Draft Statuta Unnes

of 80 /80
MUKADIMAH Universitas Negeri Semarang (Unnes) didirikan sebagai sebuah ikhtiar bangsa Indonesia untuk berperan secara aktif dalam membangun pendidikan guna mengembangkan pengetahuan ilmu, teknologi, seni, dan olahraga serta wahana bagi pendidikan dan regenerasi putra-putri bangsa dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Perjalanan ikhtiar ini telah membawa Unnes pada berbagai tantangan yang beragam dan kompleks. Kini, masuknya Unnes ke dalam lingkungan dan lalu-lintas global, mengantarkan Unnes untuk ikut merasakan denyut tantangan di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan persoalan krisis lingkungan. Sebagai sebuah lembaga perguruan tinggi sekaligus aset nasional, Unnes memandang positif setiap tantangan dan menempatkannya sebagai sumber motivasi untuk berkembang menjadi sebuah pusat pendidikan yang lebih sehat dan unggul serta dapat ikut menyejahterakan segenap umat manusia. Sadar akan tantangan yang dihadapi dan peluang yang dapat diraih, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No.362/KMK.05/2008 Unnes secara organisasional berubah statusnya dari Satuan Kerja Biasa menjadi Satuan Kerja Pengelola Keuangan Badan Layanan Umum (PKBLU). Sistem tata kelola Satuan Kerja BLU ini memberikan fleksibilitas dan kesempatan yang sangat besar bagi Unnes untuk menyelenggarakan manajemen keuangan yang mendukung dan selaras dengan tuntutan praktik keuangan yang sehat, transparan, efisien, dan akuntabel. Menindaklanjuti perubahan status ini, telah diterbitkan pula Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 59 Tahun 2009 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Badan Layanan Umum Unnes. Kebijakan ini menjadikan Unnes memiliki posisi dan kekuatan yang kokoh dalam menyelenggarakan manajemen perguruan tinggi yang lebih efektif dan Draft Statuta Unnes 1

Embed Size (px)

description

mbuh lah

Transcript of Draft Statuta Unnes

Page 1: Draft Statuta Unnes

MUKADIMAH

Universitas Negeri Semarang (Unnes) didirikan sebagai sebuah ikhtiar bangsa Indonesia untuk berperan secara aktif dalam membangun pendidikan guna mengembangkan pengetahuan ilmu, teknologi, seni, dan olahraga serta wahana bagi pendidikan dan regenerasi putra-putri bangsa dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Perjalanan ikhtiar ini telah membawa Unnes pada berbagai tantangan yang beragam dan kompleks. Kini, masuknya Unnes ke dalam lingkungan dan lalu-lintas global, mengantarkan Unnes untuk ikut merasakan denyut tantangan di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan persoalan krisis lingkungan. Sebagai sebuah lembaga perguruan tinggi sekaligus aset nasional, Unnes memandang positif setiap tantangan dan menempatkannya sebagai sumber motivasi untuk berkembang menjadi sebuah pusat pendidikan yang lebih sehat dan unggul serta dapat ikut menyejahterakan segenap umat manusia.

Sadar akan tantangan yang dihadapi dan peluang yang dapat diraih, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No.362/KMK.05/2008 Unnes secara organisasional berubah statusnya dari Satuan Kerja Biasa menjadi Satuan Kerja Pengelola Keuangan Badan Layanan Umum (PKBLU). Sistem tata kelola Satuan Kerja BLU ini memberikan fleksibilitas dan kesempatan yang sangat besar bagi Unnes untuk menyelenggarakan manajemen keuangan yang mendukung dan selaras dengan tuntutan praktik keuangan yang sehat, transparan, efisien, dan akuntabel. Menindaklanjuti perubahan status ini, telah diterbitkan pula Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 59 Tahun 2009 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Badan Layanan Umum Unnes. Kebijakan ini menjadikan Unnes memiliki posisi dan kekuatan yang kokoh dalam menyelenggarakan manajemen perguruan tinggi yang lebih efektif dan efisien, baik di bidang akademik dan kemahasiswaan, pengembangan sumberdaya manusia, dan pengelolaan aset dan keuangan.

Menyadari fungsi, peran, maupun tanggung jawabnya serta tantangan dan krisis besar yang dihadapi umat manusia di bidang lingkungan umumnya dan kebudayaan dan jati diri bangsa khususnya, Unnes mengukuhkan diri sebagai “Universitas Konservasi”. Dengan komitmen ini, Unnes mengabdikan diri sebagai pelopor bagi pemanfaatan dan pelestarian alam bagi sebesar-besar maslahat kemanusiaan secara universal dan berkelanjutan, sekaligus menjadi pusat pengembangan dan pelestarian warisan budaya dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Sebagai jaminan bagi perwujudan tujuan dan cita-cita luhur penyelenggaraan Unnes, Statuta ini disusun dengan berdasarkan pada prinsip-prinsip otonomi, transparansi, budaya mutu, layanan prima, dan konservasi. Statuta ini merupakan dasar bagi Unnes dalam menjalankan visi, misi, dan tujuannya, mewujudkan serta memperkokoh identitas dan jati diri serta panduan bagi tata kelola lembaga pendidikan yang sehat serta peyelenggaraan layanan pendidikan tinggi yang bermutu. Statuta ini menjamin dan memberikan perlindungan bagi terselenggaranya kebebasan

Draft Statuta Unnes 1

Page 2: Draft Statuta Unnes

akademik dan otonomi keilmuan yang kokoh sebagai prasyarat bagi berkembangnya ilmu dan pengetahuan.

Untuk mendukung hal itu, statuta ini menempatkan pendidik dan tenaga kependidikan, mahasiswa dan alumni dalam kerangka keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai dasar bagi terselenggaranya layanan pendidikan yang demokratis dan nondiskriminatif. Orientasi pada mutu diwujudkan melalui manajemen pengawasan yang ditujukan untuk menjamin terwujudnya penyelenggaraan layanan pendidikan yang sehat, transparan, dan akuntabel, dengan sistem akreditasi sebagai ukuran tercapainya standar mutu. Dengan statuta ini Unnes berketetapan untuk mewujudkan cita-citanya sebagai Universitas Konservasi Bertaraf Internasional yang Sehat Unggul dan Sejahtera.

Draft Statuta Unnes 2

Page 3: Draft Statuta Unnes

BAB IKETENTUAN UMUM

Pasal 1Dalam Statuta ini yang dimaksud dengan:a. Universitas Negeri Semarang, yang selanjutnya disebut Unnes, adalah satuan

pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi yang meliputi pendidikan akademik, vokasi dan/atau profesi.

b. Statuta adalah pedoman dasar penyelenggaraan kegiatan yang digunakan sebagai acuan untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan, serta mengevaluasi program kegiatan guna mencapai tujuan Unnes.

c. Pendidikan akademik adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, olahraga, budaya, dan seni, yang mencakup program sarjana, magister, dan doktor.

d. Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang menyiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu.

e. Pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program sarjana yang menyiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus.

f. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

g. Menteri adalah Menteri Pendidikan Nasional. h. Rektor adalah Rektor Universitas Negeri Semarang.i. Senat adalah Senat Universitas Negeri Semarang. j. Senat Fakultas adalah senat fakultas di lingkungan Unnes. k. Civitas akademika universitas adalah komunitas dosen dan mahasiswa pada perguruan

tinggi. l. Warga universitas adalah satuan yang terdiri atas pendidik, tenaga kependidikan, dan

mahasiswa Unnes. m. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan pada perguruan tinggi dengan tugas

utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, olahraga, budaya dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

n. Kebebasan akademik adalah kebebasan yang dimiliki anggota sivitas akademika untuk secara bertanggung jawab dan mandiri melaksanakan kegiatan akademik yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, olahraga, budaya dan seni.

o. Kebebasan mimbar akademik adalah bagian dari kebebasan akademik yang memungkinkan dosen menyampaikan pikiran dan pendapat di Unnes sesuai dengan norma dan kaidah keilmuan.

p. Peraturan Universitas adalah produk hukum yang mengatur hal-hal strategis berkaitan dengan penyelenggaraan universitas yang dibuat dan ditetapkan bersama-sama antara Rektor dan Senat Universitas.

Draft Statuta Unnes 3

Page 4: Draft Statuta Unnes

q. Peraturan Rektor adalah produk hukum yang mengatur hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan penyelenggaran universitas yang dibuat dan ditetapkan oleh Rektor.

r. Almamater adalah perguruan tinggi dimana mahasiswa pernah belajar.s. Alumni adalah lulusan Unnes. t. Guru Besar atau profesor adalah jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih

mengajar di lingkungan Unnes.u. Profesi adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi

sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

BAB IIVISI, MISI, DAN TUJUAN

Pasal 2Visi

Visi Unnes adalah:menjadi universitas konservasi, bertaraf internasional, yang sehat, unggul, dan sejahtera pada tahun 2020.

Pasal 3Misi

Misi Unnes adalah:a. menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan yang unggul dan bertaraf

internasional di bidang kependidikan dan non kependidikan. b. mengembangkan, menciptakan, dan/atau menyebarluaskan ilmu pengetahuan,

teknologi, seni, dan olahraga, yang bermakna dan bermanfaat.c. mengembangkan kebudayaan dan peradaban bangsa yang menjunjung tinggi nilai nilai

konservasi.

Pasal 4Tujuan

Unnes bertujuan:a. menghasilkan tenaga akademik, profesi, dan vokasi yang memiliki kompetensi unggul. b. menghasilkan karya ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olah raga yang bermakna

dan bermanfaat. c. menghasilkan kebudayaan dan peradaban bangsa yang berlandaskan nilai-nilai

konservasi

Draft Statuta Unnes 4

Page 5: Draft Statuta Unnes

BAB IIIIDENTITAS

Pasal 5Nama dan Tempat Kedudukan

(1) Nama universitas adalah Universitas Negeri Semarang yang selanjutnya disingkat Unnes.

(2) Unnes berkedudukan di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah.(3) Di dalam pergaulan internasional Unnes disebut Semarang State University.

Pasal 6Tanggal, Bulan, dan Tahun Pendirian

Unnes didirikan pada tanggal 7 Oktober 1999, sebagai perubahan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Semarang yang berdiri sejak tanggal 30 Maret 1965. Perubahan menjadi Unnes ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 124 Tahun 1999.

Pasal 7Status

Status Unnes adalah Perguruan Tinggi milik pemerintah yang berbentuk satuan kerja pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 362/KMK.05/2008.

Pasal 8Lambang

Lambang Unnes adalah:

Draft Statuta Unnes 5

Page 6: Draft Statuta Unnes

(1) Dasar lambang merupakan siluet bunga teratai yang sedang mekar, berbentuk bulat dengan lima mahkota bunga, berwarna hitam dan berbingkai kuning emas, mengandung makna filsafat Pancasila dan kesatuan sebagai pandangan hidup Unnes.

(2) Sayap terkembang berwarna kuning emas dengan enam helaian, mengandung makna perkembangan Unnes yang bermula dari delapan fakultas

(3) Pencitraan siluet Tugu Muda di bagian tengah yang diapit kedua sayap menggambarkan identitas Semarang, yakni kota tempat Unnes berada.

(4) Bokor kencana berwarna kuning emas tempat pijakan sayap, mengandung makna kampus Unnes sebagai wadah pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olah raga.

(5) Kuncup bunga bersusun tiga, berwarna putih, merah, dan kuning, mengandung makna Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Unnes.

(6) Tulisan UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG berwarna putih mengandung makna kesucian dalam pengabdian dan kebenaran dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olah raga.

(7) Tulisan UNNES berwarna merah mengandung makna semangat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olah raga.

Pasal 9Bendera

Bendera Unnes, bendera Fakultas, dan bendera Program Pascasarjana berbentuk empat persegi panjang, berisi lambang Unnes dan tulisan dengan warna dan makna masing-masing (Lampiran 1)(1) Bendera Unnes berbentuk empat persegi panjang dengan rasio 2 : 3, berwarna

kuning mengandung makna keluhuran, berisi gambar lambang Unnes.(2) Bendera Fakultas Ilmu Pendidikan berbentuk empat persegi panjang dengan rasio

2 : 3, berwarna hijau daun mengandung makna kesegaran, berisi lambang Unnes serta bertuliskan F I P dan FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN warna kuning

(3) Bendera Fakultas Bahasa dan Seni berbentuk empat persegi panjang dengan rasio 2 : 3, berwarna ungu terang mengandung makna keindahan, berisi lambang Unnes serta bertuliskan F B S dan FAKULTAS BAHASA DAN SENI warna hitam

(4) Bendera Fakultas Ilmu Sosial berbentuk empat persegi panjang dengan rasio 2 : 3, berwarna merah mengandung makna kemajuan, berisi lambang Unnes serta bertuliskan F I S dan FAKULTAS ILMU SOSIAL warna kuning

(5) Bendera Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam berbentuk empat persegi panjang dengan rasio 2 : 3, berwarna biru laut mengandung makna kewibawaan, berisi lambang Unnes serta bertuliskan FMIPA dan FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM warna hitam

(6) Bendera Fakultas Teknik berbentuk empat persegi panjang dengan rasio 2 : 3, berwarna oranye mengandung makna kegairahan, berisi lambang Unnes serta bertuliskan F T dan FAKULTAS TEKNIK warna kuning

Draft Statuta Unnes 6

Page 7: Draft Statuta Unnes

(7) Bendera Fakultas Ilmu Keolahragaan berbentuk empat persegi panjang dengan rasio 2 : 3, berwarna putih mengandung makna kesehatan, berisi lambang Unnes serta bertuliskan F I K dan FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN warna hitam

(8) Bendera Fakultas Ekonomi berbentuk empat persegi panjang dengan rasio 2 : 3, berwarna biru tua mengandung makna kesejahteraan, berisi lambang Unnes serta bertuliskan F E dan FAKULTAS EKONOMI warna kuning

(9) Bendera Fakultas Hukum berbentuk empat persegi panjang dengan rasio 2 : 3, berwarna merah maroon mengandung makna kebenaran, berisi lambang Unnes serta bertuliskan F H dan FAKULTAS HUKUM warna kuning

(10) Bendera Program Pascasarjana berbentuk empat persegi panjang dengan rasio 2 : 3, berwarna hitam mengandung makna kemapanan, berisi lambang Unnes serta bertuliskan PPs dan PROGRAM PASCASARJANA warna kuning.

Pasal 10Hymne dan Mars

Himne dan Mars Unnes adalah seperti yang tercantum pada Lampiran ...(1) Himne Unnes berupa syair lagu berjudul Himne Unnes dengan birama 4/4 dengan

nada dasar do = s (notasi pada Lampiran 2)(2) Mars Unnes berupa syair lagu berjudul Mars Unnes dengan birama 4/4 dengan nada

dasar do = s (notasi pada Lampiran 3)

Pasal 11Busana Akademik bagi Pimpinan Perguruan Tinggi, Guru Besar, dan Wisudawan

(1) Busana akademik bagi pimpinan perguruan tinggi, guru besar, dan wisudawan

adalah toga, topi, kalung, dan atribut lainnya.(2) Busana almamater mahasiswa adalah jaket yang berbentuk pantalon dan berwarna

kuning, di bagian dada kiri terdapat lambang Unnes.

Pasal 12Pola Ilmiah Pokok

Pola ilmiah pokok Unnes diarahkan pada pengembangan universitas konservasi.

Draft Statuta Unnes 7

Page 8: Draft Statuta Unnes

BAB IVPENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

Bagian PertamaPenyelenggaraan Kegiatan Akademik

Pasal 13Penerimaan Mahasiswa

(1) Penerimaan mahasiswa dilakukan melalui jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru, alih kredit, penugasan, dan kerjasama.

(2) Penerimaan mahasiswa baru tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, kewarganegaraan, status sosial, dan tingkat kemampuan ekonomi.

(3) Tata cara dan persyaratan penerimaan mahasiswa diatur dengan Peraturan Rektor.

Pasal 14Registrasi Mahasiswa

(1) Registrasi mahasiswa terdiri atas registrasi administratif dan akademik yang dilaksanakan pada setiap semester.

(2) Mahasiswa dinyatakan sah dan berstatus aktif apabila telah terdaftar secara administratif yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan terdaftar secara akademik yang dibuktikan dengan Kartu Rencana Studi (KRS).

(3) Tata cara dan persyaratan registrasi diatur dengan Peraturan Rektor.

Pasal 15Program Pendidikan

(1) Unnes menyelenggarakan pendidikan akademik, pendidikan profesi, dan pendidikan vokasi.

(2) Pendidikan akademik terdiri atas program akademik kependidikan dan program akademik nonkependidikan pada jenjang Strata 1, Strata 2, dan Strata 3.

(3) Program akademik kependidikan menyiapkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam berbagai bidang ilmu.

(4) Program akademik nonkependidikan menyiapkan tenaga ilmuwan dalam berbagai bidang ilmu.

(5) Pendidikan profesi terdiri atas pendidikan profesi pendidik dan profesi lain.(6) Pendidikan vokasi adalah pendidikan program diploma untuk menyiapkan tenaga yang

memiliki keterampilan di bidang tertentu.(7) Ketentuan mengenai program dan jenjang pendidikan akademik, profesi, dan vokasi

diatur dengan Peraturan Rektor.

Draft Statuta Unnes 8

Page 9: Draft Statuta Unnes

Pasal 16Penyelenggaraan Pendidikan

(1) Pendidikan akademik, profesi, dan vokasi diselenggarakan oleh program studi.(2) Dalam hal tertentu, Unnes dapat menyelenggarakan program pendidikan yang bersifat

khusus.(3) Penyelenggaraan program pendidikan yang dimaksud dalam ayat (1) dan (2) diatur

dengan Peraturan Rektor.

Pasal 17Pedoman Akademik

Penyelenggaraan akademik dituangkan dalam Pedoman Akademik yang ditetapkan oleh Rektor.

Pasal 18Bahasa Pengantar

(1) Bahasa pengantar dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan adalah bahasa Indonesia.

(2) Bahasa daerah, bahasa Inggris, dan bahasa asing lainnya dapat digunakan sebagai bahasa pengantar dalam penyelenggaraan pendidikan pada program studi tertentu dan penyampaian pengetahuan dan/atau keterampilan untuk kepentingan khusus.

(3) Bahasa Inggris dan/atau bahasa asing lainnya dapat digunakan sebagai bahasa pengantar dalam penyelenggaraan pendidikan, penyampaian informasi, pengetahuan, dan/atau keterampilan dalam rangka pengembangan Unnes sebagai universitas bertaraf internasional.

(4) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (2) dan (3) ditetapkan dengan peraturan Rektor.

Pasal 19Kurikulum

(1) Kurikulum disusun dan dikembangkan oleh program studi berdasarkan peraturan yang berlaku.

(2) Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri atas kurikulum inti dan kurikulum institusional.

(3) Kurikulum institusional sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Rektor.

Draft Statuta Unnes 9

Page 10: Draft Statuta Unnes

Pasal 20Sistem Kredit Semester

(1) Pendidikan diselenggarakan dengan menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS).(2) Setiap mata kuliah yang tercantum dalam kurikulum diberi bobot satuan kredit

semester (sks).(3) Pemberian bobot sks didasarkan atas kompetensi yang ingin dicapai.

Pasal 21Beban dan Masa Studi

(1) Beban studi mahasiswa dinyatakan dalam satuan kredit semester.(2) Masa studi dinyatakan dalam jumlah semester. (3) Beban dan masa studi diatur dengan Peraturan Rektor.

Pasal 22Kalender Akademik

(1) Kegiatan akademik dilaksanakan berdasarkan kalender akademik.(2) Kalender akademik sebagaimana dimaksud ayat (1) memuat tahap-tahap kegiatan

akademik dalam satuan tahun akademik.(3) Satu tahun akademik terdiri atas 2 (dua) semester.(4) Kalender akademik sebagaimana dimaksud ayat (1) disusun setiap tahun dan

ditetapkan oleh Rektor.

Pasal 23Penilaian Hasil Belajar

(1) Penilaian hasil belajar merupakan proses pengumpulan informasi untuk pengambilan keputusan kelulusan belajar mahasiswa selama masa studi tertentu.

(2) Penilaian hasil belajar didasarkan pada Penilaian Acuan Patokan (PAP).(3) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) memiliki bobot tertentu yang

dilambangkan dengan huruf.(4) Penilaian hasil belajar dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian, pelaksanaan tugas,

dan pengamatan. (5) Ujian sebagaimana dimaksud ayat (4) meliputi ujian harian, ujian tengah semester,

ujian akhir semester, dan ujian akhir program studi.(6) Hasil belajar mahasiswa dalam suatu semester dinyatakan dengan Indeks Prestasi (IP).(7) Hasil belajar mahasiswa dalam suatu masa studi dinyatakan dengan Indeks Prestasi

Kumulatif (IPK).

Draft Statuta Unnes 10

Page 11: Draft Statuta Unnes

(8) Ketentuan mengenai penilaian hasil belajar mahasiswa diatur dengan Peraturan Rektor.

Pasal 24Syarat Kelulusan

(1) Mahasiswa dinyatakan lulus pada suatu jenjang pendidikan setelah menempuh mata kuliah yang dipersyaratkan dan berhasil mempertahankan projek akhir studi yang berupa tugas akhir, skripsi, tesis, atau disertasi.

(2) Projek akhir studi yang menjadi syarat kelulusan jenjang diploma dan pendidikan profesi adalah Tugas Akhir.

(3) Projek akhir studi yang menjadi syarat kelulusan jenjang sarjana adalah Skripsi atau karya akademik yang setara.

(4) Projek akhir studi yang menjadi syarat kelulusan jenjang magister adalah Tesis.(5) Projek akhir studi yang menjadi syarat kelulusan jenjang doktor adalah Disertasi. (6) Ketentuan mengenai mata kuliah, jumlah sks, dan projek akhir studi yang

dipersyaratkan pada tiap jenjang pendidikan diatur dengan Peraturan Rektor.

Pasal 25Ijazah dan Transkrip Nilai

(1) Ijazah dan Transkrip Nilai diberikan kepada mahasiswa yang telah dinyatakan lulus.(2) Ijazah dan Transkrip Nilai ditandatangani oleh Rektor dan Dekan atau Direktur.(3) Tata cara penyerahan Ijazah dan Transkrip diatur dalam Peraturan Rektor.

Bagian KeduaPenyelenggaraan Penelitian

Pasal 26Jenis Penelitian

(1) Unnes menyelenggarakan penelitian dasar dan penelitian terapan.(2) Penelitian dasar dimaksudkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.(3) Penelitian terapan dimaksudkan untuk menunjang pendidikan, pengembangan

institusi, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olah raga.

Pasal 27Tata Cara Penyelenggaraan Penelitian

(1) Penyelenggaraan penelitian dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Draft Statuta Unnes 11

Page 12: Draft Statuta Unnes

(2) Penelitian dapat diselenggarakan oleh institusi sendiri atau melalui kerjasama antarperguruan tinggi dan/atau institusi lain dalam dan luar negeri.

(3) Penyelenggaraan penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

(4) Penelitian dapat dilaksanakan oleh dosen, mahasiswa, dan/atau tenaga peneliti lain.

Pasal 28Hak Kekayaan Intelektual

(1) Peneliti memiliki hak kekayaan intelektual atas hasil penelitiannya. (2) Kekayaan intelektual hasil penelitian didokumentasikan dan/atau dipublikasikan, dan

dapat didaftarkan untuk memperoleh Hak atas Kekayaan Intelektual.(3) Pemilikan dan pemanfaatan hak sebagaimana dimaksud ayat (1) dan (2) diatur dengan

Peraturan Rektor.

Pasal 29Publikasi Hasil Penelitian

(1) Hasil penelitian disebarluaskan baik secara lisan maupun tertulis.(2) Penyebarluasan hasil penelitian secara lisan dapat dilaksanakan melalui seminar,

simposium, lokakarya, dan sejenisnya.(3) Penyebarluasan hasil penelitian secara tertulis dapat dilaksanakan melalui publikasi

dalam jurnal ilmiah dan/atau media lain.

Pasal 30Pemanfaatan Hasil Penelitian

(1) Hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sosial dan/atau bisnis institusi. (2) Ketentuan mengenai pemanfaatan hasil penelitian sebagaimana dimaksud ayat (1)

diatur dengan Peraturan Rektor.

Bagian KetigaPenyelenggaraan Pengabdian kepada Masyarakat

Pasal 31Jenis dan Tata Cara Penyelenggaraan Pengabdian

(1) Penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

(2) Pengabdian kepada masyarakat diselenggarakan untuk menerapkan ilmu, teknologi, seni, dan olah raga bagi kepentingan masyarakat.

Draft Statuta Unnes 12

Page 13: Draft Statuta Unnes

(3) Pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian.

(4) Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan intra, antar, lintas, dan/atau multi- sektor.(5) Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan untuk memberikan kontribusi terhadap

pengembangan wilayah dan pemberdayaan masyarakat melalui kerjasama dengan institusi lain.

(6) Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa secara perseorangan, kelompok, dan/atau kelembagaan baik secara mandiri atau bekerja sama dengan mitra.

(7) Penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

Pasal 32Publikasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

(1) Hasil pengabdian kepada masyarakat didokumentasikan dan dipublikasikan.(2) Setiap hasil pengabdian dapat dipublikasikan dalam bentuk pameran dan/atau jurnal

ilmiah.

Pasal 33Pemanfaatan Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

(1) Pemanfaatan hasil pengabdian kepada masyarakat diorientasikan untuk pemberdayaan masyarakat.

(2) Hasil pengabdian kepada masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai dasar bagi penelitian lanjutan.

(3) Ketentuan mengenai pemanfaatan hasil pengabdian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan Peraturan Rektor.

BAB VKEBEBASAN AKADEMIK DAN OTONOMI KEILMUAN

Pasal 34Kebebasan Akademik

(1) Kebebasan akademik termasuk kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan merupakan kebebasan yang dimiliki anggota civitas akademika untuk melaksanakan kegiatan yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan ilmu, teknologi, seni, dan olah raga secara bertanggung jawab dan mandiri.

(2) Rektor mengupayakan dan menjamin setiap anggota sivitas akademika untuk melaksanakan kebebasan akademik dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsinya

Draft Statuta Unnes 13

Page 14: Draft Statuta Unnes

secara mandiri sesuai dengan aspirasi pribadi yang dilandasi dengan norma dan kaidah keilmuan, serta prestasi akademik.

(3) Dalam melaksanakan kebebasan akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1), setiap anggota sivitas akademika mengupayakan agar kegiatan serta hasilnya dapat meningkatkan pelaksanaan kegiatan akademik.

(4) Dalam melaksanakan kebebasan akademik setiap anggota sivitas akademika bertanggung jawab secara pribadi atas pelaksanaan, hasil, manfaat, dan dampak sesuai dengan norma serta kaidah moral dan keilmuan.

(5) Dalam pelaksanaan kebebasan akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sivitas akademika dapat menggunakan sumber daya Unnes secara bertanggung jawab.

(6) Perwujudan kebebasan akademik diatur dengan peraturan Rektor.

Pasal 35Kebebasan Mimbar akademik

(1) Kebebasan mimbar akademik merupakan bagian dari kebebasan akademik yang memungkinkan dosen menyampaikan pikiran dan pendapat secara bebas di kampus sesuai dengan norma, kaidah keilmuan, dan bidang keahliannya.

(2) Pelaksanaan kebebasan mimbar akademik bertujuan memantapkan terwujudnya pengembangan jati diri sivitas akademika, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan olah raga.

(3) Setiap dosen bertanggung jawab secara pribadi dalam melaksanakan kebebasan mimbar akademik.

(4) Unnes dapat mengundang pakar untuk menyampaikan pikiran dan pendapat sesuai dengan norma dan kaidah keilmuan.

(5) Perwujudan kebebasan mimbar akademik ditetapkan oleh Rektor.

Pasal 36Kelompok Keahlian

(1) Kelompok bidang keahlian dan/atau minat dalam disiplin ilmu dan/atau profesi tertentu dapat dibentuk sejalan dengan tuntutan pengembangan ilmu, teknologi, seni, dan olah raga.

(2) Kelompok bidang keahlian dapat bersifat antardisiplin, lintas disiplin, dan/atau multi disiplin ilmu di bawah koordinasi dalam atau lintas lembaga.

(3) Kelompok bidang keahlian bertugas mengkaji, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu, teknologi, dan seni di dalam atau lintas lembaga

(4) Kelompok bidang keahlian diketuai oleh pakar yang dipilih secara demokratis dalam atau lintas lembaga

(5) Ketentuan, syarat, dan pertanggungjawaban kelompok bidang keahlian diatur dalam peraturan Rektor.

Draft Statuta Unnes 14

Page 15: Draft Statuta Unnes

Pasal 37Otonomi Keilmuan

(1) Dalam rangka pengkajian, pengembangan, dan penyebarluasan ilmu, teknologi, seni, dan olah raga sivitas akademika berpedoman pada prinsip otonomi dan kode etik keilmuan.

(2) Ketentuan mengenai otonomi dan kode etik keilmuan ditetapkan dengan peraturan Rektor.

BAB VIGELAR DAN PENGHARGAAN

Pasal 38

(1) Lulusan pendidikan akademik dapat diberikan hak untuk menggunakan gelar akademik.

(2) Lulusan pendidikan profesional dan vokasional dapat diberikan hak untuk menggunakan sebutan profesional.

(3) Gelar akademik terdiri atas Sarjana, Magister, dan Doktor (4) Jenis gelar dan sebutan, singkatan dan penggunaannya sebagaimana dimaksud dalam

ayat (1) dan (2), sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pasal 39Persyaratan Pemberian Gelar dan Sebutan

Syarat pemberian gelar akademik atau sebutan profesional meliputi:a. penyelesaian semua kewajiban pendidikan akademik dan/ atau profesional yang harus

dipenuhi dalam mengikuti suatu program studi;b. penyelesaian semua kewajiban administrasi dan keuangan berkenaan dengan program

studi yang diikuti.

Pasal 40Penggunaan Gelar dan Sebutan

Unnes memberikan hak penggunaan gelar dan sebutan kepada lulusan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pasal 41Persyaratan Pemberian Penghargaan di Bidang Akademik

Unnes dapat memberikan penghargaan di bidang akademik, kepada seseorang atau lembaga yang berprestasi sangat menonjol dan berdedikasi tinggi dalam memajukan dan mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Draft Statuta Unnes 15

Page 16: Draft Statuta Unnes

Pasal 42Penggunaan Penghargaan di Bidang Akademik

Unnes memberikan hak penggunaan penghargaan di bidang akademik kepada seseorang atau lembaga yang menerima penghargaan, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pasal 43Bentuk, Kriteria, dan Prosedur Pemberian Penghargaan

Bentuk, kriteria, dan prosedur pemberian penghargaan kepada seseorang atau lembaga, ditetapkan dalam Peraturan Rektor.

BAB VIISUSUNAN ORGANISASI

Pasal 44Organisasi

Unnes memiliki organ sebagai berikut:a. Dewan Penyantun;b. Rektor dan Pembantu Rektor;c. Senat Universitas;d. Fakultas;e. Program Pascasarjana;f. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat;g. Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi;h. Biro;i. Unit Pelaksana Teknis;j. Dewan Pengawas;k. Badan Audit Internal;l. Badan Penjaminan Mutu; danm. Satuan Pengembang Bisnis.

Pasal 45Dewan Penyantun

(1) Dewan Penyantun bertugas memberi masukan kepada Unnes dan menampung aspirasi serta partisipasi masyarakat dalam pengembangan Unnes.

(2) Anggota Dewan Penyantun terdiri atas tokoh-tokoh masyarakat.(3) Anggota Dewan Penyantun dipilih dan ditetapkan oleh Rektor setelah mendapatkan

persetujuan Senat Universitas.

Draft Statuta Unnes 16

Page 17: Draft Statuta Unnes

(4) Anggota Dewan Penyantun ditetapkan untuk masa lima tahun dan dapat dipilih kembali.

(5) Pengurus Dewan Penyantun dipilih oleh dan di antara para anggota dewan penyantun.

Pasal 46Rektor dan Pembantu Rektor;

(1)Rektor adalah pembantu Menteri di bidang yang menjadi tugas

kewajibannya.(2)Rektor mempunyai tugas:

a. memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, membina dosen, mahasiswa, tenaga administrasi.

b. membina dan melaksanakan kerja sama dengan instansi pemerintah, badan swasta, dan masyarakat untuk memecahkan persoalan yang timbul, terutama yang berkaitan dengan bidang tanggung jawabnya.

(3) Rektor dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh empat orang Pembantu Rektor yang bertanggung jawab langsung kepada Rektor.

(4) Dalam hal Rektor berhalangan tidak tetap, Pembantu Rektor yang membidangi kegiatan akademik bertindak sebagai Pelaksana Harian Rektor.

(5) Apabila Pembantu Rektor yang membidangi kegiatan akademik juga berhalangan tidak tetap, Rektor menunjuk salah seorang Pembantu Rektor yang lain sebagai Pelaksana Harian Rektor.

(6) Dalam hal Rektor berhalangan tetap, Senat Universitas mengusulkan seorang calon Rektor kepada Menteri untuk mengganti dan meneruskan masa jabatan Rektor yang berhalangan tetap.

Pasal 47Pembantu Rektor

(1) Pembantu Rektor terdiri atas:a. Pembantu Rektor Bidang Akademik, yang selanjutnya disebut Pembantu Rektor I.b. Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum, yang selanjutnya disebut Pembantu

Rektor II.c. Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, yang selanjutnya disebut Pembantu

Rektor III. d. Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, yang selanjutnya disebut

Pembantu Rektor IV.(2) Pembantu Rektor I mempunyai tugas membantu Rektor dalam memimpin

penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyatakat.

Draft Statuta Unnes 17

Page 18: Draft Statuta Unnes

(3) Pembantu Rektor II mempunyai tugas membantu Rektor dalam memimpin pengelolaan administrasi umum dan keuangan.

(4) Pembantu Rektor III mempunyai tugas membantu Rektor memimpin pembinaan kemahasiswaan dan layanan kesejahteraan mahasiswa.

(5) Pembantu Rektor IV mempunyai tugas membantu Rektor memimpin pengembangan dan kerjasama.

(6) Pembantu Rektor I bertindak sebagai Pelaksana Harian Rektor apabila Rektor berhalangan tidak tetap.

(7) Rektor dan Pembantu Rektor diangkat untuk jangka waktu empat tahun melalui prosedur yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pasal 48Senat Universitas

(1)Senat Universitas adalah badan normatif tertinggi dan sekaligus merupakan badan perwakilan dosen pada tingkat Universitas.

(2)Tata cara pemilihan anggota dan pengambilan keputusan dalam rapat Senat Universitas dilaksanakan berdasarkan azas musyawarah untuk mufakat yang diatur dengan Peraturan Universitas.

(3)Senat Universitas terdiri atas Guru Besar, Rektor, Pembantu Rektor, Dekan, Ketua Lembaga, Direktur Program Pascasarjana, Ketua Badan Audit Internal, Ketua Badan Penjaminan Mutu, Ketua Satuan Pengembang Bisnis, dan dua orang wakil dosen dari setiap fakultas.

(4)Senat Universitas dipimpin oleh Rektor sebagai Ketua, didampingi oleh seorang Sekretaris yang dipilih oleh dan di antara para anggota senat.

(5)Senat Universitas mempunyai tugas:a. merumuskan dan menyusun tata nilai dan norma yang mendasari

kebijakan akademik;b. mengkaji, menyempurnakan dan menyetujui Rencana Bisnis

Anggaran Unnes yang diajukan oleh Rektor, sebelum disampaikan kepada Menteri Keuangan untuk disahkan;

c. mengajukan usul dan pertimbangan dalam pencalonan Rektor;d. memberikan pertimbangan dan persetujuan Peraturan

Universitas.(6)Dalam melaksanakan tugasnya, Senat Universitas dapat membentuk

komisi-komisi yang membahas masalah akademik, manajemen, kemahasiswaan dan alumni, serta masalah lain yang dianggap perlu.

(7)Komisi dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu oleh seorang Sekretaris yang ditetapkan oleh Rektor sebagai Ketua Senat Universitas, setelah mendengar pendapat anggota komisi.

Draft Statuta Unnes 18

Page 19: Draft Statuta Unnes

(8)Dalam melaksanakan tugasnya, Ketua Senat Universitas membentuk Badan Pekerja Senat yang anggotanya terdiri atas Ketua dan Sekretaris Senat Universitas, Ketua dan Sekretaris Komisi Senat Universitas.

(9)Badan Pekerja Senat bertanggung jawab kepada Ketua Senat Universitas.

(10) Apabila dianggap perlu, Senat Universitas dapat membentuk panitia ad hoc dengan tugas menangani hal-hal yang bersifat khusus untuk jangka waktu tertentu.

Pasal 49Fakultas

(1) Fakultas merupakan unsur pelaksana akademik Unnes yang melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Unnes yang berada di bawah Rektor.

(2) Fakultas dipimpin oleh seorang Dekan yang bertanggung jawab langsung kepada Rektor.

(3) Fakultas pada Unnes terdiri atas:a. Fakultas llmu Pendidikan;b. Fakultas Bahasa dan Seni;c. Fakultas llmu Sosial;d. Fakultas Matematika dah llmu Pengetahuan Alam;e. Fakultas Teknik;f. Fakultas llmu Keolahragaan;g. Fakultas Ekonomi; h. Fakultas Hukum; dani. fakultas lainnya.

(4) Fakultas mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan pendidikan dalam satu atau sejumlah cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni.

(5) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (4), Fakultas menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan dan pengembangan pendidikan di lingkungan

fakultas;b. pelaksanaan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan

teknologi, dan/atau seni;c. pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat;d. pelaksanaan pembinaan sivitas akademika; dane. pelaksanaan urusan tata usaha fakultas.

(6) Fakultas sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) memiliki organ sebagai berikut: a. Dekan dan Pembantu Dekan;b. Senat Fakultas;c. Jurusan/Program Studi/Bagian;

Draft Statuta Unnes 19

Page 20: Draft Statuta Unnes

d. Laboratorium/Bengkel/Studio;e. Kelompok Dosen; danf. Bagian Tata Usaha.

Pasal 50Dekan dan Pembantu Dekan

(1) Dekan mempunyai tugas memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, membina pendidik dan tenaga kependidikan, mahasiswa, dan administrasi fakultas.

(2) Dekan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh 3 (tiga) orang Pembantu Dekan.

(3) Pembantu Dekan berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Dekan.

(4) Pembantu Dekan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) terdiri atas :a. Pembantu Dekan Bidang Akademik, selanjutnya disebut Pembantu Dekan

I;b. Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum, selanjutnya disebut

Pembantu Dekan II; danc. Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan, selanjutnya disebut Pembantu

Dekan III.(5) Pembantu Dekan I sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) huruf a mempunyai

tugas membantu Dekan dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta sistem informasi.

(6) Pembantu Dekan II sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) huruf b mempunyai tugas membantu Dekan dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum, keuangan, dan perencanaan.

(7) Pembantu Dekan III sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) huruf c mempunyai tugas membantu Dekan dalam pelaksanaan kegiatan di bidang pembinaan serta layanan kesejahteraan mahasiswa.

Pasal 51Senat Fakultas

(1)Senat Fakultas merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi di lingkungan fakultas yang memiliki wewenang untuk menjabarkan kebijakan dan Peraturan Universitas untuk fakultas yang bersangkutan.

(2)Tugas pokok Senat Fakultas adalah:a. merumuskan kebijakan akademik fakultas;b. merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan

kecakapan serta kepribadian dosen;c. merumuskan norma dan tolok ukur pelaksanaan tugas fakultas;

Draft Statuta Unnes 20

Page 21: Draft Statuta Unnes

d. menilai pertanggungjawaban pimpinan fakultas atas pelaksanaan kebijakan akademik yang ditetapkan;

e. memberikan pertimbangan kepada pimpinan Unnes mengenai calon yang diusulkan untuk diangkat menjadi pimpinan fakultas.

(3)Senat Fakultas terdiri atas Guru Besar, Pimpinan Fakultas, Ketua Jurusan atau Ketua Bagian, dan wakil dosen jurusan.

(4)Senat Fakultas dipimpin oleh dekan sebagai ketua, didampingi oleh seorang sekretaris yang dipilih oleh dan di antara para anggota Senat Fakultas.

(5)Senat Fakultas dapat membentuk kelompok kerja yang membahas, mempelajari dan memberikan pendapat serta rekomendasi tentang suatu masalah yang menjadi tugas Senat Fakultas.

(6)Senat Fakultas menetapkan jadwal kegiatan untuk suatu periode tertentu dan tata tertib rapat atau sidang Senat Fakultas.

(7)Pengambilan keputusan dalam rapat atau sidang Senat Fakultas dilaksanakan berdasarkan asas musyawarah untuk mufakat.

Pasal 52Jurusan/Program Studi/Bagian

(1) Jurusan/Program Studi/Bagian merupakan unit pelaksana akademik pada fakultas.(2) Jurusan/Program Studi/Bagian dipimpin oleh seorang Ketua Jurusan/Program

Studi/Bagian yang bertanggung jawab langsung kepada Dekan.(3) Ketua Jurusan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang Sekretaris

Jurusani.(4) Ketua Jurusan dipilih di antara dosen dan diusulkan oleh Dekan setelah mendapat

pertimbangan Senat Fakultas. (5) Sekretaris Jurusan dipilih oleh Ketua Jurusan dengan pertimbangan dosen dan

diusulkan oleh Dekan setelah mendapat pertimbangan senat fakultas.(6) Ketua dan Sekretaris Jurusan/Program Studi sebagaimana dimaksud pada ayat

(4) diangkat dan diberhentikan oleh Rektor.(7) Jurusan/Program Studi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan akademik

dan/atau vokasi dalam sebagian atau satu cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni tertentu.

(8) Nama dan tugas jurusan diatur oleh peraturan Rektor.(9) Nama dan tugas prodi diatur oleh peraturan yang berlaku.

Pasal 53Laboratorium/Bengkel/Studio

Draft Statuta Unnes 21

Page 22: Draft Statuta Unnes

(1) Laboratorium/Bengkel/Studio merupakan perangkat penunjang pelaksanaan pendidikan pada jurusan/ program studi.

(2) Laboratorium/Bengkel/Studio dipimpin oleh seorang dosen/tenaga fungsional yang keahliannya telah memenuhi persyaratan sesuai dengan cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni tertentu, serta bertanggung jawab langsung kepada Ketua Jurusan/Program Studi.

(3) Laboratorium/Bengkel/Studio mempunyai tugas melakukan kegiatan dalam cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni tertentu sebagai penunjang pelaksanaan tugas jurusan/program studi.

Pasal 54Program Pascasarjana

(1) Program Pascasarjana merupakan unsur pelaksana akademik Unnes yang mempunyai tugas mengkoordinasikan semua program studi Pascasarjana di lingkungan Unnes yang berada dibawah Rektor.

(2) Program Pascasarjana dipimpin oleh seorang Direktur yang bertanggung jawab langsung kepada Rektor.

(3) Program Pascasarjana memiliki organ sebagai berikut :a. Direktur dan Asisten Direktur;b. Program Studi;c. Dosen; dand. Bagian Tata Usaha.

(4) Direktur sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) huruf a mempunyai tugas mengkoordinasikan penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, membina pendidik dan tenaga kependidikan, mahasiswa, dan administrasi program pascasarjana.

(5) Direktur dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh 2 (dua) orang Asisten Direktur.(6) Asisten Direktur berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur.(7) Asisten Direktur sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) terdiri atas:

a. Asisten Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, selanjutnya disebut Asisten Direktur I; dan

b. Asisten Direktur Bidang Administrasi Umum, selanjutnya disebut Asisten Direktur II.

(8) Asisten Direktur I sebagaimana dimaksud dalam ayat (7) huruf a mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta pembinaan dan layanan kesejahteraan mahasiswa.

(9) Asisten Direktur II sebagaimana dimaksud dalam ayat (7) huruf b mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum dan keuangan.

(10) Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) huruf d mempunyai tugas melakukan administrasi umum, perlengkapan, keuangan, kepegawaian, dan pendidikan pada Program Pascasarjana.

Draft Statuta Unnes 22

Page 23: Draft Statuta Unnes

(11) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (10), Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan administrasi pendidikan di lingkungan Program Pascasarjana;b. pelaksanaan administrasi umum dan perlengkapan di lingkungan Program

Pascasarjana;c. pelaksanaan administrasi keuangan dan akuntansi di lingkungan Program

Pascasarjana;d. pelaksanaan administrasi kemahasiswaan dan alumni Program Pascasarjana;

dane. pelaksanaan administrasi perencanaan dan sistem informasi

(12) Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) huruf d terdiri atas :a. Subbagian Akademik dan Kemahasiswaan;b. Subbagian Keuangan;c. Subbagian Akuntansi; dand. Subbagian Umum dan Kepegawaian.

(13) Subbagian Akademik dan Kemahasiswaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (12) huruf a mempunyai tugas melakukan administrasi akademik dan kemahasiswaan serta alumni.

(14) Subbagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (12) huruf b mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, dan pertanggungjawaban.

(15) Subbagian Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam ayat (12) huruf c mempunyai tugas melakukan urusan penyusunan anggaran dan akuntansi.

(16) Subbagian Umum dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (12) huruf d mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan, perlengkapan, ketatalaksanaan, dan kepegawaian.

Pasal 55Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

(1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat adalah unsur pelaksana akademik di bawah Rektor yang melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Unnes di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

(2) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab langsung kepada Rektor.

(3) Ketua dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang Sekretaris.(4) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat mempunyai tugas

melaksanakan, mengkoordinasikan, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta ikut mengusahakan dan mengendalikan administrasi sumber daya yang diperlukan.

(5) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (4), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

Draft Statuta Unnes 23

Page 24: Draft Statuta Unnes

a. pelaksanaan penelitian ilmiah murni dan terapan;b. pelaksanaan penelitian ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olah raga

tertentu untuk menunjang pembangunan;c. pelaksanaan penelitian untuk pendidikan dan pengembangan institusi;d. pelaksanaan penelitian ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olah raga

serta pengembangan konsepsi pembangunan nasional, wilayah, dan/atau daerah melalui kerjasama antar perguruan tinggi dan/atau badan lainnya baik di dalam negeri maupun dengan luar negeri;

e. pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat;f. pelaksanaan publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;g. pelaksanaan pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olah raga;h. peningkatan relevansi program Unnes sesuai dengan kebutuhan masyarakat; dani. pelaksanaan urusan tata usaha Lembaga.

(6) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf f terdiri atas :a. Ketua;b. Sekretaris;c. Pusat:

1) Pusat Penelitian Kependudukan dan Lingkungan Hidup;2) Pusat Penelitian Sain dan Teknologi;3) Pusat Penelitian Sosial Humaniora;4) Pusat Penelitian Gender;5) Pusat Teknologi Tepat Guna;6) Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat;7) Pusat Manajemen dan Kewirausahaan;8) Pusat Bantuan Hukum dan HAM; 9) Pusat Pengelolaan Kuliah Kerja Nyata;

d. Tenaga Peneliti/Fungsional;e. Bagian Tata Usaha.

(7) Pusat sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) huruf c mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk kegiatan penelitian/pengkajian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya.

(8) Pusat dipimpin oleh seorang Kepala yang bertanggung jawab kepada Ketua Lembaga dipilih dari tenaga akademik yang memenuhi syarat sesuai peraturan yang berlaku.

(9) Tenaga Peneliti/Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) huruf d terdiri atas sejumlah tenaga akademik/tenaga ahli dalam jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok bidang ilmu.

(10) Jumlah Tenaga Peneliti Fungsional ditetapkan menurut kebutuhan dan beban kerja.(11) Jenis dan jenjang tenaga akademik/tenaga ahli diatur sesuai dengan ketentuan

peraturan perundang-undangan.

Draft Statuta Unnes 24

Page 25: Draft Statuta Unnes

(12) Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) huruf e mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan, keuangan, kepegawaian, perlengkapan, dan kerumahtanggaan serta penyusunan program dan informasi Lembaga.

(13) Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala yang bertanggung jawab kepada Ketua Lembaga.

(14) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (13), Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan urusan persuratan, keuangan, kepegawaian, perlengkapan,

dan kerumahtanggaan di lingkungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat;

b. pelaksanaan penyusunan program dan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; dan

c. pengumpulan dan pengolahan data serta layanan informasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

(15) Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) huruf e terdiri atas :a. Subbagian Program dan Akuntansi;b. Subbagian Keuangan; danc. Subbagian Umum.

(16) Subbagian Program dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam ayat (16) huruf a mempunyai tugas melakukan penyusunan program dan anggaran serta urusan akuntansi Lembaga.

(17) Subbagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (16) huruf b mempunyai

tugas melakukan urusan penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, dan pertanggungjawaban anggaran.

(18) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam ayat (16) huruf c mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan, perlengkapan, dan kepegawaian.

Pasal 56Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi

(1) Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi adalah unsur pelaksana akademik di bawah Rektor yang melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Unnes di bidang pengembangan pendidikan dan profesi.

(2) Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab langsung kepada Rektor.

(3) Ketua dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang Sekretaris.(4) Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi sebagaimana dimaksud dalam

ayat (1) mempunyai tugas melaksanakan, mengkoordinasikan, memantau dan menilai pelaksanaan kegiatan pengembangan pendidikan dan profesi, serta mengusahakan serta mengendalikan administrasi sumber daya yang diperlukan.

Draft Statuta Unnes 25

Page 26: Draft Statuta Unnes

(5) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (4), Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan perencanaan dan pengarahan pengembangan pendidikan dan

profesi untuk kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;b. pelaksanaan perencanaan program kerja dan anggaran serta mengarahkan

kegiatan pengembangan pendidikan dan profesi dalam rangka pola ilmiah pokok Unnes;

c. pelaksanaan peningkatan mutu pengembangan pendidikan dan profesi secara berkelanjutan;

d. pelaksanaan fasilitasi sarana dan prasarana pengembangan pendidikan dan profesi yang mudah diakses dan dimanfaatkan sivitas akademika dan masyarakat pengguna;

e. pelaksanaan pengembangan kapasitas pengelolaan pada unit-unit pelaksana pengembangan pendidikan dan profesi sebagai wahana pengembangan pendidikan dan profesi multidisiplin, lintasdisiplin dan interdisiplin;

f. pelaksanaan penilaian dan konsolidasi pusat-pusat pengembangan pendidikan dan profesi;

g. pelaksanaan penyelenggaraan penerapan standar mutu pengembangan pendidikan dan profesi dan akreditasi kompetensi sarana dan prasarana pengembangan pendidikan dan profesi;

h. perlaksanaan penggalangan sumber daya pengembangan pendidikan dan profesi melalui kegiatan pengembangan pendidikan dan profesi kompetitif.

(6) Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri atas:a. Ketua;b. Sekretaris;c. Pusat terdiri atas:

1) Pusat Profesi Guru, Tenaga Kependidikan, Konselor, dan Psikologi;2) Pusat Pengembangan Media Pendidikan;3) Pusat Pengembangan Kurikulum dan Evaluasi;4) Pusat Pelatihan dan Pelayanan Bahasa;5) Pusat Pengembangan Layanan Konseling dan Bursa Kerja;6) Pusat Pengembangan PPL dan PKL;7) Pusat MKU dan MKDK;

d. Tenaga Ahli/Fungsional; dane. Bagian Tata Usaha.

(7) Pusat sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) huruf c mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi untuk kegiatan pengembangan pendidikan dan profesi sesuai dengan bidangnya.

(8) Pusat dipimpin oleh seorang Kepala yang bertanggung jawab kepada Ketua Lembaga dipilih di antara tenaga akademik/tenaga ahli.

Draft Statuta Unnes 26

Page 27: Draft Statuta Unnes

(9) Tenaga Ahli/Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) huruf d terdiri atas sejumlah tenaga akademik dalam jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok bidang ilmu.

(10) Jumlah Tenaga Ahli/Fungsional ditetapkan menurut kebutuhan dan beban kerja.(11) Jenis dan jenjang Tenaga Ahli/Fungsional diatur sesuai dengan ketentuan

peraturan perundang-undangan.(12) Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) huruf e mempunyai

tugas melaksanakan urusan persuratan, keuangan, kepegawaian, perlengkapan, dan kerumahtanggaan serta penyusunan program dan informasi Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi.

(13) Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala yang bertanggung jawab kepada Ketua Lembaga.

(14) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (12), Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan urusan persuratan, keuangan, kepegawaian, perlengkapan,

dan kerumahtanggaan di lingkungan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi;

b. pelaksanaan penyusunan program dan kegiatan pengembangan pendidikan dan profesi; dan

c. pengumpulan dan pengolahan data serta layanan informasi pengembangan pendidikan dan profesi.

(15) Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) huruf e terdiri atas :a. Subbagian Program dan Akuntansi;b. Subbagian Keuangan; danc. Subbagian Umum.

(16) Subbagian Program dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam ayat (15) huruf a mempunyai tugas melakukan penyusunan program dan anggaran serta urusan akuntansi Lembaga.

(17) Subbagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (15) huruf b mempunyaitugas melakukan urusan penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, dan pertanggungjawaban anggaran.

(18) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam ayat (15) huruf c mempunyaitugas melakukan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan, perlengkapan, dan kepegawaian.

Pasal 57Biro

(1) Biro merupakan unsur pelaksana administrasi Unnes yang menyelenggarakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh unsur di lingkungan Unnes.

(2) Biro sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala yang bertanggungjawab kepada Rektor.

(1) Biro sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri atas:

Draft Statuta Unnes 27

Page 28: Draft Statuta Unnes

a. Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama;b. Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian; danc. Biro Administrasi Perencanaan dan Keuangan.

Pasal 58Biro Admistrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama

(1) Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama merupakan unsur pelaksana di bidang administrasi akademik, kemahasiswaan, dan Kerja Sama yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Rektor.

(2) Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama dipimpin oleh seorang Kepala.

(3) Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mempunyai tugas melaksanakan pemberian layanan administrasi di bidang akademik, kemahasiswaan, dan kerja sama di lingkungan Unnes.

(4) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan administrasi pendidikan dan kerja sama;b. pelaksanaan administrasi dan layanan kemahasiswaan; danc. pelaksanaan registrasi dan statistik.

(5) Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (3) huruf a terdiri atas:a. Bagian Pendidikan;b. Bagian Kemahasiswaan;c. Bagian Kerja Sama; dand. Kelompok Jabatan Fungsional.

(6) Bagian Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a mempunyai tugas melaksanakan administrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta evaluasi.

(7) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (6), Bagian Pendidikan menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan administrasi kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian

kepada masyarakat, dan evaluasi;b. pelaksanaan administrasi sarana pendidikan.

(8) Bagian Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a terdiri atas :a. Subbagian Pendidikan dan Evaluasi;b. Subbagian Registrasi dan Statistik.

(9) Subbagian Akademik dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (8) huruf a mempunyai tugas melakukan administrasi pelaksanaan kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan evaluasi.

(10) Subbagian Registrasi dan Statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (8) huruf b mempunyai tugas melakukan registrasi dan statistik mahasiswa.

Draft Statuta Unnes 28

Page 29: Draft Statuta Unnes

(11) Bagian Kemahasiswaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf b mempunyai tugas melaksanakan layanan administrasi kemahasiswaan di lingkungan Unnes

(12) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (11), Bagian Kemahasiswaan menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan administrasi di bidang minat, penalaran, dan informasi

kemahasiswaan;b. pelaksanaan administrasi kegiatan kemahasiswaan; danc. pelaksanaan layanan kesejahteraan mahasiswa.

(13) Bagian Kemahasiswaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf b, terdiri atas:a. Subbagian Minat, Penalaran, dan Informasi Kemahasiswaan; danb. Subbagian Pelayanan Kesejahteraan Mahasiswa.

(14) Subbagian Minat, Penalaran, dan Informasi Kemahasiswaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (13) huruf a mempunyai tugas melakukan kegiatan administrasi minat, penalaran, dan informasi kemahasiswaan Unnes.

(15) Subbagian Pelayanan Kesejahteraan Mahasiswa sebagaimana dimaksud dalam ayat (13) huruf b mempunyai tugas melakukan administrasi kegiatan mahasiswa, layanan kesejahteraan mahasiswa, serta hubungan alumni.

(16) Bagian Kerja Sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf c mempunyai tugas melaksanakan administrasi kerja sama dalam dan luar negeri.

(17) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (16), Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan administrasi kerja sama dalam negeri; danb. pelaksanaan administrasi kerja sama luar negeri.

(18) Bagian Kerja Sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf c, terdiri atas :a. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri; danb. Subbagian Kerja Sama Luar Negeri.

(19) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam ayat (18) huruf a mempunyai tugas melakukan administrasi kerja sama dalam negeri.

(20) Subbagian Kerja Sama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam ayat (18) huruf b mempunyai tugas melakukan administrasi kerja sama luar negeri.

Pasal 59Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian

(1) Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian merupakan unsur pelaksana di bidang administrasi umum dan kepegawaian yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Rektor.

(2) Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala.(3) Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)

mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pemberian layanan administrasi umum dan kepegawaian di lingkungan Unnes.

(4) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), Biro Administrasi

Draft Statuta Unnes 29

Page 30: Draft Statuta Unnes

Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan, dan perlengkapan;b. pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan aset;c. pelaksanaan ketertiban, keamanan, kebersihan, dan keindahan kampus;d. pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana;e. pelaksanaan urusan hukum dan ketatalaksanaan; danf. pelaksanaan urusan kepegawaian.

(5) Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) , terdiri atas:a. Bagian Umum;b. Bagian Hukum dan Kepegawaian; danc. Kelompok Jabatan Fungsional.

(6) Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan, dan aset.

(7) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (6), Bagian Umum menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan urusan ketatausahaan;b. pelaksanaan urusan kerumahtanggaan;c. pelaksanaan urusan aset.d. pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana;e. penegakan keamanan dan ketertiban; danf. pelaksanaan pemeliharaan kebersihan dan keindahan kampus.

(8) Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a, terdiri atas :a. Subbagian Tata Usaha;b. Subbagian Rumah Tangga; danc. Subbagian Aset;

(9) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (8) huruf a mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan kearsipan.

(10) Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam ayat (8) huruf b mempunyai tugas melakukan urusan keamanan, ketertiban, keindahan, kebersihah, rapat dinas, upacara, keprotokolan, pengaturan penggunaan, pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana.

(11) Subbagian Aset sebagaimana dimaksud dalam ayat (8) huruf c mempunyai tugas melakukan urusan pengadaan, penerimaan, pendistribusian, dan penyimpanan serta penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian pengadaan perlengkapan sarana dan prasarana di lingkungan universitas.

Pasal 60

Bagian Hukum dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf b mempunyai tugas melaksanakan urusan hukum, ketatalaksanaan, dan kepegawaian.

Draft Statuta Unnes 30

Page 31: Draft Statuta Unnes

Pasal 61

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggrakan fungsi:a. pelaksanaan penyusunan rencana kebutuhan tenaga akademik dan tenaga

administrasi;b. pelaksanaan penerimaan dan pengangkatan tenaga akademik dan tenaga

administrasi;c. pelaksanaan urusan mutasi tenaga akademik dan tenaga administrasi;d. pelaksanaan urusan pengembangan dan disiplin tenaga akademik dan

tenaga administrasi;e. pelaksanaan urusan hukum dan tatalaksana.

Pasal 62

Bagian Hukum dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf b terdiri atas:a. Subbagian Tenaga Akademik;b. Subbagian Tenaga Administrasi; danc. Subbagian Hukum dan Tatalaksana.

Pasal 63

(1) Subbagian Tenaga Akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 huruf a mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan, penerimaan, pengangkatan, pemindahan, pengembangan, disiplin, pemberhentian tenaga akademik dan mutasi lainnya.

(2) Subbagian Tenaga Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 huruf b mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan, penerimaan, pengangkatan, pemindahan, pengembangan, disiplin, pemberhentian tenaga administrasi dan mutasi lainnya.

(3) Subbagian Hukum dan Tatalaksana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 huruf c mempunyai tugas melakukan urusan hukum, penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, dan ketatalaksanaan.

Pasal 64Biro Administrasi Perencanaan dan Keuangan

(1) Biro Administrasi Perencanaan dan Keuangan merupakan unsur pelaksana di bidang administrasi perencanaan dan keuangan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Rektor.

(2) Biro Administrasi Perencanaan dan Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala.

Draft Statuta Unnes 31

Page 32: Draft Statuta Unnes

(3) Biro Administrasi Perencanaan dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pemberian layanan administrasi perencanaan dan keuangan di lingkungan Unnes.

(4) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), Biro Administrasi Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi:a. penyusunan rencana, program, dan anggaran;b. pengelolaan sistem informasi;c. penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, dan pertanggungjawaban anggaran;d. pelaksanaan urusan akuntansi Unnes.

(5) Biro Administrasi Perencanaan dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri atas:a. Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi;b. Bagian Keuangan;c. Bagian Akuntansi; dand. Kelompok Jabatan Fungsional.

(6) Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan kegiatan serta pengelolaan sistem informasi.

(7) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (6), Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan penyusunan rencana program, kegiatan, dan anggaran; danb. pengelolaan sistem informasi.

(8) Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a terdiri atas:a. Subbagian Perencanaan Program dan Anggaran; danb. Subbagian Sistem Informasi.

(9) Subbagian Perencanaan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (8) huruf a mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana program dan kegiatan, dan anggaran.

(10)Subbagian Sistem Informasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (8) huruf b mempunyai tugas melakukan pengelolaan sistem informasi.

(11)Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf b mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan.

(12)Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (11), Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan urusan pembiayaan;b. pelaksanaan urusan perbendaharaan;c. penyusunan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran;

(13) Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf b terdiri atas :a. Subbagian Perbendaharaan PNBP; danb. Subbagian Perbendaharaan Non PNBP.

(14)Subbagian Perbendaharaan PNBP sebagaimana dimaksud dalam ayat (13) huruf a mempunyai tugas melakukan urusan pembiayaan, penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, dan pertanggungjawaban anggaran PNBP.

Draft Statuta Unnes 32

Page 33: Draft Statuta Unnes

(15)Subbagian Perbendaharaan Non PNBP sebagaimana dimaksud dalam ayat (13) huruf b mempunyai tugas melakukan urusan pembiayaan, penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, dan pertanggungjawaban anggaran Non PNBP.

(16)Bagian Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf c mempunyai tugas melaksanakan urusan akuntansi.

(17)Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (16), Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan pencatatan transaksi keuangan;b. pelaksanaan pencatatan Barang Milik Negara;c. penyusunan laporan keuangan.

(18) Bagian Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf c terdiri atas:a. Subbagian Akuntansi Keuangan; danb. Subbagian Akuntansi Manajemen.

(19)Subbagian Akuntansi Keuangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (18) huruf a mempunyai tugas melakukan pencatatan dan pelaporan semua transaksi keuangan.

(20)Subbagian Akuntansi Manajemen sebagaimana dimaksud dalam ayat (18) huruf b mempunyai tugas melakukan penyusunan dan penyajian informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen.

Pasal 65Unit Pelaksana Teknis

(1) Unit Pelaksana Teknis (UPT) merupakan unsur penunjang yang diperlukan untuk penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Unnes.

(2) Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorangKepala yang diangkat oleh dan bertanggung jawab kepada Rektor.

(3) Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Unnes sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), terdiri atas:a. Perpustakaan;b. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi; danc. Pusat Hubungan Masyarakat.

Pasal 66Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan

(1) UPT Perpustakaan merupakan unit pelaksana teknis di bidang perpustakaan yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Rektor dan pembinaannya dilakukan oleh Pembantu Rektor I.

(2) UPT Perpustakaan di pimpin oleh seorang Kepala yang ditunjuk di antara pustakawan.(3) UPT Perpustakaan sebagaimana dimaksud ayat (1) mempunyai tugas melaksanakan

Draft Statuta Unnes 33

Page 34: Draft Statuta Unnes

pemberian layanan bahan pustaka untuk keperluan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

(4) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (3), UPT Perpustakaan menyelenggarakan fungsi:a. penyediaan dan pengolahan bahan pustaka;b. pemberian layanan dan pendayagunaan bahan pustaka;c. pemeliharaan bahan pustaka; dand. pelaksanaan urusan tata usaha Perpustakaan.

(5) UPT Perpustakaan sebagaimana dimaksud ayat (1) terdiri atas:a. Kepala;b. Kelompok Pustakawan; danc. Subbagian Tata Usaha.

(6) Kelompok Pustakawan sebagaimana dimaksud ayat (5) huruf b terdiri atassejumlah jabatan fungsional pustakawan.

(7) Jumlah Pustakawan ditetapkan menurut kebutuhan.(8) Jenjang Pustakawan diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.(9) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud ayat (5) huruf c mempunyai tugas

melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Perpustakaan. (10) Subbagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala yang bertanggung jawab

kepada Kepala Perpustakaan

Draft Statuta Unnes 34

Page 35: Draft Statuta Unnes

Pasal 67Unit Pelaksana Teknis Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi

(1) UPT Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan unit pelaksana teknis di bidang pengembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Rektor dan pembinaannya dilakukan oleh Pembantu Rektor I.

(2) UPT Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi di pimpin oleh seorang Kepala yang ditunjuk di antara tenaga teknis komputer di lingkungan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi.

(3) UPT Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), mempunyai tugas melaksanakan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi serta memberikan layanan di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

(4) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi:a. pengembangan teknologi informasi dan komunikasib. pemberian layanan di bidang teknologi informasi dan komunikasi; danc. pelaksanaan urusan tata usaha.

(5) UPT Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b, terdiri atas:a. Kepala;b. Kelompok Tenaga Teknis; danc. Subbagian Tata Usaha.

(6) Kelompok Tenaga Teknis sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf b, terdiri atas sejumlah tenaga teknis komputer dan pranata komputer dalam jabatan fungsional di bidang pengelolaan data dan informasi.

(7) Jumlah tenaga teknis komputer dan pranata komputer ditetapkan menurut kebutuhan dan beban kerja.

(8) Jenjang tenaga teknis komputer dan pranata komputer di atur sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

(9) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf c, mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

(10)Subbagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala yang bertanggung jawab kepada Kepala Pusat.

Pasal 68Unit Pelaksana Teknis Pusat Hubungan Masyarakat

(1) UPT Pusat Hubungan Masyarakat adalah unit pelaksana teknis di bidang kehumasan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Rektor dan pembinaannya dilakukan oleh Pembantu Rektor IV.

(2) UPT Pusat Hubungan Masyarakat di pimpin oleh seorang Kepala yang diangkat dandiberhentikan oleh Rektor.

Draft Statuta Unnes 35

Page 36: Draft Statuta Unnes

(3) UPT Pusat Hubungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), mempunyai tugas melaksanakan penyusunan, penyajian, dan pemberian layanan informasi kepada masyarakat dalam rangka peningkatan pencitraan publik serta pelaksanaan urusan keprotokolan di lingkungan Unnes.

(4) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), UPT Pusat Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan penyusunan dan penyajian informasi;b. pelaksanaan pemberian layanan informasi;c. pelaksanaan urusan keprotokolan; dand. pelaksanaan urusan tata usaha.

(5) UPT Pusat Hubungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), terdiri atas:a. Kepala;b. Kelompok Tenaga Fungsional/Tenaga Teknis;c. Subbagian Tata Usaha.

(6) Kelompok tenaga fungsional/tenaga teknis sebagaimana dimaksud dalam ayat (5)huruf b, terdiri atas sejumlah tenaga fungsional/tenaga teknis di bidang hubunganmasyarakat.

(7) Jumlah tenaga fungsional/tenaga teknis hubungan masyarakat ditetapkan menurutkebutuhan.

(8) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf c, mempunyaitugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Hubungan Masyarakat.

(9) Subbagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala yang bertanggung jawab kepada Kepala Pusat Hubungan Masyarakat.

Pasal 69Dewan Pengawas

(1) Dewan Pengawas merupakan organ Unnes yang dibentuk dalam rangka penerapan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum, yang bertanggung jawab kepada Menteri Pendidikan Nasional.

(2) Dewan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri PendidikanNasional setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan.

Pasal 70Badan Audit Internal

(1) Badan Audit Internal merupakan organ yang dibentuk untuk melaksanakan pemeriksaan internal di bidang non akademik di lingkungan Unnes.

(2) Badan Audit Internal dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab langsung kepada Rektor.

(3) Badan Audit Internal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), mempunyai tugas melakukan audit pengelolaan keuangan, asset, dan kepegawaian di lingkungan Unnes.

Draft Statuta Unnes 36

Page 37: Draft Statuta Unnes

(4) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), Badan Audit Internal menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan penyusunan program audit internal;b. pelaksanaan penyusunan kebijakan audit internal;c. pelaksanaan penyusunan pedoman audit;d. pelaksanaan audit ke unit kerja di lingkungan Unnes;e. pelaksanaan penyusunan laporan audit.

(5) Badan Audit Internal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), terdiri atas:a. Ketua;b. Sekretaris; danc. Anggota

(6) Dalam pelaksanaan tugas audit sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dapatdibentuk Koordinator Pelaksana Audit sesuai dengan kebutuhan.

(7) Ketua sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program audit, perumusan kebijakan dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan audit internal serta ikut mengusahakan dan mengendalikan administrasi sumber daya yang diperlukan Badan Audit Internal.

(8) Sekretaris sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program audit, kebijakan audit, fasilitasi pelaksanaan audit, penyusunan laporan, dan urusan administrasi audit internal.

(9) Anggota sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf c, mempunyai tugas melakukan audit internal di lingkungan Unnes.

Pasal 71Badan Penjaminan Mutu

(1) Badan Penjaminan Mutu mempunyai tugas melaksanakan pengembangan standar mutu dan audit di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dan kemahasiswaan.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Badan Penjaminan Mutu menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan penyusunan program penjaminan mutu di bidang pendidikan,

penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta kemahasiswaan di lingkungan Unnes;

b. pelaksanaan penyusunan standar mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta kemahasiswaan;

c. pelaksanaan audit mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta kemahasiswaan;

d. pelaksanaan urusan ketatausahaan Badan.(3) Badan Penjaminan Mutu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), terdiri atas:

a. Ketua;b. Sekretaris; danc. Anggota

(4) Dalam melaksanakan tugas Badan Penjaminan Mutu sebagaimana dimaksud dalam

Draft Statuta Unnes 37

Page 38: Draft Statuta Unnes

ayat (1) dapat dibentuk Koordinator penjaminan mutu sesuai dengan kebutuhan.(5) Ketua sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) huruf a, mempunyai tugas melaksanakan

penyusunan program penjaminan mutu, perumusan kebijakan dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan penjaminan mutu serta ikut mengusahakan dan mengendalikan administrasi sumber daya yang diperlukan Badan Penjaminanan Mutu.

(6) Sekretaris sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program penjaminan mutu, kebijakan penjaminan mutu, fasilitasi pelaksanaan penjaminan mutu, penyusunan laporan, dan urusan administrasi penjaminan mutu.

(7) Anggota sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) huruf c, mempunyai tugas melakukan penjaminan mutu di lingkungan Unnes.

Pasal 72Satuan Pengembang Bisnis

(1) Satuan Pengembang Bisnis mempunyai tugas melaksanakan pengembangan unit usaha dan mengoptimalkan perolehan sumber-sumber pendanaan universitas.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Satuan Pengembang Bisnis menyelenggarakan fungsi:a. pelaksanaan penyusunan program;b. pelaksanaan pengembangan unit usaha;c. pelaksanaan pengelolaan unit usaha di lingkungan Unnes;d. pelaksanaan optimalisasi sumber-sumber pendanaan Universitas;e. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi unit usaha; danf. pelaksanaan penyusunan laporan Satuan Pengembangan Bisnis.

(3) Satuan Pengembang Bisnis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), terdiri atas:a. Ketua;b. Sekretaris; danc. Anggota

(4) Dalam pelaksanaan tugas Satuan Pengembang Bisnis sebagaimana dimaksud dalamayat (1) dapat dibentuk Manajer Unit Usaha sesuai dengan kebutuhan.

(5) Ketua sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program pengembangan bisnis, perumusan kebijakan dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan pengembangan bisnis serta ikut mengusahakan dan mengendalikan administrasi sumber daya yang diperlukan Satuan Pengembang Bisnis.

(6) Sekretaris sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pengembangan bisnis, kebijakan pengembangan bisnis, fasilitasi pelaksanaan pengembangan bisnis, penyusunan laporan, dan urusan administrasi pengembangan bisnis.

(7) Anggota sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) huruf c, mempunyai tugas melakukan pengembangan bisnis di lingkungan Unnes.

Draft Statuta Unnes 38

Page 39: Draft Statuta Unnes

BAB VIIITATA CARA PENGANGKATAN PIMPINAN, SENAT, PELAKSANA

AKADEMIK, PELAKSANA ADMINISTRASI, DAN DEWAN PENYANTUN

Pasal 73Masa Jabatan, Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian

Rektor

(1) Rektor diangkat untuk masa jabatan empat tahun, dan dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut.

(2) Rektor diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri setelah mendapat pertimbangan senat.

(3) Tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian Rektor ditetapkan dengan Peraturan Rektor.

Pasal 74Masa Jabatan, Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian

Pembantu Rektor

(1) Pembantu Rektor diangkat untuk masa jabatan empat tahun, dan dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut;

(2) Pembantu Rektor dipilih dan ditetapkan oleh Rektor setelah mendapat pertimbangan senat;

(3) Tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian Pembantu Rektor ditetapkan dengan Peraturan Rektor.

Pasal 75Masa Jabatan, Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian

Senat Universitas

(1) Senat Universitas diangkat untuk masa jabatan empat tahun, dan dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut;

(2) Anggota Senat Universitas yang berasal dari unsur wakil dosen fakultas dipilih oleh Senat Fakultas.

(3) Senat Universitas ditetapkan oleh Rektor.(4) Tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian Senat Universitas ditetapkan

dengan Peraturan Rektor.

Draft Statuta Unnes 39

Page 40: Draft Statuta Unnes

Pasal 76Masa Jabatan, Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian

Dekan

(4) Dekan diangkat untuk masa jabatan empat tahun, dan dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut.

(5) Dekan dipilih oleh senat fakultas dan ditetapkan oleh Rektor.(6) Tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian Dekan ditetapkan dengan

Peraturan Rektor.

Pasal 77Masa Jabatan, Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian

Pembantu Dekan

(1) Pembantu Dekan diangkat untuk masa jabatan empat tahun, dan dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut.

(2) Pembantu Dekan dipilih oleh Dekan dan diangkat oleh Rektor setelah mendapat pertimbangan oleh senat fakultas.

(3) Tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian Pembantu Dekan ditetapkan dengan Peraturan Rektor.

Pasal 78Masa Jabatan, Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian

Senat Fakultas

(1) Senat Fakultas diangkat untuk masa jabatan empat tahun, dan dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut.

(2) Anggota Senat Fakultas yang berasal dari unsur wakil dosen jurusan dipilih oleh dosen di jurusan yang bersangkutan.

(3) Senat Fakultas ditetapkan oleh Rektor.(4) Tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian Senat Fakultas ditetapkan

dengan Peraturan Rektor.

Pasal 79Masa Jabatan, Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian

Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Kepala Laboratorium, Ketua Program Studi

(1) Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Kepala Laboratorium, dan Ketua Program Studi diangkat untuk masa jabatan empat tahun, dan dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut.

(2) Ketua Jurusan dipilih oleh Dosen di jurusan yang bersangkutan dan ditetapkan oleh

Draft Statuta Unnes 40

Page 41: Draft Statuta Unnes

Rektor.(3) Sekretaris Jurusan, Ketua Laboratorium, dan Ketua Program Studi dipilih oleh Ketua

Jurusan dan ditetapkan oleh Rektor.(4) Tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian Ketua Jurusan, Sekretaris

Jurusan, Kepala Laboratorium, dan Ketua Program Studi ditetapkan dengan Peraturan Rektor.

Pasal 80Masa Jabatan, Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian

Direktur dan Asisten Direktur Program Pascasarjana

(1) Direktur dan Asisten Direktur Program Pascasarjana diangkat untuk masa jabatan empat tahun, dan dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut.

(2) Direktur Program Pascasarjana diangkat dan ditetapkan oleh Rektor setelah mendapat pertimbangan senat.

(3) Asisten Direktur Program Pascasarjana diangkat dan ditetapkan oleh Rektor setelah mendapat pertimbangan senat.

(4) Tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian Direktur dan Asisten Direktur Program Pascasarjana ditetapkan dengan Peraturan Rektor.

Pasal 81Masa Jabatan, Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian

Ketua dan Sekretaris Program Studi Program Pascasarjana

(1) Ketua dan Sekretaris Program Studi Program Pascasarjana diangkat untuk masa jabatan empat tahun, dan dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut.

(2) Ketua dan Sekretaris Program Studi diangkat dan ditetapkan oleh Rektor; (3) Tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian Ketua dan Sekretaris Program

Studi Program Pascasarjana ditetapkan dengan Peraturan Rektor.

Pasal 82Masa Jabatan, Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian

Ketua dan Sekretaris Lembaga

(1) Ketua dan Sekretaris Lembaga diangkat untuk masa jabatan empat tahun, dan dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut.

(2) Ketua dan Sekretaris Lembaga diangkat dan ditetapkan oleh Rektor; (3) Tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian Ketua dan Sekretaris Lembaga

ditetapkan dengan Peraturan Rektor.

Draft Statuta Unnes 41

Page 42: Draft Statuta Unnes

Pasal 83Masa Jabatan, Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian

Kepala dan Sekretaris Pusat di bawah Lembaga

(1) Ketua dan Sekretaris Pusat di bawah Lembaga diangkat untuk masa jabatan empat tahun, dan dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut.

(2) Ketua dan Sekretaris Pusat di bawah Lembaga diangkat dan ditetapkan oleh Rektor setelah memperoleh pertimbangan Ketua Lembaga.

(3) Tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian Ketua dan Sekretaris Pusat di bawah Lembaga ditetapkan dengan Peraturan Rektor.

Pasal 84Masa Jabatan, Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian

Dewan Penyantun

(1) Dewan penyantun diangkat untuk masa jabatan yang ditetapkan dalam Peraturan Rektor.(2) Dewan Penyantun diangkat dan ditetapkan oleh Rektor. (3) Tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian Dewan Penyantun ditetapkan

dengan Peraturan Rektor.

Pasal 85Masa Jabatan, Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian

Dewan Pengawas

(1) Dewan Pengawas diangkat untuk masa jabatan lima tahun, dan dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut.

(2) Dewan Pengawas diangkat dan ditetapkan oleh Menteri Keuangan atas usulan Rektor. (3) Tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian Dewan Pengawas berdasarkan

ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku.

BAB IXPENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Pasal 86

(1) Pendidik (dosen) adalah seseorang yang berdasarkan pendidikan dan kompetensinya diberi tugas utama mengajar pada fakultas di Unnes.

(2) Dosen sebagaimana dimaksud ayat (1) terdiri atas dosen tetap dan dosentidak tetap.

Draft Statuta Unnes 42

Page 43: Draft Statuta Unnes

(3) Dosen tetap sebagaimana dimaksud ayat (2) adalah dosen yang bekerja penuh waktu yang berstatus sebagai pendidik tetap Unnes.

(4) Dosen tidak tetap sebagaimana dimaksud ayat (2) adalah dosen yang bekerjaparuh waktu yang berstatus sebagai pendidik tidak tetap Unnes.

(5) Status kepegawaian dosen pada Unnes dapat sebagai Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Unnes.

(6) Dosen dengan status Pegawai Negeri Sipil, pengangkatannya sebagai dosen ditetapkan oleh Pemerintah/Menteri.

(7) Dosen dengan status Pegawai Unnes, pengangkatannya sebagai dosen ditetapkan oleh Rektor.

Pasal 87

(1) Jenjang jabatan akademik dosen terdiri atas asisten ahli, lektor, lektor kepala, dan guru besar.

(2) Wewenang dan tata cara pengangkatan dan pemberhentian jabatan akademik diatur sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 88

(1) Syarat untuk menjadi dosen adalah:a. beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;b. setia kepada Pancasila dan UUD 1945;c. memiliki kualifikasi sebagai tenaga pengajar;d. mempunyai moral dan integritas yang tinggi;e. memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan negara

(2) Seorang Guru Besar yang telah memasuki masa purna tugas, dengan pertimbangan kepakaran dan kebutuhan lembaga dapat diusulkan perpanjangan masa tugas atau dapat diangkat sebagai Guru Besar Emiritus;

(3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1), dan ayat (2), diatur berdasarkan peraturan yang berlaku.

Pasal 89

(1) Tenaga Kependidikan adalah pegawai Unnes yang tugas utamanya bukan mengajar.(2) Tenaga Kependidikan terdiri atas peneliti, konselor, pengembang di bidang

pendidikan, pustakawan, pranata komputer, pranata kearsipan, pranata kehumasan, laboran, teknisi sumber belajar, tenaga fungsional kependidikan lainnya, dan tenaga administrasi.

(3) Status kepegawaian Tenaga Kependidikan pada Unnes dapat sebagai Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Unnes.

Draft Statuta Unnes 43

Page 44: Draft Statuta Unnes

(4) Tenaga Kependidikan dengan status Pegawai Negeri Sipil, pengangkatannya sebagai Tenaga Kependidikan ditetapkan oleh Pemerintah

(5) Tenaga Kependidikan dengan status Pegawai Unnes, pengangkatannya sebagai Tenaga Kependidikan ditetapkan oleh Rektor.

Pasal 90

(1) Setiap pendidik dan tenaga kependidikan mempunyai kesempatan yang sama untuk mengembangkan karir berdasarkan prestasi kerjanya

(2) Pendidik dan Tenaga kependidikan berhak mendapat penghargaan atas prestasi kerjanya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

(3) Pendidik dan Tenaga kependidikan yang lalai dalam pelaksanaan tugasnya dilakukan pembinaan oleh atasan langsungnya secara berjenjang sesuai dengan peraturan yang berlaku

(4) Pendidik dan Tenaga kependidikan yang melakukan pelanggaran disiplin mendapatkan hukuman sesuai dengan peraturan yang berlaku.

BAB XMAHASISWA DAN ALUMNI

Bagian PertamaMahasiswa

Pasal 91

(1) Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar pada salah satu program studi di Unnes.(2) Untuk menjadi mahasiswa Unnes, seseorang harus memenuhi persyaratan yang diatur

dengan Peraturan Rektor.(3) Status kemahasiswaan disahkan oleh Rektor.

Pasal 92Hak Mahasiswa

(1) Setiap mahasiswa berhak:a. memperoleh pendidikan dan pengajaran pada program studinya sesuai dengan

persyaratan dan ketentuan yang berlaku di Unnes;b. mengemukakan pendapat secara rasional, sejauh tidak mengganggu hak-hak orang

lain dan ketertiban universitas; c. memperoleh informasi tentang prestasi belajarnya;d. mendapatkan beasiswa untuk menunjang kemajuan belajarnya apabila memenuhi

persyaratan yang ditentukan;e. memperoleh pembimbingan dan pembinaan dari dosen;f. memperoleh perlindungan sesuai hukum yang berlaku;

Draft Statuta Unnes 44

Page 45: Draft Statuta Unnes

g. mengikuti kegiatan dan organisasi kemahasiswaan sesuai dengan minat dan kegemarannya;

h. menggunakan peralatan dan/atau fasilitas Unnes untuk kepentingan akademik atau kepentingan lain yang dapat dipertanggungjawabkan kepatutannya.

(2) Cara dan prosedur pelaksanaan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Rektor.

Pasal 93Kewajiban dan Tanggungjawab Mahasiswa

(1) Setiap mahasiswa berkewajiban dan bertanggungjawab:a. belajar dengan tekun dan rajin agar dapat memperoleh prestasi tinggi;b. menghadiri setiap perkuliahan sesuai aturan yang berlaku;c. menyelesaikan tugas-tugas akademik yang dibebankan oleh dosen;d. mematuhi segala peraturan yang berlaku;e. memelihara suasana akademik;f. menjaga, memelihara, dan melestarikan lingkungan kampus;g. berbusana sesuai dengan norma dan etika yang berlaku; danh. menjaga nama baik almamater.

(2) sanksi atas pelanggaran kewajiban dan tanggungjawab sebagaimana dimaksud ayat (1) diatur dengan Peraturan Rektor.

Pasal 94Organisasi Kemahasiswaan

(1) Organisasi kemahasiswaan merupakan kelengkapan nonstruktural yang terdapat di tingkat universitas, fakultas dan jurusan.

(2) Organisasi kemahasiswaan diselenggarakan dari, oleh dan untuk mahasiswa di bawah tanggungjawab Rektor.

(3) Organisasi kemahasiswaan di universitas dimaksudkan sebagai upaya terciptanya mahasiswa yang bertaqwa, cerdas, kritis, santun, bermoral, demokratis, bertanggungjawab dan memiliki daya saing.

(4) Organisasi kemahasiswaan di tingkat universitas mencakupi Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU), Senator Keluarga Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

(5) Organisasi kemahasiswaan di tingkat fakultas mencakupi Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF).

(6) Organisasi kemahasiswaan di tingkat jurusan adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Draft Statuta Unnes 45

Page 46: Draft Statuta Unnes

Pasal 95Kegiatan Kemahasiswaan

(1) Kegiatan kemahasiswaan diarahkan untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi kepemimpinan, penalaran, minat dan kegemaran, kerohanian dan kesejahteraan, serta pengabdian kepada masyarakat.

(2) Kegiatan kemahasiswaan diselenggarakan dengan berprinsip kemandirian, etis, edukatif, religius dan humanis, serta berwawasan lingkungan.

Bagian KeduaAlumniPasal 96

(1) Alumni adalah mereka yang telah lulus pendidikan dari IKIP Semarang atau Universitas Negeri Semarang.

(2) Alumni dapat membentuk ikatan alumni; (3) Ikatan alumni sebagaimana dimaksud ayat (2) adalah organisasi kemasyarakatan yang

mandiri serta menjunjung tinggi nama dan kehormatan almamater.(4) Ikatan Alumni Unnes merupakan satu-satunya organisasi yang mewadahi alumni

Unnes.(5) Ikatan Alumni Unnes dapat dibentuk di tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional,

dan internasional. (6) Struktur organisasi dan tata kerja Ikatan Alumni Unnes diatur dengan Anggaran Dasar

dan Anggaran Rumah Tangga.(7) Rektor berperan sebagai pembina ikatan alumni.

BAB XIKERJASAMA

Pasal 97Pengertian

(1) Dalam pelaksanaan kegiatan Tridharma perguruan tinggi, Unnes menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dan/atau lembaga lembaga lain baik di dalam dan luar negeri.

(2) Kerjasama sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah kegiatan yang dilakukan secara bersama sama antara Unnes dan mitra, berdasarkan prinsip saling memberi manfaat.

Draft Statuta Unnes 46

Page 47: Draft Statuta Unnes

Pasal 98Bentuk

(1) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada pasal 97 dapat berbentuk:a. kontrak manajemen;b. program kembaran;c. program pemindahan kredit;d. tukar menukar pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam

penyelenggaraan kegiatan tridharma perguruan tinggi;e. pemanfaatan bersama sumber daya dalam pelaksanaan kegiatan tridharma

perguruan tinggi;f. penerbitan bersama karya ilmiah;g. penyelenggaraan bersama seminar atau kegiatan ilmiah lain; danh. bentuk-bentuk lain yang dianggap perlu.

(2) Kerja sama dalam bentuk kontrak manajemen, program kembaran, dan program pemindahan kredit dengan perguruan tinggi luar negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dilaksanakan sepanjang program studi dari perguruan tinggi luar negeri telah terakreditasi di negaranya.

(3) Pelaksanaan kerjasama sebagaimana dimaksud ayat (1), yang melibatkan mitra dari luar negeri didasarkan atas Peraturan Menteri.

Pasal 99Mekanisme

(1) Penyelenggaraan kerjasama dikoordinir oleh Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama.

(2) Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan kelompok atau unit kerja dapat menginisiasi kerjasama dengan mitra.

(3) Rencana kerjasama yang diinisiasi oleh perorangan, kelompok atau unit kerja di lingkungan Unnes harus dipayungi oleh Naskah Kesepahaman Kerjasama atau Naskah Perjanjian Pelaksanaan Kerjasama.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai mekanisme kerjasama diatur dengan Peraturan Rektor.

BAB XII SARANA DAN PRASARANA

Pasal 100Pendayagunaan

(1) Sarana dan prasarana yang dimiliki Unnes didayagunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi, pelayanan sosial, dan bisnis institusi.

Draft Statuta Unnes 47

Page 48: Draft Statuta Unnes

(2) Pemanfaatan lahan di kampus Unnes harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan konservasi alam

(3) Koefisien Dasar Bangunan yang merupakan persentase luas lantai dasar bangunan terhadap luas lahan, maksimum sebesar 50%

(4) Bangunan di lingkungan Unnes harus memenuhi persyaratan keselamatan-keamanan, kesehatan, dan kenyamanan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pasal 101Pengelolaan

(1) Pengelolaan sarana dan prasarana Unnes dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku bagi pengelolaan kekayaan barang milik negara.

(2) Tata cara pendayagunaan sarana dan prasarana untuk memperoleh dana dalam rangka pengembangan usaha guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Unnes diatur oleh Peraturan Universitas.

BAB XIIIPEMBIAYAAN

Pasal 102Sumber dan Penggunaan

(1) Sumber pembiayaan Unnes dapat diperoleh dari pemerintah, masyarakat, dan pihak luar negeri serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

(2) Dana yang diperoleh dari masyarakat adalah perolehan dana perguruan tinggi yang berasal dari sumber-sumber berikut:a. Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP);b. Biaya seleksi ujian masuk perguruan tinggi;c. Sumbangan Pengembangan Lembaga (SPL);d. Hasil kontrak kerja;e. Hasil penjualan produk perguruan tinggi;f. Sumbangan dan hibah lainnya.

(3) Penggunaan dana yang berasal dari Pemerintah diatur sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

(4) Penggunaan dana yang berasal dari masyarakat diatur sesuai dengan peraturan Rektor.(5) Penggunaan dana yang berasal dari lembaga pemberi sumbangan (hibah) diatur sesuai

dengan ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga pemberi sumbangan.

Draft Statuta Unnes 48

Page 49: Draft Statuta Unnes

Pasal 103Mekanisme Pengelolaan Keuangan

(1) Sistem perencanaan penganggaran Unnes disusun berdasarkan peraturan yang berlaku. (2) Rencana Bisnis Anggaran (RBA) Unnes diusulkan oleh Rektor kepada Menteri

Keuangan setelah mendapat persetujuan Senat. (3) Rencana Bisnis Anggaran (RBA) ditetapkan oleh Menteri Keuangan. (4) Pengelolaan keuangan dilaksanakan berdasarkan prinsip efisiensi, efektivitas,

transparansi, dan akuntabel.(5) Tarif satuan biaya ditetapkan dengan Peraturan Rektor. (6) Laporan Keuangan Unnes diaudit oleh auditor internal dan ekternal sesuai dengan

peraturan yang berlaku.

Pasal 104Sistem Pertanggungjawaban Pembiayaan

(1) Sistem pertanggungjawaban pembiayaan diselenggarakan berdasarkan peraturan yang berlaku.

(2) Unnes menyelenggarakan akuntasi keuangan berdasarkan peraturan yang berlaku.

BAB XIVPENGAWASAN DAN AKREDITASI

Pasal 105Bentuk dan Mekanisme Pengawasan

.(1) Pengawasan dilakukan untuk mengendalikan penyelengaraan Tri Dharma

Perguruan Tinggi dan pengelolaan Sumber Daya Manusia, Keuangan/Dana, dan Sarana Prasarana agar efektif dan efesien.

(2) Pengawasan sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan oleh pihak internal dan eksternal.

(3) Pihak internal sebagaimana dimaksud ayat (2) adalah Badan Penjaminan Mutu dan Badan Audit Internal.

(4) Pihak eksternal sebagaimana dimaksud ayat (2) adalah Inspektorat Jendral Departemen Pendidikan Nasional, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan pihak lain yang berwenang.

(5) Pengawasan secara eksternal dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.(6) Pengawasan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi secara internal

dikoordinasikan oleh Badan Penjaminan Mutu.(7) Pengawasan pengelolaan Sumber Daya Manusia, Keuangan/Dana, dan Sarana

Prasarana secara internal dilakukan oleh Badan Audit Internal.

Draft Statuta Unnes 49

Page 50: Draft Statuta Unnes

(8) Pelaksanaan pengawasan sebagaimana ayat (5) dan ayat (6) dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi secara periodik dan berkelanjutan.

(9) Badan Penjaminan Mutu dan Badan Audit Internal melaporkan hasil monitoring dan evaluasi kepada Rektor.

(10) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (6), ayat (7), dan ayat (8) diatur dengan Peraturan Rektor.

Pasal 106Evaluasi diri dan Audit Internal

(1) Evaluasi diri dilakukan untuk mengukur standar penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dan pengelolaan Sumber Daya Manusia, Keuangan/Dana, dan Sarana Prasarana, serta sebagai tolok ukur terhadap pencapaian visi, misi, tujuan dan strategi yang telah ditetapkan.

(2) Evaluasi diri dilakukan melalui penilaian berkala terhadap masukan, proses, keluaran, hasil, dan dampak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

(3) Evaluasi diri dilakukan secara periodik oleh jurusan/program studi, fakultas dan universitas sekurang-kurangnya sekali dalam setahun.

(4) Audit Internal dilakukan untuk memeriksa kesesuaian pelaksanaan dengan aturan, standar dan indikator pencapaian yang ditentukan.

(5) Badan Penjaminan Mutu dan Badan Audit Internal melaporkan hasil audit internal kepada Rektor sekurang-kurangnya setahun sekali.

(6) Pelaksanaan evaluasi diri dan audit internal sebagaimana dimaksud ayat (3), ayat (4), dan ayat (5) diatur dengan Peraturan Rektor.

Pasal 107Akreditasi

(1) Akreditasi dilaksanakan untuk meningkatkan mutu lembaga dan/atau program yang dilakukan secara sistematis, terprogram, dan berkesinambungan berdasarkan standar yang berlaku.

(2) Ketua Jurusan/Program Studi bertanggung jawab terhadap pelaksanaan akreditasi program studi.

(3) Dekan dan Direktur PPs memfasilitasi pelaksanaan akreditasi yang dilakukan oleh program studi.

(4) Badan Penjaminan Mutu memberikan bantuan teknis pelaksanaan akreditasi program studi.

(5) Pelaksanaan akreditasi seperti tersebut dalam ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur dengan Peraturan Rektor.

Draft Statuta Unnes 50

Page 51: Draft Statuta Unnes

Draft Statuta Unnes 51

Page 52: Draft Statuta Unnes

LAMPIRAN: 1

Draft Statuta Unnes 52

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG PROGRAM PASCASARJANA

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS BAHASA DAN SENI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

FAKULTAS MATEMATIKA DANILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS TEKNIK

Page 53: Draft Statuta Unnes

Draft Statuta Unnes 53

FAKULTAS EKONOMI FAKULTAS HUKUM

Page 54: Draft Statuta Unnes

LAMPIRAN 2

Himne Unnes

Draft Statuta Unnes 54

Page 55: Draft Statuta Unnes

LAMPIRAN 3

Mars Unnes

Draft Statuta Unnes 55