Edisi 26 Agustus 2010 | Suluh Indonesia

download Edisi 26 Agustus 2010 | Suluh Indonesia

of 8

  • date post

    02-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    228
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Headline : RUU Pencucian Uang Diamputasi

Transcript of Edisi 26 Agustus 2010 | Suluh Indonesia

  • No.163 tahun IVKamis, 26 Agustus 2010

    8 Halaman

    Redaksi/Sirkulasi/Iklan:GEDUNG PERS PANCASILAJl. Gelora VII No. 32Palmerah Selatan Jakarta Pusat.Tlp: 021-5356272, 5357602Fax: 021-53670771

    Pengemban Pengamal Pancasila www.suluhindonesia.comLayanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

    F r e e D a i l y N e w s p a p e r

    Pegadaian Belum dapat Izin Puncak Inflasi di Lebaran

    MENTERI Keuangan AgusMartowardojo memperkirakanpuncak inflasi akan terjadi padasaat lebaran dan menjelang akhirtahun, sehingga pada momen itumasa-masa yang perludiwaspadai. Puncak ...hal. 3

    Agenda Terselubung

    SERIKAT Pekerja PT PLN(Persero) menolak rencanakenaikan tarif dasar listrik (TDL)rata-rata 15 persen yangdirencanakan pemerintahdiberlakukan pada awal 2011.Ketua Umum SP PLN ...hal. 1

    PERUM Pegadaian sampai saatini belum memperoleh izin usahagadai saham karena statusnyabelum berubah, padahalperdagangan saham di BursaEfek Indonesia (BEI) akhir-akhircukup ramai. Kepala ...hal. 2

    Suluh Indonesia/antTERTANGKAP LAGI - Artis Ibra Azhari (kiri) diamankan petugas Kepolisian bersama barang bukti shabu-shabu seberat 5 gram senilai Rp 9 juta di Polres Jakarta Barat, kemarin.

    JAKARTA - Ketua PusatPelaporan dan Analisis Tran-saksi Keuangan (PPATK) Yu-nus Husein mengatakan, ang-gota DPR berupaya untuk me-lemahkan dan mengamputasiRUU Pencegahan dan Pember-antasan Tindak Pidana Pencu-cian Uang (PPTPU). Itu sudahterjadi. Misalnya (pasal) penye-lidikan saat ini sudah tidak ada,padahal dulunya di RUU ada.Selain itu untuk tindak pem-blokiran juga tidak ada, yangada hanya menunda transaksi.Melakukan tindakan lain untukmelaksanakan tugas saja jugatidak boleh, katanyadi Ge-dung DPR Jakarta, kemarin.

    Ia mengatakan, adanya ke-inginan dari anggota DPR agarlaporan hasil akhir (LHA)

    JAKARTA - KPK merasa kewenangannyauntuk memberantas korupsi tidak berkurang jikatim perumus RUU Tindak Pidana PencucianUang (TPPU) tidak memberikan kewenanganuntuk menyidik kasus pencucian uang. Tidakah, kewenangan kita tidak akan berkurang. Itu(RUU TPPU) kan berkaitan dengan pencucianuang, kalau berkaitan dengan pemberantasankorupsi kewenangan kita tetap sesuai Undang-undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)dan UU KPK, kata Wakil Ketua KPK HaryonoUmar di Jakarta, kemarin.

    Ia mengatakan awalnya tim perumus RUUTPPU memang memasukkan kewenangan bagiKPK untuk melakukan penyidikan atas hasilanalisis PPATK dalam RUU tersebut. Tapi ke-lihatannya belum selesai, katanya.

    Umar mengungkapkan jika kewenangantersebut diberikan pada KPK memang akan me-lengkapi kewenangan dalam menindaklanjuti

    KPK Tidak MerasaKewenangannya Berkurang

    RUU Pencucian Uang

    Diamputasi

    TDL Segera Naik LagiSITUBONDO - Ketua

    Umum DPP Partai Golkar Abu-rizal Bakrie, menolak adanyarencana kenaikan kembali tarifdasar listrik (TDL) awal 2011karena hanya akan menyeng-sarakan rakyat.

    Ditemui di sela-sela safariramadhan di Situbondo, Ical -sapaan Aburizal Bakrie - me-ngatakan keberatannya jika pe-merintah berencana menaikkankembali TDL yang belum lamaini telah naik untuk pelangganrumah tangga di atas 900 VAdan listrik untuk industri.

    Menurut dia, pemerintahmemang tidak menaikkan tarifdasar listrik bagi masyarakat

    kurang mampu karena yang di-naikkan kalangan keluargamampu yang menggunakan1.300 VA dan listrik industri.Namun, dampak yang ditim-bulkan dari kenaikan TDL terse-but tetap akan dirasakan rakyatkecil, karena mereka jugamerasakan akibat dari penye-suaian biaya produksi kalang-an pengusaha, tuturnya.

    Oleh karena itu, PartaiGolkar melalui perwakilannya diparlemen akan menolak kerasbila pemerintah berencanamenaikkan kembali TDL di awaltahun 2011 mendatang karenaakibat kenaikan TDL lalu sudahbanyak masyarakat yang men-

    geluhkan. Bagaimana jadinyajika TDL naik lagi, katanyamempertanyakan.

    Menurut dia, kenaikan TDLhanya akan menaikkan biayaproduksi kalangan pengusahayang pada akhirnya dikompen-sasikan pada penjualanproduknya. Akibatnya, produkindustri semakin sulit dibelirakyat karena beban hidupnyaikut naik seiring kenaikan ba-han kebutuhan pokok lainnya.

    Karena itu, Ical mengimbauagar pemerintah mencari jalankeluar lainnya daripada harusmenaikkan kembali TDL yangdampaknya lebih luas dirasa-kan masyarakat. (ant)

    PPATK hanya diserahkan ke-pada Kepolisian dan Kejak-saan adalah bentuk ketakutan.Ada anggota dari FPG, PPP,Hanura. Ada sebagian yangkhawatir kalau KPK bisamendapatkan hak itu, (KPK)bisa macam-macam. Jadi mere-ka khawatir. Bukan hanya mere-ka saja, tapi juga pihak lain,kata Yunus Husein.

    Yunus juga menyesalkanadanya keinginan yangtersembunyi dari anggota DPRtersebut. Saya tidak tahupasti apa alasan mereka dalamhal ini karena kalau dalam dis-kusi kadang-kadang merekatidak jelas apa alasannya. Inikan semuanya untuk kepen-tingan umum, kata Yunus.

    Sebagai anggota DPR, kata

    Yunus, mereka tahu tata tertibdalam membahas sebuah RUU.Bila sudah dibahas di Panja,maka tidak bisa lagi diubah.

    Oleh karena itu, PPATKtidak akan bergeming danmengikuti kemauan anggotaDPR tersebut. Ini sudah dipu-tuskan dalam Panja pada akhirJuli lalu. Makanya kami akanpertahankan dan tolonglah inikita kembalikan ke dalam tatibbahwa tim perumus tidak bisamengubah substansi. Merekatidak berwenang karena hanyatim perumus. Sudah adaaturannya, katanya.

    Mengenai enam alat pene-gak hukum yang direkomen-dasikan sebagai penyidik, Yu-nus mengatakan, hal tersebutjuga sudah disepakati. (ant)

    kasus korupsi. Itu akan bagus karena akhir-akhirnya korupsi akan berkaitan dengan pen-cucian uang. Umpanya kita bisa selidiki itu (pen-cucian uang) kita akan lebih lengkap, sehinggadapat diketahui ke mana larinya uang hasil ko-rupsi, ujar dia.

    Ia menambahkan jika kewenangan menyidikpencucian uang diberikan kepada pihaknya akanlebih baik, sehingga korupsi dapat dideteksi dariawal sampai akhir.

    Sebelumnya, empat fraksi di DPR menolakkewenangan KPK untuk memeriksa laporan ha-sil analisis PPATK. Hal ini memunculkan tu-dingan bahwa keempat fraksi tersebut ingin me-lemahkan posisi KPK dalam pengusutan tindakpidana pencucian uang.

    Hal tersebut juga memicu beberapa LSMmendesak agar fraksi-fraksi yang menolak ke-wenangan KPK tersebut tidak pro pada mafiapencucian uang. (ant)

    Menlu :Tak DibenarkanTukar Guling Warga

    JAKARTA - Menlu Marty Natalegawa menyatakan, tidakboleh dibenarkan sama sekali apalagi memberlakukan diplo-masi tukar guling warga dengan pihak asing, termasuk terkaitInsiden Bintan baru-baru ini. Itu (diplomasi barter atau tukarguling) tidak benar dan tidak boleh dibenarkan, dan sama sakalikami tidak lakukan (terkait pelepasan tujuh nelayan Malaysiayang ditangkap di perairan Indonesia dan dilepasnya tiga petu-gas KKP Indonesia oleh Polisi Malaysia), katanya saat Ra-pat dengan Komisi I DPR RI di Jakarta, kemarin.

    Ia berulangkali menegaskan dan meyakinkan para anggotaKomisi I DPR RI dari berbagai fraksi tersebut, sama sekali tidakada wacana atau rencana dan kemungkinan mengenai masalahbarter. Itu tidak pernah masuk dalam pikiran kami dan tidakpernah dibayangkan, katanya.

    Tidak seperti pemberitaan selama ini, yang menyebut Ke-menlu serta pemerintah bersikap lembek menghadapi InsidenBintan yakni penahanan tujuh nelayan Malaysia oleh Polriserta digiringnya tiga pejabat Kementerian Kelautan Perikan-an (KKP) RI oleh Polisi Air Malaysia. Sesudah peristiwa itu,yakni sekitar tanggal 14 Agustus 2010, langsung saya mencariinformasi ke mana-mana. Sistem kami berjalan. Baik untuk men-cari keterangan melalui Dubes RI, Konjen RI yang malah lang-sung menelusuri ke Kantor Polisi Air serta pihak Kesultanansetempat, paparnya.

    Tegasnya, demikian Marty, pihaknya setelah mendapat datakonkret, tanpa menunggu pengiriman nota diplomatik, lang-sung menyampaikan protes keras ke Menlu Malaysia. Sayasampaikan protes jika petugas resmi kami yang tengah melak-sanakan tugas resmi Negara, disamakan dan seolah di-barteratau di-tukarguling-kan, tegasnya. (ant)

  • 2Suluh Indonesia, Kamis 26 Agustus 2010K taK ilas

    Ibu Kandung Aniaya

    Balita Hingga Tewas

    PEMILIK Bank Century Robert Tantular mengatakantidak kenal dengan Mukhamad Misbakhun, terdakwakasus pengajuan letter of credit (L/C) PT Selalang Pri-ma Internasional (SPI) senilai 22,5 juta dolar AS. Saatditanya Ketua Majelis Hakim Pramudana Kusuma diPN Jakpus, kemarin, Robert mengaku tidak pernahditelepon oleh Direktur SPI Franky Ongkowardjojo danMukhamad Misbakhun. Pemilik Bank Century ini jugasiap dikonfrontir dengan Linda Wangsadinata, pemimpincabang Senayan Bank Century, dan staf Bank Centurylainnya atas keterangannya tersebut. Linda Wangsadi-nata dalam kesaksian sebelumnya menyebut L/C SPIyang disetujui oleh jajaran direksi dan pemilik bank.Bahkan Linda menyebut Robert melakukan intervensipengajuan L/C SPI dan dikuatkan oleh saksi lainnya.Hal sama juga dikatakan mantan Dirut Bank CenturyHermanus Hasan Muslim yang mengaku mengetahuiSPI dari proposal pemberian plafon L/C SPI. (ant)

    Robert Tak Kenal Misbakhun

    JAKARTA - Polsek MetroPademangan mengamankan,Tiah (35) warga Jalan Pesang-grahan I, No. 72 RT 1/10, Pade-mangan Timur, Pademangan,Jakarta Utara, kemarin.

    Tiah diamankan terkait te-wasnya Meisah (15 bulan),anak bungsu pasangan Diman(40) dan Tiah. Menurut Inspe-ktur Dua (Ipda) Suseno KanitReskrim Polsek Pademangan,korban ditemukan tewas di ru-mahnya. Kami mendapat la-poran dari ketua RT, terkaitadanya salah satu warga yang

    tewas tidak wajar, ujar KanitReskrim Pademangan.

    Berdasarkan laporan terse-but, akhirnya Tiah ibu dariMeisah untuk sementara dia-mankan. Namun kasusnya di-tangani Polres Metro JakartaUtara. Dijelaskan Suseno,tewasnya Meisah diduga aki-bat penganiayaan. Tubuhmengalami luka pada pung-gung, hidung berdarah, ke-maluan korban memar, paha kirimembiru. Namun untuk menge-tahui penyebab kematian kor-ban, menunggu hasil otopsi