Ekologi Lingkungan

download Ekologi Lingkungan

of 175

  • date post

    13-Jan-2017
  • Category

    Environment

  • view

    463
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Ekologi Lingkungan

Mata Kuliah Ekologi dan LingkunganProgram Studi Hospitaliti dan PariwisataJenjang Studi Strata Satu ( S1)Semester GenapPENDEKATAN EKOWISATADANPARIWISATA BERKELANJUTAN DI DALAM PENGEMBANGAN TAMAN HUTAN RAYA IR. H. DJUANDA BANDUNG JAWA BARAT

Disusun olehCindy Claudia ( 1453010004 )Teddy Three ( 1453010006 )Aulia Bagus Pramuditya ( 1453010009 )Cindy ( 1453010018 )Lai, Kevin Chandra (1453010021 )Annastayah Komalasari ( 1453010025 )Alisa Sundary ( 1453010029 )

Dosen PembimbingNelza Yesaya Hehamahua, ST, MM

S1 PARIWISATASEKOLAH TINGGI PARIWISATA TRISAKTIJAKARTA2016PERSEMBAHAN

Karena tidak pernah ada kata terlambat bagi siapapun yang ingin mengejar ilmu.

Salam,Tim penulis

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul PENDEKATAN EKOWISATA DAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DALAM PENGEMBANGAN TAMAN HUTAN RAYA IR. H. DJUANDA BANDUNG JAWA BARAT ini dengan tepat waktu. Makalah ini dibuat oleh penulis untuk memenuhi tugas mata kuliah EKOLOGI DAN LINGKUNGAN.Dalam makalah ini, penulis membahas mengenai sejarah dari Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Selain itu, penulis juga membahas mengenai pembangunan pariwisata berkelanjutan di daerah tujuan wisata tersebut. Penulis juga tak lupa membahas mengenai pariwisata ramah lingkungan yang ada di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Poin poin tersebut yang membuat penulis merasa tergugah untuk mencari informasi lebih dalam melalui kuliah lapangan dan hasilnya dituangkan ke dalam karya tulis berupa makalah.Penulis sadar bahwa makalah ini tidak dapat terwujud tanpa ada campur tangan berbagai pihak, maka dari itu penulis juga ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada :1. Ibu Nelza Yesaya Hehamahua, ST, MM, selaku dosen pengajar.2. Orang tua dan keluarga penulis yang selalu memberikan semangat dan pendapat selama penulis menyusun makalah ini.3. Rekan kerja, yaitu tim penulis yang bekerja keras untuk mewujudkan makalah ini.4. Pembaca yang telah meluangkan waktu untuk membaca makalah ini.Penulis sadar bahwa penulis hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Untuk itu penulis meminta maaf apabila dalam makalah ini terdapat kesalahan. Terakhir, penulis berharap bahwa makalah ini dapat membantu pembaca dalam mendapatkan wawasan dan informasi baru dan dapat mengembangkan makalah ini ke dalam pembahasan yang lebih luas.Jakarta, 25 April 2016Dengan penuh kasihTim penulisABSTRAK

Manusia dan alam merupakan dua komponen penting dalam kehidupan ini yang tidak dapat terpisahkan. Salah satu contoh bagian dari alam yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia adalah hutan. Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas hutan yang besar, merupakan paru paru dunia. Taman Hutan Raya merupakan contoh dari tipe hutan yang ada di Indonesia. Taman Hutan Raya (TAHURA) Ir. H. Djuanda, Bandung adalah salah satu contoh taman hutan raya yang tersebar di Indonesia.Makalah ini berjudul PENDEKATAN EKOWISATA DAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DALAM PENGEMBANGAN TAMAN HUTAN RAYA IR. H. DJUANDA BANDUNG JAWA BARAT . Tujuannya adalah mengetahui pengembangan wisata ramah lingkungan dan pembangunan pariwisata berkelanjutan di TAHURA Ir. H. Djuanda.Dalam makalah ini, penulis melakukan analisis mengenai peran pemerintah dan dampak nyata yang ada di lapangan. Data yang didapatkan berupa data kualitatif dan empiris yang didapatkan dari kepustakaan dan internet.Dari hasil analisis yang dilakukan, diketahui bahwa TAHURA Ir. H. Djuanda masih belum memenuhi kriteria sebagai wisata ramah lingkungan. Selain itu, peran pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan di TAHURA Ir. H. Djuanda belum cukup signifikan.

DAFTAR ISI

PERSEMBAHANiiKATA PENGANTARiiiABSTRAKivDAFTAR ISIvDAFTAR GAMBARviiDAFTAR TABELviiiBAB I1PENDAHULUAN11.1.LATAR BELAKANG MASALAH11.2.RUMUSAN MASALAH31.3.TUJUAN PENELITIAN41.4.MANFAAT PENELITIAN4BAB II5TINJUAN PUSTAKA52.1. TEORI UMUM51.EKOLOGI52.DAYA DUKUNG LINGKUNGAN83.EKOSISTEM92.2. TEORI KHUSUS35A.HUTAN35i.HUTAN KONSERVASI42B.RUANG TERBUKA HIJAU44C.PARIWISATA49i.PARIWISATA491.1.OBJEK WISATA531.2.KOMPONEN PRODUK WISATA561.3.PARIWISATA MINAT KHUSUS601.4.WISATA ALAM61D.WISATAWAN63E.EKOWISATA65F.PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKELANJUTAN74BAB III86PEMBAHASAN863.1. BANDUNG863.2. TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) IR. H. DJUANDA88A.SEJARAH SINGKAT88B.FUNGSI UTAMA93C.FUNGSI PENUNJANG95D.EKOWISATA107E.PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKELANJUTAN110ISTRATEGI112IIKEBIJAKAN113BAB IV115PENUTUP1154.1. KESIMPULAN1154.2. SARAN116DAFTAR PUSTAKA118LAMPIRAN119Undang-Undang RI No 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan119UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA148NOMOR 5 TAHUN 1990148

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 - Ilustrasi Hukum Alam6Gambar 2 Ernst Haeckel6Gambar 3 - Sir Arthur George Tansley9Gambar 4 - Peta Persebaran Bioma di Dunia12Gambar 5 - Hutan Hujan Tropis12Gambar 6 - Peta Persebaran Hutan Hujan Tropis di Dunia15Gambar 7 - Hutan Gugur19Gambar 8 - Gurun20Gambar 9 - Savanna26Gambar 10 - Stepa26Gambar 11 - Tundra28Gambar 12 - Taiga30Gambar 13 Komponen Ekosistem Perairan31Gambar 14 Waduk Jatiluhur32Gambar 15 - Tsunami33Gambar 16 Kebakaran Hutan34Gambar 17 - Hutan36Gambar 18 - Ruang Terbuka Hijau di Central Park, New York Amerika Serikat44Gambar 19 - Pariwisata Indonesia50Gambar 20 - Ilustrasi Tren Pariwisata60Gambar 21 - Wisatawan64Gambar 22 - Ekowisata65Gambar 23 - Ilustrasi Prosedur AMDAL78Gambar 24 - Proses Penyusunan Dokumen Audit84Gambar 25 Peta Kota Bandung86Gambar 26 - Peta Kawasan TAHURA Ir. H. Djuanda88Gambar 28 - Ilustrasi Strata Tanaman di TAHURA Ir. Djuanda dan Fauna di Dalamnya93Gambar 29 Jogging Track di TAHURA Ir. H. Djuanda94Gambar 30 - Koleksi Tumbuhan TAHURA Ir. H. Djuanda95Gambar 31 - Curug Omas96Gambar 32 - Curug Lalay96Gambar 33 - Curug Dago97Gambar 34 Tebing Keraton98Gambar 35 Monumen Ir. H. Djuanda99Gambar 36 Goa Jepang100Gambar 37 Goa Belanda101Gambar 38 - Prasasti Raja Thailand102Gambar 39 - Museum Ir. H. Djuanda103

DAFTAR TABEL

Tabel 1 - Komposisi Hutan Konservasi di Seluruh Indonesia Sampi Dengan Tahun 200243Tabel 2 - Tipologi Ruang Terbuka Hijau47Tabel 3 - Sejarah Peraturan TAHURA Ir. H. Djuanda93Tabel 4 - Analisis SWOT TAHURA Ir. H. Djuanda111

iv

BAB IPENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG MASALAH

Hutan merupakan elemen penting dalam ekosistem di permukaan bumi. Di dalam hutan, khususnya hutan hujan tropis, terdapat ekosistem hayati yang kompleks.Berbagai jenis tumbuhan, mulai dari jenis ground cover hingga tumbuhan jenis kanopi ada di dalamnya. Banyaknya tumbuhan, tentu berdampak baik bagi lingkungan sekitarnya, karena dengan begitu, banyak oksigen yang dihasilkan dari proses fotosintesis tumbuhan dan udara yang dihasilkan lebih bersih.Indonesia patut berbangga, karena beberapa wilayahnya, memiliki hutan hujan tropis yang begitu luas.Pulau Kalimantan bahkan dijuluki sebagai paru-paru dunia, karena diklaim menyumbang oksigen terbesar bagi bumi. Oksigen yang dihasilkan merupakan hasil fotosintesis tumbuhan yang ada di hutan di daerah tersebut.Namun, potensi alam yang begitu berharga itu tidak dianggap bagi sebagian besar masyarakat. Belakangan ini, luas hutan di Indonesia semakin berkurang akibat keserakahan manusia yang membuka lahan untuk pertanian dengan cara membakar hutan. Akibatnya pun bisa dikatakan tidak sedikit. Pencemaran udara dan ekosistem yang terganggu sudah pasti menjadi permasalahan penting. Selain itu, cadangan oksigen di permukaan bumi berkurang, karena paru-paru bumi sakit.Selain pembakaran hutan, kota kota besar, seperti Jakarta, juga menjadi perhatian pemerintah, khususnya dalam hal lingkungan hidup. Lahan yang sempit tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang padat. Akibatnya, lahan yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau kini terpaksa hilang dan dialih fungsikan menjadi bangunan perumahan atau rusun bagi warga kota. Dampak pembabatan lahan terbuka hijau ini pun beragam. Mulai dari bencana alam hingga polusi udara yang kian hari semakin memprihatinkan. Hal ini diakibatkan oleh hilangnya tumbuhan, seperti rumput dan pohon yang bertugas untuk menyerap air dan karbon dioksida.Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas udara di Kota Jakarta. Mulai dari menerapkan persyaratan wajib bagi para pemilik bangunan untuk menyediakan ruang terbuka hijau seperti taman, hingga melakukan aksi tanam pohon, yang diharapkan dapat membantu membersihkan udara di Jakarta yang semakin tercemar. Selain itu, PEMDA melalui gubernur, saat ini juga sedang gencar melakukan penggusuran daerah kumuh di beberapa titik di ibukota. Tujuannya antara lain untuk mempercantik wajah ibukota dan yang paling penting adalah untuk membangun ruang terbuka hijau di ibukota.Dilansir melalui laman tempo.co, di tahun 2012, Jakarta hanya memiliki ruang terbuka hijau sebesar 10% dari luas wilayah atau sekitar 2.700 hektare. Angka tersebut tentu sangat jauh dari standar ruang terbuka hijau yang ditetapkan oleh UNEP saat KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992 dan KTT Johanesburg Afrika Selatan tahun 2002, yaitu luas wilayah ruang terbuka hijau suatu daerah minimal 30% dari luas wilayah tersebut. Untuk itu, pemerintah bergerak cepat dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Dengan adanya peraturan ini, pemerintah daerah tidak bisa lagi membebaskan lahan, melainkan harus dari Badan Pertanahan Nasional.Bergeser dari ibukota, salah satu kota besar Indonesia yang ada di sebelah barat Pulau Jawa juga memiliki masalah yang serupa dengan ibukota. Kota Bandung, yang merupakan ibukota Provinsi Jawa Barat juga memiliki masalah yang mirip dengan kota Jakarta. Kemacetan dan polusi udara.Dua hal di atas memang sulit untuk diselesaikan bagi kota kota besar di Indonesia. Namun, untuk kualitas udara, Bandung memiliki nilai plus jika dibandingkan dengan ibukota. Saat ini, luas ruang terbuka hijau di