Diabetes Melitus Gestasional

download Diabetes Melitus Gestasional

of 23

  • date post

    16-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    230
  • download

    0

Embed Size (px)

description

bvchgchgcg

Transcript of Diabetes Melitus Gestasional

DIABETES MELITUS GESTASIONAL

Diabetes Melitus GestasionalKepaniteraan Obstetri dan Ginekologi FK UKRIDARS HARAPAN DEPOKPeriode 11 Februari 2008 19 April 2008

TINJAUAN PUSTAKA

DIABETES MELITUS GESTASIONAL

BAB IPENDAHULUAN

LATAR BELAKANGSelama lebih dari satu abad, telah diketahui bahwa diabetes yang datang pada saat kehamilan dapat menyebabkan efek buruk pada keadaan klinis fetus dan neonatus. Pada awal tahun 1940-an, diketahui bahwa wanita yang menderita diabetes beberapa tahun setelah kehamilan akan mengalami mortalitas fetus dan neonatus yang tinggi. Menjelang tahun 1950-an istilah diabetes melitus gestasional (DMG) diperkenalkan dan diartikan sebagai sebuah kondisi sementara (transient) yang mempengaruhi keadaan klinis janin secara buruk. Pada tahun 1960-an, OSullivan menemukan bahwa derajat toleransi glukosa selama kehamilan berhubungan dengan risiko perkembangan diabetes setelah kehamilan. Pada tahun 1980-an, nilai tersebut disesuaikan terhadap metode modern untuk pengukuran glukosa dan diaplikasikan kepada definisi modern dari diabetes melitus gestasional (Buchanan dan Xiang, 2005). 1,2Diabetes melitus dapat menyerang warga segala lapisan umur dan sosial ekonomi. Di Indonesia saat ini masalah DM belum menempati skala prioritas utama pelayanan kesehatan walaupun sudah jelas dampak negatifnya, yaitu berupa penurunan kulitas SDM, terutama akibat penyulit menahun yang ditimbulkannya (PERKENI, 2002). 2Diabetes melitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Suyono, 2005). 9Diabetes mellitus gestasional adalah intoleransi karbohidrat ringan ( toleransi glukosa terganggu ) maupun berat ( diabetes mellitus ) yang terjadi atau diketahui pertama kali pada saat kehamilan berlangsung. Diabetes mellitus gestasional merupakan penyakit yang sering dijumpai pada kehamilan. Di Indonesia prevalensi Diabetes Melitus Gestasional mencapai 1.9-3.6%. 13Diabetes dalam kehamilan menimbulkan banyak kesulitan. Penyakit ini akan menyebabkan perubahan-perubahan pada penderita yang juga dipegaruhi oleh kehamilan. Sebaliknya diabetes akan mempengaruhi kehamilan dan persalinan. Komplikasi pada ibu dan bayi pada penderita diabetes akan meningkat karena perubahan metabolik. Angka lahir mati pada kasus diabetes tak terkendali dapat terjadi 10 kali dari normal. Diabetes dalam kehamilan sukar ditemukan karena rendahnya kemampuan dalam mendeteksi kasus. Kejadian diabetes dalam kehamilan ialah 0,7%. Sedangkan rasio diabetes di RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta 0,18%. Diabetes patut dicurigai pada pasien yang mempunyai ciri gemuk, riwayat keluarga diabetes, riwayat melahirkan bayi dengan berat badan > 4 kg, riwayat lahir mati, dan abortus berulang.1Pada wanita yang diabetik umumnya menderita infertilitas dan beberapa wanita yang dapat hamil menghadapi prognosis yang buruk. Kematian ibu merupakan ancaman yang nyata dan angka harapan hidup perinatal hanya 40%. Sejak ditemukannya insulin pada tahun 1922, memulihkan fertilitas pada wanita diabetik dan hampir menghilangkan sama sekali mortalitas pada ibu. Namun angka harapan hidup perinatal sama sekali tidak berubah. Kemajuan kemajuan dalam penatalaksanaan ibu dengan diabetes kehamilan memperbaikai harapan hidup perinatal menjadi sekitar 85% pada akhir tahun 1950an. Saat ini angka kematian perinatal pada ibu dengan diabetik menyamai angka yang dijumpai pada kehamilan normal.2

BAB IIISI

DEFINISI Diabetes mellitus gestasional adalah suatu bentuk diabetes yang berkembang pada beberapa wanita selama kehamilan yang terjadi karena kelenjar pankreas tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup untuk mengkontrol gula darah ( glukosa ) wanita hamil tersebut pada tingkat yang aman bagi dirinya maupun janin yang dikandungnya.9Definisi ini juga dapat mencakup pasien yang sebetulnya sudah mengidap DM (tetapi belum teridentifikasi), dan baru diketahui saat kehamilan (DM + hamil) di samping yang benar-benar diabetes melitus gestasional menurut definisi lama. Sesudah kehamilan selesai baru kemudian dapat dipilah mana yang DMG dan mana yang DM + hamil (PERKENI, 2002). 9Diabetes gestasional berbeda dengan diabetes lainnya dimana gejala penyakit ini akan menghilang setelah bayi lahir 6

KLASIFIKASIBerdasarkan ketergantungan pasien terhadap insulin eksogen, diabetes diklasifikasikan sebagai berikut :1,2,8,91. Tipe 1 ( Tergantung insulin ) / Insulin dependent diabetes mellitus, yaitu pasien yang memerlukan insulin dalam mengendalikan kadar gula darah.2. tipe 2 ( Tidak Tergantung insulin ) / Non dependent insulin diabetes mellitus, yaitu pasien yang tidak memerlukan insulin dalam pengendalian kadar gula darah.Beberapa ciri umum diabetes Melitus Bergantung Insulin (Tipe 1) dan tidakbergantung insulin (tipe 2)

KarakteristikTipe 1(Bergantung Insulin)Tipe 2(Tidak Bergantung Insulin)

Lokus genetikUsia saat awitanHabitusInsulin plasmaGlukago plasmaKomplikasi akutTerapi insulinSulfonylureaKromosom 6Biasanya < 40 tahunNormal sampai kurusRendah sampai tidak adaTinggi dapat ditekanKetoasidosisResponsifTidak responsiveTidak diketahui>40 tahunGemukNormal sampai tinggiTinggi, resistenKoma hiperosmolarResponsif/resistenResponsif

Pembagian Diabetes Mellitus pada kehamilan : 101. DM yang memang sudah diketahui sebelumnya dan kemudian menjadi hamil (DM Hamil = DMH = DM pragestasional). Sebagian besar termasuk golongan IDDM (Insulin Dependent DM).2. DM yang baru saja ditemukan pada saat kehamilan ( DM Gestasional = DMG). Umumnya termasuk NIDDM ( Non Insulin Deppendent DM).

DMG sendiri dibagi dua sub kelompok: 91. Sebenarnya sudah mengidap DM sebelumnya, tapi baru diketahui saat hamil (sama dengan DMH)2. Sebelumnya belum mengidap DM, baru mengidap DM dalam masa kehamilan (Pregnancy-Induced Diabetes Mellitus, DMG sesungguhnya, sesuai dengan definisi lama WHO 1980).

Klasifakasi diabetes kehamilan menurut white ( 1965), yaitu : 1,2,8,9Kelas A : Diabetes kimiawi, disebut juga diabetes laten, subklinis atau diabetes kehamilan,tes toleransi glukosa tidak normal. Penderita tidak memerlukan insulin, cukup diobati dengan diet saja. Prognosis bagi ibu dan anak baik.

Kelas B : Diabetes dewasa, diketahui secara klinis setelah umur 19 tahun dan berlangsung kurang dari pada 10 tahun, dan tidak disertai kelainan pembuluh darah.Kelas C : Diabetes yang diderita antara 10-19 tahun, atau timbul pada umur antara 10-19 tahun, dan tanpa kelainan pembuluh darah.Kelas D : Diabetes telah diderita lama, 20 tahun atau lebih, atau diderita sebelum umur 10 tahun, atau disertai kelainan pembuluh darah, termasuk arteriosclerosis pada retina dan tungkai dan retinitis.Kelas E : Diabetes yang disertai perkapuran pada pembuluh-pembuluh darah panggul, termasuk arteria uterine.Kelas F : Diabetes dengan nefropatia, termasuk glomerulonefritis dan pielonefritis.Kelas R : Untuk penderita dengan komplikasi retinitis proliferans atau dengan perdarahan dalam vitreus.Kelas H : Untuk penderita dengan penyakit jantung koroner.Kelas T : Untuk penderita dengan transplantasi ginjal.

Tabel 2.Klasifikasi Diabetes yang menjadi penyulit kehamilanKelasAwitanGlukosaPlasma PuasaGlukosa 2 jamPostprandialTerapi

A1A2GestasionalGestasional105 mg/dl120 mg/dlDietinsulin

KelasUsia Awitan (Thn)Durasi (thn)Penyakit VaskularTerapi

BCDFRHDi atas 2010-19Sebelum 10SemuaSemuaSemua20SemuaSemuaSemuaTidak adaTidak adaRetinopati jinakNefropatiRetinopati poliferatifJantungInsulinInsulinInsulinInsulinInsulinInsulin

Diabetes juvenilis : Pasien yang sudah menderita diabetes sejak masa kanak-kanak, mempunyai gambaran klinik yang berbeda-beda beratnya dan menunjukkan kecenderungan untuk timbul keto-asidosis. Penyakitnya sukar dikuasai dan lebih memerlukan insulin. Penderita lebih mudah mengalami komplikasi ginjal, retina, pembuluh darah dan urat saraf.Pre diabetes : Penderita yang tidak menunjukkan gejala-gejala penyakit, walaupun sejak semula ia sudah mempunyai dasar kelainin anatomic dan metabolic, yang tidak menjadi jelas dalam bentuk gangguan metabolisme hidrat arang. Gejala-gejala penyakit baru timbul apabila terjadi sesuatu yang memberatkan seperti kehamilan, infeksi, kegemukan, gangguan gizi, neoplasma, emosi, pengobatan dan lain- lain.

GEJALA KLINIS 1,14Gejala utama dari diabetes gestasional pada prinsipnya sama dengan gejala utama pada penyakit diabetes yang lain yaitu 1. Sering buang air kecil (polyuri)Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri).2. Selalu merasa haus (polydipsi)Akibat poliuri dan banyak cairan yangdikeluarkan, maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).3. Sering merasa lapar (polyfagi). Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).

Gejala tambahan lainnya adalah : Mudah lelah

Sering merasa mual Sering mengalami infeksi kandung kemih, vagina, maupun kulit Penglihatan kabur Hasil dari pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya gula dalam urin

FAKTOR RESIKO 8,14Riwayat Kebidanan :1. Beberapa kali keguguran2. riwayat pernah melahirkan anak mati tanpa sebab yang jelas3. Riwayat pernah melahirkan bayi dengan cacat bawaan4. Pernah melahirkan bayi > 4000 gram5. Pernah preeklampsia6. PolihidramnionRiwayat Ibu1. Umur ibu hamil > 30 tahun2. Riwayat DM dalam keluarga3. Pernah DMG pada kehamilan sebelumnya4. Infeksi saluran kemih berulang-ulang selama kehamila