EKOLOGI LAUT

of 15/15
EKOLOGI LAUT BENEDICTA HABEAHAN ( 120420025 ) JULIVER MANIK ( 130420048 ) SAPUTRA SIREGAR ( 120420005 ) PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS KATOLIK SANTO THOMAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015

Embed Size (px)

Transcript of EKOLOGI LAUT

  1. 1. EKOLOGI LAUT BENEDICTA HABEAHAN ( 120420025 ) JULIVER MANIK ( 130420048 ) SAPUTRA SIREGAR ( 120420005 ) PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS KATOLIK SANTO THOMAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015
  2. 2. PENDAHULUAN Ekologi laut merupakan ilmu yang mempelajari tentang Ekosistem air laut. Ekosistem laut merupakan suatu kumpulan integral dari berbagai komponen abiotik (fisika-kimia) dan biotik (organisme hidup) yang berkaitan satu sama lain dan saling berinteraksi membentuk suatu unit fungsional. Komponen- komponen ini secara fungsional tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Apabila terjadi perubahan pada salah satu dari komponen-komponen tersebut maka akan menyebabkan perubahan pada komponen lainnya . Perubahan ini tentunya dapat mempengaruhi keseluruhan sistem yang ada, baik dalam kesatuan struktur fungsional maupun dalam keseimbangannya.
  3. 3. Tujuan Adapun tujuan dari persentase ini adalah sebagai salah satu syarat sebagai penambahan nilai tugas mata kuliah Agroekologi yang diajarkan oleh Bpk. Ir. Robert Msi
  4. 4. TINJAUAN PUSTAKA Ekologi laut merupakan ilmu yang mempelajari tentang Ekosistem air laut. a. Laut b. Ekosistem Pantai c. Estuari d. terumbu karang e. padang lamun.
  5. 5. A. Laut Habitat air laut (oceanic) ditandai oleh salinitas yang tinggi dengan ion Cl- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut. Litoral merupakan daerah yang berbatasan dengan darat. Neretik merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya matahari sampai bagian dasar dalamnya 300 meter. Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200- 2500 m Abisal merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1.500-10.000 m). (Nybakken, J. W., 1982 )
  6. 6. Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari tepi laut semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut : Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar 200 m. Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik dengan kedalaman 200 1000 m. Hewannya misalnya ikan hiu. Batiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman 200-2.500 m. Hewan yang hidup di daerah ini misalnya gurita. Abisal pelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4.000m; tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan masih ada. Sinar matahari tidak mampu menembus daerah ini. Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman lebih dari 6.000 m. Di bagian ini biasanya terdapat lele laut dan ikan Taut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen di tempat ini adalah bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu ( Nontji, A., 1987 ).
  7. 7. B. Ekosistem Pantai Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut. Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras. Seperti didaerah pasang surut. Di daerah ini sendiri dapat terbentak hutan, yaitu hutan bakau. Sedangkan di daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai ( Nybakken, J.W. 1988 ).
  8. 8. C. Estuari Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan. ( Nybakken, J. W., 1982 ).
  9. 9. D. Terumbu Karang Di laut tropis, pada daerah neritik, terdapat suatu komunitas yang khusus yang terdiri dari karang batu dan organisme-organisme lainnya Komunitas ini disebut terumbu karang. Terumbu karang adalah ekosistem yang unik diantara ekosistem yang lainnya, karena ekosistem ini tersusun dari deposit kapur kalsium karbonat (CaCo3)yang sebagian besar dibentuk oleh karang sehingga paktor linkungan yang mempengaruhi pertumbuhan karang juga mempengaruhi keberadaan ekosistem Daerah komunitas ini masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga fotosintesis dapat berlangsung. Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora ( Ambalika,Indara.2012 ).
  10. 10. E. Padang Lamun Tumbuhan lamun merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga dan berpembuluh (vascular plant) yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri hidup terbenam di dalam air laut. Pada padang lamun ini hidup berbagai macam spesies hewan, yang berassosiasi dengan padang lamun seperti ikan, sapi laut dan penyu serta banyak hewan invertebrata yang berassosiasi dengan padang lamun, seperti: Pinna sp, beberapa Gastropoda, Lambis, Strombus, teripang, bintang laut, beberapa jenis cacing laut dan udang (Peneus doratum). ( Aswandy, I. 2003 )
  11. 11. Dalam ekosistem, terjadi sebuah proses yang dinamakan rantai makanan Fungsi rantai makanan di laut adalah untuk menjaga jumlah makhluk hidup di dalamnya. Jangan sampai jumlah pemangsa lebih banyak daripada mangsanya karena akan mengakibatkan kepunahan makhluk hidup. Komponen Rantai Makanan di Laut A. Fitoplankton adalah penyedia makanan di dalam rantai makanan di laut atau disebut juga produsen. Fitoplankton merupakan makhluk hidup bersel satu yang sangat kecil, tidak bisa terlihat oleh mata telanjang (bisa dilihat melalui mikroskop) dan hidupnya melayang- layang di dalam laut .
  12. 12. B. Zooplankton adalah hewan air yang kecil dan hidupnya melayang-layang di air. Dalam rantai makanan di laut, zooplankton pemakan fitoplankton disebut konsumen I. Zooplankton pemakan zooplankton yang lebih kecil disebut konsumen II. Selanjutnya, hewan kecil pemakan zooplankton (konsumen II) di sebut konsumen III. C. Predator adalah hewan yang menempati posisi tertinggi di dalam rantai makanan di laut. Contohnya paus dan paus pembunuh . Mammalia ini tidak hanya memakan ikan-ikan besar, tetapi juga serombongan ikan-ikan kecil. D. Dekomposer adalah pengurai jasad makhluk hidup yang telah mati. Biasanya hidup di dasar laut dan disebut bentos . Dekomposer ini akan mengurai bangkai atau sisa-sisa makhluk hidup menjadi komponen yang lebih kecil lagi agar bisa digunakan kembali oleh fitoplankton sebagai sumber nutrisi untuk membuat makanan.
  13. 13. KESIMPULAN Ekologi laut merupakan ilmu yang mempelajari tentang Ekosistem air laut. Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang, dan padang lamun. Habitat air laut (oceanic) ditandai oleh salinitas yang tinggi dengan ion Cl- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Habitat laut dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah horizontal. Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut. Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut.
  14. 14. Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Terumbu karang adalah ekosistem yang unik diantara ekosistem yang lainnya, karena ekosistem ini tersusun dari deposit kapur kalsium karbonat (CaCO3)yang sebagian besar dibentuk oleh karang sehingga paktor linkungan yang mempengaruhi pertumbuhan karang juga mempengaruhi keberadaan ekosistem . Tumbuhan lamun merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga dan berpembuluh (vascular plant) yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri hidup terbenam di dalam air laut.