Dt Demensia

download Dt Demensia

of 46

  • date post

    28-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    41
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Dt Demensia

DEMENSIA

Demensia dan Gangguan Fungsi Kognitif pada LansiaOleh: Cut Firza HumairaPembimbing: dr. Hadiyanti, Sp.PD1

Allah, Dia-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan kamu sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan kamu sesudah kuat itu lemah kembali dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. QS 30 (Ar Rum) : 542Data DemografiJumlah populasi Usia 60 tahun keatas (dalam juta orang)

TahunJutaPersen1961 4,51971 5,3 4,31980 8,0 5,5199011,6 6,3200016,2 7,6201017,2 7,4202029,011,1Diambil dari :BPS Profile Kesehatan Indonesia, Departemen Kesehatan RI3Progression of Normal Ageing to DementiaBrain Aging Mild Cognitive ImpairmentStable or reversible ImpairmentOther DementiaAlzheimers DiseaseVascular DementiaNormal CognitionProdromal DementiaDementia4- Otak manusia canggih- Masing-masing bagian mempunyai fungsi khusus- Bekerja secara terpadu- Maha komputer5

63 Tahap proses mengingat

1. Menyerap Informasi Baru2. Menyimpan Informasi3. Mengingat Kembali Informasi7Rangkaian mudah lupa wajar sampai demensia

Lupa wajar (forgetfullnes)

Gangguan fungsi kognisi ringan

Demensia ( pikun )8Kemunduran Memori FisiologisMudah lupa (forgetfulness) bisa terjadi pada :Proses otak menua (fisiologis)Proses penyakit otak a.l.alzheimer (patologis)

Mudah lupa Banyak pada lansiaGangguan mengingat informasi, kembali (recall)Gangguan mengeluarkan apa yang tersimpan dalam memori (retrieval)Dapat dibantu dengan memberikan isyarat (cue)9Mudah Lupa RinganBenign senescent forgetfulness (BSF)Terkait usia tuaGangguan mengingat kembali (recall) masih fisiologis (lupa nama teman, nama presiden pertama RI)10Mudah lupa Wajar dijumpai pada usia lanjut, terutama usia diatas 50 tahunDidapati 30 % dari usia lanjut, keluhannya dapat berupa Lupa menaruh benda Lupa janji Lupa nama orang, wajah Lupa nama benda Lupa nama peristiwa, dllAktivitas sehari-hari normal, fungsi kognisi lainnya normal11Gangguan kognitif ringan

Gangguan memori lebih berat, mudah lupa Yang lebih parah dan agak lama.Fungsi kognitif lainnya secara umum masih Baik.Dapat melakukan aktivitas dasar sehari- hari, Aktivitas yang komplek mulai terganggu 10 12 %/tahun.Test fungsi kognisi dan memori dibawah ratarata12MCI (MILD COGNITIVE IMPAIRMENT)Ada gangguan memoriKognitif baikSebagai risiko tinggi untuk menjadi alzheimer(setelah 4 tahun 50% menjadi demensia)Patologis : sudah ada gangguan di hipokampus otak yang mengurus memoriDi korteks ada bercak-bercak amiloid difus13KRITERIA DIAGNOSIS Pasien melapor sendiri atau orang lain yg menyaksikan kemunduran memori/kognitif, dibanding keadaan sebelumnyaa. Aktvitas hidup sehari-hari (Activity Daily Living = ADL) masih baikb. ADL yg kompleks (Instrumental Activity Daily Living = IADL) mulai terbatasMini Mental Status Examination (MMSE) tidak terganggu, sesuai pendidikan dan umurAdanya gangguan memori atau kognitif lainnya harus dibuktikan dengan skor yang sudah bakuBelum ada gangguan untuk didiagnosis sebagai demensia14ADL mencakup : Aktivitas Dasar (basic ADL) : berpakaian, perawatan diri, makan minum, toilet, berpakaian, jalan, mandi, mobilitas, dllAktivitas Instrumental (IADL) : mengurus keuangan pribadi, memasak, menelepon, berbelanja ke pasar, bepergian, berobat, dll15Kriterianya : minimal ada 2 dari gejala sebagai berikut :

Tersesat bepergianKemunduran pekerjaan yg disaksikan teman sekerjaKesulitan menyebut nama atau kata, sedangkan temannya tidak kesulitanSedikit materi yg diingat setelah membaca satu bab bukuSulit mengingat nama orang yg baru diperkenalkan Kehilangan atau salah menaruh barang berhargaGangguan konsentrasi yang nyata pada tes klinis

16Diagnosis MCI dipastikan setelah :

Mewawancarai teman/ anggota keluarga berkenaan fungsi intelekMemeriksa pasien mencari gangguan kognitif secara objektifMenyingkirkan gangguan psikiatrik, kerusakan otak seperti stroke, tumor atau efek obat-obatan17 DEMENSIA

Suatu sindrom akibat penyakit / gangguan otak, bersifat kronik progresif dimana terdapat gangguan fungsi luhur ( fungsi kortikal yang multipel )Termasuk di dalamnya : daya ingat, daya pikir, orientasi, daya tangkap, berhitung, kemampuan belajar, berbahasa dan kesadaran tidak berkabut.Umumnya disertai hendaya fungsi kognitif dan ada kalanya di awali dengan kemerosotan (deterioration) dalam pengendalian emosi, perilaku sosial, atau motivasi hidupKlasifikasi demensiaBerdasarkan umur : senilis, presenilisBerdasarkan gejala klinis : global, afasik, visuo perseptifBerdasarkan anatomi ; kortikal, subkortikalBerdasarkan perjalanan penyakit :demensia reversibel + 10-12% disebabkan alkohol, obat-obat, kelainan psikiatri, penyakit meningitis, trauma kepala, hidrosefalus komunikandemensia non reversibel: proses degeneratiftergolong kedalamnya demensia yang paling banyak ditemui : demensia alzheimer dan vaskuler19Demensia AlzheimerBiasanya ada faktor resiko : riwayat keluarga, alzheimer umur > 50 thn, penyakit down`s syndrome ,parkinsonProgresif, sangat chronis20Diagn. pasti dengan otopsi otakKriteria diagnosa probable Alzheimer:Ditemukan demensia secara klinis (test mini mental)Defisit 2 atau lebih bidang kognitif (memori, bahasa, atensi, orientasi, fungsi eksekutif, visuospatial)Perburukan memori/kognitif progresifTak ada gangguan kesadaranTak ada penyakit otak dan gangguan sistemik (khas: perburukan intelektual dan tingkah laku, mengganggu pekerjaannya dan lingkungan)21Gejala klinis dibagi 3 stadium:1 Std Amnesia : yang menonjol : amnesia diskalkulia, spontanitas , gangguan memori jangka pendek, pertanyaan berulang-ulang tak mampu hafal no telpon, bingung terhadap masalah, (memori jangka panjang : baik) std ini berlangsung 2-4 tahun2 Std Bingung, kognisi progresif, afasia, agnosia, apraksia, disorientasi waktu dan tempat, mengem-bara, salah mengenal anak, suami, isteri, kadang-kadang bicara porno, std ini berlangsung 2-10tahun3 Std Akhir (setelah 6-12 tahun sakit) akinetik, membisu hampir vegetatif, inkontinesia, lemah, langkahnya kecil-kecil, mudah terinfeksi (saluran kemih, nafas).22Tujuan pengobatanMempertahankan kualitas hidupMemperlambat progresivitasMengobati penyakit penyertaMembantu keluarga, memberi informasi cara-cara penanganan yang manfaat23Terapi farmakologiGolongan acetylcholin estrase inhibitor :Donepizil hcl 1x5-10mgRivastigmin 1x1,5-6mgGolongan esterogen me aktivitas cholonergikAntioksidanNootropik agentGolongan NSAID24Terapi non farmakologik bertujuanMenentukan program aktivitas harianModifikasi perilakuInformasi pelatihan kepada keluarga25Demensia VaskulerDisebabkan penyakit pembuluh darah serebral (ump : stroke)Ditemukan infark multipel di otak15-25% dari semua demensiaonset pada usia yang lebih muda dan lebih mendadak dibanding Alzheimer26Gejala klinisBiasanya menyusul penyakit stroke, muncul demensia, perjalanan penyakit bisa mendatar atau membaik, kemudian memburuk lagi dst berfluktuasi step wiseKonfusi mengembaraKepribadian masih terpelihara sampai std lanjutTerdapat gejala lesi di otak: hemisparese gangguan esktrapiramidal, disathria, dllDefisit memori kurang menonjol tapi kognisi lambanDisfungsi visuospasial27Gambar : Perbedaan perjalanan klinis demensia Alzheimer dengan demensia Vaskuler

Dikutip dari Brown MM (1993) vascular dementia Alzheimer`s Review 3(2)57-62http://www.alzcot.org/info/vasculardementia.html28DiagnosisTentukan apakah ada demensiaTentukan gangguan fungsi kognitif, memori, emosionalPerjalanan penyakit gradual atau stepwisePeriksa gejala stroke : kelainan neurogi fokalCari faktor risiko stroke, hipertensi, DM, cholesterol , merokok, dll 29PengobatanDemensia vaskuler adalah akibat stroke sehingga penting di pikirkan pencegahan : secondary stroke attack.Obat-obatGalatamin 2 x 4 mg 2 x 8 mgRivastigmin 2 x 3 mg 2 x 6 mgDonepezil 1 x 5 mg 1 x 10 mgPentoxifilin 3 x 400 mgPiracetam 3 x 800 mg 1200 mgGinkogiloba 2 x 40 mg 60 mgVit B1230Pencegahan Sesuai dengan pencegahan serangan stroke ulang Obati hipertensi, DMKendalikan hiperlipidemiaHentikan rokok, alkoholDiet yang sesuai Gaya hidup sehat dengan olah raga, rendah garam, kurangi stressPenderita dengan resiko tinggi, berikan obat anti agregasi trombosit.31

32

33

34DeliriumMerupakan onset yang cepat dari berkurangnya kejernihan kesadaran dan kognisi yang disertai dengan konfusi (kekacauan), disorientasi, serta defisit dalam ingatan dan bahasa.Kriteria menurut DSM-IV-TR:Gangguan kesadaran dengan kemampuan yang berkurang untuk memfokuskan, mempertahankan atau mengalihkan perhatianPerubahan dalam kognisi (misalnya defisit ingatan atau disorientasi) yang bukan merupakan akibat demensia.Gangguan berkembang dalam jangka waktu pendek dan berfluktuasi sepanjang hari.Ada bukti fisiologis sebagai dasarnya.Subtipe2 delirium:Delirium due to general medical condition Delirium akibat kondisi medis umum, termasuk gangguan kesadaran/berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan dan perubahan dalam kemampuan kognitif seperti ingatan dan ketrampilan bahasa, yang terjadi dalam jangka waktu pendek dan diakibatkan kondisi medis umum.Substance induced deliriumDelirium diinduksi substansi.Delirium due to multiple etiologiesDelirium akibat etiologi bergandaDelirium not otherwise specifiedDelirium tak tergolongkan.TerapiDelirium: - menghentikan penggunaan obat yang menyebabkan delirium- pemberian nutrisi yang baik- terapi suportif- jika perlu dikekang dengan alat pengekang, namun jika kondisi membaik harus segera dilepasGangguan AmnestikMerupakan kemunduran dalam kemampuan mentransfer informasi dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang, tanpa adanya gejala2 demensia lain, sebagai akibat trauma kepala atau penyelahgunaan obat.Bentuk yang paling sering dijumpai adalah sindroma Wernicke-Korsakoff, gangguan ingatan yang berhubungan dengan penyalahgunaan obat.Amnesia:Te