Dzikir Ataqoh Al Ikhlas

download Dzikir Ataqoh Al Ikhlas

of 24

  • date post

    01-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    992
  • download

    29

Embed Size (px)

Transcript of Dzikir Ataqoh Al Ikhlas

Dzikir Fida Atau 'Ataqoh

Dzikir Fida Atau 'Ataqoh

09.02 Abu Bakar Ahmad Mansor No comments

Dzikir fida atau Ataqoh .Ataqoh ini dilaksanakan dalam rangka membersihkan jiwa dari kotoran atau penyakit- penyakit jiwa.Bahkan cara ini dikerjakan oleh sebagian tarekat sebagai penebus harga surga, atau penebus pengaruh jiwa yang tidask baik (untuk mematikan hawa nafsu).

Bentuk cara ini (ataqoh) adalah seperangkat amalan tertentu yang dilak sanakan dengan serius (mujahadah), seperti membaca surat Al Ikhlash sebanyak 100.000, atau membaca kalimah tahlil dengan cabangnya sebanyak 70.000 kali dalam rangka penebusan nafsu amarah atau nafsu nafsu yang lain. Dalam pelaksanaannya ataqoh dapat diangsur. Fida atau ataqoh ini dilaksanakan oleh masyarakat santri di Pulau Jawa untuk orang yang sudah meninggal dunia.

Mengamalkan syariat .

Dalam tarekat kebanyakan merupakan jamiyah para sufi sunni, menetapi syariat merupakan bagian dari tasauf (meniti jalan mendekati kepada Tuhannya), karena me nurut keyakinan para sufi sunni justru prilaku kesufian itu dilaksanakan dalam rang ka mendukung tegaknya syariat. Sedangkan ajaran ajaran dalam agama Islam khu susnya dalam peribadatan mahdoh merupakan media atau sarana untuk member sihkan jiwa seperti halnya bersuci dari hadats shalat puasa maupun haji .

Melaksanakan amalan amalan sunat. Diantara untuk membersihkan jiwa adalah melaksanakan segala amalan sunat, hal ini diyakini bahwa dapat membantunya. Dan amalan amalan yang dapat membantunya memiliki dampak besar terhadap proses dan sekaligus hasil dari tazkiyatun nafsi, se perti membaca Al Quran dengan merenungkan artinya dan maknanya melaksanakan shalat malam (bertahajud, berdzikir dimalam hari, banyak berpuasa sunah dan bergaul dengan orang2 yang shaleh.

Berprilaku zuhud .Ini juga dapat membantu/mendukung upaya tazkiyatun nafs, karena berfikir zuhud adalah tidak ada ketergantungan hati pada harta, dan waro adalah sikap hidup yang efektif, orang yang berprilaku demikian tidak berbuat sesuatu kecuali benar-benar halal dan benar benar dibutuhkan.Dan rakus terhadap harta benda akan mengotori jiwa, demikian juga banyak berbuat yang tidak baik, memakan makanan yang syub hat dan berkata sia sia akan memperbanyak dosa dan menjauhkan diri dari Allah, karena melupakan Allah

'ATAQOH SUGRO DAN KUBRO

( ) ........ ......... ............. .............. . 3 .( (( ) - - - : .Adapun dzikir fida ini yang selanjutnya disebut dzikir ataqah, oleh para ulama dibagi dua macam yakni ataqah sughra yaitu membaca laa ilaaha illah sebanyak 70 ribu kali atau 71 ribu kali dan ataqah kubra yaitu membaca surat al-Ikhlas sebanyak 100 ribu kali. Sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Syarh al-Futuhat al-Madaniyah. . : . . ( 24)Diriwayatkan bahwa syekh Abu al-Robi al-Malaqi, berada di jamuan makanan dan beliau telah berdzikir dengan mengucapkan Laa Ilaha Ilallah 70 ribu kali. Di jamuan tersebut terdapat seorang pemuda ahli kasyaf. Ketika pemuda itu akan mengambil makanan tiba-tiba ia mengurungkan mengambil makanan itu, lalu ia ditanya oleh para hadirin mengapa kamu menangis? ia menjawab, saya melihat neraka jahanam dan melihat ibu saya di dalamnya. Kata syekh Abu al-Rafi, saya berkata di dalam hati, Ya Allah, sungguh engkau mengetahui bahwa saya telah berdzikir Laa Ilaha Ilallah 70 ribu kali dan saya mempergunakannya untuk membebaskan ibu pemuda ini dari neraka. Setelah itu pemuda tersebut berkata, Alhamdulillah, sekarang saya melihat ibu saya telah keluar dari neraka, namun saya tidak tahu apa sebabnya. Pemuda itu merasa senang dan kemudian makan bersama dengan para hadirin. Dzikir Laa Ilaha Ilallah 70 ribu kali dinamakan ataqoh sughroh (pembebasan kecil dari neraka), sedangkan surat al-Ikhlas jika dibaca 100 ribu kali dinamakan ataqoh kubro (pembebasan besar dari neraka) walaupun waktu membacanya beberapa tahun, karena tidak disyaratkan berturut-turut. (Syarah al-Futukhat al-Madaniyah Bihamisyi Nashaih al-Ibad, hal.22)TahlilTahlil berasal dari kata - yang berarti membaca kalimat . Sedangkan tahlil menurut pengertian yang berkembang di masyarakat adalah membaca kalimat thayyibah (shalawat, tahlil, istighfar, fatihah, surat ikhlas, muawwidzatain, dan lain-lain) yang pahalanya ditujukan kepada arwah keluarga yang bersangkutan. (10) Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, Sesungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang". QS. Al-Hasyr ayat 10656. DZIKIR FIDAA' (TEBUSAN)

PERTANYAANMeymey ArmienAssalamu alaikum semua...

Mey ada masalah sekaligus tnya

-ibu mey mau aqiqohin/sodakoh 2kambing (cukup)buat 1000hr almr adik mey

-ayah suruh tambah 1 lg kambingnyabuat dzikir fidak

-mey yg gak tau apa apa jdi bingung karna yg handel keuangan adl mey

Pertnyaan:

1.apa sih yg dimaksud dzikir fidak,apa itu harus pakai kambing juga?

2.dr masalah mey diatas sebaiknya berapa kambing yg mey hrs sediain

Syukron

JAWABANMasaji AntoroWa'alaikumsalam

Dzikir Fidaa' terbagi atas dua macam :

Dzikir Fidaa' terbagi atas dua macam :

1. SHUGRO (membaca kalimah TAHLIL (LAA ILAAHA ILLALLAAH sebanyak 70.000 kali)

2. KUBRO (membaca SURAT AL-IKHLASHsebanyak 100.000 kali)

Kedua dzikir fidaa' diatas tidak ada sangkut pautnya dengan kambingBeberapa rujukan kitab yang menjelaskan tentang DZIKIR FIDAA

Dzikir Fida adalah dzikir untuk memohon kepada Allah agar diselatkandari api neraka, baik untuk diri sendiri ataupun diperuntukkan pada orang lain yang telah meninggal.Adapun kalimat dzikir Fida itu bermacam-macam diantaranya:

Membaca kalimat tahlil sebanyak 70.000 / 71.000.

Membaca surat Ikhlas sebanyak 1.000 / 100.000, dan lain sebagainya.

Dzikir Fida bisa dilaksanakan untuk sendiri atau orang lain, dan dapat dilaksanakan dalam satu majelis atau dicicil. Lafadz niatnya perlu dibedakan dan dijelaskan.

Sebagaimana diterangkan dalam beberapa kitab diantaranya :

1. Tafsiir As-Shoowi,Juz 4 hal. 498 ( Ahmad Shoowi Al-Maliki )

: , : , , , .

: : 498

Sebagian dari fadlilahnya surat Ihlas yaitu : sesungguhnya orang yang membacanyasebanyak 100.000 kali maka dia telah membeli dirinya sendiri dari Allah dan Malaikat akan mengumumkan dari sisi Allah di langit dan di bumi ketahuilahsesungguhnya si fulan adalah hamba yang dimerdekakan oleh Allah, siapa saja yang mempunyai hak yang di tanggung fulan maka mintalah dari Allah . Maka surat Ihlas tersebut akan memerdekakan dari neraka, tetapi dengan syarat tidak mempunyai tanggunganpada orang lain, atau punya tanggungantapi tidak mampu membanyarnya.

2. Kitab Khoziinatul Asroor, hal. 157 ( Sayyid Muhammad Haqqin Nazili )

. .

: 157

Imam Muslim dan lainnya meriwayatkan. dalam riwayat yang lain RosulullahSAW. bersabda : barangsiapa membaca surat al-Ikhlas dengan hati yang ikhlas maka Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka.

3. Kitab Khoziinatul Asoror, hal. 188 ( Sayyid Muhammad Haqqin Nazili )

: .

: 188

RosulullahSAW. bersabda : Barangsiapa yang membaca kalimat Laa Ilaaha Illallah sebanyak 71.000 maka dia telah membeli dirinya sendiri dari Allah Azza wa Jalla. Hadits riwayat Abu Said dan Aisyah r.a. begitu juga kalau dia melakukan untuk orang lain. Hadits ini adalah sebagai sandaran dasar para Ulama Shufi untuk menamakan dzikir dengan kalimat tauhid dengan jumlah hitungan tersebut dengan nama Ataqoh Jalaliyyah. Cerita tentang kebenaran dzikir ini sudah sangat masyhur, diantaranya yang ditutur oleh as-Syaikh al-Akbar dari Imam Abi al-Abbas al-Qutbi al-Qostholani dari Syaikh Abi Robi al-Maliki untuk menunjukkan kebenaran hadits ini dengancaramukasyafah.

4. Kitab Irsyaadul Ibaad, hal. 4 (Zainuddinabdul Aziz Ibnu Zainuddin Al-Malibari)

.

: 4

Diriwayatkan lagi dari Syaikh Abi Yazid al-Qurtubiberkata : saya mendengar dari sebagian atsar (perkataanShohabat) barangsiapa mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah sebanyak 70.000 kali, maka kalimat tersebut menjadi tebusan baginya dari api neraka

5. Khoziinatul Asroor, hal. 159( Sayyid Muhammad Haqqin Nazili )

.

: 159

Al-Faqir berkata (semoga Allah memerdekakannya dari neraka Syair) : saya melihat seorang Syaikh di Masjidil Haram pada bulan Romadlon tahun 1.261 sedang membaca surat al-Ikhlas di sebelah pintu Dawudiyyahmalam dan siang hari setiap bulan Romadlon. Kemudian aku mengecup tangannya sambil berkata : Wahai Tuanku, aku melihatmu setiap hari membaca surat Ikhlas, berilah tahu padaku tentang faedah dan rahasianya. Kemudian dia menjawab : aku ingin memerdekakan jasadku dari neraka wahai anakku, dan dia mengangkattangan ke lehernya. Aku berkata : berilah aku ijazah, kemudian beliau mengijazahiku dan memberi izin padaku serta mendoakanbarokah. Semoga Allah memberi pertolongan pada kamu untuk membacanyasebanyak 1.000 kali. Dan ini merupakan ijazah melalui tulisan bagi orang yang mau membacanya. Semoga