Draf PKPU Dana Kampanye

download Draf PKPU Dana Kampanye

of 30

  • date post

    08-Dec-2016
  • Category

    Documents

  • view

    219
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Draf PKPU Dana Kampanye

  • RANCANGAN

    PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUMNOMOR TAHUN 2015

    TENTANGDANA KAMPANYE PESERTA PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL

    GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI SERTA WALIKOTA DAN WAKILWALIKOTA

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

    KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM,

    Menimbang: bahwa untuk menindaklanjuti ketentuan Pasal 74, Pasal 75,dan Pasal 76 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentangPenetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-UndangRepublik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 tentang PemilihanGubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-Undangsebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor ....Tahun 2015, perlu menetapkan Peraturan Komisi PemilihanUmum tentang Dana Kampanye Peserta Pemilihan Gubernurdan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikotadan Wakil Walikota;

    Mengingat: 1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentangPenyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5246);

    2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentangPenetapan Peraturan Pemerintan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang PemilihanGubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor.... Tahun 2015 (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2015 Nomor ..., TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor ......);

    3. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 05 Tahun2008 tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum,

    BAHAN UJI PUBLIK

    12 MARET 2015

    DRAF

    T

  • - 2 -

    Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi PemilihanUmum Kabupaten/Kota sebagaimana telah beberapa kalidiubah, terakhir dengan Peraturan Komisi PemilihanUmum Nomor 01 Tahun 2010;

    4. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 06 Tahun2008 tentang Struktur Organisasi Sekretariat JenderalKomisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi PemilihanUmum Provinsi, dan Sekretariat Komisi Pemilihan UmumKabupaten/Kota sebagaimana telah diubah denganPeraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 22 Tahun2008;

    5. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor xx Tahun2015 tentang Tahapan, Program, dan JadwalPenyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan WakilGubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota danWakil Walikota;

    6. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor xx Tahun2015 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan WakilGubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota danWakil Walikota;

    MEMUTUSKAN:

    Menetapkan: PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM TENTANG DANAKAMPANYE PESERTA PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKILGUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI SERTA WALIKOTADAN WAKIL WALIKOTA.

    BAB I

    KETENTUAN UMUM

    Pasal 1

    Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:

    1. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati danWakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota,selanjutnya disebut Pemilihan adalah pelaksanaankedaulatan rakyat di wilayah provinsi dankabupaten/kota untuk memilih Gubernur dan Wakil

    DRAF

    T

  • - 3 -

    Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota danWakil Walikota secara secara langsung dan demokratis.

    2. Pasangan Calon adalah Bakal Pasangan Calon Gubernurdan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati sertaWalikota dan Wakil Walikota yang diusulkan oleh PartaiPolitik atau Gabungan Partai Politik atau Perseoranganyang telah memenuhi syarat dan ditetapkan sebagaipeserta Pemilihan.

    3. Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat KPU,adalah lembaga penyelenggara pemilihan umum yangbersifat nasional, tetap, dan mandiri sebagaimanadimaksud dalam undang-undang penyelenggarapemilihan umum dan diberikan tugas dan wewenangdalam penyelenggaraan Pemilihan berdasarkanketentuan yang diatur dalam undang-undang.

    4. Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Komisi IndependenPemilihan Aceh, selanjutnya disebut KPU Provinsi/KIPAceh, adalah penyelenggara pemilihan umumsebagaimana dimaksud dalam undang-undangpenyelenggara pemilihan umum yang diberikan tugasmenyelenggarakan Pemilihan Gubernur dan WakilGubernur berdasarkan ketentuan yang diatur dalamundang-undang.

    5. Komisi Pemilihan Umum/Komisi Independen PemilihanKabupaten/Kota, selanjutnya disebut KPU/KIPKabupaten/Kota, adalah lembaga penyelenggarapemilihan umum sebagaimana dimaksud dalam undang-undang penyelenggara pemilihan umum yang diberikantugas menyelenggarakan Pemilihan Bupati dan WakilBupati serta Walikota dan Wakil Walikota berdasarkanketentuan yang diatur dalam undang-undang.

    6. Partai Politik adalah partai politik nasional pesertaPemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat,Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyatterakhir dan partai politik lokal Aceh peserta pemilihanumum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh danDewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota.

    7. Gabungan Partai Politik adalah gabungan dua atau lebihPartai Politik nasional, atau Gabungan Partai Politik

    DRAF

    T

  • - 4 -

    lokal atau Gabungan Partai Politik nasional dan PartaiPolitik lokal peserta Pemilihan Umum Anggota DewanPerwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah danDewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang secara bersama-sama bersepakat mencalonkan 1 (satu) Pasangan CalonGubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupatiatau Walikota dan Wakil Walikota.

    8. Kampanye Pemilihan, selanjutnya disebut Kampanye,adalah kegiatan untuk meyakinkan Pemilih denganmenawarkan visi, misi dan program Pasangan Calondan/atau informasi lainnya, yang dilakukan olehPasangan Calon/Tim Kampanye.

    9. Dana Kampanye Pasangan Calon, selanjutnya disebutDana Kampanye, adalah sejumlah biaya berupa uang,barang dan jasa yang digunakan Pasangan Calondan/atau Partai Politik dan/atau Gabungan PartaiPolitik yang mengusulkan Pasangan Calon untukmembiayai kegiatan Kampanye Pemilihan Gubernur danWakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati atau Walikotadan Wakil Walikota.

    10. Rekening Khusus Dana Kampanye adalah rekening yangmenampung penerimaan Dana Kampanye berupa uang,yang dipisahkan dari rekening Pasangan Calon atauPartai Politik atau Gabungan Partai Politik.

    11. Laporan Awal Dana Kampanye, selanjutnya disingkatLADK, adalah pembukuan yang memuat informasiRekening Khusus Dana Kampanye, sumber perolehansaldo awal atau saldo pembukaan, rincian perhitunganpenerimaan dan pengeluaran yang diperoleh sebelumpembukaan Rekening Khusus Dana Kampanye, danpenerimaan sumbangan yang bersumber dari PasanganCalon atau Partai Politik atau Gabungan Partai Politikdan pihak lain.

    12. Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye,selanjutnya disingkat LPPDK, adalah pembukuan yangmemuat seluruh penerimaan dan pengeluaran DanaKampanye.

    13. Akuntan Publik, selanjutnya disingkat AP, adalahseseorang yang telah memperoleh izin untuk

    DRAF

    T

  • - 5 -

    memberikan jasa sebagaimana diatur dalam PeraturanPerundang-undangan.

    14. Kantor Akuntan Publik, selanjutnya disingkat KAP,adalah badan usaha yang didirikan berdasarkanketentuan peraturan perundang-undangan danmendapatkan izin usaha berdasarkan PeraturanPerundang-Undangan tentang Akuntan Publik.

    15. Hari adalah hari kalender.

    Pasal 2

    Ruang lingkup Peraturan ini adalah Dana Kampanye yangdibiayai oleh Pasangan Calon dan/atau Partai Politik atauGabungan Partai Politik dan Pasangan Calon Perseorangan,sebagaimana dimaksud dalam Peraturan KPU tentangKampanye.

    Pasal 3

    Tujuan pengaturan ini adalah:

    a. memberikan panduan bagi Pasangan Calon dalammengelola dan mempertanggungjawabkan penerimaandan pengeluaran Dana Kampanye;

    b. menjadi acuan bagi AP dalam melaksanakan auditkepatuhan atas laporan penerimaan dan pengeluaranDana Kampanye.

    BAB II

    DANA KAMPANYE

    Bagian Kesatu

    Sumber, Bentuk dan Pembatasan Penerimaan DanaKampanye

    Pasal 4

    (1) Dana Kampanye Pasangan Calon dari Partai Politik atauGabungan Partai Politik, bersumber dari:

    DRAF

    T

  • - 6 -

    a. Pasangan Calon;

    b. Partai Politik atau Gabungan Partai Politikpengusul; dan

    c. Sumbangan yang sah menurut hukum dari pihaklain.

    (2) Dana Kampanye Pasangan Calon Perseorangan,bersumber dari:

    a. Pasangan Calon;

    b. Sumbangan yang sah menurut hukum dari pihaklain.

    Pasal 5

    (1) Dana Kampanye yang bersumber dari Pasangan Calonsebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf adan ayat (2) huruf a berasal dari harta kekayaan pribadiPasangan Calon yang bersangkutan.

    (2) Dana Kampanye yang bersumber dari Partai Politik atauGabungan Partai Politik sebagaimana dimaksud dalamPasal 4 ayat (1) huruf b berasal dari keuangan PartaiPolitik atau Gabungan Partai Politik yang mengusulkanPasangan Calon.

    (3) Dana Kampanye yang bersumber dari pihak lainsebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf cdan ayat (2) huruf b berasal dari:

    a. perseorangan;

    b. kelompok; dan/atau

    c. badan hukum swasta.

    (4) Pemberi sumbangan Dana Kampanye Pasangan Calondari suami atau isteri atau keluarga Pasangan Calonserta dari suami atau istri atau keluarga dari PartaiPolitik atau gabungan Partai Politik yang mengusulkanPasangan Calon, pengurus atau anggota Partai Politikatau Gabungan Partai Politik yang mengusulkanPasangan Calon, dikategorikan sebagai sumbanganperseorangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) hurufa.

    DRAF

    T

  • - 7 -

    (5) Sumbangan yang sah menurut hukum dari pihak lainsebagaimana dimaksud pada ayat (3), tidak berasal daritindak pidana, dan bersifat tidak mengikat.

    Pasal 6

    (1) Dana Kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5,dapat berbentuk:

    a. uang;

    b. barang; dan/atau

    c. jasa.

    (2) Dana Kampanye yang berbentuk uang sebagaimanadimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi penerimaanuang secara tunai, cek, bilyet giro, surat berharga,lainnya, dan penerimaan melalui transaksi perbankan.

    (3) Dana Kampanye yang berbentuk barang sebagaimanadimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi b