutung Jawa ini, salah satunya dapat dijumpai di Pesisir Muaragem-bong tepatnya keberadaannya sering di Jumpai pada area Muara Citarum.

    Kondisi hutan yang sangat memprihatinkan tentu saja dapat memberikan dampak yang kurang baik terhadap kehidupan Satwa Endemik , mereka akan habis dengan sendirinya dikarenakan tempatnya rusak bahkan tidak ada lagi tempat baginya hidup dan mendapatkan sumber makanan, sudah saatnya pemerintah dan masyarakat mengetahui betul tentang potensi yang dimiliki serta pentingnya menja-ga Garis Hijau pantai sebagai penyelamat wilayah dari kerusakan serta bencana Alam yang akan mengan-cam masyarakat sekitar. ~Red BGAF (ferlan/BekasiG-reenAttack)

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    8

    buc/e-magz/Berita Utama

  • Akber Bekasi menyelenggarakan kelas bertema Memberdayakan Komunitas. Tema yang di adakan yaitu atas kebutuhan komunitas Bekasi yang diharapkan oleh akber bekasi dapat lebih bermanfaat untuk kota tempat tinggal tercinta kota bekasi.

    1st Anniversary Akademi Berbagi Bekasi

    epat di tanggal 2 mei 2013 akademi berbagi bekasi memperingati hari jadinya,perayaann-

    ya sendiri di laksanankan pada tanggal 18 mei 2013. Bulan Mei menjadi bulan yang berkah untuk mereka, karena Akber Bekasi menyelenggarakan kelas ke 19 yang sekaligus memperingati hari jadinya yang pertama. Kelas berte-ma Memberdayakan Komunitas yang satu bulan terakhir di godok agar berbeda dari kelas-kelas biasanya,berjalan sukses. Tema yang di adakan yaitu atas kebutu-han komunitas Bekasi yang dihara-pkan oleh akber bekasi dapat lebih bermanfaat untuk kota tempat

    tinggal tercinta kota bekasi.

    Guru di hari istimewa

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    9

    T

    kali ini adalah Shaq Pontoh, yaitu seorang Co-Initiator Indonesia Berkebun @IDberkebun, Co-Founder Ayah ASI Indonesia @ID_AyahASI, Chief Indonesia Berkibar @IDberkibar, dll. Tanggal 18 Mei bertempat di Nics Cafe, sekitar pukul 7 pagi para relawan telah berkumpul di cafe di jalan Ir. Juanda itu mempersiapkan kepent-ingan kelas special ini. Mas MC, Danny Brahmantyo dan guru kita mas Shaq Pontoh juga datang sebelum acara berlangsung.

    Di mulai pemutaran video testi-moni tentang komunitas yang diwakilkan oleh komunitas Bekasi berkebun, Kampung Fiksi, Ayah Asi Bekasi, dan Stand Up Indo Bekasi dibuka oleh Mas Danny. Berbeda dari biasanya, kelas ke 19 ini di mulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

    Sejumlah komunitas pun hadir memenuhi ruangan Nics, diantara-nya : Ayah ASI, Bekasi Berkebun, Bekasi Cyber, Zeus Community, Komunitas Anti Miras, Emak-Emak Blogger, Earth Hour Bekasi, Nebengers, Blogger Bekasi, Kam-pung Fiksi, KSM Bekasi, Komunitas Besar Indonesia, Para Backpacker,

    hingga Abang Mpok Bekasi juga datang, termasuk juga bekasi urban city sendiri yang sebagai medianya komunitas komunitas di bekasi.

    Dan sekitar pukul 10, Mas Shaq memulai materinya yang fresh, karena beliau khusus mem-buatnya untuk kado Akber bekasi. kado mas Shaq untuk Akber Bekasi, yaitu 5 W + 1 H Komunitas, What? Why? Who? When? Where? How?.

    Pembahasan pertama, dari yang paling penting, yaitu : WHY. Jadi, dalam membentuk komuni-tas, kita harus memulai dari kata WHY! Why? Kenapa? Why? Karena munculnya komunitas itu berawal dari keresahan dan keter-tarikan. Contohnya saat mas Shaq dulu membuat Ayah Asi bersama teman-teman lainnya karna Ia dan teman-teman ingin lebih mendapat pengetahuan tentang ASI dan memberi dukungan penuh kepada istrinya yang sedang meny-usui walaupun bukan untuk men-gambil peran untuk bisa menggan-tikan menyusui tapi untuk berbagi pengetahuan akan pentinganya ASI itu sendiri. Begitupula saat beliau membentuk Indonesia Berkebun, karena ketertarikannya dalam dunia masak-memasak dan ingin memilki bahan masakan dari kebunnya sendiri.

    SO, WHY??Setelah WHY tahap selanjutn-

    ya adalah WHO Siapa yang akan melakukannya? Dalam komunitas, bukan siapa ketuanya, tapi siapa Leader nya yang akan memimpin jalannya komunitas tersebut. Selain siapa orang yang memban-gunnya (personal), tapi juga dibu-tuhkan komunitas lain yang dapat berkolaborasi yg punya ketertari-kan yang sama.

    Selanjutnya adalah WHERE, karena Where ini akan menjadi

    tempat yang tetap untuk para anggota komunitas berkumpul secara rutin. Dan ketika WHY dan WHO nya sudah sejalan, maka bertumbuh komunitas tersebut akan lebih cepat.

    Lalu, WHEN yaitu sekarang atau nanti-nanti. Ada beberapa komunitas yang terbentuk karna memang urgency yang sudah dibu-tuhkan banyak pihak. Dan When juga berati ketersediaan waktu yang kita luangkan agar bisa berke-giatan dikomunitas. Untuk itulah sebuah komunitas butuh chemis-try, menyenangkan, juga berarti. Jadi, tugas dan pekerjaan di komu-nitas seberat apapun, wajib dibawa enjoy!

    Untuk W yang terakhir adalah WHAT. Tapi kenapa What ya, yang mungkin untuk banyak orang ini adalah yang utama? Nah iya justru, hanya butuh brainstorming sedikit untuk menjawab What bila why & who nya sudah mantap!

    Terakhir, barulah HOW, dan berikut Tahap-tahapnya :

    Petikan lain dari mas Shaq adalah : Komunitas dan Kolaborasi itu penting, kenapa? karena Bangsa ini berawal dari itu! Dan dalam membangun komunitas, butuh yang namanya Rutinitas untuk membangun massa.

    Jika belum puas dengan ulasan

    disini, Mas Shaq bersedia loh di tanya via email dan twitter, mention aja yah @ShaqPontoh.

    Materi mas Shaq usai, disambut banji-rnya pertanyaan dari para peserta yang memang sangat peduli dengan komunitasnya. Tak kalah lagi dengan kepudulian salah satu Abangnya komunitas Bekasi yaitu bang Ronny Hermawan yang menyempatkan hadir hari itu demi ultah Akber Bekasi dengan mem-berikan ucapan dan nasehat untuk para penggiat komunitas di Bekasi.

    Acara belum tuntas dan sema-kin seru dengan kedatangan perwakilan dari Komunitas Stand Up Indo Bekasi yaitu bang Robert dan Hernawan Yoga yang akan memeriahkan ultah Akber bekasi dengan Open Mic.

    Yang juga istimewa, untuk Akberian yang tidak bisa hadir, kelas kemarin itu livestreaming via @KoplakYoBand. Belum lagi sejumlah hadiah dari sponsor juga komunitas yang berbagi souvenir semakin membuat acara meriah. Yaitu ada cokies dari @Suvenir-

    Coklat , mug dari @smkitaco, voucher dari @zaidahejab, t-shirt dan buku dari @Kampungksi , bibit tuktuk dari @BekasiBerke-bun, voucher dari @siomayderma-ga.

    Sebagai acara puncak, tidak afdol kalo ultah nggak tiup lilin! Puding dari @DapurEyang lah yang menjadi Birthday cakenya. Yaee-ayy!!! Terima Kasih banyak yaaa semuaa semuaaa semuaaa Semoga materi dari Mas Shaq bermanfaat dan bisa langsung diaplikasikan. Berbagi Bikin Happy!! (akberBKS/buc)

  • epat di tanggal 2 mei 2013 akademi berbagi bekasi memperingati hari jadinya,perayaann-

    ya sendiri di laksanankan pada tanggal 18 mei 2013. Bulan Mei menjadi bulan yang berkah untuk mereka, karena Akber Bekasi menyelenggarakan kelas ke 19 yang sekaligus memperingati hari jadinya yang pertama. Kelas berte-ma Memberdayakan Komunitas yang satu bulan terakhir di godok agar berbeda dari kelas-kelas biasanya,berjalan sukses. Tema yang di adakan yaitu atas kebutu-han komunitas Bekasi yang dihara-pkan oleh akber bekasi dapat lebih bermanfaat untuk kota tempat

    tinggal tercinta kota bekasi.

    Guru di hari istimewa

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    10

    kali ini adalah Shaq Pontoh, yaitu seorang Co-Initiator Indonesia Berkebun @IDberkebun, Co-Founder Ayah ASI Indonesia @ID_AyahASI, Chief Indonesia Berkibar @IDberkibar, dll. Tanggal 18 Mei bertempat di Nics Cafe, sekitar pukul 7 pagi para relawan telah berkumpul di cafe di jalan Ir. Juanda itu mempersiapkan kepent-ingan kelas special ini. Mas MC, Danny Brahmantyo dan guru kita mas Shaq Pontoh juga datang sebelum acara berlangsung.

    Di mulai pemutaran video testi-moni tentang komunitas yang diwakilkan oleh komunitas Bekasi berkebun, Kampung Fiksi, Ayah Asi Bekasi, dan Stand Up Indo Bekasi dibuka oleh Mas Danny. Berbeda dari biasanya, kelas ke 19 ini di mulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

    Sejumlah komunitas pun hadir memenuhi ruangan Nics, diantara-nya : Ayah ASI, Bekasi Berkebun, Bekasi Cyber, Zeus Community, Komunitas Anti Miras, Emak-Emak Blogger, Earth Hour Bekasi, Nebengers, Blogger Bekasi, Kam-pung Fiksi, KSM Bekasi, Komunitas Besar Indonesia, Para Backpacker,

    hingga Abang Mpok Bekasi juga datang, termasuk juga bekasi urban city sendiri yang sebagai medianya komunitas komunitas di bekasi.

    Dan sekitar pukul 10, Mas Shaq memulai materinya yang fresh, karena beliau khusus mem-buatnya untuk kado Akber bekasi. kado mas Shaq untuk Akber Bekasi, yaitu 5 W + 1 H Komunitas, What? Why? Who? When? Where? How?.

    Pembahasan pertama, dari yang paling penting, yaitu : WHY. Jadi, dalam membentuk komuni-tas, kita harus memulai dari kata WHY! Why? Kenapa? Why? Karena munculnya komunitas itu berawal dari keresahan dan keter-tarikan. Contohnya saat mas Shaq dulu membuat Ayah Asi bersama teman-teman lainnya karna Ia dan teman-teman ingin lebih mendapat pengetahuan tentang ASI dan memberi dukungan penuh kepada istrinya yang sedang meny-usui walaupun bukan untuk men-gambil peran untuk bisa menggan-tikan menyusui tapi untuk berbagi pengetahuan akan pentinganya ASI itu sendiri. Begitupula saat beliau membentuk Indonesia Berkebun, karena ketertarikannya dalam dunia masak-memasak dan ingin memilki bahan masakan dari kebunnya sendiri.

    SO, WHY??Setelah WHY tahap selanjutn-

    ya adalah WHO Siapa yang akan melakukannya? Dalam komunitas, bukan siapa ketuanya, tapi siapa Leader nya yang akan memimpin jalannya komunitas tersebut. Selain siapa orang yang memban-gunnya (personal), tapi juga dibu-tuhkan komunitas lain yang dapat berkolaborasi yg punya ketertari-kan yang sama.

    Selanjutnya adalah WHERE, karena Where ini akan menjadi

    tempat yang tetap untuk para anggota komunitas berkumpul secara rutin. Dan ketika WHY dan WHO nya sudah sejalan, maka bertumbuh komunitas tersebut akan lebih cepat.

    Lalu, WHEN yaitu sekarang atau nanti-nanti. Ada beberapa komunitas yang terbentuk karna memang urgency yang sudah dibu-tuhkan banyak pihak. Dan When juga berati ketersediaan waktu yang kita luangkan agar bisa berke-giatan dikomunitas. Untuk itulah sebuah komunitas butuh chemis-try, menyenangkan, juga berarti. Jadi, tugas dan pekerjaan di komu-nitas seberat apapun, wajib dibawa enjoy!

    Untuk W yang terakhir adalah WHAT. Tapi kenapa What ya, yang mungkin untuk banyak orang ini adalah yang utama? Nah iya justru, hanya butuh brainstorming sedikit untuk menjawab What bila why & who nya sudah mantap!

    Terakhir, barulah HOW, dan berikut Tahap-tahapnya :

    Petikan lain dari mas Shaq adalah : Komunitas dan Kolaborasi itu penting, kenapa? karena Bangsa ini berawal dari itu! Dan dalam membangun komunitas, butuh yang namanya Rutinitas untuk membangun massa.

    Jika belum puas dengan ulasan

    disini, Mas Shaq bersedia loh di tanya via email dan twitter, mention aja yah @ShaqPontoh.

    Materi mas Shaq usai, disambut banji-rnya pertanyaan dari para peserta yang memang sangat peduli dengan komunitasnya. Tak kalah lagi dengan kepudulian salah satu Abangnya komunitas Bekasi yaitu bang Ronny Hermawan yang menyempatkan hadir hari itu demi ultah Akber Bekasi dengan mem-berikan ucapan dan nasehat untuk para penggiat komunitas di Bekasi.

    Acara belum tuntas dan sema-kin seru dengan kedatangan perwakilan dari Komunitas Stand Up Indo Bekasi yaitu bang Robert dan Hernawan Yoga yang akan memeriahkan ultah Akber bekasi dengan Open Mic.

    Yang juga istimewa, untuk Akberian yang tidak bisa hadir, kelas kemarin itu livestreaming via @KoplakYoBand. Belum lagi sejumlah hadiah dari sponsor juga komunitas yang berbagi souvenir semakin membuat acara meriah. Yaitu ada cokies dari @Suvenir-

    Coklat , mug dari @smkitaco, voucher dari @zaidahejab, t-shirt dan buku dari @Kampungksi , bibit tuktuk dari @BekasiBerke-bun, voucher dari @siomayderma-ga.

    Sebagai acara puncak, tidak afdol kalo ultah nggak tiup lilin! Puding dari @DapurEyang lah yang menjadi Birthday cakenya. Yaee-ayy!!! Terima Kasih banyak yaaa semuaa semuaaa semuaaa Semoga materi dari Mas Shaq bermanfaat dan bisa langsung diaplikasikan. Berbagi Bikin Happy!! (akberBKS/buc)

    buc/e-magz/Bekasi Komunitas

  • Komunitas Musang Lovers bergerak dengan tujuan yang mulia yaitu untuk melestarikan satwa musang di Indonesia.

    Komunitas Musang Lover Bekasi : hobi yang sekaligus melestarikan

    ergerak dengan tujuan yang mulia yaitu untuk melestarikan satwa musang di Indo-nesia, Komunitas Musang Lovers bekasi yang masih tergabung juga dengan

    Musang Lovers Indonesia dibentuk dari november 2012 mempunyai kegiatan yang cukup unik, kegiatan mereka selain memberikan edukasi tentang Musang dan Jenis jenisnya tetapi juga ikut serta dalam mele-starikan dan menjaga ekosistemnya turut serta juga memilihara dan menangkarkan jenis jenis musang yang sudah masuk dalam kategori hampir punah. Musang lover regional bekasi kegiatannya sendiri yang biasa dilakukan adalah sosialisasi tentang musang supaya musang ini tetap lestari di alamnya, jadi musang musang yang dipelihara oleh teman teman di komunitas Musang lover regional bekasi ini bukan musang musang tangkapan tapi musang legal yang di dapat dari teman teman musang lover di seluruh Indonesia, selain sosialisasi kita juga ada kegiatan baksos ke daerah daerah bencana maupun ke panti panti sosial, ujar aga ketua komunitas musang lover regional bekasi.

    Hingga saat ini anggota Komunitas Musang Lover Regional Bekasi sudah 90 orang tetapi tidak semunya mempunyai

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    11

    B

    peliharaan musang karena di komunitas ini tidak di haruskan juga untuk harus memiliki musang yang terpenting adalah mereka yang ingin bergabung ke komunitas ini mendapatkan pengetahuan, sosialisasi dan edukasi tentang jenis satwa yang satu ini, karena ada beberapa anggota kita juga yang mereka suka dengan musang dan ingin memeliharanya tetapi terkendala karena masalah persetujuan dengan anggota keluarga mereka dirumah maka tidak di ijink-an untuk memilihara, ataupun karena tidak bisa membeli, tetapi kita juga ikut membantu mereka dengan cara memberikan penjelasan penjelasan dan sosialisasi agar mereka bisa menjelaskan nantin-ya ke anggota keluarga mereka dirumah yang tidak setuju agar bisa memlihara,aga melanjutkan perbin-cangan dengan bekasiurbancity.

    Untuk hal perawatannya sendiri hewan jenis Musang atau mamalia ini cukup mudah dan tidak sulit ataupun dengan perawatan yang terlalu mahal. Untuk memeliharanya cukup dengan memberinya makan, untuk makanannya sendiri juga terbilang mudah dan murah cukup diberi makan buah buahan yang sudah matang, alasannya karena musang lebih menyukai buah buahan yang sudah matang bukan buah buahan yang masih mentah mereka tau mana buah yang sudah matang dan mana yang belum, biasanya kalau dikasih buah buahan yang masih mentah mereka tidak akan mau dimakan, lalu untuk minumnya dikasih air putih atau susu tetapi susunya yang non laktosa, sambung aga men-

    jelaskan kepada bekasiurbancity. Untuk jenis jenis musangnya sendiri ada berag-

    am jenis, diantaranya ada musang pandan, musang bulan, musang akar, musang bali, musang biul, binturong ( musang yang dilindungi oleh Negara ), musang rase, dan jenis jenis lainnya yang oleh mereka belum terdata. Yang paling banyak di pelihara oleh anggota komunitas ini adalah jenis musang pandan karena terbilang harganya yang murah dan pas untuk kantong para pemula yang ingin coba memilahara musang, dan untuk jenis musang pandan ini terbilang kuat juga karena tidak rentan terhadap penyakit,karena banyak anggapan orang orang yang belum faham soal musang, mereka menganggap musang itu rabies, tapi sebenarnya untuk musang musang yang dijadikan hewan peliharaan tidak seper-ti itu karena musang yang kita pelihara makanannya adalah buah buahan maka tidak akan terjangkit rabies, lanjut aga menjelaskan.

    Untuk yang ingin tahu dan ingin bergabung ke komunitas ini bisa datang pada waktu mereka kumpul atau gathering, komunitas ini biasa berkumpul di Taman alun alun kota bekasi, dan pada waktu ada Car free day bekasi, selain dari tempat tempat tersebut komunitas ini juga sering ngumpul di danau duta harapan setiap hari minggu jika tidak ada Car free day di kota bekasi.

    harapan saya komunitas ini bisa tetap solid men-sosialisasikan musang ke masyarakat agar mereka tidak melakukan hal hal keji terhadap musang musang yang ada di alam liar seperti menangkap mereka lalu di perjual belikan secara illegal, atau pun menembak mereka agar mereka tidak punah dan tetap lestari, gak perlu banyak orang untuk memiliha-ra hewan ini kalaupun ada yang ingin memilihara banyak di cobalah untuk menternakannya atau mengembangbiakannya agar jumlah mereka juga tetap terjaga, dan tidak cepat punah. kita juga sedang mengusahakan untuk membuat peternakan atau penangkaran musang di bekasi karena di bekasi sendiri belum ada penangkaran atau peternakan musang mudah mudahan ke depannya sudah ada, musang ini juga bisa sebenarnya menghasilkan kopi seperti luwak karena luwak sendiri juga masih terma-suk ke dalam keluarga musang saya sendiri pernah mencobanya dan rasanya gak kalah dengan kopi luwak, ya itu sebenarnya cuman iseng aja kalau memang ada yang ingin mencoba ya silahkan, ujar aga sambil bercanda dan mengakhiri perbincangan dengan bekasiurbancity. (eko/buc)

    buc/e-magz/Bekasi Komunitas

  • ergerak dengan tujuan yang mulia yaitu untuk melestarikan satwa musang di Indo-nesia, Komunitas Musang Lovers bekasi yang masih tergabung juga dengan

    Musang Lovers Indonesia dibentuk dari november 2012 mempunyai kegiatan yang cukup unik, kegiatan mereka selain memberikan edukasi tentang Musang dan Jenis jenisnya tetapi juga ikut serta dalam mele-starikan dan menjaga ekosistemnya turut serta juga memilihara dan menangkarkan jenis jenis musang yang sudah masuk dalam kategori hampir punah. Musang lover regional bekasi kegiatannya sendiri yang biasa dilakukan adalah sosialisasi tentang musang supaya musang ini tetap lestari di alamnya, jadi musang musang yang dipelihara oleh teman teman di komunitas Musang lover regional bekasi ini bukan musang musang tangkapan tapi musang legal yang di dapat dari teman teman musang lover di seluruh Indonesia, selain sosialisasi kita juga ada kegiatan baksos ke daerah daerah bencana maupun ke panti panti sosial, ujar aga ketua komunitas musang lover regional bekasi.

    Hingga saat ini anggota Komunitas Musang Lover Regional Bekasi sudah 90 orang tetapi tidak semunya mempunyai

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    12

    peliharaan musang karena di komunitas ini tidak di haruskan juga untuk harus memiliki musang yang terpenting adalah mereka yang ingin bergabung ke komunitas ini mendapatkan pengetahuan, sosialisasi dan edukasi tentang jenis satwa yang satu ini, karena ada beberapa anggota kita juga yang mereka suka dengan musang dan ingin memeliharanya tetapi terkendala karena masalah persetujuan dengan anggota keluarga mereka dirumah maka tidak di ijink-an untuk memilihara, ataupun karena tidak bisa membeli, tetapi kita juga ikut membantu mereka dengan cara memberikan penjelasan penjelasan dan sosialisasi agar mereka bisa menjelaskan nantin-ya ke anggota keluarga mereka dirumah yang tidak setuju agar bisa memlihara,aga melanjutkan perbin-cangan dengan bekasiurbancity.

    Untuk hal perawatannya sendiri hewan jenis Musang atau mamalia ini cukup mudah dan tidak sulit ataupun dengan perawatan yang terlalu mahal. Untuk memeliharanya cukup dengan memberinya makan, untuk makanannya sendiri juga terbilang mudah dan murah cukup diberi makan buah buahan yang sudah matang, alasannya karena musang lebih menyukai buah buahan yang sudah matang bukan buah buahan yang masih mentah mereka tau mana buah yang sudah matang dan mana yang belum, biasanya kalau dikasih buah buahan yang masih mentah mereka tidak akan mau dimakan, lalu untuk minumnya dikasih air putih atau susu tetapi susunya yang non laktosa, sambung aga men-

    jelaskan kepada bekasiurbancity. Untuk jenis jenis musangnya sendiri ada berag-

    am jenis, diantaranya ada musang pandan, musang bulan, musang akar, musang bali, musang biul, binturong ( musang yang dilindungi oleh Negara ), musang rase, dan jenis jenis lainnya yang oleh mereka belum terdata. Yang paling banyak di pelihara oleh anggota komunitas ini adalah jenis musang pandan karena terbilang harganya yang murah dan pas untuk kantong para pemula yang ingin coba memilahara musang, dan untuk jenis musang pandan ini terbilang kuat juga karena tidak rentan terhadap penyakit,karena banyak anggapan orang orang yang belum faham soal musang, mereka menganggap musang itu rabies, tapi sebenarnya untuk musang musang yang dijadikan hewan peliharaan tidak seper-ti itu karena musang yang kita pelihara makanannya adalah buah buahan maka tidak akan terjangkit rabies, lanjut aga menjelaskan.

    Untuk yang ingin tahu dan ingin bergabung ke komunitas ini bisa datang pada waktu mereka kumpul atau gathering, komunitas ini biasa berkumpul di Taman alun alun kota bekasi, dan pada waktu ada Car free day bekasi, selain dari tempat tempat tersebut komunitas ini juga sering ngumpul di danau duta harapan setiap hari minggu jika tidak ada Car free day di kota bekasi.

    harapan saya komunitas ini bisa tetap solid men-sosialisasikan musang ke masyarakat agar mereka tidak melakukan hal hal keji terhadap musang musang yang ada di alam liar seperti menangkap mereka lalu di perjual belikan secara illegal, atau pun menembak mereka agar mereka tidak punah dan tetap lestari, gak perlu banyak orang untuk memiliha-ra hewan ini kalaupun ada yang ingin memilihara banyak di cobalah untuk menternakannya atau mengembangbiakannya agar jumlah mereka juga tetap terjaga, dan tidak cepat punah. kita juga sedang mengusahakan untuk membuat peternakan atau penangkaran musang di bekasi karena di bekasi sendiri belum ada penangkaran atau peternakan musang mudah mudahan ke depannya sudah ada, musang ini juga bisa sebenarnya menghasilkan kopi seperti luwak karena luwak sendiri juga masih terma-suk ke dalam keluarga musang saya sendiri pernah mencobanya dan rasanya gak kalah dengan kopi luwak, ya itu sebenarnya cuman iseng aja kalau memang ada yang ingin mencoba ya silahkan, ujar aga sambil bercanda dan mengakhiri perbincangan dengan bekasiurbancity. (eko/buc)

    Seluruh anggota redaksiBUC e-magazinemengucapkan :

    Selamat MenunaikanIbadah Puasa

  • Mie Kocok Bandungeberapa kota besar di Indonesia seperti Jakar-ta, Bandung, Jogja, Sura-baya, Makasar dan

    kota-kota lain, biasanya kita sering dengan mudahnya menemukan makanan dari daerah lain. Diantara kuliner di kota besar lain itu, kota Bandung merupakan kota yang menjadi sasaran para kuliner, karena di Bandung kita dengan mudah menemukan hidangan kuliner yang khas di restoran-resto-ran kecil maupun di pinggir jalan. Di bandung ada beberapa kuliner yang sangat terkenal dan populer bahkan sampai diburu para penik-mat kuliner yang berdatangan ke kota bandung, salah satu kuliner yang digemari itu adalah Mie Kocok Bandung.

    Sebenarnya Mie Kocok Bandung itu sendiri hampir sama dengan mie bakso yang ada, namun ada beberapa bahan serta campuran yang membuat mie kocok ini terli-hat beda dan enak. Mie kocok Bandung berbahan dasar dari mie dengan ditambah bakso, sayur toge, batagor dan daging kikil serta salah satu yang khas dari mie kocok

    bandung ini adalah kuahnya. Kuah mie kocok dibuat dengan kaldu dan

    sum-sum dari kaki sapi ditambah dengan kikil yang direbus dengan bumbu-bumbu khas. Mie yang ada di mie kocok berbeda dengan mie bakso yang ada diluar, karena mienya itu khusus yaitu mie kuning gepeng.

    Sebenarnya kita tidak perlu jauh-jauh untuk pergi ke Bandung untuk mencicipi Mie Kocok Band-ung, karena di Bekasi pun ada yang menjual makanan khas Bandung ini. Saya sudah enam bulan berjualan Mie Kocok Bandung , ungkap mas Iman di kedainya, Jalan Raya Kemakmuran No.45 Bekasi yang tepatnya berada di halaman rumah makan Wulan Sari.

    Untuk menghidangkan satu mangkok Mie Kocok Bandung Mas Iman memberikan harga satu porsi Rp 15.000 komplit dengan bakso, batagor, sayur toge, mie kuning gepeng, daging kikil, daun bawang, bawang goreng serta seledri. Yang bikin gurih kuahnya itu karena pake kuah sum-sum , ungkap mas Iman saat diwawancarai oleh salah satu tim Bekasiurbancity. Untuk harga Rp 12.000 komposisinya sama dengan harga Rp 15.000 cuma yang membuat beda tidak ditambah dengan bakso.

    Saya punya cabang di Bandung

    sebenarnya dan ini usaha keluarga saya ketika saya masih menetap di Bandung dulu, kata mas Iman sambil menyiapkan mie kocok. Usaha yang dirintis oleh mas Iman sudah cukup lama, untuk mie kocok di Bandung yang mengurus disana istrinya sedangkan dia sendiri mencoba membuka cabang di Bekasi dengan resep yang sama. Mas Iman biasa membuka kedain-ya mulai dari jam 9 pagi sampai jam 10 malam.

    Jadi sebenarnya kita tidak perlu jauh-jauh lagi pergi ke Bandung untuk mencicipi mie kocok, karena mas Iman sudah membuka kedain-ya di Bekasi. Rasnya pun enak dan tidak kalah saing dengan mie kocok yang ada di Bandung. ( Ugi )

    B

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    13

    buc/e-magz/Bekasi Kuliner

  • Nasi uduk poncol Bekasi

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    14

    Mie Kocok Bandung

    erletak di Jalan Kartini Raya sebuah warung dengan nuansa yang sederhana bernama

    Nasi uduk Poncol yang telah lama berdiri sejak tahun 1983. Nasi uduk Poncol termasuk warung nasi uduk tertua di bekasi, dan nasi uduk yang menjajakan menu makanan yang khas masakan bekasi atau betawai melayu suku asli Bekasi. Bapak H.Abdurohim sang pemilih warung nasi uduk poncol ini bercerita tentang awal berdirinya warung nasi uduk poncol ini, Saya warga asli bekasi, dan allham-dulilah masih generasi pertama yang mengelola nasi uduk poncol ini, sejak berdiri dari tahun 83 berarti sudah 30 tahun lamanya, dahulu yang makan di warung saya ini kebanyakan para penunggang gerobak sapi, dan daerah kartini dahulu belum jalanan aspal seperti ini masih tanah dan bebatuan, pak H.Abdurohim bertutur.

    Menu yang ditawarkan warung nasi uduk poncol ini diantaranya ada sayur asem, ayam goreng, ikan

    goreng, bakwan atau bala bala, semur Jengkol, kikil sapi, dan Gabus Pucung. Untuk menu seperti Gabus pucung jarang dijajakan, karena langkanya ikan gabus yang tidak selalu ada dipasar, jadi menu andalan disini bukan cuman ikan gabus, ada juga yang lain seperti semur jengkol, dan kikil sapi paling banyak juga dicari orang, pak H.Abdurohim kembali menutur-kan.

    Warung ini buka dari jam 4 sore sampai kembali keesokannya jam 4 sore, buka 1x24 jam. Menurut pak H.abdurohim sampai menunya habis baru warungnya tutup, tapi terkadang tidak sampai 24 jam, kalau menu yang ditawarkan sudah habis semua alias laku cepat maka warung ini akan tutup lebih cepat, dan yang uniknya dari warung nasi uduk ini kita dibebaskan mengam-bil serta memilih menu makanann-ya (perasmanan) setelah itu kita langsung diarahkan ke meja kasir langsung dibayar dan dihitung. Maka banyak juga dara para pem-beli menyebutnya nasi uduk

    langsung bayar, karena memang selama ini kebanyakan warung nasi uduk makan dahulu baru bayar belakangan.

    Tidak setiap hari warung nasi uduk poncol ini ramai dikunjungi pembeli, ada hari tertentu dan jam tertentu nasi uduk ini sepi atau jarang dikunjungi oleh pembeli, Pada saat malam jumat dan hari jumat jarang ada pembeli bahkan suka sepi, tapi yang paling rame itu hari Minggu, dan kalau hari kerja ada jam jam tertentu ramainya seperti jam makan siang banyak pegawai pemerintah yang makan disini biasanya, dan biasanya setelah maghrib menjelang ke isya itu ramai, makin malam itu biasanya makin rame pokoknya sampai sehabisnya kita baru akan tutup, Pak H.Abdurohim kembali bertutur.

    Jika saat menjelang bulan puasa ramadhan malahan bisa sepi sekali tidak seperti hari biasanya, namanya juga dagang kadang ada ramenya kadang ada sepinya,tutur pak H.Abdurohim.

    Semua pegawai yang bekerja di warung nasi uduk poncol ini beras-al dari keluarga sendiri menurut pak H.Abdurohim. pak Haji sendiri adalah generasi pertama yang mengelola warung nasi uduk terse-but, saat ini mulai dikelola oleh anak anaknya. Bagi yang penasa-ran bisa datang ke warung Nasi poncol di jalan kartini raya depan Pom bensin. (eko/ugi/buc)

    T

    buc/e-magz/Bekasi Kuliner

  • buc/e-magz/Bekasi Event

    Serunya edukasi wisata mangrove di Muara Gembong

    eberapa komunitas dari kota Bekasi ikut mera-maikan kegiatan pena-naman mangrove bersa-

    ma dan edukasi wisata mangrove bertajuk Pride Of Muaragem-bong(19/5).

    Kegiatan yang lebih di orienta-sikan pada segmentasi anak muda ternyata mendapat respon yang

    luar biasa dari teman-teman komunitas dari kota dan kabupaten

    B

    Ketua rombongan sekaligus peng-gagas kegiatan Pride Of Muarag-embong Ferlansyah, menyatakan bahwa pihaknya beserta teman-teman komunitas di Kota dan Kabupaten Bekasi akan mem-beri support untuk kegiatan yang berorientasi pada rehabilitasi ekosistem mangrove di pesisir Bekasi.

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    15

    Bekasi. Peserta yang awalnya di targetkan hanya 20 orang, mem-bludak sampai 80 orang. Sam-pai-sampai adik-adik dari (Persatu-an Osis Kabupaten Kota) POSKAB Bekasi, tidak sampai kelokasi. Karena tertinggal jauh dengan dua rombongan sebelumnya. Dalam kegiatan ini salah satu target yang ingin dicapai adalah berusaha memperkenalkan potensi alam pesisir serta memberi informasi pada banyak pihak tentang keru-sakan hutan mangrove di pesisir Muaragembong. Informasi yang didapat akan dikemas dalam berb-agai media, salah satunya yang dilakukan Komunitas Fhotogra Bekasi (KFB), mereka berusaha menceritakan apa yang terjadi di pesisir Bekasi melaui kepiawaian mereka dalam mengambil gambar. Selain itu juga komunitas DVisual (Komunitas Film Dokumenter) berusaha membantu memvisual-

    isasikannya, agar masyarakat umum dan khususnya masyarakat Kabupaten / Kota Bekasi memper-oleh banyak informasi tentang daerah paling ujung di utara Bekasi.

    Kegiatan yang di awali dengan penjelasan singkat tentang fungsi mangrove oleh ketua eLKAIL Korel Muaragembong itu, mengundang antusias yang luar biasa dari peser-ta yang hadir. Mereka bertanya banyak hal tentang ekosistem man-grove. Kegiatan berikutnya adalah para peserta kegiatan Edukasi Wisata mangrove bertajuk Pride Of Muaragembong diajak menco-ba menanam mangrove dilokasi yang terkena dampak abrasi. Setelah itu kegiatan di tutup dengan pengambilan gambar di beberapa lokasi.

    Dan yang paling istimewa adalah ketika sesi pengambilan gambar dimulai beberapa ekor

    lutung jawa ekor panjang tampak bergerom-bol terlihat dari kejauhan. Tak ayal kondisi ini menjadi pemicu semangat teman-teman komunitas mempraktekan keahliannya men-gambil gambar. Dalam kegiatan ini juga turut hadir beberapa komunitas lain seperti : Bekasi Urban City (BUC), Putera- Puteri Karti-ni, Komunitas Onthel Sepeda Tua Indonesia (Kosti) korwil Bekasi, Earth Hour (EH Bekasi), Akademi Berbagi (AkberBKS), serta Dinas kebersihan dan pertaman Kota Bekasi yang di wakili oleh Ibu Kiswati Ningsih.

    Di akhir ketika di temui seusai kegiatan, ketua rombongan sekaligus penggagas kegia-tan Pride Of Muaragembong Ferlansyah, menyatakan bahwa pihaknya beserta teman-teman komunitas di Kota dan Kabu-paten Bekasi akan memberi support untuk kegiatan yang berorientasi pada rehabilitasi ekosistem mangrove di pesisir Bekasi. Semoga kedepan lebih banyak pihak yang mau mendukung program positif seperti ini . Tambahnya. (samba)

  • eberapa komunitas dari kota Bekasi ikut mera-maikan kegiatan pena-naman mangrove bersa-

    ma dan edukasi wisata mangrove bertajuk Pride Of Muaragem-bong(19/5).

    Kegiatan yang lebih di orienta-sikan pada segmentasi anak muda ternyata mendapat respon yang

    luar biasa dari teman-teman komunitas dari kota dan kabupaten

    Bekasi. Peserta yang awalnya di targetkan hanya 20 orang, mem-bludak sampai 80 orang. Sam-pai-sampai adik-adik dari (Persatu-an Osis Kabupaten Kota) POSKAB Bekasi, tidak sampai kelokasi. Karena tertinggal jauh dengan dua rombongan sebelumnya. Dalam kegiatan ini salah satu target yang ingin dicapai adalah berusaha memperkenalkan potensi alam pesisir serta memberi informasi pada banyak pihak tentang keru-sakan hutan mangrove di pesisir Muaragembong. Informasi yang didapat akan dikemas dalam berb-agai media, salah satunya yang dilakukan Komunitas Fhotogra Bekasi (KFB), mereka berusaha menceritakan apa yang terjadi di pesisir Bekasi melaui kepiawaian mereka dalam mengambil gambar. Selain itu juga komunitas DVisual (Komunitas Film Dokumenter) berusaha membantu memvisual-

    isasikannya, agar masyarakat umum dan khususnya masyarakat Kabupaten / Kota Bekasi memper-oleh banyak informasi tentang daerah paling ujung di utara Bekasi.

    Kegiatan yang di awali dengan penjelasan singkat tentang fungsi mangrove oleh ketua eLKAIL Korel Muaragembong itu, mengundang antusias yang luar biasa dari peser-ta yang hadir. Mereka bertanya banyak hal tentang ekosistem man-grove. Kegiatan berikutnya adalah para peserta kegiatan Edukasi Wisata mangrove bertajuk Pride Of Muaragembong diajak menco-ba menanam mangrove dilokasi yang terkena dampak abrasi. Setelah itu kegiatan di tutup dengan pengambilan gambar di beberapa lokasi.

    Dan yang paling istimewa adalah ketika sesi pengambilan gambar dimulai beberapa ekor

    lutung jawa ekor panjang tampak bergerom-bol terlihat dari kejauhan. Tak ayal kondisi ini menjadi pemicu semangat teman-teman komunitas mempraktekan keahliannya men-gambil gambar. Dalam kegiatan ini juga turut hadir beberapa komunitas lain seperti : Bekasi Urban City (BUC), Putera- Puteri Karti-ni, Komunitas Onthel Sepeda Tua Indonesia (Kosti) korwil Bekasi, Earth Hour (EH Bekasi), Akademi Berbagi (AkberBKS), serta Dinas kebersihan dan pertaman Kota Bekasi yang di wakili oleh Ibu Kiswati Ningsih.

    Di akhir ketika di temui seusai kegiatan, ketua rombongan sekaligus penggagas kegia-tan Pride Of Muaragembong Ferlansyah, menyatakan bahwa pihaknya beserta teman-teman komunitas di Kota dan Kabu-paten Bekasi akan memberi support untuk kegiatan yang berorientasi pada rehabilitasi ekosistem mangrove di pesisir Bekasi. Semoga kedepan lebih banyak pihak yang mau mendukung program positif seperti ini . Tambahnya. (samba)

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    16

  • buc/e-magz/Bekasi Event

    Gerakan 21 Hari Sarapan Bernutrisi Blue Band

    ekasi, 13 Juni 2013 Blue Band percaya bahwa masa depan besar berawal dari sara-

    pan dan anak Indonesia berhak memiliki masa depan yang besar. Untuk itu, Blue Band menginisiasi Gerakan 21 Hari Sarapan Bernutrisi di 300 sekolah di Indonesia dengan melibatkan 100.000 anak sekolah di enam wilayah di Indonesia antara lain adalah Jabodetabek, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan untuk mensosial-isasikan pentingnya sarapan bagi masa depan anak Indonesia.

    Blue Band menyadari bahwa kebiasaan sarapan bernutrisi

    belum banyak di terap-kan oleh anak Indonesia, padahal sarapan memili-

    B

    Melalui Gerakan 21 Hari Sarapan Bernutrisi Blue Band, sebanyak 7,544 anak sekolah dasar di Bekasi telah sukses membentuk kebiasaan sehat melalui sarapan bernutrisi.

    ki peran yang sangat pentiing bagi anak-anak dalam masa pertumbu-hannya. Sarapan dapat mencukupi 15-30% kebutuhan gizi harian sebagai bagian gizi seimbang dalam rangka mewujudkan hidup sehat, bugar, aktif, dan cerdas. Untuk itu, Blue Band berkomitmen untuk terus mengkampanyekan pentingnya sarapan salah satunya melalui Gerakan 21 Hari Sarapan Bernutrisi Blue Band. Ungkap Ananta Stokhorst, Assistant Brand Manager Blue Band.

    Anak adalah masa depan bangsa. Dalam mencerdaskan generasi muda tidak hanya ditun-tut kecerdasan intelektual, namun kecerdasan emosional dan spiritu-al. Untuk memenuhi ketiga unsur itu salah satu dasarnya adalah sehat sik terlebih dahulu. Sarapan merupakan awal yang baik untuk memulai hari karena memberikan nutrisi yang cukup juga bekal bagi anak secara psikologis karena anak terbiasa untuk disiplin. Kata Dedih Nazmudin Skm. Nutritionis Dinkes Kota Bekasi.

    Di Bekasi, Gerakan 21 Hari Sara-

    pan Bernutrisi Blue Band diadakan di 59 sekolah dasar pada bulan Mei 2013. Dalam kampanye ini, Blue Band telah mensosialisaikan pent-ingnya sarapan kepada 300 Kepala Sekolah dan guru serta 7,544 siswa dengan cara yang menyenangkan seperti senam sarapan dan janji sarapan. Gerakan ini memberikan edukasi mengenai manfaat sara-pan bernutrisi serta dampak negat-if apabila melewatkan sarapan. Blue Band juga melakukan moni-toring dan evaluasi secara bertahap agar orangtua, siswa dan guru dapat bersama-sama berkomitmen menerapkan sarapan bernutrisi agar anak-anak memiliki masa depan yang besar.

    Setelah pelaksanaan 21 Hari Sarapan Bernutrisi Blue Band usai di laksanakan di 59 sekolah dasar di Bekasi, kami bersama-sama dengan Bina Masyarakat Peduli dan Dinas Pendidikan Dasar serta Dinas Kesehatan Kota Bekasi men-gadakan evaluasi untuk melihat seberapa besar dampak sarapan terhadap anak-anak tersebut. Hasil evaluasi kami menunjukkan bahwa

    92.6% siswa telah melakukan sarapan bernutrisi setiap hari dan ternyata dampak yang ditimbulkan sangatlah positif. Ungkap Ananta Stokhorst, Assis-tant Brand Manager Blue Band.

    Berdasarkan laporan dari para guru di 59 sekolah dasar, anak yang menerapkan sarapan bernutrisi setiap harinya lebih terlihat ceria, lebih fokus dalam belajar, lebih percaya diri dalam belajar dan juga lebih disiplin dalam menghargai waktu. Selain itu, salah satu hasil yang salah satu hasil yang cukup bisa dira-sakan di SDN JatiMekar XI Bekasi adalah tidak ada lagi siswa yang mengantuk pada saat jam pelajaran, serta anak-anak dapat tampil sehat, penuh konsentrasi dan semangat setiap pelajaran di sekolah.

    Selain memberikan manfaat positif secara langsung kepada para siswa, Kampanye 21 Hari Sara-pan Bernutrisi Blue Band juga memberikan dampak positif terhadap sekolah, pihak sekolah tergerak untuk menciptakan edukasi mengenai sarapan yang bernutrisi bagi para siswanya dengan cara yang sangat kreatif dan menyenangkan antara lain mencip-takan permainan tebak gizi, memasak menu sarapan bernutrisi, dan kegiatan sarapan bersama di sekolah. Beberapa sekolah telah melaksanakan penimbangan

    tinggi dan berat badan kepada seluruh siswa dari kelas 1-6 secara berkala, yaitu 3 bulan sekali yang dilaksanakan oleh Dokter Kecil Bersama Puskemas setempat untuk melaksanakan penimbangan dan pengukuran tinggi badan.

    Selain memberikan edukasi mengenai pentingnya sarapan bernutrisi, sebagai bentuk apresiasi Blue Band terhadap pihak sekolah, Blue Band juga menye-diakan hadiah bagi sekolah dasar terbaik yang menunjukkan inisiatif dan komitmen yang paling baik dalam menjalankan kampanye ini yaitu bantuan untuk merenovasi kantin sekolah agar anak-anak dapat menikmati makanan di kantin sekolah yang sehat dan bersih.

    Blue Band berharap melalui kampanye 21 Hari Sarapan Bernutrisi ini, anak-anak dapat terus mener-apkan kebiasaan sehat dan komitmen bersama dari para guru, siswa dan orang tua murid untuk terus melanjutkan kebiasaan sarapan bernutrisi untuk membantu menumbuhkan kebiasaan baik sarapan di kalangan anak usia sekolah dasar di Indonesia terus dijalankan, dengan begitu anak-anak Indonesia akan bisa meraih masa depan besar. Tutup Ananta

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    17

  • ekasi, 13 Juni 2013 Blue Band percaya bahwa masa depan besar berawal dari sara-

    pan dan anak Indonesia berhak memiliki masa depan yang besar. Untuk itu, Blue Band menginisiasi Gerakan 21 Hari Sarapan Bernutrisi di 300 sekolah di Indonesia dengan melibatkan 100.000 anak sekolah di enam wilayah di Indonesia antara lain adalah Jabodetabek, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan untuk mensosial-isasikan pentingnya sarapan bagi masa depan anak Indonesia.

    Blue Band menyadari bahwa kebiasaan sarapan bernutrisi

    belum banyak di terap-kan oleh anak Indonesia, padahal sarapan memili-

    ki peran yang sangat pentiing bagi anak-anak dalam masa pertumbu-hannya. Sarapan dapat mencukupi 15-30% kebutuhan gizi harian sebagai bagian gizi seimbang dalam rangka mewujudkan hidup sehat, bugar, aktif, dan cerdas. Untuk itu, Blue Band berkomitmen untuk terus mengkampanyekan pentingnya sarapan salah satunya melalui Gerakan 21 Hari Sarapan Bernutrisi Blue Band. Ungkap Ananta Stokhorst, Assistant Brand Manager Blue Band.

    Anak adalah masa depan bangsa. Dalam mencerdaskan generasi muda tidak hanya ditun-tut kecerdasan intelektual, namun kecerdasan emosional dan spiritu-al. Untuk memenuhi ketiga unsur itu salah satu dasarnya adalah sehat sik terlebih dahulu. Sarapan merupakan awal yang baik untuk memulai hari karena memberikan nutrisi yang cukup juga bekal bagi anak secara psikologis karena anak terbiasa untuk disiplin. Kata Dedih Nazmudin Skm. Nutritionis Dinkes Kota Bekasi.

    Di Bekasi, Gerakan 21 Hari Sara-

    pan Bernutrisi Blue Band diadakan di 59 sekolah dasar pada bulan Mei 2013. Dalam kampanye ini, Blue Band telah mensosialisaikan pent-ingnya sarapan kepada 300 Kepala Sekolah dan guru serta 7,544 siswa dengan cara yang menyenangkan seperti senam sarapan dan janji sarapan. Gerakan ini memberikan edukasi mengenai manfaat sara-pan bernutrisi serta dampak negat-if apabila melewatkan sarapan. Blue Band juga melakukan moni-toring dan evaluasi secara bertahap agar orangtua, siswa dan guru dapat bersama-sama berkomitmen menerapkan sarapan bernutrisi agar anak-anak memiliki masa depan yang besar.

    Setelah pelaksanaan 21 Hari Sarapan Bernutrisi Blue Band usai di laksanakan di 59 sekolah dasar di Bekasi, kami bersama-sama dengan Bina Masyarakat Peduli dan Dinas Pendidikan Dasar serta Dinas Kesehatan Kota Bekasi men-gadakan evaluasi untuk melihat seberapa besar dampak sarapan terhadap anak-anak tersebut. Hasil evaluasi kami menunjukkan bahwa

    92.6% siswa telah melakukan sarapan bernutrisi setiap hari dan ternyata dampak yang ditimbulkan sangatlah positif. Ungkap Ananta Stokhorst, Assis-tant Brand Manager Blue Band.

    Berdasarkan laporan dari para guru di 59 sekolah dasar, anak yang menerapkan sarapan bernutrisi setiap harinya lebih terlihat ceria, lebih fokus dalam belajar, lebih percaya diri dalam belajar dan juga lebih disiplin dalam menghargai waktu. Selain itu, salah satu hasil yang salah satu hasil yang cukup bisa dira-sakan di SDN JatiMekar XI Bekasi adalah tidak ada lagi siswa yang mengantuk pada saat jam pelajaran, serta anak-anak dapat tampil sehat, penuh konsentrasi dan semangat setiap pelajaran di sekolah.

    Selain memberikan manfaat positif secara langsung kepada para siswa, Kampanye 21 Hari Sara-pan Bernutrisi Blue Band juga memberikan dampak positif terhadap sekolah, pihak sekolah tergerak untuk menciptakan edukasi mengenai sarapan yang bernutrisi bagi para siswanya dengan cara yang sangat kreatif dan menyenangkan antara lain mencip-takan permainan tebak gizi, memasak menu sarapan bernutrisi, dan kegiatan sarapan bersama di sekolah. Beberapa sekolah telah melaksanakan penimbangan

    tinggi dan berat badan kepada seluruh siswa dari kelas 1-6 secara berkala, yaitu 3 bulan sekali yang dilaksanakan oleh Dokter Kecil Bersama Puskemas setempat untuk melaksanakan penimbangan dan pengukuran tinggi badan.

    Selain memberikan edukasi mengenai pentingnya sarapan bernutrisi, sebagai bentuk apresiasi Blue Band terhadap pihak sekolah, Blue Band juga menye-diakan hadiah bagi sekolah dasar terbaik yang menunjukkan inisiatif dan komitmen yang paling baik dalam menjalankan kampanye ini yaitu bantuan untuk merenovasi kantin sekolah agar anak-anak dapat menikmati makanan di kantin sekolah yang sehat dan bersih.

    Blue Band berharap melalui kampanye 21 Hari Sarapan Bernutrisi ini, anak-anak dapat terus mener-apkan kebiasaan sehat dan komitmen bersama dari para guru, siswa dan orang tua murid untuk terus melanjutkan kebiasaan sarapan bernutrisi untuk membantu menumbuhkan kebiasaan baik sarapan di kalangan anak usia sekolah dasar di Indonesia terus dijalankan, dengan begitu anak-anak Indonesia akan bisa meraih masa depan besar. Tutup Ananta

    Dari 7,544 siswa dari berbagai sekolah dasar yang mengikuti Perlombaan sarapan sehat, di ambil beberapa pemenang terbaik karena telah berhasil menerapkan dan mengemasnya dengan baik di sekolahannya kebiasaan sarapan sehat bernutrisi, diantaranya:

    Juara 1 SDI AL AZHAR BEKASIJuara 2 SDN JATI KRAMAT 5Juara 3 SDN JATI ASIH XJuara 4 SDN JATI RASA XJuara 5 SDN JATI SARI III

    Perlombaan ini juga Bukan hanya untuk sekolahannya tetapi juga untuk para pengajarnya yang telah berhasil mengajarkan kepada murid muridnya untuk melakukan kebiasaan sarapan sehat bernutrisi. Untuk Guru UKS terbaik diraih oleh Ibu ardina dari SDI AL AZHAR 23, dan dari sekian banyak murid atau peserta yang mengi-kuti perlombaan ini, panitia juga mengambil satu murid terbaik untuk dijadikan sebagai contoh dalam menerap-kan sarapan sehat bernutrisi, murid terbaik ini berhasil di

    raih oleh Elora dari SDI AL AZHAR 23. Perlombaan ini sendiri dinilai oleh 6 orang tim juri yang memang sudah kompeten dibidangnya. Semoga kegiatan yang baik ini bisa terus berlanjut dan bisa tertular ke SD lainnya di bekasi, kata salah seorang Juri. (eko/buc)

    Daftar Pemenang Lomba Sarapan Sehat

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    18

  • buc/e-magz/Bekasi Event

    buc/e-magzJul-Agt 2013

    20

    ameran ikan hias "Aquabex 2013" yang digelar pertama kalinya oleh Pemerintah Kota

    Bekasi dan Asosiasi Ikan Hias Bekasi (AIHB). acara yang digelar pada 10-16 Juni 2013 ini mendapat sambutan hangat dan antusias oleh masyarakat.

    Ketua AIHB Atep Setiawan men-gatakan, pameran ini diselenggara-kan untuk menunjukkan bahwa Kota Bekasi memiliki potensi besar dalam industri ikan hias. Selama ini, banyak masyarakat yang sama sekali tidak mengetahui salah satu kebanggaan tersebut.

    selama ini predikat Bekasi sebagai salah satu pembudidaya sekaligus pengekspor ikan hias unggulan hanya tersiar di luar wilayah saja, Sementara warga Kota Bekasinya sendiri tidak meng-etahui hal dan Potensi Tersebut,"

    P

    Selama ini predikat Bekasi sebagai salah satu pembudidaya sekaligus pengekspor ikan hias unggulan hanya tersiar di luar wilayah saja, Sementara warga Kota Bekasinya sendiri tidak mengetahui hal dan Potensi Tersebut.

    kata Atep di sela p e m b u k a a n pameran.

    Pameran Ikan hias ini baru pertama kali diadakan tahun ini Karena sebel-umnya terkend-ala masalah lahan, dan periji-nan dari pemer-intah sendiri. Atep setiawan juga berharap

    agar pameran ikan hias ini bisa diselenggarakan setahun sekali, dan bisa menjadi agenda rutin tahunan bekasi. Sekaligus bisa memotivasi pembudidayaan dan mengembangkan produk produk lokal bekasi terutama ikan hias. lalu Bisa menjadi sarana pendidikan dan rekreasi warga yang pada akhirnya bisa menjadikan ikan hias sebagai ikon andalan Kota Bekasi.

    saya juga berharap pemerintah bisa memberikan kebijakan bagi pembudidaya ikan hias di bekasi, karena seharusnya kota bekasi sendiri mempunyai anggaran untuk pembudidayaan ikan hias ini, dan selama ini dikota bekasi yang masyarakat tau untuk ikan hias ini hanya untuk konsumsi maka untuk pembinaan mereka lebih banyak ke konsumsi. Maka dari saat ini kita akan melakukan pembinaan dan pengelanan terhadap ikan hias. Kata atep.

    Wakil walikota bekasi Ahmad Syaikhu mempunyai harapan besar dari penyelenggaraan pameran yang diikuti 19 stand ini. Syaikhu yang secara resmi membuka acara ini berharap, industri ikan hias dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat yang ingin memulai usaha.

    Ahmad Syaikhu Juga menilai keberadaan Dinas Perikanan memungkinkan bisa mewujudkan-nya. Selama para pegiat ikan hias mampu menunjukkan prestasinya. Jangan sampai begitu dinas diben-tuk, tapi fungsinya tak berjalan karena pegiat gagal mendongkrak potensinya.

    pengelolaan Ikan Hias salah satu potensi di Kota Bekasi yang patut untuk dikembangkan untuk memajukan perekonomian kerakyatan. Ini salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang harus dipro-mosikan, kata Wakil Walikota saat memberikan sambutan di acara Aquabex 2013.

    Pameran ikan hias pertama yang diselenggarakan tahun ini juga dalam rangka mewujudkan program 120 hari kerja Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Eendi-Ahmad Syaikhu yang didukung oleh eksportir, koperasi, hingga media massa.

    Pembukaan pameran ditandai dengan pemukulan gong oleh H. Akhad Syaikhu didamping panitia pelaksana dan serta dihadiri para tamu undangan. (eko/buc)

    Pameran ikan hias digelar pertama kali di Bekasi

  • buc/e-magzJul-Agt 2013

    21

    Kokom Bekasi : Sebagai ajang silahturahmi antar Komunitas Komunitas di Bekasi

    ertempat di depan gedung PLN kota bekasi tepatnya di atas trotoar acara Kokom bekasi

    diselenggarakan dengan sangat sederhana menggunakan sebuah tenda semi pleton TNI. Kokom sendiri kepanjangan dari Kopdar Komunitas bekasi sebuah acara yang digagas dan dibentuk oleh bekasi urban city dan bekasi green attack bertujuan untuk bisa saling mengenal satu, saling akrab dengan Komunitas lainnya yang ada dibekasi. #Kokom ini akan dibuat setiap satu bulan sekali agar bisa menjaring semua komunitas yang ada dibekasi yang mana nantinya tujuan besarnya adalah

    membuat festival Komu-nitas bekasi. pada kokom 1 (30/6) mengundang

    B

    Kokom sendiri kepanjangan dari Kopdar Komunitas bekasi sebuah acara yang digagas dan dibentuk oleh bekasi urban city dan bekasi green attack bertujuan untuk bisa saling mengenal satu, saling akrab dengan Komunitas lainnya yang ada dibekasi.

    sekitar 10 komunitas yang ada di bekasi. Acara dibuat dua hari dengan dua tema yang berbeda, pada hari pertama yaitu hari sabtu malam minggu dengan tema #Kokom Malam mingguan diisi dengan acara santai berbagi cerita tentang bekasi dengan pembicara Komar ibnu mikam seorang buday-awan bekasi yang dihadiri sekitar 6 komunitas, mengingat tempat dan waktu yang kami sediakan sempit maka pihak panitia memutuskan untuk mengundang perwakilannya saja dari ke enam komunitas terse-but.

    Enam komunitas yang hadir diantaranya BKS48, Lowrider bekasi, Soebex, Cibarusah center, BSCo bekasi, dan Parkour bekasi. Meskipun acara agak sedikit men-gulur, karena lokasi yang berdekat-an dengan jalan umum sehingga pihak penyelenggara acara memu-tuskan menunggu kelenggangan arus lalu lintas untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Meski begitu antusias para komu-nitas dibekasi yang datang sangat apresiasi sekali, bahkan sampai ada orang dari luar bekasi jauh jauh datang dari semarang untuk meng-

    hadiri dan ingin mengetahui acara #Kokom Bekasi.

    Untuk acara hari keduanya dilaksanakan pada hari Minggu pagi, dengan menggelar sebuah pameran kecil tentang bekasi khususnya daerah muaragembong. dikokom ini kita tidak hanya seke-dar kumpul saja tetapi kita disini juga memperkenalkan daerah ujung utara bekasi yang selama ini banyak masyarakat yang tidak mengetahui, selain itu juga kami mengadakan aksi galang donasi untuk pencegahan abrasi dan penyelamatan satwa langka di ujung utara bekasi ( muaragem-bong ) dengan pameran foto terse-but minimal masyarakat bisa mera-sakan sedikit apa yang mereka rasakan disana, Ferlansyah panitia kordinator #Kokom bekasi.

    Acara di pagi hari di hadiri 6 komunitas diantaranya Kosti korwil bekasi, Akademi berbagi bekasi, Earth Hour, Bekasi Berkebun, Komunitas Fotogra Bekasi, dan ada juga perwakilan dari Rumah singgah Bekasi.

    Meskipun acara #Kokom 1 ini sangat sederhana tetapi komunitas yang datang sangat apresiatif sekali

    dan yang paling utama adalah menjaga terus hubungan silahturahmi antar sesama komuni-tas di bekasi, Acara ini kami buat dengan waktu persiapan yang cepat, dan mengingat tempat kami terbatas maka saya dan pihak pani-tia lainnya memutuskan untuk tidak mengundang komunitas sebanyak banyaknya, yang terpenting dalam acara ini adalah setiap komunitas yang hadir disini bisa mengetahui dan mengenal yang lainnya, Ujar ferlansyah menutup akhir wawancara dalam #Kokom Bekasi. (eko/buc)

  • buc/e-magzJul-Agt 2013

    22

    buc/e-magz/Bekasi Event

    ertempat di depan gedung PLN kota bekasi tepatnya di atas trotoar acara Kokom bekasi

    diselenggarakan dengan sangat sederhana menggunakan sebuah tenda semi pleton TNI. Kokom sendiri kepanjangan dari Kopdar Komunitas bekasi sebuah acara yang digagas dan dibentuk oleh bekasi urban city dan bekasi green attack bertujuan untuk bisa saling mengenal satu, saling akrab dengan Komunitas lainnya yang ada dibekasi. #Kokom ini akan dibuat setiap satu bulan sekali agar bisa menjaring semua komunitas yang ada dibekasi yang mana nantinya tujuan besarnya adalah

    membuat festival Komu-nitas bekasi. pada kokom 1 (30/6) mengundang

    sekitar 10 komunitas yang ada di bekasi. Acara dibuat dua hari dengan dua tema yang berbeda, pada hari pertama yaitu hari sabtu malam minggu dengan tema #Kokom Malam mingguan diisi dengan acara santai berbagi cerita tentang bekasi dengan pembicara Komar ibnu mikam seorang buday-awan bekasi yang dihadiri sekitar 6 komunitas, mengingat tempat dan waktu yang kami sediakan sempit maka pihak panitia memutuskan untuk mengundang perwakilannya saja dari ke enam komunitas terse-but.

    Enam komunitas yang hadir diantaranya BKS48, Lowrider bekasi, Soebex, Cibarusah center, BSCo bekasi, dan Parkour bekasi. Meskipun acara agak sedikit men-gulur, karena lokasi yang berdekat-an dengan jalan umum sehingga pihak penyelenggara acara memu-tuskan menunggu kelenggangan arus lalu lintas untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Meski begitu antusias para komu-nitas dibekasi yang datang sangat apresiasi sekali, bahkan sampai ada orang dari luar bekasi jauh jauh datang dari semarang untuk meng-

    hadiri dan ingin mengetahui acara #Kokom Bekasi.

    Untuk acara hari keduanya dilaksanakan pada hari Minggu pagi, dengan menggelar sebuah pameran kecil tentang bekasi khususnya daerah muaragembong. dikokom ini kita tidak hanya seke-dar kumpul saja tetapi kita disini juga memperkenalkan daerah ujung utara bekasi yang selama ini banyak masyarakat yang tidak mengetahui, selain itu juga kami mengadakan aksi galang donasi untuk pencegahan abrasi dan penyelamatan satwa langka di ujung utara bekasi ( muaragem-bong ) dengan pameran foto terse-but minimal masyarakat bisa mera-sakan sedikit apa yang mereka rasakan disana, Ferlansyah panitia kordinator #Kokom bekasi.

    Acara di pagi hari