Demam Tifoid Blok 7

download Demam Tifoid Blok 7

of 19

  • date post

    09-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    46
  • download

    4

Embed Size (px)

description

demam tifoid

Transcript of Demam Tifoid Blok 7

SKENARIO B*Sasaran pembelajaran*1. Anatomi dan histologi organ limfoid (plague peyeri, lien) intestinum2. Fungsi organ limfoid3. Patoligi anatomi randang intestinum demam tiphoid

4. Patofisiologi demam

5. Patofisiologi penyakit infeksi tropis (demam tifoid, malaria, DBD)

6. Jenis-jenis demam

7. Penatalaksanaan demam tifoid

8. Farmakologi obat-obatan yang digunakan pada demam tifoid (antipiretik dan antibiotik)

9. Epidemiologi demam tifoid

10. Komplikasi demam tifoid

Identifikasi Masalah

1. Tuan Amir, umur 32 tahun dibawa keluarganya ke rumah sakit karena sudah 8 hari ini demam terus menerus disertai nyeri ulu hati dan mual dan lidah terasa pahit, sejak 5 hari yang lalu tidak BAB.

2. Pemeriksaan fisik :

Kesadaran

: delirium Temperatur

: 39 C Nadi

: 90x/menit Tensi

: 100/80 mmHg RR

: 24x/menit Lidah kotor dan nyeri tekan pada epigastrium.

3. Dua hari sebelumnya berobat ke dokter umum dan mendapat obat Moxicilin 3 x 500 mg dan parasetamol 3 x 500 mg namun masih juga belum turun demamnya.

4. Pasien membawa hasil laboratorium: Hb: 12 mg/dl, leukosit 13.000/mm3, LED 12mm/jam, hematokrit 36 mg%, trombosit 210.000/mm3, dan widal test Thypii O: 1/320, Paratyphii H: 1/640.

Analisis Masalah

a. Apa hubungan umur pasien dengan keluhan utama?

Jawab:

Tuan Amir, laki-laki berusia 32 tahun, pada usia tersebut biasanya merupakan usia untuk bekerja. Bisa saja Tuan Amir bekerja, dan ketika jam waktu makan siang, dia membeli makanan di warung tanpa memperhatikan kebersihan makanan/minuman yang dikonsumsinya mungkin saja makana/minuman tersebut telah terpapar dengan Salmonella Typhi. Saat makanan dan minuman itu ia konsumsi, kemungkinan pula kondisi tubuh tn Amir sedang mengalami penurunan daya tahan tubuh yang disebabkan oleh aktivitas kerjanya. Sehingga makanan yang terpapar tersebut masuk kedalam saluran cerna, lalu banyak yang lolos dari lambung dan masuk ke usus berkembang biak di dalam tubuh yang mengakibatkan Tn Amir menderita demam.b. Bagaimana mekanisme terjadinya demam?Jawab:

Demam (fever, febris) adalah kenaikan suhu tubuh diatas variasi sirkadian yang normal sebagai akibat dari perubahan pada pusat thermoregulasi yang terletak dalam hipothalamus anterior.

Mekanisme demam:

Terpapar agen infeksius ( terjadi infeksi ( agen infeksius menmproduksi pirogen eksogen (Pirogen eksogen menstimulasi sel-sel penjamu (monosit/ makrofag) untuk menginduksi pembentukkan pirogen endogen IL-1, TNF, IL-6 dan IFN ( sel endotel yang terpapar oleh pirogen endogen melepaskan metabolit asam arakidonat yang sebagian besar prostaglandin E2 (PGE2) ( PGE2 derdifusi kedalam hipothalamus preotik/anterior ( PGE2 menginduksi suatu pembawa pesan kedua seperti AMP siklik untuk menaikkan titik termoregulasi yang sudah ditetapkan ( dengan penyetelan termostatik baru yang lebih tinggi, sinyal pergi ke berbagai saraf eferen, terutama serabut-serabut simpatik yang menginervasi pembuluh darah perifer yang mencetuskan vasokontriksi dan mempermudah konservasi panas ( terjadi peningkatan konservasipanas, peningkatan produksi panas ( demam* Pirogen eksogen dihasilkan oleh bakteri, virus, ricketsia, jamur ataupun parasit.*Pirogen eksogen adalah kelompok molekul heterogen.

Bakteri gram negatif (endotoksin (lipopolisakarida, LPS). LPS ditemukan pada membran luar semua bakteri gram negatif dan terdiri atas satu lipid A dan inti

Organisme gram positif juga menghasilkan pirogen eksogen yakni asam lipoteikoat, peptidoglikan, dan berbagai eksotoksin dan enterotoksin

Pirogen endogen adalah polipeptida yang diproduksi oleh pejamu, terutama monosit/makrofag sebagai respon terhadap stimuli awal yang biasanya dicetuskan oleh infeksi atau inflamasi.

c. Apa saja tipe-tipe demam?

Jawab:

Demam septik: Suhu badan berangsur naik ke tingkat yang tinggi sekali pada malam hari dan turun kembali ketingkat di atas normal pada pagi hari. Sering disertai dengan keluhan menggigil dan berkeringat.

Demam hektik: Suhu badan berangsur naik ketingkat yang tinggi sekali pada malam hari dan turun kembali ke tingkat yang normal pada pagi hari.

Demam remiten: Suhu badab dapat turun setiap hari namun tidak ppernah mencapai suhu badan normal. Perbedaan suhu dapat mencapai 2o C( thypoid fever, infeksi virus & mycoplasma)

Demam intermitten: Suhu badan turun ketingkat yang normal selama beberapa jam dalam satu hari. (Malaria)

Demam tersiana : Suhu badan turun ketingkat yang normal selama beberapa jam terjadi dalam dua hari sekali

Demam kuartana: Bila terjadi dua hari bebas demam di antara dua serangan demam.

Demam kontinyu: Variasi suhu tubuh sepanjang hari tidak berbeda lebih dari 1o C. (Pneumonia). Pada tingkat demam yang terus menerus tinggi sekali disebut hiperpireksia.

Demam siklik : Terjadi kenaikan suhu badan beberapa hari yang diikuti oleh periode bebas demam untuk beberapa hari yang kemudian diikuti kenaikan suhu seperti semula. (Limfoma Hodgkin's)

d. Apa penyebab terjadinya demam?Jawab:

1. Factor infeksi :

infeksi bakteri : pneumonia, bronchitis, osteomyelicus, appendicitis, TBC, bakteremia, sepsis, meningitis.

Infeksi virus : viral pneumonia, influenza, DBD, demam chicungunya

Infeksi jamur : coccidioidis imitis, criptacoccosis.

Infeksi parasit : malaria, toksoplarmosi, helmintiasis.

2. Factor non infeksi :

Factor lingkungan

Penyakit autoimun

Keganasan

Pemakaian obat-obatan

e. Mengapa lidahnya terasa pahit? (gangguan dipersarafan, resptor-reseptor terganggu)

Jawab:

Pada demam tifoid, pasien memiliki ciri lidah yang khas yaitu berselaput (kotor ditengah, tepi dan ujung merah dan tremor). Lidah berselaput ini akan mengganggu fungsi papila tengah pada lidah yang andil dalam pengecapan rasa pahit sehingga fungsi papila tengah lebih dominan terhadap intake cairan dan makanan ke tubuh selanjutnya lidah akan terasa pahit.f. Mengapa terjadi nyeri ulu hati?

Jawab:

Makanan/ minuman yang terpapar patogen (Bakteri S. Thypi) > traktus digestifus > sebagian dimusnahkan di gaster oleh kadar HCL yang tinggi > sebagian lolos dari gaster dan masuk ke intestinum tenue > menginvasi sel epithel (sel M) > di lamina propia dan berproliferasi > mengalami fagositosis dan berada di dalam sel mononuclear > masuk ke folikel limfoid intestine atau nodus peyer illeum distal dan mengadakan multiplikasi > perubahan pada nodus peyer tersebut menyebabkan gejala intestinal yaitu nyeri ulu hati.

kuman telah menyebar (bakteremia pertama yang asimptomatik) ( menyebar keseluruh organ retikuloendotelial tubuh (limpa dan hati)( pembengkakan hati dan limpa ( timbul rasa sakit di perut yaitu pada ulu hati. *Nyeri pada ulu hati juga dapat disebabkan dampak lidah terasa pahit. Biasanya ketika lidahnya terasa pahit maka akan cenderung ingin makanan yang pedas atau asam, atautidak selera untuk makan sehingga menyebabkan gangguan keseimbangan asam lambung* g. Mengapa terjadi mual?

Jawab:

Minuman yang terpapar salmonela typhi ( bakteri masuk ke tractus digestivus ( infeksi pada intestinum tenue bagian sel epitel(iritasi)(sel epitel mengalami degenerasi ( penggantian sel epitel oleh sel enterosit (absorbsi yang tidak baik dan atrofi pada vili ( cairan dan nutrisi tidak dapat diabsorbsi(lumen di intestinum tenue penuh ( peregangangan intestinum tenue( reseptor sensoris di intestinum tunue mentransmisikan sinyal-sinyal sensoris berupa rasa muntah ke pusat muntah di medulla oblongata melalui saraf aferen vagal dan saraf simpatis ( terangsangnya pusat muntah( medulla oblongata mentransmisikan sinyal motoris sebagai umpan balik sinyal sensoris tadi melalui saraf cranial V,VII,IX, X dan XII ke tractus digestvus,saraf vagus dan saraf simpatis ke tractus digetivus yang lebih bawah dan saraf spinalis ke diaphragma dan otot abdomen ( terjadinya antiperistaltik di intestinum tenue( Mual

h. Mengapa tidak BAB selama 5 hari?

Jawab:Di dalam plague peyeri makrofag hiperaktif menimbulkan reaksi hyperplasia jaringan (S. typhii intra makrofag menginduksi reaksi hipersensitifitas tipe lambat, hyperplasia jaringan dan nekrosis organ). Akibat hyperplasia jaringan di usus ( penyempitan lumen usus yang mengganggu pergerakan makanan (Konstipasi a. Bagaimana hasil interpretasi pemeriksaan fisik Jawab:

Kesadaran: delirium ( terjadi penurunan kesadaran (compos mentis )

Temperatur: 39 C ( terjadi peningkatan suhu diatas normal (demam/febris). Normalnya 36,5-37,2oC Nadi

: 90x/menit ( bradikardia relatif ( peningkatan suhu 1o C tidak diikuti peningkatan denyut nadi 8 x/menit) Tensi

: 100/80 mmHg ( tekanan darah tergolong normal namun tekanan sistolik relatif rendah. Normalnya 120/80 mmHg RR

: 24x/menit ( Takipnea (14 -20 x/menit)

Lidah kotor: Abnormal ( Pasien typoid memiliki ciri lidah yang khas yaitu berselaput (kotor ditengah, tepi dan ujung merah dan tremor) Nyeri tekan pada epigastrium : Abnormal ((Disebabkan kuman yang telah menyebar keseluruh organ retikuloendotelial tubuh (limpa dan hati)( pembengkakan hati dan limpa ( timbul rasa sakit di perut yaitu pada ulu hati)b. Apa yang dimaksud dengan kesadaran delirium?

Jawab:

Kesadaran delirium adalah keadaan bingung akut yeng ditandai oleh periode gelisah , aktivitas mental yang meninggi, mudah terbangun, halusinasi, kesiapan yang jelas dalam emberikan respon terhadap stimulasi tertentu (suara bising yang tiba-tiba) dan disorientasi (orang, tempat, waktu)

c. Mengapa dia mengalami delirium? (tifoid toksik dengan sepsis berat)

Jawab:

kerusakan endotel oleh endotoksin(Selain itu endiotoksin juga akan menga