Details ptun

Click here to load reader

download Details ptun

of 77

  • date post

    14-Jan-2017
  • Category

    Education

  • view

    78
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Details ptun

  • Oleh:1. Virmansyah (14042052)2. Rian Syufa Anggana (1307100) 3. Ari Nofrizal Kamal (55058)

    Jurusan Ilmu Administrasi negaraFakultas Ilmu SosialUniversitas Negri Padang2015

  • 1. UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA.2. UNDANG-UNDANG NOMOR 9 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA3. UNDANG-UNDANG NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

    PTUN ADALAH LEMBAGA PERADILAN YANG MENGADILI SENGKETA TUN, TERMASUK SENGKETA KEPEGAWAIAN ANTARA BADAN ATAU PEJABAT TUN/ADMINISTRASI NEGARA (PEJABAT PEMERINTAHAN) DENGAN SESEORANG ATAU BADAN HUKUM PERDATA SEPERTI PT, YAYASAN DAN BADAN HUKUM LAINNYA

  • TUN ADALAH ADMINISTRASI NEGARA YANG MELAKSANAKAN FUNGSI UNTUK MENYELENGGARAKAN URUSAN PEMERINTAHAN BAIK DI PUSAT MAUPUN DI DAERAH.BADAN ATAU PEJABAT TUN ADALAH BADAN ATAU PEJABAT YANG MELAKSANAKAN URUSAN PEMERINTAHAN BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU.KEPUTUSAN TUN ADALAH SUATU PENETAPAN TERTULIS YANG DIKELUARKAN OLEH BADAN ATAU PEJABAT TUN YANG BERISI TINDAKAN HUKUM TUN YANG BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU, YANG BERSIFAT KONKRET, INDIVIDUAL DAN FINAL, YANG MENIMBULKAN AKIBAT HUKUM BAGI SESEORANG ATAU BADAN HUKUM PERDATA

  • TINDAKAN HUKUM TUN ADALAH PERBUATAN HUKUM BADAN ATAU PEJABAT TUN YANG BERSUMBER PADA SUATU KETENTUAN HUKUM TUN YANG DAPAT MENIMBULKAN HAK DAN KEWAJIBAN PADA ORANG LAIN.

    BERSIFAT KONKRET ARTINYA OBYEK YANG DIPUTUSKAN DALAM KEPUTUSAN TUN ITU TIDAK ABSTRAK, TETAPI BERWUJUD, TERTENTU ATAU DAPAT DITENTUKAN, MISALNYA KEPUTUSAN MENGENAI RUMAH SI A, IZIN USAHA BAGI SI B, PEMBERHENTIAN SI C SEBAGAI PEGAWAI NEGERI DSB.

    BERSIFAT INDIVIDU ARTINYA KEPUTUSAN TUN ITU TIDAK DITUJUKAN UNTUK UMUM, TETAPI TERTENTU BAIK ALAMAT MAUPUN HAL YANG DITUJU. KALAU YANG DITUJU ITU LEBIH DARI SEORANG, TIAP-TIAP NAMA ORANG YANG TERKENA KEPUTUSAN ITU DISEBUTKAN.

    BERSIFAT FINAL ARTINYA SUDAH DEFINITIF DAN KARENANYA DAPAT MENIMBULKAN AKIBAT HUKUM

  • SENGKETA TUN ADALAH SENGKETA YANG TIMBUL DALAM BIDANG TUN ANTARA ORANG ATAU BADAN HUKUM PERDATA DENGAN BADAN ATAU PEJABAT TUN, BAIK DI PUSAT MAUPUN DI DAERAH, SEBAGAI AKIBAT DIKELUARKANNYA KEPUTUSAN TUN, TERMASUK SENGKETA KEPEGAWAIAN BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU.

    GUGATAN ADALAH PERMOHONAN YANG BERISI TUNTUTAN TERHADAP BADAN ATAU PEJABAT TUN DAN DIAJUKAN KE PENGADILAN UNTUK MENDAPATKAN PUTUSAN.

    TERGUGAT ADALAH BADAN ATAU PEJABAT TUN YANG MENGELUARKAN KEPUTUSAN BERDASARKAN WEWENANG YANG ADA PADANYA ATAU YANG DILIMPAHKAN KEPADANYA, YANG DIGUGAT OLEH ORANG ATAU BADAN HUKUM PERDATA.PENGADILAN ADALAH PENGADILAN TUN DAN/ATAU PENGADILAN TINGGI TUN DILINGKUNGAN PERADILAN TUN.HAKIM ADALAH HAKIM PADA PENGADILAN TUN DAN/ATAU PENGADILAN TINGGI TUN.

  • TUJUAN1. MEMBERIKAN PERLINDUNGAN HAK-HAK YANG BERSUMBER PADA HAK-HAK INDIVIDU.2. MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP HAK-HAK MASYARAKAT YANG DIDASARKAN KEPADA KEPENTINGAN BERSAMA DARI INDIVIDU YANG HIDUP DALAM MASYARAKAT TERSEBUT.

    FUNGSISEBAGAI SARANA UNTUK MENYELESAIKAN KONFLIK YANG TIMBUL ANTARA PEMERINTAH (BADAN ATAU PEJABAT TUN) DENGAN RAKYAT (ORANG PERORANGAN MAUPUN BADAN HUKUM PERDATA) SEBAGAI AKIBAT DIKELUARKAN ATAU TIDAK DIKELUARKANNYA KEPUTUSAN TUN.

  • MENURUT F.J. STAHL PEMBETUKAN LEMBAGA PERADILAN ADMINISTRASI DIMAKSUDKAN ANTARA LAIN :1. MENGAKUI DAN MELINDUNGI HAK-HAK ASASI MANUSIA.2. UNTUK MELINDUNGI HAK-HAK ASASI TERSEBUT, MAKA NEGARA HARUS BERDASARKAN PADA TRIAS POLITIKA.3. DALAM MENJALANKAN TUGASNYA, PEMERINTAH BERDASARKAN ATAS UNDANG-UNDANG.4. APABILA DALAM TUGASNYA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG ITU PEMERINTAH MASIH MELANGGAR HAK ASASI YAITU ADANYA CAMPUR TANGAN PEMERINTAH DALAM KEHIDUPAN PRIBADI SESEORANG, MAKA ADA PENGADILAN ADMINISTRASI YANG AKAN MENYELESAIKAN.

  • 1. UNDANG-UNDANG DASAR 1945 :

    PASAL 24(1) KEKUASAAN KEHAKIMAN MERUPAKAN KEKUASAAN YANG MERDEKA UNTUK MENYELENGARAKAN PERADILAN GUNA MENEGAKKAN HUKUM DAN KEADILAN.

    (2) KEKUASAAN KEHAKIMAN DILAKUKAN OLEH SEBUAH MAHKAMAH AGUNG DAN BADAN PERADILAN YANG BERADA DIBAWAHNYA DALAM LINGKUNGAN PERADILAN UMUM, LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA, LINGKUNGAN PERADILAN MILITER, LINGKUNGAN PERADILAN TATA USAHA NEGARA DAN OLEH SEBUAH MAHKAMAH KONSTITUSI

  • 2. TAP MPR RI NOMOR IV/MPR/1978 DIHUBUNGKAN DENGAN TAP MPR RI NOMOR II/MPR/1983 TENTANG GBHN

    3. UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1970 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK KEKUASAAN KEHAKIMAN.

    4. UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN

    5. UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG.

    6. UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG.

  • 1. AZAS PRADUGA RECHTMATIG, MENGANDUNG MAKNA BAHWA SETIAP TINDAKAN PENGUASA SELALU HARUS DIANGGAP BENAR (RECHTMATIG) SAMPAI ADA PEMBATALANNYA. DENGAN AZAS INI GUGATAN TIDAK MENUNDA PELAKSANAAN KEPUTUSAN TUN YANG DIGUGAT.

    2. AZAS PEMBUKTIAN BEBAS, MAKSUDNYA HAKIM YANG MENETAPKAN BEBAN PEMBUKTIAN.

  • 3. AZAS KEAKTIFAN HAKIM (DOMINUS LITIS) KEAKTIFAN HAKIM DIMAKSUDKAN UNTUK MENGIMBANGI KEDUDUKAN PARA PIHAK YANG TIDAK SEIMBANG. PIHAK TERGUGAT ADALAH BADAN ATAU PEJABAT TUN YANG MENGUASAI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERKAITAN DENGAN KEWENANGAN DAN/ATAU DASAR DIKELUARKANNYA KEPUTUSAN YANG DIGUGAT, SEDANGKAN PIHAK PENGGUGAT ADALAH ORANG PERORANGAN ATAU BADAN HUKUM PERDATA YANG DALAM POSISI LEMAH, KARENA BELUM TENTU MEREKA MENGETAHUI BETUL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG DIJADIKAN SUMBER UNTUK DIKELUARKANNYA KEPUTUSAN YANG DIGUGAT.

    4. AZAS PUTUSAN PENGADILAN YANG MEMPUNYAI KEKUATAN MENGIKAT (ERGA OMNES), SENGKETA TUN ADALAH SENGKETA DALAM RANAH HUKUM PUBLIK, DIMANA AKIBAT HUKUM YANG TIMBUL DARI PUTUSAN PENGADILAN YANG TELAH MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM TETAP AKAN MENGIKAT TIDAK HANYA PARA PIHAK YANG BERSENGKETA, NAMUN BERDASARKAN AZAS INI PUTUSAN TERSEBUT AKAN MENGIKAT SIAPA SAJA.

  • SUATU KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA YANG DAPAT DIGUGAT MELALUI PERADILAN TUN :

    1. KEPUTUSAN TUN YANG BERTENTANGAN DENGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU.

    2. PEJABAT TUN PADA WAKTU MENGELUARKAN KEPUTUSAN TUN TELAH MENGGUNAKAN WEWENANGNYA UNTUK TUJUAN LAIN DARI MAKSUD DIBERIKANNYA WEWENANG TERSEBUT.

    3. PEJABAT TUN PADA WAKTU MENGELUARKAN ATAU TIDAK MENGELUARKAN KEPUTUSAN TUN SETELAH MEMPERTIMBANGKAN SEMUA KEPENTINGAN YANG TERSANGKUT DENGAN KEPUTUSAN ITU.

  • SUATU KEPUTUSAN TUN DAPAT DINILAI BERTENTANGAN DENGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU, APABILA KEPUTUSAN YANG BERSANGKUTAN ITU:1. BERTENTANGAN DENGAN KETENTUAN-KETENTUAN DALAM PERETURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERSIFAT PROSEDURAL/FORMAL (BIASANYA MENYANGKUT MENGENAI PERSIAPAN, TERJADINYA, SUSUNAN ATAU PENGUMUMAN KEPUTUSAN YANG BERSANGKUTAN.2. BERTENTANGAN DENGAN KETENTUAN-KETENTUAN DALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERSIFAT MATERIIL/SUBSTANSIAL ( CACAT MENGENAI ISINYA MISALNYA KPTSN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN YANG BERTENTANGAN DENGAN RENCANA YANG TELAH DITENTUKAN)3. DIKELUARKAN OLEH BADAN ATAU PEJABAT TUN YANG TIDAK BERWENANG (CACAT KEWENANGAN)

  • CACAT KEWENANGAN TERDIRI ATAS :

    A. APABILA SUATU KEPUTUSAN TUN TIDAK ADA DASARNYA DALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN ATAU APABILA KEPUTUSAN ITU DIKELUARKAN OLEH BADAN ATAU PEJABAT TUN YANG TIDAK BERWENANG UNTUK MENGELUARKANNYA.

    B. BADAN ATAU PEJABAT TUN BELUM BERWENANG ATAU TIDAK BERWENANG LAGI MENGELUARKAN KEPUTUSAN TUN, MISALNYA KARENA JANGKA WAKTUNYA SUDAH LAMPAU ATAU MENERAPKAN PERATURAN LAIN SEMENTARA ITU SUDAH BERLAKU PERATURAN BARU

    C. KEPUTUSAN YANG DIAMBIL OLEH BADAN ATAU PEJABAT TUN TERSEBUT MENYANGKUT HAL YANG BERADA DILUAR BATAS WILAYAHNYA.

  • UNTUK BADAN ATAU PEJABAT TUN YANG PADA WAKTU MENGELUARKAN KEPUTUSAN TELAH MENGGUNAKAN KEWENANGANNYA UNTUK TUJUAN LAIN DARI MAKSUD DIBERIKANNYA KEWENANGAN TERSEBUT SERING DISEBUT JUGA DENGAN PENYALAHGUNAAN KEWENANGAN ( DETOURNEMENT DE POUVOIR).

    SEDANGKAN UNTUK BADAN ATAU PEJABAT TUN YANG PADA WAKTU MENGELUARKAN ATAU TIDAK MENGELUARKAN KEPUTUSAN SETELAH MEMPERTIMBANGKAN SEMUA KEPENTINGAN YANG TERSANGKUT DENGAN KEPUTUSAN ITU SEHARUSNYA TIDAK SAMPAI PADA PENGAMBILAN ATAU TIDAK PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERSEBUT, SERING JUGA DISEBUT DENGAN BERBUAT SEWENANG-WENANG (WILLEKEUR)

  • DENGAN DEMIKIAN YANG DAPAT DIJADIKAN OBYEK PERADILAN TUN SEMATA-MATA TERBATAS PADA PENETAPAN (KEPUTUSAN) TERTULIS YANG DIKELUARKAN OLEH BADAN ATAU PEJABAT TUN YANG MEMENUHI UNSUR-UNSUR BERTENTANGAN DENGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU, BADAN ATAU PEJABAT TUN YANG MENGELUARKAN KEPUTUSAN TERSEBUT TELAH MENYALAHGUNAKAN WEWENANGNYA DAN BADAN ATAU PEJABAT TUN TERSEBUT TELAH BERBUAT SEWENANG-WENANG.

  • GUGATAN SENGKETA TUN DIAJUKAN KEPADA PENGADILAN YANG BERWENANG YANG DAERAH HUKUMNYA MELIPUTI TEMPAT KEDUDUKUAN TERGUGAT.

    DALAM HAL TEMPAT KEDUDUKAN TERGUGAT TIDAK BERADA DALAM DAERAH HUKUM PENGADILAN TEMPAT KEDIAMAN PENGGUGAT, MAKA GUGATAN DAPAT DIAJUKAN KE PENGADILAN YANG DAERAH HUKUMNYA MELIPUTI TEMPAT KEDIAMAN PENGGUGAT UNTUK SELANJUTNYA DITERUSKAN KEPADA PENGADILAN YANG BERSANGKUTAN.

    GUGATAN DAPAT DIAJUKAN HANYA DALAM TENGGANG WAKTU 90 HARI TERHITUNG SEJAK SAAT DITERIMANYA ATAU DIUMUMKANNYA KEPUTUSAN BADAN ATAU PEJABAT TUN

  • GUGATAN HARUS MEMUAT :

    1. NAMA, KEWARGANEGARAAN, TEMPAT TINGGAL DAN PEKERJAAN PENGGUGAT ATAU KUASAHUKUMNYA.2. NAMA, JABATAN DAN TEMPAT KEDUDUKAN TERGUGAT.3. DASAR GUGATAN DAN HAL YANG DIMINTA UNTUK DIPUTUSKAN OLEH PENGADILAN

    APABILA GUGATAN DIBUAT DAN DITANDATANGAI OLEH SEORANG KUASA PENGGUGAT, MAKA GUGATAN HARUS DISERTAI SURAT KUASA YANG SAH.

    GUGATAN SEDAPAT MUNGKIN JUGA DISERTAI KEPUTUSAN TUN YANG DISENGKETAKAN OLEH PENGGUGAT.

  • AGAR SESEORANG DAPAT BERTINDAK SEBAGAI WAKIL ATAU KUASA HUKUM DARI PARA PIHAK, MAKA IA HARUS MEMENUH