eklamsia new.ppt

of 22/22

Click here to load reader

  • date post

    12-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    94
  • download

    41

Embed Size (px)

Transcript of eklamsia new.ppt

  • Eklamsia + HELLP Syndrom1. Desy Handayani A.F.S1001000152. Marini Yusufina Lubis1001000313. M.Faqih Lazuardi1001000764.Fadila Safira1001000995. M.Arief Pratama1001001066. Rizka Putriayu 080100363

  • sindrom spesifik kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel.

    umumnya terjadi pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu atau pada trimester terakhir

  • Etiologi Peran prostasiklin dan Tromboksan Peran Faktor ImunologisPeran faktor Genetik

  • Faktor Resiko

  • Preeklamsia di golongkan dalam 2 jenis Preeklamsia ringan dan preeklamsia berat

    Tekanan darah sistolik 140 atau kenaikan 30 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam Tekanan darah diastolik 90 atau kenaikan 15 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam Kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam seminggu Proteinuria 0,3 gr atau lebih dengan tingkat kualitatif plus sampai 2 pada urin kateter atau urin aliran pertengahan.

    Preeklamsia Ringan

  • 1. Tekanan darah 160/110 mmHg atau tekanan darah diastolik >110 mmHg.

    2. Oliguria, urin kurang dari 400 cc/24 jam

    3. Proteinuria lebih dari 3 gr/liter

    4. Keluhan subjektif a. Nyeri epigastrium b. Gangguan penglihatan c. Nyeri kepala d. Edema paru dan sianosis e. Gangguan kesadaran

  • Lanjutan

    5. Pemeriksaan a. kadar enzim hati meningkat disertai ikterus b. perdarahan pada retina c. trombosit kurang dari 100.000/mm

    Bila satu diantara gejala dan tanda diketemukan pada ibu hamil sudah dapat digolongkan pre-eklamsia berat

  • 4. Perubahan pada Otak

  • Diagnosis

  • PenatalaksanaanTujuan dasar penatalaksanaan untuk setiap kehamilan dengan penyulit pre-eklamsia adalah:

    Terminasi kehamilan dengan trauma sekecil mungkin bagi ibu dan janinnya.

    2. Lahirnya bayi yang kemudian dapat berkembang. 3. Pemulihan sempurna kesehatan ibu.

  • Preeklamsia dan Eklamsia Bila kejang, pantau jalan napas, pernapsan, dan sirkulasi.

    MgSO4 diberikan secara intravena pada ibu dengan eklampsia (tatalaksana kejang) dan preeklampsia berat (pencegahan kejang)

    Pada kondisi MgSO4 tidak dapat diberikan seluruhnya, berikan dosis awal (loading dose) lalu rujuk ke fasilitas kesehatan yang memadai.

    Lakukan intubasi jika terjadi kejang berulang dan segera kirim ke ICU yang tersedia ventilator.

  • Antihipertensi

    Bila hipertensi berat selama kehamilan beri terapi antihipertensi.Ibu yang mendapat terapi antihipertensi di masa antenatal dianjurkan untuk melanjutkan terapi antihipertensi hingga persalinan

    Pemeriksaan penunjang tambahan

    Darah lengkap, RFT, LFT, profil koagulasi, dan USG.

  • Pertimbangkan terminasi kehamilan

    Pada ibu dengan eklampsia, bayi harus segera dilahirkan dalam 12 jam sejak terjadinya kejang.

    Induksi persalinan dianjurkan bagi ibu dengan preeklampsi berat dengan janin yang belum viable atau tidak viable dalam 1-2 minggu.

    Pada ibu dengan preeklampsi berat, dimana janin sudah viable namun usia kehamilan belum mencapai 34 minggu, manajemen ekspektan dianjurkan, asalkan tidak terdapat kontraindikasi. Lakukan pengawasan ketat.

  • LanjutanPada ibu dengan preeklampsi berat, dimana usia kehamilan antara 34 dan 37 minggu, maanjemen ekspektan boleh dianjurkan, asalkan tidak terdapat hipertensi yang tidak terkontrol, disfungsi organ ibu, dan gawat janin. Lakukan pengawasan ketat.

    Pada ibu dengan preeklampsia berat yang kehamilannya sudah aterm, persalinan dini dianjurkan.

    Pada ibu dengan preeklampsia ringan atau hipertensi gestasional ringan yang sudah aterm, induksi persalinan dianjurkan

  • Komplikasi

  • Penatalaksaan HELLP

  • Hemolisis dapat dicurigai melalui pemeriksaan apusan darah tepi. Hemolisis dapat kita perhatikan morfologi sel darah merah yang tampak lisis yang terdapat target cell.

    Kenaikan titer SGOT sebanyak 2 kali lipat merupakan penanda dari HELLP sindrom. Penurunan kadar trombosit

  • DISKUSI DAN ANALISA KASUS

    *