Dinamika Penyusunan UU Pendidikan Kedokteran dan .bioetika/humaniora kesehatan, ilmu pendidikan...

download Dinamika Penyusunan UU Pendidikan Kedokteran dan  .bioetika/humaniora kesehatan, ilmu pendidikan kedokteran, serta kedokteran komunitas dan kesehatan masyarakat. ...

of 54

  • date post

    05-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    217
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Dinamika Penyusunan UU Pendidikan Kedokteran dan .bioetika/humaniora kesehatan, ilmu pendidikan...

  • DinamikaPenyusunan UU PendidikanKedokteran danImplikasi Hasilnya

    Budi Sampurna

  • Peraturan perundang-undangan Romli Artasasmita: bahwa proses legislasi dengan produk

    perundang-undangan bukanlah proses yang steril darikepentingan politik karena ia merupakan proses politik.

    Menurut Zamrony, tolak ukur bagus tidaknya suatu produkhukum dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain:[7]

    1. partisipasi publik dalam proses legislasi

    2. merepresentasikan kepentingan publik

    3. tingkat efisiensi anggaran dan tingkat efisiensiwaktu

    4. dapat disesuaikan (harmonisasi dan sinkronisasi) dengan produk hukum di lain sektor (lintassektoral)

    5. tidak mengandung cacat hukum

    6. bertahan dalam jangka waktu yang lama karenatidak banyak digugat substansi isinya

  • 2009-2010

    2011 2012

    NaskahAkademik RUU Dikdok I (tahapawal)

    PembahasanDPR & stakeholders(kurangmendapatpersetujuanstakeholders)

    NaskahAkademikRUU Dikdok II(Tim Ahli KomisiX DPR RI, Maret)

    Perubahanleading sector Kemkes keKemdikbud(Pengesahan SK Tim PanjaPemerintah,Juni)UU No.23/2011 tentang BPJS (terkaitpemenuhandokter pdtiap tingkatanlayanan); November

    Perubahan SK Tim PanjaPemerintah (penambahanstakeholders dokter & dokter gigi) ; JanuariUji Publik RUU Dikdok ; USU, UNSRI, UNAIR (Maret)

    Raker RUU Dikdok DPR Pemerintah (April) : Penundaan pengesahandan pembahasan lanjutanpada masa sidang Mei 2012UU No.12/2012 tentangPendidikan Tinggi (Agts)

    Penolakan resmi IDI thd RUU Dikdok & keluar Panja (Maret)

    Raker RUU Dikdok DPR Pemerintah (Oktober) : Persetujuan perbaikan RUU Dikdok & Perpanjanganmasa pembahasan

    < 2009 2013

    Perpres No.72/2012 tentang SKN (Agts)

    RPP RSP

    Penolakan resmi KKI thd RUU Dikdok & keluar Panja(Desember)

    RPP PendidikanProfesi (integrasiakademik-profesi; internsip)

    PerKonsil No. 1/2010-tentangRegistrasiDokterProgram Internsip

    Perkonsil No.8/2012 ttgprogram pendidikansubspesialis

    Penjelasan & Masukan DitjenDepdiknas thdLaporanPanjaDikdokKomisi X DPR (Juli2008)

    RPP Penugasandosen & pemberianinsentif

    RPP bentuk & mekanismependanaan

    Permenpenerimaan, persyaratan & hak mahasiswa

    PermenakreditasiPTPermen sertifikatkompetensi

    PermenSNPT

    DETAIL KRONOLOGIS PENYUSUNAN

    RUU PENDIDIKAN KEDOKTERAN

  • Arahan Mendikbud(Raker RUU Dikdok 26 Feb 2013)

    Terobosan baru yang akan dihasilkan denganadanya RUU Pendidikan Kedokteran :

    Peningkatan aksesibilitas publik terhadappendidikan kedokteran

    Kualitas pendidikan kedokteran danprofesionalisme meningkat karena integrasiakademik-profesi

    Peningkatan kualitas pelayanan kesehatankepada masyarakat dengan adanya dokterlayanan primer

  • Isu Pokok RUU Dikdok(usulan tim panja pemerintah, 2013)1. Pendidikan Dokter layanan primer2. Integrasi akademik-profesi (termasuk integrasi dosen)3. Integrasi FK-RSP (termasuk wahana pendidikan lainnya)4. Pembiayaan pendidikan5. Seleksi mahasiswa6. Kuota mahasiswa7. Uji kompetensi8. Internsip (disesuaikan menjadi penempatan sementara:

    integrasi pendidikan-pelayanan)9. Sistem penjaminan mutu10. Afirmasi (distribusi dokter)11. Rumah Sakit Universitas (disesuaikan menjadi Rumah

    Sakit PTN sesuai dengan PB tentang Rumah Sakit PTN )

  • UU Dikdok diharapkan: mampu mengatasi berbagai problem yang terkait

    dengan proses seleksi, proses belajar mengajar, ketersediaan sarana dan prasarana serta alat-alat laboratorium, tenaga kependidikan dan masalah pendanaan pendidikan kedokteran;

    memberi kepastian hukum, disamping undang-undang yang sudah ada yaitu Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

    memberikan acuan yang sama baik dari sisi kurikulum dan tenaga pengajar.

    menegaskan posisi pendidikan kedokteran sebagai pendidikan yang memerlukan penanganan secara komprehensif.

    menjaga kualitas pendidikan kedokteran

  • PenyelenggaraanPasal 5

    (1) Pendidikan Kedokteran diselenggarakan olehperguruan tinggi.

    (2) Perguruan tinggi dalam menyelenggarakanPendidikan Kedokteran sebagaimana dimaksudpada ayat (1) bekerja sama dengan Rumah SakitPendidikan dan Wahana Pendidikan Kedokteranserta berkoordinasi dengan Organisasi Profesi.

    (3) Penyelenggaraan Pendidikan Kedokterandibina oleh kementerian yang menyelenggarakanurusan pemerintahan di bidang pendidikanberkoordinasi dengan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

  • Implikasi: Indonesia telah mengambil sikap bahwa pendidikan

    kedokteran diselenggarakan oleh perguruan tinggi

    Setiap penyelenggara pendidikan kedokteran harusmenyediakan RS Pendidikan, berarti banyak KualitasRS akan terdorong naik agar bisa menjadi RS Pendidikan

    Kementerian Kesehatan, selaku USER terbesar, akan berkewajiban turut serta membina pendidikankedokteran dari sisi teknis

  • PersyaratanPasal 6

    (3) Pembentukan Fakultas Kedokteran dan/atau FakultasKedokteran Gigi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit harus memenuhi syarat dan ketentuan sebagaiberikut: a. memiliki Dosen dan Tenaga Kependidikan sesuai dengan

    ketentuan Peraturan Perundang-undangan;

    b. memiliki gedung untuk penyelenggaraan pendidikan;

    c. memiliki laboratorium biomedis, laboratorium kedokteran klinis, laboratorium bioetika/humaniora kesehatan, serta laboratoriumkedokteran komunitas dan kesehatan masyarakat; dan

    d. memiliki Rumah Sakit Pendidikan atau memiliki rumah sakityang bekerja sama dengan Rumah Sakit Pendidikan dan WahanaPendidikan Kedokteran.

    (5) Fakultas Kedokteran dan/atau Fakultas Kedokteran Gigi harus memberikan manfaat dan berperan aktif dalammendukung program untuk meningkatkan derajat kesehatanmasyarakat.

  • Harapan:Penyelenggara pendidikan kedokteran dengan

    jelas diwajibkan untuk mendukung UpayaKesehatan Masyarakat yang merupakantanggungjawab Pemerintah dan PemerintahDaerah

    Upaya promotif dan preventif, serta rehabilitatifyang merupakan tonggak Upaya KesehatanMasyarakat khususnya pada PelayananKesehatan Primer, akan lebih cepat maju karenadisertai pendidikan dan penelitian

  • Pendidikan Dokter LayananPrimer

    Pasal 7 UU Dikdok

    (5) Pendidikan Profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b terdiri atas: a. program profesi dokter dan profesi dokter gigi; dan

    b. program dokter layanan primer, dokter spesialis-subspesialis, dandokter gigi spesialis-subspesialis.

    (9) Ketentuan lebih lanjut mengenai program dokter layananprimer sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan program internsip sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dan ayat (8) diaturdalam Peraturan Pemerintah.

  • PercepatanPasal 8

    (2) Dalam hal mempercepat terpenuhinya kebutuhan dokterlayanan primer, Fakultas Kedokteran dengan akreditasi kategoritertinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran yang akreditasinya setingkatlebih rendah dalam menjalankan program dokter layanan primer.

    (3) Program dokter layanan primer sebagaimana dimaksud padaayat (1) merupakan kelanjutan dari program profesi Dokter danprogram internsip yang setara dengan program dokter spesialis.

    (4) Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi dalammenyelenggarakan program pendidikan dokter layanan primer, dokter spesialis-subspesialis, dan dokter gigi spesialis-subspesialis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berkoordinasidengan Organisasi Profesi.

  • Harapan:Untuk menyukseskan program SJSN yang merupakanRevolusi Sistem Pelayanan Kesehatan:

    Stake-holders Pendidikan Kedokteran harusmenyiapkan 2 program besar:

    Program pendidikan Dokter Layanan Primer

    Program Pendidikan dan Pelatihan bagi Dokterlulusan saat ini untuk ditingkatkan kompetensinya

  • Integrasi pendidikanakademik-profesi

    Pasal 7

    (6) Program profesi dokter dan profesi dokter gigimerupakan program lanjutan yang tidak terpisahkandari program sarjana.

    (7) Program profesi dokter dan profesi dokter gigidilanjutkan dengan program internsip

  • Penguatan akademikPasal 17

    (1) Untuk pencapaian kompetensi lulusan, Fakultas Kedokterandan Fakultas Kedokteran Gigi menjamin kelangsungan Dosenyang memiliki keilmuan biomedis, kedokteran klinis, bioetika/humaniora kesehatan, ilmu pendidikan kedokteran, serta kedokteran komunitas dan kesehatan masyarakat.

    (2) Jaminan kelangsungan Dosen yang memiliki keilmuansebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakanmelalui penyelenggaraan program magister dan/atau program doktor di Fakultas Kedokteran atau Fakultas Kedokteran Gigi yang memenuhi persyaratan.

  • Integrasi pendidikan -pelayananPasal 18

    (1) Untuk pembelajaran klinik dan pembelajarankomunitas, Mahasiswa diberi kesempatan terlibatdalam pelayanan kesehatan dengan bimbingan danpengawasan Dosen.

    (2) Mahasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tetap harus mematuhi kode etik Dokter atau DokterGigi, dan/atau ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur keprofesian.

  • Integrasi pendidikan pelayanan 2Pasal 19

    (2) Mahasiswa program pendidikan dokter layanan primer, dokter spesialis subspesialis,dan dokter gigi spesialis-subspesialis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam tahapmandiri pendidikan dapat ditempatkan di rumah sakit selainRumah Sakit Pendidikan setelah dilakukan visitasi.

    (3) Fakultas Kedokteran yang mengirim Mahasiswa program dokter layanan primer, dokter spesialis-subspesialis, danprogram dokter gigi spesialissubspesialis bertanggung jawabmelakukan supervisi dan pembinaan bagi Mahasiswa

  • Harapan: Integrasi akademik-profesi merupakan pangk