dewan pengawas pk-blu

of 63 /63

Embed Size (px)

Transcript of dewan pengawas pk-blu

  • H a l a m a n | i

    KATA PENGANTAR

    Universitas Brawijaya (UB) menjadi Badan Layanan Umum (BLU) sejak tahun 2008. Seiring dengan

    meningkatnya pendapatan dan belanja yang signifikan, pada tahun 2012 realisai pendapatan UB

    mencapai angka lebih dari 1 Triliun Rupiah. Dengan besarnya dana yang dikelola, dibutuhkan sebuah

    mekanisme pengawasan sesuai dengan yang diamanatkan di dalam peraturan, bahwa setiap Satuan

    Kerja yang menjadi BLU wajib memiliki Dewan Pengawas. Dewan Pengawas tersebut merupakan

    kepanjangan tangan dari Kementerian untuk melakukan fungsi pengawasan di unit yang dimiliki.

    Dewan Pengawas di UB telah dibentuk pada tanggal 7 Mei 2012 melalui Surat Keputusan Menteri

    Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 091/P/2012. Dengan keluarnya SK tersebut,

    Dewan Pengawas UB mulai aktif melakukan tugas.

    Dalam rangka menjalankan tugas tersebut, Dewan Pengawas UB telah menyusun Laporan Dewan

    Pengawas Tahun 2014 untuk tahun anggaran 2013. Laporan yang disusun merupakan laporan

    tertulis yang berisi penilaian tentang pengelolaan BLU oleh Pengelola BLU dengan cara

    membandingkan kriteria dalam Renstra 2011-2015, Rencana Bisnis dan Anggaran 2013, dan

    peraturan terkait dengan pelaksanaannya.

    Akhirnya, kami berharap semoga dengan laporan Dewan Pengawas 2013 ini dapat memberikan

    gambaran pengawasan yang telah dilakukan di tahun 2013.

    Atas perhatian yang diberikan, kami mengucapkan terima kasih.

    Malang, 6 Februari 2014

    Dewan Pengawas UB

    Ketua,

    Prof. Dr. Ir. Latief Abadi, MS.

    NIP. 19550821 198002 1 002

    Anggota:

    1. Prof. Dr. Andi Pangerang Moenta, SH., MH., DFM. (Biro Hukum dan Organisasi Kemdikbud)

    2. Drs. Ken Dwijugiasteadi, Ak., M.Sc. (Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur III Malang)

    3. Bambang Purnomosidhi, MBA., Ak. (Universitas Brawijaya)

    4. Prof. Masruchin Rubai, SH., MS. (Universitas Brawijaya)

  • H a l a m a n | ii

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR.................................................................................................................................... i

    DAFTAR ISI ............................................................................................................................................... ii

    IKHTISAR EKSEKUTIF............................................................................................................................... iii

    BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................................. 1

    a. Latar belakang ............................................................................................................................. 1

    b. Maksud dan Tujuan Pengawasan ............................................................................................... 2

    c. Batasan Ruang Lingkup Pengawasan .......................................................................................... 3

    BAB II PENJELASAN KONDISI BLU TAHUN 2012 ...................................................................................... 4

    a. Kondisi Layanan .......................................................................................................................... 4

    b. Kondisi Keuangan ........................................................................................................................ 7

    c. Organisasi dan SDM .................................................................................................................... 8

    d. Sarana dan Prasarana ............................................................................................................... 14

    BAB III PELAKSANAAN FUNGSI DEWAN PENGAWAS TAHUN 2012 ...................................................... 17

    a. Daftar Kegiatan Pengawasan selama periode pengawasan ..................................................... 17

    b. Materi dan Hasil Pengawasan ................................................................................................... 20

    c. Penilaian Kinerja ....................................................................................................................... 23

    d. Penilaiain Ketaatan atas Peraturan ........................................................................................... 24

    e. Penilaian atas tindak lanjut Hasil Pengawasan Sebelumnya .................................................... 25

    BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI ................................................................................................ 27

    a. Simpulan ................................................................................................................................... 27

    b. Rekomendasi ............................................................................................................................. 27

    LAMPIRAN ............................................................................................................................................. 28

    a. NOTULEN RAPAT ....................................................................................................................... 28

    b. Website Dewan Pengawas UB .................................................................................................. 58

  • H a l a m a n | iii

    IKHTISAR EKSEKUTIF

    Dewan Pengawas UB dibentuk melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

    Republik Indonesia Nomor 091/P/2012 pada tanggal 7 Mei 2012 dengan anggota yang berjumlah

    lima orang. Dewan Pengawas UB dibentuk dengan tugas dan fungsi untuk pertama, memberikan

    pendapat dan saran kepada Menteri/Pimpinan Lembaga dan Menteri Keuangan mengenai Rencana

    Strategis Bisnis dan Rencana Bisnis dan Anggaran yang diusulkan oleh Pejabat Pengelola BLU. Kedua,

    melaporkan kepada Menteri/Pimpinan Lembaga dan Menteri Keuangan apabila terjadi gejala

    menurunnya kinerja BLU. Ketiga, mengikuti perkembangan kegiatan BLU, memberikan pendapat

    dan saran kepada Menteri/Pimpinan Lembaga dan Menteri Keuangan mengenai setiap masalah yang

    dianggap penting bagi pengelolaan BLU. Keempat, memberikan nasihat kepada Pejabat Pengelola

    BLU dalam melaksanakan pengelolaan BLU dan kelima memberikan masukan, saran, atau tanggapan

    atas laporan keuangan dan laporan kinerja BLU kepada Pejabat Pengelola BLU.

    Ruang lingkup pengawasan untuk tahun 2013 adalah Pelaksanaan Rencana Stratgi Bisnis 2009-2013,

    Pelaksanaan RBA Tahun Anggaran 2013, dan Penyusunan RBA Tahun Anggaran 2014. Penilaian

    kinerja yang dilakukan adalah penilaian Kinerja Pelayanan, Kinerja Keuangan, Kinerja SDM, Kinerja

    Sarana dan Prasarana.

    Untuk kondisi layanan, pada tahun 2013 memiliki 179 prodi dimana jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan tahun 2012 yaitu 153 prodi. Jumlah mahasiswa pada tahun 2013 sebanyak 61.231, lebih banyak dari tahun sebelumnya yaitu 52.376 orang. Rata-rata IPK pada tahun 2013 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dimana pada tahun 2012 IPK rata-rata UB adalah 3,28 dan 2012 adalah 3,27. Untuk kondisi keuangan, pada tahun 2013 pendapatan UB adalah sebesar Rp1.070.149.311.138 dengan belanja sebesar Rp1.060.331.562.761. Jumlah pendapatan tersebut lebih sedikit dibandingkan tahun 2012 dimana jumlah pendapatan tahun 2012 adalah sebesar Rp1.080.444.053.385 namun belanja meningkat tajam dimana belanja tahun 2012 adalah sebesar

    dan belanja sebesar Rp803.712.542.836.

    Struktur Organisasi yang diterapkan UB adalah struktur organisasi yang dikembangkan dari

    organisasi pada saat UB diajukan untuk menjadi BLU. Saat ini, struktur organisasi tersebut sedang

    diusulkan agar dapat dituangkan didalam Statuta UB. Pada sisi SDM, jumlah dosen yang dimiliki

    sebanyak 1.965 orang. Idealnya dengan jumlah mahasiswa sebanyak disebutkan diatas , jumlah

    dosen UB untuk eksakta adalah sebanyak 2.341 orang dimana 1.510 orang adalah dosen eksakta dan

    831 orang adalah dosen sosial. Untuk kebutuhan administrasi, saat ini UB memiliki 2017 orang

    meningkat tajam dari tahun sebelumnya yaitu 1.669 orang. Saat ini, jumlah pegawai administrasi

    dengan status PNS adalah sebanyak 928 orang dan non PNS 1.089 orang.

    Kegiatan pengawasan dilaksanakan mulai Januari 2013 sampai dengan akhir Desember 2013.

    Dengan laporan ini, UB telah menyusun 3 laporan Dewan Pengawas yaitu laporan tahun 2012,

    semester 1 2013 dan tahunan 2013.

  • H a l a m a n | 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    a. Latar belakang

    Universitas Brawijaya merupakan salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia,

    terletak di Kota Malang-Jawa Timur dan telah berperan aktif dalam mengembangkan Ilmu

    Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS). Didirikan pada tahun 1957 sebagai perguruan tinggi

    swasta dengan dua fakultas, yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi sebelum diubah

    statusnya menjadi Universitas Negeri melalui Ketetapan Menteri Pendidikan No. 1 tanggal 5

    Januari 1963.

    Universitas Brawijaya mempunyai andil besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,

    mengatasi berbagai persoalan bangsa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan

    memelihara kelestarian lingkungan dan budaya. Telah banyak jalinan kerjasama yang telah

    dibangun dengan berbagai institusi di dalam maupun luar negeri dalam upaya mewujudkan visi

    dan misi yang diembannya. Prestasi tingkat nasional dan tingkat internasional telah diraih

    Universitas Brawijaya selama ini.

    Universitas Brawijaya dituntut untuk selalu memperbaiki kualitas proses pendidikannya disertai

    dengan upaya peningkatan relevansinya dalam rangka persaingan global. Diharapkan pada

    masa mendatang, Universitas Brawijaya akan menjadi entrepreneurial university yang sanggup

    mensejajarkan dirinya dengan universitas terkemuka di Asia bahkan Dunia, baik dari segi mutu

    lulusan maupun mutu proses penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada

    masyarakat, sehingga dapat mengangkat martabat dan harkat bangsa Indonesia.

    Bertolak dari latar belakang dan harapan tersebut, maka sangat penting bagi Universitas

    Brawijaya memiliki wewenang untuk melakukan pengelolaan keuangan yang mandiri dan

    fleksibel yang menonjolkan produktivitas, efisiensi dan efektivitas. Pengelolaan keuangan

    diperoleh melalui pola Badan Layanan Umum (BLU). Dalam pola pengelolaan keuangan BLU

    universitas diberikan keleluasaan untuk menggali dan menggunakan sumberdaya keuangan

    yang bersumber dari hasil pelayanan. Diantara keleluasaan tersebut meliputi keleluasaan dalam

    melakukan pinjaman dan kerjasama dengan pihak ketiga dan dapat menggunakan secara

    langsung hasil penerimaan fungsional tanpa harus menyetorkan terlebih dahulu ke kas negara.

    Keleluasaan tersebut dilatar belakangi gagasan agar proses pelayanan pendidikan dapat

    berjalan lancar dan universitas mampu tumbuh sesuai dengan perkembangan ilmu pendidikan

    dan mampu menghasilkan lulusan yang dibutuhkan masyarakat.

    Seiring dengan kebebeasan yang diberikan, perlu dibentuk sebuah pengendalian melalui

    pengawasan sesuai dengan yang diamanatkan peraturan dimana setiap BLU wajib mempunyai

    Dewan Pengawas BLU. Universitas Brawijaya yang telah menjadi BLU sejak tahun 2008 telah

    memiliki Dewan Pengawas yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan

    Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 091/P/2012 pada tanggal 7 Mei 2012 dengan anggota

    yang terdiri dari:

  • H a l a m a n | 2

    a. Prof. Dr. Andi Pangerang Moenta, S.H., M.H, DFM (Biro Hukum dan Organisasi Setjen

    Kemdikbud)

    b. Drs. Ken Dwijugiasteadi, Ak., M.Sc (Kanwil DJP Jawa Timur III, Malang)

    c. Prof. Dr. Ir. A. Latief Abadi, MS.

    d. Prof. Dr. Bambang Poernomosidi, S.E.Ak., MBA.

    e. Prof. Masruchin Rubai, S.H., M.S.

    Dewan Pengawas yang dibentuk tersebet berdasarkan Statuta yang diajukan mempunyai tugas

    dan fungsi untuk:

    a. memberikan pendapat dan saran kepada Menteri/Pimpinan Lembaga dan Menteri

    Keuangan mengenai Rencana Strategis Bisnis dan Rencana Bisnis dan Anggaran yang

    diusulkan oleh Pejabat Pengelola BLU;

    b. melaporkan kepada Menteri/Pimpinan Lembaga dan Menteri Keuangan apabila terjadi

    gejala menurunnya kinerja BLU;

    c. mengikuti perkembangan kegiatan BLU, memberikan pendapat dan saran kepada

    Menteri/Pimpinan Lembaga dan Menteri Keuangan mengenai setiap masalah yang

    dianggap penting bagi pengelolaan BLU;

    d. memberikan nasihat kepada Pejabat Pengelola BLU dalam melaksanakan pengelolaan BLU;

    e. memberikan masukan, saran, atau tanggapan atas laporan keuangan dan laporan kinerja

    BLU kepada Pejabat Pengelola BLU.

    b. Maksud dan Tujuan Pengawasan

    Maksud dan tujuan utama adanya Dewan Pengawas adalah untuk melakukan pengawasan

    terhadap pengelolaan BLU yang dilakukan oleh Pejabat Pengelola BLU mengenai pelaksanaan

    Rencana Strategis Bisnis, Rencana Bisnis dan Anggaran, dan peraturan perundang-undangan.

    Dilihat dari sisi objek, maksud dan tujuan pengawasan tersebut lebih rinci adalah untuk:

    a. Meningkatkan kinerja pelayanan dari satu periode ke periode berikutnya.

    b. Meningkatkan tranparansi, efektifitas dan efisiensi pengelolaan keuangan.

    c. Meningkatkan dankualitas SDM melalui kualifikasi dan kompetensi yang sesuai.

    d. Meningkatkan efektifitas pengadaan dan penggunaan sarana dan prasarana pendukung BLU

    Dilihat dari sisi subjek, maksud dan tujuan pengawasan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

    a. Mengawasi agar kegiatan pengeluaran dan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan

    renstra dan RBA

    b. Mengawasi agar pengelolaan pendapatan dan belanja berjalan sesuai dengan peraturan

    yang berlaku.

    c. Mengawasi agar pengelolaan hutrang dan piutang berjalan sesuai dengan peraturan yang

    berlaku.

    d. Mengawasi agar pelaporan keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

  • H a l a m a n | 3

    c. Batasan Ruang Lingkup Pengawasan

    Ruang lingkup pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Pengawas Universitas Brawijaya dibagi

    menjadi 3 yaitu:

    a. Penilaian RBA, Renstra dan pelaksanaanya yaitu:

    1. Pelaksanaan Rencana Stratgi Bisnis 2009-2013

    2. Pelaksanaan RBA Tahun Anggaran 2013

    3. Penyusunan RBA Tahun Anggaran 2014

    b. Penilaian kinerja operasional yang terbagi dalam bidang:

    1. Kinerja Pelayanan

    2. Kinerja Keuangan

    3. Kinerja SDM

    4. Kinerja Sarana dan Prasarana

    c. Penilaian terhadap kepatuhan pada peraturan perundangan secara khusu pada BLU

  • H a l a m a n | 4

    BAB II

    PENJELASAN KONDISI BLU TAHUN 2012

    a. Kondisi Layanan

    Layaknya sebuah universitas layanan utama yang diberikan adalah pendidikan. Dimana untuk

    tahun 2013 UB memiliki 179 prodi. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan jumlah tahun

    sebelumnya yaitu sebanyak 143 prodi. Meningkatnya jumlah prodi tersebut dikarenakan adanya

    penambahan jumlah hampir di seluruh prodi. Salah satunya yaitu jenjang diploma IV dan profesi

    yang sebelumnya tidak ada, pada tahun 2013 telah bertambah sebanyak masing-masing 4 prodi,

    seperti yang ditunjukkan oleh tabel berikut:

    Jumlah Prodi UB

    No Program Studi / Jenjang 2012 2013

    1 Diploma III 14 14

    2 Diploma IV 0 4

    3 Sarjana (S-1) 69 74

    4 Spesialis (Sp-1) 17 20

    5 Magister (S-2) 37 43

    6 Doktor (S-3) 16 20

    7 Profesi - 4

    Jumlah 153 179

    Dengan meningkatnya jumlah prodi tersebut, jumlah mahasiswa pun meningkat secara signifikan.

    Hal ini dapat ditunjukan melalui perbandingan jumlah pada tahun 2012 sebanyak 52.376

    mahasiswa dan pada tahun 2013 sebanyak 61.231 mahasiswa seperti yang ditunjukkan oleh tabel

    berikut:

    Jumlah mahasiswa

    No Jenjang Strata 2012 2013

    1 Diploma (S-0) 1.007 716

    2 Sarjana (S-1) 15.392 14.452

    3 Spesialis (Sp-1) 72 71

    4 Magister (S-2) 756 882

    5 Doktor (S-3) 303 326

    Jumlah 17.530 16.447

    Tingginya jumlah mahasiswa tersebut terkait erat dengan tren peningkatan jumlah mahasiswa baru

    yang diterima. Terbukti dari lima tahun sebelumnya hingga saat ini, peningkatan jumlah mahasiswa

    baru yang diterima telah mencapai lebih dari 100%. Hal tersebut dapat lihat dalam tabel berikut ini:

    Perkembangan Jumlah Mahasiswa Baru

    No Jenjang Strata 2009 2010 2011 2012 2013

    1 Diploma (S-0) 245 308 303 1.007 716

    2 Sarjana (S-1) 7.001 9.950 11.934 15.392 14.452

  • H a l a m a n | 5

    No Jenjang Strata 2009 2010 2011 2012 2013

    3 Spesialis (Sp-1) 105 53 57 72 71

    4 Magister (S-2) 701 724 710 756 882

    5 Doktor (S-3) 336 290 349 303 326

    Jumlah 8.388 11.325 13.353 17.530 16.447

    Dengan semakin tingginya jumlah mahasiswa baru yang diterima UB, tidak berarti tes kualitas

    penerimaan menurun. Meningkatnya jumlah penerimaan mahasiswa baru berjalan seimbang

    dengan semakin tingginya jumlah peminat. Hal tersebut ditunjukkan oleh tabel berikut ini:

    No Fakultas Peminat Diterima Daftar Ulang

    2012 2013 2012 2013 2012 2013 1 Fakultas Hukum 4.138 6.957 1.039 740 724 610 2 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis 15.489 24.214 1.904 1.244 1.143 997 3 Fakultas Ilmu Administrasi 11.180 22.418 2.876 2.137 1.923 1.678 4 Fakultas Pertanian 4.921 12.365 2.796 1.892 1.399 1.345 5 Fakultas Peternakan 1.403 3.361 844 804 478 592 6 Fakultas Teknik 14.435 27.032 2.478 1.865 1.705 1.545 7 Fakultas Kedokteran 26.166 37.382 1.566 1.178 1.057 979

    8 Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan

    4.154 10.146 2.668 2.161 1.493 1.495

    9 Fakultas MIPA 5.366 9.187 1.071 728 744 567 10 Fakultas Teknik Pertanian 5.405 13.160 1.726 1.168 970 894

    11 Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

    11.979 20.719 2.189 1.797 1.420 1.391

    12 Fakultas Ilmu Budaya 5.907 10.127 1.703 1.161 1.093 896 13 Program Kedokteran Hewan 1.130 2.100 366 229 229 177

    14 Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer

    8.273 17.056 1.626 1.656 1.014 1.227

    Jumlah 119.946 216.224 24.852 18.760 15.392 14.393

    Dilihat dari sisi rata-rata IPK S1, terjadi kenaikan rata-rata IPK untuk Fakultas Ilmu Administrasi,

    Pertanian, Peternakan, Teknik, Perikanan dan Ilmu Kelautan, Teknologi Pertanian, dan Ilmu

    Budaya. Sedangkan kenaikan tertinggi diraih oleh Fakultas Pertanian dengan IPK S1 3,20

    ditahun 2012, menjadi 3,31 ditahun 2013. Penurunan tingkat rata-rata IPK S1 juga terjadi di

    beberapa fakultas, lagi-lagi penurunan terbesar terjadi pada Fakultas Kedokteran yang

    sebelumnya 3,36 ditahun 2012 menjadi 3,32 ditahun 2013. Jika dihitung rata-rata, rata-rata

    IPK S1 untuk tahun 2012 adalah 3,27 dan 3,28 untuk tahun 2013 seperti yang terlihat pada

    tabel berikut ini:

    Rata-rata IPK S1

    No Fakultas 2012 2013

    1 Fakultas Hukum 3,24 3,24

    2 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis 3,34 3,32

    3 Fakultas Ilmu Administrasi 3,36 3,37

    4 Fakultas Pertanian 3,2 3,31

    5 Fakultas Peternakan 3,03 3,13

  • H a l a m a n | 6

    No Fakultas 2012 2013

    6 Fakultas Teknik 3,22 3,32

    7 Fakultas Kedokteran 3,36 3,32

    8 Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan 3,23 3,24

    9 Fakultas MIPA 3,2 3,19

    10 Fakultas Teknologi Pertanian 3,14 3,24

    11 Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik 3,32 3,31

    12 Fakultas Ilmu Budaya 3,31 3,36

    13 Program Kedokteran Hewan * 3,41

    14 Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer 3,57 3,11

    Rata-rata 3,27 3,28

    Kenaikan rata-rata IPK S1 juga diikuti oleh perbaikan rata-rata lama studi S1 dimana pada tahun

    2012 adalah 4,59 menjadi 4,52 pada tahun 2013. Jangka waktu studi terlama terjadi pada

    Fakultas Teknik yaitu selama 4,82 tahun dan tercepat 4,2 tahun yag diraih oleh Fakultas Ilmu

    Administrasi.

    Rata-rata Lama Studi S1

    No Fakultas 2012 2013

    1 Fakultas Hukum 4,1 4,37

    2 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis 4,36 4,69

    3 Fakultas Ilmu Administrasi 4,31 4,2

    4 Fakultas Pertanian 4,76 4,43

    5 Fakultas Peternakan 5,64 4,77

    6 Fakultas Teknik 4,59 4,82

    7 Fakultas Kedokteran 5,04 3,72

    8 Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan 4,63 4,74

    9 Fakultas MIPA 4,49 4,3

    10 Fakultas Teknologi Pertanian 4,42 4,39

    11 Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik 4,77 4,79

    12 Fakultas Ilmu Budaya 4,2 4,32

    13 Program Kedokteran Hewan * 4,27

    14 Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer 4,39 5,51

    Rata-rata 4,59 4,52

    Ditinjau dari sisi penelitian UB, terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2013

    dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2012, jumlah penelitian yang dilakukan adalah

    sebanyak 177 penelitian dengan jumlah dosen yang terlibat sebanyak 524 orang. Untuk tahun

    2013, jumlah penelitian yang dilakukan mencapai jumlah 275 penelitian dengan jumlah dosen

    terlibat sebanyak 878 orang. Rincian penelitian tersebut ditunjukkan oleh tabel berikut ini:

  • H a l a m a n | 7

    Jumlah Penelitian

    No Jenis Penelitian

    2012 *) 2013

    Jumlah Usulan

    Jumlah Penelitian

    Dosen Terlibat

    Jumlah Usulan

    Jumlah Penelitian

    Dosen Terlibat

    I DIKTI 323 151 420 360 254 799

    II Ristek 11 1 3

    III Deptan / Kementerian Pertanian

    6 2 5

    IV Kerjasama Instansi pemerintah 26 104 18 18 71

    Jumlah 323 177 524 395 275 878

    Peningkatan jumlah penelitian ini diikuti pula dengan jumlah peningkatan pengabdian kepada

    masyarakat. Hal ini terlihat dari perbandingan tahun 2012 dan 2013 yaitu 39 judul untuk jumlah

    pengabdian masyarakat dengan 116 orang untuk jumlah dosen yang terlibat. Sedangkan di

    tahun 2013 jumlah pengabdian mencapai 92 judul dengan dosen yang terlibat sebanyak 202

    orang. Rincian pengabdian kepada masyarakat tersebut adalah sebagai berikut:

    Jumlah Pengabdian Kepada Masyarakat

    No Jenis Penelitian

    2012 *) 2013

    Jumlah Usulan

    Jumlah PPM

    Dosen Terlibat

    Jumlah Usulan

    Jumlah PPM

    Dosen Terlibat

    I DIKTI 78 10 36 61 43 126

    II LIPI 10 4 12 9 4 12

    III Kerjasama Instansi pemerintah/swasta Nasional dan Internasional

    25 68 45 45 64

    Jumlah 80 39 116 115 92 202

    b. Kondisi Keuangan

    Pendapatan UB

    Pendapatan UB meningkat tajam dari tahun ke tahun namun hal tersebut tidak berlaku untuk

    tahun 2013 dimana terjadi penurunan pendapatan. Penurunan tersebut dikarenakan dana

    beasiswa yang dulunya dikelola oleh masing-masing universitas (termasuk Brawijaya) ditahun

    2013 dikelola langsung oleh DIKTI. Selain itu, terjadi penuruan pendapatan pada hibah karena

    hibah baru dicairkan diakhir tahun sehingga proses untuk pertanggungjawaban keuangan dana

    tersebut sulit dilakukan. Berdasarkan Laporan Aktivitas, rincian pendapatan UB adalah sebagai

    berikut:

    No Jenis

    Pendapatan

    Realisasi Naik / Turun

    2013 (Rp) 2012 (Rp) Rp %

    1 Jasa Layanan 506.589.465.681 507.053.335.413 -463.869.732 -0,09%

    2 Hibah 564.043.500 2.262.535.175 -1.698.491.675 -75,07%

    3 APBN 426.213.664.324 475.793.144.478 -49.579.480.154 -10,42%

    4 Lainnya 136.782.137.633 95.335.038.319 41.447.099.314 43,48%

    Jumlah 1.070.149.311.138 1.080.444.053.385 -10.294.742.247 -0,95%

  • H a l a m a n | 8

    Biaya UB

    Terjadi peningkatan biaya yang tajam ditahun 2013 dimana kenaikan tersebut sebesar 26,48%

    dari sebelumnya Rp 803.712.542.836 menjadi Rp 1.016.559.683.294 ditahun 2013.

    Peningkatan tersebut dikarenakan adanya peningkatan biaya lainnya sebesar 385,31% dimana

    sebelumnya ditahun 2012 sebesar Rp54.002.056.707 menjadi sebesar Rp262.079.943.937

    ditahun 2013. Peningkatan biaya lainnya terjadi karena pada tahun 2012, perhitungan

    penyusutan aset menggunakan kebijakan akuntansi yang disusun UB namun ditahun 2013

    perhitungan penyusutan aset mengikuti hasil yang tertera didalam aplikasi SIMAK BMN.

    No Jenis Biaya Realisasi Biaya Naik / Turun

    2013 2012 Rp %

    1 Layanan 445.418.822.378 406.084.945.199 39.333.877.179 9,69%

    2 Umum dan Administrasi 309.060.916.979 343.625.540.930 -34.564.623.951 -10,06%

    3 Lainnya 262.079.943.937 54.002.056.707 208.077.887.230 385,31%

    Jumlah 1.016.559.683.294 803.712.542.836 212.847.140.458 26,48%

    Berdasarkan tabel biaya pendapatan dan biaya, terjadi penurunan surplus sebesar 81%. Surplus

    ditahun 2012 adalah sebesar Rp276.731.510.549 dan ditahun 2013 sebesar Rp53.589.627.844.

    Belanja UB

    Dari sisi belanja yang terdapat dalam laporan realisasi anggaran, belanja UB tahun 2012 sebesar

    Rp1.106.327.694.729 yang terbagi kedalam belanja pegawai belanja barang, belanja modal, dan

    belanja bantuan sosial sedangkan ditahun 2013 adalah sebesar Rp1.060.331.562.761. Terjadi

    penurunan sebesar 4,19% yang diakibatkan pengalihan pengelolaan dana beasiswa yang

    sebelumnya dikelola dimasing-masing universitas tahun 2013 dikelola langsung oleh DIKTI.

    Realisasi Belanja UB Tahun 2012

    No Jenis Belanja Realisasi Belanja Naik / Turun

    2013 2012 Rp %

    1 Pegawai 187.425.396.744 177.361.983.132 10.063.413.612 5,67%

    2 Barang 538.595.092.881 518.674.287.519 19.920.805.362 3,84%

    3 Moda 334.017.073.136 376.076.635.901 -42.059.562.765 -11,18%

    4 Bantuan Sosial 294.000.000 34.641.000.000 -34.347.000.000 -99,15%

    Jumlah 1.060.331.562.761 1.106.753.906.552 -46.422.343.791 -4,19%

    c. Organisasi dan SDM

    Semakin besar sebuah organisasi maka semakin berkembang pula struktur organisasi yang

    diterapkan, hal itulah yang saat ini terjadi pada UB. Berdasarkan Dokumen Organisasi dan Tata

    Kelola no. 0125/0/93 tahun 1993, struktur organisasi UB adalah sebagai berikut:

  • H a l a m a n | 9

  • H a l a m a n | 10

    Namun seiring dengan semakin berkembangnya UB maka struktur organisasi pun

    mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu yang paling mencolok adalah

    bertambahnya jumlah biro, yang semula berjumlah tiga biro menjadi empat biro.

    Keempat biro tersebut adalah Biro Administrasi Akademik dan Kerjasama, Biro

    Administrasi Kemahasiswaan, Biro Administrasi Umum & Kepegawaian, dan Biro

    Administrasi Keuangan dan Perencanaan. Selain itu berubahnya status UB menjadi PK

    BLU juga melahirkan bagian-bagian baru di lingkup UB. Untuk fungsi pengawasan di

    tingkat universitas lahirlah Satuan Pengawasan Internal (SPI). Untuk pengawasan mutu

    dan kualitas universitas maka dibentuklah Pusat Jaminan Mutu (PJM). Untuk pengawasan

    kualitas program alih jenjang, maka dibentuklah Pascasarjana. Dan yang lebih penting

    lagi, untuk perwakilan pengawasan pemerintah dan masyarakat maka diangkatlah Dewan

    Pengawas. Sedangkan untuk posisi Dewan Penyantun kini telah digantikan dengan Dewan

    Pertimbangan dan Senat Universitas. Bagian yang baru dalam hal lainnya yaitu Unit

    bisnis. Unit bisnis ini dibentuk Dalam rangka kemandirian keuangan. Di dalam struktur

    organisasi, unit bisnis tersebut masuk didalam Unit Khusus bersama dengan Program

    Vokasi dan Sekolah. Untuk mendukung operasional universitas, dari unsur penunjang

    akademik maka dibentuklah unit-unit berikut ini, antara lain yaitu perpustakaan, Lab

    pendukung, Unit Layanan Pengadaan dan lain-lain. Dari sisi fakultas, saat ini UB memiliki

    12 Fakultas ditambah dengan dua Program yang akan menjadi Fakultas (PKH & PTIIK).

    Dari sekian banyak perubahan tersebut maka disusunlah Struktur Organisasi UB sebagai

    berikut:

  • H a l a m a n | 11

    Struktur Organisasi tersebut telah diajukan ke Kementerian sejak tahun 2012 tetapi

    sampai dengan saat ini masih belum disahkan. Akan tetapi struktur tersebut telah

    diterapkan oleh UB, dikarenakan semakin beragamnya kebutuhan dan tanggung jawab

    yang harus diemban. Sedangkan struktur yang sebelumnya dinilai sudah tidak lagi ideal

    sehingga tidak mungkin lagi untuk tetap diterapkan.

    Dilihat dari sisi SDM, saat ini UB memilki 1965 Dosen yang terdiri dari 1438 Dosen PNS

    dan 527 Dosen Non PNS. Dengan rincian 363 dosen bergelar S1, 50 dosen bergelar

    spesialis, 1.134 dosen bergelar S2 dan 418 bergelar S3. Untuk Dosen PNS dengan gelar

    Guru Besar sebanyak 137 dosen dan tersebar di seluruh fakultas. Jika dibandingkan tahun

    lalu jumlah keseluruhan dosen tahun ini meningkat. Namun jika dihitung dari sisi PNS

    jumlah total dosen PNS UB justru sebaliknya. Didorong dengan meningkatnya jumlah

    peminat dan mahasiswa baru yang diterima serta menurunnya jumlah dosen PNS, UB

    mengambil kebijakan untuk menambah kuota penerimaan dosen Non PNS melalui seleksi

    mandiri. Sedangkan dilihat dari gelar pendidikan hampir seluruhnya mengalami

    peningkatan kecuali untuk gelar spesialis. Secara rinci, gambaran perkembangan dosen

    UB dapat dilihat pada tabel berikut ini:

    Jumlah Dosen UB

    No Fakultas 2012 2013

    PNS Non PNS PNS Non PNS

    1 Fakultas Hukum 89 15 85 17

    2 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis 146 21 143 37

    3 Fakultas Ilmu Administrasi 116 15 116 33

    4 Fakultas Pertanian 138 10 136 32

    5 Fakultas Peternakan 84 2 82 -

    6 Fakultas Teknik 238 80 225 57

    7 Fakultas Kedokteran 196 102 192 101

    8 Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan 96 32 96 33

    9 Fakultas MIPA 178 10 159 -

    10 Fakultas Teknologi Pertanian 74 22 78 40

    11 Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik 40 36 41 58

    12 Fakultas Ilmu Budaya 50 45 51 44

    13 Program Kedokteran Hewan 2 3 2 18

    14 Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer - - - 34

    15 Program Vokasi - 7 32 12

    16 Kantor Pusat (MKU) - 5 - 11

    Jumlah 1,447 405 1,438 527

    Jumlah Total 1,852 1,965

    Jenjang Pendidikan Dosen UB

    No Fakultas 2012 2013

    S1 Sp1 S2 S3 S1 Sp1 S2 S3

    1 Fakultas Hukum 18 2 67 17 15 1 69 17

  • H a l a m a n | 12

    No Fakultas 2012 2013

    S1 Sp1 S2 S3 S1 Sp1 S2 S3

    2 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis 29 - 86 52 23 - 106 51

    3 Fakultas Ilmu Administrasi 14 - 80 37 14 - 98 37

    4 Fakultas Pertanian 21 - 61 66 34 - 70 64

    5 Fakultas Peternakan 8 - 40 38 6 - 39 37

    6 Fakultas Teknik 41 - 236 41 19 - 219 44

    7 Fakultas Kedokteran 44 85 131 38 121 45 87 40

    8 Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan

    46 - 54 28 32 - 67 30

    9 Fakultas MIPA 29 - 97 62 17 - 76 66

    10 Fakultas Teknologi Pertanian 25 - 52 19 23 - 75 20

    11 Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

    11 - 62 3 13 - 81 5

    12 Fakultas Ilmu Budaya 39 - 52 4 23 - 67 5

    13 Program Kedokteran Hewan - 2 3 - 7 4 9 -

    14 Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer

    14

    50 2

    15 Program Vokasi 1 - 6 - 1

    11

    16 Kantor Pusat (MKU) - - 5 - 1

    10

    Jumlah 326 89 1,032 405 363 50 1,134 418

    Jumlah Total 1,852 1,965

    Jenjang Jabatan Fungsional Dosen PNS

    No Fakultas 2012 2013

    1 Tenaga Pengajar 122 119

    2 Asisten Ahli 356 370

    3 Lektor 402 400

    4 Lektor Kepala 429 412

    5 Guru Besar 138 137

    Jumlah 1,447 1,438

    Jika dihitung perbandingan antara rasio dosen dan mahasiswa UB saat ini, maka kita akan

    mendapat gambaran perkembangan jumlah dosen dan mahasiswa UB sebagai berikut:

    Rasio Dosen : Mahasiswa

    No Rasio Dosen dengan Mahasiswa 2012 2013

    Dosen Mahasiswa Rasio Dosen Mahasiswa Rasio

    1 Fakultas Eksakta

    1 : 21

    1 : 24

    a. Fakultas Pertanian 148 4.527 168 5.317

    b. Fakultas Peternakan 86 1.834 82 2.179

    c. Fakultas Teknik 318 5.697 282 6.520

    d. Fakultas Kedokteran 298 4.610 293 5.110

  • H a l a m a n | 13

    No Rasio Dosen dengan Mahasiswa 2012 2013

    Dosen Mahasiswa Rasio Dosen Mahasiswa Rasio

    e. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

    128 3.806 129 4.855

    f. Fakultas MIPA 188 2.471 159 2.600

    g. Fakultas Teknologi Pertanian 96 3.108 118 3.612

    Jumlah 1.262 26.053 1.231 30.193

    2 Fakultas Sosial

    1 : 38

    1 : 40

    a. Fakultas Hukum 104 2.820 102 3.083

    b. Fakultas Ekonomi dan Bisnis 167 4.823 180 5.316

    c. Fakultas Ilmu Administrasi 131 6.227 149 7.174

    d. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

    76 4.715 99 5.661

    e. Fakultas Ilmu Budaya 95 3.162 95 3.699

    Jumlah 573 21.747 625 24.933

    Total 1.835 47.800 1.856 55.126

    * Dalam tabel ini belum termasuk dosen dan mahasiswa untuk PKH, PTIIK, Vokasi, Pascasarjana, dan dosen MKU

    Pada tabel tersebut, rasio dosen untuk fakultas eksakta adalah 1:24. Sedangkan untuk

    fakultas sosial adalah 1:40. Berdasarkan rasio tersebut, jumlah dosen UB belum

    memenuhi kebutuhan yang sesuai. Dimana untuk eksakta, rasio yang ditetapkan oleh

    BAN PT adalah 1:20 dan sosial adalah 1:30. Dengan demikian jumlah dosen ideal untuk

    fakultas eksakta adalah 1.510 dosen dan sosial 831 orang sehingga total jumlah ideal

    dosen UB yang seharusnya adalah 2.341 dosen.

    Untuk staf administrasi, jumlah pegawai yang dimiliki UB saat ini adalah sebanyak 2.017

    orang. Terdiri dari 928 PNS dan 1.089 Non PNS. Dengan jenjang pendidikan sebagai

    berikut SMA sebanyak 1085 orang, Diploma sebanyak 284 orang, Sarjana sebanyak 607

    orang, dan master sebanyak 41 orang. Sama seperti perkembangan jumlah mahasiswa

    baru yang diterima dan jumlah dosen, jumlah staf administrasi pun mengalami

    peningkatan secara keseluruhan. Diiringi dengan jumlah PNS yang menurun akibat

    pensiun, maka UB menambah kuota staf administrasi melalui seleksi mandiri. Inilah

    mengapa jumlah staf administrasi meningkat dibandingkan tahun lalu. Sedangkan dilihat

    dari jenjang pendidikan, jenjang SMA meraih tingkat kenaikan jumlah tertinggi dibanding

    jenjang pendidikan yang lain. Tetapi untuk jenjang pendidikan diploma justru terjadi

    sebaliknya. Rincian perkembangan jumlah pegawai administrasi dari tahun 2012 dan

    2013 tersebut terlihat pada tabel berikut ini:

    Jumlah Pegawai Administrasi UB

    No Fakultas 2012 2013

    PNS Non PNS PNS Non PNS

    1 Kantor Pusat 346 350 319 515

    2 Fakultas Hukum 34 10 31 22

    3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis 71 32 66 31

  • H a l a m a n | 14

    No Fakultas 2012 2013

    PNS Non PNS PNS Non PNS

    4 Fakultas Ilmu Administrasi 53 15 49 31

    5 Fakultas Pertanian 76 17 70 -

    6 Fakultas Peternakan 40 1 38 16

    7 Fakultas Teknik 79 47 74 84

    8 Fakultas Kedokteran 77 119 73 213

    9 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 44 9 44 17

    10 Fakultas MIPA 75 14 73 18

    11 Fakultas Teknologi Pertanian 43 27 42 34

    12 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 15 34 16 49

    13 Fakultas Ilmu Budaya 14 22 14 18

    14 Program Kedokteran Hewan 5

    6 13

    15 Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer

    6 13

    16 Program Vokasi

    7 15

    Jumlah 972 697 928 1,089

    Jumlah Total 1,669 2,017

    Jenjang Pendidikan Tenaga Kependidikan

    No Fakultas 2012 2013

    1 SMA 825 1,085

    2 DIP/SM 364 284

    3 Sarjana 450 607

    4 Magister 30 41

    5 Doktor - -

    Jumlah 1,669 2,017

    d. Sarana dan Prasarana

    Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, Universitas Brawijaya terus memacu diri untuk memperbaiki sarana dan prasarana baik secara akademik maupun non akademik. Saat ini lahan yang dimiliki UB seluas 2.213.420 ha. Dari luas tanah tersebut 609.709 ha terletak di dalam Kota Malang dan merupakan wilayah utama kegiatan universitas. Lahan kampus lainnya terdapat di Jakarta dan Kediri dengan masing-masing luas 900 ha dan 230.000ha. selain itu ada pula beberapa lahan laboratorium, percobaan, dan makam di Provinsi Jawa Timur di luar Kota Malang, yaitu di Sumber Sekar-Dau Kab. Malang, Tegalweru Kc. Dau Kab. Malang, Kalisongo-Dau (Puncak Dieng), Cangar (Batu), Dadap Rejo (Batu), Ngijo (Karangploso), Donowarih (Karangploso), Sukaharjo, Pucang Songo (Pakis), Kromengan (kab. Malang), Sumberpasir (Tumpang), Jatimulyo (Lowokwaru), Tambakrejo (Sendang Biru) dan Kabupaten Probolinggo. Sedangkan sisanya, yaitu lahan percobaan untuk bidang pertanian seluas 87,3 HA terletak di Lampung. Berikut daftar terperinci mengenai data lahan kepemilikan UB:

  • H a l a m a n | 15

    Data Kepemilikan Lahan Tahun 2013

    No Lokasi 2013

    Luas (m2)

    1 Kampus Jl. Veteran 494.138

    3 Merjosari, Lowokwaru 30.700

    4 Sumber Sekar, Dau 6.666

    5 Tegalweru, Dau 1.541

    6 Kalisongo, Dau (Puncak Dieng) 79.784

    7 Cangar, Batu 142.690

    8 Dadaprejo, Batu 5.844

    9 Ngijo-Karangploso 13.901

    10 Donowarih, Karangploso (Makam) 24.896

    11 Sukaharjo 3.363

    12 Pucang Songo (Pakis) 1.359

    13 Kromengan 157.106

    14 Sumberpasir, Tumpang 11.440

    15 Jatimulyo, Lowokwaru (Soekarno-Hatta) 66.496

    16 Tambakrejo, Sendang Biru 1.100

    17 Probolinggo, Jawa Timur 49.661

    18 Lampung 873.400

    19 Mojolangu, Malang Kota 18.435

    20 Kampus Jakarta* 900

    21 Kampus Kediri** 230.000

    Jumlah 2.213.420

    Keterangan: * Sewa **dalam proses

    Saat ini, UB memiliki bangunan seluas 272.639,28 m2 dimana 158.372,87 m2

    digunakan sebagai fasilitas pendidikan dan sisanya 114.266,41 m2 digunakan untuk

    penunjang sarana dan prasarana. Fasilitas pendidikan tersebut seperti ruang kuliah,

    laboratorium, ruang administrasi, ruang dosen, perpustakaan dan ruang seminar.

    Sarana penunjang yang dimaksudkan adalah untuk unitas, guesthouse, Griya

    Brawijaya dan lain-lain. Lebih rinci luas bangunan UB adalah sebagai berikut:

    Luas Bangunan UB 2013

    No Nama Ruang Luas (m2) Persentase

    1 Fasilitas Pendidikan

    a. Ruang Kuliah 36.963,38 13,56%

    b. Ruang Laboratorium (Praktikum,Bengkel,Komputer) 68.094,08 24,98%

    c. Ruang Administrasi 14.129,14 5,18%

    d. Ruang Dosen/R. Tunggu 21.074,47 7,73%

  • H a l a m a n | 16

    No Nama Ruang Luas (m2) Persentase

    e. Perpustakaan/R. Baca 5.435,47 1,99%

    f. Ruang Seminar (Sidang,Aula,Diskusi) 12.676,33 4,65%

    2 Sarana dan Prasarana Penunjang Kegiatan Mahasiswa

    a. Unitas & Olah Raga, Gazebo 12.671,54 4,65%

    b. Hall/Koridor/Loby/Teras/Balkon 53.015,56 19,45%

    c. KM/WC/Urinoir/Tempat Wudhu 6.129,09 2,25%

    d. Pos Jaga/Pos Satpam 298,32 0,11%

    e. Parkir 10.019,07 3,67%

    f. Tangga/R. Panel 10.343,83 3,79%

    g. Kantin/Dapur/Pantry 4.789,04 1,76%

    h. Tempat Ibadah (Masjid/Musholla) 1.868,68 0,69%

    i. Garasi/R. Sopir 883,10 0,32%

    j. Gudang 4.356,25 1,60%

    k. Genset 272,35 0,10%

    l. Guest House 3.491,33 1,28%

    m. Bak penampungan air 88,00 0,03%

    n. Control Room/Help Desk 43,13 0,02%

    o. R. Child Care/Audio Video/SAC/SCS/Reserve 266,54 0,10%

    p. Griya Brawijaya A-D 5.730,58 2,10%

    Jumlah 272.639,28 100,00%

    Berdasarkan laporan Barang Milik Negara UB mengalami peningkatan aset, jumlah aset yang dimiliki per tahun 2013 adalah sebesar Rp 3.521.826.847.131. Peningkatan yang paling signifikan adalah kepemilikan aset tanah yang naik hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Adapun rincian kepemilikan aset tersebut sebagai berikut:

    Barang Milik Negara (BMN) untuk Tahun Anggaran 2013

    No Kelompok Barang

    2012 2013

    Kuantitas (m2) Nilai (Rp) Kuantitas

    (m2) Nilai (Rp)

    1 Tanah 3.615.177 2.004.048.283.949 3.661.444 2.124.648.928.999

    2 Peralatan dan Mesin 188.878 441.080.206.404 194.945 495.371.792.771

    3 Gedung dan Bangunan 788 614.539.202.574 787 798.187.489.238

    5 Jalan dan Jembatan 26.828 29.704.159.219 27.527 37.060.300.269

    6 Irigasi 37 431.530.000 37 431.530.000

    7 Jaringan 166 3.174.907.611 184 3.912.932.111

    8 Aset Tetap Dalam Renovasi 2 130.256.000 2 130.256.000

    9 Aset Tetap Lainnya 163.130 58.274.023.116 176.599 61.243.328.195

    10 Aset Tetap yang tidak digunakan

    579 492.032.510 485 840.289.548

    Jumlah 3.995.585 3.151.874.601.383 4.062.010 3.521.826.847.131

  • H a l a m a n | 17

    BAB III

    PELAKSANAAN FUNGSI DEWAN PENGAWAS TAHUN 2012

    a. Daftar Kegiatan Pengawasan selama periode pengawasan

    Kegiatan pengawasan dilaksanakan mulai Januari 2013 dengan rincian pengawasan

    sebagai berikut ini:

    No Waktu Pelaksanaan

    Personel Tujuan Hasil

    1 Kamis,

    17 Januari 2013

    Prof. Latief;

    Prof. Andi P. Moenta;

    Drs. Ken Dwijugiasteadi, Ak.;

    Prof. Masruchin;

    Dr. Bambang P

    Sosialisasi Dewas ke Tim Pendamping dan Persiapan Penyusunan Laporan Akhir Tahun 2012 Dewas

    1. Tim pendamping memahami dengan baik tugas dan kewajiban Dewas

    2. Tim pendamping akan membantu dalam hal pengumpulan data yang diperlukan untuk penyusunan Laporan Akhir Tahun 2012 Dewas

    2 Jumat,

    8 Februari 2013

    Pengiriman Laporan Akhir Tahun 2012 Dewan Pengawas

    - Dikirimkan dengan cara dititipkan ke Dewan Pengawas Universitas Negeri Malang

    3 Selasa,

    2 April 2013

    Prof. Latief Abadi;

    Prof.Masruchin;

    Dr. Bambang P;

    Penyusunan RAB Operasional dan Kegiatan Dewas

    - Dewas membutuhkan gedung yang lebih representatif

    - Dewas telah menyusun RAB BOPTN

    - Dewas akan mengundang PIP terkait sosialisasi peluang investasi BLU PTN

    4 Jumat,

    3 Mei 2013

    Prof. Latief Abadi;

    Prof.Masruchin;

    Dr. Bambang P;

    Abdul Ghofar

    Persiapan Penyusunan Laporan Semester Dewas

    - Abdul Ghofar, M.Si., M. Acc., CPMA., DBA. Telah diangkat menjadi Sekretaris Dewas

    - Dewas telah menyusun daftar data yang dibutuhkan

    - Dewas akan mengkaji beberapa isu yang sedang berkembang sebagai bahan rekomendasi ke pimpinan

  • H a l a m a n | 18

    No Waktu Pelaksanaan

    Personel Tujuan Hasil

    5 Penerimaan SK Sekretaris Dewas

    - SK Terlampir

    6 Rabu,

    15 Mei 2013

    Prof. Latief A;

    Prof. Andi P. Moenta;

    Prof. Masruchin;

    Dr. Bambang P;

    Abdul Ghofar

    Sosialisasi Peluang Investasi BLU PTN se-Jatim oleh PIP

    - Materi terlampir

    7 Rabu,

    15 Mei 2013

    Prof. Latief Abadi;

    Prof. Andi P. Moenta;

    Prof.Masruchin;

    Dr. Bambang P;

    Abdul Ghofar;

    Follow up mengenai Sosialisasi PIP

    - Dewas akan mengirimkan intisari materi PIP kepada Rektor

    - Dewas akan mengirimkan himbauan kepada Rektor mengenai naskah yang telah habis masa berlakunya

    - Dewas akan mengundang LPDP dan Direktur PK BLU

    8 Rabu,

    5 Juni 2013

    Prof. Latief Abadi

    Prof. Andi P. Moenta

    Prof.Masruchin

    Dr. Bambang P

    Abdul Ghofar

    Rapat Rutin dengan Tim Pendamping

    - Persiapan Laporan Semester 2013 Dewas secara garis besar telah dirumuskan

    - Isu seputar permasalahan dampak penerapan UKT telah dirancang langkah-langkah penyelesaiannya

    9 Senin,

    24 Juni 2013

    Prof. Latief A

    Prof. Masruchin

    Dr. Bambang P

    Prof. Andi P. Moenta

    Hearing dengan Fakultas Sains dengan Tema Impact Penerapan UKT pada Fakultas

    - Fakultas Sains telah siap untuk penerapan kebijakan UKT karena tidak akan mengganggu operasional, hanya bermasalah untuk biaya modal (pembangunan)

    - Aturan-aturan harus jelas dan bersifat universal

    - Harusnya biaya modal dibiayai oleh pemerintah.

    10 Senin,

    24 Juni 2013

    Prof. Latief A

    Prof. Masruchin

    Hearing dengan PR II dan

    - Kantor Pusat telah siap untuk penerapan

  • H a l a m a n | 19

    No Waktu Pelaksanaan

    Personel Tujuan Hasil

    Dr. Bambang P

    Prof. Andi P. Moenta

    jajarannya dengan Tema Impact Penerapan Kebijakan UKT pada Universitas

    kebijakan UKT

    - Kantor Pusat akan mengambil beberapa langkah penting berkaitan dengan perencanaan dan efisiensi penggunaan anggaran

    11 Senin,

    1 Juli 2013

    Prof. Latief Abadi

    Prof. Masruchin

    Dr. Bambang P

    Penyusunan Tema Hearing

    - Uang Kuliah Tunggal

    - Masalah dan Solusi mengenai Utang-Piutang

    - Kebutuhan fasilitas umum yang memadai

    - Persentase jumlah mahasiswa dan SDM Non PNS

    12 Agustus-Nopember

    Penyusunan SOP - SOP terlampir

    13 Agustus-Nopember

    Pembuatan Website Dewas

    - Alamat website UB: dewas.ub.ac.id

    14 Senin-Rabu

    16-18 Sep2013

    Prof. Latief Abadi

    Prof. Andi P. Moenta

    Prof.Masruchin

    Dr. Bambang P

    Abdul Ghofar

    Studi Banding ke Unhass

    - Laporan hasil studi banding terlampir

    15 Jumat

    18 Okt2013

    Prof. Latief Abadi

    Abdul Ghofar

    Hearing dengan Unit Bisnis

    - Mendapat informasi dengan jelas mengenai perkembangan terbaru dan kendala yang dihadapi unit bisnis

    16 Selasa,

    29 Okt 2013

    Prof. Latief Abadi

    Prof. Andi P. Moenta

    Prof.Masruchin

    Dr. Bambang P

    Abdul Ghofar

    Sarasehan Dewas se-Indonesia

    - Materi terlampir

    17 Rabu,

    30 Okt 2013

    Prof. Latief Abadi

    Prof. Andi P. Moenta

    Prof.Masruchin

    Dr. Bambang P

    Abdul Ghofar

    Rapat Pleno - Dewas dirasa harus segera mengirimkan surat himbauan kepada Rektor mengenai berkas yang telah habis masa berlakunya

  • H a l a m a n | 20

    No Waktu Pelaksanaan

    Personel Tujuan Hasil

    18 Kamis-Jumat,

    31 Okt- 1 Nop 2013

    Prof. Latief Abadi

    Prof. Andi P. Moenta

    Prof.Masruchin

    Dr. Bambang P

    Abdul Ghofar

    Pelatihan Sistem Pengelolaan Aset, Keuangan, dan Kepegawaian bagi Dewas dan Tim Pendamping

    - Materi terlampir

    19 Senin-Rabu

    8-10 Des2013

    Prof. Latief Abadi

    Prof.Masruchin

    Dr. Bambang P

    Abdul Ghofar

    Studi Banding ke RS Sanglah-Denpasar, Bali

    - Laporan hasil studi banding terlampir

    20 Kamis

    19 Des2013

    Prof. Latief Abadi

    Prof.Masruchin

    Dr. Bambang P

    Abdul Ghofar

    Audiensi dengan Rektor

    - Mendapat kejelasan mengenai isu-isu seputar permasalahan yang terjadi di lingkungan UB

    21 Kamis-Sabtu

    19-21 Des2013

    Prof. Latief Abadi

    Prof.Masruchin

    Dr. Bambang P

    Helmy Adam

    Rapat Kerja Akhir Tahun Dewas

    - Agenda Dewas 2014 terlampir

    b. Materi dan Hasil Pengawasan

    1) RENCANA STRATEGI BISNIS 2008 2013

    Penilaian :

    Rencana strategi bisnis disusun pada saat pengusulan BLU Tahun 2008 dan telah disusun sesuai dengan ketentuan dan telah mampu mendukung pelaksanaan BLU UB. Pada laporan pengawasan tahun sebelumnya, disampaikan bahwa beberapa prediksi kinerja ternyata telah jauh terlampaui oleh pencapaian kinerja UB, akibatnya RBA tahun 2012 terutama dari target pendapatan, belanja, dan jumlah mahasiswa berbeda jauh dengan RSB. Hal tersebut semakin meningkat untuk tahun 2013 ini sehingg perhitungan RSB untuk tahun 2014-2019 perlu disesuaikan. Namun, terdapat beberapa pencapaian kinerja tahun 2013 yang lebih rendah dari tahun 2012

    Implementasi :

    Sama seperti tahun 2012, RSB telah diimplementasikan secara konsisten selama periode BLU berjalan. RSB telah menjadi acuan UB dalam menyusun RBA. Acuan kinerja dalam SPM sudah dimasukkan dalam RSB. Namun untuk tahun 2013, terdapat beberapa indikator kinerja yang menurun. Indikator tersebut misalnya:

    1. Rasio dosen eksata tahun 2013 adalah 1:24 sedangkan tahun sebelumnya 1:21

    2. Rasio dosen sosial tahun 2013 adalah 1:40 sedangkan tahun sebelumnya adalah 1:38

    3. Terjadi penurunan pendapatan sebesar 0,95%. Penurunan pendapatan ini sebenarnya dikarenakan adanya pengalihan pengelolaan dana beasisa yang sebelumnya dikelola

  • H a l a m a n | 21

    universitas sekarang dikelola oleh Dikti

    4. Terjadi kenaikan biaya sebesar 26,48%. Kenaikan sebesar ini dikarenakan adanya perubahan perhitungan dalam nilai penyusutan.

    Kendala:

    Tidak ada yang kendala yang signifikan, namun beberapa hal yang selalu menjadi pembahasan dewan pengawas adalah penataan sistem untuk unit usaha UB agar sesuai denagn target yang diharapkan didalam RSB

    Tindak lanjut:

    RSB selanjutnya perlu lebih detail dalam menentukan target untuk unit usaha UB

    2) RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN 2013

    Penilaian

    Penyusunan RBA 2013 telah disusun dengan mengacu pada Perdirjen PB No. 20/PB./2012.

    Format RBA 2013 cukup berbeda dengan RBA tahun-tahun sebelumnya. Meskipun demikian

    format 2013 jauh lebih sederhana daripada 2012 karena fokus kalkulasi biaya bukan pada

    kegiatan, namun lebih pada product oriented (unit pelayanan).

    RBA 2013 lebih condong pada RKAKL sehingga untuk bentuk kegiatan cenderung fleksibel yang penting output kegiatan tercapai. Akibatnya untuk menilai kesesuaiannya dengan RSB menjadi agak sulit.

    Implementasi :

    RBA 2013 telah dilaksanakan secara efektif dengan indikator sebagai berikut:

    1. Target pendapatan PNBP terpenuhi (melebihi 17,89%) 2. Target pendapatan Belanja keseluruhan terpenuhi (melebihi 8,38%) 3. Indikator pelayanan telah tercapai (lebih rinci pada poin penilaian kinerja)

    No Jenis

    Pendapatan

    2013 Naik / Turun

    Realisasi Anggaran Rp %

    1 Pend. Jasa Layanan Umum

    605.597.967.654 535.736.144.600 69.861.823.054 13,04%

    2 Pend. Hibah BLU

    564.043.500 1.036.225.025 -472.181.525 -

    45,57%

    3 Pend. Hasil Kerja Sama BLU

    98.903.067.676 62.058.154.304 36.844.913.372 59,37%

    4 Pend. BLU Lainnya

    2.764.045.512 1.562.711.557 1.201.333.955 76,87%

    Jumlah 707.829.124.342 600.393.235.486 107.435.888.856 17,89%

    No Jenis Belanja 2013 Naik / Turun

    Realisasi Anggaran Rp %

    1 Belanja

    Pegawai 203.307.023.000 187.568.912.545 15.738.110.455 8,39%

    2 Belanja

    Barang 560.868.606.000 538.672.147.924 22.196.458.076 4,12%

  • H a l a m a n | 22

    3 Belanja

    Modal 384.914.728.000 334.017.073.136 50.897.654.864 15,24%

    4 Bantuan

    Sosial 294.000.000 294.000.000 0 0,00%

    Jumlah 1.149.384.357.000 1.060.552.133.605 88.832.223.395 8,38%

    Kendala:

    1. Pelaksanaan pembangunan gedung ada yang belum selesai. Kemudian pada saat penyusunan RBA 2013, data mengenai pembangunan tersebut belum masuk sehingga target yang tertuang didalam RBA menjadi tidak cocok dengan lapangan

    2. Pengesahan pendapatan ada yang tidak masuk sehingga belanja menjadi lebih besar dari pendapatan.

    3. Unit bisnis masuk kedalam RBA bagian dari rektorat sehingga tidak terpisah antara unit cost dengan reveneu center. Penilaian kinerja unit center menjadi kurang massimal

    Tindak lanjut:

    1. Data pembangunan diperbaiki sehingga bisa menilai kinerja yang lebih baik 2. Perlu segera melakukan rekonsiliasi dengan KPPN terkait pengesahan yang terlambat

    3. Unit Bisnis perlu membuat rba dalam bahasa sendiri yang dapat menunjukkan selaku income generate namun dapat dimasukkan sebagai bagian dari RBA UB

    3) RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN 2014

    Penilaian

    Sama seperti tahun 2013, RBA 2014 lebih condong pada RKAKL sehingga untuk bentuk kegiatan tetap fleksibel dengan output yang mungkin akan tercapai. Akibatnya untuk menilai kesesuaiannya dengan RSB menjadi agak sulit. Anggaran 2014 mengalami penurunan yang signifikan. Penurunan ersebut diakibatkan oleh penurunan dana RM sebesar 59,14%

    Uraian Target 2013 Target 2014 Selisih %

    Pendapatan BLU 556.285.949.000 558.153.357.000 1.867.408.000 0,34%

    Penerimaan RM 589.171.968.000 240.716.032.000 -348.455.936.000 -59,14%

    Belanja Barang BLU 350.141.811.452 321.186.004.695 -28.955.806.757 -8,27%

    Belanja RM diluar Belanja Modal 451.845.607.000 240.716.032.000 -211.129.575.000 -46,73%

    Belanja Modal 309.250.877.548 236.967.352.305 -72.283.525.243 -23,37%

    Implementasi :

    Implementasi RBA 2014 masih belum dilaksanakan

    Kendala:

    Belum ditemukan kendala karena belum dilaksanakan

    TIndak lanjut:

    Belum ada rekomendasi tindak lanjut karena belum dilaksankan

  • H a l a m a n | 23

    c. Penilaian Kinerja

    ASPEK PENILAIAN TARGET REALISASI CATATAN

    KINERJA PELAYANAN

    Pendidikan dan Pengajaran (Jumlah lulusan)

    7.000 6.410 Target tidak tercapai disebabkan oleh beban sks yang terlalu besar

    Penelitian (Jumlah penelitian)

    250 275 Melampaui target yang ditetapkan dengan mendapatkan dana BOPTN, sehingga total dana mengalami peningkatan sangat tajam tahun 2012 yang mencapai 89%

    Pengabdian Masyarakat (jumlah pengabdian)

    50 92 Melampaui target yang ditetapkan, karena tahun 2013 pelaksanaannya banyak dibantu oleh penyelenggaraan kerjasama di semua fakultas, dan sebelumnya hanya dilaksanakan di bawah koordinasi LPPM (tingkat Rektorat)

    BIAYA PELAYANAN

    Biaya per unit mahasiswa rata-rata

    Rp 6.795.945 Rp 7.209.369 Diiringi dengan peningkatan layanan

    PENGGUNAAN

    Jumlah mahasiswa 61.300 61.231 Target = daya tampung

    Jumlah prodi 43 164 Taget adalah kondisi eksisting tahun 2012, meningkat di tahun 2013 karena dibukanya PS baru

    KUALITAS DAN STANDAR LAYANAN

    Jumlah prodi terakreditasi BAN PT

    n.a 79 -

    Jumlah prodi terakreditasi internasional

    1 2

    CAKUPAN LAYANAN

    Angka partisipasi kasar Naik Naik Jumlah mahasiswa naik

    KEPUASAN

    Kepuasan mahasiswa n.a n.a Data ada di masing-masing Prodi

  • H a l a m a n | 24

    d. Penilaiain Ketaatan atas Peraturan

    KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    KINERJA KEUANGAN

    TAHUN ANGGARAN 20XX

    NO URAIAN RUMUS 2013 2012

    1 PENYERAPAN ANGGARAN

    Pencapaian Target Pendapatan (Basis Kas)

    105,93% 90,68%

    Penyerapan Belanja (Basis Kas)

    92,25% 93,28%

    2 KEMANDIRIAN

    Rasio Pendapatan PNBP (Basis Kas)

    60,173% 55,963%

    Rasio Belanja PNBP (Basis Kas)

    41,62% 45,69%

    3 EFISIENSI

    Cost Recovery (accrual)

    114% 125%

    % Biaya Pelayanan

    43,8% 50,5%

    % Biaya Administrasi Umum

    30,4% 42,8%

    % Biaya Non-Operasional

    25,8% 6,7%

    Margin Layanan

    -17,2% -24,0%

    Asset Turn Over

    0,30

    0,31

    Return on Asset (ROA)

    1,5% 8,0%

    Biaya per unit layanan

    disesuaikan dengan kalkulasi unit cost masing-masing layanan Rp 7.423.647 Rp 7.209.369

    4 PERTUMBUHAN

    Pertumbuhan Pendapatan

    6,50% 11,95%

    Pertumbuhan Aset

    3,44% 10,0%

    Pertumbuhan Ekuitas

    1,77% 9,80%

  • H a l a m a n | 25

    NO URAIAN RUMUS 2013 2012

    5 KESEJAHTERAAN SDM

    Belanja pegawai rata-rata per karyawan (basis kas) per bulan

    Rp 7.859.588 Rp 8.238.286

    PENILAIAN KEPATUHAN

    RBA DEFINITIF Memenuhi

    LAPORAN KEUANGAN SAK Memenuhi

    SP3B BLU Memenuhi

    TARIF LAYANAN Memenuhi Dalam proses pengesahan Menteri

    SISTEM AKUNTANSI Memenuhi Dalam proses pengesahan Menteri

    PERSETUJUAN REKENING Memenuhi Hanya ada rekening operasional saja

    SOP KEUANGAN Memenuhi Dalam perbaharuan

    e. Penilaian atas tindak lanjut Hasil Pengawasan Sebelumnya

    Penilaian atas tindak lanjut pada laporan dewas sebelumnya yaitu laporan Dewan

    Semester I 2013 adalah:

    Tindak Lanjut RBA 2013

    1. Menyusun strategi implementasi keuangan 2013 dengan prinsip sebagai berikut ini:

    a. Reschedule jadwal pelaksanaan kegiatan berdasarkan skala prioritas dalam

    kondisi sumber daya keuangan yang terbatas

    b. Efisiensi belanja melalui penghematan belanja gaji dan tunjangan (honorarium

    kegiatan dan gaji pegawai tetap), barang dan jasa (konsumsi dll), serta perjalanan

    dinas (utamanya LN) yang tidak memiliki keterkaitan dengan pencapaian target

    kinerja UB

    c. Mendorong kinerja keuangan unit-unit usaha agar dapat memperoleh

    keuntungan yang dapat mendukung kegiatan operasional UB

    d. Penataan belanja modal yang lebih berorientasi pada pelayanan dengan

    mengedepankan pada kinerja UB secara keseluruhan

    e. Menggali sumber keuangan alternatif seperti melakukan penjajakan atas

    Kerjasama Pemanfaatan dan Pinjaman Jangka Panjang

    2. Membuat perencanaan kas secara matang dan terstruktur 2013

    a. Penjadwalan project yang berbiaya besar agar tidak terjadi bersamaan guna

    mencegah jumlah saldo kas yang kurang dari batas minimal

    b. Penyusunan Anggaran Kas pada level Universitas dengan menata cash sharing

    cash scheduling antar Fakultas. Pada prinsipnya, kas harus terus berputar dan

    tidak boleh dibiarkan idle dengan mengatur jadwal waktu penggunaan uang antar

    Fakultas. Pagu Fakultas yang tidak dapat diserap, dapat digunakan oleh Fakultas

    lain namun sebagai hutang-pagu antar Fakultas. Fakultas peminjam harus

    mengembalikan ke fakultas yang memberi pinjaman dengan mekanisme

    pemotongan pagu pada periode berikutnya.

  • H a l a m a n | 26

    c. Melakukan penagihan piutang yang masih ada baik kepada mahasiswa maupun

    pihak lainnya

    d. Melakukan negosiasi dengan rekanan untuk dapat memperoleh fasilitas hutang

    jangka pendek sehingga dapat memperpanjang rentang waktu penggunaan kas

    Penilaian Atas Tindak Lanjut

    1. Reschudel kegiatan pelaksanaan kegiatan telah dilaksanakan sehingga kegiatan yang

    diprioritaskan telah dilaksanakan

    2. Efisiensi belanja telah dilaksanakan. Tindak lanjut atas efisiensi belanja masih

    dilanjutkan ke tahun 2014 dibuktkan dengan adanya rapat kerja mengenai efisiensi

    anggaran

    3. Terjadi peningkatan kinerja keuangan unit usaha dibandingkan tahun sebelumnya

    4. Belanja modal masih dalam proses pembangunan sehingga belum kelihatan hasilnya.

    5. Proses penjajakan masih terus dilakukan.

    6. Perencanan kas telah ditata ulang sesuai dengan arahan dewas. Arahan tersebut

    dapat dilihat didalam lampiran notulesi dewas.

  • H a l a m a n | 27

    BAB IV

    SIMPULAN DAN REKOMENDASI

    a. Simpulan

    Hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh dewas secara keseluruhan atas UB secara umum

    telah memenuhi yang dipersyaratkan oleh kriteria Dewas dengan rincian sebagai berikut ini:

    1. Pimpinan BLU dan pejabat pengelolaan keuangan menunjukkan komitmen yang tinggi

    atas pengarahan dan pertimbangan dan Dewan Pengawas

    2. Dari aspek layanan, telah terjadi peningkatan jumlah mahasiswa signifikan,

    peningkatan jumlah penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat.

    Peningkatan tersebut semakin tinggi dengan adanya Dana BOPTN yang persentase

    untuk penelitian cukup besar

    3. Dari aspek keuangan, terjadi penurunan kinerja yang sebenarnya penurunan tersebut

    adalah penurunan kinerja semu karena sbelumnya dana beasiswa dikelola oleh

    maisng-masing universitas, pada tahun 2013 seluruhnya dikelola lansung oleh Dikti.

    4. Dari aspek sistem keuangan, UB mulai menggunakan sistem yang dikembangan untuk

    BLU walaupun sebatas untuk kepentingan pelaporan SAK.

    5. Dari aspek ketaatan pada regulasi, UB telah memenuhi regulasi yang dipersyaratkan

    oleh peraturan yang berlaku mulai dari proses penganggaran, pelaksanaan anggaran,

    pelaporan dan pertanggungjawaban. RBA Definitif, SP3B dan laporan keuangan telah

    disampaian tepat waktu. Audit oleh KAP untuk laporan keuangan berdasar SAK juga

    sudah dilaksanakan dengan opini WTP (tahun 2012)

    6. Tarif layanan telah diperbaiki kembali dan diteruskan dalam bentuk SK Rektor sebagai

    dasar pelaksanaan karena tarif tersebut kembali diusulkan kekemneterian untuk

    mendapatkan pengesahan.

    b. Rekomendasi

    Hasil pengawasan Dewas periode ini merekomendasikan kepada pengelola BLU UB sebagai

    berikut ini:

    1. Kinerja UB patut dipertahankan secara terus menerus untuk mencapai visi yang

    dicanangkan

    2. Sebagai satu kesatuan dari RSB, UB harus segera mengusulkan pengesahan SPM oleh

    Mendiknas karena SPM yang sebelum telah mellewati periode yang ditetapkan.

    3. Perlu dikembangkannya Aplikasi Komputer (Software) yang terintegrasi antara

    Penganggaran, Realisasi, dengan Sistem Pelaporan Keuangan yag sudah ada saat ini.

    Sistem ini juga diharapkan dapat membantu proses penatausahaan antara fakultas

    dengan universitas.

    4. UB perlu sekali lagi mengkonfirmasikan terkait PMK Tarif dan Sistem Akuntansi agar

    disahkan oleh Kementerian

    5. Entrepreneur unit yang sudah dikembangkan perlu dimotivasi agar meningkatkan

    pendapatan.

  • KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    DEWAN PENGAWAS PK-BLU Jl. Veteran, Malang, 65145, Indonesia

    Telp. +62-341-551611 Psw. 336, Faks.+62-341-565420

    http://dewas.ub.ac.id e-mail : [email protected]

    LAMPIRAN

    a. NOTULEN RAPAT

    Waktu :Kamis, 17 Januari 2013

    Tempat :Ruang Rapat Lantai 6

    Acara :Rapat Dewan Pengawas dan Tim Pendamping

    Dipimpin :Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, MS.

    Yang hadir :

    1. Prof. Dr. Andi Pangerang Moenta 2. Dr. Bambang Purnomosidhi, MBA., Ak. 3. Prof. Masruchin Ruba'I, SH. MS. 4. Helmy Adam, S.E., MSA. 5. Drs. Ken Dwijugiasteadi, Ak., M. Sc. 6. Imam Safii 7. Syarif Utomo 8. Suhartono 9. Lulut Endi S. 10. Mulyaningwati 11. Yuki Firmanto 12. Yona Dayaningsih 13. Yoyok 14. Triesni

    Hasil Pembahasan :

    1. Sejarah UB-BLU - UB memperoleh status dari menkeu berdasarkan SK BLU no. 361/KMK.05/2008 tgl

    17 Des 2008 - Pengertian BLU sendiri tertuang pada pasal 68 UU no.1 Tahun 2004 dan PP no. 23

    Tahun 2005 Tentang pengelolaan keuangan dan Perbendaharaan Negara BLU - Keputusan tersebut selaras dengan upaya UB dalam peningkatan mutu layanan

    yang akan mendukung daya saing bangsa terutama dalam bidang pendidikan . Peningkatan mutu layanan ini mencakup beberapa hal yakni penguatan pertanggungjawaban, penguatan transparansi dan kinerja, penguatan pendanaan, penguatan layanan pendidikan, penguatan aset dan infrastruktur, dan penguatan sarana dan prasarana.

    - Berdasarkan hal-hal tersebut maka UB telah memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh PPK-BLU dan disetujui pembentukannya oleh Dirjen Dikti setelah sebelumnya mengajukan proposal yang memakan waktu sekitar lima tahun.

    2. Peran dan Tanggung Jawab Dewan Pengawas terkait dengan UB-BLU - Peran dewan pengawas BLU adalah memantau kinerja layanan badan pemerintah

    dan memastikan pengelolaan keuangan dilakukan dengan fleksibel. - Dewan pengawas bertanggungjawab langsung kepada menteri keuangan dan

    ketua lembaga atau menteri yang membawahi badan tersebut.

    mailto:[email protected]

  • KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    DEWAN PENGAWAS PK-BLU Jl. Veteran, Malang, 65145, Indonesia

    Telp. +62-341-551611 Psw. 336, Faks.+62-341-565420

    http://dewas.ub.ac.id e-mail : [email protected]

    - Dewan pengawas BLU bertugas melakukan pengawasan dalam pengelolaan BLU oleh pejabat yang bersangkutan dalam tugasnya melaksanakan Rencana Strategis Bisnis (RSB), Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), RKA K/L, DIPA dan kepatuhan terhadap peraturan perundangan.

    - Pada intinya dengan adanya kedudukan Dewan Pengawas di UB-BLU diharapkan UB dapat memaksimalkan fungsinya untuk dapat meberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta mampu mempertanggungjawabkan fleksibilitas keuangan yang ada.

    3. Anggota Dewas terdiri dari : - Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, MS. selaku ketua - Prof.Dr. Andi Pangerang Moenta,SH, MH, DFM selaku anggota - Drs. Ken Dwijugiasteadi, Ak., M.Sc. selaku anggota - Dr. Bambang Purnomosidhi, MBA, Ak. selaku anggota - Prof. Masruchin Rubai, SH, MS. selaku anggota

    4. Kewajiban Dewan pengawas BLU antara lain : - menelaah RKA K/L dan RBA - menandatangani dan mengetahui RBA - memberi pendapat dan saran mengenai RSB dan RBA kepada Menteri/ pimpinan

    lembaga dan menteri keuangan - melaporkan kepada menteri/pimpinan lembaga dan menteri keuangan jika ada

    gejala penurunan kinerja BLU - mengikuti perkembangan kegiatan BLU - memberi masukan, saran, atau tanggapan laporan keuangan dan kinerja BLU

    kepada pejabat pengelola BLU - memberi masukan, saran, atau tanggapan atas kelayakan,kualitas, jumlah, dan

    harga barang yang dibeli - mengawasi dan menasehati pengelolaan keuangan BLU dan kepatuhan terhadap

    peraturan. 5. Kewajiban Dewas berdasarkan PMK 230/PMK.05/2009 dan PMK 77/PMK.05/2007 ,

    dewan pengawas wajib memberikan persetujuan penghapusan secara bersyarat terhadap utang BLU, dan memberi persetujuan atas pinjaman jangka pendek.

    6. Laporan Dewas - Dewan pengawas mempertanggungjawabkan tugasnya dalam laporan

    pengawasan kepada menteri/pimpinan dan Menteri keuangan paling sedikit satu kali dalam satu semester dan menyampaikannya dalam forum pertanggungjawaban tahunan.

    7. Isi Laporan Dewas antara lain: - penilaian renstra, RBA, dan pelaksanaannya - penilaian kinerja pelayanan, keuangan, dan lainnya - penilaian ketaatan terhadap peraturan perndangan - permasalahan dalam pengelolaan BLU dan solusinya

    8. Dalam rangka penyusunan laporan ini maka Dewas membutuhkan kerjasama dari segenap Tim Pendamping terutama mengenai data-data yang dibutuhkan anatara lain:

    No Jenis Data Penangggung Jawab

    1 RSB Kabag Perencanaan

    mailto:[email protected]

  • KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    DEWAN PENGAWAS PK-BLU Jl. Veteran, Malang, 65145, Indonesia

    Telp. +62-341-551611 Psw. 336, Faks.+62-341-565420

    http://dewas.ub.ac.id e-mail : [email protected]

    2 SPM Kabag AP

    3 Renstra KL Kabag Perencanaan

    4 RBA Kabag Perencanaan

    5 Tarif Layanan Kabag AP

    6 SP3B BLU Kabag Akuntansi

    7 SOP Pengelolaa Pendapatan dan Belanja Kabag AP

    8 Daftar Rekening Bank dan Ijinnya Kabag AP

    9 Daftar Penghapusan Barang Kabag Akuntansi

    10 SOP Pengelolaan Utang Kabag Akuntansi

    11 SOP Pengelolaan Piutang Kabag Akuntansi

    12 Kinerja Keuangan (rasio kas, rasio lancar, periode penagihan piutang, perputaran aset tetap, return of asset, return of equity, dan rasio belanja operasional terhadap pendapatan operasional)

    Ka. BAKP

    13 Kinerja Layanan (biaya pelayanan (cost of service), penggunaan (utilization), kualitas dan standar pelayanan (quality and standards), cakupan pelayanan (coverage), kepuasan (satisfaction))

    Ka. BAKP

    14 Sistem Akuntansi BLU Kabag Akuntansi

    mailto:[email protected]

  • KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    DEWAN PENGAWAS PK-BLU Jl. Veteran, Malang, 65145, Indonesia

    Telp. +62-341-551611 Psw. 336, Faks.+62-341-565420

    http://dewas.ub.ac.id e-mail : [email protected]

    NOTULEN RAPAT

    Waktu : Selasa, 2 April 2013

    Tempat : Gedung Rektorat Universitas Brawijaya Lantai 6 (Ruang Rapat II)

    Acara : Rapat dengan internal Tim Pendamping

    Dipimpin : Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, MS.

    Yang hadir :

    1. Prof. Dr. Andi Pangerang Moenta 2. Dr. Bambang Purnomosidhi, MBA., Ak. 3. Prof. Masruchin Ruba'I, SH. MS. 4. Helmy Adam, S.E., MSA. 5. Syarif Utomo 6. Suhartono 7. Lulut Endi S. 8. Mulyaningwati 9. Yuki Firmanto 10. Yona Dayaningsih 11. Yoyok 12. Triesni

    Hasil Pembahasan :

    1. Dewas akan mengajukan permohonan ruang sekretariat yang dilengkapi ruang tamu

    atau ruang rapat di Gedung Balairung Senat.

    2. SK Rektor mengenai pengangkatan Sekretaris Dewas pada PTN telah ditembusi hingga

    ke Mendikbud

    3. Dana BOPTN untuk Dewas mendapat sebesar Rp 250.000.000 rencananya akan

    dialokasikan untuk kegiatan sebagai berikut:

    - Realisasi tugas & fungsi Dewas : Rp 28.000.000

    - Sarasehan Dewas PTN BLU se-Indonesia : Rp 45.300.000

    - Pengembangan website : Rp 11.200.000

    - Penyusunan SOP : Rp 12.000.000

    - Pelatihan Dewas & Tim Pendamping : Rp 50.800.000

    - Benchmarking : Rp 82.000.000

    - Kajian RSB

    4. Agenda Dewas ke depan yaitu mengundang perwakilan dari PIP (Pusat Investasi

    Pemerintah) untuk sosialisasi ke dekan-dekan terkait investasi BLU PTN. Sebelumnya

    acara ini akan diadakan oleh Fakultas Ekonomi, maka dari itu sebelum menjalankan

    acara ini maka perlu berkoordinasi dengan Fakultas Ekonomi.

    mailto:[email protected]

  • KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    DEWAN PENGAWAS PK-BLU Jl. Veteran, Malang, 65145, Indonesia

    Telp. +62-341-551611 Psw. 336, Faks.+62-341-565420

    http://dewas.ub.ac.id e-mail : [email protected]

    NOTULEN RAPAT

    Waktu :Jumat, 3 Mei 2013

    Tempat :Ruang Rapat Lantai 6

    Acara :Rapat Dewan Pengawas dan Tim Pendamping

    Dipimpin :Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, MS.

    Hasil Pembahasan :

    1. Dewas telah memiliki sekretaris berdasarkan SK Rektor nomor : yaitu Abdul Ghofar,

    M.Si., M. Acc., CPMA., DBA. Diharapkan keberadaan sekretaris ini akan membantu

    kinerja Dewan Pengawas ke depan.

    2. Dewan Pengawas harus segera menyusun Laporan Semester I untuk Kemenkeu dan

    Kemendikbud. Adapun data-data yang dibutuhkan sebagai berikut :

    - Renstra

    - RBA

    - Laporan Kinerja Unit Pelayanan (diperoleh melalui hearing)

    - Penilaian mengenai ketaatan peraturan

    3. Contoh permasalahan dari unit pelayanan keuangan yang perlu dikaji :

    - Piutang

    - Tingkat keperluan kunjungan luar negeri dan berapa persen total pembiayaannya

    - Tingkat dampak pemberlakuan UKT terhadap pengelolaan dana apakah benar

    semakin berkurang

    Harapannya hal ini dapat dijadikan bahan dukung untuk rekomendasi kepada

    pimpinan.

    4. Rencananya Dewas akan mengundang Kepala PIP (Pusat Investasi Pemerintah). Hal-

    hal yang perlu diperhatikan antara lain:

    - Kepastian jadwal kedatangan pemateri

    - Mengatur detail acara selain seminar juga mempertemukan Rektor dan pihak PIP

    untuk penjajakan kerjasama lebih lanjut

    - Peserta yang diundang yaitu Dewas PTN se-Jatim dan pejabat penting di UB.

    - Susunan acara terdiri dari : sambutan, materi, diskusi, dan jamuan makan malam

    - Prof.Dr. Ir. A. Latief Abadi akan bertindak sebagai moderator

    - Menentukan tamu undangan untuk jamuan makan malam

    mailto:[email protected]

  • KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    DEWAN PENGAWAS PK-BLU Jl. Veteran, Malang, 65145, Indonesia

    Telp. +62-341-551611 Psw. 336, Faks.+62-341-565420

    http://dewas.ub.ac.id e-mail : [email protected]

    NOTULEN RAPAT

    Waktu : Rabu, 15 Mei 2013

    Tempat : UB Hotel (Mango Room)

    Acara : Rapat Pleno Dewas

    Dipimpin : Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, MS.

    Yang hadir :

    1. Prof. Dr. Andi Pangerang Moenta 2. Dr. Bambang Purnomosidhi, MBA., Ak. 3. Prof. Masruchin Ruba'I, SH. MS. 4. Abdul Ghofar, M. Si.,M.Acc. Ak.,CPMA.,DBA 5. Drs. Suhartono 6. Helmy Adam, S.E,MSA. 7. Yuki Firmanto, S.E,MSA. 8. Tjahjo Handoko 9. Triesni Andriyati 10. Yona Dayaningsih

    Hasil Pembahasan :

    1. Kebutuhan Dewan Pengawas Universitas Brawijaya a. Fasilitas :

    - Ruangan Dewas sekarang kurang memadai menampung seluruh staff Dewas saat ini. Sudah mengajukan permohonan ruang baru namun belum terealisasi hingga saat ini (kurang lebih sudah tiga bulan pengajuan)

    - Realisasi pengadaan laptop belum dapat dilakukan b. Dana yang dijanjikan oleh pihak universitas (BOPTN) yang hingga saat ini belum

    cair karena masih terkendala tanda bintang di pusat rencananya akan digunakan untuk: - Pembuatan SOP termasuk didalamnya peran Dewas - Template Laporan Dewas yang berhubungan dengan SPI dan keuangan

    c. Rencana kegiatan Dewas yang perlu segera di follow up antara lain: - Pembentukan Paguyuban Dewas se-Indonesia - Benchmarking salah satunya yang harus segera dijalankan yaitu ke PIP (Pusat

    Investasi Pemerintah) 2. Pembuatan Laporan Tengah Tahun (Semesteran):

    a. Masalah yang sedang dialami Universitas Brawijaya: - Standar Pelayanan Minimum (tarif) 2012 sudah tidak berlaku. Standar

    Pelayanan Minimum 2013 belum disahkan - Diberlakukannya UKT (Uang Kuliah Tunggal) berakibat pada terganggunya cash

    flow - Standar Biaya Khusus terlebih tentag remunerasi belum disahkan - Proses penyusunan Rencana Strategi Bisnis masih belum terealisasi

    3. Terhadap masalah-masalah tersebut Dewan Pengawas telah mengambil tindakan dengan mengirim surat kepada Rektor yang berisi himbauan agar Rektor sebagai Pimpinan BLU segera menyusun RSB, SPM, dan Renstra

    4. Follow up terhadap PIP

    mailto:[email protected]

  • KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    DEWAN PENGAWAS PK-BLU Jl. Veteran, Malang, 65145, Indonesia

    Telp. +62-341-551611 Psw. 336, Faks.+62-341-565420

    http://dewas.ub.ac.id e-mail : [email protected]

    - Dewan Pengawas berencana akan mengundang LPDP (Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan)

    - Dewan Pengawas akan mempertemukan perwakilan dari BLU, PIP dan Dikti. Forum ini rencananya akan mengundang Dewas PTN BLU se-Indonesia. Selain untuk membentuk Paguyuban Dewas se-Indonesia juga sebagai wadah diskusi dan mencari solusi atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh PTN-BLU. Dalam hal ini UM dan Unesa setuju untuk ikut berpartisipasi sebagi panitia.

    5. Usulan dan masukan dari Pak Masruchin: - Dewan Pengawas harus segera membuat Laporan Dewan Pengawas

    Semesteran. Jika dalam prosesnya ternyata bagian keuangan masih belum dapat diserap banyak maka laporan harus tetap dibuat dengan memasukan aspek lain yang lebih banyak. Misalkan aspek kepatuhan dan kedisiplinan tentang ketentuan yang berlaku.

    - Permasalahan yang dihadapi bagian keuangan saat ini adalah piutang mahasiswa yang mencapai angka 32 M dan harus segera diselesaikan. (proses penyelesaian ini baru berjalan setelah menjadi temuan BPK dan saat ini penagihan telah dilakukan dengan cara mengirimkan surat tagihan dengan total kurang lebih 5000orang)

    6. Usulan dan masukan dari Pak Bambang Purnomosidhi: - Pak Zamhari (Direktur PK BLU) berharap laporan BLU-PTN dapat menjadi

    benchmark karena SDM PTN dinilai jauh lebih baik dibandingkan lembaga BLU lain.

    - Selain hal tsb diharapkan Laporan Semester pada Bulan Juni medatang bisa lebih baik daripada Laporan Tahunan sebelumnya.

    - Menindaklanjuti pertemuan PIP dan LPDP seharusnya ditindaklanjuti sebelum sarasehan dengan 3 pihak ( BLU, Dikti, dan PIP)

    - Segera menyusun time schedule yang baru - Diharapkan persiapan yang matang untuk pelaksanaan sarasehan

    7. Usulan dan masukan dari Pak Andi Pangerang - Rapat-rapat rutin Dewan Pengawas merupakan bagian dari pengawasan oleh

    karena itu agar mudah dikontrol sebaiknya dibuat agendanya dalam satu tahun

    - Dewan pengawas dapat menjadi fasilitator bagi lembaga atau bagian di universitas dengan pihak luar asalkan tidak meninggalkan tugas dan kewajiban utama Dewan Pengawas.

    - Kinerja yang bagus diharapkan dapat konsisten bagus dengan cara terus bekerja sama dengan Departemen Keuangan dalam bentuk benchmarking dan pembelajaran (pendalaman yang terus menerus ke Departemen Keuangan). Dalam hal ini maka sebaiknya segera memasukan program pendalaman ke dalam agenda Dewan Pengawas.

    - Adanya potensi kerjasama dengan LPDP yang harus ditindaklanjuti dan didalami sehingga ke depan harapannya dapat membuahkan hasil yang maksimal berupa pemanfataan dana LPDP.

    - Hasil rapat ini hendaknya dijadikan dasar untuk membuat surat ke rector mengenai pengajuan fasilitas Dewas yang masih terbatas.

    8. Usulan dan masukan dari Pak Latief:

    mailto:[email protected]

  • KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    DEWAN PENGAWAS PK-BLU Jl. Veteran, Malang, 65145, Indonesia

    Telp. +62-341-551611 Psw. 336, Faks.+62-341-565420

    http://dewas.ub.ac.id e-mail : [email protected]

    - Dewas akan mengagendakan pertemuan dengan direktur LPDP - Universitas Brawijaya saat ini mendapat rangking 5 nasional dalam

    pelaksanaan BLU - Sambil berjalannya waktu akan dicarikan solusi mengenai piutang mahasiswa - Kedepan akan mencari informasi mengenai Dewas BLU terbaik - Sarasehan paguyuban dan pertemuan tiga pihak (BLU, Dikti, PIP) dijadikan satu

    dan dilaksanakan sebelum puasa (Juni) - Pak Ghofar bertugas untuk membuat agenda ulang mengenai kegiatan Dewas

    9. Usulan dan masukan dari Pak Helmy: - Dewas prihatin mengenai penatausahaan secara komputerisasi di FEB kembali

    ke bentuk manual karena Kantor Pusat masih memakai system manual - Intisari materi seminar Pusat Investasi Pemerintah untuk dikirimkan ke Rektor,

    agar pada tindaklanjut ke depan Rektor dapat lebih memahami PIP terlebih dalam hal potensi kerjasama tentang asrama mahasiswa

    10. Usulan dan masukan dari Mas Yuki: - Laporan Dewan Pengawas maksimal dikerjakan satu bulan sesudah laporan

    keuangan semester (30 Juli 2013)

    mailto:[email protected]

  • KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    DEWAN PENGAWAS PK-BLU Jl. Veteran, Malang, 65145, Indonesia

    Telp. +62-341-551611 Psw. 336, Faks.+62-341-565420

    http://dewas.ub.ac.id e-mail : [email protected]

    NOTULEN RAPAT

    Waktu : Rabu, 5 Juni 2013

    Tempat : Gedung Rektorat Universitas Brawijaya Lantai 6 (Ruang Rapat II)

    Dipimpin : Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, MS.

    Yang hadir :

    1. Dr. Bambang Purnomosidhi, MBA., Ak. 2. Prof. Masruchin Ruba'I, SH. MS. 3. Mulyaningwati, S.Sos., M. AB 4. Ir. Lies Edhie Yuliani 5. Lulut Endi Sutrisno 6. Widodo, SE 7. Drs. Suhartono 8. Triesni Andriyati 9. Yona Dayaningsih

    Acara :

    1. Laporan Semester I 2. Pencairan BOPTN 3. Saran untuk dari Tim Pendamping terkait undangan dari Dewas UM untuk persiapan

    Laporan Semster 1 Hasil Pembahasan :

    1. Laporan Semester 1 (satu) Dewan Pengawas berharap penuh pada Laporan Keuangan. Sedangkan Laporan Keuangan Tahunan maksimal harus sudah selesai pada tanggal 10 Juli 2013

    2. Untuk proses pengerjaan Laporan Dewas ini template sudah dibuat oleh Pak Helmy dan Mas Yuki. Selain itu Pak Bambang Purnomosidhi juga sudah mengikuti pelatihan penyusunan laporan Dewas pada akhir tahun lalu.

    3. Apabila Dewas membutuhkan segera data-data yang diperlukan dalam rangka penyusunan laporan ini maka Bagian Keuangan berharap mendapat list format data yang dibutuhkan agar dapat dberikan sambil menanti Laporan Keuangan fix.

    4. Saat ini permasalahan yang sedang dihadapi keuangan yaitu mengenai masalah piutang. Awal tahun ini piutang yang tercatat yaitu 25M. dan jumlah ini mengalami kenaikan saat ini.

    5. Solusi dari Bagian Keuangan yaitu dengan mengirimkan tagihan ke +/- 4000 mahasiswa. Namun total tagihan yang sudah terbayarkan belum diketahui jumlahnya mengingat hari ini adalah deadline terakhir (belum direkap)

    6. Atas kejadian ini Bagian Keuangan mengeluarkan biaya kurang lebih Rp 28.000.000 untuk pembayaran perangko.

    7. Total piutang yang tinggi ini selain dikarenakan besarnya jumlah pembelanjaan atasan (7M) yang tidak bisa di SPJ-kan juga karena adanya miss antara data di PPTI dan Bagian Keuangan. Data di PPTI kurang akurat sebab sebagian besar proses validasi yang terjadi di Bagian Keuangan tidak terintegrasi secara langsung ke system PPTI. Dan seharusnya Bagian Keuangan tidak menjadi pusat data mahasiswa, Bagian Akademiklah yang seharusnya memegang data mahasiswa. Sehingga apabila terjadi sesuatu oleh mahasiswa yang berkaitan dengan pembayaran, maka Bagian Keuangan hanya membantu proses administrasi tsb sesuai disposisi Bagian Akademik.

    mailto:[email protected]

  • KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    DEWAN PENGAWAS PK-BLU Jl. Veteran, Malang, 65145, Indonesia

    Telp. +62-341-551611 Psw. 336, Faks.+62-341-565420

    http://dewas.ub.ac.id e-mail : [email protected]

    8. Karena ada data yang tidak terintegrasi inilah maka BPK menyatakan temuan ini sebagai piutang. (Dengan total piutang sangat tinggi itu sesungguhnya BPK menyatakan bahwa UB kas tekor).

    9. Mengenai belanja atasan yang tidak dapat di SPJ-kan, hal ini tidak dapat dianggap belanja sebab tidak bisa dipertanggungjawabkan ke Negara. Pengesahan belanja Negara telah lewat masanya.

    10. Sementara ini untuk pembayaran susulan Bagian Keuangan telah bekerja sama dengan Bank Mandiri. Baik untuk penerimaan pembayaran maupun pengajuan pinjaman dengan model pinjaman mikro atau kredit tanpa anggunan. Bagi karyawan pinjaman ini dapat diajukan dengan menunjukan slip bukti pendapatan, namun bagi buruh dsb pihak bank mengusahakan dengan jaminan saudara yang memiliki bukti slip pendapatan sebagai penjamin.

    11. Untuk persiapan UKT tahun ajaran ini, Bagian Keuangan sudah menjalin kerjasama dengan BRI. Yaitu dengan memberikan pinjaman agar orang tua mahasiswa yang kesulitan dana diharapkan dapat memperoleh kemudahan dalam pembayaran.

    12. Hingga saat ini temuan piutang oleh BPK dengan nominal 32 M belum mendapatkan solusi. 13. Tagihan pembayaran yang sudah dikirimkan memiliki konsekuensi apabila tidak dilunasi

    maka tidak dapat mengikuti UAS. Namun karena penagihan terjadi di tengah semester maka PR II memberikan kelonggaran kebijakan.

    14. Untuk mengatasi piutang ini Bagian Keuangan akan mengambil dua langkah. Yang pertama apabila dinilai kesulitan maka mahasiswa tsb dianggap terminal. Yang kedua maka akan dianjurkan meminjam ke bank.

    15. September-Oktober Dewan Pengawas akan turun ke Bagian Keuangan untuk melihat data keuangan yang perlu dibenahi denga alas an Dewas tidak percaya dengan nominal piutang yang ada.

    16. Saat ini bidikmisi sudah diambil alih oleh Dikti, mengenai bank yang bekerjasama juga telah dipindahkan ke Mandiri.

    17. PPABN, afirmasi, BPPS, S2 & S3 Luar Negeri juga sudah diambil alih oleh Dikti. Hal ini berdampak pada berkurangnya dana DIPA dan pendapatan APBN.

    18. Mengenai cash flow yang sedikit terganggu karena adanya kebijakan UKT maka Bagian Keuangan akan melanggar aturan mengenai larangan investasi dan pinjaman jangka panjang ke pihak luar. Hal ini berdasarkan pengalaman Laporan Keuangan tahun lalu dimana pada bagian unit bisnis terdapat utang jangka panjang namun tampaknya tidak menimbulkan masalah. Oleh karena itu tahun ini UB mengajukan pinjaman ke BRI 100M dan PIP 150M. pengajuan dua pinjaman ini untuk mengantisipasi jika pinjaman PIP belum cair maka pinjaman dari BRI dapat digunakan terlebih dahulu jika proses lelang sudah berjalan.

    19. Menyikapi hal ini Dewas akan berkonsultasi dengan Direktur PK BLU. 20. Untuk persiapan BOPTN, Dewas sudah menerima by email mengenai data-data yang

    diperlukan. Hal-hal yang perlu menjadi perhatian yaitu pembuatan rekening penanggung jawab dan masalah redaksional yang harus menghindari kata-kata bantuan transport (diganti dengan redaksi uang lelah dan dipotong pajak)

    21. Dana yang disediakan untuk Dewas tahun ini yaitu sebesar 250juta rupiah.

    mailto:[email protected]

  • KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    DEWAN PENGAWAS PK-BLU Jl. Veteran, Malang, 65145, Indonesia

    Telp. +62-341-551611 Psw. 336, Faks.+62-341-565420

    http://dewas.ub.ac.id e-mail : [email protected]

    NOTULEN RAPAT Waktu : Rabu, 24 Juni 2013

    Tempat : UB Hotel (Mango Room)

    Acara : Hearing Dewas dengan Fakultas Sains

    Dipimpin : Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, MS.

    Yang hadir : (Terlampir)

    Hasil Pembahasan :

    1. Fakultas Kedokteran :

    - UKT mengganggu cash flow pada tahun pertama, dan akan terselesaikan pada

    tahun ke 3. Untuk pembangunan yang akan dilakukan rencananya akan

    direscheduling. (dalam hal ini pembangunan masuk kategori agak terganggu).

    - Mengenai tarif UKT UB untuk kedokteran bearad pada tingkat termahal ke 2

    setelah Unpad.

    - Rencananya FK akan membuat software keuangan untuk mengendalikan belanja

    dan mencari unit-cost sebenarnya. Hal ini dilatarbelakangi oleh fenomena

    terjadinya ketidakpercayaan pengelolaan di masing-masing program studi.

    - Saat ini piutang banyak terjadi di PPDS (klinik), karena banyak studi yang dibiayai

    oleh instansi dengan standar biaya yang berbeda antara alokasi pembiayaan

    instansi dengan tarif biaya kuliah yang berlaku di FK UB. Sehingga yang terjdi

    bukannya S2 & S3 yang mensubsidi S1 tetapi sebaliknya.

    2. Fakultas Teknik Pertanian

    - Target keuangan FTP selanjutnya yaitu penyelesaian hutang pembangunan gedung

    ke rektorat sebesar 3M.

    - Sedangkan posisi piutang FTP (1,2M), 40% sudah terselesaikan dan paling banyak

    piutang dari mahasiswa asing.

    3. Program Kedokteran Hewan

    - Sekarang PKH sedang mengalami kesulitan sebab dana yang terbatas karena gaji

    non-PNS dan karyawan dibayar PKH sendiri. Masalah lainnya yaitu berkaitan

    dengan kebijakan yang berubah-ubah, misal gaji non PNS SK awal 2,2jt terus

    dipotong menjadi 1,7, tetapi rektor tidak mengetahui tentang hal ini. Jadi dengan

    pemberlakuan UKT justru memberatkan, solusi sementara mulai bulan Juli

    penggajian non-PNS akan dibayari BOPTN.

    - Rencananya PKH akan membangun gedung di Dieng. Awalnya universitas

    menyediakan lahan di belakang KPKN (maket sudah dibuat), namun rektorat tiba-

    tiba membuat kebijakan baru agar PKH membuat gedung di Dieng. Dana

    pembangunan yang dibutuhkan sebesar 16 M, sedangkan dana PKH sendiri masih

    terkumpul 10M. Dana sebesar 16 M itu hanya untuk struktur bangunan saja belum

    terhitung fisik secara total.

    - Mengenai piutang mahasiswa PKH tidak terlalu bermasalah karena tercatat hanya

    4 mahasiswa yang masih menunggak.

    mailto:[email protected]

  • KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    DEWAN PENGAWAS PK-BLU Jl. Veteran, Malang, 65145, Indonesia

    Telp. +62-341-551611 Psw. 336, Faks.+62-341-565420

    http://dewas.ub.ac.id e-mail : [email protected]

    4. Fakultas Peternakan (PD2)

    - Animo masyarakat semakin meningkat, sebab banyak alumni Fapet yang menjadi

    pejabat diberbagai perusahaan. Sehingga secara keuangan sudah lebih baik.

    - Pembangunan gedung masih dalam tahap penyelesaian lantai 4 dengan total 8

    lantai, dana sementara saat ini dipinjami oleh rektorat.

    - Saat ini Fapet sedang melakukan efisiensi ketat sehingga bisa saving untuk

    kebutuhan mendata