Diagnosis Topis SA

download Diagnosis Topis SA

of 29

  • date post

    21-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    1.508
  • download

    9

Embed Size (px)

Transcript of Diagnosis Topis SA

  • DIAGNOSIS TOPIS

    Dr. SUSI AULINA, Sp.SDr.NADRA MARICAR Sp.S

  • PENDAHULUAN

    Dalam Neurologi dikenal 3 macam diagnosis :Diagnosis KlinisDiagnosis TopisDiagnosis Etiologis

  • I.Diagnosis Klinisyaitu deskripsi gejala dan temuan-temuan klinis yang diperoleh.

    Contoh : - hemiparese tipika : hemiparese + parese Nn Cr kontralateral lesi- hemiparese alternans : hemiparese kontralateral lesi + parese Nn Cr ipsi/homolateral lesi - tetraparese / paraparese UMN/LMN - sefalgia, kejang, demensia, afasia motorik - ensefalopati, dll

  • II. Diagnosis topisyaitu diagnosis berdasarkan gejala dan tanda yang diperoleh dihubungkan dengan lokalisasi lesi di susunan sarafContoh : - (lesi di) hemisfer serebri sinistra / dekstra - (lesi di) batang otak (pons / medulla oblongata / mesensefalon) - (lesi di) medulla spinalis, nervi spinalis, - dll.

  • III.Diagnosis etiologisyaitu diagnosis berdasarkan gejala, tanda, lokalisasi lesi dihubungkan dengan proses patologi di susunan saraf Contoh : - tumor med spinalis - infeksi selaput otak - trauma med spinalis - dll

  • Dengan demikian resume suatu status neurologis, selalu diakhiri dengan :

    Contoh Diagnosis Klinis : hemiparese sinistra cum parese N VII dan XII tipe sentral. Diagnosis topis : hemisfer serebri dekstra Diagnosis etiologis : tumor intra kranial

  • TANDA-TANDA KLINIS SUATU LESI BERDASARKANLOKALISASI / TOPIS:

    I.LESI DI KORTEKS SEREBRILesi struktural : - hemiparese / plegia tipika UMN - paraparese UMN : lesi di falx cerebri - monoparese / plegia UMN - afasia motorik, sensorik, global dan gangguan fungsi luhur lainnyaLesi iritatif :- kejang umum (tonik klonik)- kejang parsial (Jacksonians type)

  • II. LESI DI CAPSULA INTERNA -Lesi kecil : pure motor hemiplegia tipika -Lesi besar : hemiparese / plegia tipika + hemianestesi

  • III.LESI DI BATANG OTAK Tanda umum : hemiparese / plegia alternans: Lokalisasi tergantung dari :- Nn Cr apa yang terlibat - Atau adanya tanda lain yang menyertaisehingga kumpulan tanda-tanda yang ditemukan tergabung dalam apa yang disebut sindrom batang otak.

  • a.Lesi di medulla oblongata 1.Sind Lateralis (Wallenberg Syndrome)Penyebab tersering : trombosis pada PICA (Posterior Inferior Cerebellaris Artery)- parese N IX, X homolateral- vertigo (gangguan vestibuler)- ataksia homolateral- hemihipestesia alternans

  • - Horner syndrome yang tidak lengkap di sisi homolateralMiosis : timbul karena lemahnya m. dilatator pupillaePtosis : timbul karena lemahnya m. tarsalis supEnoftalmus : timbul karena lemahnya m. orbitalisAnhidrosis pada wajah ipsilateral

  • Sindrom Retro Olivar : - parese NIX, X, XI, XII - hemihipestesi kontralateral 3. Sindrom Pra Olivar : - hemi plegia kontralateral - parese N XII homo / ipsilateral - hemihipestesia kontralateral

  • b. Lesi di PONS

    1. Sindrom Millard Gubler - parese N VI dan VII homolateral - hemiparese / plegia kontralateral

    2. Sindrom Raymond Cestan - ataksia serebellar homolateral - hemihipestesia kontralateral - gangguan rasa sikap kontralateral - deviation conyugee pontis

  • 3. Sindrom Foville (lesi di paramedian PONS) - hemiparese / plegia kontralateral - deviation conyaguee pontini - hemihipestesia kontralateral

  • c. Lesi di MESENSEFALON

    1. Sindrom WEBER : disebut pula hemiparese / plegia alternans N III - hemiparese / plegia kontralateral - parese N III homolateral Penyebab tersering : strok, hematoma Epidural 2. Sindrom BENEDIKT - parese N III homolateral - hemimovement disorder kontralateral (hemichorea, hemiatetosis, atau hemiparkinson)

  • 3. Sindrom CLAUDE - parese N III homolateral - hemiataksia kontralateral - hemihipestesia kontralateral

  • IV.LESI DI MEDULA SPINALIS1. Setinggi segmen cervical (C1 C3): - tetraparese / plegia UMN - hip / anesthesia dari akral s/d distribusi segmental medulla spinalis yang terganggu - gangguan susunan saraf otonom (miksi, defekasi, fungsi seksual)

  • 2.Setinggi segmen C4 Th 1 - tetraparese / plegia : setinggi lesi LMN di bawah lesi UMN - hip / anesthesia setinggi segmen m.s yang terganggu - gangguan SS otonom

  • 3.Setinggi Th 2 s/d bagian atas pleksus lumbosakral - paraparese / plegia UMN - hip / anesthesia setinggi segmen m.s yang terganggu - gangguan SS otonom

  • 4.Setinggi pleksus lumbosakral - paraparese / plegia LMN - hip / anesthesia setinggi segmen m.s yang terganggu - gangguan SS otonom

  • 5.Setinggi konus medularis - anastesia selangkang ( saddle anaestesia) simetris - gangguan SS otonom - refleks anus negative

  • 6.Setinggi cauda equina - anastesia selangkang asimetris - gangguan SS otonom - tanda laseque positif

  • 7.Lesi yang mengenai separuh potongan melintang medulla spinalis (hemilesi di m.s) akan menimbulkan SINDROM BROWN SEQUARD dengan tanda sbb:kelumpuhan extr. Sup dan atau extr. Inf. homolateral : disebabkan oleh terputusnya traktus piramidalis sesisigangguan proprioseptif homolateral : disebabkan oleh terputusnya traktus Goll dan Burdach sesisigangguan eksteroseptif kontralateraldisebabkan oleh terputusnya traktus spinothalamikus yang membawa impuls dari kontralateral

  • contoh : hemilesi di m.s Th.4 kiri akan ditemukan kelainan sbb :a. motorik : monoparese inferior kirib. proprioseptif : rasa sikap terganggu di kaki kiric. exteroseptif : hip / anestesi di extr inf kanan

  • MENENTUKAN TINGGI LESI DI MEDULA SPINALISPeriksa batas atas dari gangguan sensibilitas, dengan cara :pemeriksaan eksteroseptiftes keringat (tes perspirasi)lalu cocokkan temuan yang diperoleh dengan peta sensibilitas dari FOERSTER

  • Bila batas atas setinggi :papilla mammae, maka medulla spinalis yang bermasalah terletak di segmen Th.4.pusat / umbilicus : Th. 10lipat paha : Th. 12 / L.1dst

  • MENGAITKAN LESI di MEDULA SPINALIS dengan DUGAAN LESI TERSEBUT DITIMBULKAN OLEH KELAINAN PADA RUAS TULANG BELAKANG

    Semasa embrional, pertumbuhan med. Spinalis jauh lebih lambat daripada pertumbuhan columna vertebrae, sehingga pada waktu lahir ujung bawah medulla spinalis terletak setinggi corpus vertebra L1 L2. Keadaan ini tidak berubah lagi dan disebut ASENSUS MEDULLAE, sehingga akan tampak bahwa :

  • 1. segmen C3 terletak di belakang ruas corpus vertebra C22. segmen C6 terletak di belakang ruas corpus vertebra C43. segmen Th4 terletak di belakang ruas corpus vertebra Th14. segmen Th8 terletak di belakang ruas corpus vertebra Th55. segmen L1 terletak di belakang ruas corpus vertebra Th96. segmen L4 terletak di belakang ruas corpus vertebra Th117. segmen sakral terletak di belakang ruas Th12 L1

    Hal tersebut di atas perlu diingat untuk dijadikan panduan dalam meminta sentrasi atau fokus suatu foto tulang belakang.