DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK ... Informatika Republik Indonesia , Dra. Rosarita Niken...

download DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK ... Informatika Republik Indonesia , Dra. Rosarita Niken Widiastuti,

of 48

  • date post

    02-Jun-2020
  • Category

    Documents

  • view

    4
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK ... Informatika Republik Indonesia , Dra. Rosarita Niken...

  • 1

    DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

    RISALAH RAPAT KOMISI I DPR RI

    Tahun Sidang

    : 2019 - 2020

    Masa Persidangan : I Jenis Rapat : Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR RI dengan Menteri

    Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Menteri Keuangan, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas

    Hari, Tanggal : Senin, 16 September 2019 Pukul : 17.40 WIB – 21.08 WIB Sifat Rapat : Terbuka Tempat : Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Gedung Nusantara II Lt. 1, Jl.

    Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta 10270 Ketua Rapat : H.A. Hanafi Rais, S.I.P., M.P.P., Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sekretaris Rapat Acara

    : :

    Suprihartini, S.I.P., M.Si., Kabagset. Komisi I DPR RI Pembahasan terkait program penyediaan Satelit Satria dan Program 4000 BTS.

    Hadir : PIMPINAN: 1. Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari (F-PKS) 2. Ir. Bambang Wuryanto, M.B.A. (F-PDI Perjuangan) 3. Ir. H. Satya Widya Yudha, M.Sc. (F-PG) 4. Asril Hamzah Tanjung, S.I.P. (F-Gerindra) 5. H.A. Hanafi Rais, S.I.P., M.P.P. (F-PAN) ANGGOTA: FRAKSI PDI-PERJUANGAN (F-PDIP) 6. Ir. Rudianto Tjen 7. Dr. Effendi MS Simbolon, MIPol. 8. Charles Honoris 9. Dr. Evita Nursanty, M.Sc. 10. Andreas Hugo Pareira 11. Junico BP Siahaan 12. Yadi Srimulyadi 13. Drs. Ahmad Basarah, MH

    FRAKSI PARTAI GOLKAR (F-PG) 14. Meutya Viada Hafid 15. Bobby Adhityo Rizaldi, S.E., Ak., M.B.A., C.F.E. 16. Dave Akbarshah Fikarno, M.E. 17. Bambang Atmanto Wiyogo, S.E. 18. Venny Devianti, S. Sos. 19. H. Andi Rio Idris Padjalangi, S.H., M.Kn. 20. Dr. Jerry Sambuaga

  • 2

    FRAKSI PARTAI GERINDRA (F-GERINDRA) 21. H. Ahmad Muzani 22. Martin Hutabarat 23. H. Biem Triani Benjamin, B.Sc., M.M. 24. Rachel Maryam Sayidina 25. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. 26. Andika Pandu Puragabaya, S.Psi, M.Si, M.Sc. FRAKSI PARTAI DEMOKRAT (F-PD) 27. Teuku Riefky Harsya, B.Sc., M.T. 28. Dr. Sjarifuddin Hasan, S.E., M.M., M.B.A. 29. Ir. Hari Kartana, M.M. 30. KRMT Roy Suryo Notodiprojo

    FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL (F-PAN) 31. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. 32. Ir. Alimin Abdullah 33. Budi Youyastri 34. H.M. Syafrudin, S.T., M.M. FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA (F-PKB) 35. Drs. H.A. Muhamin Iskandar, M.Si. 36. Drs. H.M. Syaiful Bahri Anshori, M.P. 37. Arvin Hakim Thoha FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (F-PKS) 38. Dr. H. Jazuli Juwaini, Lc., M.A. 39. H. Sukamta, Ph.D.

    FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (F-PPP) 40. Dra. Hj. Lena Maryana FRAKSI PARTAI NASIONAL DEMOKRAT (F-NASDEM) 41. Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra 42. H. M. Ali Umri, S.H., M.Kn. FRAKSI PARTAI HATI NURANI RAKYAT (F-HANURA)

    Anggota yang Izin : 1. Elnino M. Husein Mohi, S.T., M.Si. (F-GERINDRA) 2. H. Darizal Basir (F-PD) 3. Drs. H. Taufiq R. Abdullah (F-PKB) 4. Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A. (F-PKS) 5. Moh. Arwani Thomafi (F-PPP) 6. H. Syaifullah Tamliha, S.Pi., M.S. (F-PPP) 7. Prof. Dr. Bachtiar Aly, M.A. (F-NASDEM) 8. Prananda Surya Paloh (F-NASDEM) 9. Drs. Timbul P. Manurung (F-HANURA)

  • 3

    Jalannya Rapat: KETUA RAPAT (H.A. HANAFI RAIS, S.I.P., M.P.P.): Bissmillahirahmanirohiim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Menteri Keuangan diwakili oleh Direktur ada tidak ini Menteri Keuangan? Dan dari Kementerian PPN/Kepala Bappenas, dan Seluruh jajaran yang hadir.

    Perlu saya sampaikan bapak, ibu ini rapat bisa kita mulai karena sudah kuorum, dan rapat akan kita buka dan sifatnya terbuka untuk umum.

    Bisa disepakati? Ya rapat kami buka.

    (RAPAT DIBUKA PUKUL 17.40 WIB) Pada hari ini Komisi I DPR RI melaksanakan Raker dalam rangka tindaklanjut hasil

    keputusan Raker Komisi I DPR RI dengan Menteri Komunikasi dan Informasi tanggal 22 Juli 2019 tentang program penyediaan satelit satria. Dapat kami sampaikan bahwa terkait dengan program penyediaan satelit satria tersebut Komisi I DPR RI telah membahasnya dalam Raker Komisi I dengan Menkominfo pada tanggal 18 Juni dan tanggal 22 Juli 2019. Dalam Raker tersebut pada tanggal 22 Juli Komisi I DPR RI meminta kepada Kominfo agar program penyediaan satelit satria didukung dengan sumber pendanaan yang tepat, baik dari dana USO maupun dari dana rupiah murni dari APBN.

    Untuk itu Komisi I DPR RI menjadwalkan rapat kerja dengan Kominfo, Bappenas, dan Menteri Keuangan hari ini kita berkumpul.

    Nah selanjutnya kami persilakan kepada pak Menteri untuk menyampaikan penjelasan tantang agenda kita, kemudian setelah itu ada pendalaman.

    Silakan pak. MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA (RUDIANTARA S.STAT. MBA.): Assalamu'alaikum Warahmattullahi Wabarakatuh, Selamat petang. Oom swasty astu Namo budaya.

    Undangan

    : 1. Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara S.Stat. MBA.

    2. Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Dra. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si.

    3. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc.

    4. Direktur Utama BAKTI, Anang Achmad Latif. 5. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian

    PPN/Bappenas, Ir. Kennedy Simanjuntak, MA. 6. Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan

    Layanan Umum Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, Ari Wahyuni, S.H., M.P.M

    Beserta Jajaran.

    https://id.wikipedia.org/wiki/Sarjana https://id.wikipedia.org/wiki/MBA https://id.wikipedia.org/wiki/Sarjana https://id.wikipedia.org/wiki/MBA https://id.wikipedia.org/wiki/Kementerian_Komunikasi_dan_Informatika_Republik_Indonesia https://id.wikipedia.org/wiki/Kementerian_Komunikasi_dan_Informatika_Republik_Indonesia

  • 4

    Yang terhormat Pimpinan Komisi I DPR dan Anggota Komisi I DPR, Izinkan saya menyampaikan beberapa hal dan mohon kami diperkenankan nanti untuk

    diteruskan oleh Dirut Bakti, karena ini adalah program-programnya Bakti untuk hal-hal yang lebih teknis. Ibu, Bapak sekalian.

    Kami mulai mengenai dengan permasalahan atau kondisi Indonesia dalam konteks ICT

    infrastruktur. Mengapa? Karena ini yang menjadi konsen pemerintah sebetulnya, sehingga timbul aturan-aturan regulasi termasuk Perpres tentang Indonesia Broble Plant (IBP) tahun 2014. Karena intinya kita harus mengejar ketertinggalan Indonesia dalam konteks infrastruktur ICT. Memang kalau kita bicara hanya Jakarta, kalau kita bicara Jawa itu infrastruktur ICT tidak menjadi masalah, tapi pada saat kita bicara tentang Indonesia tantangan kita menjadi berbeda. Kalau kita bandingkan dengan negara-negara tetangga kita bicara di ASEAN saja, ICT infrakstruktur Indeks kita bahkan nomor 1. Mengapa? Karena tantangan kita negara kita adalah negara kepulauan, jadi cara membangun infrastrukturnya tentu berbeda dengan negara tetangga. Negara seperti Singapore, Malaysia, Thailand itu mereka membangunnya akan lebih mudah karena mereka ini negara daratan. Istilahnya narik kabel itu lebih mudah, nah kita harus menyeberang lautan dan lain sebagainya.

    Ini ada beberapa rujukan, ini mohon maaf bukan evisiensi tulisannya menjadi kecil, tapi memang tidak bisa diperbesar pecah gitu lho. Kalau kita lihat secara global ya, itu Indonesia ini negara yang pengeluaran TIKnya atau ICTnya rendah didunia. Kalau kita lihat itu kita itu paling kiri, jangankan dibandingkan dengan negara-negara besar, dengan negara-negara tetangga saja kita bukan nomor 1.

    Berikutnya, nah kalau kita bandingkan dengan yang dekat Thailand, Malaysia belanja ICT kita, belanja ICT pemerintah kita terhadap GDPnya terhadap PDBnya ini hanya 0,1%. Dan dibandingkan dengan yang paling dekat itu Thailand, Thailand itu 0,3% dari DGP, memang DGP Thailand lebih kecil dari kita. Malaysia itu 0,6% total DGPnya lebih kecil dari kita, tapi kalau kita bandingkan 0,1% DGP kita 1 triliun yang tahun 2018, itu kita belanjanya hanya sekitar 10 miliar sedangkan populasi kita 265 juga. Sehingga kalau dari angka-angka ini kita Tarik, per individu penduduk Indonesia belanja ICTnya yang dari sektor pemerintahan kita hanya sekitar 7$ per tahun, per penduduk Indonesia. Bandingkan dengan Thailand, ya Thailand kan rasionya 0,3% tiga kali dari sisi rasio terhadap DGPnya, tapi per individunya karena DGP perkapitanya tinggi Thailand itu 217 kurang lebih, atau lebih dari 6 x penduduk Thailand itu belanja ICTnya disbanding Indonesia.

    Demikian halnya Malaysia, Malaysia itu kurang lebih sekitar 560 an itu berarti hampir 2x disbanding Indonesia, ini menunjukkan bagaimana sebetulnya rendahnya belanja Indonesia dalam konteks ICT infrastruktur. Betul kita punya Palaparing itu baru selesai, tapi palarparing itu kan sebetulnya konsepnya dari tahun 2005 bukan konsep yang baru. Hanya eksekusinya itu yang baru dilakukan mulai tahun 2015 alhamdulillah Palingparng barat, tengah dan timur sudah selesai pembangunannya, dan sudah beroperasi.

    Ini kalau kita lihat lagi slide berikutnya kembali dalam konteks global, ya memang kalau kita bicara mengenai digital gaverment wive menuju istilahnya Government power poin zero, kita itu memang lebih bagus di banding Paraguai, kemudian Mesir, Libya, Myanmar, Sudan tapi kita pasti dibawah Thailand dan di bawah negara-negara tentangga kita.

    Nah kalau kita lihat juga ini di slide halaman 7 langsung dulu, kalau kita bicara ICT indeks ya di ASEANpun kita bukan nomor 1, ada kita nomor satu Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam Indonesia ini memang bukan hanya ICT infrastruktur saja, ICT infrastruktur ini hanya salah satu variable, karena juga ada sistemnya itu, ICT indeks itu adalah seperti