Disentri Vidi

of 24 /24
DISENTRI

description

gui

Transcript of Disentri Vidi

  • DISENTRI

  • DefinisiDisentri berasal dari bahasa Yunani, yaitu dys (=gangguan) dan enteron (=usus), yang berarti suatu peradangan usus besar yang dapat menimbulkan gejala meluas seperti :BAB dengan tinja berdarahBAB dengan tinja bercampur lendir (mucus)Kram perutNyeri saat buang air besar (tenesmus)

    (Syaroni A.,Hoesadha Y, 2006)

  • Etiologi1. Bakteri (Disentri basiler) Shigella, Shigella adalah basil non motil, gram negatif, famili enterobacteriaceae. Ada 4 spesies Shigella, yaitu S.dysentriae, S.flexneri,S.bondii dan S.sonnei. Penyebab disentri yang tersering2. Amoeba (Disentri amoeba), disebabkan Entamoeba hystolitica- E.histolytica merupakan protozoa usus, sering hidup sebagai mikroorganisme komensal (apatogen) di usus besar manusia. Dapat berubah menjadi patogen dengan cara membentuk koloni di dinding usus dan menembus dinding usus sehingga menimbulkan ulserasi.

  • PatogenesisTransmisi: fecal-oral, melalui: makanan / air yang terkontaminasi, person-to-person contact.

    1.Disentri basilera. ShigellaMO bertahan terhadap pH yang rendah, dapat melewati barrier asam lambung kolonisasi di ileum terminalis/kolon, terutama kolon invasi ke sel epitel mukosa kolon replikasi menghasilkan eksotoksin : ShET1, ShET2, dan toksin Shiga, yang mempunyai sifat enterotoksik, sitotoksik,dan neurotoksi cAMP hipersekresi usus (diare cair, diare sekresi) infiltrasi sel radang mukosa usus hiperemik, lebam dan tebal, nekrosis superfisial ulkus-ulkus kecil mengenai pembuluh darah tinja bercampur darah

  • 2.Disentri amoebaBentuk histolitika (trofozoit) menjadi patogen invasi ke sel epitel mukosa usus memproduksi enzim fosfoglukomutase dan lisozim kerusakan dan nekrosis jaringan dinding usus ulkus amoeba ulkus melebar, menonjol malabsorpsi kerusakan permukaan absorpsi massa intraluminal tekanan osmotik intraluminal diare osmotik.

  • Manifestasi Klinis1.Disentri basilerOnset : berlangsung cepat, sering mendadak, dapat juga perlahan-lahanDefeksi sedikit-sedikit dan dapat terus menerus. Sifat : mulanya sedikit-sedikit sampai isi usus terkuras habis, selanjutnya pada keadaan ringan masih dapat mengeluarkan cairan, sedangkan bila keadaan berat tinja berlendir dengan warna kemerah-merahan (red currant jelly) atau lendir yang bening dan berdarah, bersifat basa.Sakit perut kolik

  • MuntahSakit kepalaMikroskopik : sel-sel pus, leukosit/eritrosit, sel makrofag.Suhu bervariasi dari rendah-tinggiNadi cepatSakit perut terutama di sebelah kiri, terasa melilit diikutipengeluaran tinja sehingga mengakibatkan perut menjadi cekung. Di daerah anus luka dan nyeri

  • Bentuk yangberat (fulminating cases) biasanya disebabkan oleh S. dysentriae.Gejalanya timbul mendadak dan berat, berjangkitnya cepat, BAB cair dengan lendir dan darah yang sering muntah-muntah, suhu subfebris, Dehidrasi bahkan syokKadang-kadang gejalanya tidak khas, dapat berupa seperti gejala kolera atau keracunan makanan

  • 2.Disentri amoebaDisentri amoeba ringanonset penyakit perlahan-lahan. perut kembung, kadang nyeri perut ringandiare ringan, 4-5 kali sehari, dengan tinja berbau busuk. Kadang tinjabercampur darah dan lendir. nyeri tekan di daerah sigmoid,jarang nyeri di daerah epigastrium, tergantung pada lokasi ulkusnya. Keadaan umum baik, tanpa atau sedikit demam ringan(subfebris). Kadang dijumpai hepatomegali yang tidak atau sedikit nyeri tekan.

  • Disentri amoeba sedangKeluhan gejala klinis lebih berat dibanding disentri ringan,tetapi pasien masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari. Tinja disertai lendir dan darah. perut kram, demam lemashepatomegali ringan

  • Disentri amoeba beratKeluhan dan gejala klinis lebih berat lagiDiare disertai darah yang banyak, lebih dari 15 kali sehari. Demam tinggi (40 C-40,5 C)Mual anemia

  • DiagnosisDisentri basilerkeluhan nyeri abdomen bawah, dan diarePemeriksaan mikroskopik tinja menunjukkan adanya eritrosit dan leukosit PMN. Untuk memastikan diagnosis dilakukan kultur dari bahan tinja segar atau hapus rektal.Endoskopi : mukosa hemoragik yang terlepas dan ulserasi. Kadang tertutup eksudat. Sebagian besar lesi terdapat di bagian distal kolon dan secara progresif berkurang di segmen proksimal kolonPx. Enzim immunoassay : mendeteksi toksik di tinja.

  • Disentri amubaPemeriksaan tinja : tidak banyak mengandung leukosit tetapi banyak mengandung bakteri.Diagnosis pasti baru dapat ditegakkan bila ditemukan amoeba (trofozoit).Tinja berbau busuk, bercampur darah dan lendir.Pemeriksaan sigmoidoskopi dan kolonoskopididapatkan ulkus yang khas dengan tepi menonjol, tertutup eksudat kekuningan, mukosa usus antara ulkus-ulkus tampak normalFoto rontgen kolonpada kasus amoebiasis kronis, tampak ulkus disertai spasme otot. Pada ameboma nampakfilling defect yang mirip karsinoma

  • Diagnosis BandingDiagnosis banding untuk diare darah :Disentri amubaDisentri basilerEschericiae coliEscherichia coli Enteroinvasive (EIEC)Escherichia coli Enterohemoragik (EHEC)

  • Komplikasi Perdarahan ususPerforasiPeritonitisAmebomaIntususepsiPenyempitan usus (striktura)Amebiasis hatiAbses pleuropulmonalAbses otak, limpa, dan organ lainAmebiasis kulitHaemolytic uremic syndrome (HUS)Arthritis Toksik megakolonProlaps rectalperforasi

  • TrombositopeniaHiponatremiaHipoglikemiaGejala susunan saraf : ensefalopati, penurunan kesadaran.

  • TerapiDisentri basillerPrinsipnya : istirahat, mencegah atau memperbaiki dehidrasi, dan pada kasus berat dapat diberikan antibiotikCairan dan elektrolit : Dehidrasi ringan sedang : cairan rehidrasi oralBerat : cairan IV..Bila pasien tidak muntah : diberikan melalui minuman atau air kaldu atau oralit.Bila berangsur sembuh : susu tanpa gulaDiiet :Makanan lunak sampai frekuensi BAB < 5x/hariMakanan ringan biasa bila ada kemajuan

  • Antibiotik :Berikan atibiotik selama 2 hari. Bila ada kemajuan dilanjutkan selama 5 hari.. Bila tidak ada perbaikan diganti dengan jenis lain.Jika dengan pengobatan antibiotik yang pasien tidak menunjukkan perbaikan diagnosis harus ditinjau ulang dan dilakukan pemeriksaan mikroskopik tinja, kultur, dan resistensi mikroorganisme.

  • Shigella biasanya resisten terhadap Ampisillin, namun bila masih peka : ampisillin 4 x 500 mg/hari selama 5 hari.Trimetropim sulfametoksazol 2 x 960 mg hari selama 3-5 hari.Amoksisilin tidak dianjurkan karena tidak efektif,Pemakaian jangka pendek : siprofloksasin 2 x 500 mg/hari selama 3 hari. KI anak dan bumil.Azitromisin 1 gr dosis tunggalSefiksim 400 mg/hari selama 5 hariBila multiresisten : asam nalidiksik 3x1 g/hari selama 5 hariObat antispasmodik (bila kram berat) : tinktura beladona

  • Disentri amoebaAmebiasis ringan sedang : tetrasiklin 500 mg 4 kali selama 5 hariAmebiasis berat : metronidazole 3 x 750 mg selama 5 10 hari, kloroquin posfat 1 gr / hari selama 2 hari, dilanjutkan 500 mg/hari selama 4 minggu, dan emetin 1 mg/kgBB/hari/IM selama 10 hari

  • Prognosis Prognosis baik pada kasus tanpa komplikasiBentuk S. dysentriae biasanya lebih berat dan masa penyembuhan lama.Bentuk S. flexneri mempunyai angka kematian yang rendah.Prognosis buruk pada abses otak amoeba

  • Pencegahan SanitasiAir minum sebaiknya dimasak terlebih dahulu

  • Syaroni A., Hoesadha Y., 2006. Disentri Basiler. Buku Ajar Penyakit Dalam.FKUI:Jakarta.Oesman,Nizam.2006.BukuAjarIlmuPenyakitDalamedisiIII.Fakultaskedokteran UI.: Jakarta.

  • Terima kasih

    *