Diare AKPER PEMKAB MUNA

Click here to load reader

  • date post

    05-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.544
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Diare AKPER PEMKAB MUNA

  • 1. BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Upaya besar bangsa Indonesia untuk meluruskan kembali arah pembangunan Nasional yang telah dilaksanakan secara terpadu dalam tiga dasawarsa terakhir menurut reformasi total kebijakan disegala bidang. Di dalam bidang kesehatan, tuntunan reformasi total tersebut muncul karena masih banyak ketimpangan-ketimpangan hasil pembangunan kesehatan antar daerah dan antar golongan. Derajat kesehatan masyarakat yang masih tertinggal dan kurangnya kemandirian dalam pembangunan kesehatan. Untuk dapat meningkatkan daya tangkal dan daya juang pembangunan kesehatan yang merupakan modal utama pembangunan Nasional, maka pentingnya penerapan paradigma baru yaitu paradigma sehat merupakan upaya untuk lebih meningkatkan kesehatan yang bersifat preventif. (Depkes RI, 2001) Demi terwujudnya Indonesia sehat di masa depan , visi dan misi Indonesia sehat 2010 harus dapat bertaat azas dan berkesinambungan. Visi merupakan gambaran masyarakat Indonesia dimasa depan yang ingin dapat dicapai melalui pembangunan kesehatan yakni masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan prilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya diseluruh wilayah Republik Indonesia. (Depkes RI, 2001)

2. Perilaku kehidupan masyarakat Indonesia sehat 2010 adalah prilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah, terjadinya resiko penyakit, dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta turut berpatisipasi. Untuk Indonesia sehat 2010 di tetapkan 4 misi pembangunan yaitu : 1.Menggerakan pembangunan nasional berwawasan kesehatan.2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk tetap hidup sehat. 3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutudan merata serta terjangkau.4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu dan keluarga serta masyarakat dan lingkungannya. Salah satu masalah kesehatan yang tidak jarang diderita oleh individu, keluarga dan masyarakat adalah penyakit gangguan sistim pencernaan, salah satu diantaranya adalah penyakit diare. Penyakit diare adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di seluruh dunia. Tiap tahun 12,9 juta anak meninggal yaitu 28 % kematian disebabkan karena penyakit pneumonia, 23 % karena penyakit diare dan 16 % karena penyakit yang tidak memperoleh vaksinasi (Markum, 1991). Di Indonesia merupakan Negara berkembang terdapat masalah utama kesehatan anak yaitu masih tingginya morbiditas dan mortalitas pada golongan bayi dan balita. Penyakit inveksi yang sering dijumpai yaitu diare, infeksi saluran napas, tetanus dan infeksi kulit serta diare yang merupakan penyebab utama kematian bayi dan anak sehingga wajib mendapat perhatian yang penuh (Markum, 1991). 3. Pada tahun 2002, jumlah pasien anak yang mengalami diare dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara menurut data Medical Record yaitu sebanyak 299 orang yang terdiri dari laki-laki 183 orang dan perempuan 116 orang dan jumlah pasien meninggal dunia 4 orang. Tahun 2003 angka kejadian rawat inap yaitu 404 orang yang terdiri dari laki-laki 247 orang dan perempuan 157 orang dan jumlah pasien meninggal dunia adalah 2 orang. Sementara tahun 2004 kasus diare mengalami peningkatan, angka kejadian rawat inap yaitu 549 orang yang terdiri dari laki-laki 291 orang dan perempuan 258 orang dan jumlah pasien meninggal dunia 4 orang. Dan pada tahun 2005 ( januari-mei ) angka kejadian rawat inap yaitu 116 orang yang terdiri dari laki-laki 68 orang dan perempuan 48 orang dan jumlah pasien meninggal dunia adalah 3 orang. ( RSUD Provinsi Sulawesi Tenggara Ruang melati 2002-2005 ). Masih tingginya angka kesakitan dan angka kematin karena diare tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain karena kesehatan lingkungan kesehatan yang belum memadai, keadaan gizi yang belum mencukupi, kepadatan penduduk, keadaan sosial ekonomi maupun pendidikan dan perilaku masyarakat yang secara langsung dapat mempengaruhi penyakit diare. Masalah lain dari penyakit diare adalah mudah terjangkitnya pada orang lain, terutama orang-orang yang selalu kontak dengan klien. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, penulis tertarik untuk mengambil judul karya tulis yaitu : Asuhan Keperawatan pada Klien By. I dengan gangguan Sistim Pencernaan: Diare di Ruang Melati (Ruang Perawatan Anak) Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. B. Ruang Lingkup. 4. Dalam pelaksanaan studi kasus, penulis membatasi asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan system pencernaan pada salah satu kasus yaitu diare yang dirawat di ruang melati RSUD propinsi sulawesi tenggara pada tanggal 30 september-3 oktober. C. Tujuan Penulisan. 1.Tujuan Umum. Memperoleh gambaran jelas tentang Penerapan Asuhan Keperawatan kepada klien By. I dengan diare.2. Tujuan khusus. a.Mendapatkan pengalaman nyata dalam melaksanakan pengkajian, menganalisa dan menetapkan dignosa keperawata terhadap By. I dengan diare.b.Mendapatkan pengalaman dalam menyusun rencana keperawatan pada klien By. I dengan diare.c.Mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan tindakan keperawatan pada klien By. I dengan diare.d.Mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan evaluasi terhadap tujuan yang akan dicapai.D. Manfaat Penulisan Adapun manfaat yang diperoleh dari hasil penulisan karya tulis ini adalah: 1. Merupakan salah satu persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan di Akper PemKab Muna. 2. Sebagai bahan tambahan pengetahuan serta pengalaman bagi penulis dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan. 5. 3. Sebagai bahan perbandingan bagi rekan-rekan sejawat dalam melakukan penelitian lebih lanjut pada klien dengan gangguan sistim pencernaan khususnya diare. 4. Sebagai pedoman bagi pembaca dalam melayani kasus klien dengan gangguan sistem pencernaan diare. 5. Sebagai bahan masukan bagi tenaga perawat dalam bertugas melaksanakan pelayanan asuhan keperawatan khususnya klien anak dengan gangguan sistem pencernaan diare. E. Metode Dan Tehnik Pengumpulan Data Untuk mendapatkan data yang akurat untuk bahan penulisan karya tulis ini, penulis menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode pengumpulan data ; 1. Studi kepustakaan. Mempelajari literatur yang berkaitan dengan penulisan karya tulis ini. 2.Studi kasus. Dalam Studi kasus ini penulis menggunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Adapun teknik pengumpulan data digunakan cara sebagai berikut : a. Wawancara Mengadakan tanya jawab secara langsung dengan klien dan keluarga serta tenaga kesehatan lain untuk memperoleh informasi yang akurat. 6. b. Observasi Mengamati klien secara langsung melalui pemeriksaan fisik yang mencakup inspeksi, auskultasi, palpasi, perkusi. c. Studi dokumentasi Melakukan pengumpulan data atau informasi melalui catatan dan arsip dari medical record yang berhubungan dengan keseharian klien. F. Waktu Pelaksanaan Waktu pelaksanaan studi dan kasus yaitu pada tanggal 30 September sampai dengan 3 Oktober 2005. G. Tempat Pelaksanaan Studi kasus ini dilaksanakan di Ruang Perawatan Anak (Melati) Rumah Sakit Umum daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. H. Sistimatika Penulisan. Untuk memudahkan memahami isi dari pada karya tulis ini maka penulis sajikan dengan sistematika sebagai berikut :Bab I Pendahuluan Pada bab ini diuraikan tentang latar belakang, ruang lingkup, tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode dan tehnik pengumpulan data, waktu dan tempat serta sistematika penulisan. 7. Bab II Tinjauan Pustaka Dalam bab ini diuraikan mengenai tinjauan teoritis anatomi dan fisiologi, tinjauan teoritis diare, dan konsep dasar keperawatan. Bab III Tinjauan Kasus. Membahas tentang laporan studi kasus terhadap klien yang dirawat di Rumah Sakit mencakup, pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan catatan perkembangan. Bab IV Pembahasan. Bab ini menguraikan tentang kesenjangan antara teori dan praktek asuhan keperawatan yang dilaksanakan, dibahas secara sistematis mulai dari pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Bab V Penutup. Berisikan kesimpulan dari hasil pelaksanaan studi kasus, saran-saran yang merupakan alternative jawaban dari masalah. Adapun analisa data 8. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis Anatomi dan Fisiologi Sistim pencernaanGambar 1. anatomi sistim pencernaan. 9. Saluran pencernaan terdiri atas : a. Mulut Mulut adalah pemulaan dari saluran pencernaan yang terdiri atas dua bagian yaitu : 1)Bagian luar yang sempit atau vestibula yaitu ruang diantara gusi, gigi, bibir dan pipi.2)Bagian dalam yaitu rongga mulut yang dibatasi sisi-sisinya oleh tulang maksilaris, palatum dan mandibularis dan disebelah belakang bersambung dengan awal farings.Di dalam mulut terdapat saliva atau ludah yang dihasilkan oleh tiga kelenjar parotis, kelenjar submandibularis, dan kelenjar sublingnalis. Saliva adalah cairan yang bersifat alkali yang mengandung enzim pencerna zat tepung yaitu ptyalin dan sedikit zat padat. Fungsi saliva yaitu bekerja secara fisis maupun kimia. 1) 2)Kerja fisisnya yaitu membasahi mulut, membersihkan lidah dan memudahkan orang berbicara. Kerja kimiawinya disebabkan enzim ptyalin (amilase ludah) yang di dalam linkungan alkali bekerja zat gula dan zat tepung yang telah di masak.Setelah makanan dicerna di mulut maka makanan tersebut ditelan dengan gerakan membentuk makanan menjadi sebuah bolus dengan bantuan lidah dan pipi dan melalui belakang mulut masuk ke dalam farings. b. Farings 10. Farings merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan (esophagus). Di dalam lengkungan farings terdapat tonsil yaitu kumpulan limfa yang banyak mengandung limfosit yang merupakan pertahanan terhadap infeksi. Setelah makanan masuk ke farings maka palatum lunak naik untuk menutup nares posterior, glotis menutup oleh kontraksi otot-ototnya dan otot konstriktor farings menangkap makanan dan mendorongnya masuk ke