DRAF TATIB P4KD 2013

download DRAF TATIB  P4KD 2013

of 25

  • date post

    09-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    168
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Berbagi

Transcript of DRAF TATIB P4KD 2013

TATA TERTIB PANITIA PEMILIHAN KEPALA DESA NEGLASARIKECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2013

TENTANG TATA CARA PENCALONAN, PEMILIHAN, PELANTIKAN DAN PEMBERHENTIAN KEPALA DESA (P4KD)DESA NEGLASARI KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PANITIA PEMILIHAN KEPALA DESA NEGLASARI

Menimbang:a. Bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal ... ayat ... Tata Tertib Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Neglasari Kecamatan Majalaya tentang Untuk Menjalankan Tugasnya Panitia Pemilihan Kepala Desa Berpedoman Pada Tata Tertib Panitia Pemilhan Kepala Desa;b. Bahwa untuk mendukung terciptanya efesiensi dan efektifitas penyelenggaraan pemilihan Kepala Desa yang kondusif, jujur, adil, demokratis dan tertib aturan pelaksanaan mengenai perencanaan, penggunaan dan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemilihan Kepala Desa;c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana huruf a dan b tersebut diatas serta memperhatikan masukan dan aspirasi dari masyarakat, perlu menetapkan Tata Tertib Panitia Pemilihan Kepala Desa Neglasari tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, Pemberhentian Kepala Desa

Mengingat :1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pemerintahan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1968 tentang pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 31, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2851) dan juga telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007 tentang pembentukan Kabupaten Bandung Barat di Provinsi Jawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4688);2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886);3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);5. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4587);6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa;7. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 7 Tahun 2006 tentang Badan Permusyawaratan Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2006 Nomor 7 seri D);8. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2006 Nomor 8 Seri D);9. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 10 tahun 2007 tentang urusan pemerintahan Kabupaten yang Pengaturannya Diserahkan kepada Desa Di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bandung (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung tahun 2007 Nomor 10);10. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 11 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Pemerintah Desa dan Perangkat Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2007 Nomor 11);11. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 12 Tahun 2007 tentang Lembaga Kemasyarakatan (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2007 Nomor 12);12. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pedoman Pembentukan dan Mekanisme Penyusunan Peraturan Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2007 Nomor 13);13. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 6 tahun 2004 tentang Transparansi dan partisipasi Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Bandung (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung tahun 2004 Nomor 29 Seri D);14. Peraturan Bupati Kabupaten Bandung Nomor 27 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa (Berita Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2006 Nomor 27 Seri D);15. Peraturan Bupati Bandung Nomor 9 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 7 Tahun 2006 tentang Badan Permusyawaratan Desa (Berita Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2009 Nomor 9);16. Peraturan Bupati Bandung Nomor 20 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa di Kabupaten Bandung (Berita Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2010 Nomor 20);17. Peraturan Bupati Kabupaten Bandung Nomor 60 Tahun 2011 tentang Pelimpahan Sebagian Urusan Pemerintahan Dari Bupati Kepada Camat dilingkungan Kabupaten Bandung (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2011 Nomor 60);18. Peraturan Desa Neglasari Nomor 01 tahun 2013 tentang Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kepala Desa Neglasari Kecamatan Majalaya;

DENGAN PERSETUJUAN BERSAMABADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DESA NEGLASARIDanPANITIA PEMILIHAN KEPALA DESA NEGLASARI

M E M U T U S K A N :

Menetapkan:TATA TERTIB PANITIA PEMILIHAN KEPALA DESA NEGLASARI KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG TENTANG TATA CARA PENCALONAN, PEMILIHAN, PELANTIKAN DAN PEMBERHENTIAN KEPALA DESA (P4KD) DESA NEGLASARI.

BAB IKETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Tata Tertib ini yang dimaksud dengan :

1. Daerah adalah Kabupaten Bandung.2. Pemerintah Daerah adalah Bupati beserta perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Daerah.3. Bupati adalah Bupati Bandung.4. Anggaran pendapatan dan belanja daerah, yang selanjutnya di singkat APBD, adalah suatu rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang di bahas dan di setujui oleh pemerintah daerah dan DPRD dan di tetapkan berdasarkan peraturan daerah.5. Kecamatan adalah Wilayah kerja Camat sebagai Perangkat Daerah Kabupaten Bandung.6. Desa adalah Desa Neglasari Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung.7. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.8. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.9. Badan Permusyawaratan Desa selanjutnya disingkat BPD adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa.10. Lembaga kemasyarakatan atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah Desa dalam memberdayakan masyarakat.11. Putera Desa adalah mereka yang lahir dari orang tua yang terdaftar sebagai penduduk Desa Neglasari, kemudian pernah menjadi penduduk Desa Neglasari.12. Pemilihan adalah pemilihan Kepala Desa Neglasari.13. Panitia pemilihan adalah panitia pemilihan Kepala Desa yang dibentuk oleh BPD.14. Panitia pengawas adalah Panitia pengawas pemilihan Kepala Desa yang dibentuk oleh Camat yang melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa .15. Tata kerja adalah pengaturan uraian tugas dan mekanisme kerja organisasi yang meliputi penetapan, kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pertanggungjawaban kerja;16. Rapat Pleno adalah merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan anggota Panitia pemilihan berdasarkan peraturan perundang-undangan;17. Bakal Calon Kepala Desa adalah warga masyarakat desa atau putera desa yang berdasarkan penjaringan oleh panitia pemilihan ditetapkan sebagai Bakal Calon Kepala Desa 18. Calon Kepala Desa adalah Bakal Calon Kepala Desa yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan ditetapkan oleh panitia pemilihan untuk mengikuti penyaringan sebagai Calon Kepala Desa yang berhak dipilih.19. Calon yang berhak dipilih adalah Calon Kepala Desa yang telah lolos dari penyaringan dan ditetapkan oleh Panitia Pemilihan.20. Calon terpilih adalah Calon Kepala Desa yang berhak dipilih dan memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Desa.21. Penjaringan adalah suatu upaya yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan untuk mendapatkan Bakal Calon Kepala Desa dari warga masyarakat Desa atau Putera Desa.22. Penyaringan adalah seleksi yang dilakukan baik dari pengetahuan maupun kemampuan kepemimpinan para Bakal Calon Kepala Desa untuk mendapatkan Calon Kepala Desa yang berhak dipilih.23. Pihak terkait yang berkompeten adalah instansi/lembaga yang memiliki kapasitas dalam bidang pemerintahan, pembangunan, keagamaan dan kemasyarakatan.24. Penjabat Kepala Desa adalah Sekretaris Desa atau Perangkat Desa lainnya atau Pegawai Negeri Sipil atau Tokoh Masyarakat yang diangkat oleh pejabat yang berwenang atas usul BPD, untuk melaksanakan hak, wewenang dan kewajiban Kepala Desa sampai terpilihnya Kepala Desa yang Definitif.25. Pegawai Negeri Sipil adalah setiap warga Negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan Perundang-undangan yang berlaku.26. Pemilih adalah penduduk Desa dan telah memenuhi persyaratan untuk menggunakan hak pilihnya.27. Hak pilih adalah hak yang dimiliki pemilih untuk menentukan sikap pilihannya.28. Daftar Pemilih Sementara (DPS) adalah daftar pemilih yang berasal dari daftar pemilih pemilu terakhir yang digunakan sebagai dasar pendaftaran pemilih guna dilakukan perbaikan.29. Daftar pemilih tambahan adalah daftar pemilih yang belum terdaftar dalam Daftar