E Book Parenting

Click here to load reader

  • date post

    10-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    77
  • download

    14

Embed Size (px)

Transcript of E Book Parenting

E-Book Parenting IslamyBy: Ummu Raihan, Amd.Keb

E-Book Parenting IslamyBy: Ummu Raihan, Amd.Keb

MENGHARGAI ANAK (Majalah Anak sholih Vol. Januari 2011)

Berhasil mendidik anak, tentu sangat diharapkan oleh orangtua, pengajar, ataupun setiap individu yang berkompeten dalam masalah pendidikan anak. Berbagai kiat ditempuh. Di antaranya dengan memberikan penghargaan dalam keberhasilan. Keberhasilan kita sebagai seorang pendidik tidaklah bersandar pada hukuman fisik. Bahkan hal itu dilakukan seminimal mungkin, sesuai dengan kebutuhan. Pemberian penghargaan justru lebih dikedepankan daripada pemberian hukuman, karena hal ini akan lebih memotivasi anak untuk belajar serta menyemaikan keinginan untuk mendapat tambahan pendidikan dan pengajaran.

Beda halnya dengan hukuman. Hukuman akan meninggalkan pengaruh buruk dalam jiwa si anak, yang akhirnya justru menjadi penghalang baginya untuk memahami serta mencerna ilmu yang diberikan. Selain itu juga akan mengubur optimisme dan keberaniannya. Betapa banyak terjadi, seorang anak keluar dari sekolah karena melihat beragam kekasaran dan kezhaliman yang dilakukan oleh sebagian gurunya. Lebih dari itu, mereka biasa menyebut gurunya yang keras dan kasar dengan sebutan orang zhalim. Karena itu, hendaknya kita dahulukan segala bentuk pemberian penghargaan sebelum memberikan hukuman, karena sebenarnya inilah asalnya. Berbagai Bentuk Penghargaan antara lain: 1. Pujian Sewajarnya kita memuji anak bila melihatnya berperilaku baik atau bersungguh-sungguh. Kita bisa sampaikan, misalnya, Bagus, semoga Allah Subhanahu wa Taala memberikan berkah kepadamu! atau Memang Fulan ini anak yang paling baik! ataupun ucapan-ucapan baik yang

E-Book Parenting IslamyBy: Ummu Raihan, Amd.Keb

sejenis. Ucapan ini akan memotivasi anak, menguatkan jiwanya, juga memberikan pengaruh yang sangat baik dalam dirinya. Hal ini akan mendorongnya untuk mencintai orang yang mendidiknya. Terbuka pula pikirannya untuk terus belajar.

Di samping itu, dalam waktu yang sama akan memotivasi anak lain untuk mencontoh si anak yang dipuji dalam adab, perilaku, atau

kesungguhannya, agar memperoleh pujian pula. Ini lebih baik daripada memberikan hukuman fisik pada mereka. 2. Penghargaan secara materi Anak memiliki tabiat menyukai hadiah. Biasanya mereka begitu ingin mendapatkannya. Karena itu, layak kiranya jika kita berikan apa yang mereka sukai ini pada kesempatan tertentu.

Anak yang rajin, berakhlak baik, melaksanakan kewajiban shalat atau perbuatan baik lainnya, kemudian mendapat hadiah, akan merasa gembira dan puas dengan apa yang didapatkannya. 3. Doa Semestinya pula kita berikan motivasi kepada anak yang rajin, beradab atau rajin menegakkan shalat dengan mendoakannya, misalnya kita doakan: Semoga depanmu Allah memberikan taufik kepadamu, mudah-mudahan masa cerah.

Kepada seorang anak yang biasa lalai atau berperilaku jelek, kita bisa mendoakan: Semoga Allah Subhanahu wa Taala memperbaiki dirimu dan memberi petunjuk kepadamu.

E-Book Parenting IslamyBy: Ummu Raihan, Amd.Keb

4. Menuliskan namanya di papan Jika kita seorang pendidik di sebuah sekolah, kita bisa pula memasang semacam papan pengumuman di tempat yang mudah dilihat. Di situ ditulis nama-nama anak sesuai kelebihannya, baik dalam perilaku, kesungguhan, kebersihan, dan yang lainnya. Pengumuman semacam ini akan menjadi motivasi bagi yang lainnya untuk mencontoh mereka, sehingga nama mereka juga akan ditulis di papan tersebut. 5. Menunjukkan kebaikannya Ketika anak mampu dengan baik menerangkan suatu pelajaran di depan kelas, menyampaikan hafalan, memecahkan suatu soal, atau membacakan salah satu surat Al-Qur`an, kita bisa menepuk bahunya untuk

memotivasinya sambil mengatakan: Semoga Allah Subhanahu wa Taala memberi berkah kepadamu! 6. Menganggap diri kita bagian dari mereka Bila kita ingin memberikan penghargaan pada anak-anak yang memiliki kelebihan, bisa pula dengan menyatakan bahwa kita merupakan bagian dari mereka. Ini akan menjadi penghargaan besar bagi mereka. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda: Seandainya bukan karena hijrah, tentu aku akan menjadi salah seorang dari kaum Anshar. (HR. Al-Bukhari no. 7244) 7. Wejangan Penghargaan pada seorang anak yang baik bisa pula berupa wejangan kepada anak-anak dan pendidik yang lain untuk berbuat baik pada si

E-Book Parenting IslamyBy: Ummu Raihan, Amd.Keb

anak. Ini merupakan motivasi bagi anak itu sendiri maupun bagi anakanak yang lain, sehingga mereka pun akan mencontoh kesungguhan dan akhlaknya 8. Wejangan pada keluarga si anak Kita bisa pula menulis surat untuk keluarga anak yang ingin kita berikan penghargaan, berisi kebaikan-kebaikan si anak dan pujian untuknya. Ini akan mendorong keluarganya untuk memperlakukan si anak dengan baik, serta mendorong si anak untuk terus berperilaku terpuji.

Semestinya pula kita menanyakan, bagaimana akhlak dan perilaku anakanak di rumahnya, dan penjagaan mereka terhadap shalat lima waktu. Bagi anak laki-laki, tentunya bisa dengan membuat lembaran yang diisi oleh walinya maupun imam masjid, sehingga dapat diketahui penunaian shalat jamaah mereka. 9. Membantu anak yang kekurangan Cara lain yang dapat kita tempuh adalah menyeleksi beberapa anak untuk mengumpulkan sedekah bagi anak lain yang membutuhkan pakaian, bahan makanan, buku-buku, atau alat sekolah. Kita sendiri turut ambil bagian dalam kegiatan ini, agar anak-anak mau mengikuti. Lalu kita sampaikan ucapan terima kasih kepada anak-anak yang telah memberikan bantuan di depan teman-teman mereka untuk memotivasi mereka semuanya, agar nantinya mereka tergerak untuk bersedekah dan memperoleh pahala di sisi Allah Subhanahu wa Taala, karena Allah Subhanahu wa Taala akan mengganti harta yang mereka infakkan. Kita ingatkan pada mereka firman Allah Subhanahu wa Taala: Dan segala sesuatu yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dia sebaik-baik Pemberi rizki. (Saba`: 39)

E-Book Parenting IslamyBy: Ummu Raihan, Amd.Keb

Bisa pula kita sisihkan sebagian infak untuk membeli hadiah bagi anak yang rajin, yang taat pada pengajar maupun orangtuanya, yang bersih pakaiannya, ataupun anak yang baik perilakunya.

Wallahu taala alamu bish-shawab. (Dinukil dengan beberapa perubahan dari kitab Nida` ilal Murabbiyyin wal Murabbiyat li Taujihil Banin wal Banat, hal. 83-98)

E-Book Parenting IslamyBy: Ummu Raihan, Amd.Keb

BEBERAPA KESALAHAN PARA PENDIDIK (Majalah Anak sholih Vol. Februari 2011)

Berikut ini sebagian kesalahan yang sering dilakukan oleh para pendidik. Semoga Allah memberikan maunah (pertolongan)-Nya kepada kita untuk dapat menjauhinya dan menunjukkan kita kepada kebenaran.

1. Ucapan pendidik tidak sesuai dengan perbuatan. Ini merupakan kesalahan terpenting karena anak belajar dari orangtua beberapa hal. tetapi ternyata bertentangan dengan apa yang telah

diajarkannya. Tindakan ini berpengaruh buruk terhadap mental dan perilaku anak.

2. Kedua orangtua tidak sepakat atas cara tertentu dalam pendidikan anak. Anak akhimya menjadi bingung mana yang benar dan mana yang salah di antara keduanya. Dengan pengertiannya yang masih terbatas, ia belum mampu membedakan mana yang benar dan yang salah sehingga hal itu akan mengakibatkan anak menjadi bimbang dan segala urusan tidak jelas baginya. Sementara, kalau kedua orangtua mempunyai cara yang sama dan tidak memujukkan perbedaan ini, niscaya tidak terjadi kerancuan tersebut.

3. Membiarkan anak jadi korban televisi. Padahal ini sangat berpengaruh terhadap akhlak dan fithrah mereka, sampai apa yang dinamakan dengan acara anak-anak pun penuh dengan pemikiran-pemikiran ditayangkan. keji yang diperoleh anak melalui acara yang

4. Menyerahkan

tanggung

jawab

pendidikan

anakkepada

pembantu

atau

E-Book Parenting IslamyBy: Ummu Raihan, Amd.Keb

pengasuh. jika kita terpaksa mengambil pembantu, usahakanlah mendapat pembantu muslimah yang baik dan usahakan tidak bersama anak kecuali sebentar saja dalam keadaan terpaksa.

5. Pendidik menampakkan kelemahannya dalam mendidik anak. Ini banyak tejadi pada ibu-ibu dan kadangkala terjadi pada bapak-bapak. Kita dapatkan, misalnya, seorang ibu berkata: "Anak ini mengesalkan. Aku tidak sanggup. Tak tahu, apa yang kuperbuat dengannya. Padahal anak mendengarkan ucapan ini maka ia pun merasa bangga dapat mengganggu ibunya dan membandel karena dapat menunjukkan keberadaannya dengan cara itu.

6. Berlebihan dalam memberi hukuman dan balasan. Hukuman adalah sesuatu yang disyariatkan dan termasuk salah satu sarana pendidikan yang berhasil yang sesekali mungkin diperlukan pendidik. Namun ada yang sangat berlebihan dalam menggunakan sarana ini, sehingga membuat sarana itu berbahaya dan berakibat yang sebaliknya.

7. Berusaha mengekang anak secara berlebihan. permainan penting bagi pertumbuhan anak dengan baik. "Permainan di tempat yang bebas dan luas termasuk faktor terpenting yang membantu pertumbuhan jasmani anak dan menjaga kesehatannya."

8. Mendidik anak tidak percaya diri dan merendahkan pribadinya. seyogianya kita mempersiapkan anakanak kita untuk dapat mekksanakan tugas-tugas dien dan dunia. Dan hal ini tidak tercapai kecuali dengan mendidik mereka memiliki rasa percaya dan harga diri namun tidak

E-Book Parenting IslamyBy: Ummu Raihan, Amd.Keb

sombong dan takabur; serta senantiasa mengupayakan agar anak dikenalkan kepada hal-hal yang bernilai tinggi dan dijauhkan dari hal-hal yang bernilai rendah.

E-Book Parenting IslamyBy: Ummu Raihan, Amd.Keb

OPTIMALISASI NASIHAT, MELALUI 'RASIONALISASI' PERINTAH DAN LARANGAN (Majalah Anak Sholih Vol Maret 2011)

Rasionalisasi di sini mengacu pada nasihat Ali, "Berbicaralah kep