Ebook personal inspiration notes by anthony dio martin

download Ebook personal inspiration notes by anthony dio martin

of 31

  • date post

    12-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    147
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Ebook personal inspiration notes by anthony dio martin

  • Free E-Book HR Excellency | 1

  • 2 | PERSONAL INSPIRATION NOTES with ANTHONY DIO MARTIN

    "Jika telur pecah karena tenaga

    dari luar, maka

    kehidupan

    berakhir. Tetapi,

    jika pecah

    karena tenaga

    dari dalam,

    maka kehidupan dimulai".

    Inilah yang disebut FILOSOFI TELUR. Hal ini menginspirasikan kita

    bahwa HAL-HAL BESAR DAN LUAR BIASA SELALU TERJADI DARI

    DALAM. Dan sesuatu yang hebat biasanya dimulai dari dalam keluar

    (from INSIDE OUT).Makanya, kita juga mengenal motivasi intrinsik dan

  • Free E-Book HR Excellency | 3

    movasi ekstrinsik. INTRINSIk, artinya dari dalam sendiri. Motivasi

    EkSTRINSIk, artinya motivasi karena dorongan dari pihak dan kondisi

    di luar.

    Kenyataan menunjukkan, motivasi dari dalam, lebih langgeng, lebih

    tahan lama dan lebih kuat energinya daripada motivasi dari luar.

    Sebagai contoh: Budi dan Ari, les bahasa Inggris. Budi les dengan

    uang sendiri, karena ingin bahasa Inggrisnya lancar. Ari, dikasih

    les dan dibiayai oleh perusahaan tempat ia kerja. Mereka kursus di

    tempat yang sama. Dua tahun kemudian, Budi sudah "cas...cis....cus"

    sementara Ari, masih tetap kesulitan berbahasa. Bedanya? Motivasi

    mereka berbeda sekali!

    Jadi, belajar dari FILOSOFI TELUR ini, mau sesuatu yang dahsyat?

    Semuanya harus dimulai dari dalam dirimu!

  • 4 | PERSONAL INSPIRATION NOTES with ANTHONY DIO MARTIN

    "Jangan

    sembarangan

    menceritakan

    tentang dirimu kepada

    orang. Ada yang betul-

    betul peduli, tetapi

    sebagian besar

    mendengarkan, hanya

    untuk bisa menggosipkan dirimu!"

    Salah seorang rekan saya menyesal setengah mati. Dia sedang

    punya problem keluarga. Dan ketika problemnya diceritakan pada

    temannya, justru kisah itu menyebar kemana-mana. Sampai-sampai,

    ia didatangi teman kantornya lainnya, yang tiba-tiba tidak ada angin

    tidak ada badai, mengatakan, "Sesusah-susahnya perkawinan, jangan

  • Free E-Book HR Excellency | 5

    sampai bercerai dong!". Nah lho, tahunya dari mana? "Bayangkan",

    temanku mengatakan, "Kan nggak nyaman, dinasihatin sama orang

    yang nggak ada urusan sama sekali dengan saya. Lha dia tau dari

    siapa?". "Menyesal juga menceritakan kisah saya, Pak!".

    Memang, hati-hatilah curhat atau berbagai kisah. Pikirkan

    dulu, dengan siapa dan apa dampaknya kalau orang itu tahu. Apalagi,

    orang itu, sama sekali tidak berkepentingan, bukan seorang terapis

    dan bukan seorang psikolog ataupun konselor. Ngapain cerita kepada

    mereka yang ujung-ujungnya hanya ditanggapi dengan dingin-dingin

    saja plus kisahmu disebarluaskan dan menjadi bahan gossip mereka?

    So, pikirkanlah matang-matang sebelum kamu membagikan

    kisahmu.

  • 6 | PERSONAL INSPIRATION NOTES with ANTHONY DIO MARTIN

    "Tidak peduli

    seberapa

    banyaknya

    sumber daya yang kamu

    miliki. Tapi, kalau

    kamu tidak tahu

    cara memakainya,

    semuanya akan SIA-

    SIA!!!

    Seringkali orang

    mengeluh soal berapa banyak manusia, uang ataupun sumber daya

    yang kurang. Tapi, persoalannya seringkali bukanlah soal

    kekurangan sumber daya tetapi soal ketidakmampuan untuk

    mendayagunakannya secara efektif.

  • Free E-Book HR Excellency | 7

    Coba lihat baik-baik gambar ilustrasi diatas ....Mungkin Anda akan

    TERSENYUM membayangkan betapa bodohnya orang ini. Ya, ada begitu

    banyak anak tangga ...tapi ternyata itu tidak membawanya melewati

    tembok.

    Masalahnya satu....ia tidak tahu bagaimana menggunakannya!

    Bukankah itulah yang seringkali terjadi?

    Jadi ....meskipun Anda punya banyak sumber daya, tetapi kalau

    tidak mampu menggunakannya ...Anda akan tetap merasa kekurangan.

    THINk SMART! THINk DEEP!

  • 8 | PERSONAL INSPIRATION NOTES with ANTHONY DIO MARTIN

    Seorang

    peserta

    yang

    banyak berceloteh,

    mengomel soal

    anaknya: "Pak

    kenapa anak

    saya nggak mau

    mendengarkan apa

    yangsaya katakan?

    Kayaknya selalu masuk

    kuping kiri keluar kuping kanan. Kenapa susah sekali mengajarkan dia

    untuk mendengarkan". Dia pun berceloteh panjang lebar soal dirinya

    dan masa kecilnya. Dia sendiri pun setelah bertanya, tidak memberikan

  • Free E-Book HR Excellency | 9

    kesempatan kepada saya untuk menjawab pertanyaannya. Maka

    sayapun berpikir bahwa dia nggak serius membutuhkan jawaban dari

    saya. Dan dia pun terus berceloteh ...sementara pikiran saya mulai

    melayang kemana-mana..

    Waktu dia berceloteh, saya sadar dan mengerti mengapa dirinya

    tidak pernah didengarkan anaknya, lha ...dia sendiri tampaknya adalah

    pendengar yang buruk. Dan saya pikir hukum ini berlaku dimana-

    mana. Mau anak Anda mendengarkan Anda? Tunjukkan dan pasang

    kupingnya Anda untuk mendengarkan anak Anda juga...

  • 10 | PERSONAL INSPIRATION NOTES with ANTHONY DIO MARTIN

    Pernahkah

    Anda

    berjumpa

    dengan cewek cantik

    yang kata-katanya

    penuh dengan

    sumpah serapah?

    Saya pernah waktu

    sedang menunggu

    di sebuah restoran.

    Saat itu sebelum

    kami, ada seorang

    cewek cantik yang juga menunggu. Karena kelamaan menunggu, si

    cewek sempat kesal pada si pelayan dan mengatakan dengan kencang,

    "An Ugly Personality Destroys A Pretty Face"

  • Free E-Book HR Excellency | 11

    "TA**....!". Terus si cewek itu berlalu dengan kesalnya. Saat itu, ada

    ada satu bapak-bapak berkomentar dengan tersenyum, "Gila...Kece-

    kece tapi preman!!!".

    Hal yang sangat sederhana, ketika kita sibuk mempercantik tubuh

    dan fisik kita, tapi kalau diri Anda tidak punya tata krama dan sopan

    santun pada orang-orang di sekitar Anda, alangkah sayangnya...!

    Wajah yang cantik pun, akhirnya bisa dirusak oleh tutur kata buruk

    yang keluar dari mulut kita!

  • 12 | PERSONAL INSPIRATION NOTES with ANTHONY DIO MARTIN

    "Bukan apa yang

    dipakai, tetapi siapa

    dibalik orang yang

    memakainya itulah yang lebih

    penting!"

    Kalimat ini pastilah akan

    ditentang habis-habisan oleh

    para penjual pakaian. Juga para

    penggemar fashion. Tapi, tentu

    saja... ada kalimat yang bisa

    ditangkap begitu saja, ada yang sifatnya simbolis. Dan saya pikir,

    kalimat yang satu ini sifatnya simbolis.

    Bukan berarti kamu nggak perlu peduli dengan pakaianmu, atau

    bersikap sembarangan dengan bajumu. Tetapi, jika boleh memilih,

  • Free E-Book HR Excellency | 13

    keindahan terpenting justru jiwa dan pribadi dibalik baju

    tersebut.

    Beberapa waktu lalu, saya pernah melihat seorang Ibu dengan

    dandanan baju pesta mahal, memaki-maki seorang satpam, gara-

    gara tidak ada 'car call' di lokasi dimana ia menunggu. Sampai muncul

    kalimat, "...loe tau nggak gue ini siapa...?"

    Terus terang, saya sendiri tidak tahu dia itu siapa, dan rasanya tidak

    perlu tahu. Yang saya tahu waktu melihat dia memaki-maki waktu itu

    adalah seorang wanita dengan pakaian mewah yang sangat kasar.

    Orang awam menyebutnya dengan INNER BEAUTY. Tapi, rasanya

    kata inner beauty ini sudah terlalu banyak digunakan dimana-mana,

    sampai-sampai rasanya hambar ketika ditulis di sini.

    Rasanya, kita butuh kata yang maknanya lebih dalam. Kata yang

    mengatakan, sesuatu kemuliaan dan kedalaman dalam jiwa dan

    diri kita itulah yang jauh lebih penting dari kosmetik, benda-benda

    yang dipakai serta barang-barang yang kita tunjukkan. Di sisi lain,

    mari belajar melihat orang dari sisi dalamnya juga, bukan sisi

    luarnya. Kalau nggak...kita pun bakalan sering tertipu dan menyesal.

  • 14 | PERSONAL INSPIRATION NOTES with ANTHONY DIO MARTIN

    Seringkali ada tiga sisi

    dari setiap argumentasi:

    SISIkU, SISIMU DAN

    SISI YANg SEBENARNYA!".

    Ketika seseorang bertengkar dan

    berargumentasi. Orang seringkali

    melihat sisinya sendiri, lantas

    menyalahkan sisi orang lain. Tetapi,

    dari pihak orang lainpun, kadang

    kita melihat dia melihat sisinya serta

    mempersalahkan sisi orang lainnya lagi.

    Misalkan saja, ketika seorang suami dan istri saling bertengkar

    tatkala anak mereka tidak naik kelas. Si istri berkata, Jadi suami sama

    sekali tidak peduli dengan pelajaran anak sendiri, bagaimana anak kita

  • Free E-Book HR Excellency | 15

    bisa bersemangat untuk belajar?. Sementara si suami melihat dari

    sisinya, Saya udah capek kerja, mengapa harus ngurus belajarnya

    anak. Bukankah sebagai istri yang di rumah itu urusanmu? Terus,

    ngapain aja seharian di rumah?. Jadi lihatlah, ada sisi menurut si istri

    dan ada sisi menurut sang suami. Hampir di semua pertengkaran,

    perselisihan, konflik, selalu ada dua sisi ini.

    Padahal, sebenarnya ada sisi ketiga, yakni sisi yang

    sebenarnya. Dalam kondisi ini, seringkali hanya pihak ketiga yang

    terlibat dalam situasi ini yang bisa melihat apa yang sebenranya

    terjadi. Misalkan, dalam kasus di atas, yang paham adalah si anak.

    Bisa saja si anak memang menyalahkan ayahnya, menyalahkan ibunya

    yang terlalu mengatur atau bisa saja si anak yang betul-betul tidak

    termotivasi. Jadi, inti sebenarnya..SALINg MENYALAHkAN TIDAk

    AkAN MEMBERESkAN MASALAH. TETAPI SALINg MENYALAHkAN

    SERINgkALI MEJADI CARA MUDAH UNTUk MELEPASkAN DIRI

    DARI MASALAH

  • 16 |