E--JURNAL-jurnal geologi v 1

download

of 12

  • date post

    13-Jan-2017
  • Category

    Documents
  • view

    224
  • download

    6

Embed Size (px)

transcript

  • Potensi batuan sumber (source rock) hidrokarbondi Pegunungan Tigapuluh, Sumatera Tengah

    RACHMAT HERYANTO dan HERI HERMIYANTOPusat Survei Geologi, Jln. Diponegoro 57 Bandung, Indonesia

    SARI

    Pegunungan Tigapuluh yang terletak di sudut tenggara Propinsi Riau, merupakan bagian tepi tenggaraCekungan Sumatera Tengah, salah satu cekungan penghasil hidrokarbon yang terbesar di Indonesia. Potensibatuan sumber hidrokarbon berupa batuan klastika halus terdapat dalam Formasi Kelesa berumur EosenAkhir dan juga di Formasi Lakat yang berumur Oligosen.

    Batuan sumber Formasi Kelesa mempunyai nilai TOC 2,319,63%, dengan kandungan hidrokarbonkategori baik sampai sangat baik (6,2370,72 kg/ton batuan), sedangkan pada Formasi Lakat nilai TOCnya0,673,46%, dengan kandungan hidrokarbon termasuk dalam kategori miskin sampai sangat baik (1,21-37,38 kg/ton batuan). Kematangan termal batuan sumber Formasi Kelesa berkisar belum matang akhirsampai matang awal dengan kerogen tipe I dan II, sedangkan Formasi Lakat berkisar belum matang akhirdengan jenis kerogen tipe I, II, dan III.

    Tingkat diagenesis batuan sumber hidrokarbon Formasi Kelesa termasuk ke dalam tingkat diagenesisbatulumpur kelompok II, yang setara dengan mesogenetik matang A. Diagenesis tingkat ini diakibatkanoleh timbunan dengan kedalaman sampai 3000 m, dan menghasilkan paleotemperatur mencapai 95o C.Sementara itu Formasi Lakat termasuk ke dalam tingkat diagenesis Batulumpur kelompok I yang setaradengan tingkat diagenesis tingkatan mesogenetik belum matang. Proses diagenesis dalam tingkat ini terjadipada paleotemperatur sampai dengan 65o C, dengan kedalaman timbunan 1500 m.

    Kata kunci: kerogen, hidrokarbon, pirolisis, diagenesis, batuan sumber

    ABSTRACTThe Tigapuluh Mountain located in southeast corner of the Riau Province, is a part of the southern

    margin of the Central Sumatera Basin, one of the biggest hydrocarbon producing basin in Indonesia. Thehydrocarbon source rock potential is a fine grained clastics within the Late Eocene Kelesa and OligoceneLakat Formations.

    The Kelesa Formation source rock has a TOC value of 2.319.63%, with hydrocarbon content of agood to excellent categories (6.2370.72 kg/ton rock), whereas the Lakat Formation has a TOC value of0.673.46%, with hydrocarbon content of a poor to excellent categories (1.2137.38 kg/ton rock). Sourcerock thermal maturation of the Kelesa Formation ranges from a late immature to early mature, withkerogen type of I and II, whereas the Lakat Formation ranges from a late immature, with kerogen type ofI, II, and III.

    Diagenetic stage of the hydrocarbon source rock of the Kelesa Formation is included to MudrockStage II which is equivalent to a mesogenetic mature A. This diagenetic proccess was due to the burialhistory with the depth of up to 3000 m, resulted in a paleotemperature of 95o C. The Lakat Formation is,however, included to Mudrock Stage I equivalent to the mesogenetic immature level. Burial history whichoccurred at the paleo temperature up to 65o C, with the depth of burial up to 1500 m, led to the diageneticprocess.

    Keywords: kerogen, hydrocarbon, pyrolysis, diagenesis, source rock

    Jurnal Geologi Indonesia, Vol. 1 No. 1 Maret 2006: 37-48

    37

  • 38 Jurnal Geologi Indonesia, Vol. 1 No. 1 Maret 2006: 37-48

    102 000 104 00E0102 000 104 00E0

    102 000 104 00E0

    0 000

    1 00S0

    0 000

    1 00S0

    SUBCEKUNGAN JAMBI

    CEKUNGAN SUMATRA TENGAH

    Taluk

    Batas Cekungan Diduga

    1

    PAKANBARU

    Bangkinang

    PROVINSI RIAU

    S. Kamp

    ar

    Rengat

    PADANGKiliranjao Peg. Tigapuluh

    Sungai Tungkal

    PROPINSISUMATERA BARAT

    MuarabungoMuaratebo PROPINSI JAMBI

    JAMBIBatang Hari

    LAUTAN H I N D I A

    Sungaipenuh

    Bangko

    Sarolangun

    PROPINSIBENGKULU

    Muaraaman

    PROPINSI SUMATERA SELATAN

    0 55 110 165 km

    Daerah Penelitian

    Jalan Raya

    Sungai

    Batas Propinsi

    Danau Kerinci

    12

    11. Bukit Susah2. Simpang Rambutan

    GAMBAR 1. PETA LOKASI DAERAH PENELITIAN.

    PENDAHULUAN

    Pegunungan Tigapuluh terletak di sebelah suduttenggara Propinsi Riau, dan secara administrasipemerintahan termasuk ke dalam Kabupaten InderagiriHulu (Gambar 1), dengan ibu kotanya Rengat. Secarageologi, daerah penelitian termasuk ke dalamCekungan Sumatera Tengah, yang merupakan salahsatu cekungan busur belakang penghasil minyakterbesar di Indonesia. Cekungan ini dialasi oleh batuanPratersier yang kemudian diisi oleh batuan sedimenberumur Eosen sampai Plio-Plistosen.

    Penelitian ini merupakan salah satu kegiatan Pro-gram Litbang Energi (dahulu) yang dibiayai olehProyek Kajian Informasi Geologi Tematik, TahunAnggaran 2000 dan 2004, Puslitbang Geologi(sekarang Pusat Survei Geologi). Tujuan penulisanini adalah untuk memaparkan potensi batuan sumber(source rocks) hidrokarbon pada Formasi Kelesa danLakat di Pegunungan Tigapuluh.

    Kegiatan lapangan seperti pengamatansedimentologi dan stratigrafi dilakukan di sepanjangjalan perusahaan kayu daerah Sungaiakar danSimpang Rambutan, lereng timur laut Pegunungan

    Tigapuluh pada tahun 2000 (Suwarna drr., 2000), dandi Bukit Susah (Susanto drr., 2004) pada tahun 2004(Gambar 2). Hasil analisis laboratorium yang terdiriatas palinologi, organik petrologi, Scanning ElectronMicroscopy (SEM), TOC, dan Rock-Eval Pirolisisdigunakan untuk menunjang penulisan makalah ini.

    GEOLOGI REGIONAL

    Geologi dan stratigrafi daerah penelitian tersajidalam Gambar 2. Batuan tertua adalah batuan sedimenberumur Permo-Karbon Kelompok Tigapuluh.Kelompok ini terdiri atas Formasi Gangsal (batusabak,filit, batupasir meta, batugamping termarmerkan, dankuarsit), Formasi Pengabuan (batupasir litik dangrewak meta, dengan sisipan kuarsit, batulanau meta,dan batu tanduk), dan Formasi Mentulu (grewakkelabu kehijauan dan batulumpur kerakalan, dengansisipan batusabak dan batulempung), dengan AnggotaCondong (tuf meta kelabu terang-gelap danbatulempung tufan meta). Hubungan stratigrafi antarketiga formasi tersebut adalah menjemari satu samalainnya. Batuan sedimen Pratersier ini diterobos olehbatuan beku granitan berumur Trias-Jura yang terdiriatas granit, granodiorit, pegmatit, dan aplit. Seluruhbatuan Pratersier tersebut merupakan batuan alasCekungan Tersier Sumatera Tengah (Suwarna drr.,1994).

    Runtunan batuan sedimen Tersier terdiri atasKelompok Rengat (Formasi Kelesa, Lakat, Tualang,dan Gumai) dan Kelompok Japura (FormasiAirbenakat, Muaraenim, dan Kerumutan). FormasiKelesa berumur Eosen-Oligosen tersusun olehkonglomerat polimik dan batupasir konglomeratandengan sisipan batulempung, batulanau, dan batubara.Formasi ini ditindih tak selaras oleh Formasi Lakatberumur Oligosen-Miosen Awal yang terdiri ataskonglomerat polimik, batupasir kuarsa dan sisipanbatulempung, batulanau dan tuf, dengan dengan lensabatubara di bagian bawah, serta sisipan batupasirkuarsa dan batulanau karbonan dan lanauan di bagianatas. Tak selaras menindih Formasi Lakat adalahFormasi Tualang berumur Miosen Awal-Tengah,tersusun oleh batulempung dengan sisipan batupasirkuarsa mikaan dan glaukonitan, setempat gampingandan lanauan di bagian bawah; dan batupasir kuarsadengan sisipan batulempung, batulumpur berpirit danbatupasir glaukonitan di bagian atas. Formasi Gumai

  • 39Potensi batuan sumber (source rock) hidrokarbon (R. Heryanto dan H. Hermiyanto)

    Muarabungo

    Pegunungan Tigapuluh

    12

    Fm.Kelesa

    Fm.Lakat/Talangakar

    1Daerah Penelitian1. Daerah Bukit Susah2. Daerah Sungaiakar-Sp Rambutan

    UFm.MuaraenimFm AirbenakatFm.GumaiFm Tualang

    Fm.Kerumutan/Kasai

    FmSinamar

    Fm Kasai

    GAMBAR 2. PETA GEOLOGI DAERAH PEGUNUNGAN TIGAPULUH DAN SEKITARNYA (MODIFIKASI DARI SUWARNA DRR., 1994 & SIMANJUNTAKDRR., 1994).

    berumur Miosen Tengah menjemari dengan FormasiTualang yang tersusun oleh serpih berwarna kelabuterang-gelap, hijau dan coklat, batulempung danbatulumpur gampingan dan karbonan dengan sisipanbatupasir dan nodul lanauan. Formasi Airbenakatberumur Miosen Tengah-Akhir terdiri atas perselinganbatulempung, batupasir, serpih, dan batulanau dengansisipan tuf dan lensa lignit. Formasi Airbenakat ditindihselaras oleh Formasi Muaraenim berumur Mio-Pliosen, yang tersusun oleh perselingan antarabatupasir tufan berbutir halus sampai sedang danbatulempung tufan, dengan lensa lignit. FormasiKerumutan berumur Plio-Plistosen terdiri atasbatupasir kuarsa berbutir halus sampai sedang,batulempung tufan dan tuf dan setempat lempungpasiran kerakalan. Formasi ini menindih tak selarasFormasi Muaraenim (Suwarna drr., 1994).

    FORMASI PEMBAWA BATUAN SUMBERHIDROKARBON

    Batuan sumber hidrokarbon (hydrocarbon sourcerock) biasanya dijumpai dalam batuan sedimenklastika halus yang kaya akan bahan organik,khususnya maseral liptinit. Di daerah penelitian,batuan sedimen klastika halus dan kaya akan bahanorganik terdapat dalam Formasi Kelesa dan FormasiLakat.

    Formasi KelesaFormasi Kelesa (Suwarna drr., 1994) dapat

    dikorelasikan dengan Formasi Lahat (Spruyt, 1956)atau Formasi Lemat (Coster, 1974) di CekunganSumatera Selatan. Di Cekungan Sumatara Tengah,Formasi Kelesa setara dengan Formasi Pematangberumur Paleosen sampai Eosen Prasihapas (Coster,1974), Anggota Bukit Bakar Formasi Lahat(Simanjuntak drr., 1994) atau Kelompok Pematang(Williams drr., 1985). Formasi Kelesa teramati didaerah Bukit Susah sebelah barat daya PegununganTigapuluh (Susanto drr., 2004).

    Formasi Kelesa di daerah ini terbagi menjadi tigakelompok, yaitu runtunan batuan klastika sangat kasaryang terdiri atas konglomerat dan breksi di bagianbawah, batuan klastika kasar-sedang yang terdiri atasbatupasir konglomeratan dan batupasir dengan sisipanbatulanau di bagian tengah, dan batuan