Edi Suharto

download Edi Suharto

of 161

  • date post

    07-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    234
  • download

    63

Embed Size (px)

description

kn

Transcript of Edi Suharto

  • re"flka ADITAMA

  • Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial

    dan Pekerjaan Sosial

  • RF.SP0.21.03.2009

    Edi Suharto, Ph.D. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosia/ & Pekerjaan Sosia/

    Editor : Aep Gunarsa, SH. Desain Sampul lman Taufik Setting & Layout lsi : Creative Division

    Diterbitkan & dicetak oleh PT Refika Aditama

    )1. Mengger Girang t~o. 98, Bandung 40254 Telp. (022) 5205985, Fax. (022) 5205984 Website : www.refika-aditama.com e-mail : penerbit@refika-aditama.com & refika_aditama@yahoo.co.id Anggota lkapi

    Cetakan Ketiga: Februari 2009

    ISBN 979-3304-39-1

    2005. Hak Cipta Dilindungi Undang-undang. Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini TANPA IZIN TERTULIS dari penerbit.

  • Kupersembahkan untuk Kedua orang tua di Burujul Wetan, Jatiwangi: H. Dudi dan Hj. lnik Dahini yang mengajarkan doa dan usaha dalam setiap nafas pengharapan; yang memaknakan pengorbanan dan keberanian dalam segala denyut penghidupan.

  • Satu tragedi dalam kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat (c9mmunity empowerment) adalah bahwa pendekatan yang diterapkan seringkali terlalu terkesima oleh, untuk tidak menyatakan sangat mengagungkan, konteks lokal. Sedangkan sistem sosial yang lebih luas yang menyangkut pembangunan sosial, kebijakan sosial, relasi kekuasaan, ketidakadilan gender, ekslusifisme, pembelaan hak-hak publik, dan kesetaraan sosial kurang mendapat perhatian. Seakan-akan komunitas lokal .merupakan entitas sosiai yang vacuum dan terpisah dari dinamika dan pengaruh sistem sosial yang mengitarinya. Penyempit
  • pekerjaan sosial, bab-bab selanjutnya mengkaji isu-isu strategis mengenai bagaimana selayaknya membangun dan memberdayakan rakyat dilakukan secara partisipatis, dinamis dan sekaligus multidimensional.

    Perlu dijelaskan bahwa istilah pembangunan kesejahteraan sosial yang dimaksud dalam buku ini secara sektoral merupakan bagian dari konsep pembangunan sosial (social development) yang di Indonesia sering mencakup bidang pendidikan, kesehatan, perumahan dalam arti luas. Pembangunan kesejahteraan sosial (social welfare development) .didefinisikan sebagai pendekatan pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan modal ekonomi (economic capital), manusia (human capita/), kemasyarakatan (societal capital), dan perlindungan (secu-rity capital) secara terintegrasi dan berkesinambungan. Kata kunci dari peningkatan modal ekonomi masyarakat adalah tumbuhnya mata pencaharian (livelihood) masyarakat yang memungkinkan mereka mampu memperoleh dan mengelola aset-aset finansial dan material untuk memenuhi kebutuhan dasarnya sesuai dengan standar kemanusiaan yang layak dan berkelanjutan. Kata kunci dari peningkatan modal manusia adalah berkembangnya kemampuan atau kapabilitas (capability) intelektual, emosional dan spiritual manusia yang memungkinkan mereka mampu menjalankan peran-peran sosial secara adekwat dalam kehidupannya. Sementara itu, tujuan utama dari peningkatan modal kemasyarakatan (sering disebut social capitan adalah tumbuh dan menyebarnya kepercayaan (trust) di antara berbagai elemen masyarakat. Sedangkan, terciptanya keamanan dan keterjaminan (security) adalah tujuan utama dari proses peningkatan modal perlindungan.

    Makna pekerjaan sosial yang menjadi ruh dan fokus dari buku ini juga bukanlah "pekerjaan sosial" sebagaimana sering diartikan oleh kalangan kebanyakan sebagai kegiatan amal atau sukarela begitu saja, seperti membagikan mie instant, beras atau baju bekas kepada kaum miskin. Pekerjaan sosial yang dimaksud dalam buku ini menunjuk pada sebuah disiplin dan pendekatan profesional. Pekerjaan sosial diartikulasikan sebagai profesi atau keahlian di bidang pertolongan kemanusiaan yang didasari oleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang diajarkan melalui pendidikan fa-mal dan pengalaman praktek aktual.

    Pendidikan pekerjaan sosial di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1960-an di STKS Bandung yang saat itu bernama Kursus Kejuruan Sosial Tingkat Tinggi (KKST). Saat ini, perguruan tinggi negeri dan swasta di Tanah Air yang menyelenggarakan pendidikan pekerjaan sosial telah berjumlah lebih dari 20 sekolah. lni belum termasuk pendidikan pekerjaan sosial

    VIII

  • tingkat menengah kejuruan (SMK) di Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial (SMPS) yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, lnggris, Australia, Selandia Baru, Singapura maupun di negara berkembang, seperti Malaysia, India dan Filipina, pendidikan pekerjaan sosial telah diajarkan hingga program doktoral. Di Indonesia pendidikan pekerjaan sosial"baru" sampai tingkat magister (52), yakni di Fakultas llmu Sosial dan llmu Politik Universitas Indonesia, Program Magister Profesional Pengembangan Masyarakat (MPM), kerjasama lnstitut Pertanian Bogor dan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, dan Program Pascasarjana Interdisciplinary Islamic Studies, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Setara dengan pendidikan magister (52), pada tahun 2006 nanti, STKS akan mempelopori program pendidikan spesialis satu (SP1) di bidang pekerjaan sosial dengan dua konsentrasi utama: pekerjaan sosial komunitas dan pekerjaan sosial klinis.

    Seperti halnya wartawan (pelaku profesi di bidang jurnalistik), dokter (di bidang kesehatan), guru (di bidang pendidikan) dan psikiater (di bidang kesehatan psikis), para pekerja sosial (atau bisa pula disebut para sosiawan atau sosiater), terlibat dalam menjalankan program-program pembangunan nasional. Namun demikian, berbeda dengan para dokter atau guru yang lebih concern di bidang pembangunan sosial, para pekerja kemanusiaan (human worker) ini lebih memfokuskan diri kepada pembangunan kesejahteraan sosial (PKS). Dalam mengemban tugas profesionalnya, para pekerja sosial dibekali dengan ilmu dan metoda penyembuhan sosial (social treatment) yang umumnya meliputi terapi individu (casework), terapi kelompok (groupwork), terapi masyarakat (communit}1Work -populer dengan nama "pengembangan masyarakat" atau community development), manajemen pelayanan kemanusiaan (human service management -dapat pula disebut terapi kelembagaan/organisasi atau institutional/organisational therapy) dan anal isis kebijakan sosial (social policy analysis). Pendekatan holistik pekerjaan sosial dibangun secara sistematik dari strategi dan metoda penyembuhan sosial tersebut.

    Sebagian besar bahan yang dihimpun dalam buku ini dikembangkan dari makalah-makalah penulis yang disajikan dalam seminar, pelatihan dan pertemuan ilmiah lainnya. Oleh karena itu, penulis sangat berhutang budi dan menyampaikan penghargaan kepada para peserta pertemuan ilmiah tersebut yang secara langsung maupun tidak langsung telah memperkaya materi pad a buku ini. Kepada guru-guru penulis di STI

  • lrawan Soehartono, Prof. DR. Syarif Muhidin, M.Sc., Prof. DR. Jusman Iskandar, MS. dan DR. Caroliha Nitimaharja, penulis ingin menghaturkan penghargaan atas bimbingan dan pengajarannya yang masih berkesan hingga kini. Kepada Ketua STKS Bandung, DR. Marjuki, M.Sc., penulis mengucapkan terima kasih atas perhatian, kesempatan dan dorongan yang diberkan hingga buku ini bisa dirampungkan. Tidak perlu cfiragukan lagi, istri saya, Oom Komariah Suharto beserta anak-anak kami tercinta, Febry Hizba Ahshaina Suharto, Fabiola Hazimah Zealandia Suharto dan Fadlih Syari'ati Augusta Suharto, adalah sumber inspirasi dan motivasi yang tiada henti-hentinya. Doa, nasi hat dan bimbingan dari orang tua penulis di Burujul Wetan, Jatiwangi adalah perlambang dari gugusan cinta kasihnya nan sejati.

    Edi Suharto

    X

  • Prolog- vii

    Daftar lsi - ix

    Bab 1 Pembangunan Kesejahteraan Sosial - 1 Kesejahteraan Sosial ................................................... . Pembangunan Kesejahteraan Sosial .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4 Pembangunan Nasional . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5 Fokus Pembangunan Kesejahteraah Sosial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 Pendekatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 0

    Pendekatan Residual . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 0 Pendekatan lnstitusional.......................................... 11 Pendekatan Pengembangan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 3

    lsu-lsu Pembangunan Kesejahteraan Sosial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 16 Lemahnya Visi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 16 ~ Program Strategis................................................... 1 8

    Visi dan Misi Pembangunan Kesejahteraan Sosial . . . . . . . . . . . . . . 19

    Bab 2 Pekerjaan Sosial- 23 Pekerjaan Sosial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 23 Keberfungsian Sosial . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 26 Model Pertolongan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . 29

    Kerangka Kerja...................................................... 29 Model yang Berbasis Kekuatan Klien . . . . . . . . . . . . . . . . . ... . . ... 31 Analisis Jaringan Sumber ......................................... 33

    Bab 3 Pengembangan Masyarakat- 37

    Konsep dan Cakupan . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . .. . . .. . . . . . . .. . . . . .