Diabetes Mellitus Diabetic Foot

download Diabetes Mellitus Diabetic Foot

of 36

  • date post

    31-Oct-2014
  • Category

    Documents

  • view

    108
  • download

    3

Embed Size (px)

description

tinjauan pustaka kaki diabetes pada diabetes mellitus

Transcript of Diabetes Mellitus Diabetic Foot

BAB 1 PENDAHULUAN

Diabetes Mellitus sering disebut sebagai the great imitator, karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. Gejalanya sangat bervariasi. Diabetes mellitus (DM) dapat timbul secara perlahan-lahan sehingga pasien tidak menyadari akan adanya perubahan seperti minum yang menjadi lebih banyak, buang air kecil ataupun berat badan yang menurun. Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung lama tanpa diperhatikan, sampai kemudian orang tersebut pergi kedokter dan diperiksa kadar glukosa darahnya.1 Penyakit DM terkadang pula gambaran klinisnya tidak jelas, asimtomatik dan diabetes baru ditemukan pada saat pemeriksaan penyaringan atau pemeriksaan untuk penyakit lain. Dari sudut pasien diabetes mellitus sendiri, hal yang sering menyebabkan pasien datang berobat ke dokter dan kemudian didiagnosis sebagai diabetes mellitus dengan keluhan yaitu terjadi kelainan pada kulit seperti gatal-gatal, bisulan. Selain itu juga terjadi kelainan ginekologis seperti keputihan dan lain-lain. 1 Gejala-gejala pada DM merupakan akibat dari adanya ketidakseimbangan dalam metabolisme karbohidrat, protein, lemak dengan produksi ataupun fungsi horman insulin. Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu sindrom klinik yang terdiri dari peningkatan kadar gula darah, ekskresi gula melalui air seni dan gangguan mekanisme kerja hormon insulin. Kelainan tersebut timbul secara bertahap dan bersifat menahun. 1 Berdasarkan suatu hasil studi epidemiologi terbaru, tanpa memandang gender, ras, usia, Indonesia telah memasuki epidemi diabetes melitus tipe 2. Di Indonesia diperkirakan masih banyak (sekitar 50%) penyandang diabetes yang belum terdiagnosis. Jika sudah terdiagnosis pun, dua pertiganya saja yang menjalani pengobatan (non farmakologik maupun farmakologik) dan hanya sepertiganya saja yang terkendali dengan baik. 2 Diabetes merupakan penyakit seumur hidup, jadi bukan hanya tim medis saja yang memiliki peran penting dalam pengelolaan penyakit ini, namun pasien dan orang disekelilingnya memiliki peran yang jauh lebih penting. 3

1

Salah satu komplikasi dari DM adalah Kaki diabetes, yang disebabkan adanya gejala neuropati,terjadi perubahan distribusi tekanan pada telapak kaki dan faktor aliran darah yang berkurang. Di Indonesia, kaki diabetes merupakan permasalahan yang rumit dan tidak terkelola dengan maksimal, karena sedikit orang yang berminat menggeluti kaki diabetes. Juga belum ada pendidikan khusus untuk mengelola kaki diabetes. Disamping itu, ketidaktahuan masyarakat mengenai kaki diabetes masih sangat mencolok, lagipula adanya permasalahn biaya pengelolaan yang besar yang tidak terjangkau oleh masyarakat pada umummya menambah peliknya pengelolaan dari kaki diabetes. Di RSUPN dr. CiptoMangunKusumo, masalh kaki diabetes masih merupakan masalah besar. Sebagian besar perawatan penyandang DM selalu menyangkut kaki diabetes. Angka kematian dan amputasi masih tinggi, masing-masing sebesar 16% dan 25% pada tahun 2003. Nasib penyandang DM pasca amputasi pun masih sangat buruk. Sebanyak 14,3% akan meninggal dalam setahu pasca amputasi, dan sebanyak 37% akan meninggal 3 tahun pasca amputasi. Karena peliknya masalah kai diabetes, maka kami menyusun responsi ini dengan harapan memberi sebuah pemahaman terhadap masalah diabetes melitus dan kaki diabetes kepada dokter muda di SMF Ilmu penyakit Dalam sehingga nantinya dapat menajadi

2

3

BAB II LAPORAN KASUS 2.1 Identitas pasien Nama Umur Jenis kelamin Suku Bangsa Agama Pendidikan Status perkawinan Pekerjaan Alamat : I Komang Neka Wijaya : 44 tahun : Laki-Laki : Bali : Indonesia : Hindu : SMA : Sudah menikah : Petugas Keamanan : Jln Bukit Hijau Jimbaran, Bhuana Gubug, Jimbaran

2.2 Anamnesis (2 Juni 2011)

Keluhan Utama Bengkak pada kaki kiri Riwayat Penyakit Sekarang Pasien mengeluh bengkak pada kaki kiri sejak dua bulan sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Bengkak dikatakan muncul tiba tiba pada pagi hari saat pasien terbangun dari tidurnya. Pasien merasakan panas dan sakit seperti ditusuk tusuk pada daerah kaki, tungkai hingga selangkangan pada kaki kiri. Dua hari kemudian, pasien mengatakan bahwa kulit pada kaki kiri mulai mengelupas, timbul bisul dan akhirnya luka pada kaki kiri. Rasa sakit dirasakan dengan tingkat kesakitan sedang sehingga membuat pasien tidak mampu beraktivitas seperti saat sebelum bengkak. pasien merasa sakit pada kaki bertambah apabila digerakkan dan sedikit berkurang apabila diistirahatkan. Pasien sempat memeriksakan keluhan ini kepada dokter umum, dan diberikan obat untuk mengontrol gula darah (Glibenclamid) dan salep. Rasa sakit dirasakan berkurang setelah pemberian salep, tetapi hanya berlangsung sebentar dan kemudian sakit kembali dirasakan. Keluhan dirasakan4

menetap selama dua bulan karena itu pasien dirujuk ke RSUP Sanglah. Riwayat trauma pada kaki kiri disangkal oleh pasien. Riwayat kaku sendi di pagi hari disangkal oleh pasien. Pasien juga terkadang mengeluhkan mengeluhkan adanya kesemutan yang hilang timbul pada telapak kaki kanan, dan hal ini dikatakan tidak menganggu aktivitas pasien. Keluhan dirasakan timbul sejak dua bulan yang lalu. Pasien juga mengeluhkan adanya penglihatan kabur yang terus memburuk sejak dua tahun yang lalu. Selain itu pasien juga merasakan keluhan susah ereksi yang dikatakan perlahan lahan semakin terasa sejak dua tahun yang lalu. Riwayat Penyakit Dahulu Penderita sudah didiagnosis menderita diabetes mellitus sejak tahun 2005. Saat itu dikatakan pasien mengalami keluhan sering kencing dimana frekuensi kencing lebih dari sepuluh kali per hari, dengan volume kurang lebih seperempat gelas aqua setiap kali kencing dan sering kencing pada malam hari sehingga menggangu tidur penderita. Dikatakan pula saat itu pasien sering merasa haus sehingga terus menerus minum air. Berat badan pasien dikatakan berkurang sebanyak kurang lebih 5 kg. Sehingga saat itu pasien memeriksakan dirinya ke dokter umum setempat dimana kemudian pasien diperiksa gula darah sewaktunya dan didapatkan hasil 525. Pasien dikatakan menderita diabetes mellitus serta mendapat obat minum yaitu Glibenclamid diminum 2 x 1 setiap hari. Riwayat penyakit jantung, Hipertensi, alergi obat, dan penyakit ginjal disangkal oleh pasien. Riwayat Keluarga Di keluarga pasien dikatakan terdapat kakak kandung pasien yang menderita penyakit kencing manis. Riwayat sosial Pasien saat ini merupakan seorang kepala keluarga dan saat ini bekerja sebagai pecalang dan security di sebuah villa. Pasien sehari-hari bekerja dengan jam kerja yang di-shiftkan,5

kadang pagi, siang, atau malam. Pasien mengatakan bahwa pasien tidak memiliki kecenderungan makan makanan yang manis dan makanan yang banyak mengandung lemak dan kolesterol. Makanan favorit pasien adalah tahu dan hanya makan daging apabila tersedia, dan frekuensinya dikatakan jarang. Pasien dikatakan selalu menyempatkan diri untuk berolahraga (jogging) apabila tidak terlalu banyak kesibukan. Setelah didiagnosa diabetes melitus pun pasien selalu menjaga kebiasaan ini, tetapi setelah timbul bengkak pada kaki pasien, pasien tidak bisa berlari lagi. Pasien dikatakan meminum alkohol, tetapi frekuensinya tidak tentu. Riwayat merokok disangkal oleh pasien.

2.3

Pemeriksaan Fisik (5 April 2011) Status Present Tekanan darah Nadi Respirasi Suhu aksila Berat badan Tinggi badan BMI Status General Mata THT Cor Auskultasi Pulmo Auskultasi : suara nafas vesikuler +/+, Rhonki -/-, Wheezing -/: S1 S2 tunggal, regular, murmur (-) : anemia -/-, ikterus -/- , odem palpebra -/- . refleks pupil +/+ isokor, terdapat pterigium pada kedua mata pasien : kesan tenang Thorax: simetris (+) : 120/70 mmHg : 96 x/mnt reguler isi cukup : 20 x/mnt tipe pernafasan torakoabdominal reguler : 36,4 C : 76 kg : 182 cm : 22,9 kg/m2

6

Abdomen Inspeksi Auskultasi Perkusi Palpasi Ekstremitas Status Lokalis : Inspeksi: Ulkus di dorso pedis dengan ukuran 4x1 cm

: distensi (-) : Bising Usus (+) Normal : timpani, shifting dullnes (-), Nyeri Ketok CVA (-) : Nyeri tekan (-) Hepar/Lien/Ginjal : ttb,

: akral hangat ++/++, edema --/--,

oedem (+), erythema (-), pus (+) in dorso pedis Palpasi: hangat (+), nyeri (+), pulsasi arteri pedis dorsalis (+) Pemeriksaan ROM: range of motion digiti pedis I-V D terbatas karena bengkak

dan nyeri

Gambar 1. Foto Kaki Kiri Pasien 2.4 Pemeriksaan Penunjang 2.4.1 Tekanan Darah Tgl TD (mmHg) 27/5/11 120/80 28/5/11 135/75 29/5/11 136/78 30/5/11 120/68 31/5/11 125/75 1/6/11 120/70 3/6/11 120/80

7

2.4.2 Gula darah 27/5/11 Gula Darah Glukosa Darah Puasa Glukosa Darah 2 jam 28/5/11 29/5/11 30/5/1 1 115 161 31/5/11 1/6/11 3/6/11 Nilai Rujuka n 80125 70-140 215 199 156 156 213 102

137

157

112

133

110

84

2.4.3 Albumin Tgl Albumin 27/5/11 2,9 29/5/11 2,538 30/5/11 2,742 Nilai Rujukan 3,4 4,8

2.4.4 Darah LengkapDarah Lengkap WBC Neutrofil Limfosit Monosit Eosinofil Basofil RBC HGB HCT MCV MCH MCHC PLT MPV 18/5/11 14,4 11,2 (77,5%) 2,2 (15%) 0,9 (6,6%) 0,10 (0,5%) 0,3 (0,3%) 2,93 8,6 25,6 87,1 29,5 33,8 566 5,5 31/5/11 9,55 6,99 (73,2%) 1,77 (18,6%) 0,61 (6,39%) 0,055 (0,579 %) 0,121 (1.26%) 3,52 10,1 30,2 85,8 28,6 33,3 301 7,28 Nilai Rujukan 4,1 - 11 2,5 7,5 (4780%) 1-4 (13-40%) 0,1 1,2 (211%) 0 0,5 (05%) 0 0,1 (0-2%) 4,5 5,9 13,5 17,5 41 53 80 100 26 34 31 36 150 440 6.8 - 108

2.4.5 UrinalisisUrinalisis WBC Leucocyte Nitrite Protein Glucose Ketone Urobilinogen Bilirubin Erytrocyte Specific Gravity Color Sedimen Urine Lekosit Eritrosit Sel Epitel - Sel gepeng Lain-lain 18/5/11 5,00 Neg Neg 150 1.000 Neg Norm Neg 25 1,02 p. yel 2-3 4-5 Nilai Rujukan 5-8 Negative Negative Negative Normal Negative 1 mg/dl Negative Negative 1,005-1,020 p.yellow-yellow < 6/lp < 3/lp

2.4.6 Profil Lipid Lipid Profile Cholesterol HDL direct LDL Triglycerides 2.4.7 HbA1C Pemeriksaan HbA1C 20/05/11 11,9 Nilai Ruju