edisi maret

download edisi maret

of 15

  • date post

    22-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    225
  • download

    4

Embed Size (px)

description

ss edisi maret

Transcript of edisi maret

  • Edisi: Minggu II Maret 2012

    Redaksi 2c m y k

    Dirgahayu Kota JayapuraPENERBITCV. RAJAWALI JAYA,

    PIMPINAN UMUM:

    IR. FRANSISCUS XK,

    PIMPINAN REDAKSI:

    DRS.RUSDI ANWAR

    REDAKTUR:

    ARIF NUGROHO, SE, SHINTA

    R. JAYA, SH,

    REDAKTUR TAMU: FRANS

    OHOIWUTUN,

    WARTAWAN:

    FRANS, MEILIN, ARIF

    NUGROHO, SHINTA R. JAYA,

    HARD MIRIN, ITA

    BALERANTE, ALEX

    RUMPAIDUS (CR), EDI (CR)

    SIMPSON RUMAINUM (CR)

    HELEN AUIJAMAN (CR)

    KEUANGAN:

    MEILIN

    AGEN IKLAN:

    ANTONIUS

    OMBUSMAND:

    VICTOR CHRISTIAN, SH,

    ALAMAT REDAKSI:

    BTN GRAND KOTARAJA,

    BLOK A8, WHAIMOROCK

    SELAMA dua puluh tahun terakhir ini Kota Jayapura punyapenampilan yang lebih apik dan anggun di antara gunung dan lautyang membentang sepanjang pusat kota sampai batas kota di Waena.Hotel berbintang, mall, kafe-kafe, pusat kebugaran sampai denganperguruan tinggi memberikan warna tersendiri bagi kamajuan KotaJayapura. Orang yang dulunya pernah tinggal di Kota Jayapurayang saat itu masih menjadi Kabupaten Jayapura tidak menyangkakalau penampilan Jayapura akan seperti sekarang ini. Mereka malahcuma keheranan apabila diceriterakantentang suasana kota Abepura,Waena dan juga Kota Jayapura sendiri. Awal tahun 1973, JalanPercetakan Negara masih rawa-rawa yang tidak punya nilai jual.Tapisekarang Jalan Percetakan Negara merupakan lahan nomor satu diKota Jayapura.Ada hotel Aston yang menjulang, ada Hotel Yasmindan kafe setingkat Excelso.Belum lagi di kawasan Abepura danWaena yang berdiri mall dan hotel-hotel berkelas.

    Kota Hollandia yang awalnya berdiri bivak-bivak kini menjadi kotamenuju piala Adipura di usianya yang ke 102. Suatu tekad yangperlu didukung oleh semua pihak, seluruh elemen masyarakat yangberdiam di Port Numbay. Tinggal selangkah lagi untuk mendapatkanPiala Adipura dari sektor kebersihan dan keindahan. Untuk mencapaiini semua tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak cobaanseperti terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.Di Entrop lumpurmenerjang rumah penduduk, di Pasar Youtefa barang daganganhancur, di Waena banjir dan longsor menerpa penduduk.

    Sementara itu masih banyak sampah dan jalan-jalan yang macet karenagenangan air dari got dan saluran air yang tidak pernah diperhatikanoleh warga maupun kepedulian aparat pemerintah. Misalnya di DepanHola Padang Bulan.Dulunya air turun ke jalan karena masyarakat

    mengalirkan air seenaknya dari ruko dan rumah, sementara saluranpembuangan tidak ada. Setelah dibuatkan ternyata hampir sama saja.Saluran air itu dibiarkan tersumbat oleh ulah toko, bengkel yang ada disekitar situ. Padahal seharusnya dengan sedikit kepedulian mengangkatsampah dan batu yang masuk ke saluran pembuangan air maka air akanmenjadi lancar kembali dan tidak memacetkan lalu lintas. Begitu juga didepan Kantor Balmon Waena, ada timbunan yang dibiarkan di jalanyang berasal dari truk yang lewat di situ. Tempat pengisian air PDAMjuga di situ membiarkan airnya tumpah ke jalan.

    Ini semua merupakancobaan buat sebuah tekad yang cukup beraniuntuk meraih Adipura. Seorang Tommi Mano memang harusmemperlihatkan keuletannya membangun kota yang untuk pertamakalinya dipegang oleh putra Port Numbay. Walikota juga perlu untukmembangun jaringan yang lebih kuat dengan para penghuni kotasecara kelompok atau paguyuban. Kota Jayapura yang dikenalsebagai kota majemuk bisa memanfaatkan paguyuban-paguyubanyang hidup di Kota Jayapura.

    Warga paguyuban hidup dan mencari nafkah di Port Numbaysehingga perlu kepedulian agar tempat mencari hidup ini aman, damaidan nyaman. Kalau kota ini nyaman dan aman akan membuat semuawarga menjalai hidupnya dengan tenang dan damai sertameningkatnya kesejahteraan hidup.

    Kunci dari ini semua adalah kepedulian masyarakat dan pemerintah.Masyarakat harus selalu tanggap dan aparat pemerintah distrik dankelurahan juga seharusnya memantau lingkungannya masing-masing.

    Oleh sebab itu keindahan, kebersihan dan kenyamanan kota iniada di tangan kita semua. (***)

    EDITORIAL

    PACE Gober duduk tra semangat sabab dia pu rumah penuh denglumpur dan barang-barang hanyut dibawa air, tra tau ke mana.Sdangkan Mace Suber duduk diam sebab dapur sutra punya apa-apa lagi.Gayung, sendok, piring plastic, panci sutra tau pi mayaridimana dan tra pulang-pulang samadeng lagu Bang Toyib yangtidak pulang-pulang.

    Boooooooo nasibnasib.Kalo begini terus,kitorang mau makan apa..keluh Pace Gober sebab tra makanpinang lagi.

    Pi cari wang to. Penumpang pasti ada,kata Mace Suber bongkar-bongkar sisa sagu yang dong taroh diatas para-para di dapur.

    Mau cari wangpake apa. Itu ada sweping dan sa belum bayarpajak, Dia pu plat nomor juga su lewat jawab Pace.

    Dari itu. Su lama sakaseh tau kalo pi urus motor cepat, Kopualasanterlalu banyak , jadi. Dolo bilang gampang, bilang beres, tradamasalah. Sekarang....koparut ! maki Mace trabae punya.

    Nyorakojang begitu kaaa.............. Kitorangdolo sama-samasenang, sekarang juga sama-sama susah. Kobekeng papeda cepatsaporosu bunyi, dari pagi belum isi apa-apa. Pinang juga sumeti,rokok su lama trada, korek juga hilang, tinggal mulut saja................Nasib.... nasib... taradawang, mau korupsi juga susah sebab trapunya kantor.

    Bicara lagi korupsi. Itu ko pi minta wang sedikit di Gayus, supayakodapa juga hukuman sedikit. Mau korupsi apa...... kantor saja trada,mau korupsi. Kalo juga ko ada kantor pasti trada dia puwang.

    Jangan anggap enteng begitu kaaaaa.......................... kata PaceGober sambil garuk kepala yang tragatal. ( rawar )

    PINANG OJEK

  • Edisi: Minggu II Maret 2012

    Hukum & Kriminal 3

    Ilaga AkanPunyaPolres

    PercontohanJAYAPURA - Ilaga adalah salah satu daerah

    di kabupaten Puncak yang akhir- akhir inimerupakan tempat daerah konflik atau perangdengan tingkat rawan yang cukup tinggi .Sedangkan untuk sementara ini puncak yangmerupakan kabupaten baru , untuk saat inibelum memiliki Polres sendiri dan masihbergabung dengan Polres Puncak Jaya .

    Hal ini membuat pihak aparat sangat kesulitandi dalam memberikan pelayanan terhadapmasyarakat , seperti ketika ada konflik danperang suku yang terjadi beberapa waktu laludi Ilaga kabupaten Puncak. Polsek Puncakdengan personil yang sedikit bahkan dapatdikatakan kurang dan keterbatasan fasilitasmembuat Polda Papua harus bertindak cepatuntuk mengirim bantuan anggota dan hal inisering sekali terjadi mengingat konflik yangkerap kali terjadi di kabupaten Puncak kususnyaIlaga .

    Mengingat Puncak adalah kabupaten baru,dengan batas wilayah yang cukup luas sertaletak geografis yang sulit bukan itu saja,tingkat konflik yang terus terjadi di tengahmasyarakat namun tidak ditunjang denganaparat yang cukup serta fasilitas yang tidakmemadai sehingga hal ini menjadi perhatianPolda Papua .

    Untuk itu Puncak sendiri dalam waktu dekatakan dipersiapkan untuk menjadi Polrespercontohan tepatnya di Ilaga tempat yangsering terjadi konflik . Hal ini diungkapkan olehWakapolda Papua Brigjen Pol Drs. PaulusWaterpau kepada wartawan ketika dikonfirmasidi ruang kerja mengatakan , Puncak akan kamipersiapkan untuk menjadi Polres percontohansementara waktu mengingat sampai saat iniPuncak masih bergabung dengan kabupatenPuncak Jaya , dan konflik yang terjadi di Ilagasehingga masyarakat pun akan mendapatkanpelayanan yang maksimal ketika Polrespercontohan sudah dibentuk. Harapan kamiPolda Papua untuk secepatnya menjadikan Ilagasebagai Polres percontohan, tegas PaulusWaterpau . (Hln)

    K

    Kangen Mantan Istri Disekap dan DiperkosaTiga Hari Tiga Malam Di Tiga Tempat Berbeda

    ANGEN bermesraan setelah cerai tujuh bulansilam, seorang tenaga honorer Dinas Kebersihandan Pertamanan (DKP) Kota Cirebon, nekatmemperkosa mantan istrinya di hotel kelas melati.

    Selama 3 hari tersangka menyandera mantan istrinya itu,dan selama itupula tersangka berulang kali melampiaskanrasa kangennya tersebut.

    Perbuatan berawal ketika tersangka Nawi, 23, warga MunduKabupaten Cirebon ini, bertemu dengan mantan istrinya, Ev,18 bersama keponakannya dengan mengendarai sepedamotor. Ev saat itu sebenarnya mau membeli susu untukanaknya yang masih berumur 2 bulan.

    Melihat mantan istrinya, muncul rasa kangen. Tersangkalalu meminta Ev untuk ikut dirinya dengan alasan ada yangperlu dibicarakan. Berangkatlah tersangka bersama Ev danmenyuruh keponakan mantan istrinya itu untuk pulang.Tersangka membonceng mantan istrinya berkeliling danmenikmati udara malam di kota udang.

    Setengah jam muter-muter, tersangka mengarahkan sepedamotornya ke hotel di Jalan Moh Toha. Keduanya menujukamar dan tersangka memaksa korban melakukan hubunganbadan. Korban jelas menolak, namun penolakan itu sia-siakarena tenaga jauh kalah dibanding tersangka. Hingga

    akhirnya, dibawah paksaan, korban pun digarap tersangka.Keesokan harinya, korban dibawa ke rumah keponakan

    tersangka. Di rumah itupula lagi-lagi korban dipaksa melayaninafsu mantan suaminya itu. Tanpa berdaya perbuatan itupunterulang kembali. Dikala berbuat dengan korban, kondisirumah memang sepi karena penghuninya lagi berada di luar.

    Menjelang sore, tersangka kembali membawa korbandengan alasan mau diantar pulang. Namun sebelumnya,korban sempat membawa senjata tajam (jenis kujang). Tapirupanya tidak diantar pulang, korban malah dibawa ke hotelsebelumnya. Dan lagi-lagi korban digarap tersangka,kali initersangka mengancam korban dengan senjata tajam kalautidak mau melayani. Malam itu korban kembali meladenitersangka untuk kali ketiga.

    Karena merasa tak terima dengan perlakuan itu, korbanmelaporkan mantan suaminya itu ke kantor polisi. Tak butuhlama, polisi pun membekuk tersangka tanpa ada perlawanan.Tersangka sudah ditangkap dan saat ini dalam prosespenyidikan, kata Kapolres Cirebon Kota AKBP Asep EdiSuheri didampingi Kasat Reskrim AKP Didik Purwanto.

    Dije