Draf Materi Pedoman Pengkaderan

download Draf Materi Pedoman Pengkaderan

of 33

  • date post

    19-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    682
  • download

    13

Embed Size (px)

Transcript of Draf Materi Pedoman Pengkaderan

1. DRAF MATERI PEDOMAN PENGKADERAN PENYAMBUTAN MAHASISWA BARU Penyambutan Mahasiswa baru adalah sebuah prosesi perekrutan calon anggota lembaga HMPT dimana dalam prosesi ini hanya memuat tentang pendataan calon anggota, surat pernyataan mengikuti setiap tahapan pengkaderan dan lain-lain, yang diatur dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. DIMENSI MATERI PSKOLOGI Analisa mental, Emosional dalam individu dan masyrakat Pengertian Psiko adalah jiwa, logos adalah ilmu Psikologi adalah ilmu tentang kejiwaan Perangkat dan tujuan Perangkat-perangkat psikologi adalah mental, emosional, akal, jiwa, dan jasad Tujuan mempelajari psikologi adalah untuk memudahkan dalam melakukan interaksi dengan lingkungan diluar diri. Psikologi terbagi atas dua : 1. psikologi filsafat yang berhubungan erat dengan agama dan ilmu filsafat, yang apakah jiwa itu, kemana perginya setelah mati. Pengetahuan ini tak dapat dicapai dengan empirisme 2. Psikologi empirisme yang mempelajari gejala-gejala jiwa yang kadang memakai percobaan sehingga dikatakan psikologi eksperimen dan oleh objeknya adalah tingkah laku manusia yang dapat dilihat. Kreasi mental Sangat terserap orang- orang yang dalam kreasidapat terlihat di bahwa mereka sangat jarang memikirkan nilai kraesi lain yang berbeda dalam diri mereka. Hal hal tersebut yang merangsang, yang menarik perhatian, yang berupa ketertarikan, semua ini dituntu oleh orang, yang meskipun menjadi terbatas dan tak hirau akan kreasi didalam, yang terus berlanjut secara tak sadar. Terus terang, setiap manusia adalah satu dunia dalam dirinya. Tetapi betapa kecilnya manusia memantulkan tentananya. Dia selalu sadar atas ujud hanya berupa teteasan di lautan. Sebaliknya dia tidak mengetahui bentuk ujud lain, dalam mana ialah lautan dan selainnya teteasan . Ada beberapa paragraph dalam injil berhubungan bagaimana tuhan mencipta bumi,

dan kemudian menciptakan langit. Apakah artinya in ? Apakah langit dicipta setelah bumi ? Artinya bahwa adalah ciptaan ini yang disekeliling kita pertama tama mengesankan akal, lalu akal mencipkan dunianya sendiri, langitnya sendiri. Iti adalah ciptaan akal, dunia yang lebih tinggi meski didalam diri kita sendiri. Dan dunia ini mungkin langit ataupin sebaliknya. Seperti Omman Khayyam menulis, dalam sajak sajaknya, surga manusia adalah visi pemenuhan hasrat, dan neraka adalah bayangan jiwa ( yang berada diatas api). Yang manakah yang menunujukan bahwa hasrat adalah sumber surgadan pemenuhannya : pada saat yang sama adalah merupakan mental api dan kekecewaan, kekhawatiran, kegelisahan, ataupun kesedihan yaitu bayangan jiwa diatas api . Berabad abad yang lalu, Zoroaster mengajarkan bahwa ada tiga jenis kebaikan : yaitu alam fikiran, dalam lisan, dan dalam perbuatan. Seseorang selalu mengambil kebaikan dalam perbutana sebagai kebaikan, dan dosa dalam lisan ataupun juga pikiran. Kadang kadang fikiran manusia lebih kuat dibanding lisandan perbuatannya. Merupakan sebuah pengalama seorang ahli mistik dan setiap orang yang telah menjalani jalan kerohanian (spiritual) bahwa kekuatan fikiran jauh lebih lebih besar ketimbangan yang lisan atau perbuatan. Dalam kehidupan sehari hari kita mendapati bahwa jika kita memikirkan seseorang membawa buku tertentu atau kembang yang kita hasratkan, kita sering mendapati bahwa dia dating menemui kita, membawakan buku hasrat tersebut, dan meskipun telah terjadi ( yang) seperti ini adalah kekuatan pikiran, kreasi akal. Pikiran adalah sesuatu , seperti telah dikatakan, tetapi ( sebenarnya ) mereka lebih ari itu, pikiran adalah ujud ujud. Mereka hidup sebagaimana kita; mereka bekerja seperti kita bekerja. Mereka mempunyai kehidupan dalam diri mereka ( Nabi ) Isa as. Berkata, kata kata yang saya bicarakan kepadamu, mereka adalah ruh dan hdup mereka . Ruh adalah kehidupan nyata. Manusia adalah ruh. Tubuh adalah materi. Tubih membangkitkan akal yang kita sebut pikiran atau imaginasi. Pikiran dikontrol yang lain tak dikontrol. Pertanyaan adalah, jika kita membuat dunia dan mencetak kehidupan kita, mengapa kita mempunyai ketasengangan, mengapa kesulitan didalam kehidupan, mengapa gagal dalam kehidupan? Jawabannya adalah bahwa itu adalah bukan kesalahan Maha Pencipta bukan pula dunia. Adalah kesalahan pengabdian kita, kekurang-pengetahuan kita. Budha menggambarkan kekurang-pengetahuan kita dalam cara : yaitu jika anda sedang bergelantungan kepada cabang sebatang pohon dalam gelap pekatnya malam, sehingga anda tidak mampu melihat apa yang dibawah kita (Anda) itu, apakah darat atau laut. Lalu anda selalu khawatir akan jatuh, anda tetap bertahan bergantung kepada pohon dan sementara anda menderita kekurangan betapalamakah dapat bertahan sebelumnya anda harus terlepas. Berap lamakah anda dapat bergantung kepada cabang ? meskipun dibawah kaki anda tiada sesuatu seperti hidup seperti cahaya. Alau seperti datangnya matahari terbit Anda mendapati tidak ada air, karena hanya daratlah dibawah kaki anda. Daratan keabadian terlalu jauh dari kita, tetapi ketika matahari pengetahuan terbit kita melihat bahwa ia dekat, sangat dekat ! seseorang mengetahui itu, dia tidak perlu diajari moral atau kebaikan; dia mengetahui apa yang terbaik untuknya, untuk berangkat ; dia mengetahui sendiri;. Dia mengetahui jika ia menciptakan ruh-ruh tersembunyi dalam pikirannya dia akan menjadi monster, dan akan berjalan menentangnya, dan ia akan meruntuhkan hidupnya sendiri. Tetapi jika manusia keinginannya, dan dia selalu dikelilingi

cinta dan kebaikan Sekali orang menyadari ini, hidup mereka menjadi berbeda. Dia menjadi penyembuh bagi manusia; mereka bersimpati dangan kesukaran otang lain; mereka melayani kesulitan orang lain; mereka mencari tau jika mereka tidak dapat melakukan sesuatu, tidak dapat menolong cara apapapun. Nasihat mungkin membantu, pikiran kebaikan dan simpati akan menolong. Apaspun yang dilakukan orang-orang lain mereka lakukan kepada mereka sendiri, karena setiap pikiran kebaikan atau kebijakan dan simpati memunculkan sebuah dunia simpati sekitarnya, dan ada orang tidak dapathidup tanpanya jika mereka pergi kesuatu daerah dimana tak ada yang mengetahui mereka, mereka dapat merubah simpati dan cinta; jika mereka telah menciptakan itu didalam diri mereka . Itu menunjukan betapa penting berhati- hati dari apa yang kita katakan. Seseorang bertindak dibawah pengaruh {spell} kemarahan, menyatakan sesuatu seperti, Saya tidak ingin melihat wajahnya, kata-kata buruk apapun dan dia berharap tidak pernah mengatakan atau melakukan Sesuatu hal setelah pengaruh itu menghilang; bahkan tidak pula kepada seorang musuh yang dia berharap telah menyatakan hal-hal ini. Tetapi pada saat dia tidak mengetahui bahwa aoa yang dia ciptakan {sebenarnya}hidup. Yang diciptakannya itu akan menakutkannya, dan akan menjadi musuhnya sebagaimana musuh seseorang yang prasangka salahnya ditujukan. Bukan hanya itu, tetapi ia akan memunculkan lebih banyak yang serupa itu. SEkali satu pikiran jahat diciptakan dalam ruh kemarahan atau pengampunan, terdapat seribu ruh-ruh lain tercipta darinya. Suatu dunia mungkin tercipta dengan memberi jalan keluar kepada kelemahan tunggal. Semua itu kita tumpuk dan kumpulkan didunia luar demi kebahagiaan dan kenyamanan kita (barangkali suatu kondisi) adalah terbtas, bahkan bukan bagian keseratus dunia ini yang kita miliki dapat kita sebut benar-benar milik kita, tetapi akal kita dapat menciptakan dan mrngumpulkian pikiran-pikiran dan pengesanan yang tak terhitung yang semua meningkatkan dunia nyata. Semua milik kita, semua yang kita kumpulkan dalam kehidupan, semua hal-hal ini bersifat sementara yang suatu hari kita kita harus tinggalkan; tetapi yang telah kita ciptakan dari pikiran kita, dari akal kita, itulah yang hidup. Seorang berpikir, Duhai, suatu hari saya akan membangun sebuah pabrik Pada saat ini dia tidak mempunyai, tidak berilmu tanpa kemampuan, tetapi berpikir tentang Sesuatu yang lain Barangkali tahun-tahun berlalu, dan seribu sumber menyediakan baginya bahwa dia mempunyai suatu hasrat. Jika seseorang me lihat kembali dalam kehidupannya, pada apa yang dia pikirkan tentang pada waktu-waktu yang berbeda, dia akan menemukan bahwa garis nasib (Yang ditimur kami menyebut kismet, takdir) dibentuk oleh pikiran kita. Pikiran telah mempersiapkan bagi kita kebahagiaan atau ketakbahagiaan tersebut yang kita alami. Jika pikiran menyelesaikan ini, begitupun cinta dan imajinasi. Bahkan suatu mimpa dapat menyelesaikan banyak hal, berdasarkan kepada pengesanan yang ia buat. Berapa pikiran berupa sesuatu-sesuatu, berupa objek, pikiran yang berupa ujud-ujud Beberapa pikiran berupa malaikat-malaikat {yang} yang dekat dengan kita dan beberapa berupa setan. Mereka semua mengelilingi kita, baik menolong kita menuju penyelesaian objek-

objek di hadapan kita atau menarik kita kembali dari hal-hal tersebut yang kita ingin selesaikan Seseorang berpikir, dan barangkali dari hasil pikiran ini sangat rapuh; orang lain mempunyai pikiran pada hari ini, dan besoknya hasrat tersebut terpenuhi. Mengapa demikian? Karena kekuatan pikiran. Dalam pikiran seseorang terdapat kehidupan {yang lebih hidup}; pada orang lain, kurang hidup. Kita menyebut kehidupan tersebut yang memiliki kesadaran aktifitas; kita menyebut objek tersebut yang kurang intelejensi dan kesadaran. Bahkan, sejujurnya, keduanya hidup. Perbedaan antara objek dan Sesuatu yang hidup yaitu yang satu kurang hidup dibanding dengan yang lain. Seseorang dengan kehendak yang lemah tak memiliki kekuatan dalam pikirannya. Jika ia memikirkan Sesutu seribu kali, tak berefek, karena dia tidak memiliki vitalitas atau energi tersebut yang dibutuhkan bagi pikiran untuk hidup Apakah fitalitas yang memberikan kehidupan kepada pikiran? Sama dengan yang ada pada manusia, pada sayuran, pada mineral. Pda satu kasus kehidupan berada pada permukaan; pada kasus lain tertutupi. Itulah sebabnya kita menggunakan kata sesuatu pada satu kasus dan ujud pada kasus yang lain. Maka terdapat pikiran yang hidup dan pikiran yang mati. Pada ke