Depresi AKPER PEMKAB MUNA

Click here to load reader

Embed Size (px)

Transcript of Depresi AKPER PEMKAB MUNA

1. ASKEP GANGGUAN ALAM PERASAAN (DEPRESI DAN MANIA) I.PENGERTIAN Alam perasaan(mood) adalah keadaan emosional yang berkepanjangan yang mempengaruhi seluruh kepribadian dan fungsi kehidupan seseorang. Gangguan alam perasaan adalah gangguan emosional yang disertai gejala mania atau depresi Depresi adalah gangguan alam perasaan (mood) yang ditandai dengan kemurungan dan kesedihan yang mendalam dan berkelanjutan sehingga hilangnya kegairahan hidup. (Hawari, 2001, hal. 19) Depresi adalah suatu mood sedih (disforia) yang berlangsung lebih dari empat minggu, yang disertai perilaku dari perubahan tidur, gangguan konsentrasi, iritabilitas, sangat cemas, kurang bersemangat, sering menangis, waspada belebihan, pesimis, merasa tidak berharga, dan mengantisipasi kegagalan. (DSM-IV-TR, 2000 dalam Videback, 2008, hal.388) Depresi adalah suatu jenis alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologik : rasa susah, murung, sedih, putus asa dan tidak bahagia, serta komponen somatik: anoreksia, konstipasi, kulit lembab (rasa dingin), tekanan darah dan denyut nadi sedikit menurun. Mania adalah gangguan afek yang ditandai dengan kegembiraan yang luar biasa dan disertai dengan hiperaktivites, agitasi serta jalan pikiran dan bicara yang cepat dan kadangkadang sebagai pikiran yang meloncat loncat (flight of ideas). Mania adalah suatu gangguan alam perasaan yang ditandai dengan adanya alam perasaan yang meningkat,meluas atau keadaan emosional yang mudah tersinggung dan terangsang.Kondisi ini dapat diiringi dengan perilaku berupa peningkatan kegiatan,banyak bicara,ide-ide yang meloncat,senda gurau,tertawa berlebihan, penyimpangan seksual. II. Rentang Respon Emosional Menurut Purwaningsih (2009) Reaksi Emosi dibagi menjadi dua yaitu : 2. 1) Reaksi Emosi Adaptif Merupakan reaksi emosi yang umum dari seseorang terhadap rangsangan yang diterima dan berlangsung singkat. Ada dua macam reaksi adaptif : a) Respon emosi yang responsive Keadaan individu yang terbuka dan sadar akan perasaannya. Pada rentang ini individu dapat berpartisipasi dengan dunia eksternal dan internal. b) Reaksi kehilangan yang wajar Merupakan posisi rentang yang normal dialami oleh individu yang mengalami kehilangan. Pada rentang ini individu menghadapi realita dari kehilangan dan mengalami proses kehilangan, misalnya bersedih, berhenti kegiatan sehari-hari, takut pada diri sendiri, berlangsung tidak lama. 2) Reaksi Emosi Maladaptif Merupakan reaksi emosi yang sudah merupakan gangguan, respon ini dapat dibagi 3 tingkatan, yaitu : a) Supresi Tahap awal respon emosional maladaptive, individu menyangkal, menekan atau menginternalisasi semua aspek perasaanya terhadap lingkungan. b) Reaksi kehilangan yang memanjang Supresi memanjang sehingga mengganggu fungsi kehidupan individu. Gejala : bermusuhan, sedih berlebihan, rendah diri. c) Mania/Depresi Merupakan respon emosional yang berat dan dapat dikenal melalui intensitas dan pengaruhnya terhadap fisik individu dan fungsi social. IV. Psikopoatologi Alam perasaan adalah kekuatan / perasaan hati yang mempengaruhi seseorang dalam jangka waktu yang lama setiap orang hendaknya berada dalam afek yang tidak stabil tapi tidak berarti orang tersebut tidak pernah sedih, kecewa, takut, cemas, marah dan sayang, emosi ini terjadi sebagai kasih sayang seseorang terhadap rangsangan yang diterimanya dan lingkungannya baik internal maupun eksternal. Reaksi ini bervariasi dalam rentang dari reaksi adaptif sampai maladaptive. 3. 1) Penyebab Terjadinya Depresi Penyebab utama depresi pada umumnya adalah rasa kecewa dan kehilangan. Tak ada orang yang mengalami depresi bila kenyataan hidupnya sesuai dengan keinginan dan harapannya. a) Kekecewaan Karena adanya tekanan dan kelebihan fisik menyebabkan seseorang menjadi jengkel, tidak dapat berpikir sehat atau kejam pada saat-saat khusus jika cinta untuk iri sendiri lebih besar dari pada cinta pada orang lain yang menghimpun kita, kita akan terluka, tidak senang dan cepat kecewa, hal ini langkah pertama depresi jika luka itu direnungkan terus- menerus akan menyebabkan kekesalan dan keputusasaan. b) Kurang Rasa Harga Diri Ciri-ciri universal yang lain dari orang depresi adalah kurangnya rasa harga diri, sayangnya kekurangan ini cenderung dilebih-lebihkan menjadi ekstrim, karena harapan-harapan yang realistis membuat dia tidak mampu merestor dirinya sendiri, hal ini memang benar khususnya pada individu yang ingin segalanya sempurna yang tak pernah puas dengan prestasi yang dicapainya. c) Perbandingan yang Tidak Adil Setiap kali kita membandingkan diri dengan seseorang yang mempunyai nilai lebih baik dari kita dimana kita merasa kurang dan tidak bisa sebaik dia maka depresi mungkin terjadi. d) Penyakit Beberapa faktor yang dapat mecetuskan depresi adalah organic contoh individu yang mempunyai penyakit kronis kanker payudara dapat menyebabkan depresi. e) Aktivitas Mental yang Berlebihan Orang yang produktif dan aktif sering menyebabkan depresi. f) Penolakan Setiap manusia butuh akan rasa cinta, jika kebutuhan akan rasa cinta itu tak terpenuhi maka terjadilah depresi. (Anonymous, 2004) Menurut Nanda (2005-2006) adapun faktor-faktor yang berhubungan dengan sedih kronis adalah : a) Kematian orang yang dicintai 4. b) Pengalaman sakit mental/ fisik kronis, cacat (retardasi mental, sklerosis multiple, prematuritas, spina bifida, kelainan persalinan, sakit mental kronis, infertilitas, kanker, sakit Parkinson) c) Pengalaman satu atau lebih kejadian yang memicu (krisis dalam manajemen penyakit, krisis berhubungan dengan stase perkembangan, kehilangan kesempatan yang dapat meningkatkan perkembangan, norma social atau personal) d) Ketergantungan tak henti pada pelayanan kesehatan dengan mengingat kehilangan. 2) Gejala Klinis Depresi Menurut Hawari (2001) secara lengkap gejala klinis depresi adalah sebagai berikut : a) Aspek disforik, yaitu perasaan murung, sedih, gairah hidup menurun, tidak semangat, merasa tidak berdaya. b) Perasaan bersalah, berdosa, penyesalan. c) Nafsu makan menurun d) Berat badan menurun e) Konsentrasi dan daya ingat menurun f) Gangguan tidur : insomnia (sukar/tidak dapat tidur) atau sebaliknya hipersomnia (terlalu banyak tidur). Gangguan ini sering kali disertai dengan mimpi-mimpi yang tidak menyenangkan, misalnya mimpi orang yang telah meninggal. g) Agitasi atau retardasi psikomotor (gaduh gelisah atau lemah tak berdaya) h) Hilangnya rasa senang, semangat dan minat, tidak suka lagi melakukan hobi, kreativitas menurun, produktivitas juga menurun. i) Gangguan seksual (libido menurun) j) Pikiran-pikiran tentang kematian, bunuh diri. 3) Tingkat Depresi a) Depresi Ringan Sementara, alamiah, adanya rasa pedih perubahan proses piker komunikasi social dan rasa tidak nyaman. b) Depresi Sedang (1) Afek : murung, cemas, kesal, marah, menangis. (2) Proses pikir : perasaan sempit, berfikir lambat, berkurang komunikasi verbal, komunikasi non verbal meningkat. 5. (3) Pola komunikasi : bicara lambat, berkurang komunikasi verbal, komunikasi non verbal meningkat. (4) Partisipasi social : menarik diri, tak mau bekerja/ sekolah, mudah tersinggung c) Depresi Berat (1) Gangguan Afek : pandangan kosong, perasaan hampa, murung, inisiatif berkurang. (2) Gangguan proses piker (3) Sensasi somatic dan aktivitas motorik : diam dalam waktu lama, tiba-tiba hiperaktif, kurang merawat diri, tak mau makan dan minum, menarik diri, tidak peduli dengan lingkungan. V. FAKTOR PREDISPOSISI & PRESIPITASI 1.Faktor Predisposisi 1.1.Faktor genetik,mengemukakan transmisi gangguan alam perasaan diteruskan melalui garis keturunan.Frekuensi gangguan alam perasaan meningkat pada kembar monozygote daripada dizygote. 1.2.Teori agresi berbalik pada diri sendiri mengemukakan bahwa depresi diakibatkan oleh perasaan marah yang dialihkan pada diri sendiri.Freud mengatakan bahwa kehilangan obyek/orang,ambivalen antara perasaan benci dan cinta dapat berbalik menjadi perasaan yang menyalahkan diri sendiri. 1.3.Teori kehilangan.Berhubungan dengan faktor perkembangan;misalnya kehilangan orang tua pada masa anak,perpisahan yang bersifat traumatis dengan orang yang sangat dicintai.Individu tidak berdaya mengatasi kehilangan. 1.4.Teori kepribadian mengemukakan bahwa tipe kepribadian tertentu menyebabkan seseorang mengalami depresi atau mania. 1.5.Teori kognitif mengemukakan bahwa depresi merupakan masalah kognitif yang 6. dipengaruhi oleh penilaian negatif terhadap diri sendiri,lingkungan dan masa depan. 1.6.Model belajar ketidakberdayaan mengemukakan bahwa depresi dimulai dari kehilangan kendali diri,lalu menjadi pasif dan tidak mampu menghadapi masalah. Kemudian individu timbul keyakinan akan ketidakmampuannya mengendalikan kehidupan sehingga ia tidak berupaya mengembangkan respons yang adaptif. 1.7.Model perilaku mengemukakan bahwa depresi terjadi karena kurangnya pujian (reinforcement) positif selama berinteraksi dengan lingkungan. 1.8.Model biologis mengemukakan bahwa pada keadaan depresi terjadi perubahan kimiawi,yaitu defisiensi katekolamin,tidak berfungsinya endokrin dan hipersekresi kortisol. 2. Faktor Presipitasi Stresor yang dapat menyebabkan gangguan alam perasaan meliputi: Faktor biologis meliputi perubahan fisiologis yang disebabkan oleh obat-obatan atau berbagai penyakit fisik seperti infeksi,neoplasma dan ketidakseimbangan metabolisme. Faktor psikologis meliputi kehilangan kasih sayang,termasuk kehilangan cinta, seseorang,dan kehilangan harga diri. Faktor sosial budaya meliputi kehilangan peran,perceraian,kehilangan pekerjaan. VI. PERILAKU DAN MEKANISME KOPING Perilaku yang berhubungan dengan mania bervariasi. Gambaran utama dari mania adalah perbedaan intensitas psikofisiologikal yang tinggi,dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1;Perilaku yang berhubungan dengan Mania Afektif Kognitif Fisik Tingkah laku a).Gembira yang 7. berlebihan b).Harga diri meningkat c).Tidak tahan kritik a).Ambisi b).Mudah terpengaruh c).Mudah beralih perhatian d).Waham kebesaran e).Ilusi f).Flight of ideas g).Gangguan penglihatan