Ekosistem Full

of 6 /6
1 BAB II PEMBAHASAN Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik yang tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan sebagai suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit  biosistem yang melibatkan reaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi akan menuju kepada suatu struktur biotik tertentu sehingga terjadi siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada. Dalam ekosistem organisme dalam komunitas akan berkembang bersama ± sama dalam lingkungan fisik. Sebaliknya organisme juga mempengaruhi lingkungan fisik untuk kelangsungan hidup. Lingkungan fisik yang diperlukan oleh organisme tersebut adalah air, tanah serta suhu untuk kepentingan hidupnya. Sehingga dapat terjadi kehadiran, kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem yang ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tersebut. Kisaran yang dapat dibentuk oleh spesies itu dapat membentuk suatu ekosistem. 2.1 Jenis ± jenis ekosistem Ekosistem sendiri terbagi atas tiga yaitu ekosistem daratan, ekosistem perairan dan ekosistem buatan. Dari ketiga jenis ekosistem tersebut yang memiliki banyak spesies terdapat  pada ekosistem daratan. Penentuan zona dalam ekosistem daratan ditentukan oleh temperatur dan curah hujan. Ekosistem daratan juga dapat dikontrol dengan iklim. Iklim sangat penting untuk menentukan mengapa suatu ekosistem datratan berada pada daerah tertentu. Pola ekosistem sendiri akan berubah akibat dari gangguan seperti petir, kebakaran dan ulah manusia. Beberapa contoh dari ekosistem daratan yaitu hutan hujan tropis, sabana, padang rumput, gurun, hutan gugur, taiga, tundra serta karst (gua). a. Hutan hujan tropis Hutan hujan tropis berada didaerah tropik dan subtropik. Ciri ± ciri dari hutan hujan tropik ini memiliki curah hujan 200 ± 225 cm per tahun. Spesies pohonnya relatif banyak 

Transcript of Ekosistem Full

Page 1: Ekosistem Full

5/12/2018 Ekosistem Full - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/ekosistem-full 1/6

 

1

BAB II

PEMBAHASAN

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik 

yang tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan

sebagai suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan

hidup yang saling mempengaruhi.Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit

  biosistem yang melibatkan reaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik 

sehingga aliran energi akan menuju kepada suatu struktur biotik tertentu sehingga terjadi

siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua energi

yang ada.

Dalam ekosistem organisme dalam komunitas akan berkembang bersama ± sama

dalam lingkungan fisik. Sebaliknya organisme juga mempengaruhi lingkungan fisik untuk 

kelangsungan hidup. Lingkungan fisik yang diperlukan oleh organisme tersebut adalah air,

tanah serta suhu untuk kepentingan hidupnya. Sehingga dapat terjadi kehadiran, kelimpahan

dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem yang ditentukan oleh tingkat ketersediaan

sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang

dapat ditoleransi oleh spesies tersebut. Kisaran yang dapat dibentuk oleh spesies itu dapat

membentuk suatu ekosistem.

2.1 Jenis ± jenis ekosistem

Ekosistem sendiri terbagi atas tiga yaitu ekosistem daratan, ekosistem perairan dan

ekosistem buatan. Dari ketiga jenis ekosistem tersebut yang memiliki banyak spesies terdapat

 pada ekosistem daratan. Penentuan zona dalam ekosistem daratan ditentukan oleh temperatur 

dan curah hujan. Ekosistem daratan juga dapat dikontrol dengan iklim. Iklim sangat penting

untuk menentukan mengapa suatu ekosistem datratan berada pada daerah tertentu. Pola

ekosistem sendiri akan berubah akibat dari gangguan seperti petir, kebakaran dan ulah

manusia. Beberapa contoh dari ekosistem daratan yaitu hutan hujan tropis, sabana, padang

rumput, gurun, hutan gugur, taiga, tundra serta karst  (gua).

a.  Hutan hujan tropis

Hutan hujan tropis berada didaerah tropik dan subtropik. Ciri ± ciri dari hutan hujan

tropik ini memiliki curah hujan 200 ± 225 cm per tahun. Spesies pohonnya relatif banyak 

Page 2: Ekosistem Full

5/12/2018 Ekosistem Full - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/ekosistem-full 2/6

 

dengan jenis yang berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung dari letak 

geografisnya. Tinggi rata ± rata dari pohon utama antara 20 ± 40 m dengan cabang- cabang

  pohon tinggi dan daun lebat. Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro, yaitu iklim

yang langsung terdapat di sekitar organisme. Daerah tudung dari hutan hujan tropis ini cukup

mendapat sinar matahari, variasi suhu, kelembaban tinggi dan suhu sepanjang hari berkisar 

25 °C.

Gambar hutan hujan tropis

Di dalam hutan huja tropis ini sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan) dan anggrek 

sebagai epifit. Hewan yang hidup didalam hutan hujan tropis antara lain kera, burung, badak,

 babi hutan, harimau serta burung hantu.

 b.  Sabana

Sabana merupakan daerah tropik dengan curah hujan antara 40 ± 60 inci per tahun.

Akan tetapi kelembaban dan temperatur masih tergantung pada musim. Sabana yang terluas

didunia terdapat di Afrika, namun di Australia juga terdapat sabana yang sangat luas.

Gambar Gran Sabana, Venezuela

Hewan yang hidup di sabana diantaranya serangga, singa, zebra dan hyena.

Page 3: Ekosistem Full

5/12/2018 Ekosistem Full - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/ekosistem-full 3/6

 

c.  Padang rumput

Padang rumput terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke daerah

subtropik. Ciri ± ciri padang rumput adalah curah hujan kurang lebih 25 ± 30 cm per tahun.

Pada daerah padang rumput hujan turun tidak teratur karena porositas (peresapan air) dan

drainase (aliran air) cepat.

Komponen pendukung dari ekosistem padang rumput adalah organisme autotrof,

organisme heterotrof, komponn abiotik serta organisme pengurai. Komponen abiotik dapat

mendukung keseimbangan dari ekosistem padang rumput. Karena komponen padang rumput

terdiri atas air, sinar matahari, tanah maupun bebatuan. Sedangkan komponen pengurainya

terdiri atas jamur dan bakteri. Jamur dan bakteri ini akan menyerap sebagian hasil dari

  penguraian dan membuang beberapa bahan sederhana untuk digunakan kembali oleh

 produsen.

Gambar ekosistem padang rumput di Kenya

Ekosistem padang rumput ini merupakan bagian dari kehidupan manusia. Sehingga

sudah selayaknya manusia melindungi ekosistem padang rumput. Karena jika ekosistem

  padang rumput ini terganggu akan menyebabkan terputusnya rantai makanan dan secara

  perlahan akan menimbulkan kerugian bagi manusia. Beberapa hewan yang hidup didalam

  padang rumput adalah bison, zebra, singa, anjing liar, gajah, jerapah, kangguru, serangga,

tikus dan ular. Sedangkan tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput

yang keduanya tergantung atas kelembaban.

d.  Hutan gugur 

Hutan gugur terdapat pada daerah yang memiliki iklim empat musim. Ciri ± ciri dari

hutan gugur adalah curah hujan akan merata sepanjang tahun. Jenis pohon yang terdapat

Page 4: Ekosistem Full

5/12/2018 Ekosistem Full - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/ekosistem-full 4/6

 

didalam hutan gugur sedikit sekitar 10 ± 20 jenis dan tumbuhnya tidak terlalu rapat. Ciri ± 

ciri dari pohon yang ada didalam hutan gugur memiliki daun lebar, berwarna hijau pada

musim dingin, daunnya akan rontok pada musim panas dan memiliki tajuk yang rapat.

Gambar hutan gugur 

Beberapa jenis hewan yang terdapat pada hutan gugur antara lain rusa, beruang, rubah, bajing,

 burung pelatuk dan rakun.

e.  Gurun

Gurun terdapat di daerah tropik yang berbatasan dengan padang rumput. Ciri ± ciri

yang mudah diketahui dari ekosistem gurun adalah daerahnya yang gersang dengan curah

hujan rendah (sekitar 25 cm/tahun). Perbedaan suhu di gurun pada saat siang dan malam

sangat besar. Tumbuhan yang hidup di daerah gurun berukuran kecil.

Gambar Gurun Sahara, Afrika memiliki jenis tumbuhan yang berbeda dengan

tumbuhan yang ada di ekosistem daratan lainnya

Di gurun juga dijumpai tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus

atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta memiliki jaringan untuk menyimpan air.

Sedangkan hewan penyusun ekosistem gurun ini diantaranya kalajengking, semut, ular, kadal,

Page 5: Ekosistem Full

5/12/2018 Ekosistem Full - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/ekosistem-full 5/6

 

katak serta beberapa hewan nokturnal lainnya. Gurun yang paling terkenal adalah gurun

Sahara yang terdapat di Afrika.

f.  Taiga

Taiga terdapat dibelahan bumi bagian utara dan di pegunungan daerah tropik. Ciri ± 

ciri dari taiga yaitu suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang

tersusun atas satu spesies seperti konifer (tumbuhan yang memiliki runjung sebagai pembawa

 biji), pinus dan sejenisnya.

Gambar taiga yang memiliki satu jenis spesies

Pada taiga semak dan tumbuhan basah sedikit sekali sedangkan hewan yang ada antara lain

moose, beruang hitam, ajag dan burung ± burung yang berimigrasi ke selatan pada musim

gugur.

g.  Tundra

Tundra terdapat pada belahan bumi bagian utara di dalam lingkaran kutub utara dan

terdapat di puncak ± puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman didaerah ini hanya 60 hari.

Page 6: Ekosistem Full

5/12/2018 Ekosistem Full - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/ekosistem-full 6/6

 

Gambar tundra

Mayoritas tumbuhan yang hidup di tundra merupakan lumut dan rerumputan. Pada umumnya

tumbuhan yang hidup di tundra mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.

h.  Karst (Batu gamping/Gua)

Karst berawal dari nama kawasan batu gamping di wilayah Yugoslavia. Kawasan

karst di Indonesia rata ± rata mempunyai ciri ± ciri yang hampir sama yaitu tanahnya kurang

subur untuk pertanian, sensitif terhadap erosi, mudah longsor, bersifat rentan dengan pori ± 

  pori aerasi yang rendah, gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi oleh pori ± pori

mikro. Ekosistem karst mengalami keunikan tersendiri dengan keragaman aspek biotis yang

tidak dijumpai di ekosistem lain.