Dasar-Dasar Perilaku .manajemen dari karyawan dan sebaliknya. Konflik Peran ... Perilaku dan...

download Dasar-Dasar Perilaku .manajemen dari karyawan dan sebaliknya. Konflik Peran ... Perilaku dan sentimen

of 47

  • date post

    14-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Dasar-Dasar Perilaku .manajemen dari karyawan dan sebaliknya. Konflik Peran ... Perilaku dan...

Dasar-Dasar

Perilaku Kelompok(Bab 9 Perilaku Organisasi, Stephen P. Robbins & Timothy A. Judge)

Definisi dan Klasifikasi Kelompok

Kelompok:

Dua individu atau lebih,

yang berinteraksi dan

saling bergantung, yang

bergabung untuk

mencapai tujuan tertentu.

Definisi dan Klasifikasi Kelompok

Kelompok Formal vs Kelompok Informal

Definisi dan Klasifikasi Kelompok

Kelompok Formal:

Kelompok kerja yang ditugaskan dan didefinisikan

oleh struktur organisasi.

Kelompok Informal:

Kelompok yang tidak berstruktur formal maupun

secara organisasional; timbul sebagai respon

terhadap kebutuhan akan kontak sosial.

Subklasifikasi Kelompok

Kelompok Formal

Kelompok Komando

Kelompok yang terdiri atas

individu-individu yang

melaporkan secara

langsung kepada seorang

manajer.

Kelompok Tugas

Mereka yang bekerja

bersama untuk

menyelesaikan suatu

pekerjaan.

Kelompok Informal

Kelompok Kepentingan

Mereka yang bekerja

bersama untuk mencapai

tujuan dengan kepentingan

masing-masing

Kelompok Persahabatan

Mereka yang berkumpul

bersama karena memiliki

satu atau lebih persamaan

karakteristik.

Mengapa Orang-orang Bergabung

dalam Suatu Kelompok?

Rasa Aman

Status

Harga Diri

Afiliasi

Kekuatan

Pencapaian Tujuan

Tahap Perkembangan Kelompok

Model Lima Tahap

(Five Stage Group Development Model)

Model Alternatif --> Model Ekuilibrium Tersebar

(Punctuated Equilibrium Model)

Model Lima Tahap

Lima Tahap Perkembangan

Kelompok

1. Tahap Pembentukan (Forming) Ditandai dengan banyaknya ketidakpastian

2. Tahap Timbulnya Konflik (Storming) Terjadi konflik di antara anggota kelompok

3. Tahap Normalisasi (Norming) Ditandai dengan hubungan yang dekat dan kohesifan

4. Tahap Berkinerja (Performing) Struktur telah sepenuhnya fungsional dan diterima

5. Tahap Pembubaran (Adjourning) Perhatian untuk menyelesaikan aktivitas-aktivitas dibandingkan

penampilan tugas.

Kritik Terhadap Model Lima Tahap

Asumsi: Kelompok menjadi lebih efektif seiring kelompoktersebut bergerak melalui empat tahap pertama. Asumsi secara umum benar, namun apa yang membuat sebuah

kelompok efektif adalah lebih kompleks

Pada kondisi tertentu, konflik tingkat tinggi mungkin baik untukkinerja kelompok yang tinggi

Tahapan proses tidak selalu berurutan

Beberapa tahapan dapat berjalan secara bersamaan

Suatu kelompok terkadang mundur ke tahap sebelumnya

Mengabaikan konteks organisasional

Model Alternatif Perkembangan

Kelompok

Kelompok-kelompok sementara dengan tenggatwaktu tidak mengikuti Model Lima Tahap

Model Ekuilibrium Tersebar:

Transisi kelompok-kelompok sementara yangmelalui inersia dengan aktivitaspada titiktengah, mereka megalami peningkatanproduktivitas.

Model Ekuilibrium Tersebar

Model Ekuilibrium Tersebar

Urutan tindakan pada Model Ekuilibrium Tersebar

1. Penentuan arah kelompok

2. Fase pertama inersia

3. Transisi

4. Perubahan besar

5. Fase kedua inersia

6. Akselerasi aktivitas

Hal-hal Terkait Kelompok

KinerjaKelompok

Norma

Status

UkuranKekohesi

fan

Peran

Peran

Peran

Serangkaian pola perilaku yang diharapkandikaitkan erat dengan seseorang yang menempatiposisi tertentu dalam sebuah unit sosial.

Identitas Peran

Sikap-sikap dan perilaku-perilaku tertentu yangkonsisten dengan sebuah peran.

Persepsi Peran

Pandangan seorang individu atas bagaimana iaharus bertindak dalam situasi tertentu.

Peran

Ekspektasi Peran

Apa yang diyakini orang lain mengenai bagaimanaAnda harus bertindak dalam sebuah situasitertentu.

Kontrak psikologis: sebuah perjanjian tidak tertulisyang menentukan apa yang diharapkan olehmanajemen dari karyawan dan sebaliknya.

Konflik Peran

Sebuah situasi di mana seorang individudiharapkan dengan ekspektasi-ekspektasi peranyang berlainan.

Eksperimen Penjara Zimbardo

Penjara bohongan dengan menggunakan

mahasiswa sebagai sukarelawan

Penugasan peran penjaga dan tahanan

seara acak

http://www.prisonexp.org/

Eksperimen Penjara Zimbardo

Eksperimen Penjara Zimbardo

Eksperimen harus dihentikan ketika baru

berjalan enam hari karena.

Penjaga berhasil meruntuhkan moral

tahanan

Tahanan patuh

Sangat memahami peran masing-masing

Tidak ada perlawanan

Norma

Norma Standar-standar perilaku yang dapat diterima dalam

sebuah kelompok yang dianut oleh para anggotakelompok.

Kelas Norma Norma Kinerja

Norma Penampilan

Norma Pengaturan Sosial

Norma Alokasi Sumber Daya

Penelitian Hawthorne

Penelitian Hawthorne

Temuan

Perilaku dan sentimen memiliki kaitan yang sangat erat.

Pengaruh kelompok sangat besar dampaknya pada

perilaku individu.

Standar kelompok menentukan hasil kerja masing-

masing karyawan.

Uang tidak begitu menjadi faktor penentu output bila

dibandingkan dengan standar kelompok, sentimen

kelompok, dan rasa aman.

Norma dan Perilaku

Konformitas

Menyesuaikan perilaku seseorang agar selaras

dengan norma-norma kelompok.

Kelompok Referensi

Kelompok-kelompok penting di mana individu-individu

menjadi anggota atau berharap untuk menjadi

anggotanya dan dengan norma-norma yang

kemungkinan akan disesuaikan oleh individu tersebut.

Norma dan Perilaku

Penelitian Asch

Menunjukkan kekuatan

konformitas

Tingkat konformitas telah

menurun sejak penelitian Asch

Konformitas pada norma-

norma sosial lebih tinggi di

dalam kultur kolektivitas

dibandingkan di dalam kultur

individualistis.

Perilaku Menyimpang di Tempat

Kerja

Disebut juga perilaku antisosial atau ketidaksopanan di

tempat kerja.

Merupakan perilaku yang disengaja yang melanggar

norma-norma organisasional signifikan, dan dengan cara

melakukannya, mengancam kesejahteraan organisasi atau

anggota-anggotanya.

Perilaku Menyimpang di Tempat

Kerja

Tipologi:

Produksi: pulang lebih awal, bekerja dengan lambat

secara sengaja, memboroskan sumber daya

Properti: sabotase, mencuri BMN

Politikus: favoritisme, bergosip, menyalahkan rekan kerja

Agresi Pribadi: pelecahan seksual, berkata kasar,

mencuri dari rekan kerja

Pengaruh Kelompok terhadap

Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang di tempat kerja kemungkinan

akan berkembang di tempat yang didukung oleh

norma-norma kelompok.

Menjadi bagian dari suatu kelompok dapat

meningkatkan perilaku menyimpang seorang individu.

Menjadi bagian dari kelompok memungkinkan individu

untuk bersembunyi menciptakan rasa percaya diri

semu yang dapat menimbulkan perilaku yang lebih

agresif.

Status

Sebuah definisi atau pangkat yang didefinisikan

secara sosial yang diberikan kepada kelompok

atau anggota kelompok orang lain

merupakan faktor penting dalam memahami

perilaku manusia.

Motivator signifikan

Status

Teori Karakteristik Status

Perbedaan dalam karakteristik status menciptakan

hierarki-hierarki dalam kelompok.

Status didapatkan dari salah satu dari tiga sumber:

a. Pengaruh kekuasaan seseorang terhadap orang lain

b. Kemampuan seseorang untuk berkontribusi terhadap

tujuan sebuah kelompok.

c. Karakteristik personal.

Efek Status

Status dan Norma Anggota kelompok dengan status tinggi sering kali diberi

kebebasan lebih untuk menyimpang dari norma.

Anggota kelompok dengan status tinggi juga lebih mampuuntuk menolak tekanan konformitas.

Status dan Interaksi Kelompok Orang-orang berstatus tinggi cenderung lebih tegas.

Perbedaan status menghalangi keragaman ide dankreativitas

Efek Status

Ketidaksetaraan Status

Ketika terjadi ketidaksetaraan, akan tercipta

ketidakseimbangan yang menghasilkan berbagai jenis

perilaku korektif.

Status dan Kultur

Memahami siapa dan apa yang menentukan status

ketika berinteraksi dengan orang dari kultur yang

berbeda dari kultur kita.

Ukuran

Ukuran kelompok akan memengaruhi

perilaku.

Pengelompokan ukuran:

Dua belas atau lebih anggota merupakan

kelompok besar

Tujuh atau kurang anggota merupakan

kelompok kecil

Ukuran

Besar vs Kecil:

Atribut Kecil Besar

Kecepatan X

Kinerja Individu X

Pemecahan Masalah X

Variasi Masukan X

Penemuan Fakta X

Kinerja Keseluruhan X

Isu-isu Terkait Ukuran Kelompok

Kemalasan Sosial (Social Loafing)Kecenderungan para individu untuk mengeluarkanusaha yang lebih sedikit ketika bekerja secarakolektif daripada ketika bekerja secara individual.

Ringelmanns Rope Pull:

kinerja kelompok meningkat seiring dengan ukurankelompok, tetapi penambahan anggota baru k