DEPRESSI - antikanker

download DEPRESSI - antikanker

of 40

  • date post

    28-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    219
  • download

    6

Embed Size (px)

description

faiqqqqqq

Transcript of DEPRESSI - antikanker

  • ASSALAMU ALAIKUM W.W.

  • ANTIKANKER

  • PENDAHULUAN

    Kanker ialah suatu penyakit sel dengan ciri gangguan atau kegagalan mekanisme pengatur multiplikasi dan fungsi homeostasis lainnya pada organisme multiseluler.

  • PENDAHULUAN Sifat umum dari kanker ialah sbb: (1) pertumbuhan berlebihan umumnya berbtk tumor; (2) gangguan diferensiasi dr sel dan jaringan shg mirip jaringan mudigah; (3) bersifat invasif, mampu tumbuh di jaringan sekitarnya (perbedaan pokok dg jaringan normal);(4) bersifat metastatik, menyebar ke tempat lain dan menyebabkan pertumbuhan baru; (5) memiliki heriditas bawaan yaitu turunan sel kanker juga dpt menimbulkan kanker;(6) pergeseran metabolisme ke arah pembtkan makromolekul dr nukleosida dan asam amino serta peningkatan katabolisme karbohidrat utk energi sel.

  • PENDAHULUAN

    Sel kanker mengganggu tuan rumah karena menyebabkan :(1) desakan akibat pertumbuhan tumor; (2) penghancuran jaringan tempat tumor berkembang atau bermetastasis; dan (3) gangguan sistemik lain sebagai akibat sekunder dari pertumbuhan sel kanker.

  • PENDAHULUAN Kanker merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit kardiovaskular. Kanker merpkan penyebab utama kematian pd wanita 30-54 th dan anak-anak 3-14 th.Dg metode pengobatn pd saat ini, 1/3 jml pasien tertolong melalui pembedahan dan terapi radiasi. Kesembuhan hampir seluruhnya terjadi pd pasien yg penyakitnya belum menyebar pd saat pembedahan. Diagnosis lbh dini makin meningkatkan penyembuhan.

  • PENDAHULUAN Perlu ditekankn bhw penyembuhan dg kemoterapi saja baru dpt tercapai pd tumor yg jarang dijumpai. Pada kanker payudara stadium II dan sarkoma osteogenik, kombinasi pmbedahn dan kemoterapi sangat bermanfaat, pada kasus dmk, kemoterapi ajuvan dpt memberi remisi jangka panjang. Setelah terjadi metastasis dibutuhkan pendekatan sistemik melalui kemoterapi kanker, di samping pembedahan, radiasi dan kemoterapi ajuvan. Pd keadaan ini, pengobatan tdk mnyembuhkn tetapi hanya bersifat paliatif thd gejala, pncegahan komplikasi, support psikologik dan perpanjangan hidup yg berarti.

  • PENDAHULUAN Antikanker diharapkan memiliki toksisitas selektif artinya menghancurkan sel kanker tanpa merusak sel jaringan normal. Pd umumnya antineoplastik menekan prtumbuhan atau proliferasi sel dan menimbulkan toksisitas, karena menghambat pembelahan sel normal yg proliferasinya cepat misalnya sumsum tulang, epitel germinativum, mukosa saluran cerna, folikel rambut dan jaringan limfosit. Terapi dikatakan berhasil baik, bila dosis yg digunakan dpt mematikan sel tumor yg ganas dan tdk mengganggu sel normal yg berproliferasi.

  • PENDAHULUAN Informasi baru mengenai kinetik sel dan massa sel tumor dpt menjelaskan keterbatasan efektivitas kebanyakan antikanker karena prinsip total cell-killed sangat penting dlm keberhasilan terapi keganasan ini. Matinya sel tumor oleh antikanker mengikuti kinetik orde pertama artinya obat tsb membasmi sel sebanyak persentase tertentu setiap kalinya. Misalnya pd pasien kanker metastatik mungkin tdp lbh dr 1012 sel kanker dan sekiranya suatu antikanker dpt membasmi 99,99% sel kanker maka masih tertinggal sebanyak 108 sel kanker. Berbeda dg infeksi bakteri, sisa sel kanker yg tdk terbasmi ini tdk dpt diatasi oleh faktor pertahanan tbh dan dpt menyebabkan relaps.

  • PENDAHULUAN

    Pasien yg keadaan umumnya masih baik, paling mendapat manfaat dr pengobatan, sedangkan yg keadaan umumnya buruk, paling sedikit.Status imunologik pasien khususnya imunitas selular berkorelasi baik dengan hasil pengobatan. Pasien yg imunitas selularnya tdk terganggu memberikn respons baik thd pengobatan, sebaliknya yg imunokompetensinya rendah menunjukkan respons buruk. Hasil pengobatan ulang umumnya lbh buruk daripada pengobatan terdahulu.

  • PILAHAN OBAT ANTIKANKER

    GOLONGAN

    SUB GOLONGAN

    OBAT

    I. Alkilator

    Mustar Nitrogen

    Mekloretamin

    Siklofosfamid

    Melfalan

    Mustar urasil

    Derivat Etilenamin

    Trietilenmelamin (TEM)

    Trietilentriofosformelamid (tio-TEPA)

    Alkil Sulfonat

    Busulfan

    Nitrosourea

    Karmustin (BCNU)

    Lomustin (CCNU)

    Semujstin (metal CCNU)

    II. Anti Metabolit

    Analog Pirimidin

    5-fluorourasil

    Sitarabin

    6-Azauridin

    Floksuridin (FUDR)

    Analog Purin

    6-Merkaptopurin

    6-Tioguanid (T6)

    Antagonis Folat

    Metotreksat

    III. Produk Alamiah

    Alkaloid Vinka

    Vinblastin (VLB)

    Vinkristin (VCR)

    Antibiotik

    Daktinomisin

    Mitomisin

    Antrasiklin: Daunorubisin

    Doksorubisin

    Mitramisin

    Bleomisin

    Enzim

    L-asparaginase

  • PILAHAN OBAT ANTIKANKER

    GOLONGAN

    SUB GOLONGAN

    OBAT

    IV. Hormon

    Hormon adreno-kortikosteroid

    Prednison

    Progestin

    Hidroksiprogesteron kaproat

    Hidroksiprogesteron asetat

    Magestreol asetat

    Estrogen

    Dietilstilbestrol

    Etinil estradiol

    Androgen

    Testosteron propionate

    Fluoksimesteron

    V. Isotop Radioaktif

    Fosfor

    Natrium fosfat (P32)

    Iodium

    Natrium Iodida (I131)

    VI. Lain-lain

    Substitusi urea

    Hidroksi urea

    Derivat metilhidrazin

    Prokarbazin

  • MEKANISME KERJAHUBUNGAN KERJA ANTIKANKER DG SIKLUS SEL KANKER

    Sel tumor dapat berada dalam 3 keadaan:(1) yang sedang membelah (siklus proliferatif)(2) yang dlm keadaan istirahat (tdk membelah, Go) (3) yang secara permanen tidak membelah.

    Sel tumor yg sedang membelah tdp dlm beberapa fase: fase mitosis (M), pascamitosis (G1), fase sintesis DNA (fase S), fase pramitosis (G2).

  • MEKANISME KERJAPd akhir fase G1 terjadi peningkatan RNA disusul dg fase S yg merpkan saat terjadinya replikasi DNA. Setelah fase S berakhir sel masuk dlm fase pramitosis (G2) dg ciri: sel berbtk tetraploid, mengandung DNA dua kali lbh banyak dp sel fase lain dan masih berlangsungnya sintesis RNA dan protein. Sewaktu mitosis berlangsung (fase M) sintesis protein dan RNA berkurang secara tiba-tiba, dan terjadi pembelahan menjadi 2 sel. Setelah itu sel dapat memasuki interfase untuk kembali memasuki fase G1, saat sel berproliferasi atau memasuki fase istirahat (Go). Sel dlm fase Go yg masih potensial utk berproliferasi disebut sel klonogenik atau sel induk (stem cell). Jadi yg menambah jml sel kanker ialah sel yg dlm siklus proliferasi dan dlm fase Go.

  • MEKANISME KERJADitinjau dari siklus sel, obat dpt digolongkan dlm 2 gol: 1) Yg memperlihatkan toksisitas selektif thd fase ttt dr siklus sel dan disbt zat cell cycle specific (CSS), misl vinkristin, vinblastin, merkaptopurin, hidroksiurea, metotreksat dan asparaginase. Zat CSS ini efektif thd kanker yg berproliferasi tinggi misal kanker sel darah.2) Zat cell cycle-nonspecific (CCNS) misal zat alkilator, antibiotik antikanker (daktinomisin, daunorubisin, doksorubisin, plikamisin, mitomisin), sisplatin, prokarbazin dan nitrosourea. Dlm penelitian didptkan bhw terjadi sinergisme antara vinblastin dan sitarabin yg diberikan 16 jam kmd pd tikus dg sel leukemik L 1210. Sinergisme tdk terlihat bila obat diberikan serentak. Hal tsb disebabkan vinblastin menghentikan aktivitas sel pd fase M dg akibat populasi sel berada dlm fase yg sama yaitu fase M. Kira2 16 jam setelah vinblastin diberikan, semua sel berada dlm fase S yg sensitif thd sitarabin.

  • MEKANISME KERJA

  • MEKANISME KERJAKERJA ANTIKANKER PADA PROSES DALAM SELKerja antikanker berdasarkan atas gangguan pd salah satu proses sel yg esensial. Karena tdk ada perbedaan kualitatif antara sel kanker dg sel normal maka semua antikanker bersifat mengganggu sel normal, bersifat sitotoksik dan bukan kankerosid atau kankerotoksik yg selektif.ALKILATOR. Berbagai alkilator menunjukkan persamaan cara kerja yi melalui pembtkan ion karbonium atau kompleks lain yg sangat reaktif. lkatan kovalen (alkilasi) akan terjadi dg berbagai nukleofilik penting dlm tbh misal fosfat, amino, sulfhidril, hidroksil, karboksil atau gugus imidazol. Efek sitostatik maupun efek sampingnya berhubungan langsung dg terjadinya alkilasi DNA ini. Alkilator yg bifungsional misal mustar nitrogen dpt berikatan kovalen dg 2 gugus asam nukleat pd rantai yg berbeda membtk cross-linking shg terjadi kerusakan pd fungsi DNA. Hal ini dpt menerangkan sifat sitotoksik dan mutagenik dr alkilator.

  • MEKANISME KERJAANTIMETABOLIT. Antipurin dan antipirimidin mengambil tempat purin dan pirimidin dlm pembtkan nukleosida, shg mengganggu berbagai reaksi penting dlm tubuh. Penggunaannya sbg obat kanker didasarkan atas kenyataan bhw metabolisme purin dan pirimidin lbh tinggi pd sel kanker dr sel normal. Dg dmk, penghambatan sintesis DNA sel kanker lbh dr thd sel normal.Antagonis pirimidin misal 5-fluorourasil, dlm tubuh diubah menjadi 5-fluoro-2-deoksiuridin 5'-monofosfat (FdUMP) yg menghambat timidilat sintetase dg akibat hambatan sintesis DNA. Fluorourasil juga diubah menjadi fluorouridin monofosfat (FUMP) yg langsung mengganggu sintesis RNA. Sitarabin diubah menjadi nukleosida yg berkompetisi dg metabolit normal utk diinkorporasikan ke dlm DNA. Obat ini bersifat cell cycle specific yg spesifik utk fase S dan tdk berefek thd sel yg tdk berproliferasi.

  • MEKANISME KERJAAntagonis purin misal merkaptopurin merpkan antagonis kompetitif dr enzim yg menggunakan senyawa purin sbg substrat. Suatu alternatif lain dr mekanisme kerjanya ialah pembentukan 6-metil merkaptopurin (MMPR), yg menghambat biosintesis purin, akibatnya sintesis RNA, CoA, ATP dan DNA dihambat.Antagonis folat misalnya metotreksat menghambat dihidrofolat reduktase dg kuat dan berlangsung lama. Dihidrofolat reduktase ialah enzim yg mengkatalisis dihidrofolat (FH2) menjadi tetrahidrofolat (FH4). Tetrahidrofolat merpkan metabo