Data Gerontik

download Data Gerontik

of 59

  • date post

    25-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    38
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Data Gerontik

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kelompok, sehingga kelompok dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang merupakan tugas mata kuliah keperawatan gerontik dengan judul Asuhan Keperawatan gerontik pada lansia dengan masalah strokeKelompok juga sangat menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak sekali kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak akan sangat membantu demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini. Kelompok juga sangat berharap semoga makalah ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagai suatu acuan untuk pembuatan makalah berikutnya yang lebih baik. Bengkulu, 25 februari 2014

Kelompok 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bertambah majunya keadaan ekonomi, meningkatnya berbagai teknologi dan fasilitas kesehatan menyebabkan meningkatnya angka harapan hidup manusia. Angka harapan hidup merupakan salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Indonesia sebagai negara berkembang dengan perkembangan yang cukup baik, semakin tinggi harapan hidupnya. Berdasarkan data dari BPS tahun 1998 ,pada tahun 1990 angka harapan hidup penduduk untuk laki-laki 58,1 tahun dan wanita 61,5 tahun, dengan rata-rata 59,8 tahun. Pada tahun 2005 angka harapan hidup penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 64,9 tahun untuk laki-laki dan 68,8 tahun untuk wanita, dengan rata-rata 66,9 tahun (Nugroho, 2000).Sedangkan pada tahun 2008 angka harapan hidup penduduk Indonesia dengan rata-rata 73,3 tahun (www..bappens go,id)

Peningkatnya angka harapan hidup ini berdampak pada meningkatnya jumlah penduduk lansia. Penduduk lansia di Indonesia tahun 1997 berjumlah 8 juta orang dan menduduki peringkat ke 10 dunia. Menurut US Bureau of Census 1999, pada tahun 2025 yang akan datang diperkirakan jumlah lansia di Indonesia akan meningkat menjadi 24,8 juta orang dan berada pada peringkat 6 dunia (WHO, 2001).

Jumlah lanjut usia pada tahun 1980,7 juta jiwa, pada tahun 1990,12 juta jiwa, pada tahun 2000,14 juta jiwa, pada tahun 2009,16,5 juta, tahun 2010,23 juta jiwa, pada tahun 2020,28 juta jiwa (Depkom dan informatika 2008). Untuk tingkat propinsi Bengkulu Jumlah lansia pada tahun 2008 laki-laki Sebanyak 39.198 orang dan wanita sebanyak 76.757 orang , Peningkatan jumlah lansia ini memerlukan perhatian yang besar baik dari keluarga, masyarakat maupun pemerintah (SUSENAS 2007).

Pemerintah telah merumuskan kebijakan, program dan kegiatan bagi para lanjut usia. Tujuan program lanjut usia adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan lanjut usia agar tetap sehat, mandiri dan berdaya guna sehingga tidak menjadi beban bagi dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat. Aspek-aspek yang dikembangkan adalah dengan memperlambat proses menua (degeneratif). Bagi yang merasa sudah tua perlu dipulihkan (rehabilitatif) agar tetap mampu mengerjakan kehidupan sehari-hari secara mandiri. Ini di mungkinkan dengan makin berkembangnya ilmu pengetahuan tentang manusia berusia lanjut (Suparmanto, 2007).

Pada lansia akan terjadi perubahan-perubahan fisik, psikososial dan spiritual. Salah satu perubahan tersebut adalah perubahan pola tidur, terjadi penurunan berat, isi cairan dan aliran darah otak, peningkatan ukuran ventrikel serta penebalan korteks otak, pada spinal cord terjadi penurunan reaksi dan terjadi perlambatan simpatik yang mengakibatkan penurunan pola tidur secara keseluruhan termasuk kesulitan memulai tidur dan terbangun lebih awal, penurunan fase IV tidur dan penurunan gerak cepat mata. Menurut National Institute of Aging dalam evaluasi keluhan pada lansia, lebih 80% dari 9.000 lansia usia 65 tahun ke atas melaporkan mengalami gangguan tidur (Schneider, 2002). Sebanyak 40% lansia mengeluhkan gangguan memulai dan mempertahankan tidur atau insomnia (Foley cit Feldman dan Abernathy, 2000).

Tidur merupakan suatu mekanisme untuk memperbaiki tubuh dan fungsinya serta untuk mempertahankan energi dan kesehatan. Jika tidur terganggu maka fisik, emosional dan tingkah laku dapat terganggu). Jadi tidur bukanlah gurun luas ketidakaktifan yang monoton, melainkan serangkaian tahapan yang berbeda-beda dan kompleks yang memberikan sumbangan yang penting bagi pelaksanaan fungsi-fungsi penting kita pada siang hari. Kekurangan tidur pada lansia memberikan pengaruh terhadap fisik, kemampuan kognitif dan juga kualitas hidup. lansia yang mengalami gangguan tidur akan mengalami peningkatan jumlah tidur di siang hari, masalah pada perhatian dan memori, depresi, kemungkinan jatuh pada malam hari, penggunaan obat hipnotik yang berlebihan dan rendahnya kualitas hidup. Kekurangan tidur yang panjang selanjutnya dapat menyebabkan disorganisasi ego, halusinasi dan waham (kryger dkk,2004).

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan tidur pada lansia yakni faktor internal berupa proses penuaan (26,32%), gangguan mental lain (36,84%), gangguan medis umum (52,63%) gangguan akibat zat (15,79%) dan faktor eksternal berupa lingkungan (57,89%) (Kurung, 2003).

Berdasarkan data dari Balai Pelayanan dan penyantunan Lanjut usia di pagar dewa Bengkulu ini tinggal di panti sebanyak 60 orang laki-laki 31 orang dan wanita 29 orang.. Dari hasil wawancara singkat terhadap beberapa orang lansia didapatkan bahwa mereka mengeluhkan adanya gangguan tidur berupa kesulitan untuk memulai tidur, sering terbangun dan kesulitan untuk tidur kembali, ada pula yang tidak bisa tidur tanpa mengkonsumsi obat tertentu.

Berdasarkan hal di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan gambaran faktor-faktor penyebab gangguan pemenuhan kebutuhan tidur pada lansia.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas maka masalah yang peneliti angkat dalam penelitian ini adalah belum diketahuinya Gambaran faktor-faktor penyebab yang terjadi pada lansia dengan kasus stroke di warga sukamerindu

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab stroke yang terjadi pada Lanjut Usia pad pasien yang berobat di puskesmas suika merindu.a. Tujuan khusus Agar mahasiswa mampu melaksanakan pengkajian padalanjut usia dengan kasus stroke.b. Agar mahasiswa mampu menegakkan diagnosa keperawatan pada lanjut usia dengan masalah stroke.c. Agar mahasiswa mampu melakukan intervensi pada lanjut usia dengan masalah stroke d. Agar mahasiswa mampu melaksanakan implementasi pada lanjut usia dengan masalah stroke.e. Agar mahasiswa mampu melakukan evaluasi pada lanjut usia pada masalah stroke.D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Akademik

Untuk memberikan masukan dan tambahan terutama bagi mahasiswa jurusan keperawatan pemikiran mengenai masalah pada lansia dengan kasus stroke.

Manfaat Bagi Balai Pelayanan dan Penyantunan Lanjut Usia Pagar Dewa Bengkulu

a. Mengetahui pentingnya faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stokre pada lansia.b. Membantu memberikan pelayanan yang optimal kepada lansia yang tinggal di sukamerindu.

2. Bagi lansia yang tinggal Balai Pelayanan dan Penyantunan sosial Balai Pelayanan dan Penyantunan sosial Mendapatkan pelayanan yang adekuat mengenai penyakit sroke pada lansia

3. Bagi Peneliti Lain

Di harapkan hasil penelitian ini dapat di jadikan sebagai data dasar dalam pengembangan peneliti selanjutnyaBAB IIIPENGKAJIAN GERONTIKA. Data Umum

1. Nama Kepala Keluarga:Ny. Z

2. Alamat Kepala Keluarga:Jl. Sukamerindu3. Pekerjaan Kepala Keluarga:IRT

4. Pendidikan Kepala Keluarga:SMP

5. Komposisi Keluarga:

No Nama JkHubungan dgn KlienPendidikan Status ImunisasiKet

1Tn. L Menantu BCGPolioDPTHepatitisCampak

2Ny. ZP Anak

3Ny. YP Anak

4An. RL Cucu

Ket : 6. Tipe Keluarga

Keluarga Ny. Z termasuk keluarga besar (Extended Family) yang terdiri dari kepala keluarga, 2 orang anak, 1 1 orang menantu dan 1 orang cucu.

7. Suku Bangsa

Seluruh keluarga berasal dari suku Melayu, Indonesia.

8. Agama

Semua anggota keluarga menganut Agama Islam dan mereka selalu taat beribadah dan menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Esa.

9. Status Sosial Ekonomi Keluarga

Kepala keluarga:500.000,-/bln

Menantu:2.000.000,-/bln

Anak ke -1:4.000.000,-/bln

Anak ke- 4:1.000.000,-/bln

Untuk pendapatan kk adalah 500.000,-/blm dengan rata-rata pengeluaran 150.000,/bln. Sedangkan anak ke-2 digabung dengan suami sehingga menjadi 6.000.000,-/bln dan rata-rata pengeluarannya 2.500.000,-/bln. Untuk anak ke 4 pengeluarannya adalah 500.000,-/bln.

Dilihat dari penghasilan masing-masing anggota keluarga yang sudah bekerja dan harta benda yang dimiliki dalam keluarga, keluarga tersebut mempunyai status sosial ekonomi tinggi.

10. Aktivitas Rekreasi Keluarga

Setiap hari klien dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan akan rekreasi dan hiburan biasanya menonton TV, berkumpul keluarga, melepas lelah bersama keluarga di ruang keluarga.B. Riwayat Rekreasi Keluarga

11. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini

Keluarga Ny. Z mempunyai 5 orang anak, anak pertama perempuan dengan umur 49 tahun sudah ikut bersama suaminya, anak ke 2 usia 48 tahun perempuan tinggal serumah dengan Ny.Z anak ke 3 dan 5 sudah menikah dan tinggal bersama keluarganya sedangkan anak ke 4 usia 43 tahun tinggal bersama teman Ny.F. maka keluarga Ny.I berada pada tahap perkembangan keluarga dengan lansia.

12. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi

Ny. Z sampai saat ini telah memenuhi tugas perkembangan yaitu memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar. Pembagian peran dan kegiatan rumah tangga pun telah terpenuhi. Namun hanya sebagian tugas kepala keluarga untuk membantu anak mandiri dimasyarakat yang belum terpenuhi, sebab anak ke 2 yang telah menikah belum tinggal