Dermatitis Venenta - Astri Nurfidayanti

download Dermatitis Venenta - Astri Nurfidayanti

of 18

  • date post

    01-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    145
  • download

    10

Embed Size (px)

Transcript of Dermatitis Venenta - Astri Nurfidayanti

BAB I

STATUS PASIEN

I. IDENTITAS PASIEN

Nama

: Tn. S

Umur/ Tanggal lahir: 56 tahun

Jenis kelamin

: Laki-laki

Alamat

: Pondok Permai, Bekasi

Pekerjaan

: Pensiunan BUMN

Agama

: Islam

Status perkawinan: Menikah

II. ANAMNESIS

Autoanamnesis tanggal 19 Juni 2013

Keluhan Utama

Bercak-bercak merahdisertai rasa gatal pada lengan dan bahu kiri

Keluhan Tambahan:

Tidak ada

Riwayat Penyakit Sekarang:

Pasien mengatakan bahwa 3 hari yang lalu pergi ke kampungnya dan ada keluarga yang mengeluh seperti pasien. Menurut istri pasien, setelah 1 hari di Jakarta (2 hari sebelum ke poli), pasien mengeluh timbul bercak-bercak merah di lengan dan bahu kiri disertai rasa gatal saat bangun tidur di pagi hari. Bercak juga terasa panas dan perih. Bercak menyerupai garis linier pada lengan kiri dan bahu kiri atas. Pasien mengaku baru pertama kali mengalami hal seperti ini.

1 hari yang lalu pasien mengatakan bahwa ada lenting berisi cairan di tempat gatal. Oleh pasien lenting tersebut digaruk. Pasien sudah mengobati bercak tersebut dengan salep. Pasien tidak tahun nama salepnya.

Menurut istri pasien, seprei kamar tidurnya diganti seminggu sekali dan selalu membersihkan tempat tidur dengan sapu lidi sebelum tidur. Pasien menyangkal melakukan aktivitas berkebun. Pasien menyangkal melakukan aktivitas berkebun.Riwayat Penyakit Dahulu :Tidak ada

Riwayat Penyakit Keluarga :Ada yang mengeluh serupa dengan pasien

Riwayat Asma disangkalIII. PEMERIKSAAN FISIK

Status generalis

Keadaan umum

:Baik

Kesadaran

:Compos mentis

Tanda vital

: TD

: tidak dilakukan

RR: 18x/menit

N

: 80x/menit

S: afebris

Kepala

:Normochepal

Mata

:Konjungtiva anemia -/-, sklera ikterik -/-, refleks pupil +/+

Telinga

: aurikula tidak terdapat kelainan, liang telinga lapang, serumen -/-, membran timpani intak

Hidung

: deviasi septum (), mukosa normal, konka hipertrofi (-)

Tenggorokan: faring hiperemis (-), tonsil T1-T1 Thorax

: Pergerakan dada simetris; suara paru vesikuler, ronki -/-, wheezing -/-suara jantung S1-S2 reguler, mur-mur (-), gallop (-)

Abdomen

:Bentuk cembung, dinding perut supel

Ekstremitas

:Akral hangat, edema tungkai (-), capillary refill < 2 detik, kuku : pitting nail (-)

KGB

:Tidak teraba adanya pembesaran KGB

Status dermatologikus

1. Regio : Lengan kiriEfloresensi :

Terdapat bercak eritem tersusun linier, batas tegas dan beberapa erosi diatasnya. Terdapat juga kissing phenomenon.

2. Regio : axillaris anterior sinistra

Efloresensi :

Terdapat bercak eritem tersusun linier, batas tegas dan terdapat krusta berwarna kehitaman diatasnya.

IV. RESUME

Pasien laki-laki, 56 tahun, mengeluh timbul bercak-bercak merah di lengan dan bahu kiri disertai rasa gatal saat bangun tidur di pagi hari. Bercak juga terasa panas dan perih. Bercak menyerupai garis linier pada lengan kiri dan bahu kiri atas. Pasien mengaku baru pertama kali mengalami hal seperti ini.1 hari yang lalu ada lenting berisi cairan di tempat gatal. Oleh pasien lenting tersebut digaruk. Pasien sudah mengobati bercak tersebut dengan salep. Pasien tidak tahun nama salepnya.

Menurut istri pasien, seprei kamar tidurnya diganti seminggu sekali dan selalu membersihkan tempat tidur dengan sapu lidi sebelum tidur. Pasien menyangkal melakukan aktivitas berkebun. Pasien menyangkal melakukan aktivitas berkebun.Pemeriksaan Fisik :

Status Generalis normal

Status Dermatologikus

1. Regio : Lengan kiriEfloresensi :

Terdapat bercak eritem tersusun linier, batas tegas dan beberapa erosi diatasnya. Terdapat juga kissing phenomenon.

2. Regio : axillaris anterior sinistra

Efloresensi :

Terdapat bercak eritem tersusun linier, batas tegas dan terdapat krusta berwarna kehitaman diatasnya.

V. DIAGNOSIS KERJA

Dermatitis Venenata

VI. DIAGNOSIS BANDING

Tidak ada

VII. TERAPI

MedikamentosaSistemik

Loratadine 10mg 1x/hari, k/p

Topikal Krim betamethasone dipropionate 0,05% 2x/hari.Non medikamentosa

Jaga Kebersihan Diri. Hindari Garukan.VIII. PROGNOSIS

Quo ad vitam

: ad bonam

Quo ad fungsionam: ad bonam

Quo ad sanationam: ad bonam

BAB II

TINJAUAN PUSTAKADERMATITIS VENENATAI. PENDAHULUAN

Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berinteraksi dengan bahan-bahan yang mungkin dapat menimbulkan iritan maupun alergi bagi seseorang dan belum tentu bagi individu lain. Bahan-bahan ini dapat menimbulkan kelainan pada kulit sesuai dengan kontak yang terjadi. Kelainan ini disebut dermatitis kontak.(1)Penyebab dermatitis kadang-kadang tidak diketahui, sebagian besar merupakan respon kulit terhadap agen eksogen maupun endogen.Dermatitis kontak ini dibagi menjadi Dermatitis Kontak Iritan dan Dermatitis Kontak Alergi. Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang Dermatitis Kontak Iritan.(1)Serangga (Insecta) merupakan kelas dari filum Arthropoda. Ordo yang paling sering mengakibatkan masalah kulit adalah klas Lepidoptera (kupu-kupu), hemiptera (bed bug), Anoplura (Pediculus sp.), Diptera (nyamuk), Coleoptera (blister beetle), Hymenoptera (lebah, tawon, semut), Shiponaptera (flea). Kelas arthropoda lain yang bermakna secara dermatologis adalah myriapoda (kelabang) dan arachnida (laba-laba, tick, mite, kalajengking).(2)

II. DEFINISI

Dermatitis adalah peradangan kulit (epidermis dan dermis) sebagai respons terhadap pengaruh faktor eksogen dan atau faktor endogen, menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik (eritema, edema, papul, vesikel, skuama, likenifikasi) dan keluhan gatal.(3)Dermatitis Kontak Iritan adalah peradangan kulit yang disebabkan terpaparnya kulit dengan bahan dari luar yang bersifat iritan yang menimbulkan kelainan klinis efloresensi polimorfik berupa eritema, vesikula, edema, papul, vesikel, dan keluhan gatal, perih serta panas.Tanda polimorfik tidak selalu timbul bersamaan, bahkan hanya beberapa saja. (1)Dermatitis Venenata adalah Dermatitis Kontak Iritan yang disebabkan oleh terpaparnya bahan iritan dari beberapa tanaman seperti rumput, bunga, pohon mahoni, kopi, mangga, serta sayuran seperti tomat, wortel dan bawang. Bahan aktif dari serangga juga dapat menjadi penyebab.(1)III. SINONIM

Plant dermatitis, contact dermatitis, flower eczema(3)IV. EPIDEMIOLOGI

DKI adalah penyakit kulit akibat kerja yang paling sering ditemukan, diperkirakan sekitar 70%-80% dari semua penyakit kulit akibat kerja.DKI dapat diderita oleh semua orang dari berbagaigolongan umur, ras dan jenis kelamin.Jumlah penderita DKI diperkirakan cukup banyakterutama yang berhubungan dengan pekerjaan (DKI akibat kerja). Insiden dari penyakit kulitakibat kerja di beberapa negara adalah sama, yaitu 50-70 kasus per 100.000 pekerja pertahun.Pekerjaan dengan resiko besar untuk terpapar bahan iritan yaitu pemborong, pekerja industrimebel, pekerja rumah sakit (perawat, cleaning services, tukang masak), penata rambut, pekerjaindustri kimia, pekerja logam, penanam bunga, pekerja di gedung. (3)V. ETIOLOGI

Penyebab munculnya dermatitis jenis ini adalah bahan yang bersifat iritan, misalnya bahan pelarut, deterjen, minyak pelumas, asam, alkali, dan serbuk kayu.(3) Bahan aktif dari serangga juga dapat menjadi penyebab.(1)

VI. KLASIFIKASI(3)Berdasarkan penyebab dan pengaruh faktor-faktor tersebut ada yang mengklasifikasi DKI menjadi sepuluh macam, yaitu: DKI akut, lambat akut, reaksi iritan, kumulatif, traumateratif, eksikasi ekzematik, pustular dan akneformis, noneritematosa, dan subyektif.DKI Akut

Luka bakar oleh bahan kimia juga termasuk dermatitis kontak iritan akut.Penyebab DKI akut adalah iritan kuat, misalnya larutan asal sulfat dan asam hidroklorid atau basa kuat, misalnya natrium dan kalium hidroksida.Biasanya terjadi karena kecelakaan, dan reaksi segera timbul.Intensitas reaksi sebanding dengan konsentrasi dan lamanya kontak dengan iritan, terbatas pada tempat kontak.Kulit terasa pedih, panas, rasa terbakar, kelainan yang terlihat berupa eritema edema, bula, mungkin juga nekrosis.Pinggir kelainan kulit berbatas tegas, dan pada umumnya asimetris.

DKI Akut LambatGambaran klinis dan gejala sama dengan DKI akut, tetapi baru muncul 8 sampai 24 jam atau lebih setelah kontak. Bahan iritan dapat menyebabkan DKI akut lambat, misalnya podofilin, antralin, tretinoin, etilen oksida, benzalkonium klorida, asam hidrofluorat.Contohnya ialah dermatitis yang disebabkan oleh bulu serangga yang terbang pada malam hari (dermatitis venenata); penderita baru merasa pedih esok harinya, pada awalnya terlihat eritema dan sore harinya sudah menjadi vesikel atau bahkan nekrosis.

DKI Kumulatif

Dermatitis ini adalah jenis dermatitis yang paling sering terjadi; nama lain ialah DKI kronis. Penyebabnya ialah kontak berulang-ulang dengan iritan lemah (Faktor fisik, misalnya gesekan, trauma mikro, dan kelembaban rendah, panas atau dingin; juga bahan, misalnya deterjen, sabun, pelarut, tanah, bahkan juga air).DKI kumulatif mungkin terjadi karena kerjasama berbagai faktor. Bisa jadi suatu bahan secara sendiri tidak cukup kuat menyebabkan dermatitis iritan, tetapi baru mampu bila bergabung dengan faktor lain. Kelainan baru nyata setelah kontak berminggu-minggu atau bulan, bahkan bisa bertahun-tahun kemudian, sehingga waktu dan rentetan kontak merupakan faktor penting.

VII. PATOGENESIS

Kelainan kulit timbul akibat kerusakan sel yang disebabkan oleh bahan iritan melalui kerja kimiawi atau fisis.Ada 4 mekanisme yang berhubunga