Diabetes Melitus

download Diabetes Melitus

of 50

  • date post

    29-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    272
  • download

    4

Embed Size (px)

description

mengenai penyakit diabetes melitus beserta asuhan keperawatan mengenai diabetes melitus

Transcript of Diabetes Melitus

MAKALAH SISTEM ENDOKRINDIABETES MELITUS

Disusun Oleh Kelompok 1A :1. Khristina Damayanti(201111065)2. Maria Valenzya(201111073)3. Marieta(201111075)4. Monica Sukmaningtyas(201111080)5. Petrus Ganggu (201111085)6. Tiyastutik(201111108)7. Yolanda Dias(201111118)

S1 ILMU KEPERAWATANSEKOLAH TINGGI KESEHATAN SANTA ELISABETHSEMARANG2012/2013KATA PENGANTARPuji dan Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas berkat dan campur tangan-Nyalah, maka kami dapat menyelesaikan makalah sistem endokrin Asuhan Keperawatan pada pasien dengan penyakit diabetes melitus ini dengan baik. Semoga apa yang kami tulis dan kami paparkan dalam makalah ini dapat dimengerti dan di pahami dengan baik oleh pembaca sehingga dapat bermanfaat bagi pembaca dalam menjaga dan meningkatkan status kesehatan dalam kehidupan sehari hari.Penulis menyadari bahwa makalah asuhan keperawatan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Semarang, 21 Mei 2013

Penyusun

DAFTAR ISIHALAMAN JUDULKATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Masalah1.2 Tujuan BAB II PENYAKIT DIABETES MELITUS2.1 Anatomi dan Fungsi kelenjar Pankreas2.2 Mekanisme umpan balik kelenjar pancreas.2.3 Peranan pancreas dalam mengatur metabolism glukosa.2.4 Metabolisme glukosa dalam tubuh..2.5 Patofisiologi diabetes mellitus.2.6 Pemeriksaan diagnostic diabetes mellitus.2.7 Diet untuk DM I, II, III dan implikasi keperawatannya2.8 Farmakologi anti diabet, hormone insulin dan implikasi keperawatannya..2.9 Penatalaksanaan Diabetes mellitus : suntik insulin..2.10 Askep diabetes mellitus2.11 Keterampilan memberikan suntik insulin..2.12 Pendidikan kesehatan: perawatan kaki diabet: (senam kaki, perawatan kuku) dan diet DM2.13 Keterampilan cek GDS dan reduksi urine.BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan3.2 Saran.DAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang MasalahDiabetes Melitus sering disebut sebagai the great imitator, karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. Gejalanya sangat bervariasi. Diabetes melitus (DM) dapat timbul secara perlahan-lahan sehingga pasien tidak menyadari akan adanya perubahan seperti minum yang menjadi lebih banyak, buang air kecil ataupun berat badan yang menurun. Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung lama tanpa diperhatikan, sampai kemudian orang tersebut pergi kedokter dan diperiksa kadar glukosa darahnya.Penyakit DM terkadang pula gambaran klinisnya tidak jelas, asimtomatik dan diabetes baru ditemukan pada saat pemeriksaan penyaringan atau pemeriksaan untuk penyakit lain. Dari sudut pasien diabetes mellitus sendiri, hal yang sering menyebabkan pasien datang berobat ke dokter dan kemudian didiagnosis sebagai diabetes mellitus dengan keluhan yaitu terjadi kelainan pada kulit seperti gatal-gatal, bisulan. Selain itu juga terjadi kelainan ginekologis seperti keputihan dan lain-lainGejala-gejala pada DM merupakan akibat dari adanya ketidak seimbangan dalam metabolisme hidrat arang, protein, lemak dengan produksi ataupun fungsi horman insulin.Diabetes Melitus (DM) adalah suatu sindrom klinik yang terdiri dari peningkatan kadar gula darah, ekkresi gula melalui air seni dan gangguan mekanisme kerja hormon insulin. Kelainan tersebut timbul secara bertahap dan bersifat menahun.Penyakit Diabetes Melitus (DM) ini terjadi akibat terjadinya gangguan mekanisme kerja hormon insulin, sehingga gula darah yang ada di dalam tubuh tidak dapat dinetralisir. Gizi juga dapat menunjukkan peranannya dalam terjadinya Diabetes Mellitus dalam dua arah yang berlawanan. Gizi lebih yang merupakan petunjuk umum peningkatan taraf kesejahteraan perorangan, memperbesar kemungkinan manifestasi DM, terutama pada mereka yang memang dilahrikan dengan bakat tersebut. Pada keadaan yang demikian gejala DM dapat di atasi dengan pengaturan kembali keseimbangan metabolisme zat gizi dalam tubuh dengan masukan zat gizi melalui makanan.

1.2 Tujuan 1.2.1 agar mahasiswa mengatahui anatomi dan fisiologi kelenjar pancreas1.2.2 agar mahasiswa mengetahui metabolism glukosa dalam tubuh1.2.3 agar mahasiswa mengetahui penatalaksanaan keperawatan klien dengan penyakit diabetes mellitus1.2.4 agar mahasiswa mengetahui keterampilan keperawatan untk pasien dengan diabetes mellitus1.3 Manfaat1.3.1 Mahasiswa mengatahui anatomi dan fisiologi kelenjar pancreas1.3.2 Mahasiswa mengetahui metabolism glukosa dalam tubuh1.3.3 Mahasiswa mengetahui penatalaksanaan keperawatan klien dengan penyakit diabetes mellitus1.3.4 Mahasiswa mengetahui keterampilan keperawatan untk pasien dengan diabetes mellitus

BAB IIPENYAKIT DIABETES MELITUS

2.1 Anatomi dan Fungsi kelenjar PankreasPankreas adalah suatu organ lonjong dari kira-kira 15 cm, yang terletak di belakang lambung dan sebagian di belakang hati. Organ ini terdiri dari 98% sel-sel dengan sekresi ekstern, yang memproduksi enzim-enzim cerna yang disalurkan ke duodenum. Sisanya terdiri dari kelompok sel (pulau Langerhans) dengan sekresi intern, yakni hormon-hormon yang disalurkan langsung ke aliran darah. Dalam pankreas terdapat empat jenis sel endokrin, yakni: Sel-alfa, yang memproduksi hormon glukagon yang merangsang hati memproduksi glukosa; bekerja berlawanan dengan insulin. Sel-beta dengan banyak granula berdekatan membran selnya, yang berisi insulin (Lat. insula= pulau). Setiap hari dieksresikan k.l. 2 mg (= 50 UI) insulin, yang dengan aliran darah diangkut ke hati. Kira-kira 50% dari hormon ini dirombak di sini, sisanya diuraikan dalam ginjal. Sel-D memproduksi somatostatin (antagonis somatropin). Sel-PP memproduksi PP (pancreatic polypeptide), yang mungkin berperan pada penghambatan sekresi endokrin dan empeduFUNGSI1. Glukagon hormonefungsi utama : meningkatkan kadar gula darah sekresi distimulasi oleh kadar gula darah Organ target : hepar / peningkatan glikogenolisis metabolisme lemak : peningkatan lipolisis dalam kead. Tertentu (lapar, sakit) : peningkatan glikoneogenesis/asam aminop menjadi glukosa

2. Insulin hormonefungsi utama : menurunkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan difusi glukosa dalam sel efek anabolik insulin : terhadap hepar : meningkatkan sintesa dan penyimpanan glikogen, mhambat glikogenolisis, glikoneogenesis, ketogenesis, meningkatkan trigliserida terhadap otot : mningkatkan sintesa protein, meningkatkan transpor as. Amino, meningkatkan glikogenesis Gambar Pankreas

2.2 Mekanisme umpan balik kelenjar pancreas

Keterangan 1. Fungsi hati sebagai sistem buffer glukosa darah yang sangat penting yaitu bila glukosa darah meningkat ke konsentrasi sangat tinggi setelah makan dan kecepatan sekresi insulin juga meningkat, sebanyak 2/3 glukosa yang diabsorpsi dari usus hampir segera disimpan di dalam hati dalam bentuk glikogen. Kemudian, selama jam berikutnya jika konsentrasi glukosa darah dan kecepatan sekresi insullin turun hati melepaskan glukosa kembalike dalam darah.2. Fungsi insulin dan glukagon sebagai sistem umpan balik terpisah dan penting untuk mempertahankan konsentrasi glukosa darah yang normal. Jika konsentrasi meningkat sampai kadar yang sangat tinggi maka insulin disekresikan sebaliknya insulin menyebabkan konsentrasi glukosa darah menurun ke arah normal. Sebaliknya penurunan glukosa darah merangsang sekresi glukagon kemudian glukagon berfungsi dalam arah sebaliknya untuk meningkatkan glukosa ke arah normal.3. Pada hipoglikemia efek langsung glukosa darah yang rendah atas hipotalamus merangsang susunan saraf simpatis sebaliknya epinefrine yang disekresi oleh kelenjar adrenal, masih menyebabkan pelepasan glukosa lebih lanjut dari hati.4. Hormon pertumbuhan (STH dan ACTH) dan kortisol disekresikan dalam respon terhadap hipoglikemia yang berkepanjangan dan mereka menurunkan kecepatan penggunaan glukosa oleh bagian terbesar sel-sel tubuh

2.3 Peranan pancreas dalam mengatur metabolisme glukosa

Karbohidrat terdapat dalam berbagai bentuk, termasuk gula sederhana atau monosakarida, dan unit kimia yang kompleks, seperti disakarida dan polisakarida. Karbohidrat yang sudah ditelan akan dicerna menjadi monosakarida dan diabsorbsi, terutama dalam duodenum dan jejunum proksimal. Sesudah diabsorbsi, kadar glukosa darah akan meningkat untuk sementara waktu dan akhirnya akan kembali lagi ke kadar semula. Pengaturan fisiologis kadar glukosa darah sebagian besar bergantung pada hati yang :1. mengekstraksi glukosa2. menyintesis glikogen3. melakukan glukogenolisisDalam jumlah yang lebih sedikit, jaringan perifer otot dan adiposa juga dipergunakan ekstrak glukosa sebagai sumber energi sehingga jaringan-jaringan ini ikut berperan dalam mempertahankan kadar glukosa darah.Jumlah glukosa yang diambil dan dilepaskan oleh hati yang digunakan oleh jaringan-jaringan perifer bergantung pada keseimbangan fisiologis beberapa hormon yaitu:1. hormon yang merendahkan kadar glukosa darah 2. hormon yang meningkatkan kadar glukosa darahInsulin merupakan hormon yang menurunkan glukosa darah, dibentuk oleh sel-sel beta beta pulau Lengerhans pankreas. Hormon yang meningkatkan kadar glukosa darah, antara lain:1. glukagon yang disekresi oleh sel-sel alfa pulau Lengerhans2. epinefrin yang disekresi oleh medula adrenal dan jaringan kromafin lain3. glukokortikoid yang disekresi oleh korteks adrenal 4. growth hormone yang disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior.Glukagon, epinefrin, glukokortikoid dan growth hormon, membentuk suatu pelawan mekanisme regulator yang mencegah timbulnya hipoglikemia akibat pengaruh insulin.

2.4 Metabolisme glukosa dalam tubuh

Karbohidrat (dengan bantuan enzim amilase)Monosakarida(glukosa)Glukosa dalam darahSebagian disimpan di dalam hati dan otot2 tulang sbg glikogen (menghendaki kerja insulin)Digunakan saat aktivitas otot dan diisi kembali dengan glukosa darahProses pembakaranCO2 sbg hsl buangan, diekskresikan mll : paru2 (air,CO2),kulit (keringat),