DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara...

of 157 /157
RENCANA STRATEGIS (Renstra ) DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH (DPPKAD) TAHUN 2011-2015 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL DINAS PENDAPATAN,PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH (DPPKAD) Jl.Robert Wolter Monginsidi Bantul telp/fax (0274) 368548, kode pos 55711 Website :http://dppkad.bantulkab.go.id email :[email protected]

Transcript of DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara...

Page 1: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENCANA STRATEGIS

(Renstra )

DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN

DAN ASET DAERAH (DPPKAD)

TAHUN 2011-2015

PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL

DINAS PENDAPATAN,PENGELOLAAN KEUANGAN

DAN ASET DAERAH (DPPKAD)

Jl.Robert Wolter Monginsidi Bantul telp/fax (0274) 368548, kode pos 55711

Website :http://dppkad.bantulkab.go.id email :[email protected]

Page 2: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

1

BAB I P E N D A H U L U A N

I.1 LATAR BELAKANG

Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah,

perencanaan stratejik merupakan langkah pertama yang harus

dilaksanakan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab

tuntutan perubahan lingkungan stratejik lokal, nasional dan

global serta tetap berada dalam tatanan Sistem Administrasi

Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan pendekatan stratejik

yang jelas dan sinergis. Guna mendukung terselenggaranya good

governance dibutuhkan perencanaan yang terstruktur dan

terukur dalam batas waktu tertentu sehingga aspirasi masyarakat

dan cita-cita bangsa dan negara terwujud melalui

terselenggaranya pemerintahan dan pembangunan dapat

berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan

bertanggungjawab.

Dengan menggunakan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004

tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional pada pasal

15 ayat (1) dan Pasal 19 ayat (2) disebutkan bahwa setiap SKPD

mempunyai kewajiban untuk menyusun Rencana Strategis SKPD

(RENSTRA-SKPD) untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi

antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan

pengawasan serta menjamin tercapainya penggunaan sumber

daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Di

samping itu, juga sesuai dengan Diktum Kedua Instruksi Presiden

Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi

Pemerintah, disebutkan setiap instansi pemerintah sampai tingkat

Page 3: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

2

Eselon II wajib menyusun Rencana Strategis untuk melaksanakan

akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai wujud

pertanggungjawaban kinerja instansi pemerintah.

Semua SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul

berkewajiban membuat Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat

Daerah (Renstra) dengan menggunakan Peraturan Daerah

Kabupaten Bantul Nomor 01 Tahun 2011 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten

Bantul tahun 2011-2015 sebagai dasar penyusunan. Rencana

Strategi (RENSTRA) SKPD memuat visi, misi, tujuan, sasaran dan

strateji (cara yang digunakan untuk mewujudkan tujuan dan

sasaran yang dijabarkan ke dalam kebijakan-kebijakan dan

program-program) disesuaikan dengan bidang kewenangan dan

atau fungsi SKPD tersebut dalam pemerintahan dalam periode

waktu lima tahunan.

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah

Kabupaten Bantul Nomor 17 Tahun 2011 tentang Perubahan

Ketiga Atas Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2007 Tentang

Pembentukan Organisasi Dinas Daerah di Lingkungan Pemerintah

Kabupaten Bantul. Dalam pasal 31 Peraturan Daerah Nomor 17

Tahun 2011 disebutkan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan

dan Aset Daerah merupakan unsur pelaksana Pemerintah Daerah

di bidang pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset dipimpin

oleh Kepala Dinas dan berkedudukan di bawah dan

bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah

dengan tugas melaksanakan urusan rumah tangga Pemerintahan

Daerah dan tugas pembantuan di bidang pendapatan, pengelolaan

keuangan dan aset.

Page 4: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

3

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas Dinas Pendapatan,

Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dalam menyusun Rencana

Stratejik (RENSTRA) dengan tetap memperhitungkan keunggulan

Sehubungan dengan hal tersebut diatas Rencana Stratejik yang

disusun oleh Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul dengan memaksimalkan keunggulan kompetitif

dan meminimalkan kelemahan internal dengan tetap mengacu

dan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang

berlaku.

I.2 MAKSUD DAN TUJUAN

Rencana Stratejik (RENSTRA) Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul memuat berbagai

pilihan-pilihan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan

setiap tahun. Adapun maksud dari disusunnya Rencana Strategis

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul yaitu sebagai dokumen yang digunakan sebagai

dasar perencanaan dalam mengarahkan dan menyelaraskan

seluruh dimensi kebijakan pembangunan khususnya pada bidang

pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah. Sehingga

program dan kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul setiap tahun dalam

periode waktu 5 (lima) tahun terlaksana secara optimal. Sehingga

Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul

dapat mendukung guna terwujudnya misi Pemerintah Kabupaten

Bantul khususnya misi 3 yaitu “ Meningkatkan kapasitas

pemerintah daerah menuju tata kelola pemerintahan yang

empatik”.

Page 5: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

4

Tujuan dari penyusunan Rencana Stratejik Dinas Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul Tahun 2011-2015

adalah memberikan arah yang jelas dalam upaya mewujudkan

terselenggaranya sebagian urusan otonomi daerah dan

pemerintahan umum dalam pengelolaan pada bidang pendapatan,

keuangan dan aset daerah dalam kurun waktu 5 (lima) tahun.

Sehingga melalui dokumen Rencana Stratejik Dinas Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul Tahun 2011-2015

visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

(RPJMD) Kabupaten Bantul dituangkan kedalam bentuk visi, misi,

strategi, kebijakan, program dan kegiatan SKPD dengan

mengoptimalkan segala sumber daya atau potensi yang ada guna

mewujudkan visi dan misi.

I.3 LANDASAN HUKUM RENSTRA

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul dalam menyusun Rencana Stetejik (Renstra)

menggunakan sejumlah aturan sebagai landasan atau rujukan,

yaitu sebagai berikut :

1. Landasan idiil Pancasila;

2. Landasan konstitusional Undang-Undang Dasar (UUD) 1945;

3. Landasan operasional:

a) Undang-undang No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan

Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2003

No. 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

No. 4286);

b) Undang-undang No. 25 tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional;

Page 6: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

5

c) Undang-undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004

No. 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

No. 4437);

d) Undang-undang No. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan

Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004

Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 4438);

e) Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang

Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi

Sebagai Daerah Otonom;

f) Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 2001 tentang

Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan

Pemerintahan Daerah;

g) Peraturan Pemerintah No. 56 tahun 2001 tentang

Pelaporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No.

4124;

h) Peraturan Pemerintah Nomor 105 tahun 2000, tentang

Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah;

i) Peraturan Pemerintah Nomor 108 tahun 2000 Tentang

Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala Daerah;

j) Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 2004 tentang

Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian

Negara/Lembaga;

k) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang

Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik

Page 7: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

6

Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 4578 );

l) Peraturan Pemerintah RI Nomor 06 Tahun 2006 tentang

Pengelolaan Barang Mlik Negara/Daerah;

m) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007

tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri

Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan

Keuangan Daerah ;

n) Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 Tentang

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

o) Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/2020/SJ

tanggal 11 Agustus 2005 tentang Petunjuk Penyusunan

Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah;

p) Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 14 tahun

2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang

Kabupaten Bantul Tahun 2006–2025;

q) Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 10 tahun

2007 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah

Kabupaten Bantul;

r) Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 13 Tahun

2007 tentang Penetapan Urusan Pemerintahan Wajib dan

Pilihan Kabupaten Bantul;

s) Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor Nomor 17

Tahun 2011 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan

Daerah Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Pembentukan

Organisasi Dinas Daerah di Lingkungan Pemerintah

Kabupaten Bantul;

Page 8: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

7

t) Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 01 Tahun

2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Daerah Kabupaten Bantul tahun 2011-2015;

u) Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 24 Tahun

2008 tentang tata Cara Penyusunan Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Rencana

Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah, Rencana

Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah, dan Pelaksanaan

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah.

v) Peraturan Bupati Bantul Nomor 80 Tahun 2011 tentang

Rincian Tugas Pokok dan Tatakerja Dinas Pendapatan,

Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul.

I.4 HUBUNGAN RPJMD KABUPATEN BANTUL TAHUN 2011-2015

DENGAN RENSTRA DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN

ASET DAERAH KABUPATEN BANTUL

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul berkewajiban menyusun Renstra dengan tetap

mengacu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

(RPJMD) Kabupaten Bantul Tahun 2011-2015. Guna mewujudkan

misi dan tujuan seperti yang tertuang dalam Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten

Bantul Tahun 2011-2015 dengan berdasarkan dengan tugas,

pokok, fungsi dan tata kerja yang melekat pada Dinas Pendapatan,

Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul yaitu

dengan melaksanakan kewenangan pada bidang pengelolaan

pendapatan, keuangan dan aset daerah. Dengan demikian

diharapkan terwujud hasil akhir dari proses penyusunan

Page 9: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

8

dokumen Renstra Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan

Aset Daerah Kabupaten Bantul dapat menghasilkan dokumen

rencana yang sinergis dan terpadu dalam aspek pengelolaan

pendapatan, keuangan dan aset daerah sebagai salah satu modal

dasar terselenggaranya pembangunan daerah dapat berlangsung

secara berdaya guna dan berhasil guna.

Hubungan antara Renstra SKPD dengan dokumen lainnya

disajikan dalam gambar di bawah ini.

Gambar 1.1

Hubungan Renstra SKPD dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

Renstra Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset

Daerah Kabupaten Bantul setiap tahun akan dijabarkan ke dalam

RRPPJJPP NNAASS//PPRROOPP

&& RRTTRR NNAASS

RRPPJJPP DDAAEERRAAHH

RRPPJJMM NNAASS//PPRROOPP

&& RRTTRR PPRROOPP

RRPPJJMM DDAAEERRAAHH

RREENNSSTTRRAA SSKKPPDD

RRKKPP NNAASS//PPRROOPP

RRAAPPBBDD

RRKKAA SSKKPPDD

AAPPBBDD

RRIINNCCIIAANN AAPPBBDD

UUUU.. NNoo.. 2255//0044 SPPN

DDAAEERRAAHH

PPUUSSAATT// PPRROOPPIINNSSII

RRKKPP DDAAEERRAAHH

RREENNJJAA SSKKPPDD

UUUU.. NNoo.. 1177//0033 KN

PPeeddoommaann

PPeeddoommaann

PPeeddoommaann

PPeeddoommaann

DDiijjaabbaarrkkaann

DDiijjaabbaarrkkaann

MMeemmppeerrhhaattiikkaann AAccuuaann

DDiiaaccuu

PPeeddoommaann

PPeeddoommaann

RRTTRRWW KKAABB..

AAccuuaann

Page 10: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

9

Rencana Kerja (Renja) Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset

Daerah Kabupaten Bantul digunakan sebagai dasar/acuan dalam

menentukan program dan kegiatan tahunan yang akan

dilaksanakan.

I.5 SISTEMATIKA PENULISAN RENCANA STRATEGI

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pengelolaan Keuangan dan

Aset Daerah Kabupaten Bantul ini disusun dengan sistematika

penulisan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN.

Bab ini berisi tentang latarbelakang, maksud dan

tujuan, landasan hukum, serta hubungan RPJMD

Kabupaten Tahun 2011-2015 dengan Renstra DPPKAD.

BAB II TUGAS, POKOK DAN FUNGSI

Bab ini menguraikan statistik dan gambaran umum

masa kini masing-masing bidang dan atau fungsi

pemerintahan yang menjadi sektor binaan setiap SKPD.

Sebagai dasar perencanaan kegiatan selama lima tahun,

diuraikan pula statistik tentang proyeksi kondisi yang

diharapkan lima tahun ke depan, sehingga kondisi masa

kini dapat dibandingkan dengan kondisi yang

diharapkan lima tahun ke depan.

Bab ini juga akan menguraikan rumusan tugas pokok

dan fungsi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan

dan Aset Daerah menurut Peraturan Bupati Bantul

Nomor 80 Tahun 2011. Tugas pokok dan fungsi

bersama sama dengan prediksi perjalanan organisasi

Page 11: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

10

pada tahun yang akan datang, akan digunakan sebagai

landasan menyusun indikasi rencana

program/kegiatan.

BAB III VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN

Bab ini memuat rumusan visi dan misi unit kerja

(SKPD) dalam rangka mencapai visi dan misi daerah

sebagaimana diuraikan dalam RPJM dengan sejauh

mungkin menggunakan ungkapan dan pernyataan yang

bersifat matematis dan konkrit sehingga mudah

menentukan target kinerja yang diharapkan.

Selanjutnya, visi dan misi dijabarkan ke dalam tujuan,

kebijakan dan strategi.

BAB IV STRATEGI PENGELOLAAN KEAUANGAN DAN ASET

DAERAH

Dalam bab ini diuraikan mengenai analisis lingkungan

strategis, faktor-faktor penentu keberhasilan, langkah-

langkah strategis, dan analisis skala prioritas serta

strategi (cara untuk mencapai tujuan dan sasaran)

pengelolaan keuangan dan aset daerah yang dituangkan

dalam bentuk kebijakan.

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN INDIKATIF

Dalam bab ini diuraikan mengenai matrik indikasi

program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset

Daerah.

Page 12: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

11

Bab ini menjelaskan tentang arah kebijakan

pengelolaan keuangan daerah (arah pengelolaan

pendapatan daerah, kebijakan belanja daerah,

kebijakan akuntansi daerah dan kebijakan

pembiayaan), kebijakan umum anggaran dan kebijakan

pengelolaan aset daerah.

BAB VI PENGUKURAN DAN EVALUASI KINERJA.

Bab ini menguraikan tentang kerangka pengukuran

kinerja (penetapan indikator kinerja, penetapan

capaian kinerja), evaluasi kinerja (evaluasi kinerja

kegiatan, evaluasi kinerja program, evaluasi capaian

sasaran), kesimpulan hasil evaluasi dan analisis

pencapaian akuntabilitas kinerja.

BAB VII PENUTUP.

Page 13: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

12

BAB II TUGAS, POKOK DAN FUNGSI

II.1 STRUKTUR ORGANISASI

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah

Kabupaten Bantul Nomor 17 Tahun 2011 tentang Perubahan

Ketiga Atas Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 16 Tahun

2007 Tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah di

Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul, dengan susunan

organisasi yaitu sebagai berikut : 1. Kepala Dinas;

2. Sekretariat, terdiri dari :

a. Sub Bagian Umum;

b. Sub Bagian Program; dan

c. Sub Bagian Keuangan dan Aset.

3. Bidang Pendaftaran dan Penetapan, terdiri atas :

a. Seksi Pendataan, Pendaftaran dan Pelayanan;

b. Seksi Verifikasi dan Informasi Pendapatan; dan

c. Seksi Penetapan.

4. Bidang Penagihan, terdiri atas :

a. Seksi Penagihan dan Piutang;

b. Seksi Keberatan; dan

c. Seksi Pengendalian Operasional, Pemeriksaan dan

Penindakan.

5. Bidang Anggaran, terdiri atas :

a. Seksi Perencanaan Anggaran; dan

Page 14: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

13

b. Seksi Pengendalian Anggaran.

6. Bidang Perbendaharaan, terdiri atas :

a. Seksi Belanja Tidak Langsung; dan

b. Seksi Belanja Langsung.

7. Bidang Akuntansi, terdiri atas :

a. Seksi Pembukuan; dan

b. Seksi Pengolahan Data dan Laporan.

8. Bidang Aset, terdiri atas :

a. Seksi Inventarisasi dan Penghapusan;

b. Seksi Penilaian dan Optimalisasi;

c. Seksi Pengolahan Data dan Pengendalian.

Bagan susunan organisasi Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul sesuai dengan

Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 17 Tahun 2011

yaitu sebagai berikut :

Page 15: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

14

Kelompok Jabatan

Fungsional

Kepala Dinas

UPT

Seksi

Penetapan

Bidang Pendaftaran dan

Penetapan

Seksi Pendataan, Pendaftaraan dan

Pelayanan

Seksi Verifikasi dan Informasi

Pendapatan

Seksi Pengendalian Operasional,

Pemeriksaan dan Penindakan

Bidang

Penagihan

Seksi Penagihan

dan Piutang

Seksi

Keberatan

Bidang

Anggaran

Seksi Perencanaan

Anggaran

Seksi Pengendalian

Anggaran

Bidang Perbendaharaan

Seksi Belanja Tidak

Langsung

Seksi Belanja

Langsung

Bidang Akuntansi

Seksi

Pembukuan

Seksi Pengolahan Data dan Laporan

Bidang Aset

Seksi Inventarisasi

& Penghapusan

Seksi Penilaian &

Optimalisasi

Seksi Pengolahan

data dan Pengendalian

Sekretariat

Sub Bagian Umum

Sub Bagian Program

Sub Bagian Keuangan dan Aset

Page 16: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

15

II.2 TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA

Tugas, pokok dan fungsi Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah diatur dengan Peraturan Bupati Bantul

Nomor 80 Tahun 2011 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata

Kerja Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul sesuai dengan ketentuan Pasal 36 Peraturan

Daerah Kabupaten Bantul Nomor 16 Tahun 2007 tentang

Pembentukan Organisasi Daerah di Lingkungan Pemerintah

Kabupaten Bantul sebagaimana telah diubah dengan Peraturan

Daerah Nomor 17 Tahun 2011.

Dalam melaksanakan tugasnya, Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten mempunyai 4 fungsi yaitu

sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pendapatan,

pengelolaan keuangan dan aset;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan tugas

pembantuan di bidang pendapatan, pengelolaan keuangan dan

aset;

c. Pelaksanaan kesekretaruatan Dinas; dan

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai

dengan tugas dan fungsinya.

Adapun rincian tugas yang diatur dalam Peraturan Bupati Nomor

80 tahun 2011 yaitu sebagai berikut : Kepala Dinas mempunyai tugas :

a. Memimpin penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas sesuai

ketentuan perundang-undangan yang berlaku; dan

b. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai

tugas dan fungsinya.

Page 17: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

16

Sekretariat mempunyai tugas :

a. Menyusun rencana kegiatan;

b. Menyiapkan bahan kerja;

c. Merumuskan kebijakan teknis dalam menentukan sasaran

kegiatan sekretariat;

d. Mengkoordinasikan perumusan kebijakan, pedoman dan

petunjuk teknis semua bidang;

e. Menyelenggarakan pengumpulan, pengolahan dan penyajian

data rencana anggaran dan belanja kegiatan semua bidang;

f. Mengkoordinasikan semua bidang dalam rangka kelancaran

pelaksanaan tugas dinas;

g. Menyelenggarakan urusan umum, surat-menyurat,

perlengkapan dan rumah tangga, urusan hukum,

kepegawaian, gaji pegawai, monitoring dan pelaporan, tata

naskah dinas, organisasi dan tatalaksana;

h. Menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan naskah dinas,

kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana, serta

perpustakaan dinas;

i. Menyusun dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

j. Menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan di bidang tugasnya;

k. Memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

l. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasn sesuai

bidang tugasnya; dan

m. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Page 18: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

17

Sub Bagian Umum mempunyai tugas

a. Menyusun rencana kegiatan;

b. Menyiapkan bahan kerja;

c. Menyiapkan dan memfasilitasi urusan hukum yang berkaitan

dengan pelaksanaan dinas;

d. Melaksanakan tata naskah dinas, humas dan protokol,

kearsipan, kepustakaan, surat-menyurat, dan alat tulis unit

kerja;

e. Mengelola kebersihan, ketertiban, keamanan ruanh kerja serta

lingkungan kerja Dinas;

f. Menyimpan, mendistribusikan dan memelihara barang dinas;

g. Memelihara kendaraan dinas;

h. Melaksanakan adminsitrasi perjalanan dinas bagi pejabat dan

staf di lingkungan Dinas yang akan melakukan perjalanan

dinas;

i. Menyiapkan perlengkapan rapat dan melayani tamu dinas;

j. Menghimpun, menelaah dan mendolumentasikan peraturan

perundang-undangan di bidang kepegawaian;

k. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengembangan pegawai;

l. Melaksanakan administrasi kepegawaian;

m. Menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

n. Menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

o. Memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

p. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

q. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Page 19: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

18

Sub Bagian Program mempunyai tugas :

a. Menyusun rencana kegiatan;

b. Menyiapkan bahan kerja;

c. Menghimpun, menelaah, menganalisis, mengklarifikasi dan

mendokumentasikan peraturan perundang-undangan yang

berkaitan dengan program dan kegiatan dinas;

d. Merencanakan dan melaksanakan pengembangan program

dan kegiatan dinas;

e. Mengkoordinasikan penyusunan Renstra, Renja, Kebijakan

Umum APBD (KUA), Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara

(PPAS) dan Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA) SKPD;

f. Mengkoordinasikan penyusunan bahan Laporan

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), Laporan

Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati, Laporan

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah (LAKIP),

dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM);

g. Mengkoordinasikan penyusunan rencana kebutuhan barang;

h. Menginventarisasi, mengindentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

i. Memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

j. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

k. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Sub Bagian Keuangan dan Aset mempunyai tugas :

a. Menyusun rencana kegiatan;

b. Menyiapkan bahan kerja;

Page 20: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

19

c. Melaksanakan penatausahaan dan pembayaran gaji pegawai;

d. Melaksanakan penatausahaan pengelolaan keuangan sesuai

SAP;

e. Mengkoordinasikan penyusunan DPA;

f. Melaksanakan administrasi penerimaan, penyetoran dan

pelaporan pajak;

g. Menyusun laporan pertanggungjawaban pengelolaan

keuangan;

h. Melaksanakan administrasi, inventarisasi, dan laporan

pertanggungjawaban pengelolaan aset;

i. Mengusulkan penghapusan BMD;

j. Menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

k. Menginventarisasi, mengindentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang usahanya;

l. Memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

m. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

n. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Bidang Pendaftaran dan Penetapan mempunyai tugas a. Menyusun rencana kegiatan;

b. Menyiapkan bahan kerja;

c. Merumuskan kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis

pendaftaran, penetapan, pendataan dan pelayanan di bidang

pajak daerah sesuai bidangnya;

d. Menyelenggarakan dan mengkoordinasikan pendaftaran,

penetapan, pendataan dan pelayanan di bidang pajak daerah;

Page 21: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

20

e. Menyelenggarakan pengelolaan pajak daerah;

f. Menyelenggarakan perencanaan dan pengembangan

pendapatan daerah;

g. Menyelenggarakan evaluasi dan pelaporan realisasi hasil

penerimaan pendapatan daerah;

h. Menyusun dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

i. Memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

j. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

k. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Seksi Pendataaan, Pendaftaran dan Pelayanan mempunyai

tugas :

a. Menyusun rencana kegiatan;

b. Menyiapkan bahan kerja;

c. Melaksanakan pengamatan potensi pajak daerah, pendataan

objek subjek pajak, penilaian pajak dalam rangka

ekstensifikasi pajak daerah;

d. Menyiapkan bahan koordinasi penyusunan data dasar

pendapatan daerah;

e. Menyusun data dasar perkembangan subjek dan objek pajak

daerah;

f. Memproses dan menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak

Daerah (SPTPD) atau Surat Pemberitahuan Objek Pajak

(SPOP) kepada wajib pajak daerah;

g. Menerima dan meneliti Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD)

atau Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) atau Surat

Page 22: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

21

Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) dari wajib pajak daerah

beserta dokumen pendukungnya;

h. Memproses dan menyampaikan surat peringatan/teguran

kepada wajib pajak daerah yang belum mengirimkan Surat

Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD)/Surat Pemberitahuan

Objek Pajak (SPOP) kepada wajib pajak daerah;

i. Memproses pembetulan atas Surat Pemberitahuan Pajak

Terutang (SPPT), Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD), Surat

Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB), Surat

Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan (SKPDKBT),

Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD), Surat Ketetapan Pajak

Daerah Nihil (SKPDN) dan Surat Ketetapan Pajak Daerah

Lebih Bayar (SKPDLB);

j. Mengkoordinasikan pelaksanaan pendataan sumber-sumber

pendapatan pajak dan retribusi daerah serta sumber

pendapatan lain yang sah;

k. Melaksanakan validasi data sumber-sumber pendapatan pajak

dan retribusi daerah serta sumber pendapatan lain yang sah;

l. Mendokumentasikan berkas layanan pajak daerah;

m. Menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

n. Menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

o. Memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

p. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

q. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Page 23: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

22

Seksi Verifikasi dan Informasi Pendapatan mempunyai tugas :

a. Menyusun rencana kegiatan;

b. Menyiapkan bahan kerja;

c. Melaksanakan verifikasi data subjek dan objek pajak daerah;

d. Menyusun data base subjek dan objek pajak daerah;

e. Melaksanakan konfirmasi dan klarifikasi terhadap perubahan

dan ketidaksesuaian data pajak daerah;

f. Melaksanakan koordinasi dan pengolahan data dalam rangka

perhitungan perolehan pendapatan asli daerah;

g. Melaksanakan pengelolaan sistem informasi pengolahan data

pendapatan daerah;

h. Melaksanakan penatausahaan penerimaan pajak, bagi hasil

pajak dan dana perimbangan;

i. Menyiapkan sarana prasarana teknologi informasi;

j. Menyiapkan bahan koordinasi, sosialisasi, dan sinkronisasi

bagi hasil pajak;

k. Menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

l. Menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

m. Memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

n. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

o. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Seksi Penetapan mempunyai tugas :

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

Page 24: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

23

c. menyiapkan nota perhitungan dan penetapan pajak daerah;

d. menyiapkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD);

e. memproses dan menyampaikan Surat Ketetapan Pajak Daerah

(SKPD);

f. melaksanakan penatausahaan, monitoring, dan evaluasi Surat

Ketetapan Pajak Daerah (SKPD);

g. melaksanakan legalisasi benda berharga dan objek pajak

daerah;

h. menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

i. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

j. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

k. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

l. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Bidang Penagihan mempunyai tugas :

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. merumuskan kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis

penagihan, piutang, pengurangan/keringanan, keberatan dan

banding, pengendalian operasional, pemeriksaan dan

penindakan di bidang pajak daerah;

d. menyelenggarakan dan mengkoordinasikan penagihan,

piutang, pengurangan/keringanan, keberatan dan banding,

pengendalian operasional, pemeriksaan dan penindakan di

bidang pajak daerah;

Page 25: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

24

e. menindaklanjuti surat pengurangan/keringanan, keberatan

dan surat permohonan banding atas materi penetapan pajak

daerah;

f. menyelenggarakan evaluasi tunggakan pajak daerah,

penghapusan piutang, penundaaan pembayaran, angsuran

tunggakan, pengurangan/keringanan, keberatan dan banding

pengendalian operasional, pemeriksaan dan penindakan di

bidang pajak daerah;

g. menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan, pemberdayaan,

pengawasan dan pengendalian retribusi daerah;

h. menyusun dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

i. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

j. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

k. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

l. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Seksi Penagihan dan Piutang mempunyai tugas :

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. melaksanakan kegiatan penagihan terhadap pajak daerah;

d. melaksanakan penatausahaan piutang pajak, penundaan

pembayaran dan angsuran tunggakan pajak;

e. menyiapkan usulan penghapusan piutang pajak;

f. menyiapkan surat tagihan pajak daerah yang telah melampaui

batas akhir pembayaran;

Page 26: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

25

g. menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

h. menyiapkan bahan koordinasi pelaksanaan penagihan pajak

daerah;

i. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

j. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

k. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

l. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Seksi Keberatan mempunyai tugas :

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. memproses permohonan pengurangan/keringanan pajak

daerah;

d. memproses permohonan keberatan dan banding atas materi

penetapan pajak daerah;

e. menyiapkan bahan pertimbangan keputusan terhadap

permohonan pengurangan/keringanan dan keberatan dan

banding pajak daerah;

f. menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

g. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

h. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

Page 27: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

26

i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

j. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Seksi Pengendalian Operasional, Pemeriksaan dan Penindakan

mempunyai tugas :

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. menyiapkan bahan koordinasi pengendalian operasional,

pemeriksaan dan penindakan;

d. memproses permohonan pengajuan restitusi atau

pengembalian pembayaran pajak daerah;

e. melaksanakan penelitian dan pemeriksaan kesesuaian

penetapan pajak daerah terhadap objek pajak dan subjek

pajak daerah;

f. melaksanakan pemeriksaan pembukuan, pelaporan dan

penyetoran pajak dan retribusi daerah;

g. menyusun laporan hasil pemeriksaan subjek dan objek pajak

daerah secara berkala;

h. melaksanakan penindakan atas pelanggaran pajak daerah;

i. melaksanakan monitoring dan evaluasi pemungutan pajak

daerah;

j. melaksanakan intensifikasi pajak daerah;

k. menyiapkan bahan koordinasi untuk pelaksanaan,

pemberdayaan dan pengendalian retribusi daerah;

l. menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

m. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

Page 28: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

27

n. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

o. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

p. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Bidang Anggaran mempunyai tugas :

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. merumuskan kebijakan dan pedoman pelaksanaan APBD;

d. menyelenggarakan pengendalian pelaksanaan pengelolaan

keuangan daerah;

e. mengkoordinasikan penyusunan APBD dan perubahan APBD.

f. menerbitkan DPA , DPPA-SKPD, dan SPD;

g. menyusun Analisis Standar Belanja (ASB) dan Standar Harga

Barang dan Jasa (SHBJ);

h. menyusun manajemen anggaran kas;

i. mengkoordinasikan penyusunan anggaran rencana

pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM);

j. menyusun dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

k. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

l. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

m. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

n. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Page 29: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

28

Seksi Perencanaan Anggaran mempunyai tugas :

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. menyiapkan bahan koordinasi dan perencanaan APBD dan

perubahan APBD;

d. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan dan pedoman

pelaksanaan APBD;

e. menyiapkan penyusunan Analisis Standar Belanja (ASB);

f. menyusun APBD dan perubahan APBD;

g. menyusun standarisasi harga barang dan jasa daerah;

h. menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

i. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

j. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

k. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

l. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Seksi Pengendalian Anggaran mempunyai tugas :

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. menyiapkan bahan koordinasi dan pengendalian pelaksanaan

pengelolaan keuangan daerah;

d. menyiapkan bahan penyusunan manajemen anggaran kas;

e. menyiapkan bahan penerbitan DPA dan DPPA-SKPD;

f. menyiapkan bahan penerbitan SPD;

Page 30: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

29

g. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan anggaran rencana

pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM);

h. menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

i. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

j. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

k. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

l. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Bidang Perbendaharaan mempunyai tugas :

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. merumuskan kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis di

bidang perbendaharaan;

d. menyelenggarakan kebijakan manajemen investasi;

e. menyelenggarakan penerbitan SP2D;

f. menyelenggarakan pengendalian pencairan APBD;

g. menyelenggarakan rekonsiliasi dan pelaporan dana

perimbangan;

h. menyusun dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

i. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

j. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

Page 31: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

30

k. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

l. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Seksi Belanja Tidak Langsung mempunyai tugas:

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. menyiapkan bahan kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis

yang berkaitan dengan pengelolaan belanja tidak langsung;

d. melaksanakan penatausahaan dan pembayaran gaji;

e. melaksanakan pembinaan administrasi pengelolaan keuangan

daerah yang berkaitan dengan belanja tidak langsung;

f. melaksanakan pengujian SPM belanja tidak langsung;

g. memproses penerbitan SP2D belanja tidak langsung;

h. melaksanakan pengendalian pencairan dana belanja tidak

langsung;

i. melaksanakan pemotongan, penyetoran dan pelaporan Iuran

Wajib Pegawai (IWP), PPh Pasal 21 gaji PNS dan Tabungan

Perumahan (Taperum);

j. melaksanakan sistem informasi gaji;

k. memproses penerbitan Surat Keterangan Pemberhentian

Pembayaran (SKPP) bagi pegawai yang pindah dan pensiun;

l. menyiapkan bahan penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan

dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) dalam pelaksanaan

anggaran;

m. menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

n. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

Page 32: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

31

o. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

p. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

q. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Seksi Belanja Langsung mempunyai tugas :

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. menyiapkan bahan kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis

yang berkaitan dengan pengelolaan belanja langsung

d. melaksanakan pembinaan administrasi pengelolaan keuangan

daerah yang berkaitan dengan belanja langsung;

e. melaksanakan pengujian SPM belanja langsung;

f. memproses penerbitan SP2D belanja langsung;

g. melaksanakan pengendalian pencairan dana belanja langsung;

h. melaksanakan penatausahaan dokumen SP2D belanja

langsung;

i. menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

j. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

k. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

m. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Page 33: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

32

Bidang Akuntansi mempunyai tugas :

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. merumuskan kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis di

bidang akuntansi;

d. menyelenggarakan penatausahaan pendapatan, belanja dan

pembiayaan secara sistematis dan kronologis sesuai SAP;

e. mengkoordinasikan laporan keuangan SKPD dan tugas

pembantuan;

f. menyelenggarakan koordinasi dan pembinaan penyusunan

neraca.

g. menyelenggarakan rekonsiliasi bank dan evaluasi realisasi

APBD;

h. menyelenggarakan penatausahaan keuangan selain kas;

i. menyusun dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

j. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

k. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

m. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Seksi Pembukuan mempunyai tugas:

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. melaksanakan penatausahaan pendapatan, belanja dan

pembiayaan secara sistematis dan kronologis sesuai SAP;

Page 34: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

33

d. melaksanakan penelitian bukti kas penerimaan dan

pengeluaran dari kas daerah;

e. menyiapkan bahan koordinasi dan pembinaan penyusunan

neraca;

f. menyiapkan bahan koordinasi dan pelaporan pengelolaan

dana tugas pembantuan;

g. menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

h. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

i. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

k. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Seksi Pengolahan Data dan Laporan mempunyai tugas :

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan akuntansi

pengelolaan keuangan daerah;

d. menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan laporan

pertanggungjawaban pelaksanaan APBD;

e. menyiapkan bahan penyusunan laporan semesteran;

f. menyiapkan bahan penyusunan laporan neraca daerah;

g. menyiapkan bahan penyusunan laporan realisasi anggaran

dan laporan alur kas;

h. menyusun naskah pengantar penyampaian laporan

pertanggungjawaban pelaksanaan APBD;

Page 35: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

34

i. menyiapkan bahan informasi keuangan daerah;

j. menyiapkan bahan evaluasi pelaksanaan APBD;

l. menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

m. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

n. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

o. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

p. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Bidang Aset mempunyai tugas :

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. merumuskan kebijakan, pedoman sistem dan prosedur

pengelolaan aset dan petunjuk sistem dan prosedur

penatausahaan persediaan teknis di bidang pengelolaan

BMD;

d. menyelenggarakan pengelolaan BMD;

e. mengkoordinasikan penyusunan laporan pengelolaan BMD;

f. menyelenggarakan koordinasi dan pembinaan pengeloaan

BMD;

g. menyusun dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

h. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

i. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

Page 36: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

35

j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

k. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Seksi Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas:

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. melaksanakan inventarisasi dan verifikasi BMD;

d. melaksanakan pengamanan administrasi, fisik dan hukum

atas seluruh BMD;

e. menyusun buku induk inventaris dan rekapitulasi BMD;

f. menyiapkan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan

inventarisasi dan mekanisme penghapusan BMD;

g. mengumpulkan, menyusun, dan mengolah data rencana

penghapusan dan pemindahtanganan BMD;

h. menyiapkan administrasi pelaksanaan penghapusan dan

pemindahtanganan BMD;

i. melaksanakan penatausahaan, inventarisasi, verifikasi

penyerahan hasil pengadaaan BMD dari SKPD;

j. menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

k. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

l. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

m. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

n. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Page 37: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

36

Seksi Penilaian dan Optimalisasi mempunyai tugas :

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. menyiapkan bahan penyusunan tata cara penilaian BMD;

d. menyiapkan bahan koordinasi dan pelaksanaan penilaian,

optimalisasi dan pemeliharaan BMD;

e. menyiapkan bahan dalam rangka pengadaan BMD sesuai

dengan peraturan yang berlaku;

f. melaksanakan pengadaan barang/jasa sesuai dengan

peraturan yang berlaku;

g. melaksanakan penatausahaan BMD hasil pengadaan dan

penerimaan hibah;

h. melaksanakan penyimpanan, penyaluran, penggunaan,

pemanfaatan, pengawasan serta pelaporan BMD;

i. menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

j. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

k. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

m. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

Seksi Pengolahan Data dan Pengendalian mempunyai tugas :

a. menyusun rencana kegiatan;

b. menyiapkan bahan kerja;

c. menyiapkan bahan penyusunan Rencana Kebutuhan Barang

Milik Daerah (RKBMD), Rencana Kebutuhan Pemeliharaan

Page 38: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

37

Barang Milik Daerah (RKPBMD), Daftar Kebutuhan Barang

Milik Daerah (DKBMD) dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan

Barang Milik Daerah (DKPBMD) dari masing-masing SKPD;

d. menyiapkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis

pengelolaan BMD;

e. menyiapkan bahan penyusunan standarisasi sarana prasarana

kerja;

f. menyusun rekapitulasi mutasi BMD dan laporan pengguna

barang, serta pemeliharaan BMD dari masing-masing SKPD

secara berkala;

g. menyiapkan bahan pembinaan, pengawasan dan

pengendalian pada pengurus barang dan penyimpanan barang

di SKPD;

h. menyiapkan keputusan tentang pengurus dan penyimpanan

barang atau sebutan lainnya;

i. menyiapkan dan mengevaluasi SOP sesuai bidang tugasnya;

j. menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan

pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;

k. memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan

mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang

tugasnya;

l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

bidang tugasnya; dan

m. mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas

Page 39: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

38

II.3 SUMBER DAYA MANUSIA, SARANA DAN PRASARANA KERJA

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul merupakan institusi yang dibentuk dengan

menggabungkan 3 (tiga) instansi yaitu Bagian Keuangan, Bagian

Perlengkapan dan Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bantul.

Demikian juga untuk sumber daya manusia, sarana dan prasarana

yang terdapat pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan

Aset Daerah Kabupaten Bantul merupakan gabungan dari sumber

daya, sarana dan prasarana yang terdapat pada Bagian Keuangan,

Bagian Perlengkapan dan Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten

Bantul serta terdapat penambahan sumber daya manusia yang

berasal dari luar ke 3 (tiga) instansi tersebut dan sarana

prasarana melalui pengadaan yang dilaksanakan. Sampai tahun

2012 sebagai gambaran umum kondisi sumber daya manusia,

sarana dan prasarana pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah dapat dilihat sebagai berikut :

1. Sumber Daya Manusia Jumlah pegawai Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan

dan Aset Daerah Kabupaten Bantul pada tahun 2012

sebanyak 119 orang. Adapun kondisi kepegawaian Dinas

Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul dapat dilihat sebagai berikut :

Page 40: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

39

a. Berdasarkan latar belakang pendidikan terdiri :

Komposisi PNS Berdasarkan Jenjang Pendidikan

JUMLAH JENJANG PENDIDIKAN

SD SMP SMA SMA KEJURUAN DIPLOMA S1 S2

127 2 4 37 18 11 44 11

2. Berdasarkan golongan ruang terdiri :

Komposisi PNS Berdasarkan Golongan Ruang

3. Berdasarkan pendidikan dan pelatihan penjenjangan Pegawai pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan

dan Aset Daerah Kabupaten Bantul yang telah mengikuti

Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan sebanyak 12

pegawai.

Jumlah

Gol IV Gol III Gol II Gol I

b a d c b a d c b a d c b a

127 1 3 10 7 39 31 9 9 4 9 2 1 1 1

Page 41: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

40

4. Jabatan Struktural Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor

17 Tahun 2011 pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul terdapat 26

jabatan struktural dengan perincian yaitu sebagai berikut :

a. Eselon II sebanyak 1 jabatan struktural

b. Eselon III sebanyak 7 jabatan struktural

c. Eselon IV sebanyak 18 jabatan struktural.

Keadaan jabatan struktural pada Dinas Pendapatan,

Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul

yaitu sebagai berikut :

Page 42: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

41

Tabel 2.1 KEADAAN JABATAN STRUKTURAL

DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN BANTUL

NO NAMA NIP PANGKAT

JABATAN

GOL TMT

1 2 3 4 5 6

1 Drs. Trisaktiyana, M.Si 19660219 199303 1 005 IV/b 1-Oct-11 Kepala DPPKAD Kab. Bantul

2 Ari Purwaningsih, S.E, M.Si 19681109 199008 2 001 IV/a 1-Oct-09 Sekretaris DPPKAD Kab. Bantul

3 Drs. R. Moelyosubagio, M.Si 19620730 199603 1 002 IV/a 1-Oct-09 Kepala Bidang Belanja DPPKAD Kab. Bantul

4 Suyono, S.E 19661120 199403 1 008 IV/a 1-Oct-10 Kepala Bidang Anggaran DPPKAD Kab. Bantul

5 Dian Mutiara Sri Rahmawati, S.H, MM 19691112 199603 2 003 III/d 1-Apr-08 Kepala Bidang Pendaftaran dan Penetapan DPPKAD Kab. Bantul

6 Sujarwo, S.E 19710827 199703 1 005 III/d 1-Apr-09 Kepala Bidang Aset DPPKAD Kab. Bantul

7 M. Anas Jauhari, S.E 19720212 199803 1 011 III/d 1-Apr-10 Kepala Bidang Akuntansi DPPKAD Kab. Bantul

8 Drs. Trisna Manurung, M.Si 19711230 199603 1 002 III/c 1-Oct-08 Kepala Bidang Penagihan DPPKAD Kab. Bantul

9 Andus Sarwana, S.H 19670314 199403 1 009 III/d 1-Apr-06 Kepala Seksi Penilaian dan Optimalisasi pada Bidang Aset DPPKAD Kab. Bantul

10 Ani Suryani, S.E 19700302 199603 2 002 III/d 1-Apr-08 Kepala Sub Bagian Keuangan dan Aset pada Sekretariat DPPKAD Kab. Bantul

Page 43: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

42

NO NAMA NIP PANGKAT

JABATAN

GOL TMT

1 2 3 4 5 6

11 Indrijati, S.E 19680122 199703 2 003 III/d 1-Apr-09 Kepala Sub Bagian Program pada Sekretariat DPPKAD Kab. Bantul

12 Niken Iriani, S.IP 19600527 198603 2 007 III/d 1-Apr-10 Kepala Seksi Pengolahan Data dan Pengendalian pada Bidang Aset

DPPKAD Kab. Bantul

13 Arum Bidayati, S.IP, MPA 19691205 199803 2 004 III/d 1-Apr-10 Kepala Seksi Belanja Langsung pada Bidang Perbendaharaan

DPPKAD Kab. Bantul

14 Jugo N Subarkah, S.E, M.Si 19730826 199903 1 005 III/d 1-Apr-11 Kepala Seksi Pengendalian Anggaran pada Bidang Anggaran DPPKAD

Kab. Bantul

15 Yunis Marlina Nasution, S.E, M.Ec.Dev 19740314 199903 2 005 III/d 1-Apr-11 Kepala Seksi Belanja Tidak Langsung pada Bidang Perbendaharaan

DPPKAD Kab. Bantul

16 Dewi Nurharjanti, S.E 19720629 200003 2 003 III/c 1-Apr-08 Kepala Seksi Inventarisasi dan Penghapusan pada Bidang Aset

DPPKAD Kab. Bantul

17 Muhammad Baried, S.Sos 19691031 199102 1 001 III/c 1-Oct-08 Kepala Seksi Penagihan dan Piutang pada Bidang Penagihan DPPKAD

Kab. Bantul

18 Sugeng Prihatin, S.H 19621217 199003 1 009 III/c 1-Apr-10 Kepala Seksi Verifikasi, Informasi dan Pelayanan pada Bidang Pendaftaran dan Penetapan DPPKAD Kab. Bantul

19 Mulyatmi, S.E 19640731 198603 2 001 III/c 1-Oct-10 Kepala Sub Bagian Umum pada Sekretariat DPPKAD Kab. Bantul

20 Nurhidayati, S.E 19700306 199503 2 002 III/c 1-Oct-11 Kepala Seksi Pembukuan pada Bidang Akuntansi DPPKAD Kab.

Bantul

21 Ramiyana, S.IP 19680208 199203 1 008 III/c 1-Oct-11 Kepala Seksi Pendataan, Pendaftaran, dan Pelayanan pada Bidang

Pendaftaran dan Penetapan DPPKAD Kab. Bantul

22 Unik Prastiwi Yudiari, S.E 19721207 199503 2 002 III/c 1-Oct-11 Kepala Seksi Pengolahan Data dan Laporan pada Bidang Akuntansi

DPPKAD Kab. Bantul

23 R. Surana Nugraha, A.Md 19690329 199303 1 004 III/b 1-Apr-08 Kepala Seksi Perencanaan Anggaran pada Bidang Anggaran DPPKAD Kab. Bantul

24 Jonet Rohmanyu, S.E, MSE 19690616 199402 1 001 III/b 1-Oct-09 Kepala Seksi Keberatan pada Bidang Penagihan DPPKAD Kab. Bantul

Page 44: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

43

NO NAMA NIP PANGKAT

JABATAN

GOL TMT

1 2 3 4 5 6

25 Ambar Sutadi, S.H 19730731 199402 1 002 III/b 1-Oct-09 Kepala Seksi Penetapan pada Bidang Pendaftaran dan Penetapan

DPPKAD Kab. Bantul

26 Anggit Nur Hidayat, S.H, M.AP 19780918 199803 1 004 III/b 1-Oct-09 Kepala Seksi Pengendalian Operasional, Pemeriksaan dan Penindakan pada Bidang Penagihan DPPKAD Kab. Bantul

Page 45: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

44

5. Sarana dan Prasarana Kerja Sarana dan prasarana kerja yang terdapat pada Dinas Pendapatan,

Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul yang

menunjang pelaksanaan tugas, fungsi dan tata kerja secara

optimal. Sarana dan prasarana kerja terdiri dari perlengkapan dan

peralatan serta sarana mobilitas adalah sebagai berikut :

PERLENGKAPAN & PERALATAN

KANTOR

No Perlengkapan dan Peralatan Kantor

Jumlah (Unit)

1 Kursi 2

2 Kursi Biro 6

3 Kursi Rapat 189

4 Kursi Busa 3

5 Kursi dengan tangan 5

6 Kursi Kayu 55

7 Kursi Lipat 13

8 Kursi Putar 7

9 Kursi Rotan 120

10 Kursi Busa 7

11 Kursi Spon 6

12 Kursi Spon Tangan 6

13 Kursi Tunggu 8

14 Meja Biro 15

15 Meja 1/2 biro 38

16 Meja bundar 1

17 Meja Counter 2

18 Meja Formulir 4

19 Meja Kayu 100

Page 46: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

45

20 Meja Komputer 40

21 Meja Kursi Tamu 2

22 Meja Tamu 7

23 Meja Rapat 43

24 Meja Telepon 4

25 Mesin Ketik 19

26 Monitor 7

27 Server 4

28 Komputer 42

29 Laptop 11

30 Note Book 2

31 LCD Proyektor 2

32 Lemari Es 3

33 Lemari Kecil 1

34 Mega phone 1

35 AC 6

36 Almari Besi 8

37 Almari Kaca 3

38 Almari Kayu 12

39 Almari Sorok 1

40 Brankas 8

41 Camera 3

42 Handycam 1

43 Cash Box 1

44 Dingklik Panjang 5

45 Dingklik Bundar 2

46 Dispencer 3

47 Faximilie 1

48 Filling Cabinet 30

49 Genset 1

50 Gerenda 1

51 Hub 1

52 Jam Dinding 10

Page 47: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

46

53 Kenap 1

54 Kipas Angin 7

55 Papan Rekap PBB 1

56 Perforator Duduk 1

57 Perforator Tangan 1

58 Power Suplay 2

59 Printer 53

60 Proyektor Light/OHP 1

61 Radio Tape 1

62 Rak Besi 7

63 Rak Kayu 17

64 Rak Kayu Kaca 3

65 Rak Telepon 1

66 Skat Ruangan 4

67 Sound System 1

68 Stabilizer 16

69 Swicth 1

70 Tangga 1

71 Telepon 18

72 Televisi 6

73 Wadrobe 1

74 White Board 6

75 Wireless 3

76 LCD 1

Page 48: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

47

Sarana Mobilitas

No Kendaraan Dinas/Operasional Jumlah (Unit)

1 Kendaraan Dinas R4 4

2 Kendaraan Dinas R2 42

Page 49: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

48

BAB III VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

III.1. VISI

Berdasarkan keadaan saat ini dan perkiraan strategis 5 tahun

yang akan datang, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan

Aset Daerah telah menetapkan visi yang telah dirumuskan dan

menjadi komitmen bersama dengan melibatkan seluruh

stakeholders di lingkungan Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul. Adapun visi yang

ditetapkan yaitu sebagai berikut :

Harapan yang dikandung dari visi sebagaimana tersebut diatas

adalah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset

Daerah menjadi institusi yang terpercaya dan handal dalam tata

kelola keuangan dan aset daerah terbaik se-Indonesia selaras

dengan tugas, fungsi dan tatakerja yang diemban dan diatur

dalam Peraturan Bupati Bantul Nomor 80 Tahun 2011.

Disamping itu Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan

Aset Daerah ikut berperan serta dalam mendukung terwujudnya

visi dan misi Pemerintah Kabupaten Bantul yang tertuang dalam

Rencana Pembangunan Menengah Daerah Kabupaten Bantul

Tahun 2011-2015 khususnya pada misi 3 yaitu “ Meningkatkan

Menjadi Institusi yang Terpercaya dan Handal dalam Tata Kelola Keuangan dan Aset Daerah terbaik se Indonesia

Page 50: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

49

kapasitas pemerintah daerah menuju tata kelola

pemerintahan yang empatik”.

III.2 MISI Dalam rangka mewujudkan harapan yang terkandung dalam visi

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah maka

perlu dirumuskan misi yang merupakan rumusan umum

mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk

mewujudkan proyeksi kondisi tentang masa depan. Selaras

dengan visi yang telah dirumuskan bersama, Dinas Pendapatan,

Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul telah

merumuskan dan menetapkan misi untuk periode tahun 2011

s/d 2015 yaitu sebagai berikut : 1. Mengembangkan kebijakan dan tata kelola fiscal daerah yang

sehat dan lebih reponsif;

2. Mewujudkan manajemen keuangan dan asset daerah yang

semakin berkualitas; dan

3. Pemantapan organisasi yang berbasis manusia yang unggul

dalam moral, trampil dan memahami medan kerja.

Pernyataan misi tersebut diatas harus diketahui dan

dilaksanakan oleh seluruh jajaran pegawai di lingkungan Dinas

Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Sehingga

seluruh jajaran pegawai Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah ikut berperan serta sesuai dengan

beban tanggungjawabnya guna mewujudkan harapan-harapan

yang terkandung dalam visi.

Page 51: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

50

III.3. TUJUAN

Berpedoman pada visi dan misi sebagaimana tersebut diatas,

terdapat beberapa tujuan yang akan dicapai atau dihasilkan oleh

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

selama 5 (lima) tahun adalah sebagai berikut : 1. Terwujudnya sistem kerja yang profesional dengan didukung

oleh sarana, prasarana dan SDM yang berkualitas;

2. Terwujudnya sistem dan prosedure pengelolaan keuangan

dan aset daerah berdasarkan peraturan perundang-

undangan;

3. Terlaksananya optimalisasi sumber-sumber pendapatan asli

daerah guna meningkatkan kapasitas fiskal daerah;

4. Terwujudnya peningkatan sistem penganggaran yang efisien,

efektif, ekonomis dan tepat sasaran;

5. Terwujudnya penatausahaan keuangan yang akuntabel,

transparan, profesional dan bertanggungjawab;

6. Terwujudnya pengelolaan aset daerah yang transparan,

akuntabel, fungsional, kepastian hukum, kepastian nilai,

efisien dan efektif;

7. Terwujudnya peningkatan kualitas laporan keuangan

daerah; dan

8. Terwujudnya sistem pengelolaan keuangan dan aset daerah

yang berbasis teknologi informasi.

III.4. SASARAN

Sejalan dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan terdapat

sasaran-sasaran yang akan dicapai oleh Dinas Pendapatan,

Page 52: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

51

Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah setiap tahun dalam

kurun waktu 5 (lima) tahun yaitu sebagai berikut :

Misi 1 : “mengembangkan kebijakan dan tata kelola fiskal

daerah yang sehat dan lebih reponsif”.

Sasaran yang akan diwujudkan dari misi ini adalah :

1. Meningkatnya efisiensi, efektifitas dan responbilitas

pelayanan publik;

2. Meningkatkan kapasitas pembiayaan pembangunan

daerah.

Misi 2 : “mewujudkan manajemen keuangan dan asset

daerah yang semakin berkualitas”

Sasaran yang akan diwujudkan dari misi ini yaitu sebagai

berikut :

1. Mengupayakan terwujudnya sistem dan prosedure

pengelolaan keuangan dan aset daerah berkualitas;

2. Meningkatkan efektivitas APBD;

3. Mewujudkan pengelolaan dan penatausahaan aset daerah

yang komprehensif;

4. Mewujudkan pengelolaan dan penatausahaan aset daerah

yang komprehensif;

Misi 3 : “pemantapan organisasi berbasis manusia yang

unggul dalam moral, trampil dan memahami

medan kerja”

Sasaran yang akan diwujudkan dari misi ini adalah sebagai

berikut :

1. Meningkatkan profesionalitas, transparansi dan

akuntabilitas penatausahaan keuangan daerah;

Page 53: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

52

2. Mewujudkan peningkatan kualitas penilaian atas laporan

keuangan daerah;

III.5. STRATEGI DAN KEBIJAKAN Dalam rangka mewujudkan sasaran yang terkandung dari

misi yang telah ditetapkan sebagaimana tersebut diatas Dinas

Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah telah

menetapkan berbagai upaya dalam bentuk kebijakan dan

strategi. Kebijakan dan strategi yang telah ditetapkan Dinas

Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah diarahkan

dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan dan asset

daerah yang handal dan terbaik se Indonesian. Melalui visi

tersebut dapat mendukung Pemerintah Kabupaten Bantul

meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan

Keuangan Daerah. Kebijakan yang akan dilaksanakan adalah

sebagai berikut :

1. Mengupayakan terwujudnya system dan prosedure

pengelolaan keuangan dan asset daerah berdasarkan

peraturan perundangan-undangan yang bertumpu pada

kepentingan masyarakat yang didukung oleh sarana

prasarana dan SDM yang berkualitas;

2. Optimalisasi pendapatan daerah;

3. Optimalisasi tata kelola keuangan dan asset daerah yang

berkualitas; dan

4. Implementasi Sistem Manajemen Keuangan yang

terintegrasi.

Page 54: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

53

III.6 SASARAN DAN TARGET RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

TAHUN 2011 s/d 2015

Berdasarkan tujuan, sasaran dan kebijakan sebagaimana telah

diuraikan diatas Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan

Aset Daerah telah menetapkan target sasaran capaian kinerja

sebagai indikator dan instrumen pencapaian visi dan misi yaitu

sebagai berikut :

Page 55: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

54

Misi Sasaran Strategis

Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Merumuskan kebijakan umum dan teknis pengelolaan keuangan dan aset daerah

1

Meningkatnya efisiensi, efektifitas dan responbilitas pelayanan publik

1

Tersedianya jasa komunikasi, penerangan jalan umum dan listrik gedung-gedung Pemda

% 100 100 100 100 100

2 Terpenuhinya kebutuhan akan barang-barang cetakan

% 100 100 100 100 100

3

Terpenuhinya kebutuhan peralatan dan perlengkapan kantor

% 100 100 100 100 100

4 Terpenuhinya kebutuhan ruang rapat yang repesentatif

% 100 100 100 100 100

5

Terpenuhinya kebutuhan kendaraan siap operasional yang memadai

% 100 100 100 100 100

6 Terpenuhi kebutuhan mebelair % 100 100 100 100 100

2

Mengupayakan terwujudnya sistem dan prosedure pengelolaan keuangan dan aset daerah berkualitas

1

Jumlah peraturan tentang pengelolaan keuangan dan aset daerah

Buku Peratu

ran Bupati

3 3 3 3 3

Page 56: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

55

Misi Sasaran Strategis

Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Mewujudkan peningkatan pendapatan daerah 3

Meningkatkan kapasitas pembiayaan pembangunan daerah;

1 Prosentase kenaikan pajak dan retribusi daerah

% 21,15 5,41 5 29,17 6,58

2 Rasio PAD terhadap total penerimaan APBD % 11,02 11,05 11,3 13,35 13,4

3 Rasio PAD terhadap total pengeluaran APBD

% 10,62 10,64 10,68 12,87 12,93

4 Prosentase potensi penerimaan daerah yang dapat digali

% 1,91 3,92 3,92 3,25 3,21

5 Jumlah Penerimaan Daerah Rupiah

878.012.053.000

943.096.041.000

1.004.757.471.000

1.036.663.061.000

1.099.782.492.000

Mewujudkan peningkatan kualitas pengelolaan keuangan dan aset daerah

4 Meningkatkan efektivitas APBD 1

Jumlah Perda dan Perbup tentang APBD yang ditetapkan dalam 1 tahun

Perda/Perb

up 6 6 6 6 6

5

Meningkatkan profesionalitas, transparansi dan akuntabilitas penatausahaan

2 Tersedianya informasi keuangan daerah tahun 2007 s/d tahun 2011

Leafflet/Bu

ku 3 3 3 3 3

Page 57: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

56

Misi Sasaran Strategis

Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9 keuangan daerah;

3

Terlaksananya pengelolaan pelaporan tugas pembantuan ke kanwil tepat waktu

% 100 100 100 100 100

4 Efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas laporan keuangan

% 100 100 100 100 100

5 Kelancaran penyaluran belanja PPKD % 100 100 100 100 100

6 Terlaksananya pengendalian APBD TA 2012

% 100 100 100 100 100

7

Pedoman dalam pengambilan kebijakan untuk perubahan anggaran

% 100 100 100 100 100

8 Pencetakan daftar gaji PNS % 100 100 100 100 100

9 Tertib administrasi gaji PNS % 100 100 100 100 100

Page 58: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

57

Misi Sasaran Strategis

Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9

10 Tertib administrasi bagi PNS Purna Tugas dan mutasi

% 100 100 100 100 100

11

Terwujudnya tertib administrasi atas pengelolaan dan pelaporan potongan IWP, Taperum dan PPh Ps 21

% 100 100 100 100 100

12

Dokumen penerbitan SP2D dengan penelitian SPJ sesuai dengan peraturan

% 100 100 100 100 100

13

Kelancaran Pencairan Dana dalam rangka mendukung kegiatan-kegiatan SKPD

% 100 100 100 100 100

14

Proses penerbitan SP2D Belanja tidak langsung yang sesuai peraturan

% 100 100 100 100 100

15 Kelancaran Pencairan Dana Belanja Tidak Langsung

% 100 100 100 100 100

16 Pemulihan kerugian daerah % 100 100 100 100 100

Page 59: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

58

Misi Sasaran Strategis

Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9

17 Laporan Pajak Penghasilan PNS % 100 100 100 100 100

18 Tersedianya data belanja SKPD secara akuntabilitas

% 100 100 100 100 100

19 Kesiapan Pemerintah Daerah guna menerima pelimpahan PBB P2

% 100 100 100 100 100

20 Pemahaman akan peraturan PerUU-an % 100 100 100 100 100

21

Menambah pemahaman dan pengetahuan ttg pengelolaan keuangan dan aset daerah

% 100 100 100 100 100

22

Peningkatan SDM Bendahara pengeluaran dlm mengelola & mempertanggungjwbkan anggaran SKPD berdasarkan peraturan UU yg berlaku

% 100 100 100 100 100

Page 60: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

59

Misi Sasaran Strategis

Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9

6

Mewujudkan pengelolaan dan penatausahaan aset daerah yang komprehensif;

1 Peningkatan Pemahaman terhadap aturan yang berlaku

% 100 100 100 100 100

2 Pengelolaan Barang Daerah sesuai dengan sisdur

% 100 100 100 100 100

3 Data RKBU, RKPBU, RTBU,RTPBU, Mutasi

4 Aset dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya

5 Efisiensi Biaya Pemeliharaan

6 Data aset dapat diyakini kebenarannya

7

Mewujudkan peningkatan kualitas penilaian atas laporan keuangan daerah;

1

Peningkatan nilai atas pengelolaan dan pelaporan keuangan Pemkab Bantul

WTP WDP WTP WTP WTP WTP

Page 61: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

60

Misi Sasaran Strategis

Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9

8

Mewujudkan pengelolaan keuangan dan aset daerah secara terintegrasi.

1 Kemudahan dan kelancaran entry data barang daerah

2

Terintegrasi sistem penganggaran, penatausahaan dan tersusunnya pertanggungjawaban dalam bentuk pelaporan pertanggungjawaban

Page 62: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

61

III.7. STRATEGI (CARA MENCAPAI TUJUAN DAN SASARAN)

Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah

ditetapkan sebagaimana tersebut diatas, beberapa upaya strateji

yang dilaksanakan oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah yaitu :

1. Penguatan upaya reformasi untuk meningkatkan

kepercayaan publik terhadap pemerintah melalui

transparansi pengelolaan keuangan dan aset daerah;

2. Penguatan kapasitas dan kualitas pengelolaan keuangan

daerah;

3. Penguatan reformasi dalam rangka peningkatan PAD

(Pendapatan Asli Daerah) dengan tidak membebani

masyarakat;

4. Mempedomani kebijakan pemerintah dalam pengelolaan

keuangan daerah;

5. Mengikuti pelatihan dan workshop tentang perkembangan

peraturan pengelolaan keuangan yang diselenggarakan oleh

Pemerintah Pusar atau lembaga keuangan lainnya;

6. Meningkatkan koordinasi seluruh SKPD/unit kerja atas

pengelolaan keuangan daerah yang menjadi beban

tanggungjawabnya;

7. Penguatan reformasi untuk meningkatkan kualitas tata

kelola aset daerah.

Beberapa upaya strategi yang akan dilaksanakan oleh Dinas

Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dijabarkan

kedalam kebijakan-kebijakan dan program-program.

Page 63: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

62

Page 64: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

62

BAB IV STRATEGI PENGELOLAAN KEUANGAN DAN

ASET DAERAH

IV.1 ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS

Keberhasilan untuk mewujudkan tujuan dan sasaran Dinas

Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten

Bantul seperti yang telah diuraikan dalam Bab III sangat

dipengaruhi oleh kondisi internal dan ekternal serta strategi yang

diterapkan. Oleh karena itu strategi yang dipilih dan digunakan

oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul harus dengan pertimbangan dengan tepat

dengan memperhitungkan faktor-faktor internal dan faktor-faktor

eksternal. Dikarenakan ketepatan dalam menentukan strategi

sangat mempengaruhi keberhasilan dalam mewujudkan tujuan

dan sasaran yang hendak dicapai.

a. Faktor Internal

Berdasarkan kajian analisis lingkungan internal (ALI) pada

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul terdapat beberapa hal yang merupakan

unsur kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknes).

Kedua unsur tersebut pada hakekatnya dibutuhkan untuk

dianalisis dan dievaluasi, dimana unsur kekuatan merupakan

potensi kinerja sedang unsur kelemahan merupakan

permasalahan/hambatan yang harus segera untuk diatasi

dengan harapan dapat menjadi kekuatan bagi Dinas

Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Page 65: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

63

Kabupaten Bantul. Dengan memperhatikan faktor internal

pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset

Daerah Kabupaten Bantul baik yang merupakan kekuatan dan

kelemahan diformulasikan dalam rencana strategis Dinas

Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul.

Faktor internal yang dijumpai pada Dinas Pendapatan,

Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul

yang menjadi faktor kekuatan (strength) adalah sebagai

berikut :

1. Tersedianya peraturan perundang-undangan tentang

pengelolaan keuangan dan kekayaan (aset) daerah sebagai

dasar dan pedoman dalam melaksanakan tugas, pokok

dan tatakerja pada bidang pendapatan, pengelolaan

keuangan dan aset daerah;

2. Adanya kewenangan untuk melaksanakan koordinasi

secara vertikal, horisontal dan diagonal dengan seluruh

SKPD/unit kerja serta semua stakeholders yang terlibat

dalam proses pengelolaan keuangan dan aset daerah;

3. Adanya kewenangan dalam bentuk fungsi yang melekat

dalam bidang pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset

daerah serta fungsi untuk melakukan sinkronisasi pada

bidang pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset

daerah yang diajukan oleh SKPD/Unit Kerja dan semua

stakeholders yang terlibat dalam proses pembangunan

daerah;

4. Tersedianya data, informasi, dokumen, pedoman dan

kebijakan pengelolaan keuangan dan aset daerah serta

Page 66: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

64

berbagai bentuk teknik pengelolaan keuangan dan aset

daerah.

Selain unsur kekuatan yang terdapat pada faktor internal

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul tersebut diatas juga terdapat faktor

kelemahan (weakness) adalah sebagai berikut :

1. Penataan SDM yang belum merata pada masing-masing

bidang baik secara kuantitas maupun keahlian;

2. Belum terdapat aplikasi komputerisasi yang terintegrasi

dari penganggaran sampai pertanggungjawaban atas

pelaksanaan APBD;

3. Tidak semua pegawai mempunyai kesempatan untuk

mengikuti bimbingan teknis tentang pengelolaan

keuangan dan asset daerah;

4. Kurang solid (kebersamaan) dan kurang dipahami visi

bersama yang telah ditetapkan

5. Belum tersedianya Standart Operasional Prosedure (SOP)

dan Standart Pelayanan Minimal (SPM) bagi semua bidang

sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi sehingga tidak ada

standart yang digunakan untuk mengukur pekerjaan;

6. Belum digunakan program SIMBADA dengan maksimal;

7. Belum terwujudnya tata kelola aset daerah yang tertib

administrasi dari perencanaan sampai dengan

pemanfaatan;

8. Belum menyatunya tempat kerja sehingga pengawasan,

koordinasi, pengendalian belum dapat dilaksanakan

secara optimal;

Page 67: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

65

9. Kurang solidnya (kebersamaan) dan kurang dipahaminya

visi bersama dari semua stakeholders di lingkungan Dinas

Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

dalam memenuhi tugas dan panggilan;

10. Belum meratanya kemampuan berkomunikasi dan lobby

dengan pihak luar;

11. Kurang dimanfaatkannya secara optimal data, informasi

dan dokumen-dokumen tentang pengelolaan keuangan

dan aset daerah yang tersedia.

12. Belum dapat diwujudkan opini WTP (Wajar Tanpa

Pengecualian) atas Laporan Keuangan Pemerintah

Kabupaten Bantul.

13. Kontribusi Pendapatan Asli Daerah terhadap APBD masih

rendah.

2. Dengan menggunakan Analisis Lingkungan Eksternal (ALE),

terdapat unsur-unsur yang menjadi peluang (opportunities)

dan yang menjadi ancaman (threats) dari faktor eksternal

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang berupa unsur peluang (opportunity)

merupakan unsur secara tidak langsung memberi dukungan

terhadap keberhasilan Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah dalam mencapai tujuan dan

sasaran yang telah ditetapkan, adalah sebagai berikut :

1. Diberlakukannya Undang-undang Nomor 32 tahun 2004

tentang Pemerintahan Daerah, Undang-undang Nomor 33

tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara

Page 68: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

66

Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Undang-

undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-undang

Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

2. Adanya komitmen pemerintah Kabupaten Bantul untuk

menjadikan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul sebagai satu-satunya institusi yang

memiliki wewenang pengelolaan keuangan dan aset

daerah Pemerintah Kabupaten Bantul.

3. Adanya komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul untuk

berpihak kepada kepentingan rakyat secara konsisten

seperti yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

4. Adanya komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul untuk

melaksanakan anggaran dalam APBD Kabupaten Bantul

secara efisiensi dan efektifitas, serta meningkatkan

Pendapatan Asli Daerah dengan melaksanakan

intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber

pendapatan asli daerah.

5. Adanya komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul

meningkatkan pengelolaan keuangan dan aset daerah

menuju opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) atas

Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bantul.

6. Adanya tuntutan dari rakyat, DPRD, LSM dan pihak swasta

yang sangat dominan agar birokrasi pemerintah daerah

bekerja lebih pofesional, transparan dan akuntabel.

7. Adanya komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul untuk

meningkatkan kapasitas pemerintah daerah menuju tata

kelola yang empatik.

Page 69: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

67

8. Pesatnya perkembangan Teknologi Informasi sangat

membantu dalam data collecting, analisis, peramalan dan

pengambilan keputusan serta mudahnya akses terhadap

teknologi informasi.

9. Pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil;

10. Pertumbuhan sektor ekonomi yang cukup dominan.

Faktor ekternal yang berupa ancaman (threat) harus dianalisa

dengan harapan ancaman tersebut dapat menjadi peluang atau

kekuatan bagi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul dalam mencapai tujuan dan sasaran yang

telah ditetapkan, adalah sebagai berikut :

1. Inefisiensi

2. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)

3. Vandalisme terhadap aset daerah

4. Adanya sisa-sisa paradigma egoisme sektoral yang masih

dominan.

5. Adanya kompetisi yang sangat ketat antar daerah dalam

pembangunan dan peraihan dana non APBD masing-

masing daerah otonom.

6. Banyak daerah-daerah otonom yang mempunyai

komunikasi dan kemampuan lobby tinggi.

7. Masih belum mantapnya sistem dan mekanisme

peluncuran anggaran dari pemerintah propinsi dan

pemerintah pusat.

8. Bencana alam

9. Aturan dari pemerintah pusat tentang pengelolaan

keuangan dan aset daerah yang sering mengalami

perubahan dengan cepat.

Page 70: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

68

10. Masih rendahnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah

terhadap APBD;

11. Obyek retribusi mengalami penurunan;

12. Rendahnya kapasitas fiskal.

13. Masih rendahnya kesadaran obyek pajak dan retribusi

daerah.

IV.2 Kondisi Yang Diharapkan dan Proyeksi

Berdasarkan faktor eksternal dan internal yang terdapat pada

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten

Bantul yang berupa unsur kekuatan dan peluang perlu

dilaksanakan formulasi sehingga menjadi suatu perubahan yang

signifikan dan menjad faktor yang mendukung keberhasilan Dinas

Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten

Bantul dalam mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah

ditetapkan. Pada tabel dibawah ini dapat dilihat unsur kekuatan

dan peluang Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset

Daerah Kabupaten Bantul yang diharapkan dan diproyeksikan

mendukung keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran yaitu

sebagai berikut :

1. Pencermatan Lingkungan Internal dan Eksternal

Tabel 4.1 Kekuatan dan Peluang

(Faktor Internal dan Faktor Eksternal)

Pencermatan Lingkungan Internal Pencermatan Lingkungan Eksternal

No Kekuatan (S) No Peluang (O)

1

Tersedianya peraturan perundang-

undangan tentang pengelolaan keuangan

1

Diberlakukannya Undang-undang

Nomor 32 tahun 2004 tentang

Page 71: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

69

Pencermatan Lingkungan Internal Pencermatan Lingkungan Eksternal

No Kekuatan (S) No Peluang (O)

2

3

dan kekayaan (aset) sebagai dasar dan

pedoman dalam melaksanakan tugas,

pokok dan tatakerja pada bidang

pengelolaan keuangan dan aset daerah;

Adanya kewenangan untuk melakukan

koordinasi secara vertikal, horisontal dan

diagonal dengan Instansi/Unit Kerja,

Dinas, Badan, Kantor dan Bagian serta

semua stakeholders dalam proses

pengelolaan keuangan dan asset daerah;

Adanya kewenangan dalam bentuk

fungsi yang melekat dalam bidang

pendapatan, pengelolaan keuangan dan

aset daerah serta fungsi sinkronisasi

pengelolaan keuangan dan aset yang

diajukan oleh Dinas, Badan, Kantor,

Bagian, Unit Kerja dan semua

stakeholders yang terlibat dalam proses

2

3

Pemerintahan Daerah, Undang-

undang Nomor 33 tahun 2004

tentang Perimbangan Keuangan

Antara Pemerintah Pusat dan

Pemerintah Daerah, Undang-undang

Nomor 25 tahun 2004 tentang

Sistem Perencanaan Pembangunan

Nasional, Undang-undang Nomor 17

tahun 2003 tentang Keuangan

Negara;

Adanya komitmen pemerintah

Kabupaten Bantul untuk

menjadikan Dinas Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul sebagai satu-

satunya institusi yang memiliki

wewenang pengelolaan keuangan

dan aset daerah Pemerintah

Kabupaten Bantul;

Adanya komitmen Pemerintah

Kabupaten Bantul untuk berpihak

kepada kepentingan rakyat secara

konsisten seperti yang diamanatkan

Adanya komitmen Pemerintah

Kabupaten Bantul untuk berpihak

kepada kepentingan rakyat secara

konsisten seperti yang diamanatkan

Page 72: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

70

Pencermatan Lingkungan Internal Pencermatan Lingkungan Eksternal

No Kekuatan (S) No Peluang (O)

4

pembangunan daerah

Tersedianya data, informasi, dokumen,

pedoman dan kebijakan pengelolaan

keuangan dan aset daerah serta berbagai

bentuk teknik pengelolaan keuangan dan

asset daerah

4

5

6

7

dalam Pembukaan UUD 1945;

Adanya komitmen Pemerintah

Kabupaten Bantul untuk

melaksanakan anggaran dalam

APBD Kabupaten Bantul secara

efisiensi dan efektifitas, serta

meningkatkan Pendapatan Asli

Daerah dengan melaksanakan

intensifikasi dan ekstensifikasi

sumber-sumber pendapatan asli

daerah;

Adanya komitmen Pemerintah

Kabupaten Bantul meningkatkan

pengelolaan keuangan dan aset

daerah menuju WTP atas laporan

Keuangan Pemerintah Kabupaten

Bantul;

Adanya tuntutan dari rakyat, DPRD,

LSM dan pihak swasta yang sangat

dominan agar birokrasi pemerintah

daerah bekerja lebih pofesional,

transparan dan akuntabel;

Pesatnya perkembangan Teknologi

Informasi sangat membantu dalam

data collecting, analisis, peramalan

Page 73: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

71

Pencermatan Lingkungan Internal Pencermatan Lingkungan Eksternal

No Kekuatan (S) No Peluang (O)

dan pengambilan keputusan serta

mudahnya akses terhadap teknologi

informasi.

Tabel 4.2

Kelemahan dan Hambatan

(Faktor Internal dan Faktor Eksternal)

Pencermatan Lingkungan Internal Pencermatan Lingkungan Eksternal

No Kelemahan (W) No Hambatan

1

2

3

4

Penataan SDM yang belum merata pada

masing-masing bidang baik secara

kuantitas maupun keahlian;

Belum terdapat aplikasi komputerisasi

yang terintegrasi dari pengganggaran

sampai dengan pertanggungjawaban atas

APBD;

Tidak semua pegawai mempunyai

kesempatan untuk mengikuti bimbingan

teknis tentang pengelolaan keuangan dan

aset daerah;

Kurang solidnya (kebersamaan) dan

kurang dipahaminya visi bersama dari

1

2

Diberlakukannya Undang-undang

Nomor 32 tahun 2004 tentang

Pemerintahan Daerah, Undang-

undang Nomor 33 tahun 2004

tentang Perimbangan Keuangan

Antara Pemerintah Pusat dan

Pemerintah Daerah, Undang-

undang Nomor 25 tahun 2004

tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional, Undang-

undang Nomor 17 tahun 2003

tentang Keuangan Negara;

Adanya komitmen pemerintah

Kabupaten Bantul untuk menjadikan

Dinas Pengelolaan Keuangan dan

Page 74: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

72

Pencermatan Lingkungan Internal Pencermatan Lingkungan Eksternal

No Kelemahan (W) No Hambatan

5

6

7

8

9

10

semua stakeholders DPKAD dalam

memenuhi tugas dan panggilan;

Belum tersusunnya Standart Operasional

Procedure (SOP) dan Standart Pelayanan

Minimal (SPM) bagi semua bidang sesuai

dengan tugas, pokok dan fungsi sebagai

standart yang digunakan untuk

mengukur pekerjaan;

Belum digunakan program SIMBADA

dengan maksimal;

Belum terwujudnya tata kelola asset

daerah yang tertib administrasi dari

perencanaan sampai dengan

pemanfaatan;

Belum menyatunya tempat kerja

sehingga pengawasan, koordinasi belum

dapat dilaksanakan secara optimal;

Kurang solidnya (kebersamaan) dan

kurang dipahaminya visi bersama dari

semua stakeholders di lingkungan Dinas

Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan

Aset Daerah;

Belum meratanya kemampuan

3

4

5

7

Aset Daerah Kabupaten Bantul

sebagai satu-satunya institusi yang

memiliki wewenang pengelolaan

keuangan dan aset daerah

Pemerintah Kabupaten Bantul

Adanya komitmen Pemerintah

Kabupaten Bantul untuk berpihak

kepada kepentingan rakyat secara

konsisten seperti yang diamanatkan

dalam Pembukaan UUD 1945;

Adanya komitmen Pemerintah

Kabupaten Bantul untuk

melaksanakan anggaran dalam APBD

Kabupaten Bantul secara efisiensi

dan efektifitas, serta meningkatkan

pendapatan asli daerah;

Adanya komitmen Pemerintah

Kabupaten Bantul meningkatkan

pengelolaan keuangan dan aset

daerah menuju WTP;

Adanya tuntutan dari rakyat, DPRD,

LSM dan pihak swasta yang sangat

dominan agar birokrasi pemerintah

daerah bekerja lebih pofesional,

transparan dan akuntabel;

Page 75: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

73

Pencermatan Lingkungan Internal Pencermatan Lingkungan Eksternal

No Kelemahan (W) No Hambatan

11

12

13

berkomunikasi dan lobby dengan pihak

luar;

Kurang dimanfaatkan secara optimal

data, informasi dan dokumen-dokumen

tentang pengelolaan keuangan dan asset

daerah yang tersedia;

Belum dapat diwujudkan opini WTP

(Wajar Tanpa Pengecualian) atas

Laporan Keuangan Pemerintah

Kabupaten Bantul;

Masih rendanya kontribusi PAD terhadap

belanja daerah.

IV.3 FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN

Keberhasilan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan visi dan

misi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

setiap Stakeholders yang terlibat dalam otonomi daerah harus

memperhatikan tiga isu yaitu : isu pertama sharing of power

(pembagian kewengangan), isu kedua distribution of income

(pemerataan pendapatan), dan isu ketiga

Dalam kerangka itu faktor-faktor penentu keberhasilan yang

terutama adalah terletak pada :

empowering

(pemberdayaan dan partisipasi)

Page 76: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

74

1. Terciptanya sistem kerja yang solid dan dapat dipahami

sebagai upaya mewujudkan komitmen visi bersama;

2. Tersedianya SDM yang berkualitas, visioner, mampu dan

mau bekerja sama secara bermoral dan bermartabat;

3. Tersedianya sarana dan prasarana kerja yang memadai

sesuai dengan kebutuhan dan pengembangan organisasi;

4. Tersedianya data dan laporan yang akurat, mutakhir dan

tepat waktu; dan

5. Tersedianya peraturan perundang-undangan yang lengkap.

IV.4 LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

(RPJMD) Kabupaten Bantul Tahun 2011–2015, langkah-langkah

strategis yang ditempuh oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul berkaitan dengan

pengelolaan keuangan dan aset daerah adalah sebagai berikut :

1. Penguatan upaya reformasi untuk meningkatkan

kepercayaan publik terhadap pemerintah melalui

transparansi pengelolaan keuangan dan aset daerah;

2. Penguatan kapasitas dan kualitas pengelolaan keuangan

daerah;

3. Penguatan reformasi dalam rangka peningkatan PAD

(Pendapatan Asli Daerah) dengan tidak membebani

masyarakat;

4. Penguatan reformasi untuk meningkatkan kualitas tata

kelola aset daerah.

Page 77: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

75

IV.5 STRATEGI

Menurut teori pengembangan strategi pada anilisis SWOT,

terdapat empat macam tipe umum strategi menuju keberhasilan

organisasi, yaitu :

1. Strategi Comparative Advantage (keunggulan

komparatif), Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan

Aset Daerah Kabupaten Bantul memiliki peluang dan

kekuatan yang dominan pada posisi internal yang signifikan.

Dua elemen tersebut berpotensial untuk saling dapat

berinteraksi. Kekuatan dan peluang sesungguhnya

merupakan keunggulan komparatif yang harus dimanfaatkan

secara efisien dan efektif. Persoalan mendasar yang harus

dikembangkan, adalah bagaimana memanfaatkan kekuatan

untuk meningkatkan posisi kompetitifnya.

2. Strategi Mobilization,

Dalam konteks ini Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan

dan Aset Daerah Kabupaten Bantul harus mampu

memobilisasi semua sumber daya yang merupakan kekuatan

organisasi untuk mengeliminir ancaman dan atau bahkan

berusaha untuk merubahnya menjadi suatu peluang. Dengan

posisi dan kondisi seperti saat ini Dinas Pendapatan,

Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul

yang merupakan gabungan dari tiga instansi yaitu Bagian

Keuangan, Bagian Perlengkapan dan Dinas Pendapatan

Daerah harus mampu memobilisasi semua sumber daya yang

ada menjadi suatu organisasi yang solid sebagai sumber

kekuatan utama.

3. Strategi Investment/Divesment, dalam kondisi ini

Organisasi memang pada posisi yang harus hati-hati. Sebab

Page 78: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

76

peluang sangat meyakinkan tetapi Organisasi kurang ada

kemampuan organisasi untuk meresponnya. Jika tidak hati-

hati akan menimbulkan high cost atau inefisien.

4. Strategi Damage Control, pada posisi ini strategi yang akan

ditempuh harus benar-benar lebih hati-hati. Karena sudah

terancam dari luar tetapi juga harus menghadapi sumber

daya yang masih lemah. Untuk itu, harus mengendalikan dan

melakukan pembenahan sumber dayanya. Yang paling utama

adalah merubah kelemahan menjadi kekuatan potensial.

Berdasarkan hasil analisis SWOT, Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah merupakan kelembagaan baru

gabungan dari (Bagian Keuangan, Bagian Perlengkapan, dan

Dispenda) maka perlu dilakukan penguatan kelembagaan terlebih

dahulu dan strategi yang akan dipilih oleh Dinas Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul dalam kurun waktu

2011 – 2015 adalah pada dua jenis yaitu :

1. Strategi optimalisasi keunggulan komparatif, strategi ini

dipilih mengingat adanya kewenangan yang sangat luas yang

diberikan oleh Kepala Daerah kepada Dinas Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul untuk

mengelola keuangan daerah (pendapatan, anggaran, belanja,

pembiayaan) dan aset (kekayaan) daerah dalam rangka

pembangunan daerah yang bertumpu pada kepentingan

rakyat secara efisien, efektif dan ekonomis.

2. Strategi mobilisasi sumberdaya dan peningkatan daya saing,

strategi ini dipilih mengingat kompleksitas permasalahan

pengelolaan (manajemen) keuangan dan aset daerah maka

perlu memobilisasi sumberdaya yang ada agar menjadi suatu

Page 79: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

77

institusi yang solid dan profesional untuk memasuki pasar

global.

IV.6. SASARAN STRATEJIK PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET

DAERAH

Berdasarkan uraian tugas, pokok dan tata kerja yang diatur dalam

Peraturan Bupati Bantul Nomor 80 Tahun 2011, Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten

Bantul serta Analisis Lingkungan Internal (ALI) dan Analisis

Lingkungan Eksternal (ALE), maka Dinas Pendapatan,

Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah menetapkan target

sasaran capaian kinerja untuk 5 (lima) tahun yang akan datang

yang akan diwujudkan sebagai indikator pencapaian visi dan misi

sebagaimana dibahas dalam BAB III pada tabel

Page 80: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

78

Misi

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Mengembangkan kebijakan dan tata kelola fiskal daerah yang sehat dan lebih responsif

1

Meningkatnya efisiensi, efektifitas dan responbilitas pelayanan publik

1

Tersedianya jasa komunikasi, penerangan jalan umum dan listrik gedung-gedung Pemda

% 100 100 100 100 100

2

Terpenuhinya kebutuhan akan barang-barang cetakan

% 100 100 100 100 100

3

Terpenuhinya kebutuhan peralatan dan perlengkapan kantor

% 100 30 30 30 30

4

Terpenuhinya kebutuhan ruang rapat yang repesentatif

% 100 100 100 100 100

5

Terpenuhinya kebutuhan kendaraan siap operasional yang memadai

% 100 10 10 10 10

6 Terpenuhi kebutuhan mebelair

% 100 30 30 30 30

VISI : Menjadi institusi yang terpercaya dan handal dalam tata kelola keuangan dan aset daerah terbaik se-Indonesia

Page 81: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

79

Misi

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9

2

Mengupayakan terwujudnya sistem dan prosedure pengelolaan keuangan dan aset daerah berkualitas

1

Jumlah peraturan tentang pengelolaan keuangan dan aset daerah

Buku Peraturan Bupa

ti

3 3 3 3 3

Mewujudkan manajeman keuangan dan asset daerah yang semakin berkualitas; dan

3

Meningkatkan kapasitas pembiayaan pembangunan daerah;

1

Prosentase kenaikan pajak dan retribusi daerah

% 21,15 5,41 5 29,17 6,58

2 Rasio PAD terhadap total penerimaan APBD

% 11,02 11,05 11,3 13,35 13,4

3

Rasio PAD terhadap total pengeluaran APBD

% 10,62 10,64 10,68 12,87 12,93

4

Prosentase potensi penerimaan daerah yang dapat

% 1,91 3,92 3,92 3,25 3,21

VISI : Menjadi institusi yang terpercaya dan handal dalam tata kelola keuangan dan aset daerah terbaik se-Indonesia

Page 82: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

80

Misi

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9

digali

5 Jumlah Penerimaan Daerah

Rupiah

878.012.053.000

943.096.041.000 1.004.757.471.000 1.036.663.061.000 1.099.782.492.000

Pemantapan organisasi yang berbasis manusia yang unggul dalam moral, trampil dan memahami medan kerja.

4 Meningkatkan efektivitas APBD 1

Jumlah Perda dan Perbup tentang APBD yang ditetapkan dalam 1 tahun

Perda/Perbup

6 6 6 6 6

5

Meningkatkan profesionalitas, transparansi dan akuntabilitas penatausahaan keuangan daerah;

2

Tersedianya informasi keuangan daerah tahun 2007 s/d tahun 2011

Leafflet/Buku

3 3 3 3 3

3

Terlaksananya pengelolaan pelaporan tugas pembantuan ke kanwil tepat waktu

% 100 100 100 100 100

VISI : Menjadi institusi yang terpercaya dan handal dalam tata kelola keuangan dan aset daerah terbaik se-Indonesia

Page 83: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

81

Misi

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9

4

Efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas laporan keuangan

% 100 100 100 100 100

5 Kelancaran penyaluran belanja PPKD

% 100 100 100 100 100

6 Terlaksananya pengendalian APBD TA 2012

% 100 100 100 100 100

7

Pedoman dalam pengambilan kebijakan untuk perubahan anggaran

% 100 100 100 100 100

8 Pencetakan daftar gaji PNS % 100 100 100 100 100

9 Tertib administrasi gaji PNS

% 100 100 100 100 100

10

Tertib administrasi bagi PNS Purna Tugas dan mutasi

% 100 100 100 100 100

VISI : Menjadi institusi yang terpercaya dan handal dalam tata kelola keuangan dan aset daerah terbaik se-Indonesia

Page 84: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

82

Misi

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9

11

Terwujudnya tertib administrasi atas pengelolaan dan pelaporan potongan IWP, Taperum dan PPh Ps 21

% 100 100 100 100 100

12

Dokumen penerbitan SP2D dengan penelitian SPJ sesuai dengan peraturan

% 100 100 100 100 100

13

Kelancaran Pencairan Dana dalam rangka mendukung kegiatan-kegiatan SKPD

% 100 100 100 100 100

14

Proses penerbitan SP2D Belanja tidak langsung yang sesuai peraturan

% 100 100 100 100 100

15 Kelancaran Pencairan Dana Belanja Tidak

% 100 100 100 100 100

VISI : Menjadi institusi yang terpercaya dan handal dalam tata kelola keuangan dan aset daerah terbaik se-Indonesia

Page 85: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

83

Misi

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Langsung

16 Pemulihan kerugian daerah % 100 100 100 100 100

17 Laporan Pajak Penghasilan PNS % 100 100 100 100 100

18

Tersedianya data belanja SKPD secara akuntabilitas

% 100 100 100 100 100

19

Kesiapan Pemerintah Daerah guna menerima pelimpahan PBB P2

% 100 100 100 100 100

20 Pemahaman akan peraturan PerUU-an

% 100 100 100 100 100

21

Menambah pemahaman dan pengetahuan ttg pengelolaan

% 100 100 100 100 100

VISI : Menjadi institusi yang terpercaya dan handal dalam tata kelola keuangan dan aset daerah terbaik se-Indonesia

Page 86: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

84

Misi

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9

keuangan dan aset daerah

22

Peningkatan SDM Bendahara pengeluaran dlm mengelola & mempertanggungjwbkan anggaran SKPD berdasarkan peraturan UU yg berlaku

% 100 100 100 100 100

6

Mewujudkan pengelolaan dan penatausahaan aset daerah yang komprehensif;

1

Peningkatan Pemahaman terhadap aturan yang berlaku

% 75 75 75 75 75

2

Pengelolaan Barang Daerah sesuai dengan sisdur

% 100 100 100 100 100

VISI : Menjadi institusi yang terpercaya dan handal dalam tata kelola keuangan dan aset daerah terbaik se-Indonesia

Page 87: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

85

Misi

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9

3

Data RKBU, RKPBU, RTBU,RTPBU, Mutasi

Jumlah

Barang yang dibutuhkan

4

Aset dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya

Kendaraan

Dinas (SKPD)

Kend dinas pinjam pakai

(lurah) dihibahkan 75 R2, Eks Dikmennof disewakan

Aisyah (SMP

Unggulan)

5 Efisiensi Biaya Pemeliharaan

Rupiah

6 Data aset dapat diyakini kebenarannya

7 Mewujudkan peningkatan kualitas penilaian

1 Peningkatan nilai atas pengelolaan dan pelaporan

WTP WDP WTP WTP WTP WTP

VISI : Menjadi institusi yang terpercaya dan handal dalam tata kelola keuangan dan aset daerah terbaik se-Indonesia

Page 88: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

86

Misi

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran

Target

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9

atas laporan keuangan daerah;

keuangan Pemkab Bantul

8

Mewujudkan pengelolaan keuangan dan aset daerah secara terintegrasi.

1

Kemudahan dan kelancaran entry data barang daerah

2

Terintegrasi sistem penganggaran, penatausahaan dan tersusunnya pertanggungjawaban dalam bentuk pelaporan pertanggungjawaban

VISI : Menjadi institusi yang terpercaya dan handal dalam tata kelola keuangan dan aset daerah terbaik se-Indonesia

Page 89: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RenstRa DPPKaD KaB. BantUL

30

Page 90: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

87

BAB V

ARAH KEBIJAKAN

PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH

I. KEBIJAKAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

Dengan diberlakukan Undang-undang Nomor 32 tahun 2004

tentang Pemerintah Daerah sebagai pengganti Undang-undang

Nomor 22 tahun 1999 memberi warna baru sebagai landasan

terselenggaranya roda pemerintah di daerah. Undang-undang

Nomor 32 Tahun 2004 tersebut memberi kewenangan yang

seluas-luasnya bagi pemerintah daerah dalam menyelenggarakan

segala urusan di daerah dalam rangka mewujudkan good

governance yang ditunjuk dengan meningkatnya pengembangan

dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas,

terukur dan terlegimetasi sehingga kinerja pemerintahan dan

pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil

guna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari korupsi,

kolusi dan nepotismen yang berdampak dengan meningkatkatnya

kesejahteraan masyarakat. Kebijakan pengelolaan keuangan

daerah tidak terlepas dari kebijakan desentralisasi dan otonomi

daerah yang dilakukan dengan menekankan pada prinsip money

follow function sebagai dampak hubungan keuangan antara

Page 91: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

88

pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Pengelolaan

keuangan daerah berdasarkan pada Undang-undang Nomor 32

tahun 2004 tersebut bertumpu pada upaya peningkatan efisiensi,

efektifitas, akuntabilitas, akuntabel dan transparansi pengelolaan

keuangan publik baik dari aspek pendapatan maupun aspek

belanja.

Perubahan yang terjadi dengan diberlakukan Undang-undang

Nomor 32 Tahun 2004 dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan

daerah antara lain dipertegas esensi pengelolaan keuangan

daerah dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah yang

menyangkut penjabaran terhadap hak dan kewajiban daerah

dalam mengelola keuangan publik, meliputi mekanisme

penyusunan, pelaksanaan dan penatausahaan, pembinaan,

pengendalian dan pengawasan serta pertanggungjawaban

keuangan daerah dengan bertumpu kepada peraturan yang

berlaku. Keuangan daerah wajib dikelola dengan memperhatikan

azas-azas umum dalam pengelolaan keuangan daerah yaitu

sebagai berikut :

1. Secara tertib, keuangan daerah dikelola secara tepat waktu

dan tepat guna didukung dengan bukti-bukti adminstrasi yang

dapat dipertanggungjawabkan.

Page 92: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

89

2. Taat pada peraturan perundang-undangan, bahwa

pengelolaan keuangan daerah harus berpedoman pada

peraturan perundang-undangan.

3. Efektif, merupakan pencapaian hasil program dengan target

yang telah ditetapkan dengan cara membandingkan keluaran

dengan hasil.

4. Efisien, merupakan pencapaian keluaran yang maksimun

dengan masukan tertentu atau penggunaan masukan

terendah untuk mencapai keluaran tertentu.

5. Ekonomis, merupakan pemerolehan masukan dengan

kualitas dan kuantitas tertentu pada tingkat harga yang

terendah.

6. Transparan, merupakan prinsip keterbukaan yang memberi

peluang kepada masyarakat untuk mengetahui dan

mengakses informasi seluas-luasnya tentang keuangan

daerah.

7. Bertanggungjawab, merupakan perwujudan kewajiban

seseorang untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dan

pengendalian sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang

dipercayakan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan

yang telah ditetapkan.

Page 93: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

90

8. Keadilan, merupakan keseimbangan distribusi kewenangan

dan pendanaan dan/atau keseimbangan distribusi hak dan

kewajiban berdasarkan pertimbangan yang obyektif.

9. Kepatutan, merupakan suatu tindakan atau suatu sikap yang

dilakukan secara wajar dan proporsional.

10. Manfaat, keuangan daerah diutamakan untuk pemenuhan

kebutuhan masyarakat.

Landasan peraturan perundang-undangan yang digunakan oleh

Pemerintah Kabupaten Bantul sebagai dasar dalam pengelolaan

keuangan daerah yaitu sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan

Umum Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah

beberapa kali terakhir denganUndang-Undang Nomor 16

Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah

Pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008 tentang

Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun

1983 tentang Ketentuan Umum Tata Cara Perpajakan Menjadi

Undang-Undang;

2. Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan

Negara;

3. Undang-undang Nomor 1 tahun 2004 tentang

Perbendaharaan Negara;

Page 94: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

91

4. Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah sebagaimana telah diubah beberapa sekali terakhir

dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008;

5. Undang-undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan

Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor

126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4438);

6. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah

dan Retribusi Daerah;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 105 tahun 2001 tentang

Pengelolaan Keuangan Daerah;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Standar

Akuntansi Pemerintahan;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang

Pengelolaan Keuangan Daerah;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2006 tentang

Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah;

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011

tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana

telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor

59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri

Page 95: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

92

Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah.

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007

tentang Teknis Pengelolaan Barang Daerah;

13. Peraturan Daerah Nomor Kabupaten Bantul Nomor 10 Tahun

2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah

Kabupaten Bantul; dan

14. Peraturan Daerah Nomor Kabupaten Bantul Nomor 30 Tahun

2008 tentang Pengelolaan Barang Daerah.

Ruang lingkup dari pengelolaan keuangan daerah yaitu meliputi

1) hak daerah untuk memungut pajak daerah dan retribusi daerah

serta melakukan pinjaman, 2) kewajiban daerah untuk

menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah dan membayar

tagihan pihak ketiga, 3) penerimaan daerah, 4) pengeluaran

daerah, 5) kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak

lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang serta hak-hak

lain yang dapat dinilai dengan uang termasuk kekayaan yang

dipisahkan pada perusahaan daerah, dan 6) kekayaan pihak pihak

lain yang dikuasai oleh pemerintah daerah dalam rangka

penyelenggaraan tugas pemerintahan daerah dan/atau

kepentingan umum. Dengan demikian pengelolaan keuangan

daerah merupakan kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dari

Page 96: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

93

perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pertanggungjawaban

atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Keuangan

daerah harus dikelola secara tertib, taat terhadap peraturan

perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan

bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan dan

kepatutan. Pengelolaan keuangan daerah merupakan bagian

penting dari proses pembangunan daerah dalam rangka

mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Bantul.

II. KEBIJAKAN PENDAPATAN DAERAH

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004, mengandung amanat bagi

Pemerintah Daerah untuk melaksanakan otonomi daerah yang

disertai pemberian wewenang yang luas bagi Pemerintah Daerah

untuk melaksanakan segala urusan (kewenangan) dari

pemerintah pusat ke pemerintah daerah yang bersangkutan.

Penyerahan kewenangan ini dalam rangka pelaksanaan

desentralisasi diikuti dengan penyerahan dan pengalihan

pembiayaan. Desentralisasi sendiri memiliki tujuan untuk lebih

meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat,

pengembangan kehidupan berdemokratis, keadilan, pemerataan

dan pemeliharaan hubungan yang harmonis antara pemerintah

pusat dan pemerintah daerah. Keberhasilan dari implementasi

Page 97: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

94

kebijakan desentralisasi membutuhkan berbagai faktor

pendukung yang signifikan. Salah satu faktor pendukung

keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah adalah kemampuan

daerah dalam membiayai pelaksanaan kekuasaan/kewenangan

yang dimiliki. Definisi dari kemampuan daerah adalah sejauh

mana pemerintah daerah menggali sumber-sumber pendapatan

daerah guna membiayai belanja daerah tanpa harus

menggantungkan pendapatan atau bantuan yang berasal dari

pemerintah pusat maupun pemerintah propinsi yaitu dengan

menggali dan mengembangkan potensi sumber pendapatan yang

dimiliki oleh daerah.

Pendapatan daerah sendiri mempunyai arti sebagai semua

penerimaan daerah yang melalui rekening kas umum daerah,

yang dapat menambah ekuitas dana, merupakan hak daerah

dalam satu tahun anggaran dan tidak perlu dibayar kembali oleh

daerah. Sumber pendapatan Pemerintah Kabupaten Bantul

berasal dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Lain-

lain Pendapatan yang Sah. Kebijakan pendapatan daerah

Pemerintah Kabupaten Bantul mempunyai tujuan utama adalah

guna meningkatkan kapasitas fiskal daerah dengan

mengoptimalkan pendapatan asli daerah antara lain melalui

memobilisasi pendapatan asli daerah dengan tujuan untuk

Page 98: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

95

mewujudkan terselenggaranya pemerintah daerah dan

pembangunan sehingga fungsi pelayanan dasar publik dapat

ditingkatkan. Arah kebijakan pendapatan daerah tersebut

dikarenakan sampai saat ini kemampuan Pemerintah Kabupaten

Bantul dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah dan

pembangunan sumber pembiayaannya masih sangat tergantung

pada pendapatan dana perimbangan yang berasal dari

pemerintah pusat terdiri dari dana alokasi umum, dana alokasi

khusus dan dana bagi hasil pajak dan bukan pajak.

Kebijakan pemerintah tentang otonomi daerah mulai efektif

dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2001 diharapkan dapat

mendorong pemerintah daerah meningkatkan kemampuan

keuangan daerah yang lebih baik yang tercermin dengan

meningkatnya kapasitas fiskal dan berkurangnya celah fiskal dari

tahun ke tahun dengan mengoptimalkan sumber-sumber

pendapatan daerah yang merupakan komponen kapasitas fiskal

daerah. Peningkatan kapasitas fiskal daerah tidak hanya

dilaksanakan dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,

tetapi perlu diperhatikan dampak yang timbul dari meningkatnya

kapasitas fiskal daerah terhadap roda perekonomian masyarakat.

Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah diusahakan tidak boleh

menimbulkan dampak langsung terhadap penurunan pendapatan

Page 99: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

96

kelompok masyarakat tertentu. Oleh sebab itu arah kebijakan

pengelolaan pendapatan daerah ini harus dilaksanakan dengan

cermat dan hati-hati dengan tetap berpedoman pada peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

Pendapatan asli daerah bagi Pemerintah Kabupaten Bantul belum

memiliki peranan yang besar atau belum mampu memberi

kontribusi yang besar terhadap pendapatan daerah guna untuk

membiayai belanja daerah. Sebagai gambaran perkembangan

realisasi pendapatan daerah Pemerintah Kabupaten Bantul

selama kurun waktu tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 dapat

dilihat pada tabel dibawah ini :

Page 100: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

97

Tabel 5.1 Realisasi Pendapatan Daerah Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul

Tahun 2006 s/d 2010

dalam Rupiah

NO URAIAN T a h u n

2006 2007 2008 2009 2010

PENDAPATAN DAERAH

1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 44,005,310,869.67 57,229,726,493.62 69,800,761,508.85 88,691,362,690.38 81,637,099,293.07

1.1 Pajak Daerah 9,836,299,528.00 10,191,535,467.00 12,070,898,846.00 14,108,451,478.99 16,541,249,955.00

1.2 Retribusi Daerah 22,412,839,917.00 30,808,408,803.00 37,171,638,611.00 58,205,951,445.00 15,978,422,097.00

1.3 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah 2,579,134,676.79 3,014,646,125.98 3,449,914,968.58 7,512,838,194.82 7,424,932,057.58

1.4 Lain-lain PAD yang sah 9,177,036,747.88 13,215,136,097.64 17,108,309,083.27 8,864,121,571.57 41,692,495,183.49

2 DANA PERIMBANGAN 555,614,340,014.95 602,943,019,186.00 679,250,090,167.00 668,488,989,539.37 688,676,566,702.00

2.1 Bagi Hasil Pajak & Bukan Pajak 22,016,134,017.00 30,941,019,186.00 38,632,739,167.00 44,351,846,539.37 54,598,729,702.00

2.2 Dana Alokasi Umum 470,847,000,000.00 524,293,000,000.00 583,169,351,000.00 568,502,143,000.00 573,512,337,000.00

2.3 Dana Alokasi Khusus 33,890,000,000.00 47,709,000,000.00 57,448,000,000.00 55,635,000,000.00 60,565,500,000.00

2.4 Dana Perimbangan dari Propinsi 28,861,205,997.95 0.00 0.00 0.00 0.00

Page 101: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

98

3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH

YANG SAH - 67,664,166,300.00 274,539,356,083.00 124,969,436,200.00 216,553,236,368.00

3.1 Pendapatan Hibah - 450,250,000.00 185,337,360,000.00 68,100,000.00 17,169,480,000.00

3.2 Dana Darurat - - - - -

3.3 Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi - 32,704,154,000.00 41,982,752,900.00 39,137,058,900.00 42,558,702,674.00

3.4 Dana Penyesuaian dan Otonomi

Daerah - 22,142,804,400.00 13,626,129,999.00 48,172,499,300.00 18,395,631,000.00

3.5 Bantuan Keuangan dari Propinsi dan

Pemda Lainnya - 12,366,957,900.00 33,593,113,184.00 18,071,678,000.00 138,429,422,694.00

3.6 Tunjangan Kependidikan - - - 19,520,100,000.00 - JUMLAH

599,619,650,884.62 727,836,911,979.62

1,023,590,207,758.85

882,149,788,429.75

986,866,902,363.07

Page 102: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

99

Dari tabel tersebut diatas pendapatan daerah yang dicapai oleh

Pemerintah Kabupaten Bantul selama periode tahun 2006-2010

menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahun. Kontribusi

terbesar yang diberikan terhadap pendapatan daerah bersumber dari

dana perimbangan, sedangkan pendapatan asli daerah kontribusi yang

diberikan masih relatif rendah. Hal ini menggambarkan sumber

pembiayaan guna terselenggaranya pemerintahan daerah dan

pembangunan di Kabupaten Bantul masih tergantung dari dana

perimbangan yang berasal dari pemerintah pusat.

Pendapatan daerah yang bersumber dari pendapatan asli daerah yang

dicapai Pemerintah Kabupaten Bantul selama periode tahun 2006

sampai dengan tahun 2010 mengalami peningkatan setiap tahun, yang

menggambarkan perkembangan ekonomi daerah dan kemajuan

aktivitas perekonomian masyarkat yang dapat dijadikan obyek pungut.

Pencapaian target pendapatan asli daerah merupakan salah satu faktor

yang penting dalam menilai keberhasilan pembangunan yang

dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul. Dalam rangka

mengelola pendapatan asli daerah dengan melakukan identifikasi

potensi masing-masing komponen pendapatan asli daerah sebagai

sumber pendapatan daerah yang perlu ditingkatkan. Indentifikasi

komponen-komponen pendapatan asli daerah dapat dilaksanakan

dengan menggunakan analisa rasio pertumbuhan dan kontribusi yang

diberikan masing-masing komponen pendapatan asli daerah terhadap

total pendapatan asli daerah. Sedang kebijakan yang digunakan

Pemerintah Kabupaten Bantul dalam mengelola pendapatan asli

daerah yaitu dengan melaksanakan kebijakan insentif dan disinsentif

obyek-obyek pungut tertentu. Melalui kebijakan tersebut pendapatan

asli daerah diharapkan pada tahun-tahun mendatang akan mampu

memberi kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan daerah

Pemerintah Kabupaten Bantul.

Page 103: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

100

Sehingga kebijakan intensifikasi, ekstensifikasi dan identifikasi potensi

komponen-komponen Pendapatan Asli Daerah sebagai sumber

penerimaan pendapatan daerah yang telah dilaksanakan pada tahun-

tahun sebelumnya dapat digunakan dalam periode tahun 2011 sampai

dengan tahun 2015. Melalui kebijakan tersebut diharapkan komponen

Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai pertumbuhan yang

meningkat dan memberi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah

yang terus meningkat dengan menggali sumber-sumber baru dari

komponen Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Peningkatan pajak daerah merupakan sumber pendapatan asli daerah

juga didukung dengan diberlakukan Undang-undang Nomor 28 Tahun

2009 tentang Pajak Daerah dan Retibusi Daerah yang mengatur

tentang pajak dan retribusi yang menjadi wewenang daerah.

Berdasarkan undang-undang tersebut Bea Perolehan Hak atas Tanah

dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi Bangunan (PBB) Perkotaan

dan Perdesaan yang sebelumnya menjadi wewenang dan dikelola oleh

Pemerintah Pusat dilimpahkan kewenangan pengelolaan kepada

pemerintah daerah. Mulai tahun 2011 dengan ditetapkan Peraturan

Daerah Nomor 8 Tahun 2010 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah

dan Bangunan (BPTB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

(BPTB) menjadi pajak daerah yang dikelola oleh daerah. Sedangkan

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perkotaan dan Perdesaan

berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Dalam

Negeri Nomor 213/PMK.07/2010 dan Nomor 58 Tahun 2010 tentang

Tahapan Persiapan Pengalihan PBB Perkotaan dan Pedesaan sebagai

pajak daerah, maka pada tahun 2012 dilakukan Persiapan Pengalihan

Wewenang PBB Perkotaan dan Pedesaan sebagai pajak daerah.

Pemerintah Daerah Bantul mulai tahun 2013, PBB Perkotaan dan

Pedesaan akan dikelola sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten

Bantul pada tahun 2013.

Page 104: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

101

Sedangkan komponen Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang

Dipisahkan belum mampu memberi kontribusi yang cukup besar

terhadap Pendapatan Asli Daerah serta menunjukkan pertumbuhan

dengan kecenderungan/trent yang signifikan maka Pemerintah

Kabupaten Bantul pada periode tahun 2011-2015 perlu melaksanakan

reposisi terhahap pos-pos pada komponen Hasil Pengelolaan Kekayaan

Daerah. Diharapkan pada periode berikutnya komponen Hasil

Pengelolaan Kekayaan Daerah dapat menunujukkan pertumbuhan

yang terus meningkat dan memberi kontribusi yang cukup besar

terhadap Pendapatan Asli Daerah.

Upaya yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul untuk

meningkatkan komponen Pendapatan Asli Daerah sehingga dapat

menutup terjadinya kesenjangan fiskal yaitu dengan melaksanakan

strategi mengoptimalkan pajak daerah, retribusi daearh dan lain-lain

pendapatan asli daerah yang sah. Adapun strategi akan dilaksanakan

adalah sebagai berikut :

1. Optimalisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah melalui

langkah-langkah intesifikasi dan ekstensifikasi:

1) Intensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah terutama

ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan (compliance) dan

memperkuat basis pajak/retribusi yang ada. Secara umum,

proses ini meliputi:

a. Penyederhanaan dan modernisasi (komputerisasi) sistem

perpajakan dan retribusi daerah;

b. Penyempurnaan landasan hukum serta law enforcement

bagi pengenaan pajak dan retribusi;

c. Sosialisasi dan pemberian penyuluhan yang memadai

kepada masyarakat mengenai ketentuan pajak daerah dan

retribusi daerah;

Page 105: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

102

d. Peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaan

pemungutan pendapatan daerah;

e. Peningkatan koordinasi dan kerja sama antar unit satuan

kerja terkait;

f. Peningkatan kualitas aparat pajak/retribusi daerah;

2) Ekstensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah terutama

ditujukan untuk memperluas basis pajak/retribusi. Proses ini

meliputi:

a. Updating data basis pajak daerah serta optimalisasi

pemanfaatan data perpajakan yang bersangkutan;

b. Pengkajian penerapan jenis retribusi baru;

c. Optimalisasi penyerapan penerimaan dari basis pajak

BPHTB yang telah didaerahkan dan basis pajak PBB yang

akan didaerahkan.

3) Meningkatkan kontribusi perimaan dari BUMD melalui upaya

pengelolaan BUMD secara efisien dan efektif yang dapat

ditempuh dengan perbaikan manajemen, peningkatan

profesionalisme BUMD, serta memperkuat permodalan BUMD.

4) Optimalisasi penerimaan yang berasal dari bagi hasil perpajakan

melalui kerjasama pusat dan daerah dalam menyerap basis pajak

terkait.

Dengan diberlakukan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang

Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pemerintah Kabupaten Bantul

telah menetapkan Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan

Retribusi Daerah.

Berdasarkan strategi tersebut diatas diharapkan Pendapatan Asli

Daerah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah diharapkan

pada jangka waktu tahun 2011-2015 mempunyai pertumbuhan dengan

kecenderungan (trent) yang meningkat/positif serta dapat

meningkatkan kontribusi pendapatan asli daerah terhadap Anggaran

Page 106: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

103

Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bantul. Sehingga

dapat mengurangi ketergantungan pemerintah daerah terhadap

pemerintah pusat dalam pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan

daerah dalam penyediaan pelayanan umum kepada masyarakat.

Secara umum besarnya Pendapatan Asli Daerah menunjukkan

kemajuan aktivitas perekonomian pada masyarakat yang dapat

dijadikan obyek pungut. Oleh sebab itu, tercapainya target Pendapatan

Asli Daerah merupakan faktor yang penting dalam menilai laju

pembangunan di daerah. Roda perekonomian masyarakat di wilayah

Kabupaten Bantul dapat terpacu, Pemerintah Kabupaten Bantul

menerapkan arah kebijakan pengelolaan pendapatan daerah dengan

melaksanakan insentifikasi, eksentifikasi dan disinsentifikasi untuk

obyek-obyek pungut tertentu dengan harapan mampu memberi

kontribusi terhadap pemerataan pendapatan masyarakat.

Page 107: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

104

Tabel 5.2 Indikator Capaian

Kebijakan Pengelolaan Pendapatan Daerah Periode Tahun 2011-2015

NO

URAIAN Satuan

TAHUN

2011 2012 2013 2014 2015

1 Meningkatkan pajak daerah dan retribusi daerah

% 21,15

5,41 5,00 29,17

6,58

2 Rasio PAD terhadap total penerimaan daerah

% 11,12

11,13

10,97

13,45

13,49

3 Rasio PAD terhadap total pengeluaran APBD

% 10,71

10,72

10,58

12,96

13,02

4 Rasio pertumbuhan pendapatan daerah

% 0,21 7,41 6,54 3,18 6,09

5 Potensi penerimaan daerah yang dapat digali

% 1,91 3,92 3,92 3,25 3,21

Sedang proyeksi pendapatan daerah Kabupaten Bantul selama periode

tahun 2011-2015 dapat dilihat sebagai berikut :

Page 108: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

104

Tabel 5.3

Proyeksi Pendapatan Daerah Tahun 2011 s/d 2015

Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul

dalam Rupiah

NO URAIAN PREDIKSI

2011 2012 2013 2014 2015

PENDAPATAN 878,012,053,000.00 943,096,041,000.00 1,004,757,471,000.00 1,036,663,061,000.00 1,099,782,492,000.00

I PENDAPATAN ASLI DAERAH 97,611,741,000.00 105,010,502,000.00 110,261,028,000.00 139,391,181,000.00 148,360,738,000.00

- Pajak Daerah 24,741,578,000.00 26,340,907,000.00 27,657,953,000.00 52,657,953,000.00 57,290,850,000.00

- Retribusi Daerah 63,534,118,000.00 66,710,824,000.00 70,046,365,000.00 73,548,683,000.00 77,226,117,000.00

- Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan 7,471,045,000.00 7,844,598,000.00 8,236,828,000.00 8,648,669,000.00 9,081,102,000.00

- Lain-lain PAD 1,865,000,000.00 4,114,173,000.00 4,319,882,000.00 4,535,876,000.00 4,762,669,000.00

II DANA PERIMBANGAN 685,016,131,000.00 736,302,733,000.00 787,249,497,000.00 784,287,587,000.00 832,413,246,000.00

- Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak 36,158,924,000.00 39,774,817,000.00 43,752,298,000.00 23,127,528,000.00 24,283,904,000.00

Page 109: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

105

- Dana Alokasi Umum 586,635,081,000.00 634,305,790,000.00 681,275,073,000.00 698,937,933,000.00 745,907,216,000.00

- Dana Alokasi Khusus 62,222,126,000.00 62,222,126,000.00 62,222,126,000.00 62,222,126,000.00 62,222,126,000.00

- Dana Penyesuaian Infrastruktur dan Lainnya - - - - -

III LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SYAH 95,384,181,000.00 101,782,806,000.00 107,246,946,000.00 112,984,293,000.00 119,008,508,000.00

- Pendapatan Hibah 17,588,280,000.00 20,097,108,000.00 21,476,964,000.00 22,925,812,000.00 24,447,103,000.00

- Dana Darurat -

- Dana Bagi Hasil Pajak dr Propinsi & Pemda Lainnya 39,163,788,000.00 41,121,978,000.00 43,178,077,000.00 45,336,980,000.00 47,603,829,000.00

- Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemda lainnya 13,976,428,000.00 14,675,250,000.00 15,409,012,000.00 16,179,463,000.00 16,988,436,000.00

- Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 24,655,685,000.00 25,888,470,000.00 27,182,893,000.00 28,542,038,000.00 29,969,140,000.00

- Dana Penyesuaian

Infrastruktur dan Lainnya

-

- - - -

- Dana Tunjangan Pendidikan

-

- - - -

JUMLAH 878,012,053,000.00 943,096,041,000.00 1,004,757,471,000.00 1,036,663,061,000.00 1,099,782,492,000.00

Page 110: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

106

Program yang dilaksanakan oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul dalam mendukung

terwujudnya capaian indikator tersebut diatas yaitu program

peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah,

program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur, program

penataan peraturan perundang-undangan, program pengelolaan

barang daerah dan program pengembangan data/informasi/statistik

daerah.

III. KEBIJAKAN BELANJA DAERAH

Sejalan dengan diberlakukan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang

Pemerintahan Daerah, maka mulai diberlakukannya otonomi daerah

yang memberi peluang sekaligus tantangan bagi daerah untuk

mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan

masyarakat setempat dengan memperhitungkan prakarsa dan

kreativitas sendiri berdasarkan aspirasi yang dijaring dari masyarakat

setempat. Oleh karena itu belanja daerah membutuhkan tata kelola

yang baik dikarenakan belanja daerah dipergunakan untuk mendanai

pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan

pemerintah daerah yang terdiri dari urusan wajib, urusan pilihan dan

urusan yang penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang

dapat dilaksanakan antara pemerintah dan pemerintah daerah yang

Page 111: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

107

ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan. Belanja daerah

yang dipergunakan untuk menyelenggarakan urusan wajib diutamakan

untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat

dalam upaya untuk memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan

dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan,

fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan

sistem jaminan sosial. Sedangkan belanja daerah yang dipergunakan

untuk melaksanakan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan

diprioritaskan mengembangkan potensi unggulan (core comptence)

yang merupakan ciri khas daerah Bantul dalam rangka meningkatkan

kesejahteraan masyarakat. Urusan wajib dan urusan pilihan yang

menjadi kewenangan dan harus dilaksanakan oleh Pemerintah

Kabupaten Bantul ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 13

Tahun 2007 tentang Penetapan Urusan Pemerintahan Wajib dan

Pilihan Kabupaten Bantul. Dengan demikian arah kebijakan belanja

daerah Pemerintah Kabupaten Bantul adalah sebagai berikut :

1. Anggaran belanja daerah dialokasikan untuk memperbesar

kebutuhan belanja langsung yang diperlukan guna melaksanakan

fungsi layanan publik meliputi penyediaan layanan kesehatan,

pendidikan, penyediaan infrastruktur dan penanggulangan

kemiskinan; dan

Page 112: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

108

2. Anggaran belanja daerah yang dialokasikan pada belanja tidak

langsung lebih efisien dan efektif dalam rangka meningkatkan

kinerja pelayanan publik sebagai salah satu wujud reformasi

birokrasi.

Perencanaan dan penganggaran yang diterapkan oleh Pemerintah

Kabupaten dengan menggunakan sistem perencanaan dan

penganggaran yang berbasis kinerja mengingat terbatasnya

kemampuan keuangan yang dimiliki serta masih tinggi belanja pegawai

yang menjadi beban. Perencanaan dan penganggaran yang berbasis

kinerja merupakan sistem perencanaan, penganggaran dan evaluasi

yang menekankan pada keterkaitan antara anggaran dengan hasil yang

diinginkan. Atau dengan kata lain perencanaan dan penganggaran

berbasis kinerja merupakan suatu sistem penyusunan anggaran yang

lebih mengutamakan kepada upaya pencapaian hasil kerja (output)

dari perencanaan alokasi biaya (input). Penerapan dari penyusunan

anggaran berbasis kinerja guna mengaitkan langsung antara keluaran

(output) dengan hasil (outcome) yang disertai dengan penekanan

terhadap efektivitas dan efisiensi anggaran. Tujuan dilaksanakan

perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja yaitu sebagai berikut :

1. Efisiensi pelaksanaan anggaran dengan menghubungkan kerja dan

kegiatan terhadap biaya;

Page 113: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

109

2. Mendukung alokasi anggaran terhadap prioritas program dan

kegiatan;

3. Meningkatkan kualitas pelayanan publik;

4. Pencapaian kinerja pelaksanaan program atau kegiatan diukur

dengan indikator-indikator yang jelas.

III.1. BELANJA DAERAH TAHUN 2006 S/D TAHUN 2010

Sebagai gambaran arah kebijakan pengelolaan belanja daerah yang

telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul dapat dilihat

dari realisasi belanja daerah tahun 2006 s/d 2010 yaitu sebagai berikut

:

Page 114: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

110

Tabel 5.4 REALISASI BELANJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BANTUL

TAHUN 2006 S/D 2010

dalam Rupiah

NO URAIAN TAHUN

2006 2007 2008 2009 2010 1 2 3 4 5 6 7

1 BELANJA APARATUR 118,338,774,610.59 - - - -

2 BELANJA PUBLIK 426,793,361,322.79 - - - -

3 BELANJA TIDAKLANGSUNG - 451,495,661,530.06 598,167,227,346.78

634,893,132,281.01 725,484,515,717.49

4 BELANJA LANGSUNG - 225,339,820,093.00 447,256,076,181.00 268,873,868,148.00

286,872,331,518.00

Jumlah 545,132,135,933.38 676,835,481,623.06 1,045,423,303,527.78 903,767,000,429.01

1,012,356,847,235.49

Page 115: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

111

Pada tahun 2006 berdasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri

Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan,

Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata

Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,

Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan

Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah , belanja daerah

dikelompokkan menjadi belanja pelayanan publik dan belanja aparatur

daerah. Belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja perjalanan

dinas, belanja pemeliharaan, belanja modal, belanja bagi hasil, belanja

bantuan keuangan dan belanja tidak terduga merupakan kelompok

dari belanja pelayanan publik, belanja ini digunakan untuk membiayai

kegiatan yang hasil manfaatnya dan berdampak secara langsung

dinikmati oleh masyarakat. Sedangkan belanja aparatur daerah

digunakan untuk membiayai kegiatan yang hasil manfaatnya dan

dampak tidak secara langsung dinikmati masyarakat, meliputi belanja

pegawai, belanja barang dan jasa, belanja perjalanan dinas, belanja

pemeliharaan dan belanja modal.

Belanja daerah mulai tahun 2007 dengan menggunakan Peraturan

Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dalam

Peraturan Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 sebagai dasar, belanja

daerah dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu

Page 116: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

112

1. Belanja tidak langsung, merupakan belanja yang dianggarkan tidak

terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan

meliputi belanja pegawai, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial,

belanja bagi hasil, bantuan keuangan dan belanja tidak terduga.

2. Belanja langsung, merupakan belanja yang dianggarkan terkait

secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan

meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja

modal.

Pada tabel realisasi belanja daerah sebagaimana tersebut diatas,

menunjukkan pada tahun 2006 belanja daerah sebesar 78,29%

dialokasikan pada belanja publik dan sebesar 21,71% dialokasikan

untuk belanja aparatur. Sedang dalam kurun waktu tahun 2007 s/d

tahun 2010 belanja daerah rata-rata pertahun sebesar 66,46%

dialokasikan untuk belanja tidak langsung dan sebesar 33,54%

dialokasikan untuk belanja langsung.

Pembiayaan atas pengeluaran/belanja daearah Pemerintah Kabupaten

Bantul masih tergantung pada dana perimbangan sebagai sumber

utama penerimaan daerah. Melalui tabel realisasi pendapatan daerah

dan realisasi belanja daerah selama kurun waktu tahun 2006 s/d tahun

2010 tersebut diatas dapat diketahui kemampuan keuangan

Pemerintah Kabupaten Bantul dalam membiayai pengeluaran/belanja

daerah dengan menggunakan instrumen berupa rasio pendapatan asli

Page 117: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

113

daerah terhadap belanja daerah dan rasio dana perimbangan terhadap

belanja daerah. Melalui kedua rasio tersebut dapat diketahui tingkat

ketergantungan Pemerintah Kabupaten Bantul terhadap pemerintah

pusat dan tingkat kemandirian Pemerintah Kabupaten Bantul dalam

membiayai pengeluaran/belanja daerah dengan pendapatan asli

daerah yang diperoleh. Selama rentang waktu tahun 2006 s/d tahun

2010 penerimaan daerah yang bersumber dari dana perimbangan rata-

rata pertahun memberi kontribusi sebagai sumber pembiayaan

terhadap pengeluaran/belanja daerah sebesar 79,59%. Sebaliknya

dalam rentang waktu tersebut perolehan pendapatan asli daerah yang

dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Bantul memberi sumbangan

sebagai sumber pembiayaan pengeluaran/belanja daerah rata-rata

pertahun sebesar 8,22%. Kontribusi tersebut memberi gambaran

tentang kemandirian Pemerintah Kabupaten Bantul dengan

menggunakan pendapatan asli daerah yang dicapai guna membiayai

belanja/pengeluaran daerah. Dengan demikian pendapatan daerah

yang bersumber dari dana perimbangan memberi pengaruh yang besar

terhadap pengeluaran/belanja daerah daripada pengaruh perolehan

pendapatan asli daerah terhadap pengeluaran/belanja daerah.

Page 118: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

114

III.2 Kebijakan Perencanaan Belanja Daerah

Belanja daerah dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul dalam

rangka membiayai terselenggaranya urusan pemerintahan yang

menjadi kewenangan pemerintah daerah yang terdiri dari urusan wajib

dan urusan pilihan yang telah ditetapkan Peraturan Daerah Kabupaten

Bantul Nomor13 Tahun 2007 serta terselenggaranya urusan yang

penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang dapat

dilaksanakan bersama antara pemerintah dan pemerintah daerah yang

ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan .

Berdasarkan kondisi belanja daerah dalam rentang waktu tahun 2006-

2010, perencanaan belanja daerah diprioritaskan untuk membiayai

pelaksanaan program/kegiatan dalam rangka melindungi dan

meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang akan diwujudkan

dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan,

fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta dalam rangka

mengembangkan sistem jaminan sosial.

Kebijakan perencanaan belanja daerah yang ditempuh oleh Pemerintah

Kabupaten Bantul yaitu sebagai :

1. Prioritas penggunaan dana perimbangan

(a) Dana Alokasi Umum (DAU) diperuntukkan mendanai

kebutuhan belanja pegawai dan pelaksanaan urusan wajib

guna meningkatkan pelayanan dasar;

Page 119: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

115

(b) Dana bagi hasil pajak diperuntukkan membiayai perbaikan

lingkungan pemukiman di perkotaan dan perdesaan,

pembangunan irigasi, jaringan jalan dan jembatan; dan

(c) Dana Alokasi Khusus diperutukkan untuk mendanai

kebutuhan fisik atau sarana/prasarana dasar yang menjadi

urusan daerah antara lain jalan, jembatan, pendidikan,

kesehatan sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan.

2. Penggunaan Dana Tugas Pembantuan

Penyelenggaraan pemerintahan yang menjadi kewenangan

daerah dibiayai oleh APBD, sedangkan penyelenggaraan

kewenangan pemerintah yang menjadi tanggungjawab

pemerintah pusat dibiayai oleh APBN. Dana tugas pembantuan

yang diperoleh oleh pemerintah daerah dimaksudkan untuk

mendanai pelaksanaan program dan kegiatan guna

terlaksananya kewenangan pusat yang didekonsentrasikan

kepada pemerintah daerah. Adapun sumber dana tugas

pembantuan ini berasal dari APBN.

Pada tahun 2010 Kabupaten Bantul mendapat alokasi dana tugas

pembantuan sebesar Rp 39.025.286.000,00 dalam rangka

melaksanakan 12 (dua belas) program pemerintah pusat

meliputi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintahan

Daerah (P2TPD), Pemberdayaan Komunitas Perumahan,

Page 120: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

116

Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja, Perluasan

dan Pengembangan Kesempatan Kerja, Pengembangan

Agrobisnis, Peningkatan Kesejahteraan Petani, Peningkatan

Ketahanan Pangan, Pengembangan Sumber Daya Perikanan,

Pengembangan Budidaya Perikanan, Pengembangan dan

Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan

Lainnya, Pengembangan Industri Kecil dan Menengah serta

Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan.

Tugas pembantuan pada tahun 2011 yang diperoleh Kabupaten

Bantul Rp. 16.153.384.000,00.

III.3 Kebijakan Belanja Tidak langsung.

Kelompok belanja tidak langsung terdiri atas komponen belanja

pegawai, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, belanja

bantuan sosial, belanja bagi hasil, belanja bantuan keuangan dan

belanja tidak. Pembebanan anggaran belanja tidak langsung

pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hanya dianggarkan

untuk belanja pegawai, sedang untuk belanja tidak langsung

kecuali komponen belanja pegawai pembebanan anggaran pada

anggaran Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD).

Perencanaan atas pelaksanaan belanja tidak langsung dengan

menerapkan kebijakan sebagai berikut :

Page 121: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

117

a. Belanja Pegawai merupakan belanja kompensasi yang

direncanakan untuk dianggarkan

• Membayar gaji dan tunjangan PNS/CPNS se Kabupaten

Bantul dengan memperhitungkan adanya kenaikan gaji

pokok dan gaji ke 13 serta menggunakan accres 2,5% yang

diperuntukkan membayar kekurangan gaji dan tunjangan.

Serta penghasilan lainnya yang diberikan kepada pegawai

negeri sipil yang ditetapkan sesuai dengan peraturan

perundang-undangan;

• Uang representasi dan tunjangan pimpinan dan anggota

DPRD serta gaji dan tunjangan kepala daerah dan wakil

kepala daerah serta penghasilan dan penerimaan lainnya

yang ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-

undangan;

• Membayar gaji untuk pamong desa Jagalan dan Triwurti;

• Tambahan penghasilan PNS berdasarkan prestasi kerja

sesuai dengan Peraturan Bupati yang ditetapkan;

• Penyelenggaraan Asuransi Kesehatan (Askes) PP 28 bagi

PNS/CPNS di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten

Bantul;

Page 122: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

118

b. Belanja bunga digunakan untuk menganggarkan

pembayaran bunga yang dihitung atas kewajiban pokok

utang (principal outstanding);

c. Belanja hibah digunakan untuk mengganggarkan

pemberian hibah dalam bentuk uang, barang dan/atau jasa

kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya, dan

kelompok masyarakat/perorangan yang secara spesifik telah

ditetapkan peruntukkannya;

d. Belanja bantuan sosial digunakan untuk menganggarkan

pemberian bantuan dalam bentuk uang dan/atau barang

kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan

kesejahteraan masyarakat, serta belanja bantuan sosial

diberikan tidak secara terus menerus/tidak berulang setiap

tahun anggaran, selektif dan memiliki kejelasan peruntukan

penggunaannya;

e. Belanja bagi hasil kepada propinsi/kabupaten/kota dan

pemerintah desa digunakan untuk menganggarkan bagi

hasil pendapatan kepada pemerintahan desa atau

pemerintah lainnya;

f. Belanja tidak terduga digunakan untuk menganggarkan

kegiatan yang mempunyai sifat tidak biasa atau diharapkan

Page 123: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

119

berulang seperti penanggulangan bencana alam dan bencana

sosial yang tidak diperkirakan sebelumnya.

III.4 Kebijakan Belanja Langsung

Belanja langsung merupakan belanja yang dipengaruhi adanya

program atau kegiatan yang direncanakan, serta dapat

diperbandingkan antara hasil kinerja dari kegiatan

(output/outcome) dengan alokasi belanja (input) yang

direncanakan. Pembebanan anggaran belanja langsung ke dalam

anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kelompok

belanja langsung dari suatu kegiatan terdiri dari belanja

pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal. Rincian

kebijakan atas komponen belanja langsung yaitu sebagai berikut

• Belanja Pegawai, digunakan untuk pengeluaran

honorarium/upah dalam melaksanakan program atau

kegiatan.

• Belanja Barang dan Jasa, digunakan untuk

pembelian/pengadaan barang yang nilai manfaatnya

kurang dari 12 (duabelas) bulan dan/atau pemakaian jasa

dalam melaksanakan program dan kegiatan pemerintahan

daerah.

• Belanja Modal, digunakan untuk pengeluaran yang

dilakukan dalam rangka pembelian/pengadaan aset tetap

Page 124: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

120

berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12

(duabelas) bulan12 (duabelas) bulan12 (duabelas) bulan

untukdigunakan dalam kegiatan pemerintahan, seperti

tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan.

Irigasi dan sebagainya.

Kebijakan pengelolaan belanja daerah yang dilaksanakan oleh

Pemerintah Kabupaten Bantul seperti tersebut diatas tidak berlawanan

dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maka strategi

yang diambil sebagai pedoman/cara Dinas Pengelolaan Keuangan dan

Aset Daerah Kabupaten Bantul dalam menyusun dan menetapkan

program-program yang tertuang dalam berbagai macam kegiatan yang

akan dilaksanakan selama periode tahun 2011-2015. Sehingga akan

mendukung terwujudnya visi, misi, sasaran dan tujuan Pemerintah

Daerah Kabupaten Bantul seperti yang tersirat dalam Rencana

Pembangunan Daerah Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten

Bantul tahun 2011-2015. Adapun strategi yang akan ditempuh yaitu

sebagai berikut:

1. Belanja daerah dianggarkan dengan prioritas utama

melaksanakan program-program yang mendukung terwujudnya

visi, misi dan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Daerah (RPJMD) Kabupaten Bantul Tahun 2011-2015;

Page 125: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

121

2. Tata Kelola belanja daerah wajib mempertimbangkan analisis

standart belanja, standart harga barang dan jasa, tolok ukur

kinerja dan standart pelayanan minimal (SPM).

Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul dalam merencanakan dan

menganggarkan belanja daerah yang berbasis kinerja diarahkan untuk

memenuhi kebutuhan fiskal terutama terlaksananya fungsi layanan

publik, maka alokasi belanja daerah yang terbesar untuk kebutuhan

belanja langsung. Dalam rangka terlaksananya program/kegiatan

untuk memenuhi kebutuhan/pelayanan dasar masyarakat,

penanggulangan kemiskinan, pengurangan pengangguran dan

penyediaan infrastruktur publik serta kegiatan yang mendukung

revitalisasi perdesaan melalui pemberdayaan masyarakat. Oleh karena

itu anggaran belanja tidak langsung diupayakan lebih efisien dan

efektif untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik sebagai salah

satu wujud reformasi birokrasi.

Berdasarkan kebijakan pengelolaan belanja daerah yang akan

dilaksanakan sebagai gambaran proyeksi kebutuhan fiskal terhadap

belanja langsung dan belanja tidak langsung yang dianggarkan selama

tahun 2011-2015 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Page 126: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

122

Tabel 5.5 Prediksi Belanja Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul

Tahun 2011 s/d 2015

dalam Rupiah

URAIAN Prediksi

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6

BELANJA TIDAK LANGSUNG 656,107,685,400.00 725,776,296,400.00 790,383,164,400.00 825,122,483,400.00 880,806,924,400.00

- Belanja Pegawai 596,311,257,000.00 666,979,038,000.00 732,052,736,000.00 766,792,055,000.00 822,476,496,000.00

- Belanja Bunga 120,145,200.00 120,145,200.00 120,145,200.00 120,145,200.00 120,145,200.00

- Belanja Subsidi

- Belanja Hibah 462,865,000.00 462,865,000.00 462,865,000.00 462,865,000.00 462,865,000.00

- Belanja Bantuan Sosial 25,795,408,000.00 25,795,408,000.00 25,795,408,000.00 25,795,408,000.00 25,795,408,000.00

Belanja Bagi Hasil Kepada Propinsi/Kabupaten/Kota/Desa 1,952,010,200.00 1,952,010,200.00 1,952,010,200.00 1,952,010,200.00 1,952,010,200.00

- Belanja Bantuan Keuangan kepada Propinsi/Kab./Kota/Desa

29,466,000,000.00 28,466,830,000.00 28,000,000,000.00 28,000,000,000.00 28,000,000,000.00

- Belanja Tidak Terduga 2,000,000,000.00 2,000,000,000.00 2,000,000,000.00 2,000,000,000.00 2,000,000,000.00

Page 127: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

123

BELANJA LANGSUNG 255,417,095,000.00 253,544,621,000.00 251,828,525,000.00 250,276,623,000.00 258,897,127,000.00

- Belanja Pegawai 36,662,070,000.00 38,495,173,000.00 40,419,932,000.00 42,440,928,000.00 44,562,975,000.00

- Belanja Barang dan Jasa 121,000,000,000.00 116,000,000,000.00 111,000,000,000.00 106,000,000,000.00 111,000,000,000.00

- Belanja Modal 97,755,025,000.00 99,049,448,000.00 100,408,593,000.00 101,835,695,000.00 103,334,152,000.00

Jumlah 911,524,780,400.00 979,320,917,400.00 1,042,211,689,400.00 1,075,399,106,400.00 1,139,704,051,400.00

Page 128: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

124

Berdasarkan tabel proyeksi belanja daerah tahun 2011-2015 tersebut diatas

pengelolaan belanja daerah khusus untuk belanja langsung diarahkan untuk

melaksanakan berbagai program dan kegiatan dalam rangka pemenuhan

kebutuhan atau pelayanan dasar atau belanja daerah diarahkan untuk

memenuhi kebutuhan fiskal terhadap urusan pada pelayanan publik. Sedang

pengelolaan belanja tidak langsung diupayakan lebih efisiensi dan efektif guna

meningkatkan kinerja pelayanan publik sebagai salah satu wujud reformasi

birokrasi. Kebijakan pengelolaan anggaran belanja daerah yang berbasis

kinerja diarahkan pada prinsip-prinsip yang harus diperhatikan yaitu sebagai

berikut :

1. Efisiensi dan efektivitas anggaran

Dana yang tersedia harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk dapat

menghasilkan peningkatan pelayanan dan kesejahteraan yang maksimal

untuk kepentingan masyarakat. Efisiensi dan efektivitas anggaran dapat

dikendalikan yaitu dalam menyusun perencanaan anggaran perlu secara jelas

ditetapkan tujuan, sasaran, hasil dan manfaat yang akan diperoleh

masyarakat dari suatu kegiatan yang diprogramkan dengan menggunakan

analisis standar belanja, standar harga dan standar pelayanan prima sebagai

bahan pertimbangan.

2. Keadilan anggaran

Anggaran belanja daerah dalam rentang waktu tahun 2011 s/d 2015

dialokasikan secara tepat berdasarkan skala prioritas. Dalam rentang waktu

tersebut belanja daerah dialokasikan untuk melaksanakan program atau

kegiatan di bidang pelayanan publik yang mempunyai dampak langsung pada

Page 129: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

125

kesejahteraan masyarakat dan untuk melaksanakan berbagai pembangunan

yang mendukung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Oleh karena itu alokasi belanja daerah diarahkan untuk memenuhi

kebutuhan fiskal terhadap urusan pada pelayanan publik.

3. Perencanaan dan penganggaran disusun dengan pendekatan kinerja

Dalam merencanakan dan menganggarkan belanja daerah dengan

mengutamakan upaya pencapaian hasil kerja (output/outcome) dari

perencanaan alokasi biaya (input) yang telah ditetapkan. Perencanaan dan

penganggaran belanja daerah yang dilakukan setiap unit kerja di lingkungan

Pemerintah Kabupaten Bantul berbasis kinerja dengan tolok ukur dan target

pada setiap indikator kinerja yang meliputi masukan, keluaran dan hasil yang

jelas dan akan dicapai sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi serta bidang

wewenang masing-masing unit kerja.

4. Transparansi dan akuntabilitas

Perencanaan dan penganggaran belanja daerah harus dapat menyajikan

informasi yang jelas mengenai tujuan, sasaran, hasil dan manfaat yang dapat

diperoleh masyarakat dari program/kegiatan yang dianggarkan. Perencanaan

dan penganggaran belanja daerah harus dapat dipertanggungjawabkan

dengan bertumpu pada peraturan perundang-undang yang berlaku.

IV. KEBIJAKAN PEMBIAYAAN

Pembiayaan pemerintah daerah merupakan semua transaksi keuangan untuk

menutup defisit atau untuk memanfaatkan surplus, pembiayaan ini terdiri

Page 130: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

126

dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Kebijakan

pembiayaan yang ditempuh oleh Pemerinatah Kabupaten Bantul dengan

mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006

sebagaimana telah diubah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59

Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, dalam hal

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diperkirakan defisit,

maka untuk menutup defisit tersebut diantaranya dapat bersumber dari sisa

lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya, pencairan dana

cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan

pinjaman dan penerimaan kembali pemberian pinjaman atau penerimaan

piutang. Pembiayaan defisit anggaran yang bersumber dari pinjaman daerah

seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005

tentang pinjaman daerah. Pinjaman daerah perlu dilaksanakan dengan

sangat hati-hati agar tidak menimbulkan beban bagi keuangan daerah pada

masa yang akan datang dengan mempertimbangkan debt service coverage

(DSCR) serta aspek prediksi kondisi ekonomi daerah dalam jangka panjang.

Sebaliknya apabila Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

diperkirakan surplus, diutamakan untuk pembayaran pokok utang,

penyertaan modal (investasi) daerah, pemberian pinjaman kepada pemerintah

pusat/daerah dan/atau pendanaan belanja peningkatan jaminan sosial.

Berdasarkan tabel tentang proyeksi pendapatan dan tabel proyeksi belanja

daerah 5 (lima) tahun yang akan datang menggambarkan bahwa Pendapatan

daerah Kabupaten Bantul selama periode tahun 2011-2015 diproyeksikan

akan mengalami pertambahan dengan tingkat rata-rata pertambahan pertahun

sebesar Rp 46.215.603.638,20 , sedangkan kebutuhan belanja daerah

Page 131: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

127

diperkirakan mengalami pertambahan rata-rata sebesar Rp

1.033.732.106.886,79 setiap tahun. Kondisi tersebut menggambarkan selama

tahun 2011-2015 proyeksi kebutuhan belanja daerah lebih besar daripada

proyeksi pendapatan daerah serta menggambarkan selama periode tersebut

proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten

Bantul mengalami defisit rata-rata per tahun sebesar Rp 987.516.503.248,60

setiap tahun. Dari tabel proyeksi pendapatan dan proyeksi belanja daerah

tersebut dapat dlihat besar proyeksi defisit yang terjadi dalam rentang tahun

2011 s/d tahun 2015 pada tabel sebagai berikut :

Page 132: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

128

Tabel 5.6 Prediksi Surplus (Defisit) dan SiLPA (SiKPA)

Pemerintah Kabupaten Bantul Tahun 2011 s/d 2015

dalam Rupiah

NO U R A I A N T A H U N

2011 2012 2013 2014 2015

I PENDAPATAN 878,012,053,000.00 943,096,041,000.00 1,004,757,471,000.00 1,036,663,061,000.00 1,099,782,492,000.00

II BELANJA 911,524,780,400.00 979,320,917,400.00 1,042,211,689,400.00 1,075,399,106,400.00 1,139,704,051,400.00

SURPLUS (DEFISIT) I-II -33,512,727,400.00 -36,224,876,400.00 -37,454,218,400.00 -38,736,045,400.00 -39,921,559,400.00

III PEMBIAYAAN

1 Jumlah penerimaan pembiayaan 38,627,958,400.00

41,340,107,400.00 42,569,449,400.00 43,851,276,400.00 45,036,790,400.00

2 Jumlah pengeluaran pembiayaan 5,115,231,000.00

5,115,231,000.00

5,115,231,000.00 5,115,231,000.00 5,115,231,000.00

PEMBIAYAAN NETO 33,512,727,400.00

36,224,876,400.00 37,454,218,400.00 38,736,045,400.00 39,921,559,400.00

Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan - - - - -

Page 133: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

129

Berdasarkan tabel tersebut diatas, dengan mengacu pada peraturan perundang-

undangan yang berlaku kebijakan yang diambil guna menutup proyeksi defisit

dalam rentang waktu tahun 2011 s/d tahun 2015 dengan menggunakan

penerimaan pembiayaan yaitu dengan menggunakan Sisa Lebih Perhitungan

Anggaran tahun anggaran sebelumnya (SiLPA); pencairan dana cadangan; hasil

penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan; penerimaan kembali pemberian

pinjaman; dan penerimaan piutang. Sebagai alternatif pertama yang digunakan

oleh Pemerintah Kabupaten Bantul apabila terjadi defisit anggaran dengan

memanfaatkan adanya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran tahun anggaran

sebelumnya (SiLPA) yang dapat dilihat dari perkembangan selama tahun 2006 s/d

tahun 2010, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bantul

menunjukkan adanya defisit APBD yaitu target pendapatan daerah yang akan

dicapai lebih kecil daripada belanja daerah yang dianggarkan, defisit anggaran yang

terjadi ditutup dengan penerimaan pembiayaan dengan menggunakan Sisa Lebih

Perhitungan Anggaran tahun anggaran sebelumnya (SiLPA). Perkembangan

surplus (defisit) SiLPA(SiKPA) selama periode tahun 2006-2010 dapat dilihat pada

tabel sebagai berikut :

Page 134: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

130

Tabel 5.7 Perkembangan Surplus (Defisit) dan SiLPA (SiKPA)

Pemerintah Kabupaten Bantul Tahun 2006 s/d 2010

dalam Rupiah

NO U R A I A N T A H U N

2006 2007 2008 2009 2010

I PENDAPATAN 599,619,650,884.62 727,836,911,979.62 1,023,590,207,758.85 882,149,788,429.75 986,866,902,363.07

II BELANJA 545,132,135,933.38 676,835,481,623.06 1,045,423,303,527.78 903,767,000,429.01 1,012,356,847,235.49

SURPLUS (DEFISIT) I-II 54,487,514,951.24 51,001,430,356.56 -21,833,095,768.93 -21,617,211,999.26 -25,489,944,872.42

III PEMBIAYAAN

1 Jumlah penerimaan pembiayaan 36,985,119,311.87

88,468,641,260.85

119,713,769,894.59

84,776,365,285.09

61,043,922,609.57

2 Jumlah pengeluaran pembiayaan 3,003,993,002.26

19,756,301,722.82

13,104,308,840.57

2,115,230,676.26

446,230,676.26

PEMBIAYAAN NETO 33,981,126,309.61

68,712,339,538.03

106,609,461,054.02

82,661,134,608.83

60,597,691,933.31

Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan

88,468,641,260.85

119,713,769,894.59

84,776,365,285.09

61,043,922,609.57

35,107,747,060.89

Page 135: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

131

Dalam rentang waktu 2 (dua) tahun pertama pelaksanaan APBD Kabupaten

Bantul mengalami surplus anggaran. Sedang kurun waktu tahun 2007 s/d tahun

2010, pelaksanaan APBD mengalami defisit anggaran. Jumlah defisit anggaran

pada tahun 2008 sebesar Rp 21.833.095.768,93, ditutup dengan Sisa Lebih

Perhitungan (SiLPA) tahun 2007 sebesar Rp. 119.713.769.894,59, tahun 2009

terjadi defisit anggaran sebesar Rp 21.617.211.999,26 ditutup dengan Sisa Lebih

Perhitungan (SiLPA) tahun 2008 sebesar Rp 84.776.365.285,09 dan tahun 2010

terjadi defisit anggaran sebesar Rp 25.489.944.872,42 ditutup dengan Sisa Lebih

Perhitungan (SiLPA) tahun 2009 sebesar Rp 61.043.922.609,57. Keadaan tersebut

selaras dengan kebijakan yang digunakan Pemerintah Kabupaten Bantul dalam

membiayai defisit anggaran diutamakan berasal dari sisa lebih tahun anggaran

sebelumnya.

V. KEBIJAKAN UMUM ANGGARAN

Kebijakan anggaran Kabupaten Bantul mempunyai arah dengan menitikberatkan

untuk mendukung terlaksananya program-program dalam rangka mewujudkan visi

dan misi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

(RPJMD) Kabupaten Bantul tahun 2011-2015 untuk meningkatkan kualitas

pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber penerimaan pendapatan daerah Kabupaten Bantul berasal dari Pendapatan

Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan yang Sah. Dari ketiga

sumber pendapatan tersebut yang memberi kontribusi paling besar terhadap

Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Bantul yaitu berasal dari Dana

Perimbangan yang terdiri dari Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak, Dana

Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus. Hal tersebut menunjukkan bahwa

Page 136: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

132

Pemerintah Kabupaten Bantul dalam membiayai belanja daerah untuk

penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan sangat tergantung terhadap

pendapatan yang berasal dari Pemerintah Pusat. Oleh karena itu Pemerintah

Kabupaten Bantul melaksanakan kebijakan pendapatan daerah mempunyai tujuan

utama adalah mengoptimalkan pendapatan asli daerah guna meningkatkan

kapasitas fiskal daerah yang berupa ekspansi fiscal dengan melaksanakan

penggalian terhadap potensi sumber-sumber pendapatan asli daerah Kabupaten

Bantul antara lain dengan mengembangkan kawasan industry, mengembangkan

sentral kerajinan sebagai obyek wisata, mengembangkan kawasan wisata,

mengembangkan kawasan agropolitan, mengembangkan sector perdagangan,

mengembangkan kawasan reklame dan mengembangkan kawasan perdagangan.

Sedangkan kebijakan belanja daerah Kabupaten Bantul diarahkan dengan

memperbesar belanja langsung yang diperlukan untuk menyelenggarakan

pemerintahan dan pembangunan dalam rangkan terlaksananya fungsi layanan

publik berlangsung secara berdayaguna, berhasil guna, bersih, bertanggungjawab

dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta bebas dari

korupsi, kolusi dan nepotisme dalam rangka mewujudkan kesejahteraan

masyarakat Bantul dan terselenggara pemerintahan yang good governance.

Implementasi kebijakan umum anggaran berpedoman pada prinsip-prinsip

penganggaran yang dibutuhkan untuk mengontrol kebijakan keuangan daerah.

Adapun prinsip-prinsip penganggaran yaitu sebagai berikut :

1. Transparansi dan Akuntabilitas Anggaran;

Transparansi anggaran daerah merupakan salah satu persyaratan untuk

mewujudkan pemerintahan yang baik (good goverment), bersih dan

bertanggungjawab karena anggaran daerah merupakan salah satu bentuk

Page 137: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

133

pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada masyarakat. APBD harus

memberikan informasi yang jelas tentang tujuan,sasaran dan hasil dari

kegiatan/program yang dianggarkan. Oleh karena setiap belanja daerah

yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan peraturan

perundang-undang.

2. Disiplin Anggaran

APBD disusun dengan berorientasi pada kebutuhan masyarakat tanpa harus

meninggalkan keseimbangan antara pembiayaan penyelenggaraan

pemerintah, pembangunan dan pelayanan masyarakat. Penyusunan APBD

berlandaskan pada azas efisiensi, tepat guna, tepat waktu dan dapat

dipertanggungjawabkan.

3. Efisiensi dan Efektivitas Anggaran

Dana yang tersedia harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin guna

meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan yang maksimal untuk

kepentingan masyarakat. Terlaksananya pengendalian terhadap efisiensi dan

efektifitas anggaran, maka perencanaan anggaran perlu ditetapkan dengan

jelas tujuan, sasaran, hasil dan manfaat dari kegiatan/program.

4. Format Anggaran

Pada dasarnya APBD disusun berdasarkan format anggaran defisit (defisit

bugdet). Selisif antara pendapatan dan belanja daerah mengakibatkan surplus

dan defisit anggaran. Apabila terjadi surplus anggaran diutamakan untuk

pembayaran pokok utang, penyertaan modal (investasi) daerah, pemberian

pinjaman kepada pemerintah pusat/daerah lain dan/atau pendanaan

belanja peningkatan jaminan sosial. Sebaliknya apabila terjadi defisit

anggaran ditetapkan pembiayaan untuk menutup defisit.

Page 138: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

134

VI. KEBIJAKAN UMUM AKUNTANSI

Kebijakan umum akuntansi yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten

Bantul berpedoman kepada standar akuntansi pemerintahan yang merupakan dasar

pengakuan, pengukuran dan pelaporan atas asset, kewajiban, ekuitas, pendapatan,

belanja dan pembiayaan serta laporan keuangan. Kebijakan umum akuntansi yang

telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul dengan Peraturan Bupati

Bantul Nomor 73 Tahun 2007 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah

Kabupaten Bantul sebagai pedoman Pemerintah Kabupaten Bantul dalam

melaksanakan Kebijakan Umum Akuntansi yang memuat definisi, pengakuan,

pengukuran dan pelaporan setiap akun dalam laporan keuangan serta prinsip-

prinsip penyusunan dan penyajian pelaporan keuangan oleh entitas pelaporan dan

entitas akuntansi menyelenggarakan system akuntansi pemerintah daerah

Kabupaten Bantul dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan. Tujuan

dari Kebijakan Umum Akuntansi adalah untuk mewujudkan keseragaman

pengakuan, pengukuran maupun pelaporan dari semua transaksi yang terjadi pada

entitas pelaporan/SKPKD (Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah) dan Satuan

Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta entitas akuntansi di Kabupaten Bantul.

Selain itu kebijakan akuntansi juga bertujuan untuk menjamin bahwa laporan

keuangan pemerintah kabupaten dapat dimengerti oleh pengguna laporan

keuangan dengan meminimalkan terjadinya bias terhadap pengungkapan

komponen laporan keuangan. Informasi yang disampaikan dalam Laporan

Keuangan Pemerintah Kabupaten Bantul harus relevan dan andal mengenai posisi

keuangan dan seluruh transaksi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten

Bantul selama satu periode laporan. Adapun tujuan secara umum Laporan

Keuangan adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi

Page 139: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

135

anggaran, posisi arus kas dan kinerja keuangan suatu entitas pelaporan yang

bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan

mengenani alokasi sumber daya. Sedangkan tujuan spesifik dari Laporan

Keuangan Pemerintah Kabupaten Bantul adalah untuk menyajikan informasi yang

berguna untuk pengambilan keputusan dan menunjukkan akuntabilitas entitas

pelaporan atas sumberdaya yang dipercaya. Asumsi dasar dari Laporan Keuangan

Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul yaitu :

a. Asumsi Kemandirian Entitas

Setiap unit organisasi dianggap sebagai unit yang mandiri dan mempunyai

kewajiban untuk menyajikan laporan keuangan sehingga tidak terjadi

kekacauan antar unit instansi pemerinyah kabupaten dalam pelaporan

keuangan.

b. Asumsi Kesinambungan Entitas

Laporan keuangan disusun dengan asumsi bahwa entitas pelaporan akan

berlanjut keberadaannya dengan asumsi tidak bermaksud melakukan

likuidasi atas entitas pelaporan jangka pendek.

c. Asumsi Keterukuran dalam Satuan Uang (monetary measurement)

Laporan keuangan entitas pelaporan harus menyajikan setiap kegiatan yang

diasumsikan dapat dinilai dengan satuan uang sehingga dapat dilaksanakan

analisis dan pengukuran dalam akuntansi.

Laporan Keuangan harus memiliki beberapa karakteristik kualitatif sebagai ukuran-

ukuran normatif yang perlu diwujudkan dalam informasi akuntansi sehingga dapat

memenuhi tujuan. Terdapat 4 (empat) karakteristik kualitatif yang merupakan

prasyarat normatif yang dibutuhkan guna mewujudkan laporan keuangan

pemerintah yang berkualitas, yaitu sebagai berikut :

Page 140: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

136

a. Relevan

Mempunyai arti bahwa informasi yang disampaikan dalam Laporan

Keuangan dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan mengevaluasi

peristiwa masa lalu dan memprediksi masa depan. Informasi dalam Laporan

Keuangan yang relevan harus :

1. Memiliki manfaat umpan balik (feedback value) artinya laporan keuangan

pemerintah kabupaten memuat informasi yang memungkinkan pengguna

untuk menegaskan atau mengoreksi ekspektasinya di masa lalu.

2. Memiliki manfaat prediktif (predictive value) artinya laporan keuangan

pemerintah kabupaten memuat informasi yang dapat membantu

pengguna untuk memperdiksi masa yang akan datang berdasarkan hasil

evaluasi masa lalu dan kejadian masa kini.

3. Tepat waktu, artinya laporan keuangan pemerintah kabupaten dapat

memberikan informasi secara tepat waktu sehingga dapat berpengaruh

dan berguna dalam pengambilan keputusan.

4. Lengkap dalam arti laporan keuangan pemerintah kabupaten menyajikan

informasi akuntansi keuangan pemerintah kabupaten selengkap mungkin

yaitu mencakup semua informasi yang dapat mempengaruhi

pengambilan keputusan.

b. Andal

Informasi yang disampaikan dalam laporan keuangan pemerintah kabupaten

tidak memberikan pengertian yang menyesatkan, menyaji setiap fakta secara

jujur, serta dapat diverifikasi. Karakteristik informasi yang andal yaitu sebagai

berikut :

1. Penyajiannya jujur;

Page 141: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

137

2. Dapat diverifikasi (veriflability)

3. Netral

c. Dapat diperbandingkan

Informasi yang termuat dalam laporan keuangan pemerintah kabupaten akan

lebih berguna jika dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode

sebelumnya atau laporan keuangan entitas lain pada umumnya.

d. Dapat dipahami

Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan pemerintah kabupaten

harus dapat dipahami oleh pengguna dan dinyatakan dalam serta istilah yang

disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna laporan keuangan

kabupaten.

Dalam akuntansi dan pelaporan keuangan terdapat 8 (delapan) prinsip yang harus

dipahami dan ditaati oleh pembuat standar, penyelenggara akuntansi dan

pelaporan keuangan dalam memahami laporan yang disajikan, yaitu sebagai

berikut :

a. Basis Akuntansi

Adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan

dalam laporan realisasi anggaran, dan basis akrual untuk pengakuan aset,

kewajiban dan ekuitas dana dalam laporan neraca.

b. Nilai Historis (historical cost)

Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas dibayar atau sebesar nilai

wajar dari imbalan (consideration) untuk memperoleh aset tersebut pada saat

perolehan. Sedang kewajiban dicatat sebesar jumlah kas dan setara kas yang

diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dimasa yang akan

datang dalam pelaksanaan kegiatan pemerintah kabupaten.

Page 142: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

138

c. Realisasi (realization)

Pendapatan yang tersedia yang telah diotorisasikan melalui anggaran

pemerintah kabupaten selama satu tahun fiskal akan dipergunakan untuk

membayar hutang dan belanja pada periode tersebut.

d. Substansi mengungguli bentuk formal (substance over form)

e. Periodisitas (periodicity)

f. Konsistensi (concistency)

g. Pengungkapan Lengkap (full disclosure)

h. Penyajian Wajar (fair presentation)

Dalam Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Bantul khusus yang mengatur

aset tetap perlu dilaksanakan kapitalisasi. Kapitalasi merupakan kegiatan

menentukan nilai pembukuan terhadap semua pengeluaran untuk memperoleh aset

tetap hingga siap pakai, untuk meningkatkan dan atau memperpanjang umur

teknisnya dalam rangka menambah nilai-nilai aset tersebut. Tujuan dilaksanakan

kapitalisasi guna mewujudkan keseragaman dalam menentukan nilai barang milik

daerah yang dikapitalisasi sebagai dasar pencatatan nilai barang milik daerah

dalam neraca pemerintah daerah. Oleh karena itu setiap SKPD/Unit Kerja

diwajibkan melakukan kapitalisasi terhadap belanja barang dan jasa yang memiliki

dampak sebagai berikut :

1. Memperoleh aset tetap hingga siap pakai

2. Meningkatkan kapasitas/efisiensi barang milik daerah dan atau

3. Memperpanjang umur teknis barang milik daerah.

Ruang lingkup pengeluaran pada unit kerja/SKPD yang perlu dilaksanakan

kapitalisasi meliputi :

Page 143: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

139

1. Pengeluaran belanja modal yang nilainya sama atau melebihi batasan

minimun kapitalisasi aset tetap dan dimanfaatkan untuk kegiatan

pemerintahan daerah serta tidak untuk dijual meliputi pembelian/pembuatan

peralatan, mesin serta bangunan dan pembelian/pembangunan gedung dan

bangunan

2. Pengeluaran belanja rehabilitasi/renovasi/restorasi yang berakibat

meningkatnya kualitas kapasitas kuantitas dan/atau umur aset yang dimiliki

serta memiliki nilai sama dengan/melebihi batasan minimun nilai kapitalisasi

aset.

3. Pengeluaran yang digunakan untuk pengadaan tanah,

pembelian/pembangunan jalan/irigasi/jaringan dan pembelian/pembuatan

aset tetap lainnya.

VII. KEBIJAKAN PENGELOLAAN ASET DAERAH

Salah satu tolok ukur keberhasilan dari pelaksanaan manajemen keuangan daerah

adalah terdapatnya system manajemen aset daerah yang efisiensi dan efektif.

Majemen aset daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan

manajemen keuangan daerah, serta aset daerah juga merupakan salah satu unsure

penting yang diperlukan dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pelayanan

public. Dalam melaksanakan manajemen aset/barang daerah dengan mendasarkan

pada azas yaitu sebagai berikut :

1. Azas fungsional yaitu pengambilan keputusan dan pemecahan masalah pada

bidang pengelolaan barang milik Negara/daerah yang dilaksanakan oleh

kuasa pengguna barang, pengguna barang, pengelola barang, dan

Page 144: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

140

gubernur/bupati/walikota sesuai fungsi, wewenang dan tanggungjawab

masing-masing;

2. Azas kepastian hukum yaitu pengelolaan barang milik negara/daerah harus

dilaksanakan berdasarkan hokum dan perturan perundang-undangan yang

berlaku;

3. Azas transparansi dan keterbukaan, yaitu penyelenggaraan pengelolaan

barang/asset milik Negara/daerah harus dilaksanakan dengan

transparan/terbuka terhadap hak masyarakat dalam memperoleh informasi

yang benar;

4. Azas efisiensi, yaitu pengelolaan barang milik Negara/daerah diarahkan

dalam upaya barang milik Negara/daerah digunakan berdasarkan batasan-

batasan standart terhadap kebutuhan yang diperlukan dalam rangka

mendukung terselenggaranya tugas, pokok dan fungsi pemerintahan secara

optimal

5. Azas akuntabilitas, yaitu kegiatan pengelolaan barang milik Negara/daerah

harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat/rakyat

6. Azas kepastian nilai, yaitu pengelolaan barang milik Negara/daerah harus

didukung adanya ketepatan/kepastian jumlah dan nilai barang dalam rangka

optimalisasi pemanfaatan dan pemindahantanganan barang milik barang

Negara/daerah secara optimalisasi.

Terlaksananya pengelolaan barang/aset milik daerah diharapkan akan

mengamankan barang milik daerah, menyeragamkan langkah-langkah dan

tindakan dalam pengelolaan barang milik daerah/negara dan memberikan jaminan

kepastian hukum dalam pengelolaan barang milik daerah. Dasar hukum yang

Page 145: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

141

dijadikan pedoman Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul dalam mengelola

barang/asset milik daerah yaitu sebagai berikut :

1. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang

Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan

Pemerintahan Nomor 38 Tahun 2008;

2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman

Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah;

3. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 30 Tahun 2008 tentang

Pengelolaan Barang Milik Daerah;

4. Peraturan Bupati Bantul Nomor 55 Tahun 2008 tentang Sistem Dan Prosedur

Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Pengelolaan barang/aset milik Negara/daerah mempunyai ruang lingkup yang

melputi (1) perencanaan kebutuhan dan penganggaran, (2) pengadaan, (3)

penerimaan, penyimpanan dan penyaluran, (3) penggunaan, (4) penatausahaan, (5)

pemanfaatan, (6) pengamanan dan pemeliharaan, (7) penilaian, (8) penghapusan,

(9) pemindahtanganan, (10) pembinaan, pengawasan dan pengendalian, (11)

pembiayaan dan (12) tuntutan ganti rugi.

Pengelolaan barang/aset milik daerah/Negara yang dilaksanakan mempunyai

tujuan yaitu sebagai berikut :

1. Menunjang kelancaran pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintah Daerah;

2. Mewujudkan akuntabilitas dalam pengelolaan barang milik daerah; dan

3. Mewujudkan pengelolaan barang milik daerah dengan tertib, efektif dan

efisiensi.

Tujuan seperti tersebut diatas akan terwujud apabila pengelolaan barang milik

daerah atau manajemen aset dilaksanakan dengan tertib, baik, efektif dan efisien.

Page 146: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

142

Pengelolaan aset daerah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul

sampai saat ini belum dapat mendukung meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian

(WTP) atas Laporan Keuangan. Salah satu penyebab yang menjadi kendala

Pemerintah Kabupaten Bantul dalam meraih opini tersebut adalah nilai

aset/barang milik daerah yang ditampilkan dalam neraca pada sisi aset atau aktiva

belum menunjukkan angka/jumlah yang valid dan apabila dicermati belum

terdapat kejelasan asal usul/historis aset maupun status kepemilikannya serta

teradapat secara fisik aset ada tetapi tidak tercatat dalam daftar aset daerah.

Kendala tersebut disebabkan adanya kondisi yaitu sebagai berikut :

4. Belum dipamahami oleh pengelola barang terhadap definisi aset/barang

daerah dan barang inventaris yang berdampak kesalahan dalam menyajikan

aset/barang daerah dan barang inventaris dalam neraca;

5. Orientasi pengadaan barang masih hanya membeli bukan mengelola sehingga

belum dilaksanakan pengadministrasian dan pengendalian terhadap barang

yang diadakan misalnya belum pernah diadakan pengecekan atau

inventarisasi secara periodik;

6. Terdapat perbedaan konsep dalam menyajikan asset/barang daerah dalam

laporan keuangan dan laporan inventarisasi barang/asset daerah. Nilai

asset/barang daerah yang disajikan dalam neraca berdasarkan harga

perolehan sedangkan nilai barang/asset yang disajikan dalam laporan

inventarisasi berdasarkan nilai beli.

7. Sering terdapat kesalahan pembebanan belanja modal dengan kode rekening

pada APBD, yang disebabkan pada saat dilaksanakan perencanaan anggaran

belum dilaksanakan verifikasi terhadap belanja modal sesuai dengan beban

kode rekening. Akibat yang timbul seharusnya menambah belanja modal

Page 147: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

143

tetapi dikarenakan kode rekening yang tidak sesuai sehingga tidak menambah

belanja modal.

Kebijakan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul dalam

mengoptimalkan pelaksanaan pengelolaan barang daerah dalam rangka

mendukung terwujudnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan

Keuangan Pemerintah Kabupaten Bantul yaitu dengan melaksanakan kegiatan :

1. Penataan asset;

2. Penghapusan barang daerah;

3. Instalasi program SIMBADA (Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah)

di seluruh SKPD atau unit kerja;

4. Mengikutsertakan pengelola aset SKPD dalam Diklat Aset Daerah;

5. Meningkatkan insentif pengurus barang daerah;

6. Melakukan inventarisasi dan verifikasi serta penilaian kembali aset daerah

sebagai tindak lanjut atas hasil temuan BPK.

Kebijakan seperti tersebut diatas diharapkan pengelolaan barang milik daerah

Pemerintah Kabupaten Bantul dapat terlaksana dengan tertib administrasi,

professional, transparan, akuntabel, efisien, dan efektif mulai dari perencanaan,

pengelolaan/pemanfaatan, serta pengawasan.

Page 148: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

144

BAB VI PENGUKURAN DAN EVALUASI

KINERJA

VI.1 PENGUKURAN KINERJA

Pengukuran kinerja digunakan sebagai alat untuk menilai

keberhasilan atau kegagalan kegiatan yang dilaksanakan selaras

dengan program, kebijakan, sasaran dan tujuan yang telah

ditetapkan guna mewujudkan visi dan misi yang ditetapkan. Proses

pengukuran kinerja ini juga digunakan sebagai alat untuk menilai

pencapaian setiap indikator kinerja guna memberikan gambaran

tentang keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran

yang dituangkan dalam formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK)

dilanjutkan dengan menggunakan formulir Pengukuran Pencapaian

Sasaran (PPS).

Pengukuran kinerja merupakan hasil dari suatu penilaian yang

sistematis dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja

kegiatan. Indikator kegiatan kegiatan yag ditetapkan dikategorikan

ke dalam kelompok yaitu sebagai berikut :

1. Masukan (Inputs) adalah segala sesuatu yang dibutuhkan

agar pelaksanaan kegiatan dan program dapat berjalan

untuk menghasilkan keluaran, misalnya dana, sumber daya

manusia, material, informasi, kebijakan/peraturan

perundang undangan dan sebagainya.

2. Keluaran (Outputs) adalah segala sesuatu berupa

produk/jasa (fisik dan atau non fisik) sebagai hasil langsung

dari pelaksanaan suatu program dan kegiatan berdasarkan

masukan yang digunakan.

Page 149: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

145

3. Hasil (Outcomes) adalah segala sesuatu yang mencerminkan

berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah atau

akibat langsung dari pelaksanaan kegiatan.

4. Manfaat (Benefit) adalah berfungsinya suatu keluaran

(outputs) yang dapat dirasakan secara langsung oleh

masyarakat. sesuatu yang terkait dengan tujuan akhir dari

pelaksanaan kegiatan. Indikator kinerja ini menggambarkan

manfaat yang diperoleh dari indikator hasil. Manfaat

tersebut baru kelihatan/diketahui setelah beberapa waktu

kemudian khususnya dalam jangka menengah dan jangka

panjang.

5. Dampak (Impact) memperlihatkan pengaruh yang

ditimbulkan dari manfaat baik positif maupun negatif yang

diperoleh dari hasil kegiatan seperti halnya indikator

manfaat, indikator dampak juga pada umumnya baru dapat

diketahui dalam jangka waktu menengah atau jangka

panjang. Indikator impact ini menunjukkan dasar pemikiran

dilaksanakannya kegiatan yang menggambarkan aspek

makro pelaksanaan kegiatan.

Hasil penilaian dari pengukuran kinerja kegiatan dengan

mengolah masukan menjadi keluaran atau hasil penilaian dalam

proses penyusunan kebijakan/program/kegiatan yang dianggap

penting dan memberi pengaruh yang besar terhadap terwujudnya

pencapaian sasaran dan tujuan. Melalui hasil yang diperoleh dari

Penilaian Pengukuran Kinerja tersebut dapat dilakukan evaluasi-

evaluasi terhadap indikator kinerja kegiatan yang telah

dilaksanakan dengan memberi penjelasan lebih lanjut tentang hal-

hal yang mendukung keberhasilan dan kegagalan dari kegiatan

yang dilaksanakan. Tujuan dilaksanakan evaluasi ini dapat

Page 150: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

146

diketahui realisasi, kemajuan serta kendala dari pelaksanaan

kegiatan-kegiatan. Dari evaluasi ini dapat menjadi pedoman bagi

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Kabupaten Bantul dalam menilai dan memperbaiki pelaksanaan

program/kegiatan pada tahun yang akan datang.

VI.2. METODE PENGUKURAN KINERJA

Ruang lingkup pengukuran kinerja mencakup yaitu sebagai

berikut :

1. Kinerja kegiatan yang merupakan tingkat pencapaian target

(rencana tingkat capaian) dari masing-masing kelompok

indikator kinerja kegiatan; dan

2. Tingkat pencapaian sasaran yang merupakan tingkat

pencapaian target dari masing-masing indikator sasaran yang

telah ditetapkan.

Berdasarkan ruang lingkup sebagaiman tersebut diatas

metode/rumus pengukuran kinerja yang digunakan adalah

sebagai berikut :

a) Capaian indikator kinerja dihitung dengan dengan cara

membandingkan rencana dan realisasi atau dengan rumus

sebagai berikut :

Realisasi

Rencana Capaian Indikator Kinerja = x 100% Realisasi

Page 151: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

147

Rumus tersebut diatas digunakan apabila semakin tinggi

realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja atau

semakin rendah realisasi menunjukkan semakin rendahnya

kinerja.

b) Capaian indikator kinerja dihitung dengan rencana dikurangi

realisasi dikurang dengan rencana dibandingkan dengan

rencana atau dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Atau :

Rumus tersebut diatas digunakan Apabila semakin tinggi

realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja atau

semakin rendah realisasi menunjukkan semakin tingginya

kinerja.

Rencana – (Realisasi – Rencana) Capaian Indikator = x 100% Kinerja Rencana

( 2 x Rencana ) - Realisasi Capaian Indikator = x 100% Kinerja Rencana

Page 152: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

148

VI.3 METODE PENYIMPULAN CAPAIAN SASARAN

Capaian kinerja sasaran untuk masing-masing indikator kinerja

kegiatan maupun pada tingkat sasaran dapat disimpulkan dengan

menggunakan skala pengukuran kinerja yaitu sebagai berikut :

• > 85 = Sangat Berhasil

• 70 < X ≤ 85 = Berhasil

• 55 < X ≤ 70 = Cukup Berhasil

• ≤ 55 = Tidak Berhasil

Tingkat pencapaian pada masing-masing indikator kinerja

sasaran dapat diambil kesimpulan dengan menggunakan Metode

Rata-rata Dapa Kelompok yaitu dengan mengalikan jumlah

indikator untuk setiap katagori sesuai dengan skala pengukuran

yang terdapat pada masing-masing kelompok sasaran dengan

nilai mean (rata-rata) skala pengukuran dari setiap katagori

dibagi dengan jumlah indikator yang terdapat pada kelompok

sasaran. Atau rumus dari metode rata-rata data kelompok yaitu

sebagai berikut :

Nilai mean atau rata-rata setiap kategori ditetapkan yaitu

sebagai berikut:

Jumlah indikator untuk setiap katagori x nilai

mean setiap katagori Capaian Sasaran =

Jumlah Indikator

Page 153: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

149

• Sangat Berhasil : 92,5

• Berhasil : 77,5

• Cukup Berhasil : 62,5

• Tidak Berhasil : 27,5

Hasil perkalian tersebut disimpulkan kembali berdasarkan skala

pengukuran ordinal dengan katagori sangat berhasil, berhasil,

cukup berhasil, dan tidak berhasil.

VI.4 PENETAPAN INDIKATOR KINERJA

Penetapan indikator kinerja kegiatan merupakan suatu proses

identifikasi dan klasifikasi, pengembangan, seleksi dan konsultasi

tentang indikator kinerja atau ukuran kinerja sebagai ukuran

keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan-kegiatan dan

program-program yang telah direncanakan untuk dilaksanakan

oleh instansi. Penetapan indicator kinerja tersebut juga

berdasarkan terhadap perkiraan yang realistis dengan tetap

memperhatikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan serta

data pendukung dari dalam instansi. Keluaran yang direncanakan

akan diwujud dari pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang akan

dilaksanakan juga harus menjadi dasar dalam penetapan indicator

kinerja. Hasil dari keluaran-keluaran dari masing-masing kegiatan

dengan harapan berbentuk kerucut untuk mendukung

terwujudnya sasaran dan tujuan yang ditetapkan.

Indikator kinerja dari pelaksanaan kegiatan yang telah

direncanakan ditetapkan dengan menggunakan pendekatan “

SMART “ yaitu sebagai berikut :

Page 154: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

150

1. Spesifik yaitu tingkat kinerja dapat diindentifikasi dengan

jelas;

2. Measurable yaitu target kinerja dinyatakan dengan jelas dan

terukur baik untuk indikator yang dinyatakan dalam bentuk

kualitas, kuantitas dan biaya;

3. Achievable yaitu target kinerja dapat dicapai terkait dengan

kapasitas dan sumber daya yang ada;

4. Relevant, yaitu menggambarkan keterkaitan (relevansi)

antar target output dalam rangka mencapai target outcomes

yang ditetapkan;

5. Time/Bond, waktu yang ditetapkan dan dibutuhkan guna

mencapai kinerja yang telah ditetapkan.

VI.5. EVALUASI KINERJA KEGIATAN

Evaluasi kinerja dari kegiatan/program yang telah dilaksanakan

untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hal-hal yang

dapat memberi dukungan terhadap keberhasilan dan kegagalan

terhadap kegiatan/program yang telah dilaksanakan. Evaluasi

kinerja mempunyai tujuan juga melihat pencapaian terhadap

realisasi, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam rangka

mendukung terwujudnya misi, agar capaian kinerja dapat dinilai

dan dipelajari guna sebagai pedoman memperbaiki

program/kegiatan yang dilaksanakan di masa yang akan datang.

Evaluasi kinerja dilakukan dengan membandingkan dari tolok

ukur berupa input, output dan outcomes kegiatan/program yang

telah direncanakan dengan realisasi tolok ukur kegiatan/program

yang telah dilaksanakan. Atau secara keseluruhan

membandingkan kegiatan/program yang dilaksanakan dengan

target sasaran yang telah ditetapkan dan telah dicapai. Evaluasi

Page 155: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

151

capaian kinerja dilaksanakan dengan menggunakan metode

pengukuran kinerja yang telah diuraikan sebagaimana tersebut

diatas.

VI.6. ANALISIS PENCAPAIAN AKUNTABILITAS KINERJA

Hasil dari pelaksanaan evaluasi capaian kinerja pelaksanaan

kegiatan/program/sasaran untuk dapat diambil suatu

kesimpulan sebagai dasar penyusunan akuntabilitas kinerja

secara keseluruhan dari pelaksanaan kegiatan/program serta

terwujudnya sasaran yang dicapai. Analisis akuntabilitas kinerja

mencakup uraian keterkaitan pencapaian kinerja kegiatan

dengan program dan kebijakan dalam rangka untuk mewujudkan

sasaran, tujuan dan misi serta visi sebagaimana yang telah

ditetapkan dalam rencana stratejik Dinas Pendapatan,

Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul. Dalam

analisis ini juga menjelaskan perkembangan keadaan terhadap

pencapaian sasaran dan tujuan secara efisien dan efektif sesuai

dengan kebijakan, program dan kegiatan yang telah ditetapkan.

Sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres)

Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi

Pemerintah mewajibkan seluruh instansi pemerintah sebagai

unsur penyelenggara pemerintah negara menyusun Laporan

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). LAKIP

disusun berdasarkan analisis pencapaian akuntabilitas kinerja

seperti yang telah diuaraikan diatas sebagai bentuk

pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta

kewenangan pengelolaan sumber daya yang didasarkan pada

perencanaan stratejik instansi yang ditetapkan.

Page 156: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL

152

Page 157: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN · PDF filePengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik . RENSTRA DPPKAD KAB. BANTUL 6 Indonesia Tahun 2005, Nomor 140,Tambahan Lembaran

152

BAB VII

P E N U T U P

Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset

Daerah Kabupaten Bantul tahun 2011-2015 disusun sebagai dokumen

perencanaan yang berdimensi 5 tahun-an dalam rangka

mengoperasionalkan RPJMD Kabupaten Bantul yang diselaraskan dengan

tugas, funsi dan tata kerja dalam bidang pendapatan, pengelolaan keuangan

dan asset daerah. Melalui Rencana Strategis ini diharapkan dapat menjadi

acuan/pedoman bagi masing-masing bidang di lingkungan Dinas

Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul dalam rangka

menyusun program/kegiatan tahunan dengan lebih fokus pada output dan

outcomes yang ditargetkan guna mendukung mewujudkan visi, misi, tujuan

dan sasaran yang telah ditetapkan dengan efisien dan efektif. Sehingga

program/kegiatan yang disusun Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan

dan Aset Daerah sudah memadai dan mendukung untuk mencapai sasaran

hasil yang ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Bantul.